Air adalah salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan makhluk hidup, tidak hanya manusia tapi hewan dan tumbuhan juga. Oleh sebab itu, sebagian besar rumah biasanya dilengkapi dengan sumur, salah satu jenisnya adalah sumur artesis. Nah, apa sumur artesis dan apakah pembangunannya memiliki dampak bagi lingkungan?
Sebagian besar dari kita mungkin cukup familiar dengan beberapa jenis sumur yang ada. Seperti sumur galian, sumur bor, hingga sumur resapan. Tapi, bagaimana dengan sumur artesis? Apakah familiar atau justru belum pernah mendengar namanya sama sekali?
Apa Itu Sumur Artesis?

Dalam bahasa inggris, jenis sumur satu ini sering disebut juga sebagai artesian atau deep well. Sumur artesis merupakan jenis sumur yang tidak membutuhkan pompa untuk menaikkan air ke permukaan. Hal ini karena terdapat tekanan positif yang cukup di dalam akuifer yang digunakan untuk membawa air ke permukaan tanah.
Sumur artesis ini biasanya ditemukan di area komplek perumahan dan dijadikan sebagai sumber air bersih di area tersebut. Dipilihnya sumur artesis sebagai sumber air karena sumur ini mampu memberikan dampak positif pada kualitas air yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kualitas air yang sangat baik didapatkan dari pengeboran menuju lapisan tanah yang sangat dalam. Sehingga air yang dikeluarkan terhindar dari polutan dan bakteri atau zat-zat tercemar lainnya. Selain itu, sumber air dari sumur artesis juga sangat banyak jika dibandingkan dengan jumlah debit air dari jenis sumur lainnya.
Karena banyaknya debit air yang dihasilkan oleh sumur artesis, maka dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga, industri, dan gedung-gedung lainnya. Meskipun sumur artesis terlihat seperti sumber air yang airnya tidak ada habisnya, namun sumur artesis sama seperti sumur pada umumnya yang bisa mengering.
Apalagi jika terjadi penurunan muka air akuifer akibat dampak dari perubahan lingkungan. Jadi, meskipun sumur satu ini adalah sumber air yang sangat bisa diandalkan, tetap perlu memperhatikan penggunaannya agar bisa bermanfaat untuk keberlanjutan jangka panjang.
Cara kerja sumur ini hampir sama dengan sumur bor. Tetapi meskipun begitu, perbedaan sumur bor dan artesis terletak pada kegunaanya. Jika sumur bor digunakan pada bangunan berskala kecil, maka sumur artesis digunakan pada skala yang lebih masif. Namun keduanya sama-sama bisa diandalkan sebagai sumber air.
Apa Dampak Sumur Artesis bagi Lingkungan?

Dampak lingkungan yang ditimbulkan dari sumur artesis umumnya lebih rendah jika dibandingkan dengan jenis sumur lainnya. Hal ini bisa terjadi karena tekanan alaminya mampu mengurangi bahkan menghilangkan kebutuhan akan pompa listrik.
Namun meskipun sumur artesis pada dasarnya ramah lingkungan, tetap saja hadir lengkap dengan berbagai kekurangan dan dampak negatif bagi lingkungan. Sebut saja seperti pengambilan air yang terlalu berlebihan pada sumur artesis dapat mempengaruhi dan merusak ekosistem di sekitarnya.
Selain itu, apabila sumur artesis tidak ditutup dengan benar, hal tersebut dapat berakibat menimbulkan luapan air yang tentunya akan terbuang secara sia-sia. Di samping itu, kehidupan makhluk hidup, khususnya tumbuhan dan hewan di sekitarnya juga bergantung pada tingkat air tanah yang sabil.
Sekali lagi, meskipun sumur artesis ini ramah lingkungan tetapi tetap saja membutuhkan pengawasan yang cermat untuk mencegah dampak negatif bagi lingkungan. Jadi, ketika berpikir untuk mengaplikasikan sumur artesis, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan mereka yang ahli di bidang lingkungan hidup.
Karena dengan ahlinya, dapat memberikan informasi mendetail mengenai apa saja potensi dampak negatif terhadap lokasi dimana akan membuat sumur artesis. Sehingga, Anda pun bisa membuat keputusan yang tepat dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Hal-Hal Penting Terkait Sumur Artesis

Sebelum memutuskan untuk membuat sumur artesis, pastikan Anda tahu apa saja dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan dan mengetahui hal-hal penting di balik proses pengeborannya. Dengan begitu, kerugian dan dampak negatif dari pengeboran sumur dapat diatasi dan diminimalisir dengan baik.
1. Lokasi Pembuatan Sumur
Lokasi dimana sumur artesis dibangun dapat memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap kualitas air yang akan dikeluarkan, terutama akuifer bawah dan dua lapisan kedap air. Pembuatan sumur artesis sebaiknya jauh dari area pembuangan atau toilet.
Hal ini bertujuan agar air yang dihasilkan tidak terkontaminasi dengan sistem pembuangan tersebut. Sehingga air bisa dikonsumsi sebagai air minum atau air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
2. Kedalaman Sumur
Sumur artesis membutuhkan kedalaman yang cukup dan tepat, yang membuatnya menjadi salah satu jenis sumur dalam paling sering digunakan. Idealnya, syarat sumur artesis ada pada kedalaman sekitar 150 meter sampai 200 meter. Namun, hal tersebut tergantung juga pada seberapa besar jumlah air yang dibutuhkan.
3. Membutuhkan Izin Khusus
Meskipun termasuk jenis sumur ramah lingkungan dan minim dampak negatif, tetapi dalam pembuatannya sumur artesis membutuhkan perizinan khusus dari pemerintah terkait. Dibutuhkannya perizinan ini karena pengeboran untuk sumur artesis dilakukan cukup dalam.
Sehingga tetap bisa memberikan pengaruh pada lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu, pengeboran sumur tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Izin ini akan dikeluarkan setelah dilakukan survey lapangan dan studi kelayakan terlebih dahulu. Jika memenuhi syarat, pembangunan sumur artesis pada lingkungan bisa dilakukan.
4. Biaya Pembuatan Sumur Artesis
Perlu diketahui, biaya pembuatan untuk sumur artesis tergolong cukup mahal. Karena selain membutuhkan penggalian yang cukup dalam, peralatan yang digunakan untuk pembuatannya pun harus canggih. Biaya pembuatan sumur biasanya tergantung kedalaman sumur, lokasi pengeboran, sampai kontur tanah.
Jika kontur tanah tidak membutuhkan effort yang besar, biaya pembuatannya sedikit lebih rendah daripada sumur yang dibuat di kontur tanah susah. Karena semakin susah medan pengeboran sumur, maka akan semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan.
Prosedur Pengeboran Sumur Artesis

Dalam proses pengeboran atau pembuatan sumur artesis, terdapat beberapa prosedur penting yang harus dilalui. Di antara berbagai prosedur pembuatan sumur artesis, sebagai berikut:
- Pertama dan yang paling utama adalah memastikan bahwa proses pengeboran yang akan dilakukan sudah mengantongi izin dari pemerintah setempat.
- Mempersiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan di dekat jangkauan lokasi sumur akan dibuat
- Membuat kolam kecil yang akan digunakan sebagai tempat untuk menampung air hasil pengeboran
- Semua peralatan harus dipastikan terpasang dengan kuat, baik, dan tepat
- Pipa bor harus terpasang dengan rapat tanpa celah, kuat, dan benar
- Melakukan pengukuran kedalaman sumur melalui jenis-jenis tanah dimana sumur akan dibuat
- Menghentikan pengeboran sumur dengan sesegera mungkin apabila sudah memperoleh sumber air yang dibutuhkan
- Memompa air untuk membersihkan lumpur dari sumur tersebut. Sehingga air kurasan tidak akan bercampur lumpur dan bisa dimanfaatkan dengan baik.
Demikianlah informasi seputar sumur artesis beserta dengan dampak pembuatannya bagi lingkungan yang patut dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membuatnya. Semoga ulasan ini bisa menjadi informasi tambahan, khususnya bagi Anda yang sedang merencanakan untuk membuat sumur di hunian!
Untuk mendapatkan informasi menarik lainnya, Anda bisa langsung mengaksesnya di laman website Eticon. Karena setiap saat kami memberikan informasi menarik seputar SLF, desain bangunan, dan masih banyak lagi yang sangat sayang jika dilewatkan begitu saja.
