Istilah-Istilah dalam Pariwisata (A-H)

Istilah-Istilah dalam Pariwisata

Accessible Tourism

Accessible Tourism adalah tentang bagaimana membuat industri pariwisata dapat diakses oleh semua orang. The United Nations World Tourism Organization (UNWTO) menyatakan semua akses terhadap fasilitas wisata, produk, dan pelayanan harus menjadi tanggung jawab utama dan diatur dalam kebijakan terkait Sustainable Tourism (pariwisata berkelanjutan). Hal ini juga menyangkut tentang bagaimana membuat pariwisata menjadi inklusif dan terbuka bagi semua orang terlepas dari keterbatasan fisik, disabilitas, maupun usia.

Continue reading

Indonesia ‘Strategis’ Bencana

Indonesia Strategis Bencana dan Pentingnya Keandalan Bangunan Gedung

Dilansir dari laman Okezone, sejak awal Januari hingga Mei 2020, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya telah terjadi 1.296 bencana alam di Indonesia. BNPB menambahkan, bahwa dari kasus bencana alam yang terjadi di Indonesia didominasi oleh bencana hidrometeorologi yang meliputi banjir, puting beliung, tanah longsor, dan gelombang pasang.

Continue reading

Persyaratan Teknis Struktur Bangunan Rumah Sakit

SLF Rumah Sakit

Melihat kondisi yang ada sekarang ini, masih banyak bangunan gedung yang mengalami kegagalan struktur akibat kelalaian dalam perhitungan pembangunan maupun tidak adanya pemeriksaan secara berkala. Belum lagi kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Pacifik Ring of Fire), yaitu rangkaian dari gunung api paling aktif di dunia yang membentang di sepanjang lempeng pasifik.

Continue reading

Ekowisata: Jalan Tengah Pariwisata yang Berlebihan

Pengembangan ekowisata di Indonesia

Baru-baru ini, tepatnya pada 6 Juli 2020, kita dikagetkan dengan berita dari Kampung Adat Baduy. Suku Baduy dikabarkan melayangkan surat terbuka kepada Presiden RI agar pemerintah dapat menghapus Kanekes dari daftar destinasi wisata lantaran alam dan tatanan budaya mereka rusak akibat pariwisata.

Memang tidak dapat dipungkiri, pariwisata yang berlebihan atau overtourism memberi dampak yang tidak menyenangkan bagi komunitas lokal di destinasi. Horton (2009), mengungkapkan bahwa pariwisata dalam beberapa kasus telah menarik masyarakat ke arah konsumerisme, materialisme, dan komodifikasi. Fenomena ini tentunya dapat menyebabkan perubahan perilaku sosial dan cara hidup masyarakat. Dampak terburuknya, budaya lokal akan tergerus dan tergantikan dengan budaya baru yang dibawa oleh wisatawan.

Continue reading

Pentingnya SLF untuk Rumah Sakit, Klinik, dan Fasilitas Layanan Kesehatan

SLF untuk Rumah Sakit

Sertifikat Laik Fungsi atau SLF merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk bangunan gedung yang telah memenuhi persyaratan fungsi. Sertifikat ini wajib dimiliki oleh pemilik maupun pengguna bangunan gedung sebelum difungsikan. Sayangnya, banyak pengembang maupun pengguna pemilik bangunan gedung yang tidak terlalu memahami pentingnya SLF. Kepemilikan SLF baru dianggap penting ketika bangunan gedung tersandung masalah.

Continue reading

Smart City: Kota untuk Orang Pintar?

Smart City: Kota untuk Orang Pintar?

Kota yang semakin berkembang cenderung akan memiliki masalah yang turut menyertainya. Saat ini, kota-kota di berbagai belahan dunia sedang dihadapkan pada isu-isu seperti polusi, konsumsi sumberdaya yang tidak terkontrol, emisi gas, dan social enquality.

Kondisi demikian juga diperburuk dengan peningkatan jumlah penduduk yang tinggal di kota dan kuantitas lahan perkotaan yang semakin terbatas sehinga mau tidak mau menggerakkan pemerintah untuk dapat mencari alternatif perencanaan dalam menanggulangi isu permasalahan tersebut. Konsep Smart City kemudian muncul sebagai konsep yang dapat menjadi alternatif bagi pemerintah dalam melakukan perencanaan dan pengembangan kota.

Continue reading

Dark Tourism: Mendatangi dan Merenungi yang Kelam

Dark Tourism

Pariwisata merupakan sektor yang memberikan sumbangan cukup signifikan bagi pendapatan negara. Dilansir dari CNN Indonesia, berdasarkan data dari Laporan Kinerja Kementrian Pariwisata tahun 2018, sektor pariwisata turut menyumbang 5,25% pada Pendapatan Domestik Bruto (PDB) di Indonesia. Tingginya kontribusi pariwisata membuat Pemerintah RI bersama pemerintah daerah menggunakan momentum ini untuk terus mengembangkan sektor kepariwisataan di daerahnya masing-masing. 

Continue reading

Persyaratan Penerbitan SLF (Sertifikat Laik Fungsi) di Kota Pontianak

SLF Pontianak

Sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Barat, Kota Khatulistiwa-Pontianak memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut, baik dari sisi industri, kepariwisataan, maupun sumber daya manusianya. Mengingat peluang investasi yang sangat tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang diprediksi terus meningkat, maka dibutuhkan pengawasan yang ketat terhadap seluruh kegiatan pembangunan, utamanya yang berkaitan dengan penyelenggaraan fungsi bangunan gedung.

Continue reading