Apa Itu Ustek Perencanaan Bangunan Gedung? Begini Penjelasannya!

Dokumen ustek sebagai persiapan awal untuk merencanakan bangunan, Sumber: urbanistarchitecture.co.uk

Dokumen ustek atau usulan teknis perencanaan bangunan gedung adalah inti dari berbagai persiapan yang harus dilakukan oleh calon penyedia jasa. Dimana dalam dokumen ini tidak hanya kemampuan dan kompetensi yang akan dievaluasi, tetapi juga menjadi landasan kuat untuk penilaian utama.

Oleh sebab itu, rasanya sangat penting bagi calon penyedia jasa menyusun usulan teknis dengan tepat, cermat, dan teliti. Ustek atau usulan teknis perencanaan bangunan gedung ini mengacu atau berpedoman pada Kerangka Acuan Kerja (KAK).

Dalam proses penyusunan usulan teknis, para calon penyedia jasa harus memastikan bahwa semua aspek yang diminta dalam Kerangka Acuan Kerja tergambar secara jelas dan lengkap. Secara garis besar, usulan teknis berisi hal-hal mendasar dan penting dalam rencana proyek pembangunan.

Mulai dari metode dan pendekatan yang akan diterapkan, alat dan sumber daya, keunggulan dan keistimewaan yang dimiliki calon penyedia jasa, inovasi, tujuan dan tantangan proyek yang mungkin akan dihadapi, hingga rincian tenggat waktu terkait pelaksanaan proyek pembangunan hingga prosesnya selesai.

Jadi secara keseluruhan, usulan teknis ini menjadi gambaran yang detail tentang bagaimana calon penyedia jasa berencana memenuhi kebutuhan yang dituangkan dalam sebuah dokumen usulan. Oleh sebab itu, penyusunannya membutuhkan ketelitian guna memastikan bahwa usulan tersebut memenuhi persyaratan teknis.

Usulan teknis perencanaan bangunan gedung yang harus diusulkan oleh calon penyedia jasa, Sumber: ppvs.uk
Usulan teknis perencanaan bangunan gedung yang harus diusulkan oleh calon penyedia jasa, Sumber: ppvs.uk

Bagaimana Uraian Ustek Perencanaan Bangunan Gedung?

Dalam ustek atau usulan teknis perencanaan bangunan gedung, terdapat beberapa poin yang perlu diperhatikan. Karena bagaimanapun, setiap point-point di dalamnya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kelancaran setiap proses proyek konstruksi bangunan.

Diantara berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan atau kerangka usulan teknis perencanaan bangunan gedung sebagai berikut: 

1. Pendahuluan/ Latar Belakang

Dalam penulisan atau proposal apapun, pendahuluan adalah salah satu bagian terpenting yang harus ada. Tak terkecuali pada ustek untuk perencanaan bangunan gedung ini. Karena pendahuluan pada usulan teknis memberikan background atau latar belakang proyek kepada pihak/ pemilik proyek itu sendiri.

Biasanya, informasi pada pendahuluan ini diambil dari Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term of Reference (TOR). Kerangka Acuan Kerja sendiri adalah sebuah dokumen yang didalamnya berisi penjelasan tentang landasan, tujuan, serta struktur proyek yang akan segera dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu.

Kerangka Acuan Kerja ini juga berisi perjanjian waktu, jadwal pertemuan, serta negosiasi dengan pihak yang terkait dalam proyek konstruksi. Atau dengan kata lain, Kerangka Acuan Kerja ini adalah sebuah panduan atau pedoman yang dipakai dalam pelaksanaan sebuah proyek konstruksi.

Pada bagian pendahuluan menjadi penting untuk usulan teknis karena akan dijelaskan secara rinci mengenai tujuan proyek, latar belakang proyek dilakukan untuk apa, hingga tantangan yang mungkin terjadi dan ingin dipecahkan.

2. Pengalaman Kerja Perusahaan

Bagian ini menyoroti dan fokus pada informasi tentang jati diri perusahaan dan pengalaman kerja sebuah perusahaan yang relevan dengan proyek-proyek sebelumnya. Hal ini mencakup profil perusahaan, keahlian yang dimiliki setiap anggota timnya, hingga berbagai proyek terkait yang telah terselesaikan dengan lancar.

Pada bagian pengalaman kerja perusahaan juga menjadi penting karena mampu memberikan pandangan atau point of view dan penilaian terhadap kemampuan sebuah perusahaan dalam menangani proyek sejenis dengan proyek yang diusulkan.

3. Tanggapan Terhadap KAK

Tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja disusun oleh tim tenaga ahli yang diusulkan berdasarkan pengalaman yang telah dilakukan dalam menangani pekerjaan serupa. Pada bab ini, konsultan akan memberikan tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah disediakan oleh pemilik proyek.

Tanggapan ini sendiri mencakup analisis mendalam tentang Kerangka Acuan Kerja tentu saja, menyamakan pemahaman konsultan dengan kebutuhan proyek, sampai pada memberikan penjelasan tentang metode atau pendekatan apa yang akan diambil untuk menjalankan proyek konstruksi.

Tanggapan ini juga mencakup rekomendasi perubahan atau penyesuaian terhadap Kerangka Acuan Kerja yang diusulkan jika hal tersebut dibutuhkan. Sehingga dengan begitu pekerjaan dapat ditindaklanjuti dan dilaksanakan dengan tepat mutu, tepat waktu, efektif, efisien, dan tetap sasaran.

4. Apresiasi dan Inovasi

Bagian pada ustek atau usulan teknis perencanaan bangunan gedung selanjutnya adalah apresiasi dan inovasi. Pada bagian ini, konsultan menawarkan apresiasi atau penghargaan dan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengerjaan proyek pembangunan gedung.

Apresiasi dan inovasi disini termasuk dengan usulan yang lebih baik dari apa yang diharapkan oleh pemilik proyek. Inovasi dapat berupa ide-ide, gagasan orisinal yang fresh, pemanfaatan teknologi terkini, ataupun metode yang lebih efektif untuk menjalankan proyek konstruksi yang diusulkan.

Usulan teknis harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK), Sumber: sjshire.wa.gov.au
Usulan teknis harus sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK), Sumber: sjshire.wa.gov.au

5. Pendekatan dan Metodologi

Bagian pada ustek (usulan teknis) perencanaan bangunan gedung ini merinci tentang pendekatan-pendekatan terhadap aspek terkait, khususnya dalam hal penyelesaian pelaksanaan pekerjaan akhir. Di samping itu, metodologi yang nantinya akan diterapkan juga dijelaskan secara rinci pada bagian satu ini. 

Pendekatan pada usulan teknis kali ini mencakup alur kerja, berbagai proses yang akan dilakukan, hingga langkah-langkah yang nantinya akan diambil untuk mencapai tujuan proyek pembangunan itu sendiri. Untuk mempermudah pemahaman, penggunaan bahasa gambar sangat disarankan dalam hal ini.

Dan untuk mempercepat proses pelaksanaan perencanaan ini, konsultan akan memanfaatkan kemajuan teknologi agar proses penyusunan perencanaan pekerjaan serta pelaporan kegiatan dapat dicapai dengan cepat dan akurat.

6. Rencana Kerja

Rencana kerja dalam ustek (usulan teknis) perencanaan bangunan gedung berisi tentang rincian atau detail jadwal pelaksanaan proyek pembangunan. Juga lengkap dengan struktur organisasi tenaga ahli yang akan ikut terlibat di dalam proyek pembangunan.

Jadwal dalam hal ini mencakup waktu yang dibutuhkan untuk setiap tahapan proyek, penugasan jobdesk kepada anggota tim yang terlibat, serta alokasi sumber daya yang dibutuhkan dalam proyek pembangunan yang akan dilakukan.

Di samping itu, bagian rencana kerja pada usulan teknis juga menjelaskan tentang bagaimana komunikasi dan koordinasi antar tim yang akan dilakukan selama proyek berlangsung. Karena bagaimanapun, komunikasi dan koordinasi yang baik selama proyek berlangsung dapat berpengaruh terhadap kelancaran dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Langkah-Langkah Membuat Usulan Teknis Perencanaan Bangunan

Dalam pembuatan ustek perencanaan bangunan gedung terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan. Diantara beberapa langkah tersebut sebagai berikut: 

1. Identifikasi Kebutuhan dan Tujuan

Sesuai dengan namanya, pada bagian ini langkah yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi kebutuhan dan tujuan. Dalam hal ini, menentukan tujuan dari dibuatnya sebuah bangunan yang direncanakan. 

Apakah bangunan akan dijadikan sebagai bagunan komersial, residensial, pemerintahan, atau jenis bangunan lainnya. Lalu, identifikasi kebutuhan ruang, fasilitas, hingga infrastruktur yang harus ada di dalam bangunan tersebut.

2. Konsultasi dengan Pihak Terkait

Kemudian, juga perlu mendiskusikan dan mengkonsultasikan rencana bangunan dengan pihak-pihak yang terkait dalam proyek pembangunan. Seperti pemilik lahan, arsitek, insinyur struktur, dan pakar lainnya. Langkah diskusi ini dibutuhkan guna mendapatkan saran dan masukan dari mereka yang ahli di bidangnya.

3. Penyusunan Konsep Desain

Pada langkah ustek perencanaan bangunan gedung ini, tenaga ahli yang dalam hal ini adalah arsitektur akan membuat konsep desain awal bangunan. Konsep desain awal ini mencakup tata letak umum, ukuran, bentuk, dan karakteristik estetika bangunan yang akan dibuat.

4. Analisis Kelayakan

Analisis kelayakan bangunan juga dibutuhkan dalam hal ini. Karena langkah tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa rencana telah memenuhi persyaratan teknis dan regulasi yang sudah ditentukan. Analisis kelayakan sendiri mencakup analisis struktural, analisis keamanan, analisis kebakaran, analisis lingkungan, dan analisis lain yang relevan.

Dokumen ustek sebagai persiapan awal untuk merencanakan bangunan, Sumber: urbanistarchitecture.co.uk
Dokumen ustek sebagai persiapan awal untuk merencanakan bangunan, Sumber: urbanistarchitecture.co.uk

5. Perizinan

Perizinan juga menjadi langkah yang tidak kalah penting. Dalam hal ini yaitu mendapatkan perizinan dan juga izin yang dibutuhkan dari otoritas lokal sebelum memulai proyek konstruksi. Izin dalam hal ini termasuk perizinan bangunan, perizinan lingkungan, dan izin lain yang diperlukan.

6. Rancangan Teknik

Rancangan teknik harus dibuat dengan sangat jelas dan rinci. Dalam hal ini rancangan teknik yang dibuat termasuk gambar teknik/ Detail Engineering Design (DED), spesifikasi material, dan rincian konstruksi lainnya. Pastikan juga bahwa desain yang dibuat memenuhi standar teknis yang relevan dan memiliki ketahanan yang memadai.

7. Pemilihan Material

Langkah terakhir adalah pemilihan material konstruksi. Pemilihan material konstruksi ini harus sesuai dengan kebutuhan dari bangunan dan lingkungan sekitar. Dalam memilihnya, pertimbangkan faktor-faktor seperti kekuatan, ketahanan terhadap cuaca, efisiensi, dan keberlanjutan material.

Kesimpulan

Itu dia penjelasan tentang Ustek atau usulan teknis perencanaan bangunan gedung yang dibutuhkan guna mempermudah proyek bangunan yang akan dilakukan. Ketika sudah melalui usulan teknis, proyek berjalan dengan lancar sesuai keinginan, dan bangunan telah berdiri maka harus dilengkapi dengan perizinan bangunan yang lengkap.

Karena bagaimanapun perizinan adalah hal penting bagi setiap bangunan yang akan didirikan maupun sudah berdiri. Salah satu perizinan yang wajib dimiliki oleh bangunan yang sudah berdiri dengan sempurna adalah Sertifikat Laik Fungsi atau kita juga mengenalnya sebagai SLF.

Sertifikat Laik Fungsi (SLF) adalah dokumen perizinan yang wajib dimiliki oleh bangunan yang sudah berdiri sebelum dioperasionalkan sebagaimana tujuan utamanya. Dimana untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi, jasa konsultan SLF profesional sangat dibutuhkan dalam hal ini. 

Mengingat Sertifikat Laik Fungsi hanya bisa diterbitkan oleh mereka yang ahli dan perlu melalui uji kelaikan fungsi sebelum benar-benar mendapatkan SLF. Sehingga hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki background yang relevan dengan penerbitan SLF. Semoga informasi dari kami bermanfaat.

Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Mitigasi Struktural pada Bangunan

Pembangunan infrastruktur bangunan sebagai upaya mengurangi dampak bencana alam, Sumber: dw.com

Sebagian dari kita tentu sudah tidak asing dengan istilah mitigasi yang akrab kaitannya dengan bencana alam, ya? Nah, mitigasi sendiri terbagi menjadi dua kategori yaitu mitigasi struktural dan mitigasi non struktural. Tapi, pada kesempatan kali ini kami akan mengulas sedikit tentang mitigasi struktural yang berfungsi untuk mencegah dampak buruk dari bencana alam.

Mitigasi sendiri merujuk pada serangkaian upaya, tindakan, atau langkah yang diambil untuk mengurangi dan mencegah dampak dari terjadinya bencana alam. Kita tahu bahwa Indonesia merupakan negara yang rawan terjadi bencana alam, seperti gempa bumi, bencana tsunami, gunung meletus, dan lain sebagainya. 

Oleh sebab itu, mitigasi rasanya menjadi sangat penting untuk meminimalkan resiko dan kerugian yang timbul akibat bencana tersebut. Mitigasi sebagai upaya preventif tidak hanya berfokus pada respon setelah terjadi bencana alam saja. Namun juga fokus pada pencegahan sebelumnya dan perencanaan yang tepat.

Melalui mitigasi yang terstruktur pastinya menjadi angin segar dan sebuah harapan agar ketika terjadi bencana alam kerugian yang dirasakan tidak terlalu besar. Baik kerugian untuk manusia, kerusakan lingkungan, hingga kerugian yang berdampak pada sektor ekonomi.

Mitigasi struktural sebagai upaya mencegah bencana dengan fokus pada penggunaan infrastruktur fisik dan teknologi, Sumber: downtoearth.org.in
Mitigasi struktural sebagai upaya mencegah bencana dengan fokus pada penggunaan infrastruktur fisik dan teknologi, Sumber: downtoearth.org.in

Apa Itu Mitigasi Struktural?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa terdapat dua kategori mitigasi yang ada yaitu mitigasi struktural dan mitigasi non struktur. Namun pada kesempatan kali ini, kami akan lebih fokus pada pembahasan mengenai mitigasi struktural saja.

Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah yang dimaksud dengan mitigasi struktural itu? Mitigasi struktural sendiri adalah sebuah upaya untuk mengurangi resiko dan kerugian akibat bencana alam yang berfokus pada penggunaan infrastruktur fisik dalam hal ini adalah melalui bangunan dan juga teknologi.

Melalui mitigasi jenis ini, berbagai sarana fisik sengaja dibangun maupun ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi yang kian canggih dan sesuai. Sehingga dari kombinasi keduanya ini dapat meningkatkan ketahanan terhadap bencana alam yang bisa terjadi kapan pun.

Bangunan tersebut adalah bangunan yang telah memenuhi standar persyaratan yang berlaku sehingga tetap dapat bertahan meskipun terkena bencana sekalipun. Bangunan yang dirancang dan dibangunan dalam hal ini tentu dengan prinsip tahan terhadap bencana dan memiliki struktur yang lebih kuat.

Dirancang sedemikian rupa agar bisa bertahan atau minimal mengalami kerusakan yang dapat dikendalikan ketika sebuah bencana terjadi. Sehingga dengan begitu, resiko kerusakan alam, kerugian materiil, bahkan adanya korban jiwa dapat diminimalkan.

Pembangunan yang terjadi dalam hal ini perlu memperhitungkan karakteristik dari berbagai jenis bencana yang ada. Dimana mencakup penggunaan material konstruksi yang sesuai hingga penggunaan teknologi yang pas. Dengan mengadopsi mitigasi struktural secara efektif harapannya dampak buruk dari terjadinya bencana alam dapat dikurangi secara signifikan.

Sehingga masyarakat di sekitarnya dan infrastruktur yang ada menjadi lebih aman dan terlindungi. Karena mengingat Indonesia adalah negara yang rawan terjadi bencana alam yang mungkin sewaktu-waktu dapat terjadi tanpa bisa diprediksi kapan datangnya.

Pembangunan infrastruktur bangunan sebagai upaya mengurangi dampak bencana alam, Sumber: dw.com
Pembangunan infrastruktur bangunan sebagai upaya mengurangi dampak bencana alam, Sumber: dw.com

Apa Saja Contoh Mitigasi Struktural?

Mengingat jenis mitigasi satu ini tidak jauh-jauh dari rekayasa bangunan, praktis contoh konkret yang ada di sekitar kita pun tidak jauh dari pembangunan sebuah bangunan untuk mencegah bencana alam yang bisa terjadi kapanpun dan dimanapun.

Lagi, tentu bangunan yang dibuat juga sesuai dengan bencana apa yang sering terjadi di tempat tertentu. Lantas, apa sajakah contoh dari mitigasi struktural itu sendiri? 

  • Membangun struktur bangunan yang tahan panas dan juga bangunan tahan gempa.
  • Membuat bangunan anti dan tahan gempa yang disebut sebagai Early Warning System yang juga bermanfaat untuk memprediksi terjadinya gelombang tsunami.
  • Mendesain bangunan dengan bentuk atap runcing yang berfungsi untuk mencegah atau menghindari endapan abu vulkanik ketika terjadi erupsi gunung berapi.
  • Membuat waduk sebagai sarana untuk mencegah terjadinya banjir yang berpotensi meluap ke pemukiman.
  • Membangun barak pengungsian permanen yang dapat menampung semua korban bencana alam.
  • Membuat jalur evakuasi di gedung perkantoran maupun tempat-tempat umum sebagai upaya untuk penyelamatan agar lebih efektif dan efisien.
  • Menyiapkan transportasi yang digunakan untuk proses evakuasi.
  • Membangun dam yang berfungsi untuk menahan lahar dingin dan lahar panas akibat letusan gunung berapi yang terjadi.
  • Membangun tanggul untuk menahan tsunami di daerah-daerah pesisir laut.
  • Membangun tanggul di sepanjang sungai untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi akibat bencana banjir.
  • Pembangunan tanggul laut raksasa di Jakarta yang bertujuan untuk mencegah luapan air laut yang dapat merusak infrastruktur dan rumah penduduk sekitar laut.
  • Pembangunan taman kota dan lahan hijau di berbagai kota di Indonesia sebagai upaya untuk mengurangi resiko banjir dan perbaikan drainase di perkotaan.
Membuat jalur evakuasi juga termasuk dalam mitigasi struktural, Sumber: disasterplus247.com
Membuat jalur evakuasi juga termasuk dalam mitigasi struktural, Sumber: disasterplus247.com

Demikianlah informasi seputar mitigasi struktural yang secara garis besar merupakan langkah preventif untuk mengurangi dampak bencana alam dengan rekayasa teknis bangunan dan pemanfaatan teknologi. Tetapi tetap saja bangunan yang dibangun atas dasar tersebut harus mengantongi sejumlah perizinan bangunan. 

Salah satu jenis perizinan bangunan yang sangatlah penting untuk menunjang kenyamanan dan keamanan bangunan adalah perizinan SLF atau Sertifikat Laik Fungsi. SLF sendiri adalah perizinan yang diterbitkan pemerintah daerah setempat untuk menunjukkan bahwa bangunan layak dioperasionalkan sesuai tujuan awal bangunan dibuat.

Untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi, kehadiran jasa konsultan SLF begitu dibutuhkan perannya. Karena mengingat penerbitan SLF ini tidak bisa dilakukan oleh orang sembarangan. Tetapi harus mereka yang memiliki background terkait yang dibutuhkan untuk proses penerbitan. Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat!

Mengenal Apa Itu Struktur Shear Wall yang Ada pada Konstruksi Bangunan

Shear wall untuk menstabilkan dan meredam getaran gempa pada bangunan, Sumber: structuremag.org

Dalam dunia konstruksi kadang kala memang banyak istilah yang cukup awam. Seperti halnya istilah shear wall yang mungkin masih terdengar begitu asing bagi sebagian besar orang yang tidak familiar dengan dunia konstruksi. Tapi itu bukan masalah, melalui artikel ini kami akan mengajak Anda untuk mengenal tentang apa itu struktur shear wall yang banyak diterapkan pada bangunan.

Apa Itu Struktur Shear Wall?

Shear wall atau biasa juga disebut sebagai dinding geser adalah struktur dari bagian konstruksi bangunan yang terbuat dari beton bertulang berbentuk slab yang pemasangannya dilakukan secara vertikal. Shear wall yang membentuk beton bertulang ini dirancang agar dapat menahan beban atau gaya lateral (beban arah horizontal). 

Dimana beban ini dapat disebabkan adanya guncangan dari gempa bumi maupun hembusan angin kencang. Struktur shear wall sendiri umumnya diaplikasikan pada gedung-gedung bertingkat tinggi seperti pusat perbelanjaan, hotel, hingga gedung perkantoran.

Shear wall banyak dipakai pada gedung bertingkat karena semakin tinggi bangunan tersebut maka akan semakin besar pula gaya geser dari angin atau gempa yang bekerja pada bangunan tersebut. Pemasangan shear wall pada sebuah bangunan dapat ditempatkan di beberapa titik seperti pada dinding terluar bangunan maupun dinding dalam seperti pada dinding tangga atau lift.

Pemasangan ini juga tergantung dari beberapa faktor penting seperti tinggi bangunan, kesimetrisan bangunan, hingga bentuk bangunan. Cara kerja shear wall juga cukup sederhana, dimana ketika terdapat getaran dari gempa bumi atau hembusan angin maka getaran tersebut akan langsung diserap oleh shear well ini. 

Sehingga bangunan tersebut tetap berdiri dengan kokoh seperti sebelumnya. Sistem struktur shear wall memiliki tingkat kekakuan yang lebih tinggi dibanding dengan rangka biasa. Hal inilah yang memungkinkan shear wall lebih dapat menahan beban arah horizontal yang lebih besar. 

Struktur shear wall pada konstruksi bangunan, Sumber: forconstructionpros.com
Struktur shear wall pada konstruksi bangunan, Sumber: forconstructionpros.com

Jenis-Jenis Struktur Shear Wall

Berbagai sistem struktur shear wall yang dulunya hanya menggunakan material beton kini sudah jauh berkembang dan bervariasi. Salah satu yang banyak diminati adalah shear wall yang terbuat dari pelat baja. Pun, dengan jenis shear wall yang diklasifikasikan kedalam beberapa jenis dan umumnya paling sering digunakan.

1. Free Standing Shear Wall

Free standing shear wall adalah jenis dinding geser yang dibuat tanpa dilengkapi dengan lubang-lubang atau dengan kata lain dinding geser ini memiliki permukaan yang padat tidak berongga. Dengan desain yang seperti ini memungkinkan free standing shear wall memberikan pengaruh yang penting terhadap kekuatan dan kekakuan dari struktur gedung yang bersangkutan.

Free standing shear wall dapat bersifat daktail (dapat melendut secara maksimal tanpa mengurangi kekuatannya) dan dapat bersifat daktilitas terbatas. Jenis struktur shear wall satu ini sangat ideal diaplikasikan pada daerah yang rawan gempa. Khususnya menggunakan dinding detail yang mampu melendut ketika terdapat guncangan dari gempa bumi.

2. Opening Shear Wall

Jika freestanding shear wall dibuat padat berongga, maka lain halnya dengan opening shear wall yang dibuat dengan rongga-rongga kecil pada permukaannya. Lubang atau rongga pada opening shear wall umumnya ditempatkan pada titik tertentu yang tidak akan mempengaruhi kekuatan dinding.

Rongga tersebut juga dibuat sebagai sarana untuk meloloskan kabel dan pipa atau untuk memasang pintu dan jendela. Tapi satu hal yang perlu diingat, pemasangan rongga pada opening shear wall harus diperhitungan dengan tepat agar tidak mempengaruhi kekuatan dinding pada bangunan yang bersangkutan.

3. Coupled Shear Wall

Satu lagi jenis shear wall yaitu coupled shear wall yang terdiri dari dua dinding kantilever. Sehingga memiliki kemampuan untuk membentuk mekanisme peletakan lentur alasnya dengan baik. Masing-masing dinding geser tersebut akan saling dirangkaian dengan balok yang tentunya memiliki kekuatan dan kekakuan.

Atau sederhananya, coupled shear wall ini adalah jenis dinding geser ganda yang terhubung dengan balok dan kolom. Dimana keduanya akan bekerja sama untuk menopang bangunan dan mengurangi pergeseran akibat guncangan gempa bumi maupun hembusan angin kencang.

Shear wall yang sudah berkembang dengan berbagai variasinya, Sumber: structuralguide.com
Shear wall yang sudah berkembang dengan berbagai variasinya, Sumber: structuralguide.com

Apa Saja Fungsi dari Struktur Shear Wall?

Diaplikasikannya shear wall untuk sebuah bangunan tentu bukan tanpa alasan pasti. Karena bagaimanapun struktur shear wall memiliki berbagai fungsi yang dapat memberikan keuntungan untuk bangunan itu sendiri. Nah, apa saja fungsi dari diaplikasikannya shear wall untuk sebuah bangunan gedung bertingkat?

1. Memperkokoh dan Memperkuat Bangunan

Jika dilihat sekilas mungkin banyak orang beranggapan bahwa diaplikasikannya shear wall hanya digunakan untuk membagi atau menyekat ruangan saja. Lebih dari itu, dengan struktur dinding beton bertulang kehadiran shear wall ini sangatlah penting. 

Karena berfungsi untuk memperkuat dan memperkokoh struktur bangunan yang memikul gaya beban yang bekerja pada kolom maupun balok di sekitar shear wall. Hal ini praktis juga membuat bangunan semakin kokoh dan stabil.

2. Meredam Guncangan Gempa Bumi

Gempa bumi adalah salah satu bencana yang kerap kali terjadi dan tanpa bisa diprediksi. Datangnya gempa seringkali menyebabkan terjadinya bangunan retak bahkan sampai ambruk akibat guncangan gempa bumi yang menggeser struktur berulang-ulang secara ekstrem.

Inilah mengapa kehadiran struktur shear sangat dibutuhkan, apalagi pada bangunan-bangunan tinggi dengan banyak lantai atau tingkat. Karena seperti yang sudah disinggung sebelumnya adanya shear wall mampu mengurangi kerusakan dengan meredam atau menyerap efek dari guncangan gempa bumi terhadap struktur bangunan.

3. Meningkatkan Gaya Beban Pikul Gedung

Fungsi selanjutnya dari struktur shear wall adalah mampu meningkatkan gaya beban pikul sebuah bangunan gedung. Dengan mengaplikasikan dinding geser, praktis kemampuan lantai beton di atasnya untuk menahan beban akan semakin besar dibandingkan dengan yang tidak mengaplikasikan shear wall pada bangunan mereka.

Itu artinya kekuatan lantai dapat meningkatkan dinding untuk menahan beban pikul pada bangunan gedung. Dan perlu diingat bahwa kekuatan lantai akan berbanding lurus dengan ketebalan shear wall itu sendiri.

4. Mengurangi Biaya Pemeliharaan Bangunan

Jika terjadi gempa bumi dengan kekuatan sedang maupun dahsyat akan ada saja bangunan yang mengalami kerusakan dari kejadian tersebut. Bayangkan berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk memperbaiki dan merawat kerusakan tersebut. Karena alasan itulah, shear wall diaplikasikan pada gedung. 

Karena dari kemampuannya untuk meredam guncangan gempa bumi dapat mengurangi kerusakan yang terjadi pada bangunan tersebut. Semakin kuat gedung yang mengaplikasikan shear wall di dalamnya, maka otomatis kerusakan-kerusakan yang muncul akibat guncangan gempa bumi dapat diminimalisir.

Sehingga hal tersebut juga akan berpengaruh pada berkurangnya atau hematnya biaya perawatan yang seharusnya dikeluarkan apabila gedung mengalami kerusakan yang cukup parah karena tidak menggunakan struktur shear wall.

Shear wall untuk menstabilkan dan meredam getaran gempa pada bangunan, Sumber: structuremag.org
Shear wall untuk menstabilkan dan meredam getaran gempa pada bangunan, Sumber: structuremag.org

Nah, itu dia sekilas tentang struktur shear wall yang banyak diaplikasikan pada sebuah bangunan. Struktur satu ini tentu akan sangat membantu dan berdampak positif bagi bangunan-bangunan di Indonesia mengingat Indonesia adalah negara yang rawan terjadi gempa bumi.

Namun apapun jenis struktur yang diaplikasikan dalam sebuah bangunan, tetap saja semuanya perlu melewati kajian teknis secara menyeluruh. Tim ahli bangunan gedung sebagai penyelenggara juga memiliki peran dalam hal ini.

Karena pengajian teknis yang dilakukan oleh tim ahli bangunan gedung ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap struktur yang didirikan sesuai dengan ketentuan dan standar yang telah ditetapkan. Dengan begitu, bangunan juga aman dan nyaman digunakan. Semoga informasi dari kami bermanfaat.

7 Jenis Semen yang Digunakan untuk Mengokohkan Struktur Bangunan

Semen memiliki jenis dan fungsinya masing-masing, Sumber: permutrade.com

Semen adalah salah satu bahan yang sangat penting dalam proses konstruksi bangunan. Karena berfungsi sebagai pembentuk konstruksi atau perekat antara satu material dengan material lainnya. Tanpa semen dalam proses konstruksi, bangunan tidak akan berdiri dengan kokoh dan dapat dengan mudah mengalami kerobohan.

Ya, semen dapat dikatakan memiliki fungsi yang begitu vital. Karena material satu ini umumnya banyak digunakan untuk membuat dinding, beton, dan bagian bangunan lainnya. Bayangkan jika struktur bangunan dibuat tanpa semen sebagai perekat tentu tidak akan merekat sempurna dan berpotensi ambruk.

Berbicara tentang semen, sebagian dari kita yang tidak begitu mengenal dunia konstruksi mungkin menganggap semua jenis semen sama. Padahal faktanya tidak seperti itu. Perlu diketahui, semen sebagai salah satu bahan konstruksi memiliki berbagai jenis dengan memiliki fungsi masing-masing dalam penggunaannya.

Jenis-Jenis Semen yang Sering Digunakan pada Bangunan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, semen bangunan sendiri memiliki beberapa jenis dengan fungsinya masing-masing. Dimana untuk memilih jenis semen yang tepat harus disesuaikan dengan berbagai faktor.

Seperti jenis bangunannya, apakah akan dibuat menjadi bangunan tahan gempa atau jenis bangunan lainnya. Kemudian memperhatikan daya tahan dan kekuatan yang dibutuhkan, hingga faktor lingkungan juga turut andil dalam pemilihan jenis semen.

Karena alasan itulah, sebelum memilih semen Anda perlu mengenali beragam spesifikasi semen yang berbeda beserta fungsinya yang umumnya digunakan untuk mengokohkan struktur bangunan. Diantaranya sebagai berikut: 

Jenis semen bangunan yang digunakan untuk mengokohkan struktur bangunan, Sumber: gharpedia.com
Jenis semen bangunan yang digunakan untuk mengokohkan struktur bangunan, Sumber: gharpedia.com

1. Ordinary Portland Cement/ Semen Biasa (OPC)

Pertama ada jenis semen yang umum digunakan dan tersebar di berbagai penjuru dunia untuk proyek konstruksi bangunan yaitu ordinary portland cement (OPC) atau semen biasa. Semen biasa ini umumnya dimanfaatkan untuk pembuatan beton dan mortar yang bermanfaat sebagai penyusun batu bata. 

Pun, dimanfaatkan juga sebagai plester yang biasanya digunakan untuk memoles dinding agar menjadi rapi. Satu hal yang menjadikan jenis semen bangunan ini unik adalah meskipun seluruh dunia memproduksi jenis semen ini tetapi semen yang dihasilkan tetap memiliki susunan karakter yang sama.

Semen biasa atau ordinary portland cement sendiri memiliki beberapa spesifikasi dari tipe I hingga tipe V yang bisa digunakan untuk beberapa hal masing-masing sesuai karakteristik semennya.

2. Semen Portland Komposit

Jenis semen satu ini terbuat dari kombinasi tanah liat, batu kapur, dan juga gypsum. Semen portland komposit sangat cocok diaplikasikan dalam konstruksi dengan tingkat tinggi karena memiliki daya rekat yang baik. Sehingga mampu menahan beban berat dari bangunan itu sendiri.

Di samping itu, semen jenis ini juga memiliki kandungan bahan tambahan yang lebih tahan terhadap air dan beban berat. Karena daya rekatnya yang kuat, semen portland komposit seringkali digunakan dalam proyek konstruksi seperti jembatan, terowongan, pembangunan gedung, hingga pabrik. 

Karena jenis semen ini mampu menahan goncangan gempa dan deformasi struktur. Jadi rasanya tidak heran apabila semen portland komposit sering dimanfaatkan dalam proyek konstruksi besar yang membutuhkan penopang dengan kekuatan dan daya tahan yang tinggi agar bangunan yang dibuat tidak mudah roboh dan ambruk.

3. Semen Portland Pozzolan

Jenis semen lainnya yang sering digunakan untuk mengokohkan bangunan adalah jenis semen portland pozzolan. Semen bangunan satu ini terbuat dari campuran bahan tanah liat, batu kapur, dan fly ash. Fly ash sendiri adalah sisa dari pembakaran batu bara yang umumnya dihasilkan oleh pabrik.

Kekuatan dari semen portland pozzolan juga dapat diatur dengan mengatur kandungan bahan campuran tambahannya. Jenis semen portland pozzolan sendiri juga memiliki daya rekat dan kekuatan yang tidak kalah tinggi. Sehingga seringkali dibutuhkan untuk membuat struktur bangunan terowongan hingga bendungan. 

Dengan kemampuan dan kekuatannya, semen portland pozzolan juga sering dijadikan pilihan utama untuk proyek-proyek besar yang membutuhkan penopang berdaya tahan tinggi dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang berat. Seperti gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan lain sebagainya.

Semen sebagai perekat material lain agar merekat sempurna, Sumber: theghanareport.com
Semen sebagai perekat material lain agar merekat sempurna, Sumber: theghanareport.com

4. High Alumina Cement

Semen alumina adalah jenis semen bangunan yang terbuat dari lelehan bauksit dan kapur yang dilelehkan secara bersama kemudian digiling menggunakan klinker. Jenis semen ini memiliki kemampuan yang cepat mengeras dibanding jenis semen lainnya.

Semen alumina juga memiliki kekuatan tekan yang sangat tinggi dan lebih fleksibel untuk diaplikasikan. Karena kemampuannya tersebut, seringkali semen alumina diaplikasikan pada proyek konstruksi yang dibangun pada kondisi lingkungan yang cukup ekstrim.

Seperti halnya dibuat untuk bangunan dimana semen tersebut terkena cuaca ekstrim seperti suhu yang tinggi hingga embun beku. Jadi, jika Anda ingin membuat semua bangunan di tempat yang dingin atau panas berlebih, high alumina cement adalah pilihan yang pas dan tepat.

5. Semen Batu Kapur Portland (PLC)

Apabila menginginkan material semen bangunan yang ramah lingkungan, maka semen batu kapur portland atau PLC adalah solusi yang tepat. Jenis semen ini terbuat dari kombinasi semen portland dan batu kapur dalam rasio 5 persen hingga 15 persen.

Karena terbuat dari portland, praktis semen batu kapur portland memiliki sifat yang mirip dengan semen portland biasa yang umumnya digunakan dalam proyek konstruksi.

Hanya saja yang membuatnya berbeda adalah jenis semen batu kapur portland memiliki emisi gas rumah kaca dengan rasio 10 persen lebih rendah dibandingkan portland biasa. Sehingga dengan fakta tersebut, semen jenis ini lebih ramah terhadap lingkungan dan lebih sustain atau berkelanjutan.

6. Semen Rapid Hardening

Selanjutnya ada semen rapid hardening yang juga bisa dipilih untuk kebutuhan proyek konstruksi. Jenis semen bangunan satu ini memiliki sifat yang cepat mengeras karena kekuatannya yang lebih tinggi pada tahap awal proses pengerasan.

Kekerasan atau kekuatan mengeras dari jenis semen rapid hardening dalam tiga hari sebanding dengan mengerasnya semen portland yang bisa dalam tujuh hari dengan rasio air ke semen yang sama.

Semen rapid hardening seringkali dimanfaatkan pada proyek-proyek dengan pemindahan bekisting tahap awal maupun proyek dengan fokus pada peningkatan tingkat konstruksi serta penurunan biaya.

7. Special Blended Cement (SBC)

Satu lagi semen bangunan yang bisa dijadikan sebagai pilihan adalah special blended cement (SBC). Jenis semen campuran satu ini dirancang khusus dengan karakteristik sesuai dengan standar konstruksi yang terpapar air laut.

Dengan kemampuannya itu, special blended cement mampu memberikan kekuatan dan daya tahan dibutuhkan untuk proyek sejenis itu, yaitu di air. Bahkan dengan karakteristiknya, special blended cement adalah semen yang dipilih untuk kebutuhan proyek jembatan Suramadu.

Semen memiliki jenis dan fungsinya masing-masing, Sumber: permutrade.com
Semen memiliki jenis dan fungsinya masing-masing, Sumber: permutrade.com

Nah, demikianlah beberapa jenis semen bangunan sesuai dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing sesuai kebutuhan bangunan yang akan dibuat. Dengan mengetahui jenis semen, Anda menjadi lebih mudah menentukan semen mana yang ingin digunakan dan paling cocok untuk jenis bangunan yang akan dibuat nantinya. 

Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat khususnya bagi Anda yang sedang bingung memilih semen untuk proyek konstruksi bangunan.

Mengenal Fire Alarm System yang Wajib Ada di Bangunan Gedung

Jenis sistem pendeteksi kebakaran yang beragam dengan manfaatnya masing-masing, Sumber: fortisfire.com

Kebakaran adalah salah satu bencana yang kerap kali terjadi pada bangunan dan tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Dimana dari kejadian tersebut dapat menyebabkan kerugian secara material maupun non material, bahkan tidak jarang merenggut korban jiwa. Itulah sebabnya, mengapa dalam setiap bangunan dibutuhkan fire alarm system untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Kehadiran sistem keamanan berupa fire alarm system memang tidak kalah penting bagi setiap bangunan. Apalagi untuk bangunan gedung bertingkat atau bangunan-bangunan yang diperuntukkan bagi publik. Karena sistem keamanan satu ini dapat memberikan peringatan dini akan adanya potensi terjadinya kebakaran di dalam bangunan.

Apa yang Dimaksud Fire Alarm System?

Jika Anda berkunjung ke pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, bahkan rumah sakit pastinya sering menemukan sistem peringatan satu ini. Tapi sebenarnya apa yang dimaksud dengan sistem alarm kebakaran itu dan mengapa harus ada di setiap bangunan?

Sistem alarm kebakaran atau biasa disebut juga sebagai fire alarm system adalah sebuah sistem yang dirancang khusus dengan tujuan utama untuk mendeteksi dan memberikan peringatan dini akan adanya potensi kebakaran di dalam sebuah bangunan gedung.

Dimana sistem ini sangat sensitif terhadap indikator kebakaran seperti suhu serta asap. Pun, sistem ini akan memberikan tanda adanya kebakaran berupa dering maupun suara sirine. Fire alarm system menjadi begitu penting sebab memungkinkan tim pemadam kebakaran dapat melakukan proses evakuasi menjadi lebih efektif dan terarah.

Fire alarm system yang wajib ada di dalam bangunan gedung, Sumber: fire-risk-assessment-network.com
Fire alarm system yang wajib ada di dalam bangunan gedung, Sumber: fire-risk-assessment-network.com

Di samping itu, adanya peringatan diri yang diberikan oleh sistem alarm kebakaran juga dapat meminimalisir kerugian yang ditimbulkan bahkan dapat mencegah adanya korban jiwa akibat kebakaran gedung yang terjadi. Dengan fakta tersebut, fire alarm system bukan hanya sebagai alat pendeteksi kebakaran dini tetapi juga sistem vital untuk menjaga keamanan bangunan dan mereka yang ada di dalamnya. 

Jadi, jangan hanya mempertimbangkan bagian konstruksi bangunan untuk bangunan gedungnya saja tapi juga penting memperhatikan adanya sistem alarm kebakaran pada bangunan tersebut. Agar bangunan menjadi lebih aman dan penghuninya pun nyaman.

Apa Saja Jenis Fire Alarm System untuk Bangunan?

Setidaknya saat ini sistem alarm kebakaran memiliki beberapa jenis dan semuanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

1. Conventional/Non Addressable System

Non addressable system atau sistem alarm kebakaran konvensional ini cocok ditempatkan pada bangunan berskala kecil dan membutuhkan pemantauan yang lebih sederhana seperti rumah atau toko. Sistem alarm kebakaran ini dirancang dengan sejumlah area yang terhubung dengan panel kontrol dimana setiap area memiliki detektor.

Panel kontrol yang terhubung pada sistem ini akan memberikan sinyal area mana yang terdeteksi mengalami kebakaran. Namun tidak akan memberikan informasi langsung dimana lokasi atau titik detektor yang mengirim sinyal. 

Atau sederhananya, sistem konvensional ini akan mengirimkan sinyal bahwa terjadi kebakaran. Tetapi tidak memberikan detail lokasi atau titik pasti dimana kebakaran itu terjadi. Itulah mengapa sistem alarm konvensional hanya cocok diaplikasikan pada bangunan yang relatif kecil.

2. Semi Addressable System

Sistem alarm kebakaran semi-addressable adalah sistem pendeteksi kebakaran yang berada diantara sistem konvensional dan sistem full addressable. Dalam semi addressable system beberapa komponen yang ada di dalamnya dapat diidentifikasi secara individu. Pun, ada juga komponen lain yang dapat dikelompokkan atau dikumpulkan dalam satu titik.

Karena berada diantara sistem konvensional dan full addressable, semi addressable system menawarkan tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi daripada sistem konvensional. Namun kompleksitas yang ditawarkan tidak jauh lebih tinggi atau lebih rendah daripada sistem full addressable yang akan kita bahas setelah ini.

Adanya sistem pendeteksi kebakaran untuk menunjang keamanan bangunan, Sumber: britanniaalarms.co.uk
Adanya sistem pendeteksi kebakaran untuk menunjang keamanan bangunan, Sumber: britanniaalarms.co.uk

3. Full Addressable System

Jika sistem alarm kebakaran konvensional tidak bisa memberikan informasi detail tentang titik kebakaran, maka lain halnya dengan full addressable system ini. Karena jenis fire alarm system satu ini dirancang khusus agar setiap komponen detektor yang ada memiliki alamat unik.

Sehingga panel kontrolnya dapat memberikan informasi detail tentang titik atau area yang terdeteksi kebakaran. Kemampuan memberikan informasi akurat tentang titik kebakaran inilah yang menjadi kelebihan dari full addressable system dibandingkan dua sistem yang sebelumnya dibahas.

Dengan kemampuan ini pula, memungkinkan adanya respon yang lebih tanggap dan efektif untuk melakukan proses evakuasi dari pemadam kebakaran sebab langsung tahu dimana titik terjadinya kebakaran. Dengan kelebihannya, full addressable system menjadi salah satu fire alarm system yang paling direkomendasikan untuk bangunan gedung dengan skala besar dan lebih kompleks.

4. Aspirating Smoke Detection System

Sesuai dengan namanya, fire alarm system satu ini dirancang menggunakan teknologi deteksi asap yang sangat tinggi. Aspirating smoke detection system berproses dengan menghisap udara di sekitar bangunan melalui pipa yang terhubung dengan blower yang ada di dalamnya.

Dimana blower ini bertanggung jawab untuk mengalirkan udara yang kemudian akan dilakukan analisis di dalam unit pengendali menggunakan sensor yang sangat sensitif terhadap partikel asap yang sangat kecil.

Karena aspirating smoke detection system begitu sensitif terhadap asap, maka sistem alarm kebakaran ini cocok digunakan dalam mendeteksi kebakaran dalam tahap awal yang mampu mengidentifikasi kebakaran dengan sangat tepat.

5. Linear Heat Detection System

Selanjutnya ada linear heat detection system yang memanfaatkan kabel deteksi panas yang dipasang di sepanjang area yang ingin diawasi sebagai metode utamanya. Cara kerja jenis fire alarm system satu ini yaitu kabel panas akan mendeteksi perubahan suhu yang meningkat secara signifikan. 

Kemudian kabel akan mengirimkan sinyal ke panel kontrol untuk memicu alarm agar berbunyi ketika terdeteksi terjadinya kebakaran. Jenis sistem alarm kebakaran satu ini cocok digunakan pada area-area yang rawan atau memiliki tingkat kebakaran tinggi atau bisa juga diaplikasikan pada lingkungan yang keras dan korosif.

6. Gas Detection System

Satu lagi jenis sistem alarm kebakaran yang perlu ada di dalam bangunan adalah gas detection system. Sistem alarm kebakaran satu ini dirancang khusus untuk mendeteksi keberadaan gas atau berbagai bahan kimia yang dapat memicu terjadinya kebakaran di dalam sebuah bangunan gedung.

Seperti halnya linear heat detection system, detektor gas yang sensitif dipasang di area yang ingin dipantau. Ketika detektor mendeteksi adanya keberadaan gas di atas ambang batas rata-rata, alarm akan berbunyi dan tindakan preventif dapat diambil lebih cepat untuk mencegah adanya kerugian yang mungkin dapat ditimbulkan.

Jenis sistem pendeteksi kebakaran yang beragam dengan manfaatnya masing-masing, Sumber: fortisfire.com
Jenis sistem pendeteksi kebakaran yang beragam dengan manfaatnya masing-masing, Sumber: fortisfire.com

Kesimpulan

Nah, itu dia enam jenis fire alarm system yang keberadaannya penting dalam sebuah bangunan, baik bangunan dengan skala besar maupun bangunan dengan skala kecil. Mengingat begitu pentingnya sistem alarm kebakaran ini, sudah seharusnya para pemilik atau pengelola bangunan lebih aware terhadap alat-alat atau sistem semacam ini guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Tapi satu hal yang perlu diketahui bahwa fire alarm system pada sebuah bangunan juga perlu mendapatkan perizinan operasional terlebih dahulu. Dimana untuk mendapatkan perizinan ini perlu melewati tahapan pemeriksaan dan pengujian terlebih dahulu.

Dan untuk sampai pada tahap pemeriksaan dan pengujian serta untuk mendapatkan surat izin operasional tersebut peran dari jasa SILO profesional begitu dibutuhkan dalam hal ini. Jasa SILO profesional dapat melakukan pengujian dan pemeriksaan yang dibutuhkan guna mendapatkan perizinan sesuai kebutuhan.

6 Jenis Limbah Medis yang Dihasilkan Oleh Rumah Sakit

Limbah medis rumah sakit harus dikelola dengan tepat, Sumber: culturebully.com

Kita tahu bahwa tempat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan sejenisnya selalu identik dengan kegiatan medis dengan penggunaan obat-obatan, hingga bahan kimia. Dimana dari kegiatan tersebut menghasilkan jenis limbah medis yang mengandung bakteri, virus, berbahaya, dan beracun.

Limbah sendiri memang memiliki banyak kategori. Dan dari berbagai jenis limbah yang ada di sekitar kita, limbah medis yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan kesehatan memang menjadi salah satu jenis limbah yang paling berbahaya. Keberadaannya dapat merusak lingkungan dan membahayakan makhluk hidup.

Jenis limbah medis yang dihasilkan dari rumah sakit dapat berpotensi menyebabkan pencemaran tanah jika dibuang sembarangan di tanah. Menyebabkan pencemaran air jika dibuang di aliran air. Menyebabkan pencemaran udara jika dibakar secara sembarangan dan tidak sesuai prosedur yang berlaku.

Di samping itu, limbah medis dari rumah sakit yang dibuang secara sembarangan juga mengancam kesehatan makhluk hidup. Apalagi jika terpapar langsung dengan limbah-limbah tersebut. Itulah mengapa limbah medis harus dikelola dengan baik dan tepat untuk meminimalisir potensi buruk bagi lingkungan dan makhluk hidup.

Jenis limbah medis yang dihasilkan dari pusat layanan kesehatan, Sumber: cleandotwaste.co.za
Jenis limbah medis yang dihasilkan dari pusat layanan kesehatan, Sumber: cleandotwaste.co.za

Jenis Limbah Medis yang Dihasilkan Rumah Sakit

Dari kegiatan rumah sakit dapat menghasilkan dua jenis limbah, yaitu limbah medis dan non medis. Tetapi, pada kesempatan kali ini kami akan membahas beberapa jenis limbah medis yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit atau pelayanan kesehatan lainnya, diantaranya:

1. Limbah Infeksius

Jenis limbah medis pertama yang dihasilkan rumah sakit adalah limbah infeksius. Limbah infeksius adalah salah satu jenis limbah yang memiliki potensi membahayakan karena mengandung bahan biologis.

Limbah infeksius dapat berasal dari kapas bekas, kasa bekas, hingga selang infus yang tercemari oleh penyakit pasien yang mungkin terpapar oleh darah, liur, urine, atau keringat pasien. Media-media tersebut tentu saja membawa virus dan bakteri yang apabila terpapar kepada manusia beresiko menularkan penyakit serupa.

Meskipun kelihatannya sepele karena hanya kapas dan kasa tetapi limbah infeksius harus dikelola secara tepat. Setidaknya dibutuhkan sterilisasi terlebih dahulu, baru kemudian dibakar dengan alat dan metode tertentu sesuai standar keamanan.

2. Limbah Patologis

Limbah patologis adalah jenis limbah medis yang berasal dari jaringan tubuh manusia dan memiliki karakteristik atau sifat khusus. Umumnya, limbah jenis ini dihasilkan dari kegiatan autopsi, operasi, ataupun pembedahan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit.

Tapi tidak hanya itu, limbah patologis juga bisa berasal dari darah, urine, hingga tinja manusia. Jika tidak ditangani dengan tepat, limbah medis patologis dapat memberikan dampak buruk tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi manusia. 

Karena faktanya limbah patologis mengandung bahan biologis yang sangat berbahaya jika terpapar manusia. Dimana virus dan bakteri dari jaringan manusia inilah yang berpotensi memberikan bahaya. Karenanya, dibutuhkan penanganan tepat untuk mengurangi risiko kontaminasi dan penyebaran penyakit.

3. Limbah Benda Tajam

Sesuai dengan namanya, limbah benda tajam adalah jenis limbah medis yang mencakup benda-benda tajam seperti jarum suntik, pisau bedah, dan lain sebagainya. Limbah jenis ini menjadi sangat berbahaya karena berpotensi menyebabkan terjadinya cedera atau luka apabila dibuang secara sembarangan.

Di samping itu, limbah benda tajam juga berpotensi menyebabkan penularan infeksi apabila pada benda tersebut terkontaminasi oleh cairan dari pasien seperti darah atau keringat. Karena alasan itulah, limbah benda tajam harus dikelola secara terpisah dengan limbah medis lainnya.

Umumnya, limbah jenis ini ditempatkan pada wadah khusus seperti kotak jarum suntik atau kontainer khusus yang tahan kebocoran. Kemudian barulah dilakukan sterilisasi atau insinerator.

Limbah benda tajam yang mengandung bahaya dan racun, Sumber: advowastemedical.com
Limbah benda tajam yang mengandung bahaya dan racun, Sumber: advowastemedical.com

4. Limbah Farmasi

Dari namanya saja tentu Anda sudah tahu darimana jenis limbah medis ini berasal. Ya benar, limbah farmasi adalah kategori limbah medis yang berasal dari obat-obatan yang sudah tidak terpakai, obat-obatan kadaluarsa, obat yang rusak, sampai limbah yang ada ketika proses produksi obat berlangsung.

Seperti kategori limbah medis lainnya, limbah farmasi juga harus dikelola dengan tepat. Karena jika dibuang sembarangan, keberadaannya dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. Hal itu dapat terjadi karena obat-obatan sendiri mengandung bahan kimia di dalamnya. 

Di samping itu, pengolahan limbah farmasi juga dilakukan untuk meminimalisir penyalahgunaan obat. Maksudnya? Maksudnya adalah jika obat-obatan kadaluarsa, rusak, dan tidak terpakai dibuang di sembarang tempat bukan tidak mungkin akan ada tangan jahat yang mengambil obat tersebut. 

Itulah yang berpotensi penyalahgunaan obat dengan menjualnya kembali. Jika hal ini terjadi tentu akan membahayakan kesehatan orang lain. Cara paling tepat untuk membuang obat-obatan tersebut adalah dengan mengembalikannya ke apotek atau pihak berwenang agar dihancurkan sesuai prosedur yang berlaku.

5. Limbah Radioaktif

Sesuai dengan namanya, limbah radioaktif adalah jenis limbah medis yang berasal dari alat-alat yang digunakan untuk prosedur medis. Sebut saja seperti mesin PET scan, mesin CT scan, mesin radiologi, hingga peralatan bedah yang menggunakan bahan-bahan radioaktif.

Mengapa limbah satu ini menjadi berbahaya bagi lingkungan dan manusia? Sebab limbah radioaktif berasal dari bahan-bahan yang mengandung radioaktif yang dapat memaparkan radiasi. Jika limbah ini dibiarkan dibuang tanpa pengelolaan khusus akan beresiko meningkatkan resiko radiasi.

Dimana kita tahu bahwa efek dari radiasi sangat berbahaya bukan hanya untuk lingkungan tetapi juga kesehatan manusia apabila bersentuhan langsung dengan limbah ini.

6. Limbah Sitotoksik

Satu lagi jenis limbah medis yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit atau pelayanan kesehatan adalah limbah sitotoksik. Limbah ini menjadi salah satu yang paling berbahaya dan harus dilakukan penanganan khusus karena berasal dari buangan atau sisa produk bahan berbahaya dan beracun yang umumnya dimanfaatkan dalam kemoterapi atau pengobatan penyakit kanker.

Tentu dengan adanya limbah ini yang tidak dikelola secara tepat dapat menjadi pemicu terjadinya kanker atau adanya mutasi gen untuk mereka yang tidak sengaja terpapar. Biasanya, limbah sitotoksik akan dikumpulkan menjadi satu dalam wadah khusus yang kuat dan tahan terhadap kebocoran.

Dimana pada wadah tersebut akan diberikan tanda atau label sitotoksik sebagai penanda bahwa itu adalah limbah berbahaya. Setelah dikumpulkan, limbah sitotoksik akan dikembalikan ke distributor untuk pengelolaan lebih lanjut dan dimusnahkan sesuai efektif melalui proses insinerasi dan prosedur yang berlaku.

Limbah medis rumah sakit harus dikelola dengan tepat, Sumber: culturebully.com
Limbah medis rumah sakit harus dikelola dengan tepat, Sumber: culturebully.com

Kesimpulan

Demikianlah beberapa jenis limbah medis yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan kesehatan, baik rumah sakit, klinik, dan lain sebagainya. Mengingat limbah-limbah medis dari rumah sakit begitu berbahaya maka dibutuhkan perhatian khusus untuk proses pengelolaannya.

Selain itu, karena limbah medis sangat berbahaya itulah mengapa bangunan pelayanan kesehatan atau bangunan yang berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan perlu mengantongi surat perizinan lingkungan. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif dan bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Dan untuk mendapatkan perizinannya, peran jasa perizinan lingkungan sangat dibutuhkan disini. Sebab, bersama ahlinya semua prosedur untuk mendapatkan perizinan dapat dikerjakan dengan baik dan tepat.

Asesmen Struktur RSUD Kayen di Kabupaten Pati

Project asesmen bangunan oleh Eticon untuk RSUD Kayen Pati, Sumber: doc pribadi

Cerita proyek kami kali ini cukup berbeda dari biasanya. Bukan lagi tentang keberhasilan penerbitan SLF bangunan maupun project desain perencanaan. Melainkan keberhasilan kami dalam project asesmen struktur bangunan rumah sakit daerah di salah satu Kabupaten Pati.

Mengenal Sekilas Tentang Asesmen Struktur Bangunan

Tapi sebelum itu, akan lebih afdol apabila kita mengenal tentang apa itu asesmen struktur bangunan. Asesmen struktur merupakan sesuatu yang umumnya dilakukan oleh pengelola bangunan dengan tujuan untuk menjaga keutuhan bangunan, merubah fungsi bangunan, maupun perawatan terhadap bangunan.

Perawatan terhadap bangunan yang telah mengalami kerusakan, masalah, ataupun untuk bangunan yang telah lama tidak dioperasionalkan. Sebelum perbaikan, perawatan, ataupun peralihan fungsi bangunan dilakukan, asesmen ini perlu dilakukan terlebih dahulu. 

Untuk apa? Tujuan dilakukannya sebuah asesmen struktur bertujuan agar segala sesuatu yang menjadi tujuan berjalan dengan semestinya dan optimal. Karena adanya asesmen ini juga berguna untuk mengetahui letak dan jenis kerusakan, mengetahui spesifikasi struktur bangunan terbangun, dan lain sebagainya.

Asesmen struktur yang dilakukan oleh tim Eticon untuk mengetahui spesifikasi struktur bangunan, Sumber: doc pribadi
Asesmen struktur yang dilakukan oleh tim Eticon untuk mengetahui spesifikasi struktur bangunan, Sumber: doc pribadi

Struktur bangunan yang membutuhkan asesmen umumnya mengalami kerusakan. Seperti halnya adanya retakan, bangunan rapuh termakan usia, terjadi penurunan pondasi, hingga penambahan atau pengalih fungsian bangunan. Dimana untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan sebuah pengujian terlebih dahulu.

Mengapa demikian? Pengujian tersebut berguna untuk menganalisis struktur agar dapat dilakukan peninjauan lebih lanjut. Sehingga data yang dihasilkan lebih lengkap dan akurat untuk proses evaluasi selanjutnya.

Proses Asesmen Struktur RSUD Kayen Kabupaten Pati

Asesmen struktur bangunan juga dilakukan oleh salah satu RSUD Kayen yang berada di Kabupaten Pati. Seperti yang kita semua tahu, rumah sakit merupakan fasilitas publik yang dimanfaatkan oleh banyak orang untuk mencari kesembuhan atas penyakit yang diderita.

Karena di dalamnya menampung banyak orang, praktis kelayakan bangunan harus menjadi prioritas utama. Guna memberikan keamanan dan kenyamanan bagi siapapun yang berada di dalamnya. Karena alih-alih memberikan keamanan dan kenyamanan, struktur bangunan yang tidak layak justru dapat menjadi ancaman bagi keselamatan penggunanya.

Project asesmen bangunan oleh Eticon untuk RSUD Kayen Pati, Sumber: doc pribadi
Project asesmen bangunan oleh Eticon untuk RSUD Kayen Pati, Sumber: doc pribadi

Nah, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, asesmen struktur bangunan juga dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Kayen di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Beberapa waktu lalu, pihak rumah sakit menghubungi tim Eticon perihal asesmen struktur bangunan rumah sakit yang ingin mereka lakukan.

Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Kayen ingin mengetahui perihal spesifikasi struktur bangunan rumah sakit yang telah terbangun. Dan beruntungnya, PT Eticon Rekayasa Teknik lah yang dipilih oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah Kayen untuk membantu proses asesmen struktur bangunan yang ingin dilakukan.

Berawal dari ingin mengetahui spesifikasi struktur bangunan, proses asesmen yang dilakukan untuk RSUD yang berlokasi di Jl. Rumah Sakit No.1 RW. 2, Kayen, Kec. Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah ini bertujuan untuk mengetahui nilai dan kelayakan struktur bangunan.

Apakah bangunan rumah sakit tersebut masih layak atau perlu dilakukan perawatan lebih lanjut. Untuk mengetahui nilai dan kelayakan struktur bangunan rumah sakit tersebut, proses asesmen struktur yang perlu dilalui oleh tim Eticon diantaranya: 

1. Survey dan Redrawing ABD

2. Survey visual kondisi elemen struktur

3. Pengujian struktur dengan Hammer Test

4. Pengujian Uji UPV (Ultrasonic Pulse Velocity)

5. Proses analisis struktur

Pengujian struktur bangunan RSUD Kayen Pati, Sumber: doc pribadi
Pengujian struktur bangunan RSUD Kayen Pati, Sumber: doc pribadi

Asesmen Struktur Bangunan Bersama PT Eticon Rekayasa Teknik

Nah, itu tadi cerita project PT Eticon Rekayasa Teknik kali ini perihal asesmen bangunan yang telah berhasil kami lakukan untuk Rumah Sakit Umum Daerah Kayen di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Keberhasilan tim Eticon dalam project asesmen struktur bangunan kali ini menjadi sebuah bukti bahwa selain terkenal sebagai konsultan SLF terpercaya, kami juga sangat bisa diandalkan untuk melakukan proses asesmen struktur sebuah bangunan.

Terbukti dengan keberhasilan kami di project asesmen struktur RSUD Kayen dan beberapa project asesmen struktur bangunan lainnya yang sempat kami lakukan beberapa waktu sebelumnya. Jadi, apabila Anda memiliki kebutuhan akan asesmen struktur bangunan maupun kebutuhan akan perencanaan dan penerbitan SLF, PT Eticon Rekayasa Teknik adalah pilihan paling tepat.

Sebab kami memiliki track record keberhasilan yang luas dan didukung tim solid dengan berbagai background keilmuan yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut. Jadi, hubungi kami sekarang juga untuk mendapatkan jasa perencanaan struktur yang profesional dan dapat diandalkan!

Project Penerbitan SLF PT. Commonwealth Steel Indonesia (Moly Cop Indonesia) Bekasi

Serah terima SLF kepada pihak PT. Commonwealth Steel Indonesia (Moly Cop Indonesia), Sumber: doc pribadi

Pada kesempatan kali ini kami akan menceritakan keberhasilan dalam project penerbitan SLF untuk bangunan industri di daerah Bekasi yaitu PT. Commonwealth Steel Indonesia atau Moly Cop Indonesia. Project ini bertujuan untuk memberikan keamanan lebih bagi bangunan maupun penghuninya.

Eticon memang telah membuktikan eksistensinya sebagai mitra yang dapat diandalkan perihal penerbitan SLF. Dimana sampai saat ini, kami telah membantu berbagai perusahaan besar di Indonesia perihal penerbitan SLF dan salah satunya adalah PT. Commonwealth Steel Indonesia di Bekasi yang telah kami lakukan.

PT. Commonwealth Steel Indonesia atau yang juga dikenal dengan nama Moly Cop Indonesia merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi grinding media, reagen flotasi, dan produk engineering lainnya yang saat ini didominasi produk impor.

Mengingat perusahaan ini adalah perusahaan yang besar tentu keamanan bangunan adalah hal utama yang harus diperhatikan. Karena bagaimanapun, apabila bangunan yang berdiri aman maka semua pengguna yang ada di dalam bangunan juga akan mendapatkan keamanan.

Itulah sebabnya, mengapa pihak PT. Commonwealth Steel Indonesia menghubungi Eticon. Karena mereka menginginkan keamanan yang tidak hanya kasat mata berupa bangunan kokoh tetapi juga aman secara fungsinya. Dan langkah tepat yang diambil adalah melengkapi perizinan bangunan dengan mengantongi Sertifikat Laik Fungsi.

Gedung bangunan PT. Commonwealth Steel Indonesia (Moly Cop Indonesia) Bekasi, Sumber: google pict
Gedung bangunan PT. Commonwealth Steel Indonesia (Moly Cop Indonesia) Bekasi, Sumber: google pict

Sertifikat Laik Fungsi untuk PT. Commonwealth Steel Indonesia (Moly Cop Indonesia)

Seperti banyak pembahasan yang sudah kami berikan, Sertifikat Laik Fungsi atau SLF adalah salah satu perizinan bangunan yang wajib dimiliki untuk setiap bangunan yang telah berdiri secara sempurna. Tapi satu hal yang perlu digaris bawahi adalah kepemilikan SLF tidak hanya sekedar formalitas saja.

Melainkan juga sebagai validasi bahwa bangunan yang akan dioperasionalkan benar-benar aman. Kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi untuk setiap bangunan juga ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung.

Dimana dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa Sertifikat Laik Fungsi wajib dimiliki guna menyatakan kelaikan fungsi bangunan sebelum bangunan tersebut dimanfaatkan atau dioperasionalkan sebagaimana tujuan awalnya. 

Mengingat begitu pentingnya mengantongi SLF, sudah seharusnya bagi pemilik atau pengelola untuk menunjang keamanan dan kenyamanan bangunan gedung dengan kepemilikan SLF ini. Karena perlu diketahui, tanpa kehadiran SLF bisa saja bangnan yang terlihat kokoh dari luar ternyata tidak laik fungsi. 

Hal inilah yang nantinya dapat memberikan potensi buruk bagi bangunan itu sendiri maupun pengguna bangunan yang ada di dalamnya. Apalagi untuk bangunan-bangunan industri seperti PT. Commonwealth Steel Indonesia yang sudah pasti memiliki banyak karyawan di dalamnya, maka keamanannya adalah prioritas.

Project penerbitan SLF oleh Eticon dan PT. Commonwealth Steel Indonesia (Moly Cop Indonesia), Sumber: doc pribadi
Project penerbitan SLF oleh Eticon dan PT. Commonwealth Steel Indonesia (Moly Cop Indonesia), Sumber: doc pribadi

Persyaratan Penerbitan SLF di Kota Bekasi

Seperti halnya pengurusan perizinan bangunan lainnya, untuk mengurus SLF pun perlu dokumen yang harus dipenuhi sebagai persyaratan. Kali ini, tim Eticon selaku konsultan SLF untuk bangunan industri PT. Commonwealth Steel Indonesia perlu memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis. 

Berbagai persyaratan ini sudah ditentukan oleh pemerintah daerah Bekasi dimana PT. Commonwealth Steel Indonesia berdiri. Diantara berbagai persyaratan yang harus dipenuhi antara lain:

Persyaratan Administratif

  • Surat Permohonan 
  • Dokumen legalitas perusahaan
  • Dokumen Kepemilikan Tanah 
  • Dokumen Legalitas Bangunan Gedung
  • Dokumen Izin (Wajib ada) 
  • Dokumen Izin (Proses Paralel) 

Persyaratan Teknis

  • Dokumen Teknis Arsitektur 
  • Dokumen Teknis Struktur 
  • Dokumen Teknis Mekanikal Elektrikal Plumbing 
  • Dokumen Teknis Lingkungan 
  • Dokumen Data Teknis 

Alur Pengurusan SLF PT. Commonwealth Steel Indonesia (Moly Cop Indonesia)

Mengurus SLF memang rumit dan menyita waktu, karena itu proses pengurusannya tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Sebab, terdapat berbagai tahapan yang hanya bisa dilakukan oleh tim ahli dengan background keilmuan yang dibutuhkan untuk proses penerbitannya.

Alur pengurusan SLF untuk PT. Commonwealth Steel Indonesia yang perlu tim Eticon lakukan antara lain: 

  • Verifikasi data administrasi 
  • Survey lapangan (uji fisik bangunan gedung)
  • Pembuatan Laporan Kajian SLF
  • Internal Review/ Paparan Internal
  • Submit Sistem SIMBG dan Dinas terkait
  • Expose/sidang dengan Pemda terkait
  • Revisi/ Finalisasi laporan
  • Surat Kesanggupan
  • Penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
Serah terima SLF kepada pihak PT. Commonwealth Steel Indonesia (Moly Cop Indonesia), Sumber: doc pribadi
Serah terima SLF kepada pihak PT. Commonwealth Steel Indonesia (Moly Cop Indonesia), Sumber: doc pribadi

PT Eticon Rekayasa Teknik Sebagai Konsultan SLF

Itulah cerita singkat PT Eticon Rekayasa Teknik yang telah berhasil membantu project penerbitan SLF untuk bangunan industri PT. Commonwealth Steel Indonesia atau Moly Cop Indonesia yang berada di Bekasi, Jawa Barat. Memang pada proses pengurusannya tidak mudah karena melalui alur yang cukup panjang.

Tetapi karena kami memiliki dedikasi dan komitmen kuat untuk membantu klien. Serta memiliki tim ahli ahli yang solid project tersebut bisa berjalan dengan lancar hingga proses serah terima. Keberhasilan project untuk PT. Commonwealth Steel Indonesia semakin memperkuat identitas Eticon sebagai jasa konsultan SLF profesional di Indonesia.

Dengan keberhasilan ini pula lah tim Eticon membuktikan bahwa kami adalah konsultan yang penuh tanggung jawab untuk membantu klien perihal penerbitan SLF untuk bangunan. Jadi, ketika membutuhkan konsultan untuk menerbitkan SLF bangunan Anda yang sudah selesai berdiri, Eticon lah jawabannya!

Project Penerbitan SLF PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) Bekasi

Serah terima SLF kepada pihak PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) Bekasi, Sumber: doc pribadi

Cerita project kali ini datang dari klien di Bekasi. Kali ini tim Eticon berhasil membantu project penerbitan SLF untuk bangunan industri PT Graha Teknologi Nusantara (GTN). Project yang berlangsung pada tahun 2022 ini membantu klien untuk menunjang keamanan bangunan industri dengan kelengkapan SLF.

PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia layanan data center dengan menggunakan teknologi berstandar Jepang namun perusahaannya berbasis di Indonesia. PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) hadir ketika pasar Indonesia berkembang sangat pesat.

PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) sendiri berlokasi di Lippo Cikarang, Jl. Mataram No.6A 6B, Cibatu, Cikarang Sel., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dan sebagai salah satu bangunan industri cukup besar dan berpengaruh di Indonesia, tentu keamanan dan kenyamanan haruslah dijunjung tinggi.

Tidak hanya untuk keamanan bangunannya sendiri, melainkan keamanan untuk mereka yang menggunakan bangunan tersebut. Dimana salah satu langkah tepat untuk hal tersebut adalah dengan kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi. Itulah sebabnya, pihak dari PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) menghubungi tim Eticon. 

Menghubungi tim Eticon perihal perbantuan project penerbitan SLF untuk bangunan mereka. Menjadi keputusan yang tepat bagi PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) karena memilih Eticon sebagai partner untuk project kali ini. Karena dengan senang hati kami menjadi partner untuk project tersebut.

Gedung bangunan PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) di Bekasi, Sumber: google pict
Gedung bangunan PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) di Bekasi, Sumber: google pict

Sertifikat Laik Fungsi untuk PT Graha Teknologi Nusantara (GTN)

Kita tahu bahwa Sertifikat Laik Fungsi adalah dokumen yang wajib dimiliki oleh setiap bangunan, apalagi untuk bangunan yang akan diperuntukkan sebagai bagunan industri, bangunan untuk publik, dan lain sebagainya. Kepemilikannya bukan hanya sekedar formalitas untuk memenuhi aturan administratif saja. 

Melainkan juga sebagai penanda bahwa bangunan yang akan digunakan benar-benar layak dioperasionalkan sesuai tujuan sebelumnya. Kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi juga ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung.

Pada peraturan tersebut dijelaskan bahwa Sertifikat Laik Fungsi yang singkat menjadi SLF merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk menyatakan kelaikan fungsi bangunan sebelum bangunan dimanfaatkan. Dengan fakta itu, tentu saja kehadiran SLF menjadi begitu krusial bagi setiap bangunan. 

Oleh sebab itu, penting rasanya bagi para pengelola dan pemilik bangunan aware terhadap keberadaan perizinan bangunan satu ini. Karena bukan tidak mungkin tanpa SLF bangunan yang didirikan dapat memberikan potensi buruk untuk mereka yang berada di dalam bangunan.

Seperti halnya beberapa kasus yang terjadi di Indonesia karena tidak mengantongi atau tidak memperpanjang SLF yang sudah habis masa berlakunya. Sebut saja seperti tragedi Stadion Kanjuruhan dan salah satu mall di Surabaya yang ternyata belum atau tidak memperpanjang SLF yang sudah tidak berlaku.

Survey lapangan yang dilakukan oleh tim Eticon sebagai syarat penerbitan SLF, Sumber: eticon.co.id
Survey lapangan yang dilakukan oleh tim Eticon sebagai syarat penerbitan SLF, Sumber: eticon.co.id

Persyaratan Penerbitan SLF Bekasi

Sebelum masuk sampai ke tahap pengurusan, sebelumnya tim Eticon perlu memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan untuk proses penerbitan SLF bangunan PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) ini.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, karena SLF adalah perizinan dari pemerintah daerah maka tim Eticon sebagai konsultan SLF dari PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) harus memenuhi persyaratan sesuai ketentuan dan aturan dari pemerintah daerah Bekasi. Untuk dokumen persyaratannya sendiri antara lain:

Persyaratan Administratif

  • Surat Permohonan 
  • Dokumen legalitas perusahaan
  • Dokumen Kepemilikan Tanah 
  • Dokumen Legalitas Bangunan Gedung
  • Dokumen Izin (Wajib ada) 
  • Dokumen Izin (Proses Paralel) 

Persyaratan Teknis

  • Dokumen Teknis Arsitektur 
  • Dokumen Teknis Struktur 
  • Dokumen Teknis Mekanikal Elektrikal Plumbing 
  • Dokumen Teknis Lingkungan 
  • Dokumen Data Teknis 

Alur Pengurusan SLF Bangunan PT Graha Teknologi Nusantara Bekasi

Mengurus SLF untuk bangunan memang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Sebab, terdapat berbagai alur tahapan yang harus dilalui dan perlu melibatkan orang-orang dengan background tertentu. 

Untuk alur pengurusan SLF bangunan industri PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) di Bekasi yang harus dilakukan oleh tim Eticon sebagai konsultan SLF pihak PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) antara lain: 

  • Verifikasi data administrasi
  • Survey lapangan (uji fisik bangunan gedung)
  • Pembuatan Laporan Kajian SLF
  • Internal Review/ Paparan Internal
  • Submit Sistem SIMBG dan Dinas terkait
  • Expose/sidang dengan Pemda terkait
  • Revisi/ Finalisasi laporan
  • Surat Kesanggupan
  • Penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
Serah terima SLF kepada pihak PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) Bekasi, Sumber: doc pribadi
Serah terima SLF kepada pihak PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) Bekasi, Sumber: doc pribadi

PT Eticon Rekayasa Teknik Sebagai Konsultan SLF

Nah, demikianlah perjalanan project penerbitan SLF untuk salah satu bangunan industri di Bekasi yaitu PT Graha Teknologi Nusantara (GTN). Keberhasilan pada project kali ini tentu semakin memperkuat identitas Eticon sebagai salah satu konsultan SLF profesional di Indonesia.

Karena terbukti dengan banyaknya perusahaan besar yang mempercayakan kebutuhan penerbitan SLF bangunannya kepada kami. Tak terkecuali dengan PT Graha Teknologi Nusantara. Menengok fakta tersebut, tidak ada alasan lagi untuk tidak mengandalkan Eticon ketika memiliki kebutuhan akan penerbitan SLF.

Jadi, ketika Anda sudah selesai mendirikan bangunan gedung maka segeralah menghubungi PT Eticon Rekayasa Teknik untuk kelengkapan perizinan bangunan. Bersama Eticon, mari membuat bangunan yang aman dan nyaman digunakan dalam jangka panjang!

Project Penerbitan SLF RS Klinik Jantung Hasna Medika di Cirebon

Proses serah terima SLF kepada pihak klinik jantung Hasna Medika Cirebon, Sumber: doc pribadi

Sebagai salah satu perusahaan konsultan profesional di Indonesia, PT Eticon Rekayasa Teknik telah sukses membantu berbagai perusahaan besar di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Kota Cirebon dalam hal menerbitkan SLF. Salah satu project yang belum lama ini kami kerjakan adalah penerbitan SLF untuk bangunan RS Klinik Jantung Hasna Medika.

Sebelum itu, kita tahu bahwa Sertifikat Laik Fungsi atau SLF merupakan dokumen perizinan yang sangat penting kehadirannya bagi setiap bangunan. Karena tanpa adanya SLF, bangunan mungkin bisa saja terlihat kokoh namun tidak menjamin akan aman jika dioperasionalkan secara jangka panjang.

Itulah mengapa kehadiran SLF ini menjadi sebuah penanda bahwa bangunan gedung telah memenuhi standar keselamatan dan kelayakan yang ditetapkan. Kepemilikan SLF ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung.

Pada peraturan satu ini dijelaskan bahwa setiap bangunan gedung wajib memiliki SLF sebelum bangunan benar-benar dioperasionalkan. Karena dengan begitu, artinya bangunan gedung telah melewati uji kelaikan fungsi bangunan sehingga aman dan nyaman jika digunakan dalam jangka panjang.

Kepemilikan SLF sendiri sangat penting karena penggunaan bangunan gedung tanpa kelengkapan Sertifikat Laik Fungsi dapat menimbulkan berbagai resiko bagi penggunanya. Seperti kebakaran gedung, bangunan yang runtuh, dan lain sebagainya.

RS Klinik Jantung Hasna Medika di Kota Cirebon, Sumber: hasnamedika.com
RS Klinik Jantung Hasna Medika di Kota Cirebon, Sumber: hasnamedika.com

Project Penerbitan SLF RS Klinik Jantung Hasna Medika Cirebon

Salah satu klien kami yang juga turut melengkapi keamanan bangunannya dengan kepemilikan SLF adalah RS Klinik Jantung Hasna Medika. Klinik Hasna Medika adalah sebuah pusat pelayanan kesehatan jantung yang cukup terkenal eksistensinya.

Tidak hanya berdiri di satu lokasi atau kota saja, tetapi klinik khusus jantung ini tersebar di berbagai wilayah di Indonesia salah satunya di Kota Cirebon. Klinik Jantung Hasna Medika cabang Cirebon sendiri berlokasi di Jl. Raden Gilap No. 8, Palimanan, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Sebagaimana kita tahu bahwa rumah sakit adalah bangunan publik yang sudah pasti banyak orang didalamnya. Karenanya, dibutuhkan SLF untuk dapat memberikan keamanan bagi mereka yang berada di bangunan rumah sakit tersebut. 

Keamanan dan keselamatan itu juga yang dicari oleh RS Klinik Jantung Hasna Medika untuk memberikan keamanan bagi setiap orang yang berada di rumah sakit. Itulah sebabnya, beberapa saat lalu pihak RS Klinik Jantung Hasna Medika Cirebon menghubungi Eticon untuk membantu project penerbitan SLF bangunan mereka.

Dan seperti project-project penerbitan SLF sebelumnya, dengan penuh rasa tanggung jawab dan dedikasi tim Eticon membantu proses pengurusan SLF hingga proses penerbitan selesai dilakukan.

Survey lapangan yang dilakukan oleh tim Eticon, Sumber: eticon.co.id
Survey lapangan yang dilakukan oleh tim Eticon, Sumber: eticon.co.id

Persyaratan Sertifikat Laik Fungsi di Cirebon

Untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi membutuhkan kelengkapan dokumen sebagai syarat yang harus dipenuhi. Proses penerbitan SLF RS Klinik Jantung Hasna Medika di Cirebon membutuhkan dua persyaratan utama yaitu persyaratan administratif dan persyaratan teknis.

Karena SLF merupakan perizinan yang diterbitkan oleh pemerintah daerah dimana bangunan itu berdiri, maka persyaratan yang dipenuhi pun harus sesuai dengan ketentuan dan aturan dari daerah tersebut. Dalam hal ini, untuk SLF bangunan RS Klinik Jantung Hasna Medika Cirebon, persyaratan yang harus dipenuhi antara lain: 

Persyaratan Administratif

  • Surat Permohonan 
  • Dokumen legalitas perusahaan
  • Dokumen Kepemilikan Tanah 
  • Dokumen Legalitas Bangunan Gedung
  • Dokumen Izin (Wajib ada) 
  • Dokumen Izin (Proses Paralel) 

Persyaratan Teknis

  • Dokumen Teknis Arsitektur 
  • Dokumen Teknis Struktur 
  • Dokumen Teknis Mekanikal Elektrikal Plumbing 
  • Dokumen Teknis Lingkungan 
  • Dokumen Data Teknis 

Alur Pengurusan SLF Bangunan RS Klinik Jantung Hasna Medika Cirebon

Proses penerbitan Sertifikat Laik Fungsi memang dapat dikatakan rumit dan memakan waktu. Karena terdapat berbagai tahapan yang harus dilalui terlebih dahulu. Pada project penerbitan RS Klinik Jantung Hasna Medika di Cirebon sendiri alur pengurusan yang dilakukan diantaranya: 

  • Verifikasi data administrasi 
  • Survey lapangan (uji fisik bangunan gedung)
  • Pembuatan Laporan Kajian SLF
  • Internal Review/ Paparan Internal
  • Submit Sistem SIMBG dan Dinas terkait
  • Expose/sidang dengan Pemda terkait
  • Revisi/ Finalisasi laporan
  • Surat Kesanggupan
  • Penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
Proses serah terima SLF kepada pihak klinik jantung Hasna Medika Cirebon, Sumber: doc pribadi
Proses serah terima SLF kepada pihak klinik jantung Hasna Medika Cirebon, Sumber: doc pribadi

Mengurus SLF Bangunan Bersama Eticon

Itu dia cerita project penerbitan SLF untuk bangunan RS Klinik Jantung Hasna Medika Cirebon yang telah dilakukan oleh PT Eticon Rekayasa Teknik beberapa waktu lalu. Keberhasilan project penerbitan SLF kali ini menjadi bukti bahwa sebagai konsultan SLF kami berkomitmen untuk terus membantu klien yang membutuhkan bantuan perihal kelengkapan perizinan bangunan.

Pun, ini menjadi bukti juga bahwa PT Eticon Rekayasa Teknik adalah konsultan yang sangat bisa diandalkan karena dilengkapi dengan tim ahli di bidang yang dibutuhkan untuk penerbitan SLF. Oleh sebab itu, apabila Anda memiliki kebutuhan akan penerbitan SLF untuk bangunan gedung bisa mempercayakannya kepada Eticon.

Tidak hanya untuk bangunan di Cirebon saja, melainkan untuk semua bangunan gedung yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia kami sangat siap membantu. Jika membutuhkan konsultan SLF terpercaya, maka PT Eticon Rekayasa Teknik lah jawabannya!