Bagaimana Cara Pengolahan Limbah Cair yang Benar? Temukan Jawabannya Disini!

Pengolahan limbah cair industri, Sumber: tanindo.net

Limbah merupakan salah satu permasalahan besar yang hampir dirasakan oleh setiap negara. Salah satunya adalah limbah cair dari proses industri. Pengolahan limbah cair sendiri perlu diperhatikan oleh para pelaku industri maupun pemerintah setempat. Karena jika hanya dibiarkan, hal tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak bagi lingkungan maupun manusia.

Mengenal Limbah Cair

Sesuai dengan namanya, limbah cair merupakan sisa atau buangan yang memiliki wujud cair. Limbah cair bisa berasal dari berbagai aktivitas atau kegiatan, salah satunya adalah kegiatan industri. Sejalan dengan berkembangnya kegiatan industri, maka hasil limbah cair yang dihasilkan pun juga semakin banyak dan beragam. 

Contoh limbah cair industri misalnya seperti sisa limbah tempe dan tahu, sisa cairan pewarna makanan atau pakaian, sisa cairan pengawet, kandungan besi pada air, hingga sisa-sisa bahan kimia lainnya. Limbah cair industri memiliki berbagai kandungan antara satu dengan yang lainnya, tergantung dari jenis produksi industri yang dilakukan.

Terdapat limbah cair yang bisa dengan mudah dinetralisir, tetapi ada juga limbah cair yang mengandung bahan berbahaya. Umumnya, limbah cair dikelompokkan dalam karakteristik fisika, kimia, dan biologi. Karakteristik fisika mencakup suhu, warna, bau, dan tingkat kekeruhan limbah. Karakteristik kimia mencakup kesadahan, PH, BOD, COD. 

Sedangkan karakteristik biologi mencakup ragam organisme yang terdapat pada limbah tersebut. Mengingat banyaknya limbah cair yang dihasilkan dan banyaknya kontaminan yang terdapat di dalamnya, maka pengolahan dan pengelolaan limbah industri cair perlu dilakukan. Hal ini bertujuan agar limbah yang dibuang tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi manusia maupun lingkungan.

Mengenal limbah cair, Sumber: tecamgroup.com
Mengenal limbah cair, Sumber: tecamgroup.com

Bagaimana Sistem Pengolahan Limbah Cair Industri?

Biasanya limbah cair hasil produksi akan langsung dibuang pada daerah perairan seperti laut, sungai, selokan, bahkan tanah. Padahal, jika limbah cair langsung dibuang begitu saja tanpa pengelolaan yang tepat dapat menimbulkan berbagai masalah.

Lalu, bagaimana cara pengolahan limbah cair tersebut? Sistem pengolahan limbah cair dari proses industri dapat dilakukan dalam berbagai tahapan, diantaranya sebagai berikut:

1. Primary Treatment

Primary treatment atau pengolahan pertama dilakukan dengan tujuan untuk memisahkan padatan atau kontaminan dari air secara fisik dengan melewati saringan (filter) dan bak sedimentasi. Maka dari itu, prosesnya pun meliputi penyaringan (filtration) dan pengendapan (sedimentation).

Proses penyaringan bertujuan untuk mengurangi padatan maupun lumpur yang bercampur serta partikel-partikel yang terkandung pada air limbah tersebut. Karena polutan tersebut dapat menyebabkan terjadinya pendangkalan pada badan air penerima dan dapat juga mengganggu efisiensi dari alat pengolahan limbah lainnya.

Proses ini dilakukan dengan cara melewatkan air limbah melalui media yang porous. Sedangkan tahap pengendapan pada limbah hasil industri dapat terjadi karena adanya kondisi yang sangat tenang. Untuk mempercepat proses pengendapan dapat dilakukan dengan bantuan tawas yang sebelumnya sudah diencerkan.

