Dunia konstruksi berkembang dengan sangat akseleratif. Tuntutan untuk mencapai sesuatu yang lebih, menjadi hal yang makin umum. Bentang yang lebih panjang, luasan yang lebih lebar, penampang yang lebih tipis, ruang dan fungsi yang makin maksimal. Tuntutan arsitektural saat ini makin melebihi konsep-konsep dasar mekanika dan standar umum yang telah digunakan oleh banyak insinyur.
Dampak terhadap hal tersebut tentu saja berkaitan dengan aspek struktural. Untuk membentuk kapasitas struktur yang mumpuni, tidak hanya diperoleh dari pertimbangan teknis mekanika dalam perhitungan saja, namun juga pertimbangan teknologi material sebagai penyusun bentuk struktur bangunan. Penggunaan teknologi struktur dan material tidak bisa hanya mengandalkan teori dan praktik konservatif, namun diminta untuk lebih mutakhir sehingga dapat menyelesaikan masalah modern.
Continue reading