Ekowisata: Jalan Tengah Pariwisata yang Berlebihan

Pengembangan ekowisata di Indonesia

Baru-baru ini, tepatnya pada 6 Juli 2020, kita dikagetkan dengan berita dari Kampung Adat Baduy. Suku Baduy dikabarkan melayangkan surat terbuka kepada Presiden RI agar pemerintah dapat menghapus Kanekes dari daftar destinasi wisata lantaran alam dan tatanan budaya mereka rusak akibat pariwisata.

Memang tidak dapat dipungkiri, pariwisata yang berlebihan atau overtourism memberi dampak yang tidak menyenangkan bagi komunitas lokal di destinasi. Horton (2009), mengungkapkan bahwa pariwisata dalam beberapa kasus telah menarik masyarakat ke arah konsumerisme, materialisme, dan komodifikasi. Fenomena ini tentunya dapat menyebabkan perubahan perilaku sosial dan cara hidup masyarakat. Dampak terburuknya, budaya lokal akan tergerus dan tergantikan dengan budaya baru yang dibawa oleh wisatawan.

Continue reading