Polusi Suara : Pengertian, Jenis, dan Dampaknya bagi Manusia

Polusi suara di berbagai negara, Sumber: english.vnecdn.net

Berbicara mengenai polusi, mungkin selama ini sebagian besar orang hanya mengenal polusi seperti air, udara, dan tanah. Padahal selain beberapa polusi tersebut, terdapat satu polusi yang tak kalah memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia, ya polusi suara atau pencemaran suara.

Faktanya, kita memang tidak dapat melihat, mencium, dan merasakan polusi suara. Hal itulah yang membuat pencemaran suara tidak mendapatkan perhatian seperti jenis polusi lainnya. Padahal pencemaran suara sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia yang datang dari mana saja.

Pengertian Polusi Suara

Banyak pengertian yang menjelaskan tentang apa itu polusi suara. Tetapi secara umum, polusi suara atau pencemaran suara merupakan gangguan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara yang tidak diinginkan dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan makhluk hidup di sekitar suara tersebut.

Pencemaran suara dapat terjadi apabila terdapat suara dengan volume tinggi, keras, bahkan pada frekuensi tertentu dapat merusak indera pendengaran manusia. Berbeda halnya dengan jenis pencemaran lainnya, polusi suara dianggap sebagai polusi subjektif karena tergantung dari perspektif masing-masing yang mendengar apakah terganggu atau tidak.

Pengukur tingkat tekanan suara, Sumber: fluke.com
Pengukur tingkat tekanan suara, Sumber: fluke.com

Namun meskipun begitu, tetap terdapat standar dan batas yang menentukan bahwa sebuah suara dianggap sebagai polusi. Suara sendiri memiliki satuan ukur yang dinamakan desibel (dB) dengan skala mulai dari 0 hingga maksimal 160-180 dB. Angka maksimal pada skala dB adalah suara yang tidak bisa ditolerir oleh telinga manusia. 

Karena standarnya, skala suara yang aman untuk telinga manusia berada di kisaran 60-70 dB. Seperti suara percakapan, suara musik yang tenang, dan lain sebagainya. Sekalipun terdapat beberapa suara di atas skala standar yang masih dapat diterima telinga, namun hal tersebut sudah dikategorikan sebagai pencemaran suara. 

Karena dapat mengganggu dan membahayakan indera pendengaran apabila diterima secara terus-menerus dan dalam jangka waktu yang lama.

Jenis-Jenis Pencemaran Suara

Dilansir dari kelaspintar.id, pada umumnya pencemaran suara dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yakni sebagai berikut: 

  • Kebisingan impulsif, yaitu kebisingan yang terjadi dalam waktu singkat tetapi mengejutkan. Misalnya seperti suara ledakan, suara senjata  yang ditembakkan, hingga suara petir.
  • Kebisingan impulsif kontinu, yaitu kebisingan dalam waktu singkat dan mengejutkan yang terjadi secara terus-menerus tetapi hanya sepotong-potong. Misalnya seperti suara palu yang dipukul terus-menerus. 
  • Kebisingan semi kontinu, kebisingan yang datang sebentar lalu hilang dan muncul kembali. Misalnya suara lalu-lalang kendaraan di jalanan dan suara pesawat terbang. 
  • Kebisingan kontinu, yaitu kebisingan yang datang terus-menerus dalam waktu yang lama. Jenis kebisingan ini dengan intensitas tinggi, sering menjadi penyebab rusaknya pendengaran. Contohnya seperti suara mesin pabrik.

Sumber Penyebab Pencemaran Suara

Kemacetan lalu lintas, Sumber: telanganatoday.com
Kemacetan lalu lintas, Sumber: telanganatoday.com

Setidaknya, terdapat beberapa sumber penyebab polusi suara yang tanpa kita sadari sering kita dengar sehari-hari, yakni sebagai berikut: 

