5 Material Bangunan Ramah Lingkungan yang Mendukung Green Architecture

Penggunaan material bangunan ramah lingkungan untuk mendukung konsep green architecture, Sumber: bhg.com

Dewasa ini, isu keberlanjutan memang tengah menjadi perbincangan dalam ranah arsitektur maupun konstruksi. Itulah mengapa green architecture sangat digaungkan sebagai upaya menciptakan kualitas lingkungan yang lebih baik. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mendukung upaya tersebut adalah dengan pemanfaatan material bangunan yang ramah lingkungan.

Berbicara tentang green architecture, konsep green architecture merupakan pendekatan dalam perancangan bangunan yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Pun, bertujuan pula untuk memaksimalkan efisiensi sumber daya alam yang ada.

Karenanya, pemilihan material bangunan yang ramah lingkungan adalah salah satu aspek penting dalam mendukung dan mewujudkan konsep bangunan ini. Memilih material bangunan ramah lingkungan bukan hanya tentang bahan atau material itu sendiri. Melainkan juga melibatkan pertimbangan terhadap siklus hidup material tersebut, proses produksi, juga keberlanjutan sumber daya tersebut. 

Ilustrasi bangunan yang menggunakan bahan ramah lingkungan, Sumber: greenbuildinginsider.com
Ilustrasi bangunan yang menggunakan bahan ramah lingkungan, Sumber: greenbuildinginsider.com

Mengapa Menggunakan Material Bangunan Ramah Lingkungan? 

Pemilihan bahan bangunan ramah lingkungan tentu memiliki sejumlah alasan yang kuat. Diantaranya seperti berikut: 

1. Konservasi Sumber Daya Alam

Kita semua sepakat bahwa material ramah lingkungan sering kali berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui atau di daur ulang. Dengan kenyataan tersebut, tentu keberadaannya akan membantu mengurangi tekanan terhadap lingkungan.

2. Reduksi Jejak Karbon

Pada dasarnya, bahan bangunan konvensional membutuhkan energi tinggi dalam proses produksinya dan menghasilkan emisi karbon yang sangat tinggi. Sementara material ramah lingkungan cenderung memiliki jejak karbon yang rendah. Sehingga hal tersebut dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim pada bumi. 

3. Aspek Kesehatan

Tahukah Anda bahwa material konvensional banyak diproduksi dan mengandung senyawa kimia yang merugikan. Tidak hanya merugikan bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesehatan manusia.

Karena faktanya, senyawa kimia atau emisi yang terkandung dapat mempengaruhi kualitas udara dalam ruangan. Sementara penggunaan material ramah lingkungan sering kali dianggap lebih aman bagi kesehatan.

4. Mengurangi Limbah Konstruksi

Menggunakan material bangunan ramah lingkungan dan mudah di daur ulang dapat membantu mengurangi limbah konstruksi. Sehingga hal tersebut secara tidak langsung juga dapat membantu meminimalkan jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

5. Peningkatan Efisiensi Energi

Material dengan sifat isolasi termal baik dan kinerjanya tinggi nyatanya bisa membantu mengurangi kebutuhan energi untuk proses pemanasan maupun pendinginan bangunan.

Sehingga hal tersebut akan mengurangi konsumsi terhadap energi secara keseluruhan. Jadi, tidak mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan tetapi juga menjadi lebih hemat.

Penggunaan material bangunan ramah lingkungan untuk mendukung konsep green architecture, Sumber: bhg.com
Penggunaan material bangunan ramah lingkungan untuk mendukung konsep green architecture, Sumber: bhg.com

Material Bangunan yang Ramah Lingkungan

Karena semakin banyaknya orang yang aware terhadap isu lingkungan dan pemanasan global, semakin banyak pula orang yang mulai beralih ke material bangunan ramah lingkungan.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penggunaan bahan ramah lingkungan dapat memberikan berbagai dampak positif bagi lingkungan. Karena itu, apabila Anda tertarik untuk mengaplikasikannya juga, bisa simak beberapa bahan bangunan ramah lingkungan di bawah ini.

1. Kayu

Sejak dulu, kayu telah menjadi pilihan utama sebagai material untuk membuat hunian. Keunggulan kayu tidak hanya terletak pada ketersediaannya yang mudah namun juga pada aspek keberlanjutannya, jika dibandingkan dengan beton atau baja.

Salah satu kelebihan kayu yang patut diunggulkan adalah proses pengolahannya yang membutuhkan lebih sedikit emisi dibandingkan dengan proses pembuatan beton maupun baja. Tentu saja pengolahan kayu yang ramah lingkungan ini sesuai dengan konsep keberlanjutan yang semakin diagungkan dalam dunia konstruksi. 

Namun penting diingat, penggunaan kayu harus sejalan dengan pengelolaan hutan yang baik. Dimana reboisasi atau penanaman hutan kembali menjadi kunci untuk memastikan bahwa penggunaan kayu sebagai bahan bangunan tidak akan merugikan ekosistem alam.

2. Bambu

Bambu sebagai material bangunan telah dikenal dan digunakan oleh masyarakat dunia selama ribuan tahun. Karena faktanya, bambu telah menjadi alternatif populer pengganti kayu sebagai material bangunan yang ramah lingkungan.

Meskipun bobotnya tidak seberat kayu, namun daya tahan bambu terhadap beban berat menjadikannya solusi efektif dan efisien dalam dunia konstruksi. Ketahanan bambu terhadap cuaca dan lingkungan juga membuatnya menjadi bahan bangunan yang sangat bisa diandalkan.

Dari segi keberlanjutannya, proses pertumbuhan bambu yang cepat dapat membantu mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam lainnya. Karena dapat dengan mudah ditemukan dan ketersediaannya selalu melimpah.

Di samping itu, umur pemakaian bambu yang cukup panjang dengan proses pengawetan yang tepat juga menjadikannya sebagai opsi yang ekonomis dan berkelanjutan. Pun, ketika bambu sudah tidak lagi bisa digunakan untuk bangunan, bambu tetap bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi produk lainnya. 

3. Batang Jerami

Apabila menginginkan bangunan dengan tema tradisional dan ramah lingkungan, batang jerami adalah salah satu material yang cocok dijadikan pilihan. Keberadaannya sebagai bahan alami untuk membuat bangunan tradisional memang sudah dikenal sejak lama.

Penggunaan batang jerami dapat dijadikan alternatif menarik untuk pengganti dinding bata, gypsum, bahkan kayu sekalipun. Karena batang jerami memiliki kemampuan insulasi yang baik apabila disusun dengan tepat. Kelebihan utama dari batang jerami adalah ketersediaannya yang mudah dan harganya terjangkau. 

Di samping itu, batang jerami juga memiliki kemampuan untuk membuat sejuk ruangan dan berfungsi sebagai peredam suara. Ketersediaannya yang melimpah itulah yang membuatnya menjadi salah satu material bangunan ramah lingkungan.

Material bangunan terbarukan dengan segudang manfaat untuk lingkungan, Sumber: ecoliv.com.au
Material bangunan terbarukan dengan segudang manfaat untuk lingkungan, Sumber: ecoliv.com.au

4. Hempcrete

Hempcrete yang terbuat dari serat tanaman hemp merupakan jenis beton yang memanfaatkan campuran serat dengan kapur untuk membentuk material bangunan ringan dan kuat. Meskipun ringan, namun Hempcrete mampu menahan bobot berat dengan sangat baik.

Mengapa bahan bangunan ini menjadi ramah lingkungan? Hal ini dapat terjadi karena bahan bakunya yakni serat tanaman hemp tersedia sangat melumpah di alam bebas. Tanaman ini tumbuh dengan sangat cepat dan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan konstruksi yang lebih merugikan alam.

5. Tanah yang Dipadatkan

Tanah yang dipadatkan adalah salah satu material bangunan ramah lingkungan yang telah digunakan sejak dulu. Material ini sering kali digunakan sebagai bahan pembuat dinding atau lantai karena dapat membuatnya menjadi lebih menarik. 

Melihat kenyataan bahwa tanah yang dipadatkan sudah digunakan sejak dulu menunjukkan keberlanjutan dan efektivitasnya dalam dunia konstruksi. Material ini juga memiliki kekuatan yang tidak kalah dari bahan bangunan konvensional. Dan itu cukup menjadi alternatif yang ramah lingkungan serta mempunyai dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Kesimpulan

Demikianlah tentang material bangunan ramah lingkungan yang bisa dijadikan sebagai opsi untuk mendukung konsep green architecture yang akhir-akhir ini tengan digaungkan. Dengan begitu, tidak hanya akan mendapatkan kenyamanan ketika berada di dalam bangunan.

Tetapi juga mampu membantu meminimalisir dampak negatif penggunaan material konvensional bagi lingkungan sekitar. Karena bagaimanapun, keberlangsungan lingkungan adalah hal yang harus diperhatikan guna memberikan kehidupan yang lebih layak untuk anak dan cucu kelak.

Dan salah satunya adalah dengan memanfaatkan material bangunan ramah lingkungan ini. Seperti halnya dengan konsep desain bangunan lain, jika membicarakan tentang konsep green architecture tentu peran serta dari jasa desain dan perencanaan profesional sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Karena bersama ahlinya, segala prosesnya dapat terselesaikan dan direalisasikan sesuai kebutuhan dan keinginan. Karenanya, apabila ingin mengaplikasikan konsep bangunan ramah lingkungan bisa mengkonsultasikan kepada jasa desain dan perencanaan yang telah terpercaya.

Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya, khususnya bagi Anda yang ingin membantu mengurangi dampak negatif bagi lingkungan karena proses pembangunan!

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment