Menyiapkan Rumah Tumbuh, Bagaimana Caranya?

Setiap orang pasti memiliki keinginan untuk membangun rumah idaman. Namun sayangnya, banyak yang terbentur masalah biaya di luar kemampuan. Beberapa sebab yang menjadi alasan seseorang dalam membangun rumah pun cukup beragam. Mulai dari harga tanah, material bahan bangunan, ongkos pengerjaan yang mahal, hingga dana yang belum mencukupi. Untuk itu, salah satu solusinya adalah membangun ‘rumah tumbuh’.

Rumah tumbuh juga menjadi konsep rumah yang kerapkali ditawarkan pengembang. Dari segi ukuran, rumah tumbuh biasanya didesain di atas tanah yang cukup luas, tetapi memiliki bangunan yang kecil. Biasanya, rumah tumbuh terdiri dari dua kamar tidur dan satu kamar mandi.

Konsep rumah tumbuh juga menjadi salah satu cara alternatif yang dapat diambil untuk merencanakan dan membangun rumah secara bertahap. Membangun rumah tumbuh juga dipandang sebagai solusi yang cukup efektif untuk memiliki hunian sesuai dengan keinginan dan anggaran yang minim. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk membangun rumah tumbuh?

Setiap orang pasti ingin segera menempati rumah yang dibeli dan dibangun melalui hasil kerja keras sendiri. Untuk itu, tentu jawabannya adalah tidak ada batasan usia seseorang dalam membangun rumah.

Pada artikel kali ini, kami akan membahas mengenai cara menyiapkan rumah tumbuh. Apabila Anda tertarik untuk membangun rumah idaman Anda, perhatikan beberapa hal di bawah ini!

1. Tentukan konsep rumah tumbuh

Mengingat anggaran dalam membangun rumah terbatas, maka langkah awal yang perlu Anda pertimbangkan adalah mengenai konsep rumah tumbuh.

Umumnya, terdapat dua konsep rumah tumbuh. Pertama, adalah jenis rumah tumbuh horizontal. Kedua, jenis rumah tumbuh vertikal. Biasanya, jenis rumah tumbuh vertikal akan dipilih oleh mereka yang memiliki lahan sempit dan kecil. Jika lahan yang Anda miliki terlalu kecil, membangun rumah dengan ukuran yang luas tidak dapat dipaksakan. Maka, menambah satu atau dua lantai ke atas adalah hal yang paling mungkin untuk dilakukan.

Selain itu, konsultasikan dengan perencana atau penyedia jasa desain rumah profesional dalam menentukan konsep rumah tumbuh yang akan Anda bangun. Mengapa demikian? Pasalnya, matangnya perencanaan sejak awal sangat mempengaruhi kekuatan struktur bangunan rumah Anda.

desain Rumah Tumbuh
Desain Rumah Tumbuh oleh PT Eticon Rekayasa Teknik

Sebagai contoh, untuk tahun pertama ini, Anda hanya mampu menyediakan dana untuk membangun rumah satu lantai. Padahal, Anda memiliki impian untuk bisa memiliki rumah tingkat. Untuk itu, desain struktur pondasi maupun kolom rumah harus sudah disiapkan untuk menahan beban dari bangunan bertingkat.

Hal yang tak kalah pentingnya juga adalah saluran air, termasuk juga lokasi penempatan pembuangan limbah atau septic tank. Mengapa hal ini juga harus dipertimbangkan?

Misalnya, pemilik yang baru menikah tentunya akan mengawali pembangunan rumah tumbuh dengan komposisi ruangan yang minimalis, terdiri dari 1 atau 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 ruang makan dan dapur, serta 1 ruang terbuka yang dimanfaatkan sebagai ruang tamu atau ruang keluarga.

Seiring dengan bertambahnya jumlah kamar dan penghuni rumah, biasanya akan diikuti dengan penambahan kamar mandi atau toilet. Oleh karenanya, untuk mengantisipasi meluapnya volume limbah kotor, pembuatan saluran air dan pembuangan limbah harus direncanakan dengan baik.

2. Konsultasikan dan gunakan jasa desain rumah

Meskipun Anda harus mengeluarkan dana lebih, menggunakan penyedia jasa desain rumah profesional akan membuat Anda lebih puas dalam merencanakan rumah masa depan. Penyedia jasa maupun konsultan desain rumah akan memulai tahap mendesain denah awal. Hal ini mengingat denah akan menjadi acuan dalam pengurusan surat IMB (Izin Mendirikan Bangunan).  

3. Perhatikan Peraturan Pemerintah

Apakah Anda berencana menambah jumlah lantai rumah di tahun berikutnya? Maka pastikan bahwa Anda tidak melanggar batasan jumlah lantai dan ketinggian bangunan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Dalam kasus ini, terdapat beberapa hal yang jarang diperhatikan saat membangun rumah tumbuh. Adapun di antaranya adalah garis sempadan bangunan, ketinggian bangunan, koefisien lantai bangunan, koefisien dasar bangunan, koefisien daerah hijau, dan lainnya. Untuk itu, alangkah lebih baiknya jika Anda dapat berkonsultasi dengan penyedia jasa desain rumah profesional.

4. Buatlah RAB (Rencana Anggaran Biaya) sebaik mungkin

Dalam membangun rumah tumbuh, perencanaan biaya sangatlah penting. Hal ini ditujukan agar penggunaan dana dapat lebih efektif.

Pertama, pilihlah bahan bangunan yang tahan lama terhadap cuaca. Meski harganya sedikit lebih mahal, Anda dapat menekan biaya perawatan rumah. Lakukan juga survei ke beberapa toko bangunan untuk membandingkan harga yang ditawarkan.

Kedua, pilihlah jasa tukang bangunan atau borongan yang memiliki harga tawar terjangkau, tetapi dapat memberikan kepastian kualitas. Untuk itu, Anda disarankan banyak berkonsultasi dengan penyedia jasa desain rumah profesional maupun teman/kerabat yang memiliki pengalaman dalam membangun rumah.

desain Rumah Tumbuh

Ketiga, belilah bahan bangunan yang menjadi prioritas. Ajaklah pasangan Anda untuk berdiskusi dalam penggunaan anggaran. Memang benar, rumah akan tampak indah dengan dekorasi yang mewah. Namun, pastikan Anda tidak kehabisan dana di tengah jalan. Untuk itu, belilah bahan bangunan yang menjadi prioritas utama.

Keempat, manfaatkan diskon. Belakangan ini, banyak toko material bangunan yang memberikan diskon cukup besar. Untuk itu, jangan lewatkan kesempatan ini. Jika Anda belum memiliki rencana untuk membangun dalam waktu dekat, pikirkan di mana Anda akan menyimpan material bangunan yang telah Anda beli.

Keempat, perhitungkan inflasi. RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang telah dirancang tahun ini mungkin saja tidak akan relevan digunakan sebagai acuan dalam melanjutkan pembangunan di tahun kedua. Untuk itu, tambahkan kenaikan 5 hingga 10% dari RAB yang telah Anda buat setiap tahunnya, baik untuk biaya belanja bahan bangunan maupun ongkos pekerja.

Baca juga : Green Architecture: Konsep Desain Bangunan yang Ramah Lingkungan

5. Memaksimalkan penggunaan bahan

Jika proses pembangunan tahap pertama telah selesai dilakukan, pembangunan rumah tumbuh tahap kedua haruslah memperhatikan penggunaan bahan bangunan. Proses membongkar dan mengganti seringkali tak bisa dihindari saat proses pembangunan rumah tumbuh tahap kedua. Untuk itu, upayakan agar Anda dapat memanfaatkan kembali material bongkaran tersebut. Misalnya, menggunakan kembali lantai keramik, balok kayu, jendela, dan daun pintu.

6. Tumbuh tidak hanya ke atas

Meski memiliki lahan yang terbatas, mendesain dan memperindah rumah tidak hanya dapat dilakukan dengan menambah jumlah lantainya. Anda pun dapat mempercantik rumah Anda dengan pemanfaatan furnitur multifungsi atau memberikan sekat/dinding untuk menambah fungsi ruangan.

Agar tidak salah saat mendesain, konsultasikan hal ini melalui penyedia jasa desain rumah dan bangunan, ya!

Jadi, apakah kita harus menunggu harga tanah dan material turun? Atau menunggu hingga tabungan mencukupi? Segera rencanakan konsep rumah impian Anda bersama PT Eticon Rekayasa Teknik.