Untuk mendapatkan hasil yang akurat dalam pemetaan, tentu diperlukan alat surveyor yang dapat menunjang itu semua. Mengapa alat surveyor penting? Karena kita semua tahu bahwa relief permukaan bumi tidaklah rata, maka dari itu untuk dapat menghitung dan mengetahui besarnya sudut dan jarak permukaan bumi kita membutuhkan bantuan dari alat surveyor.
Alat surveyor sendiri merupakan alat yang digunakan untuk pengukuran suatu objek yang dilakukan para surveyor (orang yang melakukan survey) dalam proyek lapangan. Alat ini memiliki banyak manfaat untuk proyek konstruksi seperti pembuatan jalan, pemetaan, geologi, pertambangan, kehutanan, konstruksi bangunan, dan masih banyak lagi.
Alat ukur atau alat survey banyak sekali jenisnya dan untuk menggunakan salah satunya bisa disesuaikan dengan berbagai faktor. Seperti objek yang akan diukur, efisiensi proses pengukuran, serta hasil yang diinginkan.
Berbagai Alat-Alat Surveyor dan Fungsinya
Setidaknya, terdapat berbagai alat surveyor yang bisa digunakan saat melakukan survey. Mulai dari yang sederhana hingga alat ukur yang lebih modern. Di bawah ini adalah beberapa alat-alat surveyor, yakni sebagai berikut:
1. Meteran

Meteran merupakan salah satu nama alat surveyor yang cukup sering kita dengar. Meteran juga dikenal sebagai pita ukur, tape, atau roll meter yang memiliki 2 satuan ukur yaitu satuan inggris (inch, feet, dan yard) dan satuan metrik (mm, cm, dan m). Umumnya, meteran terbuat dari plastik tipis, kain, atau plat besi yang fleksibel dan memiliki ukuran beragam.
Alat ukur yang satu ini berfungsi untuk mengukur panjang atau jarak, mengukur sudut, membuat sudut siku-siku, serta dapat juga digunakan untuk membuat lingkaran. Alat surveyor yang satu ini juga tergolong praktis karena dapat dibawa kemana-kemana dan tidak memakan banyak tempat.
Selain itu, ketika sedang tidak digunakan, alat ukur satu ini dapat disimpan dengan cara digulung atau di roll. Cara menggunakan meteran juga tergolong mudah, karena cukup merentangkannya saja dari satu titik ke titik lainnya pada bidang yang akan diukur.
2. Kompas

Kompas merupakan alat surveyor sederhana yang komponen utamanya adalah jarum dari magnet dan lingkaran berskala. Bagian tengah jarum dipasang sebuah sumbu yang dapat membuat jarum bergerak bebas ke arah horizontal ke utara dan selatan.
Fungsi utama dari kompas yaitu untuk membantu menunjukkan arah mata angin, khususnya arah mata angin utara dan selatan dengan memanfaatkan medan magnet bumi. Selain itu, kompas juga berfungsi untuk melakukan orientasi lapangan atau kegiatan untuk mengenal area yang akan disurvei serta mengetahui pula seberapa luas daerah tersebut.
Cara menggunakan kompas yaitu dengan memegang dan mengatur kompas agar dalam keadaan mendatar, sehingga jarum dapat bergerak dengan bebas. Akan lebih baik jika menggunakan kompas yang memiliki cairan nivo, karena cairan nivo dapat menstabilkan gerakan jarum dan juga alat pembidik atau visir.
3. Klinometer
Salah satu alat surveyor sederhana ini digunakan untuk mengukur sudut elevasi atau sudut kemiringan antara garis datar dan sebuah garis yang menghubungkan sebuah titik pada garis datar tersebut dengan titik puncak (ujung) sebuah objek.
Dalam pengaplikasiannya klinometer digunakan untuk mengukur tinggi atau panjang suatu objek dengan memanfaatkan sudut elevasi atau sudut kemiringan. Atau dengan kata lain, klinometer berfungsi untuk menentukan besar sudut elevasi dalam mengukur tinggi objek secara tidak langsung.
Penggunaan klinometer ini akan lebih efektif jika dilakukan oleh dua orang. Satu orang melakukan pengamatan objek yang diukur dan yang lainnya membaca sedut dan mencatat hasil pengamatan.
4. Waterpass

Secara umum, alat ukur yang satu ini memiliki tiga macam atau jenis, yaitu waterpass manual, waterpass digital, dan waterpass auto level. Meskipun memiliki beberapa jenis, tetapi secara keseluruhan waterpass berfungsi untuk mengukur perbedaan ketinggian dan kemiringan suatu benda atau garis, baik pada posisi vertikal maupun posisi horizontal.
- Waterpass manual. Tipe manual yang terdapat fitur gelembung pada bagian tengahnya sebagai acuan saat proses pengukuran sedang dilakukan. Jika gelembung sudah berada di level datar, maka kedua bidang yang diukur sudah berada di posisi yang sejajar.
- Waterpass digital. Tipe ini memanfaatkan laser untuk menentukan kesejajaran dan ketepatan posisi sebuah objek.
- Waterpass auto level. Waterpass tipe ini memanfaatkan teropong yang dilengkapi dengan nivo dan sumbu mekanis tegak sehingga teropong dapat berputar ke arah horizontal. Untuk hasil yang lebih optimal dan detail, biasanya waterpass auto level menggunakan bantuan dari tripod.
5. Theodolit
Alat surveyor yang satu ini bisa dikatakan sebagai alat paling canggih yang digunakan pada proses survei. Pada dasarnya, alat ini berupa teleskop yang diletakkan pada suatu dasar atau alas berbentuk piringan. Sehingga dapat dengan mudah diputar yang membantunya untuk dapat membidik ke segala arah.
Secara umum, alat survey ini berfungsi untuk menentukan tinggi tanah dengan sudut mendatar dan sudut tegak. Survei dengan menggunakan theodolit dilakukan jika situs yang akan dipetakan luas dan cukup sulit untuk dilakukan pengukuran. Terutama situs tersebut memiliki relief atau perbedaan tinggi yang cukup signifikan.
Karena dengan menggunakan alat ini, keseluruhan kenampakan atau gejala akan dapat dipetakan dengan cepat dan mudah. Dalam pekerjaan yang berhubungan dengan ukur tanah, alat ini sering digunakan untuk pengukuran poligon, pemetaan situasi, dan pengamatan matahari.
Sedangkan pada gedung dan bangunan, theodolit sering digunakan untuk menentukan sudut siku-siku pada perencanaan pondasi dan mengukur ketinggian sebuah bangunan.
6. Total Station
Total station merupakan alat ukur elektronik yang berasal dari pengembangan theodolit. Total station sendiri dirancang untuk mengukur jarak horizontal, sudut dan ketinggian horizontal dan vertikal secara otomatis dalam survey topografi dan pekerjaan geodetik.
Alat surveyor yang satu ini dilengkapi dengan chip memori, sehingga data pengukuran sudut dan jarak dapat disimpan dan dapat ditransfer ke komputer untuk diolah. Fungsi keseluruhan total station ialah untuk menghitung jarak, arah, titik koordinat, dan juga beda tinggi secara elektronis.
Dengan menggunakan alat ini, tingkat akurasi pengukuran cukup tinggi, perhitungan koordinat cepat dan akurat, serta pengumpulan data akan relatif lebih cepat. Sehingga lebih banyak pula pekerjaan yang dapat diselesaikan.
7. Global Positioning System (GPS)

Alat surveyor yang terakhir adalah GPS. GPS atau Global Positioning System adalah sistem yang terdiri atas konstelasi satelit radio navigasi dan segmen kontrol tanah. GPS sendiri berfungsi untuk mengelola operasi satelit dan pengguna dengan penerima khusus menggunakan data satelit untuk memenuhi persyaratan dari posisi.
Untuk hasil yang diberikan GPS berupa gambar permukaan bumi dalam bentuk 3D. GPS tidak hanya dapat digunakan untuk kepentingan militer dan survey pemetaan saja. Namun juga dapat digunakan untuk penelitian geofisika. Sayangnya, alat ini tidak dapat digunakan pada tempat-tempat yang tidak mampu menerima sinyal.
Itulah ulasan mengenai berbagai alat surveyor beserta dengan fungsinya. Karena banyak jenisnya, maka bisa menggunakannya sesuai dengan objek yang diukur, dan lain-lain. Selain alat surveyor yang dijelaskan di atas, terdapat alat pendukung lainnya yang juga membantu menunjang keberhasilan proses pemetaan.
Ya, apalagi jika bukan drone. Drone umumnya dimanfaatkan untuk pemetaan wilayah seperti hutan, jurang, dan berbagai lokasi yang sulit dijangkau. Jika tidak memiliki drone untuk membantu pemetaan di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau, Anda bisa mengandalkan jasa sewa drone yang ada. Dengan begitu, proses pemetaan di lokasi sulit dijangkau dapat dilakukan dengan lebih mudah dan praktis.
Semoga informasinya bermanfaat. Apabila Anda ingin mengetahui berbagai informasi lainnya, Anda bisa langsung mengunjungi website Eticon dan temukan berbagai informasi menarik pilihan Anda.