Pada konstruksi seperti hunian, bangunan gedung, dan lain sebagainya, salah satu instalasi yang perlu diperhatikan adalah sistem plumbing. Karena hal ini sangat berkaitan erat dengan pendistribusian air bersih yang menjadi komponen penting dalam kehidupan. Lantas, apa sebenarnya sistem plumbing pada gedung?
Mengenal Sistem Plumbing pada Bangunan Gedung
Secara sederhana sistem plumbing adalah serangkaian sistem yang memiliki manfaat untuk mendistribusikan air bersih ke seluruh bangunan gedung. Selain itu, sistem plumbing juga menyediakan saluran khusus sebagai pembuangan air limbah atau air kotor dari bangunan tanpa mencemari lingkungan sekitar.
Sistem plumbing juga dikenal sebagai sistem pemipaan atau jaringan pemipaan. Sesuai namanya, sistem plumbing terdiri dari pipa saluran air, keran, katup, dan lain sebagainya. Selain itu, juga mencakup tangki air dan pompa air yang berfungsi sebagai sarana pemasok air bersih yang konstan.
Dari pengertian tersebut, plumbing menjadi salah satu sistem yang tidak bisa dipisahkan dari setiap bangunan. Apapun jenis bangunannya, baik rumah, rumah sakit, hotel, pusat perbelanjaan, atau gedung bertingkat lainnya. Karena plumbing sangat dibutuhkan untuk memberikan air bersih yang dibutuhkan manusia.
Sistem plumbing pada bangunan gedung juga harus memenuhi standar yang berlaku demi mendapatkan kualitas air bersih. Karena hal ini berkaitan dengan kesehatan penghuni bangunan. Perlu diketahui juga, jika sistem plumbing tidak berfungsi dengan baik, dapat membahayakan penghuni bangunan.
Karena bisa menyebabkan terjadinya kontaminasi pada air, kerusakan pada bangunan, bahkan dapat menyebabkan terjadinya kebakaran. Jadi, pemilik bangunan harus sangat memperhatikan perawatan juga pemeliharaan sistem perpipaan ini guna memastikan keamanan dan kenyamanan penghuni.

Fungsi dan Pentingnya Sistem Plumbing pada Gedung
Sistem plumbing pada bangunan gedung tinggi atau jenis bangunan lain sangat dibutuhkan karena keberadaannya memiliki peranan dan fungsi yang sangat penting. Di antara berbagai fungsi dan pentingnya sistem saluran air untuk bangunan, meliputi:
- Plumbing sebagai pemasok kebutuhan air bersih pada bangunan
- Plumbing menyediakan sistem distribusi air bersih pada bagian-bagian bangunan yang membutuhkan dan menginginkan pasokan air
- Plumbing menyediakan sistem saluran pembuangan air limbah atau air kotor dari aktivitas yang dilakukan dalam bangunan
- Berfungsi sebagai instalasi pencegahan pencemaran lingkungan karena air limbah dari bangunan
- Plumbing dapat mencegah terjadinya kontaminasi atau pencemaran air di dalam bangunan
- Menyediakan sistem ventilasi udara yang dapat mengatur sirkulasi udara pada area pembuangan air limbah
- Berfungsi sebagai sistem pencegahan terhadap terjadinya kebakaran
- Berperan vital dalam mendistribusikan air bersih
- Mampu memberikan kenyamanan yang ekstra bagi penghuni bangunan gedung
Jenis-Jenis Sistem Plumbing
Dalam penerapannya, plumbing tidak hanya di instalasi untuk mendistribusikan air bersih saja. Lebih dari itu, sistem plumbing pada bangunan gedung ini dapat dibedakan menjadi beberapa jenis lainnya. Nah, apa saja jenisnya? Jenis-jenis sistem plumbing meliputi:
1. Plumbing Air Bersih
Instalasi plumbing ini diperuntukkan untuk menyediakan air bersih. Plumbing air bersih akan mendistribusikan dari satu sumber ke beberapa titik dalam bangunan sesuai arah aliran yang dibangun. Nantinya, air bersih yang disalurkan melalui plumbing dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia.
Seperti memasak, mencuci baju dan piring, mandi, menyiram tanaman, dan kebutuhan lainnya. Saat ini terdapat beberapa sistem penyediaan air bersih yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bangunan, yang meliputi:
- Sistem penyediaan air sambungan langsung
- Sistem penyediaan air tangki atap
- Sistem penyediaan air tangki tekan
- Sistem penyediaan air tanpa tangki atau booster system
2. Plumbing Air Hujan
Untuk daerah-daerah dengan curah hujan cukup tinggi, plumbing air hujan ini sangat bermanfaat keberadaannya. Karena dengan instalasi ini dapat membantu mendistribusikan air hujan guna menghindari adanya genangan jika hujan yang turun sangat deras.
Selain itu, sistem plumbing air hujan pada bangunan gedung juga sangat bermanfaat dalam mencegah kerusakan bangunan akibat air hujan.

3. Plumbing Air Bekas
Seperti yang kita tahu, penggunaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari praktis akan menghasilkan air bekas pakai yang harus dibuang. Nah, pembuangan air bekas ini dapat diatur melalui sistem plumbing air bekas.
Tujuannya adalah agar air bekas pakai tersebut tidak mencemari bagian dalam bangunan maupun lingkungan sekitarnya. Contoh air bekas seperti air bekas mandi, cuci baju, cuci piring, dan lain sebagainya.
4. Plumbing Air Kotor
Terakhir plumbing air kotor, apa bedanya air kotor dan air bekas? Jika air bekas adalah air yang telah dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, maka air kotor berupa air limbah bekas buang air. Plumbing air kotor ini sangat bermanfaat untuk mengalirkannya ke arah septic tank agar tidak mencemari lingkungan.
Prinsip Sistem Plumbing pada Bangunan Gedung
Sistem plumbing pada bangunan gedung memiliki beberapa prinsip di samping prinsip dasarnya sebagai pemasok air bersih yang cukup dan aman untuk penghuni bangunan. Beberapa prinsip sistem plumbing tersebut antara lain:
1. Menjaga Kualitas Air
Dalam penerapannya, pipa yang digunakan untuk menyalurkan air harus dipasang dengan baik dan dirawat dengan benar guna mencegah terjadinya kontaminasi terhadap air dan kerusakan pada pipa tersebut.
Karena prinsip sistem plumbing ini harus memastikan bahwa air yang disediakan benar-benar bersih, cukup, dan aman untuk dikonsumsi dan digunakan oleh penghuni bangunan.
2. Menjaga Tekanan Air
Sistem plumbing juga harus memastikan pasokan air yang cukup dan tekanan air yang sesuai untuk semua bagian bangunan yang membutuhkan aliran air. Hal ini bisa dicapai dengan pemasangan pompa air, tangki air, dan katup pengatur tekanan yang sesuai kebutuhan.
3. Mengelola Air Limbah
Selanjutnya, sistem plumbing juga memiliki prinsip dasar untuk mengelola limbah, dalam hal ini adalah limbah air dari dalam bangunan (air limbah bekas pakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun air kotor bekas buang air).
Sistem plumbing juga harus memastikan bahwa air limbah yang berasal dari dalam bangunan dapat dikelola dengan benar serta dibuang secara aman ke sistem pembuangan air publik maupun sistem pengolahan limbah terpisah.
Hal ini bertujuan agar air limbah dari dalam bangunan tidak mencemari dan tidak memberikan dampak negatif bagi lingkungan di sekitarnya.

4. Menerapkan Peraturan dan Standar
Sistem plumbing pada bangunan gedung juga harus menerapkan peraturan serta standar pemerintah setempat terkait kualitas air dan lingkungan. Hal ini mencakup persyaratan pengujian dan maintenance pipa saluran air serta persyaratan bagian dan peralatan plumbing yang digunakan.
5. Menerapkan Desain yang Tepat
Desain dalam hal ini mencakup pemilihan pipa, peralatan pipa saluran air, serta sistem pemanasan air dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti ketersediaan air, tekanan air, dan lingkungan sekitar bangunan.
Demikianlah sekilas tentang sistem plumbing pada bangunan gedung. Dimana sistem air yang baik harus memastikan bahwa air yang dihasilkan bersih, bebas kontaminasi, dan aman digunakan. Karenanya, harus diinstal dengan benar guna mencegah kerusakan dan kebocoran yang dapat berdampak bagi lingkungan.
Berbicara tentang lingkungan, itulah mengapa setiap bangunan industri yang akan didirikan di sekitar pemukiman atau sejenisnya harus mengantongi izin lingkungan. Hal ini bertujuan agar bangunan yang didirikan nantinya tidak akan memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan penduduk sekitar.
Untuk mendapatkan izin lingkungan sebagai syarat mendirikan bangunan industri, bisa sepenuhnya menyerahkan pengurusannya kepada jasa perizinan lingkungan profesional. Karena hanya bersama ahlinya, segala sesuatunya dapat diurus dengan lebih tepat, cepat, dan efektif. Semoga informasi dari kami bermanfaat.