High Rise Building: Mengenal Pengertian serta Karakteristiknya

Bangunan tinggi di New York, Sumber : thetowerinfo.com

Pengertian dari high rise building yaitu bangunan gedung yang memiliki struktur tinggi. Biasanya bangunan ini digunakan untuk hunian apartemen, selain itu juga digunakan sebagai gedung yang difungsikan untuk perkantoran. Namun baru bisa dikatakan sebagai bangunan tinggi apabila memenuhi beberapa karakteristik, sehingga bukan karena tinggi saja lalu bisa dikatakan sebagai high rise building.

Meskipun pengertian dari high rise building adalah bangunan tinggi, namun hanya bangunan yang memiliki ketinggian minimal 23 meter sajalah yang masuk dalam karakteristik bangunan tinggi. Bangunan pencakar langit ini menjadi ideal karena terdapat lift di dalamnya, selain itu juga dilengkapi dengan struktur bangunan yang kuat dan kokoh.

Seperti yang kita ketahui, bahwa Indonsia merupakan salah satu negara yang memiliki rangkaian gunung api teraktif di dunia. Selain itu wilayah Indonesia juga bertepatan dengan pertemuan tiga lempeng bumi. Oleh sebab itu, Indonesia merupakan wilayah yang rawan terjadi bencana alam seperti gempa bumi ataupun letusan gunung api. Sehingga memiliki struktur bangunan yang kokoh dan kuat adalah sebuah keharusan dari bangunan gedung.

Bangunan tinggi di Jakarta, Sumber : thejakartapost.com
Bangunan tinggi di Jakarta, Sumber : thejakartapost.com

Sesuai dengan Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, mengenai tolok ukur keandalan sebuah bangunan gedung haruslah meliputi empat aspek yaitu keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan. Semakin tinggi sebuah bangunan tentu saja akan semakin memiliki risiko yang bisa mengancam keselamatan penghuni gedung, jika tidak dilakukan pemeriksaan serta pengawasan secara berkala.

Pengawasan dan pemeriksaan tersebut dilakukan oleh tim pengkaji teknis untuk melakukan penilaian apakah bangunan tersebut sudah laik fungsi. Jika bangunan gedung sudah laik fungsi maka bisa dibuktikan dengan adanya kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi atau biasa dikenal dengan SLF. SLF akan diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat yang terkait.

Karakteristik dari Bangunan Tinggi (High Rise Building)

High rise building memiliki pengertian sebagai bangunan tinggi, namun ada beberapa karakteristik gedung ini bisa disebut sebagai bangunan tinggi. Biasanya bangunan pencakar langit ini banyak dijumpai di kota-kota besar, seperti di Jakarta contohnya. Di bawah ini merupakan karakteristik dari high rise building yang dapat Anda simak.

1. Ketinggian Bangunan

Sebuah gedung dapat dikatakan sebagai bangunan tinggi atau high rise building apabila memiliki tinggi minimal 23 meter. Setara dengan bangunan gedung yang memiliki 6 lantai menjulang ke atas. Bangunan-bangunan dengan tinggi minimal 23 meter ini, sudah banyak didirikan di kota-kota besar termasuk di beberapa wilayah Indonesia.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bangunan tinggi ini biasanya digunakan untuk berbagai kepentingan. Salah satunya sebagai kepentingan bisnis yang bangunan tersebut difungsikan untuk hunian apartemen, hotel, hingga gedung perkantoran.

2. Struktur Bangunan

Penggunaan struktur bangunan yang kokoh dan sesuai dengan aturan yang berlaku dapat meminimalisir kecelakaan saat gedung dioperasikan. Sehingga bangunan dapat dengan kuat menahan beban dan tidak mudah roboh. Terdapat 3 macam struktur bangunan yang biasa digunakan pada high rise building yakni flat slab, bearing wall system, dan open frame.

Flat slab merupakan struktur bangunan dari pelat beton yang dijadikan sebagai tempat menancapkan kerangka pada sebuah bangunan gedung. Bearing wall system merupakan sistem struktur yang memakai dinding sebagai tempat untuk menumpu beban sebuah bangunan. Open frame adalah sebuah struktur yang menggabungkan balok dengan kolom, yang kemudian akan membentuk sambungan yang dapat menahan beban bangunan.

3. Luas Lantai

Karakteristik dari bangunan tinggi atau high rise building selanjutnya ialah dilihat dari luas lantainya. Sebuah bangunan dapat dikatakan sebagai high rise building bila memiliki minimal luas lantai 750 meter persegi hingga 1500 meter persegi. Lahan yang luas diperlukan dalam pembangunan high rise building ini, agar mengimbangi tinggi dari gedung tersebut.

Bangunan tinggi di Dubai, Sumber : dubai-marina.com
Bangunan tinggi di Dubai, Sumber : dubai-marina.com

4. Memiliki Sistem Aerodinamika

Untuk bangunan tinggi diperlukan sistem aerodinamika yang baik, bertujuan agar high rise building tersebut tahan akan terpaan angin dan tahan akan gempa bumi. Pengertian dari sistem aerodinamika sendiri adalah salah satu cabang dinamika yang berkaitan dengan pergerakan udara, khususnya pada saat udara tersebut berinteraksi dengan benda padat.

Jadi apabila sebuah bangunan tinggi dilengkapi dengan sistem aerodinamika yang baik, maka bangunan akan tahan terhadap getaran akibat gempa bumi. Selain itu juga akan tahan akan terpaan angin, walaupun memiliki bangunan yang tinggi.

5. Solusi dari Keterbatasan Lahan

Dibangunnya high rise building termasuk mengatasi keterbatasan lahan pada wilayah perkotaan. Seiring berjalannya waktu, setiap tahunnya daerah perkotaan mengalami peningkatan penduduk. Sehingga banyak lahan yang digunakan untuk membangun perumahan untuk hunian masyarakat. Oleh sebab itu, semakin lama lahan yang tersisa semakin terbatas.

Dengan adanya high rise building ini dapat mengatasi keterbatasan lahan tersebut. Karena bangunan ini dibangun tinggi keatas, sehingga akan menghemat lahan yang digunakan. Misalnya saja dengan adanya bangunan apartemen, maka masyarakat akan memanfaatkan bangunan tersebut sebagai hunian untuk menghemat penggunaan lahan.

6. Memiliki Bentuk Bangunan Lurus ke Atas

Berkaitan dengan solusi untuk mengatasi permasalahan lahan yang terbatas, disebabkan high rise building ini memiliki bentuk bangunan yang lurus ke atas. Sehingga tidak akan memakan banyak lahan untuk mendirikan bangunan ini. Ada juga beberapa bangunan tinggi yang didesain secara unik, namun telah diperhitungkan secara matang sehingga tidak membahayakan penghuninya.

Bangunan tinggi di Singapura, Sumber : caingram.info
Bangunan tinggi di Singapura, Sumber : caingram.info

7. Memiliki Kebutuhan Energi yang Besar

Bangunan yang menjulang tinggi tentu saja akan membutuhkan energi yang besar. Oleh sebab itu, high rise building ini memiliki kebutuhan energi yang besar. Apalagi banyak bangunan tinggi ini digunakan sebagai apartemen maupun perkantoran, sehingga sudah dipastikan bahwa memerluka pasokan energi listrik yang besar.

8. Nilai Arsitektur Tinggi

High rise buiding tidak hanya berfokus pada fungsinya saja, namun juga dibangun dengan menerapkan nilai estetik di dalamnya. Banyak contoh bangunan tinggi memiliki arsitektur yang indah dan memukau. Desain megah dan mewah yang dimiliki gedung pencakar langit ini, tentu saja memiliki nilai yang tinggi dalam dunia arsitektur.

9. Memiliki Risiko Tinggi

Dibangunnya bangunan tinggi ini tentu saja juga memiliki risiko yang tinggi. Apabila tidak dibangun sesuai dengan perhitungan yang tepat serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka risiko robohnya bangunan tersebut akan semakin tinggi. Diperlukan pondasi yang kuat untuk mendirikan bangunan yang menjulang tinggi tersebut.

Bangunan tinggi di New York, Sumber : thetowerinfo.com
Bangunan tinggi di New York, Sumber : thetowerinfo.com

Itu tadi informasi mengenai high rise building, mulai dari pengertian hingga karakteristiknya. Untuk membangun sebuah bangunan gedung tidak boleh melewatkan aspek penting mengenai keselamatan, kesehatan, kenyamanan, serta kemudahan. Supaya setelah gedung dioperasikan dapat menjamin keamanan dan keselamatan penghuni gedung tersebut.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *