Arsitektur Rumah Adat Bali: Penarik Perhatian Wisatawan

Gaya arsitektur Bali, Sumber : cekindo.com

Bali merupakan salah satu destinasi wisata paling populer bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dari berbagai daya tarik yang dipancarkan Bali, ada satu hal yang termasuk dari kebudayaan Indonesia yang menarik bagi wisatawan. Hal tersebut ialah gaya arsitektur rumah adat Bali yang mempesona, gaya arsitektur yang unik dan tradisional tersebut mampu menarik perhatian wisatawan.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, jumlah total wisatawan domestik yang mengunjungi Bali pada tahun 2019 adalah 10.545.039 jiwa. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali pada tahun yang sama berjumlah 6.275.210 jiwa. Jika dilihat dari data kunjungan tersebut, Bali menarik banyak wisatawan untuk datang berkunjung.

Apabila merujuk pada konsep pariwisata berkelanjutan, yang di dalamnya terdapat 4 pilar yang mencakup pengembangan wisata. Salah satunya adalah pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung (Culture). Rumah adat Bali termasuk ke dalam kebudayaan Indonesia, maka dari itu sudah seharusnya masyarakat serta wisatawan menjaga kelestariannya.

Keindahan Danau Beratan Bedugul, Sumber : travelspromo.com
Keindahan Danau Beratan Bedugul, Sumber : travelspromo.com

Empat pilar utama untuk pengembangan pariwisata tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pariwisata No. 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Kemudian pilar tersebut telah dirumuskan oleh Badan Pariwisata Berkelanjutan Dunia yang mencakup beberapa kriteria berikut:

  1. Pengelolaan destinasi parwisata berkelanjutan (Sustainability Management)
  2. Pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal (Social-Economy)
  3. Pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung (Culture)
  4. Pelestarian lingkungan (Environment)

Oleh sebab itu melestarikan warisan budaya merupakan tujuan yang perlu diperhatikan dalam menyusun perancanaan pariwisata berkelanjutan, yang dalam hal ini mencakup rumah adat Bali. Untuk menciptakan pengembangan pariwisata tersebut dibutuhkan dukungan dari semua aspek, mulai dari masyarakat, wisatawan, hingga pemerintah.

Keunikan Arsitektur Rumah Adat Bali

Rumah adat Bali telah diwariskan dari zaman dulu hingga saat ini dan sudah berkembang secara turun temurun. Gaya arsitektur bali didesain dengan mencerminkan tradisi masyarakat setempat untuk membangun sebuah bangunan, struktur, maupun rumah-rumah. Gaya arsitektur Bali sangat kental dengan tradisi Hindu Bali yang dikombinasikan dengan Jawa Kuno.

Arsitektur rumah adat Bali memiliki karekteristik budaya yang kental, dapat dilihat dengan ukiran yang terdapat pada setiap desainnya. Selain itu material atau bahan yang biasa digunakan untuk membangun rumah seperti bambu, batu bata, kayu jati, atap jerami, atau bahan lokal yang lainnya. Berikut keunikan dari gaya arsitektur rumah adat Bali.

1. Terdapat Beberapa Bangunan dalam Satu Hunian

Apabila mengunjungi Bali, maka kita akan disuguhkan dengan pemandangan rumah adat Bali yang memiliki beberapa bangunan yang berdiri di dalam satu lahan. Bangunan tersebut terpisah-pisah dan tidak dalam satu atap, namun masih menjadi kesatuan dari rumah tersebut. Berbagai bangunan tersebut memiliki fungsinya masing-masing, seperti kamar tidur, dapur, tempat ibadah, dan yang lainnya.

Baca juga : Pariwisata Indonesia Pascapandemi COVID-19

Rumah adat Bali dibangun dengan aturan Asta Kosala Kosali. Asta Kosala Kosali ini mirip dengan Feng Shui jika dilihat dari budaya China. Untuk membangun rumah adat Bali, terdiri dari beberapa bagian yang dikenal dengan sebutan Tri Hita Karana. Bagian-bagian yang terdapat pada Tri Hita Karana meliputi Palemahan, Pawongan, dan Parahyangan.

Terdapat beberapa bangunan dalam satu hunian, Sumber : pegipegi.com
Terdapat beberapa bangunan dalam satu hunian, Sumber : pegipegi.com

2. Pintu Masuk Rumah Adat Bali Terdapat Gapura Candi Bentar

Pada umumnya rumah adat Bali memiliki pintu masuk yang berupa gapura Candi Bentar. Peletakkan gapura Candi Bentar tersebut bertujuan untuk menambah keindahan dari pintu masuk rumah. Detail yang terdapat di gapura Candi Bentar ini lebih ornamental. Sehingga dapat memancarkan kesan hunian yang indah dan etnik.

Gapura Candi Bentar di pintu masuk rumah adat Bali, Sumber : indonesiatraveler.id
Gapura Candi Bentar di pintu masuk rumah adat Bali, Sumber : indonesiatraveler.id

3. Terdapat Pengaruh Kepercayaan Polytheisme

Sebelum datangnya ajaran Hindu ke Pulau Bali, masyarakat sekitar menganut kepercayaan Polytheisme. Polytheisme merupakan bentuk kepercayaan dengan mengakui adanya banyak dewa atau bisa dikatakan memuji kepada banyak dewa. Oleh sebab itu, terkadang masih banyak ditemui unsur kebudayaan tersebut pada gaya arsitektur Bali.

Bahkan hingga saat ini masih banyak dijumpai di Bali, masih ada yang menganut unsur kebudayaan tersebut. Dengan adanya satu kompleks hunian yang di dalamnya terdapat beberapa pura, pura-pura tersebut digunakan untuk memuja dewa yang berbeda-beda.

Terdapat pura keluarga di kompleks rumah, Sumber : turuslumbung.blogspot.com
Terdapat pura keluarga di kompleks rumah, Sumber : turuslumbung.blogspot.com

4. Letak Bangunan Menurut Arah Mata Angin

Di Bali arah utara merupakan arah yang dianggap suci, sedangkan untuk arah sebaliknya yakni selatan dianggap buruk. Konsep tersebut diambil dari Tri Angga, yakni panduan tata letak. Biasanya peletakkan tempat ibadah diletakkan pada sudut bagiat utara sebuah rumah, karena merupakan tempat suci. Sehingga peletakkan pura keluarga ada di paling utara sebuah rumah adat di Bali.

Baca juga : Pentingnya Penilaian Daya Dukung di Destinasi Wisata

Menurut konsep dari Tri Angga, bagian yang paling depan disebut dengan istilah utama mandala, yakni sebagai tempat suci untuk ibadah. Kemudian untuk bagian tengah disebut dengan madya mandala sebagai tempat tinggal untuk penghuni rumah. Lalu untuk bagian yang paling belakang disebut dengan istilah Nista manala sebagai tempat yang digunakan untuk dapur.

Letak ruangan menurut arah mata angin, Sumber : toriqa.com
Letak ruangan menurut arah mata angin, Sumber : toriqa.com

5. Bangunan Dirancang Dekat dengan Nuansa Alam

Keunikan selanjutnya dari rumah adat Bali adalah bangunan dirancang dekat dengan nuansa Alam. Umumnya rumah adat Bali memiliki halaman yang luas, dengan tujuan agar manusia dapat akrab dan dapat berkomunikasi dengan alam sekitar.

Ventilasi di rumah Bali ini juga dibuat dengan adanya tambahan ruang di antara atap dan dinding. Tujuannya agar sirkulasi udara di dalam ruangan dapat berjalan dengan baik. Sehingga manusia dapat berkomunikasi dengan alam secara lancar.

Gaya arsitektur Bali, Sumber : cekindo.com
Gaya arsitektur Bali, Sumber : cekindo.com

Mari bersama-sama lestarikan warisan budaya Indonesia agar tidak rusak. Karena dengan menjaga kelestarian kebudayaan dapat berpengaruh terhadap perkembangan pariwisata Indonesia di masa ini maupun di masa yang akan datang.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *