Setiap bangunan pasti membutuhkan tempat pembuangan sampah yang memadai. Pada hunian, tempat sampah berbentuk kotak sering diletakkan di halaman depan atau di dapur. Lantas bagaimana dengan tempat sampah di apartemen atau gedung tinggi lainnya? Untuk yang satu ini, trash chute system adalah jawabannya.
Setiap harinya, manusia menghasilkan limbah atau sampah dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya. Seperti ketika selesai memasak, hunian pasti akan menghasilkan limbah rumah tangga atau jenis sampah-sampah lainnya. Jika sudah begitu, tentunya keberadaan tempat pembuangan sampah sangat dibutuhkan.
Hal tersebut guna memastikan bahwa sampah terbuang dengan baik dan hunian tidak menjadi kotor. Nah, berbeda dengan pembuangan sampah di rumah, di apartemen atau gedung-gedung bertingkat lainnya memiliki sistem khusus untuk pembuangan sampah ini.
Mereka menggunakan trush chute system untuk membuang sampah secara praktis. Sehingga penghuni apartemen atau gedung tidak perlu melakukan effort lebih turun ke lantai dasar hanya sekedar untuk membuang sampah. Sistem pembuangan sampah semacam ini memudahkan pengguna dan pengelola bangunan.
Apa Itu Trash Chute System?

Tapi sebenarnya apa yang dimaksud dengan trash chute system itu sendiri? Bagi mereka yang bekerja atau tinggal di high rise building seperti apartemen, hotel, atau gedung pencakar langit mungkin sudah cukup familiar dengan istilah trash chute ini. Karena penggunaannya sudah diadopsi di gedung-gedung bertingkat.
Secara harfiah trash chute dapat diartikan sebagai parasut sampah atau orang-orang cukup familiar dengan nama saluran sampah. Namun secara lengkap, trash chute adalah saluran pembuangan sampah berbentuk tabung dan dibangun secara vertikal yang biasanya ada pada gedung-gedung tinggi.
Pada dasarnya, trash chute system dibuat dari lantai paling atas sampai ke lantai dasar. Dimana sistem pembuangan ini akan langsung terhubung dengan tempat pembuangan sampah yang berada di lantai dasar, atau tepatnya berada di luar ruangan bangunan tersebut.
Penggunaan trash chute dinilai sangat efektif sebagai tempat pembuangan sampah pada gedung bertingkat tinggi. Karena dapat memudahkan petugas kebersihan dalam mengambil sampah. Pun, penghuni apartemen tidak perlu mengumpulkan sampah sampai bertumpuk-tumpuk yang dapat menimbulkan bau tidak sedap.
Belum lagi, pengguna gedung tidak perlu turun langsung untuk membuang sampah ke lantai dasar, karena melalui trash chute system sampah akan langsung terkumpul di satu tempat khusus. Sehingga lebih efisien waktu dan tenaga untuk mengumpulkan sampah tersebut.
Material untuk Membuat Trash Chute System

Trash chute adalah tempat pembuangan sampah yang terbuat dari material tidak mudah terbakar, seperti PVC, beton, dan stainless steel. Namun, dari beberapa material tersebut yang paling sering dan umum digunakan untuk membuat trash chute adalah stainless steel. Karena materialnya menawarkan berbagai benefit.
Seperti yang kita tahu, stainless steel adalah material yang anti karat, sehingga maintenance pun tidak terlalu kompleks. Lalu, stainless steel juga tidak mudah kotor dengan kandungan krom tinggi yang membuatnya bisa digunakan dalam jangka waktu lama karena tahan lama.
Terakhir, tampilan stainless steel dengan warna abu mengkilapnya dinilai mampu memberikan nilai estetika untuk sebuah bangunan. Jadi, itulah mengapa stainless steel menjadi satu dari beberapa material yang sering dijadikan material utama untuk membuat trash chute.
Komponen-Komponen dan Cara Kerja Trash Chute System

