Perbedaan Shop Drawing dan As Built Drawing

As Built Drawing adalah

Secara umum, seorang engineer yang bekerja pada bidang konstruksi memiliki tanggung jawab dalam merancang, mengembangkan, serta melaksanakan sejumlah sebuah proyek bangunan. Dalam proses kerja ini, terdapat beberapa dokumen yang menjadi tanggung jawab seorang engineer. Beberapa di antaranya adalah pembuatan gambar rencana, gambar tender, gambar konstruksi, gambar kerja (shop drawing) dan gambar akhir (as built drawing).

Namun, di mana letak perbedaan shop drawing dan as built drawing? Dan apa fungsi keduanya?

Pengertian Shop Drawing

Dilihat dari definisinya, shop drawing merupakan gambar teknik yang dibuat oleh kontraktor dalam pelaksanaan proyek konstruksi bangunan sebagai acuan dalam melaksanakan pekerjaan.

Adapun fungsi shop drawing dalam pekerjaan konstruksi berperan sebagai media komunikasi antara perencana dan pelaksana. Dengan bantuan gambar shop drawing, diharapkan dapat terhindar dari kesalahan kerja yang mengakibatkan pembongkaran, pengulangan kerja, pembengkakan waktu dan biaya. Dengan begitu, pekerjaan konstruksi yang telah direncanakan melalui gambar shop drawing dapat optimal, baik dari ketepatan waktu maupun perhitungan biaya.

Dalam hal ini, gambar shop drawing dibuat dengan ukuran kertas A3 dan memuat detail dari pembuatan komponen konstruksi maupun komponen yang akan digunakan saat proses instalasi.

Perbedaan Shop Drawing dan As Built Drawing
Dengan bantuan gambar shop drawing, diharapkan dapat terhindar dari kesalahan kerja

Pengertian As Built Drawing

As Built Drawing memiliki definisi sebagai gambar rekaman akhir yang dibuat sesuai dengan kondisi terbangun di lapangan yang telah mengadopsi semua perubahan selama proses pekerjaan konstruksi.

Seperti yang kita ketahui bersama. Bahwa setiap proses pekerjaan konstruksi biasanya tidak selesai sesuai dengan perencanaan. Untuk itu, setiap perubahan yang terjadi dan berbeda dari gambar shop drawing, maka harus dibuatkan gambar rivisinya, atau disebut dengan as built drawing. Namun jika selama proses pekerjaan konstruksi tidak terdapat perubahan, maka gambar kerja shop drawing dapat digunakan sebagai gambar jadi/ rekaman akhir.

Adapun fungsi dari pembuatan dokumen as built drawing di dalam proyek konstruksi adalah sebagai pedoman pengoperasian bangunan di mana setiap gambar as built drawing telah merekam setiap perubahan atau modifikasi yang dibuat selama proses pelaksanaan pembangunan. Selain itu, gambar as built drawing harus menjelaskan siapa saja pihak yang terlibat dalam pengerjaan proyek. Misalnya seperti sub kontraktor, supplier, dan lainnya.

Shop Drawing adalah
Setiap perubahan yang terjadi dan berbeda dari gambar shop drawing, maka harus dibuatkan gambar rivisinya, atau disebut dengan as built drawing

Dapat disimpulkan, bahwa dokumentasi ini sangat penting dimiliki oleh setiap pemilik bangunan gedung karena akan menjadi acuan dalam melakukan perawatan bangunan ke depannya.

Untuk memudahkan pengerjaan as built drawing, diharapkan gambar dapat dibuat bersamaan dengan proses pengerjaan konstruksi. Hal ini dimaksudkan agar seluruh informasi mengenai perubahan dapat terekam tanpa ada satu pun yang harus terlewati.

Siapa yang berperan dalam pembuatan shop drawing dan as built drawing? Jika gambar rencana dibuat oleh konsultan perencana, maka untuk gambar shop drawing dan as built drawing dapat dikerjakan langsung oleh kontraktor maupun perusahaan yang bergerak pada bidang konstruksi.

Baca juga : As-Built Drawing Sebagai Syarat Penerbitan SLF

Tabel perbandingan Shop Drawing dan As Built Drawing

Untuk memudahkan Anda dalam membedakan keduanya, kami telah merangkumnya ke dalam tabel berikut ini.

JenisShop DrawingAs Built Drawing
Dasar pembuatanMengacu pada gambar rencana yang telah dibuat oleh konsultan perencanaMengacu pada gambar shop drawing yang telah disetujui Manajemen Konstruksi (MK). Pembuatan gambar disesuaikan dengan kondisi akhir pekerjaan
Isi gambarGambar detail dan menyeluruh dari bangunan yang akan dibangun dengan tujuan bangunan yang akan dibangun akan sama dan sesuai dengan desain yang telah dikonsep oleh konsultan perencana    Gambar koreksi atau perbaikan dari gambar pelaksanaan yang ada dikarenakan terdapat permasalahan pada saat bangunan dikerjakan. As built drawing juga menerangkan pihak mana saja yang terlibat dalam proses pekerjaan konstruksi
Waktu pembuatanSebelum pekerjaan konstruksi dimulaiSetelah pekerjaan konstruksi selesai
FungsiSebagai pedoman pelaksanaan pekerjaanSebagai laporan hasil pekerjaan
Persetujuan gambarDibuat oleh perseorangan, biro gambar, atau kontraktor, kemudian diperiksa dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi (MK) dan konsultan perencanaDibuat oleh perseorangan atau kontraktor, kemudian disetujui oleh kontraktor, Manajemen Konstruksi (MK), dan konsultan perencana
Kop gambarBerisi penjelasan bahwa gambar tersebut adalah shop drawingBerisi penjelasan bahwa gambar tersebut adalah as built drawing

Itulah uraian singkat mengenai fungsi dan penjelasan antara shop drawing dan as built drawing dalam pekerjaan konstruksi. Untuk itu, di zaman yang serba modern ini, seorang engineer diharuskan memiliki keahlian dan pengetahuan yang baik dalam pengoperasian perangkat lunak desain dan visualisasi seperti AutoCad, Civil 3D, SAP 2000, atau perangkat lunak lain yang serupa.

Tak hanya itu, seorang engineer bidang konstruksi harus memiliki keterampilan manajemen dan pengawasan proyek yang baik.

Baca juga : Siapa yang Berhak Melakukan Kajian Teknis Untuk SLF?

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *