Mengenal Apa Itu Sistem Proteksi Kebakaran Aktif dan Pasif

Sistem proteksi kebakaran, sumber: google.com

Tempat kerja, seperti kantor maupun pabrik dan industri, pasti tidak akan menutup kemungkinan terjadi risiko kecelakaan kerja seperti kebakaran. Kebakaran tentu merugikan perusahaan, baik rugi dari segi bahan baku maupun peralatan, bahkan korban jiwa. Untuk itu, perusahaan perlu mempertimbangkan sistem proteksi kebakaran.

Sistem yang wajib ada di tempat kerja adalah sistem proteksi kebakaran. Sebelum memasangnya, Anda harus mengetahui lebih dulu jenis sistem proteksi kebakaran yang dapat Anda terapkan di tempat kerja. Secara umum, sistem proteksi dibagi menjadi dua yakni proteksi kebakaran aktif dan pasif.

Sistem proteksi kebakaran bangunan dan gedung dan lingkungan adalah sistem yang terdiri atas peralatan, kelengkapan dan sarana, baik yang terpasang maupun terbangun pada bangunan yang digunakan baik untuk tujuan sistem proteksi aktif dan pasif contoh serta cara menanggulangi ketika terjadinya kebakaran.

Sistem Proteksi Kebakaran Aktif

Sistem proteksi kebakaran aktif adalah sistem proteksi yang terdiri dari sistem pendeteksian kebakaran, baik manual atau otomatis. Fungsinya adalah untuk memadamkan api secara langsung, sehingga efek kebakaran yang semakin meluas bisa dikendalikan. Contoh sistem proteksi aktif adalah:

Detektor Asap, Api dan Panas

Detektor dirancang secara khusus untuk mendeteksi potensi terjadinya kebakaran. Sesuai dengan namanya, detektor ini mendeteksi asap dalam ruangan, mendeteksi api dan mendeteksi panas dalam ruangan yang tidak biasa.

Sistem proteksi kebakaran, sumber: google.com
Sistem proteksi kebakaran, sumber: google.com

Alarm Kebakaran Otomatis dan Manual

Alarm berfungsi untuk menunjukkan suatu kejadian bahaya atau kebakaran pada semua orang yang ada di sebuah tempat tertentu, misalnya dalam sebuah gedung perusahaan atau pabrik, agar mereka mengetahui adanya kondisi bahaya dan bisa segera menyelamatkan diri.

Tabung Pemadam

Tabung pemadam atau alat pemadam api ringan adalah alat khusus untuk memadamkan api secara cepat agar kasus api yang belum terlalu besar dipadamkan segera. Jenis-jenisnya antara lain seperti alat pemadam api ringan kimia kering, karbon dioksida, busa dan gas liquid halon non CFC.

Sistem Hidran

Hidran merupakan tiang sumur yang siap dimanfaatkan oleh pemadam kebakaran saat ada kebakaran besar di area sekitarnya. Penggunaan sistem kebakaran satu ini membutuhkan pompa air yang juga dimiliki oleh mobil pemadam kebakaran.

Sistem Sprinkler

Sprinkler merupakan alat yang berguna untuk memadamkan api secara otomatis dan alat ini adalah bagian dari fire sprinkler sistem yang akan mengeluarkan debit air ketika terdeteksi adanya api atau ketika telah melampaui suhu yang telah ditentukan dan dipasangkan di dalam ruangan untuk memadamkan kebakaran.

Sistem Proteksi Kebakaran Pasif

Sistem proteksi pasif adalah alat, sarana dan metode untuk mengendalikan asap, panas maupun gas berbahaya apabila terjadi kebakaran. Contoh sistem proteksi kebakaran pasif antara lain adalah:

  • Sistem kompartementasi atau pemisahan bangunan risiko kebakaran tinggi
  • Sarana evakuasi dan alat bantu evakuasi
  • Sarana dan sistem pengendali asap dan api (fire damper, smoke damper, fire stopping)
  • Fire retardant atau sarana pelambat api

Cara Mengatasi Terjadinya Kebakaran

Walaupun sekarang ini sudah terdapat banyak petugas pemadam kebakaran dan alat pemadam kebakaran tetap sebaiknya Anda juga mengetahui cara mengatasi terjadinya kebakaran. Hal ini cukup amat penting khususnya untuk memberikan pertolongan pertama secara cepat sehingga kebakaran tidak semakin meluas. Simak penjelasannya di bawah ini.

Kebakaran perusahaan, sumber: google.com
Kebakaran perusahaan, sumber: google.com

Tetap Bersikap Tenang

Apabila kebakaran yang terjadi masih bisa diatasi dengan menggunakan alat pemadam api ringan sebaiknya segera gunakan alat tersebut atau menggunakan karung goni yang telah dibasahi menggunakan air. Untuk kebakaran skala kecil biasanya bisa diatasi dengan menggunakan alat-alat tersebut, namun Anda perlu melakukannya dengan segera agar tidak menyebar dan meluas.

Segera Matikan Listrik

Jika kebakaran terjadi, baik disebabkan karena konsleting atau bukan, segera matikan listrik. Kemudian, segera tutup ruangan yang sedang mengalami kebakaran agar tidak menyebar dan meluas ke ruangan lainnya dan sebaiknya jangan kunci ruangan yang terbakar tersebut agar petugas lebih mudah dalam memadamkan api.

Selamatkan Diri

Apabila kebakaran yang terjadi adalah kebakaran berskala besar, maka sebaiknya segera selamatkan diri Anda dan langsung berupaya keluar dari tempat terjadinya kebakaran. Hindari kesibukan menyelamatkan barang-barang dalam ruangan, sebab hal tersebut sangat riskan.

Jangan Menghirup Asap

Pada saat terjadi kebakaran usahakan agar Anda tidak menghirup asap tebal yang dihasilkan dari kebakaran tersebut. Anda bisa berjalan merangkak serta bernafas dengan menundukkan kepala ke lantai. Lebih dari itu, gunakan kain yang basah untuk menutupi hidung, sehingga Anda lebih mudah ketika bernafas.

Segera Cari Jalan Keluar

Mengatasi terjadinya kebakaran berikutnya yakni dengan mencari jalan melalui pintu namun dengan menempelkan belakang telapak tangan pada pintu untuk mengetahui suhunya. Selain itu peganglah handle pintu apabila sudah terasa panas sebaiknya Anda cari jalur keluar lainnya yang aman dari kobaran api.

Lakukan latihan evakuasi kebakaran sebagai bentuk cara mengatasi kebakaran serta upaya untuk menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi. Segera hubungi petugas pemadam kebakaran dengan menelpon nomor 113, jika api memang sudah mulai sulit untuk dikendalikan sendiri.

Guna mencegah terjadinya kebakaran yang lebih besar dan lebih hebat sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu cara mengatasi kondisi kebakaran yang bisa dilakukan mulai dari sekarang. Dengan pengetahuan tersebut nantinya ketika tiba-tiba terjadi kebakaran Anda bisa melakukan upaya untuk memadamkan api sehingga tidak ada kerugian.

Latihan evakuasi, sumber: google.com
Latihan evakuasi, sumber: google.com

Untuk Anda yang belum punya sistem proteksi kebakaran, maka pasanglah segera. Untuk Anda yang sudah mempunyai sistem proteksi kebakaran, Anda bisa melakukan uji kelayakannya, agar sistem yang Anda miliki benar-benar teruji. Perizinan yang wajib Anda lengkapi adalah SILO alat K3.

SILO alat K3 atau surat izin laik operasi alat keselamatan dan kesehatan kerja adalah surat izin yang dibutuhkan dalam penggunaan alat K3 pada sebuah perusahaan. perizinan ini adalah bukti bahwa alat K3 yang disediakan untuk karyawan bekerja sebagaimana mestinya dan sudah melewati tahapan pemeriksaan dan pengujian. SILO alat K3 ini juga dikenal dengan SUKET Riksa Uji alat K3 (surat keterangan pemeriksaan dan pengujian alat keselamatan dan kesehatan kerja).

Sebagai sebuah entitas bisnis yang menaungi banyak karyawan, tentu saja kesehatan dan keselamatan karyawan selama bekerja menjadi prioritas utama perusahaan. oleh sebab itu berbagai jenis alat K3 yang mendukung hal tersebut wajib oleh perusahaan. Beberapa alat K3 yang wajib memiliki perizinan ini antara lain adalah:

  1. Pesawat angkat angkut
  2. Pesawat tenaga produksi
  3. Instalasi listrik dan instalasi penyalur petir
  4. Pesawat uap bejana tekan
  5. Sistem proteksi kebakaran
  6. Elevator dan eskalator

PT Eticon Rekayasa Teknik hadir dan menawarkan jasa uji kelayakan sistem proteksi kebakaran atau perizinan SILO alat K3 untuk Anda, dengan tenaga kerja dan pelayanan yang profesional yang telah melayani banyak konsumen dari berbagai daerah di tanah air. Jika Anda serius, segera hubungi dan konsultasikan kebutuhan Anda dengan pihak kami.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.