Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja yang Perlu Diketahui

Sebuah kecelakaan kerja adalah salah satu bentuk kerugian bagi korban sekaligus perusahaan. Itulah mengapa upaya pencegahan kecelakaan kerja sangat diperlukan untuk menghindari kerugian-kerugian yang timbul.

Selain untuk menghindari kerugian-kerugian tersebut, upaya pencegahan kecelakaan kerja juga diperlukan untuk membangun tempat kerja yang aman dan sehat bagi para tenaga kerja.

Oleh karena itu dalam artikel ini kami akan mengajak kepada Anda untuk mengulas bersama mengenai upaya-upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan kerja terjadi.

Simak artikel ini hingga akhir!

Definisi Kecelakaan Kerja

Sebelum kita langsung membahas upaya pencegahan yang bisa dilakukan, mari kita ulas dahulu definisi dari kecelakaan kerja ini.

Dimana ternyata definisi kecelakaan kerja ada berbagai macam berdasarkan sumbernya. Apa saja? berikut penjelasannya.

1. Menurut Permenaker No.03/MEN/1998 

Kecelakaan kerja memiliki definisi sebagai suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga sehingga bisa menimbulkan korban manusia dan harta benda.

2. Menurut Standar AS/NZS 4801:2001 

Kecelakaan kerja adalah semua kejadian yang tidak direncanakan yang menyebabkan atau berpotensial menyebabkan cedera, kesakitan, kerusakan, atau kerugian lainnya.

3. Menurut OHSAS 18001:2007 

Kecelakaan kerja adalah kejadian yang berhubungan dengan pekerjaan yang dapat menyebabkan cedera atau kesakitan (tergantung dari keparahannya) kejadian kematian atau kejadian yang dapat menyebabkan kematian.

4. Menurut Heinrich (1980)

Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak terencana atau tidak terkendali dari suatu tindakan atau reaksi objek, bahan, radiasi yang mengakibatkan cidera atau kemungkinan akibat lainnya.

5. Menurut Tjandra (2008)

Kecelakaan kerja berdefinisi sebagai suatu kecelakaan yang terjadi pada saat seseorang melakukan pekerjaan, dimana kecelakaan tersebut adalah peristiwa yang tidak direncanakan karena disebabkan oleh suatu tindakan yang tidak berhati-hati.

Dari kelima sumber tersebut kini kita bisa menyimpulkan bahwa definisi dari kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak terencana atau tidak dikehendaki karena hasil dari sebuah tindakan yang tidak berhati-hati sehingga menimbulkan korban nyawa ataupun harta.

Jenis-jenis Kecelakaan Kerja

Jenis-jenis kecelakaan kerja yang terjadi sangatlah beragam. Dimana jenis-jenis inii perlu diketahui oleh perusahaan dan bahkan para tenaga kerja. Sehingga dengan mengetahui tersebut dari pihak perusahaan maupun tenaga kerja bisa berhati-hati ketika berada di tempat kerja.

Walaupun kecelakaan kerja bisa terjadi tiba-tiba, setidaknya dengan mengetahui jenis-jenis ini pula para tenaga kerja bisa melakukan sikap antisipasi sehingga kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja berkurang.

Berikut adalah jenis-jenis kecelakaan kerja yang umum terjadi di tempat kerja,

1. Terjatuh atau terpeleset

Jenis kecelakaan kerja pertama yang umum terjadi adalah terjatuh atau terpeleset.

Dimana penyebabnya adalah terdapat area yang tidak rata atau licin di lingkungan tempat kerja.  Sehingga pada area tersebut akan menyebabkan resiko para tenaga kerja terjatuh atau terpeleset.

Selain area yang tidak rata, bekerja di lingkungan yang mengharuskan pekerja berada di ketinggian memiliki resiko cukup besar untuk terjatuh.

2. Tertimpa objek

Cedera tertancap objek di lingkungaan kerja. Sumber: Unplash.com
Cedera tertancap objek di lingkungaan kerja. Sumber: Unplash.com

Walau jenis kecelakaan kerja ini memang sering terjadi di sebuah pabrik, kecelakaan kerja berupa tertimpa objek bisa terjadi dimana saja.

Bahkan objek yang awalnya tidak membahayakan jatuh dari atas lemari bisa menyebabkan cedera apabila terjadi tanpa adanya antisipasi sebelumnya.

3. Repetitive Strain Injuries

Kecelakaan kerja ini biasa terjadi bagi pekerja yang banyak menghabiskan waktunya di depan komputer. 

Penyebab dari kecelakaan ini adalah gerakan repetitif, kesalahan gerak atau ketegangan otot yang terjadi terus menerus atau dalam jangka panjang.

Sehingga biasanya  area  cedera yang diakibatkan gerakan tersebut berada pada area persendian.

4. Cedera otot

Kecelakaan kerja yang umum terjadi selanjutnya adalah cedera otot. 

Kecelakaan ini kerap terjadi pada lingkungan kerja yang mengharuskan pekerjanya membawa beban cukup berat.

Area yang sering mengalami cedera otot adalah area punggung dan juga leher.

5. Menghirup gas beracun

Kecelakaan kerja ini rentan terjadi pada lingkungan kerja yang terdapat zat kimia berbahaya bahkan beracun.

Gejala yang akan dialami dari menghirup gas beracun ini seperti alergi di kulit atau mata, hingga keluhan medis seperti fibrosis paru.

6. Industrial deafness

Berada di lingkungan kerja dengan suara yang sangat bising, menjadi taruhan bagi pekerja dalam kesehatan telinga mereka.

Efek yang bisa ditimbulkan dari kecelakaan kerja ini adalah para kerja yang akan sering merasa stress dan emosi. 

Jika tidak langsung ditangani stress yang ditimbulkan dari suara bising ini bisa meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan mental, seperti kecemasan dan depresi.

Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja

Selain dengan mengetahui jenis kecelakaan kerja yang bisa saja terjadi sebagai bentuk antisipasi terjadinya kecelakaan kerja, tetap diperluka upaya pencegahan kecelakaan kerja.

Dimana kecelakaan kerja bisa dicegah dengan memperhatikan beberapa faktor. Apa saja? berikut penjelasannya,

1. Faktor Lingkungan

Lingkungan kerja yang memiliki upaya pencegahan kecelakaan kerja jika meliputi

  1. Mematuhi prosedur dan aturan K3 
  2. Menyediakan sarana dan prasarana K3 serta pendukungnya
  3. Melakukan pemantauan dan pengendalian kondisi atau tindakan tidak aman di lingkungan kerja

2. Faktor Perlengkapan Kerja

Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja dengan Pelindung Diri. Sumber: Unplash.com
Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja dengan Pelindung Diri. Sumber: Unplash.com

Faktor selanjutnya yang perlu diperhatikan untuk menjadi upaya pencegahan kecelakaan kerja adalah dengan pengadaan perlengkapan kerja kepada pekerja.

Seperti alat pelindung diri menjadi perlengkapan kerja yang harus terpenuhi untuk para pekerja. 

Alat pelindung diri tersebut bisa berupa kacamata, sarung tangan, pakaian kerja dimana ukurannya dicocokan dengan penggunanya sehingga akan memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi mereka.

3. Faktor Peralatan Kerja

Seluruh peralatan kerja yang disediakan perusahaan untuk pekerja haruslah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Sesuai dengan ketentuan K3 juga setiap peralatan yang ada wajib memiliki Surat Izin Laik Operasi Alat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SILO Alat K3).

Dengan adanya SILO Alat K3 itu membuktikan bahwa setiap peralatan tersebut bisa digunakan dengan baik karena sudah melalui tahapan pemeriksaan dan pengujian.

Jika setiap peralatan tidak memenuhi ketentuan tersebut segala kecelakaan kerja tidak bisa dicegah dan tidak terelakkan. 

Terlebih di sebuah perusahaan pasti memiliki banyak peralatan dan mesin listrik yang bisa saja menyebabkan kebakaran pada perusahaan tersebut.

4. Faktor Manusia

Tenaga kerja yang dilatih pendidikan K3. Sumber: unplash.com
Tenaga kerja yang dilatih pendidikan K3. Sumber: unplash.com

Terakhir faktor yang perlu diperhatikan untuk upaya pencegahan kecelakaan kerja adalah manusianya atau tenaga kerja maupun pemilik perusahaan. 

Pada faktor manusia ini bisa dengan melakukan pembinaan dan pengawasan kepada tenaga kerja tersebut.

Seperti pembinaan dalam pelatihan dan pendidikan K3, konseling dan konsultasi penerapan K3, serta pengembangan Sumber Daya ataupun teknologi yang berkaitan dengan peningkatan penerapan K3.

Selain dengan pembinaan dan pengawasan, sebagai upaya pencegahan juga bisa dengan memberlakukan peraturan kerja untuk menegakkan kedisiplinan para pekerja.

Itulah keempat faktor yang bisa diperhatikan dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja.

Dan keempat faktor tersebut menjadi penutup artikel kami kali ini. 

Semoga dengan informasi di atas bisa menjadi referensi para pengusaha dalam membangun perusahaannya supaya kecelakaan kerja yang terjadi terminimalisir.

Selain itu kami harap dengan informasi itu pula bisa menjadi antisipasi para pekerja untuk terhindar dari kecelakaan kerja yang tidak diinginkan.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.