  • Lalu lintas. Sumber kebisingan ini berasal dari klakson kendaraan yang dapat menghasilkan suara 90 hingga 100 dB.
  • Lalu lintas udara. Selain di jalan raya, kebisingan lalu lintas juga terjadi di udara. Meskipun jumlah pesawat terbng tidak sebanyak mobil dan kendaraan lainnya di jalan raya, namun satu pesawat dapat menghasilkan suara pada skala 130 dB.
  • Aktivitas industri. Suara bising ini dihasilkan dari mesin-mesin besar yang digunakan, seperti generator, kompresor, hingga exhaust fan. Maka dari itu, selain harus memiliki perizinan lingkungan, aktivitas industri juga perlu memperhatikan penggunaan mesin-mesin besar agar dapat mengurangi pencemaran suara yang mengganggu.
  • Kegiatan konstruksi. Konstruksi disini yaitu seperti pertambangan, pembangunan, dan lain sebagainya. Suara bising dari kegiatan ini bersumber dari mesin konstruksi atau pembangunan lainnya. Dimana dalam kegiatannya dapat menghasilkan suara hingga skala 110 dB.
  • Aktivitas malam. Tanpa kita sadari, ternyata bar, restoran, hingga kafe juga dapat menghasilkan suara lebih dari 100 dB. Maka dari itu, usaha-usaha seperti ini perlu memiliki Surat Izin Gangguan untuk memastikan bahwa usaha yang didirikan tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar dan lingkungan, dalam hal ini menimbulkan polusi suara.

Apa Saja Dampak Polusi Suara?

Gangguan pada jantung efek dari polusi suara, Sumber: pulsehvvi.com
Gangguan pada jantung efek dari polusi suara, Sumber: pulsehvvi.com

Terlepas dari apakah kita sadar atau tidak, tapi nyatanya keberadaan polusi suara itu ada. Bahkan pencemaran suara dapat memberikan berbagai dampak negatif bagi kesehatan manusia. Lantas, apa saja dampak dari pencemaran suara?

1. Gangguan Pendengaran

Efek langsung yang bisa dirasakan akibat pencemaran suara adalah gangguan pendengaran. Mendengar suara dengan volume tinggi secara terus-menerus akan merusak dan menghancurkan koklea atau rambut-rambut kecil pada rumah siput di dalam organ telinga. Apabila bagian ini rusak, maka sinyal suara yang dikirimkan ke otak akan semakin sedikit. 

Hal inilah yang secara tidak langsung dapat menyebabkan turunnya fungsi pendengaran bahkan dapat memicu gangguan pendengaran secara permanen (tuli).

2. Menurunnya Daya Tahan Tubuh

Faktanya, suara bising ternyata dapat berpengaruh terhadap kualitas kesehatan secara menyeluruh. Hal ini karena suara bising dapat memicu tubuh untuk menghasilkan hormon stres menjadi lebih banyak. 

Selain dapat meningkatkan tekanan darah dan gula darah, hormon stres juga dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam melawan berbagai penyakit. Akibatnya, daya tahan tubuh akan menurun atau melemah dan tubuh menjadi lebih rentan terkena berbagai infeksi.

3. Gangguan Tidur

Pencemaran suara juga dapat berdampak pada kualitas tidur seseorang. Kita tentunya sudah sering merasakan hal ini, suara bising sangat mengganggu dan membuat kita sulit untuk dapat tidur dengan nyenyak. Bahkan tidak jarang juga, ketika kita sudah mulai tertidur dan mendengar suara, kita pasti akan langsung terbangun. 

Karena sejatinya, ketika tidur kita membutuhkan suasana yang tenang dan sepi dari gangguan suara sekecil apapun itu. Nah, apabila siklus tidur normal kita terganggu dan kita tidak mendapatkan kualitas tidur yang maksimal, maka akan berdampak besar pada mood kita.

Karena kurangnya waktu tidur, dapat merusak suasana hati (mood) yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

4. Memicu Penyakit Jantung

Dilansir dari hellosehat.com, pada sebuah penelitian Internasional Journal of Cardiology (2018) menemukan bahwa mendengar suara bising terlalu sering berkaitan dengan meningkatnya risiko fibrilasi atrium. Fibrilasi atrium sendiri adalah kondisi ketika denyut jantung tidak beraturan dan seringkali berdetak menjadi lebih cepat dari biasanya.

Jika kondisi tersebut hanya dibiarkan saja, maka semakin lama akan dapat meningkatkan risiko gangguan pembekuan atau penggumpalan darah, stroke, bahkan gagal jantung.

5. Menghambat Perkembangan Anak

Dibandingkan dengan orang dewasa, anak-anak memang lebih sensitif terhadap pencemaran suara. Mereka sangat rentan terkena polusi suara yang dapat berpengaruh pada tumbuh kembang serta daya ingatnya. Anak-anak yang sering terkena pencemaran suara, akan sulit untuk berkonsentrasi, sulit membaca, dan lebih lambat dalam proses belajarnya.

Nah, itulah ulasan mengenai polusi suara mulai dari pengertian, penyebab, jenisnya, hingga dampak negatif bagi kesehatan manusia. Semoga ulasan tersebut dapat memberikan tambahan informasi dan manfaat bagi kita untuk lebih menyadari tentang keberadaan pencemaran suara.