Konsultan SLF Profesional di Madiun

Tenaga profesional dari PT Eticon Rekayasa Teknik, Sumber : PT Eticon Rekaya Teknik

Konsultan SLF Madiun – Sebuah bangunan gedung yang telah selesai dibangun perlu dipastikan apakah gedung tersebut sudah layak untuk difungsikan atau belum. Untuk memastikan bahwa bangunan gedung sudah layak digunakan dapat dibuktikan dengan adanya kepemilikan Surat Laik Fungsi atau yang biasa dikenal dengan SLF. SLF ini merupakan bukti bahwa gedung yang telah selesai dibangun tersebut sudah siap untuk dioperasikan.

Pengertian dari Sertifikat Laik Fungsi (SLF) adalah sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah daerah tempat gedung tersebut didirikan. SLF akan diterbitkan sebelum gedung difungsikan sebagaimana mestinya. Ketika bangunan gedung dibangun sesuai dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta telah memenuhi syarat sesuai dengan fungsi bangunan, maka selanjutnya SLF bisa diproses.

Jika dilihat dari waktu ke waktu, Kabupaten Madiun mulai mengalami pertumbuhan ekonomi yang baik. Dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, bukan tidak mungkin Kabupaten Madiun akan memulai membangun infrastruktur. Apalagi Madiun ini merupakan kabupaten yang dilintasi jalur utama Surabaya-Yogyakarta, sehingga berkemungkinan menambah bangunan yang difungsikan untuk kepentingan publik dan yang lainnya.

Pengawasan terhadap konstruksi bangunan, Sumber : tribratanewsjogja.com
Pengawasan terhadap konstruksi bangunan, Sumber : tribratanewsjogja.com

Di Kabupaten Madiun juga sudah memiliki beberapa bangunan gedung yang difungsikan untuk perusahaan industri. Misalnya saja seperti industri gula (PT Perkebunan Nusantara XI Persero), industri karoseri bus (PT Karoseri Gunung Mas), industri sepatu, industri rokok Gudang Garam Madiun, industri rokok HM Sampoerna Madiun, dan industri lainnya yang ada di Kabupaten Madiun.

Apabila Kabupaten Madiun akan terus membangun bangunan gedung untuk kepentingan bisnis, publik, dan yang lainnya maka perlu dipastikan bahwa gedung yang sudah ada maupun baru selesai dibangun memiliki SLF. Karena seperti yang telah disampaikan sebelumnya, SLF ini merupakan bukti bahwa gedung tersebut sudah layak untuk dimanfaarkan sesuai dengan fungsinya.

Pentingnya SLF (Sertifikat Laik Fungsi)

Kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) penting dimiliki oleh pemilik maupun pengelola gedung, mengapa demikian? Karena SLF menandakan bahwa bangunan gedung tersebut sudah terjamin keandalannya serta bangunan gedung tersebut telah memenuhi 4 aspek yaknik keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan.

Empat aspek tersebut sesuai dengan yang tertuang di dalam Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, mengenai tolok ukur keandalan sebuah bangunan gedung. Namun apabila bangunan gedung tersebut tidak memiliki Sertifikat Laik Fungsi, maka dapat diragukan mengenai keandalan bangunannya hingga tidak menjamin keamanannya.

Jika keandalan bangunan gedung masih diragukan, maka bisa saja terjadi masalah pada bangunan tersebut kedepannya. Misalnya saja bangunan mudah roboh, bangunan rentan kecelakaan, hingga dapat terjadi kebakaran di dalam bangunan gedung. Hal tersebut dapat membahayakan siapa saja yang menggunakan bangunan setelah difungsikan, apalagi bangunan yang difungsikan untuk kepentingan publik.

Ilustrasi proses uji kelaikan fungsi, Sumber : PT Eticon Rekaya Teknik
Ilustrasi proses uji kelaikan fungsi, Sumber : PT Eticon Rekaya Teknik

Dapat diambil contoh sebuah bangunan hotel yang memiliki SLF kemudian bukti kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi tersebut dipajang di lobby. Hal tersebut bisa meningkatkan kepercayaan tamu yang akan menginap di hotel tersebut akan keamanan bangunannya. Sehingga akan meningkatkan kunjungan ke hotel karena rasa percaya terhadap keandalan bangunan tersebut.

Selain hotel, bangunan publik yang tidak kalah penting untuk menjamin keandalan bangunannya adalah rumah sakit. JIka rumah sakit terjamin keandalan bangunannya, maka pasien yang sedang di rawat inap maupun yang datang untuk berobat akan merasa tenang. Namun apa jadinya jika bangunan tersebut tidak memiliki SLF? Orang yang datang berkunjung merasa tidak nyaman, karena takut jika sewaktu-waktu bangunan akan roboh dan sebagainya.

Masa Berlaku SLF

Seiring berjalannya waktu, berbagai hal juga ikut mengalami perkembangan tidak terkecuali dalam kepengurusan penerbitan SLF. Untuk mempermudah Anda dalam mengurus penerbitan SLF, maka Anda sebagai pemilik maupun pengelola gedung dapat melakukan kerja sama dengan penyedia jasa SLF atau perusahaan pengkaji teknis. Dalam hal ini tentu saja Anda bisa meminta bantuan dari konsultan SLF yang ada di Madiun.

Masa berlaku dari Sertifikat Laik Fungsi (SLF) terdapat 2 macam sesuai dengan jenis bangunan gedungnya. Untuk masa berlaku dari Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang ditujukan bagi rumah tinggal tunggal maupun rumah tinggal deret, berlaku dalam kurun waktu 20 tahun. Kemudian untuk masa berlaku Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang ditujukan bagi bangunan gedung lainnya, berlaku dalam kurun waktu 5 tahun.

Setelah masa berlaku SLF habis, pemilik ataupun pengelola gedung terkait wajib melakukan perpanjangan. Perpanjangan SLF dilakukan dalam kurun waktu 60 hari kalender sebelum masa berlaku Sertifikat Laik Fungsi berakhir. Perpanjangan SLF tersebut juga mengikuti syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Untuk proses dari perpanjangan SLF juga seperti saat pertama kali bangunan gedung mengajukan permohonan penerbitan SLF. Yakni diperlukan uji teknis mengenai kelaikan fungsi terhadap persyaratan administrasi serta persyaratan teknis sesuai dengan aturan yang berlaku.

Tenaga profesional dari PT Eticon Rekayasa Teknik, Sumber : PT Eticon Rekaya Teknik
Tenaga profesional dari PT Eticon Rekayasa Teknik, Sumber : PT Eticon Rekaya Teknik

Persyaratan Penerbitan SLF di Madiun

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Madiun Nomor 7 Tahun 2017 tentang Bangunan Gedung, maka terdapat beberapa persyaratan administratif dan persyaratan teknis berkenaan penerbitan SLF yang perlu dipersiapkan. Persyaratan-persyaratan tersebut meliputi sebagai berikut.

1. Persyaratan Administrasi

  • Kepemilikan surat bukti hak atas tanah
  • Memiliki surat bukti kepemilikan pada bangunan gedung
  • Kepemilikan dokumen IMB

2. Persyaratan Teknis

  • Persyaratan teknis dari bangunan gedung meliputi persyaratan tata bangunan serta lingkungan dan persyaratan keandalan bangunan. Persyaratan tata bangunan meliputi persyaratan peruntukan, intensitas, arsitektur dan pengendalian dampak lingkungan bangunan gedung.
  • Kemudian untuk persyaratan keandalan bangunan meliputi persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan bagi bangunan gedung tersebut.

Konsultan SLF Profesional di Madiun

PT Eticon Rekayasa Teknik merupakan perusahaan pengkaji teknis serta konsultan perencanaan yang melayani jasa pengurusan penerbitan SLF. Perusahaan kami memiliki tim ahli yang profesional dan berpengalaman dan dilengkapi dengan berbagai latar belakang keilmuan yang digunakan untuk uji teknis kelaikan sebuah bangunan gedung.

Selain itu PT Eticon Rekayasa Teknik secara resmi telah disertifikasi untuk bekerja dalam proyek desain, studi, dan perencanaan. Perusahaan kami juga merupakan bagian dari anggota Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Anda bisa langsung menghubungi kami apabila ingin melakukan kerja sama perihal kepengurusan SLF di Kabupaten Madiun.

Arsitektur Rumah Adat Bali: Penarik Perhatian Wisatawan

Gaya arsitektur Bali, Sumber : cekindo.com

Bali merupakan salah satu destinasi wisata paling populer bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dari berbagai daya tarik yang dipancarkan Bali, ada satu hal yang termasuk dari kebudayaan Indonesia yang menarik bagi wisatawan. Hal tersebut ialah gaya arsitektur rumah adat Bali yang mempesona, gaya arsitektur yang unik dan tradisional tersebut mampu menarik perhatian wisatawan.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, jumlah total wisatawan domestik yang mengunjungi Bali pada tahun 2019 adalah 10.545.039 jiwa. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali pada tahun yang sama berjumlah 6.275.210 jiwa. Jika dilihat dari data kunjungan tersebut, Bali menarik banyak wisatawan untuk datang berkunjung.

Apabila merujuk pada konsep pariwisata berkelanjutan, yang di dalamnya terdapat 4 pilar yang mencakup pengembangan wisata. Salah satunya adalah pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung (Culture). Rumah adat Bali termasuk ke dalam kebudayaan Indonesia, maka dari itu sudah seharusnya masyarakat serta wisatawan menjaga kelestariannya.

Keindahan Danau Beratan Bedugul, Sumber : travelspromo.com
Keindahan Danau Beratan Bedugul, Sumber : travelspromo.com

Empat pilar utama untuk pengembangan pariwisata tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pariwisata No. 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Kemudian pilar tersebut telah dirumuskan oleh Badan Pariwisata Berkelanjutan Dunia yang mencakup beberapa kriteria berikut:

  1. Pengelolaan destinasi parwisata berkelanjutan (Sustainability Management)
  2. Pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal (Social-Economy)
  3. Pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung (Culture)
  4. Pelestarian lingkungan (Environment)

Oleh sebab itu melestarikan warisan budaya merupakan tujuan yang perlu diperhatikan dalam menyusun perancanaan pariwisata berkelanjutan, yang dalam hal ini mencakup rumah adat Bali. Untuk menciptakan pengembangan pariwisata tersebut dibutuhkan dukungan dari semua aspek, mulai dari masyarakat, wisatawan, hingga pemerintah.

Keunikan Arsitektur Rumah Adat Bali

Rumah adat Bali telah diwariskan dari zaman dulu hingga saat ini dan sudah berkembang secara turun temurun. Gaya arsitektur bali didesain dengan mencerminkan tradisi masyarakat setempat untuk membangun sebuah bangunan, struktur, maupun rumah-rumah. Gaya arsitektur Bali sangat kental dengan tradisi Hindu Bali yang dikombinasikan dengan Jawa Kuno.

Arsitektur rumah adat Bali memiliki karekteristik budaya yang kental, dapat dilihat dengan ukiran yang terdapat pada setiap desainnya. Selain itu material atau bahan yang biasa digunakan untuk membangun rumah seperti bambu, batu bata, kayu jati, atap jerami, atau bahan lokal yang lainnya. Berikut keunikan dari gaya arsitektur rumah adat Bali.

1. Terdapat Beberapa Bangunan dalam Satu Hunian

Apabila mengunjungi Bali, maka kita akan disuguhkan dengan pemandangan rumah adat Bali yang memiliki beberapa bangunan yang berdiri di dalam satu lahan. Bangunan tersebut terpisah-pisah dan tidak dalam satu atap, namun masih menjadi kesatuan dari rumah tersebut. Berbagai bangunan tersebut memiliki fungsinya masing-masing, seperti kamar tidur, dapur, tempat ibadah, dan yang lainnya.

Baca juga : Pariwisata Indonesia Pascapandemi COVID-19

Rumah adat Bali dibangun dengan aturan Asta Kosala Kosali. Asta Kosala Kosali ini mirip dengan Feng Shui jika dilihat dari budaya China. Untuk membangun rumah adat Bali, terdiri dari beberapa bagian yang dikenal dengan sebutan Tri Hita Karana. Bagian-bagian yang terdapat pada Tri Hita Karana meliputi Palemahan, Pawongan, dan Parahyangan.

Terdapat beberapa bangunan dalam satu hunian, Sumber : pegipegi.com
Terdapat beberapa bangunan dalam satu hunian, Sumber : pegipegi.com

2. Pintu Masuk Rumah Adat Bali Terdapat Gapura Candi Bentar

Pada umumnya rumah adat Bali memiliki pintu masuk yang berupa gapura Candi Bentar. Peletakkan gapura Candi Bentar tersebut bertujuan untuk menambah keindahan dari pintu masuk rumah. Detail yang terdapat di gapura Candi Bentar ini lebih ornamental. Sehingga dapat memancarkan kesan hunian yang indah dan etnik.

Gapura Candi Bentar di pintu masuk rumah adat Bali, Sumber : indonesiatraveler.id
Gapura Candi Bentar di pintu masuk rumah adat Bali, Sumber : indonesiatraveler.id

3. Terdapat Pengaruh Kepercayaan Polytheisme

Sebelum datangnya ajaran Hindu ke Pulau Bali, masyarakat sekitar menganut kepercayaan Polytheisme. Polytheisme merupakan bentuk kepercayaan dengan mengakui adanya banyak dewa atau bisa dikatakan memuji kepada banyak dewa. Oleh sebab itu, terkadang masih banyak ditemui unsur kebudayaan tersebut pada gaya arsitektur Bali.

Bahkan hingga saat ini masih banyak dijumpai di Bali, masih ada yang menganut unsur kebudayaan tersebut. Dengan adanya satu kompleks hunian yang di dalamnya terdapat beberapa pura, pura-pura tersebut digunakan untuk memuja dewa yang berbeda-beda.

Terdapat pura keluarga di kompleks rumah, Sumber : turuslumbung.blogspot.com
Terdapat pura keluarga di kompleks rumah, Sumber : turuslumbung.blogspot.com

4. Letak Bangunan Menurut Arah Mata Angin

Di Bali arah utara merupakan arah yang dianggap suci, sedangkan untuk arah sebaliknya yakni selatan dianggap buruk. Konsep tersebut diambil dari Tri Angga, yakni panduan tata letak. Biasanya peletakkan tempat ibadah diletakkan pada sudut bagiat utara sebuah rumah, karena merupakan tempat suci. Sehingga peletakkan pura keluarga ada di paling utara sebuah rumah adat di Bali.

Baca juga : Pentingnya Penilaian Daya Dukung di Destinasi Wisata

Menurut konsep dari Tri Angga, bagian yang paling depan disebut dengan istilah utama mandala, yakni sebagai tempat suci untuk ibadah. Kemudian untuk bagian tengah disebut dengan madya mandala sebagai tempat tinggal untuk penghuni rumah. Lalu untuk bagian yang paling belakang disebut dengan istilah Nista manala sebagai tempat yang digunakan untuk dapur.

Letak ruangan menurut arah mata angin, Sumber : toriqa.com
Letak ruangan menurut arah mata angin, Sumber : toriqa.com

5. Bangunan Dirancang Dekat dengan Nuansa Alam

Keunikan selanjutnya dari rumah adat Bali adalah bangunan dirancang dekat dengan nuansa Alam. Umumnya rumah adat Bali memiliki halaman yang luas, dengan tujuan agar manusia dapat akrab dan dapat berkomunikasi dengan alam sekitar.

Ventilasi di rumah Bali ini juga dibuat dengan adanya tambahan ruang di antara atap dan dinding. Tujuannya agar sirkulasi udara di dalam ruangan dapat berjalan dengan baik. Sehingga manusia dapat berkomunikasi dengan alam secara lancar.

Gaya arsitektur Bali, Sumber : cekindo.com
Gaya arsitektur Bali, Sumber : cekindo.com

Mari bersama-sama lestarikan warisan budaya Indonesia agar tidak rusak. Karena dengan menjaga kelestarian kebudayaan dapat berpengaruh terhadap perkembangan pariwisata Indonesia di masa ini maupun di masa yang akan datang.

Konsultan SLF Berpengalaman di Gresik

Ilustrasi proses pembangunan gedung, Sumber : properti.kompas.com

Konsultan SLF Gresik – Sertifikat Laik Fungsi atau biasa dikenal dengan istilah SLF merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat bagi bangunan gedung sebelum bangunan tersebut beroperasi atau difungsikan. SLF tersebut akan dibuatkan ketika bangunan gedung sudah dibangun sesuai dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta telah memenuhi berbagai persyaratan dari fungsi bangunan tersebut.

Sertifikat Laik Fungsi akan terbit berdasarkan hasil penilaian dari jasa SLF maupun instansi yang terkait. Hal tersebut sesuai dengan amanat dari Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, berkenaan mengenai tolok ukur keandalan sebuah bangunan gedung yang wajib meliputi empat aspek yaitu keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan.

Apalagi Kabupaten Gresik berbatasan langsung dengan salah satu kota besar di Indonesia yakni Kota Surabaya. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Karena berbatasan langsung dengan salah satu kota terbesar di tanah air, Kabupaten Gresik mulai mengalami pertumbuhan yang pesat. Gresik juga dikenal sebagai salah satu kawasan industri utama yang ada di Provinsi Jawa Timur.

Ilustrasi proses pembangunan gedung, Sumber : properti.kompas.com
Ilustrasi proses pembangunan gedung, Sumber : properti.kompas.com

Saat ini sudah banyak perusahaan yang berdiri di Kabupaten Gresik, misalnya saja seperti Semen Gresik, Nippon Paint, Petrokimia Gresik, Industri Plywood, BHS-Tex, dan Maspion. Jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi serta industrinya, diperkirakan Kabupaten Gresik akan terus berkembang dan membangun berbagai bangunan gedung untuk berbagai kebutuhan.

Oleh sebab itu perlu dilakukan pengawasan serta pemeriksaan secara berkala mengenai kelaikan sebuah gedung. Tujuannya untuk menjaga kualitas dari bangunan gedung tersebut, agar saat bangunan difungsikan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk mengetahui bangunan gedung tersebut sudah aman dan laik fungsi, dapat dilihat dari kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi yang dikantongi pemilik ataupun pengelola gedung.

Ketentuan dari Sertifikat Laik Fungsi

Ada beberapa ketentuan mengenai Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sesuai yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Ketentuan-ketentuan tersebut yakni meliputi beberapa point sebagai berikut.

1. Penerbitan SLF

Sertifikat Laik Fungsi untuk bangunan gedung akan diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat, yang untuk saat ini berarti Pemerintah Kabupaten Gresik. SLF akan akan diberikan kepada pemilik gedung ketika bangunan gedung tersebut telah selesai dibangun. Selain itu bangunan tersebut sudah memenuhi persyaratan kelaikan fungsi bangunan gedung sebagai syarat untuk dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Untuk memudahkan dalam menerbitkan SLF, maka pemilik maupun pengelola gedung bisa bekerja sama dengan konsultan penyedia jasa SLF atau perusahaan pengkaji teknis di Gresik. Pengkaji teknis tersebut merupakan badan usaha maupun perorangan yang sudah mengantongi status badan hukum atau kepemilikan sertifikat badan usaha, yang berguna untuk melakukakan pengkajian teknis atas fungsi kelaikan sebuah bangunan gedung.

2. Masa Berlaku SLF

Sertifikat Laik Fungsi atau SLF juga memiliki masa berlaku yang telah ditentukan. Masa berlaku tersebut dibagi menjadi 2 macam sesuai dengan bangunan gedungnya. Masa berlaku dari Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk rumah tinggal tunggal ataupun rumah tinggal deret berlaku selama kurun waktu 20 tahun. Sedangkan masa berlaku Sertifikat Laik Fungsi untuk bangunan gedung lainnya berlaku selama kurun waktu 5 tahun.

3. Perpanjangan SLF

Apabila masa berlaku SLF bangunan gedung sudah hampir habis atau 60 hari kalender sebelum tenggat waktu berakhirnya masa berlaku SLF, maka pihak pemilik atau pengelola bangunan gedung wajib memperpanjangnya. Untuk memperpanjang Sertifikat Laik Fungsi tersebut juga harus sesuai dengan ketentuan yang sudah berlaku.

Tujuan dilakukannya perpanjangan Sertifikat Laik Fungsi untuk menjamin kelaikan fungsi dari sebuah bangunan gedung. Supaya fungsi bagunan gedung tetap terjaga, tidak membahayakan, serta menjamin keamanan seluruh penghuni selama gedung dioperasikan. Proses perpanjangan SLF ini juga memerlukan uji teknis kelaikan fungsi terhadap persyaratan administrasi serta persyaratan teknis seperti saat pertama kali mengajukannya.

Ilustrasi uji kelaikan fungsi bangunan gedung, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik
Ilustrasi uji kelaikan fungsi bangunan gedung, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik

Persyaratan Penerbitan SLF Bangunan Gedung di Gresik

Merujuk pada Peraturan Bupati Gresik Nomor 5 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penyelenggaraan Sertifikat Laik Fungsi dan Pendataan Bangunan Gedung, maka ada beberapa persyaratan administratif serta persyaratan teknis mengenai penerbitan SLF yang perlu anda persiapkan. Persyaratan tersebut yakni sebagai berikut.

1. Pesyaratan Administrasi

Persyaratan administrasi untuk menerbitkan SLF menurut Pemerintah Kabupaten Gresik yakni meliputi:

  • Kesesuaian data aktual dengan data yang ada di dalam dokumen status hak atas tanah.
  • Kesesuaian data aktual dengan data yang ada di dalam dokumen Izin Mendirikan Bangunan atau IMB, serta dokumen status kepemilikan bangunan gedung yang sudah dimiliki.
  • Kepemilikan dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

2. Persyaratan Teknis

Persyaratan teknis untuk menerbitkan SLF menurut Pemerintah Kabupaten Gresik yakni meliputi:

  • Kesesuaian data aktual dengan data yang ada di dalam dokumen pelaksanaan kontruksi bangunan gedung. Meliputi as built drawings, pedoman pengoperasian serta pemeliharaan bangunan gedung, peralatan serta perlengkapan mekanikal dan elektrikal bangunan gedung, dan dokumen ikatan kerja.
  • Dilakukan pengujian atau tes di lapangan serta di laboratorium untuk memeriksa aspek kekuatan, keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan. Selain itu juga pada struktur, peralatan bangunan gedung, perlengkapan bangunan gedung, serta prasarana bangunan gedung pada komponen konstruksi maupun peralatan yang memerlukan data teknis yang akurat.
Tim dari PT Eticon Rekayasa Teknik, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik
Tim dari PT Eticon Rekayasa Teknik, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik

PT Eticon Rekayasa Teknik

Melihat pentingnya dokumen SLF untuk setiap bangunan gedung, maka dari itu kami dari PT Eticon Rekayasa Teknik menyediakan jasa konsultan SLF yang profesional di Kabupaten Gresik. Kami telah memiliki berbagai pengalaman dalam uji kelaikan fungsi untuk sebuah bangunan gedung. Perusahaan kami juga memiliki tenaga yang ahli serta profesional dari berbagai latar belakang keilmuan.

Meliputi bidang utilitas bangunan, teknik sipil, desain interior, arsitektur, manajemen HSE (health, safety, environment), dan bidang yang lainnya. Untuk Anda yang ingin melakukan kerja sama dengan kami mengenai pengurusan dokumen SLF maupun pengkaji teknis bangunan gedung di wilayah Gresik, maka bisa menghubungi kami melalui kontak yang tertera di laman website PT Eticon Rekayasa Teknik.

Tipe-tipe Apartemen di Kota Besar: Apa Saja?

Bangunan apartemen di Jakarta, Sumber : verde.co.id

Apartemen merupakan sebuah unit hunian mandiri yang menempati sebagian dari sebuah bangunan gedung. Secara umum hunian ini menempati satu lantai pada bangunan bertingkat yang megah dan mewah. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti kolam renang dan yang lainnya. Pada setiap unit, memiliki beberapa tipe-tipe apartemen yang berbeda. Pemilihan tipe tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pemilik unit di apartemen tersebut.

Ada banyak bangunan apartemen yang dikategorikan ke dalam high rise building, karena karakteristik bangunannya sesuai dengan bangunan tinggi atau high rise building. Karakteristik high rise building ini salah satunya ialah memiliki tinggi bangunan minimal 23 meter atau setara dengan bangunan yang memiliki 6 lantai ke atas. Selain itu juga memiliki luas lantai minimal 750 meter persegi hingga maksimal 1500 meter persegi.

Namun ada juga beberapa jenis bangunan tinggi yang tidak masuk ke dalam high rise building karena tidak memenuhi karakteristiknya. Kebanyakan apartemen memiliki bangunan yang sangat tinggi dan mewah, sehingga dalam proses pembangunannya diperlukan perhitungan yang matang agar bangunan kokoh dan kuat menahan beban.

Bangunan apartemen di Jakarta, Sumber : verde.co.id
Bangunan apartemen di Jakarta, Sumber : verde.co.id

Setiap bangunan gedung diperlukan pengawasan serta pemeriksaan secara rutin, supaya sebuah bangunan gedung tetap aman bagi penghuninya. Pengawasan dan pemeriksaan tersebut dilakukan oleh tim pengkaji teknis untuk mengetahui apakah bangunan tersebut laik fungsi atau tidak. Jika sebuah bangunan gedung dinyatakan laik fungsi, maka dapat dibuktikan dengan memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Sesuai yang tertuang dalam Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, mengenai tolok ukur keandalan bangunan meliputi empat aspek yakni keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan. Apalagi apartemen memiliki bangunan yang tinggi, sehingga memungkin hal-hal yang tidak diinginkan terjadi jika tidak dilengkapi dengan standar dan ketentuan dalam pembangunannya.

Apa Saja Jenis-jenis Tipe Apartemen?

Untuk daerah kota-kota besar, maka tidak asing dengan bangunan tinggi yang difungsikan sebagai apartemen. Namun ternyata setiap unit apartemen memiliki beberapa jenis tipe yang berbeda. Apa saja tipe-tipe apartemen tersebut?

1. Apartemen Classic Six

Apartemen classic six merupakan unit apartemen yang dilengkapi dengan 6 ruangan. Ruangan-ruangan tersebut mencakup 3 kamar tidur, ruang makan, dapur, dan ruang tamu. Untuk bangunan dari apartemen ini biasanya memakai gedung yang usianya sudah tua, yang kemudian dialih fungsikan sebagai apartemen dengan beberapa renovasi. Setelah merombaknya, bangunan apartemen ini akan terlihat lebih elegan dan menawan.

Jenis apartemen ini masih jarang sekali ditemukan di Indonesia, namun untuk wilayah Amerika dan Eropa apartemen ini dapat dengan mudah dijumpai. Bahkan di sana apartemen ini merupakan unit yang populer dikalangan masyarakat sekitar.

Apartemen classic six, Sumber : brownstoner.com
Apartemen classic six, Sumber : brownstoner.com

2. Apartemen Studio

Apartemen studio ini merupakan unit apartemen yang paling banyak digemari oleh masyarakat. Di Indonesia sendiri mudah untuk menemukan tipe ini, karena banyak ditawarkan di pasaran. Hampir mirip seperti kamar kost, apartemen ini hanya memiliki 1 ruangan yang difungsikan untuk berbagai keperluan. Mulai dari kamar tidur, dapur, ruang tv, ruang tamu, ruang maka, hingga tambahan ruang untuk kamar mandi.

Baca juga : Panduan Mengurus SLF (Sertifikat Laik Fungsi) hingga Terbit

Jenis apartemen studio ini cocok digunakan oleh anak muda yang belum menikah, karena desain interior ruangan yang digunakan terlihat simple tapi tetap elegan. Biasanya dihuni oleh mahasiswa maupun karyawan sebagai tempat tinggal yang nyaman.

Apartemen studio, Sumber : agoda.com
Apartemen studio, Sumber : agoda.com

3. Apartemen Convertible

Jenis apartemen convertible ini hampir sama dengan apartemen studio, letak perbedaannya pada luas ruangannya. Untuk apartemen convertible ini memiliki ruangan yang lebih luas dari apartemen studio. Sehingga memungkinkan untuk menambahkan beberapa partisi sebagai sekat antar ruang. Dari segi harga tipe ini lebih ekonomis dibandingkan dengan apartemen 1 kamar.

Apartemen convertible, Sumber : aptamigo.com
Apartemen convertible, Sumber : aptamigo.com

4. Apartemen Alcove

Jenis apartemen selanjutnya adalah alcove, untuk jenis apartemen ini juga tidak berbeda jauh dengan apartemen studio. Ukuran dari apartemen alcove ini sedikit lebih besar ketimbang apartemen studio. Selain itu apartemen jenis ini juga memiliki bentuk letter L, sehingga kamar tidur dapat diletakkan pada belokan tersebut. Jadi ruangan kamar tidur akan terpisah dengan ruangan yang lainnya.

Apartemen alcove, Sumber : apartmenttherapy.com
Apartemen alcove, Sumber : apartmenttherapy.com

5. Apartemen Loft

Apartemen berikutnya ialah apartemen loft, jenis apartemen ini memang jarang ditemukan. Namun ada beberapa kota-kota besar yang memiliki unit apartemen loft ini. Ciri dari apartemen ini dapat dilihat dari tinggi plafon atau langit-langit ruangan yang tingggi, sehingga biasanya akan terdapat tambahan ruangan diantara lantai dengan plafon yang disebut mezzanine.

Mezzanine ini umumnya digunakan sebagai tempat tidur, bahkan untuk wardrobe maupun walk in closet. Kemudian pada bagian bawahnya difungsikan sebagai ruangan lain. Misalnya saja untuk ruang tamu, ruang belajar, dapur, ruang makan, dan yang lainnya.

Apartemen loft, Sumber : zumper.com
Apartemen loft, Sumber : zumper.com

6. Apartemen Garden

Apartemen garden merupakan sebuah apartemen yang memiliki taman atau ruang hijau terbuka. Biasanya taman tersebut bersifat privat dan hanya bisa diakses oleh pemilik unit apartemen tersebut. Pemakaian istilah apartemen garden ini juga bisa diterapkan pada gedung apartemen yang memiliki taman dengan halaman yang luas.

Apartemen garden, Sumber : traveloka.com
Apartemen garden, Sumber : traveloka.com

7. Apartemen 1,2,3 Kamar

Jenis apartemen ini biasanya digunakan oleh orang yang sudah berkeluarga. Karena di dalam unit ini terdapat beberapa kamar serta dilengkapi dengan berbagai ruangan lainnya. Jika dilihat secara kasat mata, apartemen jenis ini hampir sama dengan rumah-rumah pada umumnya. Memiliki berbagai ruangan yang dapat difungsikan dengan berbagai kebutuhan.

Apartemen 1,2,3 kamar, Sumber : liveonhillsborough.com
Apartemen 1,2,3 kamar, Sumber : liveonhillsborough.com

8. Apartemen Penthouse

Apartemen yang satu ini merupakan jenis apartemen yang memiliki ruangan yang paling luas dari jenis apartemen lainnya. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas canggih, salah satunya adalah terdapat lift pribadi di dalamnya. Hunian yang letaknya paling atas dari sebuah bangunan apartemen ini cukup populer di luar negeri. Keindahan pemandangan yang terlihat dari unit ini membuatnya nampak semakin eksklusif dan mewah.

Apartemen penthouse, Sumber : secretagent.com.au
Apartemen penthouse, Sumber : secretagent.com.au

Untuk memdirikan sebuah bangunan gedung diperlukan berbagai perhitungan yang matang, agar saat sudah dioperasikan bangunan tersebut dapat menjamin keamanan dan keselamatan penghuninya. Ada berbagai persyaratan struktur bangunan gedung yang perlu dipenuhi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

High Rise Building: Mengenal Pengertian serta Karakteristiknya

Bangunan tinggi di New York, Sumber : thetowerinfo.com

Pengertian dari high rise building yaitu bangunan gedung yang memiliki struktur tinggi. Biasanya bangunan ini digunakan untuk hunian apartemen, selain itu juga digunakan sebagai gedung yang difungsikan untuk perkantoran. Namun baru bisa dikatakan sebagai bangunan tinggi apabila memenuhi beberapa karakteristik, sehingga bukan karena tinggi saja lalu bisa dikatakan sebagai high rise building.

Meskipun pengertian dari high rise building adalah bangunan tinggi, namun hanya bangunan yang memiliki ketinggian minimal 23 meter sajalah yang masuk dalam karakteristik bangunan tinggi. Bangunan pencakar langit ini menjadi ideal karena terdapat lift di dalamnya, selain itu juga dilengkapi dengan struktur bangunan yang kuat dan kokoh.

Seperti yang kita ketahui, bahwa Indonsia merupakan salah satu negara yang memiliki rangkaian gunung api teraktif di dunia. Selain itu wilayah Indonesia juga bertepatan dengan pertemuan tiga lempeng bumi. Oleh sebab itu, Indonesia merupakan wilayah yang rawan terjadi bencana alam seperti gempa bumi ataupun letusan gunung api. Sehingga memiliki struktur bangunan yang kokoh dan kuat adalah sebuah keharusan dari bangunan gedung.

Bangunan tinggi di Jakarta, Sumber : thejakartapost.com
Bangunan tinggi di Jakarta, Sumber : thejakartapost.com

Sesuai dengan Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, mengenai tolok ukur keandalan sebuah bangunan gedung haruslah meliputi empat aspek yaitu keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan. Semakin tinggi sebuah bangunan tentu saja akan semakin memiliki risiko yang bisa mengancam keselamatan penghuni gedung, jika tidak dilakukan pemeriksaan serta pengawasan secara berkala.

Pengawasan dan pemeriksaan tersebut dilakukan oleh tim pengkaji teknis untuk melakukan penilaian apakah bangunan tersebut sudah laik fungsi. Jika bangunan gedung sudah laik fungsi maka bisa dibuktikan dengan adanya kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi atau biasa dikenal dengan SLF. SLF akan diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat yang terkait.

Karakteristik dari Bangunan Tinggi (High Rise Building)

High rise building memiliki pengertian sebagai bangunan tinggi, namun ada beberapa karakteristik gedung ini bisa disebut sebagai bangunan tinggi. Biasanya bangunan pencakar langit ini banyak dijumpai di kota-kota besar, seperti di Jakarta contohnya. Di bawah ini merupakan karakteristik dari high rise building yang dapat Anda simak.

1. Ketinggian Bangunan

Sebuah gedung dapat dikatakan sebagai bangunan tinggi atau high rise building apabila memiliki tinggi minimal 23 meter. Setara dengan bangunan gedung yang memiliki 6 lantai menjulang ke atas. Bangunan-bangunan dengan tinggi minimal 23 meter ini, sudah banyak didirikan di kota-kota besar termasuk di beberapa wilayah Indonesia.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bangunan tinggi ini biasanya digunakan untuk berbagai kepentingan. Salah satunya sebagai kepentingan bisnis yang bangunan tersebut difungsikan untuk hunian apartemen, hotel, hingga gedung perkantoran.

2. Struktur Bangunan

Penggunaan struktur bangunan yang kokoh dan sesuai dengan aturan yang berlaku dapat meminimalisir kecelakaan saat gedung dioperasikan. Sehingga bangunan dapat dengan kuat menahan beban dan tidak mudah roboh. Terdapat 3 macam struktur bangunan yang biasa digunakan pada high rise building yakni flat slab, bearing wall system, dan open frame.

Flat slab merupakan struktur bangunan dari pelat beton yang dijadikan sebagai tempat menancapkan kerangka pada sebuah bangunan gedung. Bearing wall system merupakan sistem struktur yang memakai dinding sebagai tempat untuk menumpu beban sebuah bangunan. Open frame adalah sebuah struktur yang menggabungkan balok dengan kolom, yang kemudian akan membentuk sambungan yang dapat menahan beban bangunan.

3. Luas Lantai

Karakteristik dari bangunan tinggi atau high rise building selanjutnya ialah dilihat dari luas lantainya. Sebuah bangunan dapat dikatakan sebagai high rise building bila memiliki minimal luas lantai 750 meter persegi hingga 1500 meter persegi. Lahan yang luas diperlukan dalam pembangunan high rise building ini, agar mengimbangi tinggi dari gedung tersebut.

Bangunan tinggi di Dubai, Sumber : dubai-marina.com
Bangunan tinggi di Dubai, Sumber : dubai-marina.com

4. Memiliki Sistem Aerodinamika

Untuk bangunan tinggi diperlukan sistem aerodinamika yang baik, bertujuan agar high rise building tersebut tahan akan terpaan angin dan tahan akan gempa bumi. Pengertian dari sistem aerodinamika sendiri adalah salah satu cabang dinamika yang berkaitan dengan pergerakan udara, khususnya pada saat udara tersebut berinteraksi dengan benda padat.

Jadi apabila sebuah bangunan tinggi dilengkapi dengan sistem aerodinamika yang baik, maka bangunan akan tahan terhadap getaran akibat gempa bumi. Selain itu juga akan tahan akan terpaan angin, walaupun memiliki bangunan yang tinggi.

5. Solusi dari Keterbatasan Lahan

Dibangunnya high rise building termasuk mengatasi keterbatasan lahan pada wilayah perkotaan. Seiring berjalannya waktu, setiap tahunnya daerah perkotaan mengalami peningkatan penduduk. Sehingga banyak lahan yang digunakan untuk membangun perumahan untuk hunian masyarakat. Oleh sebab itu, semakin lama lahan yang tersisa semakin terbatas.

Dengan adanya high rise building ini dapat mengatasi keterbatasan lahan tersebut. Karena bangunan ini dibangun tinggi keatas, sehingga akan menghemat lahan yang digunakan. Misalnya saja dengan adanya bangunan apartemen, maka masyarakat akan memanfaatkan bangunan tersebut sebagai hunian untuk menghemat penggunaan lahan.

6. Memiliki Bentuk Bangunan Lurus ke Atas

Berkaitan dengan solusi untuk mengatasi permasalahan lahan yang terbatas, disebabkan high rise building ini memiliki bentuk bangunan yang lurus ke atas. Sehingga tidak akan memakan banyak lahan untuk mendirikan bangunan ini. Ada juga beberapa bangunan tinggi yang didesain secara unik, namun telah diperhitungkan secara matang sehingga tidak membahayakan penghuninya.

Bangunan tinggi di Singapura, Sumber : caingram.info
Bangunan tinggi di Singapura, Sumber : caingram.info

7. Memiliki Kebutuhan Energi yang Besar

Bangunan yang menjulang tinggi tentu saja akan membutuhkan energi yang besar. Oleh sebab itu, high rise building ini memiliki kebutuhan energi yang besar. Apalagi banyak bangunan tinggi ini digunakan sebagai apartemen maupun perkantoran, sehingga sudah dipastikan bahwa memerluka pasokan energi listrik yang besar.

8. Nilai Arsitektur Tinggi

High rise buiding tidak hanya berfokus pada fungsinya saja, namun juga dibangun dengan menerapkan nilai estetik di dalamnya. Banyak contoh bangunan tinggi memiliki arsitektur yang indah dan memukau. Desain megah dan mewah yang dimiliki gedung pencakar langit ini, tentu saja memiliki nilai yang tinggi dalam dunia arsitektur.

9. Memiliki Risiko Tinggi

Dibangunnya bangunan tinggi ini tentu saja juga memiliki risiko yang tinggi. Apabila tidak dibangun sesuai dengan perhitungan yang tepat serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka risiko robohnya bangunan tersebut akan semakin tinggi. Diperlukan pondasi yang kuat untuk mendirikan bangunan yang menjulang tinggi tersebut.