Sebelum membahas bagaimana cara kerja dari trash chute system, kita juga perlu tahu komponen-komponen yang ada di di dalamnya. Karena bagaimanapun, trash chute tidak bisa dibuat secara sembarangan dan harus sesuai standar dan aturan yang berlaku.
- Trash chute harus dibuat dari material yang benar-benar tidak mudah terbakar, seperti PVC, beton, dan stainless steel agar resiko kebakaran pada gedung bisa diminimalisir.
- Ukuran trash chute pada pipa pembuangan setidaknya memiliki diameter sekitar 60 cm sampai 90 cm atau lebih. Dan setiap lantai harus tersedia penampungan sampah sementara.
- Pintu penutup yang ada di setiap lantai harus memiliki ukuran 38 x 46 cm dan dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran, lampu, serta semprotan pembersih di dekatnya.
- Pada bagian atas trash chute harus dilengkapi dengan ventilasi sebagai tempat sirkulasi udara. Agar bau sampah tidak terperangkap pada saluran pembuangan dan mengganggu kenyamanan penghuni.
- Bak penampung beroda harus disediakan pada bagian dasar trash chute untuk membantu memudahkan petugas kebersihan dalam memindahkan tumpukan sampah ke tempat lain.
Cara kerja trash chute sebenarnya cukup sederhana. Setelah sampah dibuang melalui “pintu masuk”, sampah akan ditampung sementara dan dipilah berdasarkan jenis sampahnya. Setelah dipilah, kemudian sampah akan disalurkan melalui pipa pembuangan menuju tempat pembuangan di lantai dasar. Sederhana, bukan?
Aturan Membuang Sampah di Trash Chute System

Meskipun membuang sampah di trash chute sangat efektif dan efisien, namun terdapat beberapa aturan yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Khususnya perihal sampah apa saja yang tidak boleh dibuang di melalui trash chute. Beberapa jenis sampah yang tidak boleh dibuang dalam trash chute, diantaranya:
1. Sampah Mudah Terbakar
Meskipun dibuat dari material stainless steel yang tidak mudah dibakar, tetapi ada baiknya untuk menghindari pembuangan sampah atau barang-barang mudah terbakar dalam trash chute.
Seperti puntung rokok, korek api, dan kaleng aerosol. Karena bagaimanapun, potensi terjadinya kebakaran bisa saja terjadi karena barang-barang tersebut dibuang dalam trash chute.
2. Kotak Kardus Besar
Kotak kardus besar juga sebaiknya dibuang secara langsung ke tempat pembuangan akhir, jangan dibuang melalui trash chute. Karena dengan ukurannya yang besar, dapat mengganggu saluran pembuangan dan dapat menyumbat pipa pembuangannya.
Selain kardus kotak besar, kotak pizza utuh juga tidak disarankan dibuang pada trash chute. Jika ingin membuangnya melalui trash chute, bisa kotak bisa dipotong kecil-kecil terlebih dahulu agar tidak menyumbat pipa pembuangannya.
3. Tanaman Berukuran Besar
Jika pada gedung atau apartemen, Anda memelihara tanaman dengan ukuran cukup besar dan mulai layu, jangan sesekali membuangnya melalui trash chute. Karena lagi dan lagi, dengan ukurannya yang besar dikhawatirkan tanaman tersebut menyumbat pipa pembuangan.
Akan lebih baik, memotongnya menjadi potongan-potongan kecil terlebih dahulu apabila ingin membuangnya melalui trash chute.
4. Barang Menonjol dan Sampah Lepas
Oleh pihak pengelola, biasanya sampah atau barang semacam ini tidak dibolehkan untuk dibuang melalui trash chute. Karena dapat merusak trash chute akibat gesekan dari stainless steel dan barang menonjol tersebut. Pun, sampah lepas dapat mengotori trash chute sehingga perawatan yang dilakukan juga lebih ekstra.
Secara tidak langsung, juga perlu mengeluarkan biaya lebih untuk membersihkan dan memperbaiki trash chute. Barang-barang tersebut diantaranya seperti kaleng, kotak kemasan, dan sisa makanan. Selain beberapa jenis sampah tersebut, sampah popok bekas pakai juga sangat dilarang dibuang melalui trash chute.
Nah, demikianlah ulasan mengenai trash chute system yang banyak dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan pada gedung-gedung bertingkat seperti apartemen, pusat perbelanjaan, sampai gedung perkantoran. Semoga kita tidak lagi penasaran ya bagaimana mereka yang ada di gedung bertingkat membuang sampahnya!
