Penjelasan Detail Mengenai Alih Fungsi Lahan Pertanian, Mulai dari Syarat Hingga Dampaknya

Hamparan lahan pertanian yang luas, Sumber: malangtimes.com

Indonesia menjadi sebuah negara dengan populasi terbesar keempat di dunia. Hal ini menyebabkan kebutuhan akan tempat tinggal meningkat. Sehingga jika diamati saat ini mulai banyak terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman penduduk. Lantas, bagaimana dampaknya bagi kelangsungan hidup manusia?

Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Permukiman

Dalam buku Perubahan Alih Fungsi Lahan dituliskan bahwa alih fungsi lahan ialah berubahnya kawasan lahan bagi seluruh atau sebagiannya, dari fungsi yang telah ditetapkan menjadi fungsi lain. Lalu fungsi baru ini nantinya akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan potensi lahan itu sendiri.

Boleh dibilang alih fungsi lahan dapat terjadi tersebab semakin berkembangnya suatu wilayah sebagai respon dari bertambahnya jumlah penduduk. Ini dapat terlihat dari perubahan fungsi lahan sawah menjadi lahan pemukiman perkotaan. Akibat dari alih fungsi lahan ini yaitu terjadi ketimpangan penguasaan lahan yang didominasi pemilik izin mendirikan bangunan pemukiman.

Secara empiris lahan pertanian yang paling rentan terhadap alih fungsi yakni sawah. Mengapa bisa sawah? tentunya ini tidak tanpa alasan. Adapun alasan pertama, disebabkan penduduk di pedesaan yang padat dan memiliki agroekosistem dominan sawah pada umumnya yang jauh lebih tinggi dibandingkan agroekosistem lahan kering, sehingga tekanan penduduk atas lahan juga lebih tinggi. 

Alasan kedua yakni ada daerah persawahan banyak yang lokasinya berdekatan dengan daerah perkotaan. Alasan ketiga yakni akibat pola pembangunan di masa sebelumnya, infrastruktur wilayah persawahan pada umumnya lebih baik dari pada wilayah lahan kering; dan alasan terakhir yakni pembangunan prasarana dan sarana permukiman, kawasan industri, dan sebagainya cenderung berlangsung cepat di wilayah bertopografi datar.

Ilustrasi alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman, Sumber: agrozine.id
Ilustrasi alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman, Sumber: agrozine.id

Mengapa Terjadi Alih Fungsi Lahan Pertanian?

Barangkali muncul pertanyaan dalam benak Anda, mengapa bisa lahan pertanian diubah menjadi pemukiman? Apakah tidak terpikirkan bagaimana nasib para petani? Atau bagaimana ketahanan pangan yang akan menggantikan, apakah ada? Perlu dipahami bahwa perubahan lahan pertanian ini sebuah hal yang tidak bisa dihindarkan.

Perubahan fungsi lahan ini hampir sama dengan pertumbuhan ekonomi yang tidak bisa dimanipulasi selamanya. Sehingga akan didapati muncul lahan pertanian yang dialihfungsikan menjadi sebuah tempat tinggal penduduk. Jika penduduk semakin berjubel dan tidak segera diatasi maka akan menghasilkan masalah yang lebih serius.

Disisi lain ternyata seringkali terjadi kebijakan yang saling bertubrukan antara kebijakan pengendalian alih fungsi lahan dengan kebijakan pemerintah daerah yang lebih fokus kepada kepentingan lokal dan daerah. Di daerah tertentu sendiri masih dijumpai orang-orang “pekerja haram” yang menjualkan jenis sertifikat tanah “di luar rel”.

Tak sedikit orang yang mempunyai lahan pertanian dengan sadar memanipulasi fungsi lahan supaya lebih banyak orang yang berminat untuk membeli dengan tanpa mekanisme perijinan atau pelanggaran Rencana Tata Ruang Wilayah yang ada. Ini tentunya menjadi sebuah daya tarik yang mampu membuat orang tertawa bahagia.

Syarat-Syarat Alih Fungsi Lahan Pertanian

Untuk menentukan sebuah lahan pertanian cocok dan boleh dialihfungsikan sebagai lahan lain maka tidak boleh sembarangan. Ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Dalam UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Pada undang-undang tersebut sudah jelas sebenarnya bagaimana teknis alih fungsi lahan.

Beberapa hal yang harus dipenuhi antara lain kajian kelayakan strategis, pembebasan kepemilikan hak lahan, penyusunan alih fungsi lahan, dan juga penyediaan lahan pengganti. Apabila misal sudah dialihfungsikan sebuah tempat namun tak sesuai dengan ketentuan maka diberi sanksi pidana terkhusus bagi pejabat pemerintah yang telah memberikan persetujuan.

Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian

Jangan dikira, alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman meski secara logika memang diperlukan untuk mengimbangi kepadatan jumlah populasi penduduk yang semakin lama semakin meningkat, namun juga memiliki berbagai dampak negatif. Berikut telah kami rangkum beberapa dampak negatif pengubahan lahan pertanian menjadi pemukiman.

1. Produksi Pertanian Semakin Menurun

Tidak bisa dipungkiri bahwa hal pertama yang terjadi ketika lahan pertanian diubah fungsinya menjadi tempat bermukim maka yang terjadi adalah lahan pertanian semakin sedikit. Ini tentunya menyebabkan tingkat produksi pertanian semakin menurun, tidak bisa sebanyak dahulu kala. Maka makanan pokok seperti beras, sayur, buah menjadi barang yang langka.

Kelangkaan ini tentunya akan menyebabkan masalah yang cukup serius seperti kemiskinan, kelaparan, bahkan hingga kematian. Karena itu untuk melakukan alih fungsi sebuah tanah atau lahan kosong, perlu untuk dilihat terlebih dahulu tingkat produktivitas lahan tersebut. Jika misalnya lahan itu senantiasa menghasilkan buah atau sayur, maka cari lahan lain yang lebih sesuai.

Ekosistem sawah akan berkurang karena dampah dari alih fungsi lahan pertanian, Sumber: money.kompas.com
Ekosistem sawah akan berkurang karena dampah dari alih fungsi lahan pertanian, Sumber: money.kompas.com

2. Banyak Petani Kehilangan Pekerjaan

Lahan pertanian yang diubah menjadi sebuah perumahan tentunya menyebabkan lahan pertanian berkurang. Apabila lahannya berkurang maka pekerjanya juga berkurang. Karena itu lahan pertanian yang dialihfungsikan menjadikan para petani tidak bisa menggarap pertaniannya, kehilangan mata pencahariannya dan tidak ada pemasukan.

3. Investasi yang Kurang Teroptimalisasi

Pemerintah melakukan investasi di bidang pengairan dan berharap irigasi ini bisa menghidupi segenap pertanian warga sekitar. Namun karena lahan pertanian saat ini diubah menjadi pemukiman warga maka investasi dari pemerintah ini belum bisa optimal. Sehingga bisa dibilang bahwa investasi dari pemerintah tidak dimaksimalkan dengan baik.

4. Ekosistem Sawah Berkurang

Salah satu penyebab utama berkurangnya ekosistem sawah adalah adanya campur tangan manusia. Saat ini ada banyak sekali bangunan megah dengan desain yang mewah seperti apartemen, hotel, pemukiman penduduk, homestay, pariwisata dan sebagainya. Bangunan inilah yang menggantikan eksistensi dari lahan pertanian menyebabkan sawah berkurang.

Pengendalian Alih Fungsi Tanah Pertanian dalam Kacamata Kebijakan Pemerintah

Biasanya masalah yang dihadapi oleh pemerintah daerah dimana saja tidak lepas dari masalah perubahan fungsi pertanian. Setidaknya Pemda di dihadapkan pada dua pilihan sulit, yaitu ada permintaan untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mengembangkan beragam sektor industri, pariwisata, jasa dan juga diminta mempertahankan sektor pertanian.

Disatu sisi diminta meningkatkan pertumbuhan ekonomi namun disisi lain diminta untuk menjaga dan mempertahankan ketahanan pangan yang dimiliki, yaitu sektor pertanian. Menanggapi hal ini, sebagai pemerintah daerah yang solutif maka ia perlu untuk selalu memiliki ide-ide unik dan asing, berbeda dengan manusia kebanyakan.

Maka yang dapat dilakukan adalah mempertahankan ketahanan pangan yang ada dengan tetap meningkatkan ekonomi di sektor pangan. Tidak sampai disitu, pemerintah juga menetapkan beberapa ketentuan dalam kebijakan untuk membatasi dan mencegah konversi tanah pertanian yang subur menjadi penggunaan non pertanian. 

Perlu diketahui bahwa yang diatur oleh pemerintah adalah aturan seputar pertanahan dan bukan seputar pondasi, apalagi tentang berbagai jenis pondasi bangunan. Maka dari itu perlu untuk dibedakan mana aturan tentang tanah dan mana yang membahas bangunan, karena nantinya akan ada aturan yang berbeda mengenai hal tersebut.

Area rumah tinggal yang berada di kawasan lahan pertanian, Sumber: mediatani.co
Area rumah tinggal yang berada di kawasan lahan pertanian, Sumber: mediatani.co

Demikianlah sedikit penjelasan mengenai alih fungsi lahan pertanian, alasan dibalik terjadinya hal ini, syarat-syarat yang harus ditunaikan, dan berbagai dampak yang akan ditimbulkan dengan adanya alih fungsi. Setelah ini harapannya Anda tidak terheran-heran mengapa bisa sebuah lahan diubah menjadi pemukiman amat luas. Semoga artikel ini dapat bermanfaat, sampai jumpa.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *