Skip to content

Renovasi Stadion Kanjuruhan Dilakukan, Apakah Benar Karena Bangunan Tidak Layak Digunakan?

Pada tanggal 01 Oktober 2022 Indonesia digemparkan oleh tragedi yang cukup besar bahkan menyita perhatian dunia. Ya, tragedi Stadion Kanjuruhan Malang yang sampai saat ini masih menyisakan duka mendalam, dimana tragedi tersebut menewaskan ratusan korban. Karena alasan itulah, Pemerintah Indonesia akan melakukan renovasi Stadion Kanjuruhan untuk menghindari hal serupa dapat terjadi kembali.

Sampai detik ini, tragedi Kanjuruhan memang masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia, khususnya para pecinta sepak bola dan keluarga yang ditinggalkan. Tragedi yang terjadi pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya ini menyebabkan ratusan orang menjadi korban.

Dilansir dari cnnindonesia.com, setidaknya total korban dari tragedi tersebut mencapai 754 orang, 596 mengalami luka ringan hingga sedang, 26 orang mengalami luka berat, dan 132 orang diantaranya meninggal dunia. Jumlah kematian tersebut adalah yang terbanyak dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Tidak hanya menyisakan duka mendalam, tragedi Kanjuruhan juga cukup menyisakan tanya, mengapa insiden tersebut sampai bisa terjadi. Terdapat beberapa faktor mengapa insiden tumpah darah tersebut bisa terjadi. Mulai dari gas air mata yang ditembakkan aparat ke tribun stadion untuk meredam aksi yang memanas hingga penumpukan supporter di pintu keluar yang menyebabkan kekurangan oksigen dan membuat para suporter terinjak-injak.

Terjadinya penumpukan supporter di pintu keluar stadion disebabkan oleh banyaknya suporter yang saat itu mencapai 42rb, sedangkan kapasitas Stadion Kanjuruhan saja hanya 38rb. Tapi di samping itu semua, faktor lain yang juga menyebabkan terjadinya tragedi kemanusiaan ini adalah Stadion Kanjuruhan Malang tidak layak digunakan dalam perhelatan sepak bola liga 1.

Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan bahwa Stadion Kanjuruhan Malang perlu dilakukan renovasi agar sesuai dengan standar untuk menghindari kejadian serupa.

Potret setelah tragedi Kanjuruhan pada tanggal 01 Oktober 2022, Sumber: rt.com
Potret setelah tragedi Kanjuruhan pada tanggal 01 Oktober 2022, Sumber: rt.com

Alasan Renovasi Stadion Kanjuruhan Malang

Selain karena insiden Kanjuruhan yang menyebabkan adanya kerusakan pada fasilitas stadion, terdapat berbagai alasan mengapa pemerintah melakukan renovasi total pada Stadion Kanjuruhan. Setidaknya, ditemukan tujuh indikasi yang menjadikan Stadion Kanjuruhan Malang tidak layak untuk digunakan.

Dimana tiga diantaranya terdapat indikasi yang berkaitan erat dengan terjadinya tragedi Kanjuruhan. Dengan berbagai indikasi tersebut, dapat dijadikan sebagai kriteria untuk melakukan renovasi total Stadion Kanjuruhan.

Rencana renovasi Stadion Kanjuruhan sendiri akan dilakukan pada awal tahun 2023 dengan estimasi waktu kurang lebih 1 tahun kedepan. Terdapat berapa indikasi mengapa pemerintah melakukan renovasi pada Stadion Kanjuruhan Malang, diantaranya sebagai berikut: 

1. Tangga Tribun

Indikasi pertama yang ditemukan adalah tidak tersedianya tangga pada tribun ekonomi stadion. Sehingga hal tersebut membuat para penggunanya langsung turun ke bawah dari tribun atasnya tanpa bantuan tangga. Hal tersebut tentunya akan sangat membahayakan keselamatan penonton saat sedang dalam keadaan panik seperti pada tragedi Kanjuruhan 2022.

2. Pintu Stadion

Terdapat beberapa macam pintu yang ada di Stadion Kanjuruhan seperti pintu tipe harmonika dan juga tipe swing. Namun sayangnya, jarak antara pintu dan juga tangga stadion hanya berkisar 30 cm saja. Sehingga tidak ada protokol keselamatan untuk hal tersebut.

Jadi ketika sedang dalam keadaan panik ada kemungkinan bahwa penonton terjatuh, mengingat anak tangga tersebut cukup curam dan tinggi anak tangga tidak sesuai dengan standar yang berlaku.

3. Tidak Terdapat Pintu Darurat

Tidak tersedianya pintu darurat yang dapat diakses penonton juga menjadi alasan mengapa Stadion Kanjuruhan perlu dilakukan renovasi dan menjadi indikasi terjadinya tragedi yang menewaskan ratusan korban jiwa. Sebenarnya di Stadion Kanjuruhan terdapat total 6 pintu untuk kepentingan ambulans dan yang lainnya.

Hanya saja pintu tersebut tidak dapat diakses oleh penonton di tribun. Jadi, meskipun pintu tersebut berukuran cukup besar dan dapat dilalui oleh mobil, namun sayangnya pintu tidak dapat diakses oleh penonton. Atau dengan kata lain, ketika tragedi terjadi pintu tersebut tidak dibuka.

4. Minimnya Penerangan Tribun

Dari segi penerangan, penerangan pada tribun stadion juga masih kurang layak. Sehingga saat diselenggarakan pertandingan pada malam hari akan sangat menyulitkan.

Potret Stadion Kanjuruhan kebanggaan masyarakat Malang, Sumber: id.wikipedia.org
Potret Stadion Kanjuruhan kebanggaan masyarakat Malang, Sumber: id.wikipedia.org

5. Fasilitas Toilet yang Kurang Layak

Toilet yang tersedia di Stadion Kanjuruhan juga terbilang kurang layak. Belum lagi jumlah toiletnya yang terbatas untuk kapasitas penonton yang lebih dari 30rb.

6. Per Ring Level Stadion

Tidak adanya penyangga di pinggir stadion juga membuat penonton dapat masuk begitu saja. Padahal seharusnya, penonton tidak dapat masuk begitu saja. Perlu adanya per ring level di pinggir stadion yang lebih luas agar hal tersebut dapat diminimalisir dan penonton tidak mudah langsung masuk ke stadion.

7. Pagar Pembatas Penonton

Pagar pembatas penonton juga sangat perlu untuk dilakukan perbaikan. Karena pagar yang memisahkan tribun dan lapangan dapat dijadikan sebagai media untuk penonton memanjat. Jika pagar pembatas diperbaiki, maka dapat meminimalisir penonton yang dapat memanjat pagar stadion.

8. Pembuatan Monumen

Pembuatan monumen merupakan alasan tambahan dari rencana renovasi Stadion Kanjuruhan. Pembangunan monumen ini dilakukan untuk mengenang dan sebagai rasa hormat kepada para suporter yang menjadi korban pada tragedi Kanjuruhan.

Apakah Tragedi dan Renovasi Stadion Kanjuruhan Karena Tidak Memiliki SLF?

Dari segi fisik, mungkin stadion kebanggaan masyarakat Malang ini terlihat mentereng dan layak digunakan untuk berbagai event. Namun sayangnya, Stadion Kanjuruhan Malang masih jauh dari kata layak karena berbagai fasilitas yang dimilikinya masih kurang memenuhi standar yang berlaku.

Tidak sampai disitu saja, ternyata Stadion Kanjuruhan juga tidak memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) terbaru yang dapat dijadikan acuan untuk menjamin keselamatan penonton. Dilansir dari bicaraindonesia.id, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa Stadion Kanjuruhan memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) stadion namun persyaratan laik fungsinya tidak tercukupi dan menggunakan SLF dari tahun 2020.

Serta terdapat beberapa catatan yang seharusnya dipenuhi tetapi tidak dipenuhi dan belum ada perbaikan terhadap catatan dari hasil verifikasi tersebut, khususnya terkait masalah keselamatan penonton. Padahal Sertifikat Laik Fungsi (SLF) adalah salah satu dokumen penting yang harus dimiliki sebelum stadion dapat dioperasikan.

Hal ini tentu saja berkaitan dengan keamanan, kenyamanan, serta keselamatan dari pengguna stadion. Jika SLF lama belum diperbaharui apalagi masih terdapat catatan terkait keandalan bangunan stadion, artinya bangunan tersebut belum layak untuk dioperasikan. Apabila masih nekat dioperasikan, maka dapat membahayakan keselamatan penggunanya, termasuk yang terjadi pada tragedi Stadion Kanjuruhan.

Rencana renovasi Stadion Kanjuruhan Malang, Sumber: jatim.inews.id
Rencana renovasi Stadion Kanjuruhan Malang, Sumber: jatim.inews.id

Agar tragedi lain seperti tragedi Kanjuruhan tidak terulang kembali. Maka dari itu, selain memperbaiki fasilitas dan fisik dari stadion itu sendiri tetapi juga harus melengkapi bangunan stadion dengan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Apabila mengurus SLF dirasa merepotkan dan menyita waktu, sebenarnya pengelola stadion dapat menggunakan jasa dari konsultan SLF yang berpengalaman. PT Eticon Rekayasa Teknik dapat dijadikan sebagai pilihan yang tepat untuk pengurusan SLF bangunan stadion. 

Dengan mempercayakan pengurusan SLF kepada kami, proses pengurusan SLF untuk bangunan stadion akan lebih mudah dan cepat. Jadi, jangan tunggu sampai terjadi tragedi kembali, segera urus bangunan stadion atau bangunan lainnya kepada PT Eticon Rekayasa Teknik!