Bangunan tinggi di New York, Sumber : thetowerinfo.com
Bangunan tinggi di New York, Sumber : thetowerinfo.com

Itu tadi informasi mengenai high rise building, mulai dari pengertian hingga karakteristiknya. Untuk membangun sebuah bangunan gedung tidak boleh melewatkan aspek penting mengenai keselamatan, kesehatan, kenyamanan, serta kemudahan. Supaya setelah gedung dioperasikan dapat menjamin keamanan dan keselamatan penghuni gedung tersebut.

Mengenal Pondasi Bore Pile Beserta Jenis dan Kelebihannya

Ilustrasi proses pengeboran bore pile, Sumber : Google

Pondasi bore pile merupakan sebuah pondasi dalam yang berbentuk layaknya tabung panjang dan ditancapkan ke dalam tanah. Tujuan dari penggunaan pondasi ini agar bangunan dapat berdiri dengan kokoh setelah proses pembangunan selesai. Pondasi bore pile ini memiliki jenis dan manfaat untuk konstruksi bangunan. Penggunaan bore pile ini difungsikan untuk mengalirkan beban berat kontruksi ke dalam lapisan tanah yang lebih keras.

Metode bore pile ini digunakan jika struktur permukaan tanah tidak kuat untuk menahan keseluruhan beban bangunan yang akan didirikan. Metode pengeboran yang dipakai untuk menancapkan pondasi ini menggunakan metode pengeboran berulang dengan tingkat getaran yang rendah. Biasanya pondasi ini digunakan untuk mengamankan bangunan bertingkat ataupun menjaga kestabilan bangunan di daerah lereng.

Apabila sudah merencanakan untuk membuat sebuah konstruksi bangunan, maka perlu mengikuti persyaratan struktur bangunan gedung yang sudah ditentukan. Persyaratan tersebut meliputi bangunan gedung yang dibuat harus kokoh, stabil, dan kuat supaya dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Persyaratan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung.

Ilustrasi proses pengeboran bore pile, Sumber : Google
Ilustrasi proses pengeboran bore pile, Sumber : Google

Jenis Pondasi Bore Pile

Untuk metode bore pile ini dapat dibagi menjadi 3 jenis dari segi alat serta teknik yang digunakan dalam pengerjaannya. Ketiga jenis dari bore pile tersebut yang perlu Anda ketahui adalah sebagai berikut.

1. Bore Pile Mini Crane

Jenis pondasi bore pile yang pertama adalah menggunakan alat mini crane, metode yang satu ini dinilai efektif apabila digunakan pada daerah perumahan. Alasannya karena penggunaan bore pile mini crane ini tidak menghasilkan getaran yang dapat mengganggu bangunan sekitarnya. Untuk pengeboran menggunakan alat mini crane ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode bor basah.

Untuk pengeboran dengan metode bor basah maka memerlukan sirkulasi air yang cukup pada saat proses pengeborannya. Untuk proses pengeboran menggunakan alat mini crane, tanah yang akan digunakan akan dilubangi terlebih dahulu. Setelah itu barulah memasukan besi tulangan yang telah siap untuk dipasang. Pastikan pula sumber air di area pembangunan tersebut mencukupi.

2. Bore Pile Gawangan

Jenis bore pile selanjutnya adalah menggunakan alat gawangan, mesin ini mampu membuat lubang galian dengan diameter yang lebih besar ketimbang menggunakan mesin bore pile mini crane. Dalam proses pengerjaannya hampir dengan menggunakan mesin bore pile mini crane. Pembedanya adalah pada bagian sasis serta tiang gearboxnya. Ketika menggunakan alat gawangan ini diperlukan tambang pada bagian kiri dan kanan alat.

Tambang tersebut akan dikaitkan pada bagian lainnya, yang memiliki daya tahan lebih kokoh. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan dari alat ini selama proses pengeboran sedang berlangsung. Jenis bor pile yang satu ini dapat menjangkau hingga ke daerah yang ada di pedalaman serta area yang memiliki lahan sempit, sehingga cocok digunakan untuk area padat penduduk.

Baca juga : Faktor Penentu Gedung Aman Digunakan

3. Strauss Pile

Jenis bore pile yang satu ini menggunakan tenaga manusia untuk pengerjaannya, sehingga biasa dikenal juga dengan sebutan bor manual. Metode yang digunakan untuk pengeboran menggunakan alat ini adalah menggunakan metode bor kering. Oleh sebab itu tidak membutuhkan banyak air dalam proses pengerjaannya.

Walaupun terlihat melelahkan apabila menggunakan alat ini, namun penggunaannya diyakini lebih praktis serta sederhana. Selain itu, dalam penggunaan alat strauss pile ini juga tidak akan menimbulkan suara bising yang dapat mengganggu lingkungan sekitar.

Pondasi bore pile untuk konstruksi, Sumber : depositphotos.com
Pondasi bore pile untuk konstruksi, Sumber : depositphotos.com

Kelebihan dan Kelemahan Pondasi Bore Pile

Terdapat beberapa kelebihan serta kelemahan saat menggunakan pondasi bore pile ini. Untuk itu mari bahas mengenai kelebihan serta kelemahan penggunaan pondasi bore pile dalam dunia konstruksi.

Kelebihan Pondasi Bore Pile

Pada penggunaan pondasi bore pile ini tidak berpengaruh akan kondisi tanah lempung serta tidak akan mengalami pergerakan ke samping, walaupun tanah memiliki struktur yang bergelombang. Pondasi bore pile ini juga dapat mengurangi getaran pada tanah dan tidak mengeluarkan suara bising pada saat proses pemasangannya.

Selain itu pondasi ini juga cocok digunakan untuk area yang memiliki lahan sempit, alasannya karena bore pile tunggal dapat digunakan pada tiang kelompok. Dari segi diameter dan kedalaman tiang juga dapat divariasikan sesuai dengan yang telah ditentukan sebelumnya. Dasar dari pondasi bored pile ini juga dapat diperbesar, sehingga dapat memberikan ketahanan yang cukup besar untuk gaya keatas.

Kelemahan Pondasi Bore Pile

Pondasi bore pile memang memiliki berbagai kelebihan, namun juga memiliki beberapa kelemahan. Pada saat kondisi cuaca di area konstruksi kurang mendukung, maka dapat mempersulit proses pengeboran serta pengecoran bore pile. Dari segi kepadatan tanah juga akan mengalami penurunan pada saat proses pengeboran sedang berlangsung.

Oleh sebab itu, jika lokasi pengeboran berada di area tanah berpasir maupun tanah berkerikil maka sebaiknya menggunakan bentonite yang berfungsi sebagai penahan longsor. Penggunaan pondasi bore pile ini juga dapat menimbulkan tanah runtuh atau ground loss. Sehingga diperlukanlah pemasangan casing yang digunakan untuk mencegah terjadinya kelongsoran.

Ilustrasi pondasi bore pile, Sumber : rosjosh.com
Ilustrasi pondasi bore pile, Sumber : rosjosh.com

Ketika mendirikan sebuah bangunan gedung, maka sudah diperhitungkan mengenai tingkat keandalan struktur bangunan. Maka dari itu diperlukan pengawasan serta pemeriksaan mengenai keandalan sebuah gedung secara berkala. Pemeriksaan keandalan sebuah gedung tersebut dilakukan oleh tim pengkaji teknis ataupun konsultan yang berkaitan dengan bangunan gedung.

Tujuan dari pemeriksaan dari tim pengkaji teknis tersebut, supaya bangunan gedung tersebut dapat memenuhi persyaratan dalam aspek keselamatan. Sehingga pada saat bangunan sudah beroperasi dapat difungsikan dengan semestinya. Selain itu juga dapat memastikan bahwa seluruh penghuni bangunan terjamin keamanan serta keselamatannya.

Mengintip Permasalahan Sampah di Tempat Wisata

Ilustrasi sampah yang ada di laut, Sumber : kieraha.com

Permasalahan sampah di tempat wisata dari dulu hingga saat ini masih menjadi topik hangat di dunia pariwisata. Dampak dari penumpukan sampah di area wisata dirasakan oleh lingkungan sekitar. Mulai dari pencemaran ekosistem laut, pencemaran udara, hingga berdampak langsung pada kesehatan manusia. Jika sampah-sampah tersebut hanya didiamkan saja, maka akan berdampak buruk di masa yang akan datang.

Jika dilihat dalam Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan telah disebutkan, bahwa setiap orang berkewajiban untuk menjaga dan melestarikan daya tarik wisata. Selain itu, setiap orang juga berkewajiban untuk ikut serta membantu terciptanya suasana aman, tertib, bersih, berperilaku santun, dan menjaga kelestarian lingkungan destinasi pariwisata.

Jadi sudah jelas bahwa setiap orang termasuk wisatawan, warga sekitar, maupun pengelola wisata tersebut wajib untuk menjaga kelestarian lingkungan. Jika sampah di tempat wisata dibiarkan menumpuk, maka akan mencemari lingkungan. Bahkan sudah ada beberapa destinasi wisata di Indonesia yang rusak akibat hal tersebut.

Pantai Kuta Bali yang dipenuhi sampah, Sumber : bali.antaranews.com
Pantai Kuta Bali yang dipenuhi sampah, Sumber : bali.antaranews.com

Seperti yang telah diketahui bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang paling penting bagi Indonesia. Untuk menciptakan pariwisata yang dapat menjamin kelestarian alam dan budaya, maka diperlukan konsep pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism). Apa itu pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism)?

Pariwisita berkelanjutan merupakan konsep pariwisata yang memperhitungkan seluruh dampak dari segi ekonomi, lingkungan, serta sosial. Baik untuk masa kini ataupun dimasa yang akan datang. Sehingga tidak hanya berdampak pada ekonomi saja, namun juga dapat menjamin kelestarian lingkungan dari tempat wisata.

Dampak Sampah Plastik

Di tempat wisata banyak ditemukan tumpukan sampah plastik yang digunakan oleh para wisatawan. Plastik merupakan barang yang sulit sekali untuk di daur ulang, butuh ratusan tahun lamanya agar dapat terurai. Walaupun pada akhirnya terurai, plastik tersebut tidak dapat terurai secara sempurna melainkan akan menjadi potongan mikroskopis. Berikut dampak dari sampah plastik.

1. Pencemaran Udara

Di dalam kandungannya, plastik terdapat zat beracun yang apabila dilepaskan ke tanah saat kantong plastik rusak akibat terpapar sinar matahari ataupun sampah plastik tersebut dibakar, maka akan melepaskan zat beracun berbahaya ke udara. Sehingga dapat menyebabkan polusi udara yang mengganggu kualitas udara di lingkungan tersebut.

Udara yang dihasilkan oleh pembakaran sampah plastik dapat dengan mudah terhirup oleh manusia. Jika dibiarkan terus-menerus, akan berdampak serius pada kesehatan. Sehingga dapat menyebabkan berbagai penyakit karena kandungan dari zat beracun plastik tersebut.

Ilustrasi pembakaran sampah, Sumber : sains.kompas.com
Ilustrasi pembakaran sampah, Sumber : sains.kompas.com

2. Pencemaran Laut

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya merupakan lautan. Bahkan keindahan laut di Indonesia menarik banyak wisatawan asing untuk mengunjungi Indonesia. Misalnya saja pulau Bali yang merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang menarik banyak wisatawan asing untuk datang berkunjung.

Banyaknya wisatawan asing maupun lokal tidak hanya meningkatkan perekonomian suatu negara, namun juga terdapat salah satu dampak yang dikhawatirkan yakni penumpukan sampah. Semakin banyak wisatawan yang tidak mempedulikan lingkungan, maka akan semakin banyak pula tempat wisata yang tercemar akibat sampah tersebut.

Bahkan menurut Data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa terdapat sekitar 64 juta ton sampah plastik yang dihasilkan oleh Indonesia per tahunnya. Bahkan mencapai angka 3,2 juta ton sampah plastik yang telah dibuang ke laut. Hal tersebutlah yang dapat membuat ekosistem laut terganggu dan tercemar akibat sampah.

Makhluk hidup yang ada di laut banyak yang mengonsumsi sampah karena berpikir bahwa sampah-sampah tersebut merupakan makanan mereka. Mulai dari ikan-ikan kecil hingga ikan besar juga memakan sampah-sampah yang dibuang ke laut tersebut. Sehingga banyak makhluk hidup di laut yang mati akibat teracuni zat beracun dari kandungan sampah plastik.

Ilustrasi sampah yang ada di laut, Sumber : kieraha.com
Ilustrasi sampah yang ada di laut, Sumber : kieraha.com

3. Terganggunya Kesehatan Manusia

Setelah mencemari udara dan laut, sampah plastik juga akan mengganggu kesehatan manusia. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa sampah plastik terdapat kandungan zat beracun di dalamnya. Jika zat beracun tersebut masuk ke dalam tubuh manusia, maka tentu saja akan mempengaruhi kesehatan.

Misalnya saja saat Anda mengonsumsi ikan laut yang tanpa disadari telah mengonsumsi sampah plastik, maka secara tidak sengaja Anda juga ikut mengonsumsi zat beracun dari plastik tersebut. Selain itu pembakaran sampah plastik yang terjadi disekitar Anda, kemudian secara tidak sengaja terhirup maka juga akan menggangu kesehatan Anda.

Ilustrasi mengganggu kesehatan, Sumber : klikdokter.com
Ilustrasi mengganggu kesehatan, Sumber : klikdokter.com

Upaya Mengurangi Sampah di Destinasi Wisata

Untuk mengurangi penumpukan plastik di tempat wisata, perlu dilakukan kerja sama yang baik antara wisatawan, pihak pengelola tempat wisata, maupun pemerintah. Sehingga dapat meminimalisir dampak pencemaran lingkungan akibat tumpukan sampah yang diakibatkan para wisatawan di lokasi wisata. Apalagi saat ini wisata di Indonesia sudah mulai berangsur pulih kembali pasca pandemi covid-19 yang sempat melumpuhkan sektor pariwisata.

1. Tersedianya Tempat Sampah

Untuk meminimalisir wisatawan membuang sampah secara sembarangan, pihak pengelola tempat wisata harus menyediakan tempat sampah yang cukup dan mudah di temukan oleh wisatawan. Setidaknya terdapat 2 macam tempat sampah yang disediakan, yakni tempat sampah organik dan tempat sampah anorganik. Tujuannya agar lebih memudahkan pada saat memilah sampah-sampah tersebut.

2. Mengurangi Penggunaan Plastik

Perlu diadakan penyuluhan kembali terkait dampak dari penggunaan plastik terhadap lingkungan. Untuk wisatawan yang pergi berlibur diharapkan membawa wadah makan serta wadah minum yang bisa digunakan kembali. Selain itu perlu juga untuk membawa tas kain yang bisa dijadikan sebagai pengganti kantong plastik, sehingga dapat mengurangi penggunaan plastik.

Data kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, Sumber : databoks.katadata.co.id
Data kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, Sumber : databoks.katadata.co.id

3. Mengurangi Penggunaan Sedotan Plastik

Berdasarkan data dari The World Bank tahun 2018 di Indonesia sendiri memberikan kontribusi sampah yang dibuang ke laut sekitar 3,2 juta ton dengan jenis sampah yakni sedotan plastik. Oleh sebab itu, untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan di laut maka diperlukan edukasi untuk para wisatawan agar mengurangi penggunaaan sedotan plastik.

Itulah beberapa informasi mengenai permasalahan sampah di tempat wisata, siapapun itu berkewajiban untuk menjaga kelestarian lingkungan. Ikutilah anjuran pemerintah untuk membuang sampah pada tempatnya serta mengurangi penggunaan plastik. Mari bersama-sama ciptakan lingkungan yang nyaman, aman, dan sehat.

Mengenal Konsep Rumah Gaya Arsitektur Tropis

Penggunaan jendela besar, Sumber : realtor.com

Arsitektur tropis merupakan sebuah konsep rumah yang diciptakan sebagai upaya untuk mengatasi iklim tropis. Di Indonesia sendiri termasuk negara yang memiliki iklim tropis. Pada wilayah yang dilalui oleh garis khatulistiwa biasanya akan memiliki iklim tropis. Ciri dari negara yang memiliki iklim ini diantaranya memiliki rata-rata suhu udara yang tinggi, terletak di wilayah antara 23,5 derajat LU hingga 23,5 derajat LS, dan curah hujan yang tinggi.

Penggunaan konsep rumah ini akan cocok diterapkan untuk pembangunan rumah di wilayah Indonesia. Namun perlu Anda ingat, untuk membuat sebuah rumah haruslah terjamin dalam segi kualitas bangunan. Pastikan rumah yang akan Anda tempati aman, nyaman, dan berkualitas. Tujuannya untuk mengurangi risiko kecelakaan yang dapat terjadi saat rumah sudah dihuni.

Sebelum merealisasikan konsep arsitektur tropis ini, ada baiknya Anda sudah memastikan bahwa tanah yang akan dibangun tempat tinggal tersebut telah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Jika Anda belum memilikinya maka segeralah mengurus IMB tersebut. Supaya kedepannya, bangunan yang Anda dirikan tersebut tidak menjadi masalah maupun terjadi kendala yang tidak diinginkan.

Hunian berkonsep arsitektur tropis, Sumber : lawebloca.com
Hunian berkonsep arsitektur tropis, Sumber : lawebloca.com

Ciri Rumah dengan Gaya Arsitektur Tropis

Terdapat beberapa ciri yang ada pada arsitektur tropis ini, mulai dari bentuk bangunan yang didirikan hingga tata ruangnya. Apa saja ciri dari penerapan gaya arsitektur tropis ini? Simak penjelasannya sebagai berikut.

1. Terdapat Tritisan

Tritisan merupakan sebuah atap tambahan yang dibuat secara terpisah dengan atap utama yang sudah ada. Bisa dikatakan pula tritisan ini merupakan perpanjangan dari atap utama yang sudah ada dan terletak pada bagian atas sebuah bangunan. Tritisan tersebut memiliki fungsi bermacam-macam sesuai denga kebutuhan, salah satunya digunakan sebagai peneduh dari berbagai cuaca baik curah hujan maupun sinar panas matahari.

2. Menggunakan Atap Berbentuk Miring

Untuk tempat tinggal atau hunian yang memggunakan konsep arsitektur tropis ini, biasanya menggunakan bentuk atap yang miring. Kemiringan dari atap rumah ini mencapai 30 derajat bahkan lebih. Fungsi penggunaan atap yang miring ini untuk mengantisipasi kerusakan yang terjadi pada bangunan akibat perubahan cuaca yang signifikan dan berlangsung dalam jangka waktu panjang.

Jenis material yang digunakan dalam pembuatan atap juga bermacam-macam, diantaranya atap baja ringan, atap kayu, dan yang lainnya. Dikarenakan fungsi atap yang penting dalam sebuah bangunan, maka anda perlu memilih atap yang memiliki kualitas terbaik. Tujuannya agar Anda dan anggota keluarga yang lain merasa aman dan nyaman berada di dalam rumah tersebut.

Penggunaan jendela besar, Sumber : realtor.com
Penggunaan jendela besar, Sumber : realtor.com

3. Memiliki Banyak Ventilasi Udara

Adanya ventilasi di rumah dapat mempengaruhi langsung kualitas udara di dalam ruangan. Rumah yang memiliki ventilasi yang cukup akan menghasilkan sirkulasi udara yang baik, sehingga terjadi proses pertukaran udara antara dalam ruangan dan luar ruangan. Saat udara yang ada di dalam rumah baik, tentu saja kesehatan penghuni rumah juga akan terjaga.

Bahkan World Health Organization (WHO) juga menyatakan kualitas udara yang buruk di dalam rumah, diduga dapat menjadi salah satu penyebab menyebarnya penyakit menular antar penghuni rumah pada negara berkembang. Orang yang paling berisiko terkena dampak tersebut adalah ibu rumah tangga dan anak-anak, karena sebagian besar aktivitas mereka sering dihabiskan di dalam rumah.

Oleh sebab itu, konsep arsitektur tropis ini menggunakan banyak ventilasi di rumah agar menghasilkan sirkulasi udara yang baik bagi penghuni rumah. Selain agar terjadi pertukaran udara, ventilasi yang banyak juga dapat menghasilkan pencahayaan yang baik dari sinar matahari. Sehingga kondisi ruangan tidak lembab dan tetap terjaga kelembabannya.

Baca juga : Green Architecture: Konsep Desain Bangunan yang Ramah Lingkungan

4. Terdapat Banyak Tumbuhan

Pada konsep tropis ini juga terdapat banyak tumbuhan yang berada di sekitar rumah. Ada berbagai tanaman hijau yang sengaja dibuat untuk menciptakan suasana rumah tropis yang sejuk. Sehingga dibuatlah taman dengan berbagai tumbuhan tropis di dalamnya, taman-taman tersebut ada yang dibuat di pekarangan rumah dan juga di dalam rumah.

Selain itu, konsep ini juga menggunakan jendela besar dengan tujuan agar cahaya alami dari sinar matahari dapat masuk dengan sempurna. Tidak hanya menggunakan jendela besar saja, namun arsitektur tropis juga menerapkan konsep hunian terbuka. Supaya rumah menjadi sejuk walaupun cuaca sedang panas.

5. Menggunakan Material Alami

Gaya arsitektur tropis juga menggunakan berbagai material alami yang biasa didapatkan dari lingkungan sekitar. Unsur-unsur tradisional akan melekat pada konsep rumah ini, misalnya penggunaan material seperti kayu, bambu, hingga batu alam. Konsep tropis ini akan semakin terlihat apabila memadu padankan material alami dengan berbagai tumbuhan tropis lainnya.

Terdapat banyak tumbuhan di sekitar rumah, Sumber : thespaces.com
Terdapat banyak tumbuhan di sekitar rumah, Sumber : thespaces.com

Manfaat Penggunaan Arsitektur Tropis

Manfaat yang akan anda dapatkan apabila menggunakan konsep ini bukan hanya dari keindahannya saja. Fokus utama terciptanya konsep rumah ini ialah untuk beradaptasi dengan iklim tropis. Supaya penghuni akan lebih merasa aman dan nyaman menghadapi berbagai pergantian cuaca yang terjadi, dari curah hujan yang tinggi hingga cuaca panas saat kemarau tiba.

Untuk mewujudkan bangunan yang sesuai dengan apa yang Anda harapkan, Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut kepada jasa desain struktur bangunan yang profesional dan memiliki banyak pengalaman. Sehingga dapat merealisasikan bentuk desain sesuai dengan yang Anda inginkan dan dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi saat pembangunan.

Itu tadi artikel mengenai konsep rumah bergaya arsitektur tropis, ciptakan suasana rumah yang nyaman untuk Anda dan keluarga. Pastikan anda menggunakan jasa desain rumah yang profesional dan berpengalaman, agar rumah terasa aman untuk ditinggali.

Konsultan SLF Profesional di Semarang

Ilustrasi tim penguji kelaikan fungsi gedung, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik

Konsultan SLF Semarang – Ibu kota Provinsi Jawa Tengah terletak di Kota Semarang yang termasuk ke dalam kategori kota metropolitan. Semarang menyandang peringkat kelima kota terbesar di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung. Sebagai ibu kota provinsi, Semarang padat akan penduduk dengan jumlah penduduk mencapai 1,7 juta. Baik itu penduduk lokal maupun penduduk pendatang yang bekerja di Kota Semarang.

Sebagai kota terbesar keempat yang terletak di Pulau Jawa, Semarang mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Ditandai dengan beberapa tahun ini, mulai terbangun beberapa bangunan gedung pencakar langit yang tersebar di sudut-sudut kota. Pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang seiring berjalannya waktu semakin meningkat, hal tersebut salah satunya ditandai dengan menurunnya angka pengangguran.

Selain menurunnya angka penggangguran, pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang juga dapat dilihat dari meningkatnya jumlah migrasi yang masuk serta meningkatnya pembangunan infrastruktur di Semarang. Berbagai bangunan gedung yang ada di Kota Semarang ini banyak difungsikan untuk kepentingan bisnis, misalnya saja seperti apartemen, hotel, dan juga perkantoran.

Gedung-gedung di Semarang, Sumber : semerbakpetrikor.blogspot.com
Gedung-gedung di Semarang, Sumber : semerbakpetrikor.blogspot.com

Dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang meningkat di Kota Semarang, sehingga dapat diperkirakan bahwa Semarang akan terus membangun infrastruktur untuk berbagai kepentingan. Kepentingan tersebut digunakan untuk pelayanan publik, swasta, hingga bisnis. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengawasan serta pemantauan pada bangunan gedung untuk mengetahui kelayakannya.

Sesuai dengan apa yang telah ditetapkan Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, terdapat tolok ukur mengenai keandalan sebuah bangunan gedung. Bagunan gedung dapat dinyatakan laik fungsi apabila pemilik gedung memiliki kepemilikan Serifikat Laik Fungsi (SLF). Sertifikat Laik Fungsi ini diterbitkan oleh pemerintah daerah, yang berarti untuk ini Pemerintah Kota Semarang.

Pengertian Sertifikat Laik Fungsi (SLF)

Sertifikat Laik Fungsi atau yang biasa disingkat SLF ini merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk bangun gedung yang telah selesai dibangun sesuai IMB atau Izin Mendirikan Bangunan. SLF bangunan gedung akan diterbitkan setelah bangunan telah memenuhi persyaratan kelaikan fungsi bangunan gedung, sesuai hasil pemeriksaan uji teknis dari instansi maupun jasa penyedia SLF terkait.

Sesuai pada Peraturan Walikota Semarang Nomor 47 Tahun 2017 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung, diterbitkannya Sertifikat Laik Fungsi bangunan gedung ini dimaksudkan untuk mengatur serta mengendalikan penyelenggaraan bangunan gedung. Untuk menjamin empat aspek yaitu keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan. Sehingga dapat mewujudkan kelaikan fungsi pada sebuah bangunan gedung.

Adapun tujuan diterbitkannya Sertifikat Laik Fungsi ini untuk mewujudkan bangunan yang handal serta fungsional. Selain itu juga agar terwujudnya penyelenggaraan bangunan gedung yang tertib. Bangunan gedung baru bisa difungsikan setelah pemilik bangunan mempunyai Sertifikat Laik Fungsi atau SLF dari bangunan tersebut.

Ilustrasi konsultan SLF, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik
Ilustrasi konsultan SLF, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik

Masa berlaku Sertifikat Laik Fungsi ini juga sudah ditetapkan, yakni berlaku selama 20 tahun untuk bangunan sebagi tempat tinggal. Sedangkan berlaku selama 5 tahun untuk bangunan gedung tertentu lainnya. Apabila masa berlaku SLF bangunan gedung hampir habis atau 60 hari kalender sebelum tenggat waktu SLF berakhir, maka pihak pemilik gedung wajib memperpanjangnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dilakukannya perpanjangan SLF ini agar bangunan gedung tetap terjamin kelayakannya, sehingga tidak membahayakan dan aman digunakan oleh seluruh penghuni gedung. Untuk proses perpanjangan SLF juga memerlukan uji teknis terlebih dahulu terhadap persyaratan administrasi dan persyaratan teknis. Serta merujuk pada hasil pemeriksaan berkala mengenai pemeliharaan atau perawatan pada tahun-tahun sebelumnya.

Proses Pengajuan Permohonan SLF

Untuk memudahkan menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi, maka pemilik gedung yang berwenang dapat bekerja sama dengan perusahaan pengkaji teknis atau konsultan SLF yang ada di Semarang. Pengkaji teknis tersebut merupakan sebuah badan usaha maupun perorangan yang mempunyai sertifikat keahlian dalam hal melaksanakan pengkajian teknis atas kelaikan fungsi bangunan gedung sesuai dengan yang telah ditentukan perundang-undangan.

Untuk bisa menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi atau SLF bagi bangunan gedung, maka diperlukan konsultan dari penyedia jasa SLF Semarang yang profesional dan berpengalaman serta memiliki status badan hukum yang jelas. Bukan hanya itu saja, namun juga harus mempunyai rekomendasi dari instansi terkait dari pengkajian teknis.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum mengajukan permohonan Sertifikat Laik Fungsi. Anda perlu mengetahuinya terlebih dahulu, diantaranya ialah sebagai berikut.

Persiapan Kelengkapan Dokumen

Untuk tahapan persiapan kelengkapan dokumen ini dilakukan setelah proses konstruksi bangunan gedung selesai dilakukan. Kelengkapan dokumen tersebut meliputi :

  • Gambar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang dilaksanakan (as built drawings).
  • Pedoman pengoperasian serta pemeliharaan atau perawatan pada bangunan gedung, peralatan dan perlengkapan mekanikal serta elektrikal bangunan gedung (manual).
  • Apabila pemilik bangunan gedung menggunakan penyedia jasa konstruksi, maka harus dan wajib untuk melengkapi dokumen perjanjian.
  • Memiliki dokumen IMB (Izin Mendirikan Bangunan).
  • Memiliki dokumen atau bukti pemanfaatan bangunan gedung.
  • Memiliki dokumen atau bukti hak atas tanah

Pemeriksaan Dokumen

Selanjutnya akan ada tahapan pemeriksaan dokumen permohonan SLF. Apabila dokumen yang diajukan oleh pemilik gedung belum lengkap atau belum sesuai dengan persyaratan yang ditentukan, maka pemilik gedung tersebut wajib memperbaikinya terlebih dahulu. Batas waktu perbaikan akan diberikan oleh penguji kelaikan fungsi bangunan gedung.

Tahap Verifikasi

Apabila dokumen permohonan SLF diterima maka tahapan selanjutnya proses verifikasi. Pada tahapan ini akan dinilai secara keseluruhan mengenai kelaikan gedung. Tidak hanya pada dokumentasi saja, namun nantinya akan ada tim penguji yang datang ke bangunan gedung tersebut untuk melakukan pengecekan secara langsung.

Ilustrasi tim penguji kelaikan fungsi gedung, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik
Ilustrasi tim penguji kelaikan fungsi gedung, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik

PT Eticon Rekaya Teknik

PT Eticon Rekayasa Teknik adalah perusahaan konsultan penyedia jasa SLF Semarang yang profesional dan memiliki banyak pengalaman. Perusahaan kami memiliki tenaga profesional yang memiliki latar belakang keilmuan yang dibutuhkan untuk uji teknis kelaikan bangunan gedung, mulai dari utilitas bangunan hingga mekanikal dan elektrikal (MEP).

Selain itu juga dari arsitektur, desain lanskap, teknik sipil, desain interior, manajemen HSE (health, safety, environment), dan berbagai keilmuan lainnya. Perusahaan kami telah menyelesaikan banyak pekerjaan penilaian uji teknis bangunan gedung beberapa tahun terakhir ini.

Penilaian uji teknis bangunan gedung tersebut digunakan untuk penerbitan maupun melakukan perpanjangan SLF di kota-kota besar yang ada di Indonesia, misalnya di Temanggung, Boyolali, Yogyakarta, Karawang, Bekasi, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Bogor, dan kota-kota lainnya.

Apabila Anda ingin menggunakan layanan dari perusahaan kami untuk menerbitkan maupun memperpanjang Sertifikat Laik Fungsi (SLF), maka Anda bisa menghubungi melalui kontak yang tertera di laman website PT Etikon Rekayasa Teknik.

Apa yang Menjadi Faktor Penentu Gedung Aman Digunakan?

Ilustrasi bangunan gedung, Sumber : id.wikipedia.com

Untuk melihat bangunan atau gedung aman digunakan, perlu melihat faktor penentu apa yang mendasarinya. Apabila ditinjau menurut Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, terdapat tolok ukur mengenai keandalan sebuah bangunan dapat dilihat dari empat aspek yakni keselamatan, kesehatan, kenyaman, dan kemudahan.

Selain itu juga perlu dilihat lagi pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung, bahwa setiap bangunan gedung haruslah memiliki struktur yang kuat, kokoh, dan stabil dalam memikul beban. Oleh sebab itu perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala mengenai keandalan sebuah bangunan gedung dan dinyatakan laik fungsi.

Untuk mengetahui sebuah bangunan gedung tersebut terjaga kualitasnya serta aman digunakan, maka perlu dilakukan pengawasan dan pemantauan mengenai kualitas sebuah gedung. Karena pada dasarnya sebuah gedung difungsikan untuk berbagai kepentingan, baik itu untuk pelayanan publik, kepentingan bisnis, maupun perseorang tetap membutuhkan jaminan jika gedung laik fungsi.

Faktor penentu sebuah gedung aman dan laik fungsi atau tidaknya diperlukan uji teknis keandalan bangunan gedung. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, pada saat gedung mulai dioperasikan. Nantinya apabila uji teknis keandalan sebuah bangunan gedung selesai dilakukan, pemiliki gedung akan mengajukan permohonan untuk menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi atau SLF.

Proses pembangunan gedung, Sumber : ilmusipil.com
Proses pembangunan gedung, Sumber : ilmusipil.com

Apa Itu SLF?

Sertifikat Laik Fungsi atau biasa disingkat dengan SLF adalah sebuah sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah daerah dimana gedung tersebut berasal. Terbitnya SLF tersebut setelah diadakannya uji teknis keandalan bangunan gedung yang telah selesai dibangun dan sesuai dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

SLF akan diberikan ketika gedung telah memenuhi berbagai persyaratan dari fungsi bangunan, berdasarkan dari hasil pemeriksaan jasa penyedia SLF ataupun instansi yang terkait. Sebagai contoh, jika anda berada di Kota Mojokerto maka dapat mengajukan SLF sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Walikota Mojokerto. Aturan tersebut diatur dalam Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 5 Tahun 2017 tentang Bangunan Gedung.

Untuk masa berlaku dari Sertifikat Laik Fungsi (SLF) 20 tahun, ditujukan bagi bangunan tempat tinggal seperti rumah tinggal tunggal, rumah tinggal deret, maupun rumah susun. Lalu untuk Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang berlaku 5 tahun, ditujukan bagi bangunan umum lainnya. Dengan adanya Sertifikat Laik Fungsi ini, bangunan anda menjadi terjamin keamanannya sehingga memungkinkan nilai bangunan meningkat.

Kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi ini juga menjadi faktor penentu bahwa gedung yang anda miliki aman digunakan dan sudah laik fungsi. Sehingga jika digunakan untuk kepentingan umum atau bisnis dapat memberikan berbagai keuntungan untuk anda. Selain itu anda juga akan terbantu meminimalisir kecelakaan yang terjadi saat gedung sudah mulai digunakan.

Ilustrasi uji kelaikan fungsi, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik
Ilustrasi uji kelaikan fungsi, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik

Aspek Keandalan Bangunan Gedung

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, dalam Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, terdapat tolok ukur mengenai keandalan sebuah bangunan yakni aspek keselamatan, aspek kesehatan, aspek kenyaman, dan aspek kemudahan.

1. Aspek Keselamatan

Dari segi aspek keselematan, terdapat persyaratan yang mencakup mengenai kemampuan sebuah bangunan gedung untuk mendukung beban muatan, serta kemampuan bangunan gedung dalam upaya untuk mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran atau bahaya petir yang mungkin dapat terjadi. Dalam hal mendukung beban muatan diperlukan kemampuan struktur sebuah bangunan gedung yang stabil dan kukuh.

Dalam hal mencegah serta menanggulangi bahaya kebakaran, sebuah bangunan gedung haruslah memiliki kemampuan untuk melakukan pengamanan terhadap bahaya kebakaran melalui sistem proteksi pasif maupun proteksi aktif. Untuk mencegah serta menanggulangi bahaya petir, maka bangunan gedung harus memiliki sistem penangkal petir.

2. Aspek Kesehatan

Dari segi aspek kesehatan, terdapat persyaratan yang mencakup mengenai sistem penghawaan gedung, pencahayaan gedung, sanitasi gedung, dan penggunaan bahan bangunan gedung. Sistem penghawaan pada gedung yang dimaksud adalah kebutuhan sirkulasi udara atau pertukaran udara yang harus disediakan di bangunan gedung melalui ventilasi alami maupun ventilasi buatan.

Kemudian untuk sistem pencahayaan yang disediakan gedung meliputi pencahayaan alami maupun pencahayaan buatan, termasuk juga dengan pencahayaan darurat. Untuk sistem sanitasi haruslah disediakan baik di dalam maupun di luar bangunan gedung untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pembuangan air kotor dan air limbah, kotoran serta sampah, serta saluran air hujan.

Untuk penggunaan bahan bangunan gedung, haruslah aman bagi kesehatan orang yang akan menggunakan gedung tersebut. Serta tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.

3. Aspek Kenyamanan

Dari segi aspek kenyamanan, terdapat persyaratan yang mencakup mengenai kenyamanan ruang gerak serta hubungan antar ruang, kondisi udara di dalam ruangan, pandangan, serta tingkat getaran dan kebisingan dalam ruangan. Untuk tingkat kenyamanan ruang gerak maka diperlukan dimensi serta tata letak ruang yang memberikan kenyamanan bergerak dalam ruangan.

Untuk kenyaman kondisi udara di dalam ruangan, dapat diperoleh dengan mengatur temperatur serta kelembaban di dalam ruangan. Kemudian untuk kenyamanan pandangan dalam melaksanakan kegiatan di dalam gedung tidak mengganggu gedung lain yang ada di sekitarnya.

Lalu untuk kenyamanan tingkat getaran dan kebisingan dalam ruangan ditentukan dengan suatu keadaan yang tidak mengakibatkan pengguna gedung terganggu oleh getaran maupun kebisingan yang timbul dari dalam bangunan gedung maupun lingkungan sekitarnya.

4. Aspek Kemudahan

Dari segi aspek kemudahan, terdapat persyaratan yang mencakup mengenai kemudahan hubungan ke, dari, dan di dalam bangunan gedung. Serta kemudahan dalam hal kelengkapan sarana dan prasarana dalam pemanfaatan bangunan gedung.

Untuk kemudahan ke, dari, dan di dalam bangunan gedung meliputi tersedianya fasilitas serta aksesibilitas yang mudah, aman, nyaman untuk semua orang termasuk penyandang cacat serta lanjut usia. Dalam kelengkapan sarana dan prasarana meliputi penyediaan fasilitas untuk ruang ibadah, ruang ganti, ruangan bayi, toilet, tempat parkir, tempat sampah, hingga fasilitas komunikasi dan informasi.

Ilustrasi bangunan gedung, Sumber : id.wikipedia.com
Ilustrasi bangunan gedung, Sumber : id.wikipedia.com

Pengurusan Surat Laik Fungsi (SLF)

Untuk mengurus Surat Laik Fungsi atau SLF, PT Eticon Rekayasa Teknik melayani jasa penyedia SLF yang dibekali dengan pengalaman bertahun-tahun dalam uji kelaikan fungsi bangunan gedung. Perusahaan kami memiliki tim yang terdiri dari berbagai latar belakang ilmu kependidikan, diantaranya adalah teknik sipil, arsitektur, pengembangan wisata, utilitas bangunan, dan bidang keilmuan lainnya.

Bukan hanya itu saja, kami juga telah mendapatkan beberapa sertifikat dari asosiasi profesional seperti Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (INTAKINDO), Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), serta Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Selain itu PT Eticon Rekayasa Teknik juga merupakan bagian dari anggota Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Jika anda ingin mendapatkan layanan untuk membantu anda dalam hal pengurusan SLF, desain dan perencanaan, maupun pengembangan pariwisata, maka dapat menghubungi kami segera. Anda dapat menghubungi PT Eticon Rekayasa Teknik di kontak yang telah tersedia pada laman website kami.