Proses ini dikenal dengan istilah rapid mixing (pengadukan cepat) untuk melarutkan koagulan seperti tawas di dalam air, dan slow mixing (pengadukan lambat) untuk mencampurkan koagulan dengan polutan flok yang dapat mengendap.

2. Secondary Treatment

Tahap selanjutnya dalam upaya pengolahan limbah cair yaitu pengolahan kedua (secondary). Pengolahan kedua bertujuan untuk menghilangkan koloid serta menstabilisasikan zat organik yang terdapat dalam limbah cair dengan dilakukannya proses penguraian secara aerobik dan anaerobik.

  • Proses aerobik. Proses pengolahan limbah cair yang satu ini dilakukan dengan memanfaatkan mikroorganisme aerobik dan menggunakan bantuan oksigen sebagai energi untuk metabolisme dari bakteri tersebut. Penambahan bakteri dan penambahan oksigen pada proses ini sangat penting dilakukan untuk mendapatkan hasil pengolahan yang sempurna.
  • Proses anaerobik. Pengolahan anaerobik merupakan proses pengolahan senyawa-senyawa organik yang terkandung dalam limbah menjadi gas metana dan karbondioksida tanpa bantuan oksigen seperti halnya proses pengolahan aerobik.

3. Tertiary Treatment

Tertiary treatment atau pengolahan limbah cair tersier merupakan metode pengolahan yang dilakukan setelah limbah diolah menggunakan metode primer dan sekunder tetapi masih terdapat zat tertentu dalam limbah tersebut yang berbahaya. Tertiary treatment sendiri dapat disesuaikan dengan kandungan zat yang masih tersisa dalam air limbah tersebut.

Metode pengolahan limbah yang satu ini tergolong dapat mengolah limbah dengan baik. Namun sayangnya, pengolahan tersier jarang diaplikasikan karena biaya yang diperlukan untuk melakukan pengolahan cenderung lebih tinggi atau mahal.

Pengolahan limbah cair industri, Sumber: tanindo.net
Pengolahan limbah cair industri, Sumber: tanindo.net

Apa Tujuan dari Pengolahan Limbah Cair?

Dilakukannya proses pengolahan air limbah dari hasil industri tentu bukan tanpa alasan. Pengolahan air limbah dilakukan dengan tujuan tertentu agar tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi apapun dan siapapun. Berikut adalah beberapa tujuan dari pengolahan limbah cair industri, yakni antara lain:

1. Menetralisir Kontaminan

Seperti yang kita tahu, limbah cair sisa hasil industri mengandung berbagai kontaminan berbahaya yang mungkin saja beracun. Racun pada limbah cair tersebut apabila dibuang secara ilegal dapat menyebabkan terjadinya berbagai pencemaran.

Limbah cair yang dibuang di daerah perairan dapat menyebabkan pencemaran air yang mengganggu biota air dan menyebabkan kurangnya pasokan air bersih. Sedangkan limbah yang dibuang secara ilegal ke tanah dapat menyebabkan pencemaran tanah yang membuat tanah menjadi tidak subur lagi.

Namun, jika limbah cair diproses dengan pengelolaan yang baik dan tepat, maka resiko tersebut dapat diminimalisir bahkan dihindari. Karena tujuan dari pengolahan tersebut adalah menetralisir kontaminan berbahaya yang terkandung pada air limbah. Sehingga ketika dibuang, limbah-limbah tersebut tidak akan mencemari lingkungan.

2. Meningkatkan Kualitas Hasil Industri

Pengelolaan air limbah dapat menghasilkan aliran limbah yang cocok untuk pembuangan dan penggunaan kembali terhadap lingkungan. Dengan begitu, secara tidak langsung hal tersebut efektif untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas dari hasil industri itu sendiri.

Selain itu, pengelolaan limbah cair industri yang efektif juga dapat mengurangi biaya pengeluaran dan biaya operasional.

3. Menjaga Kelestarian Lingkungan

Tujuan lainnya dari pengolahan air limbah yaitu sebagai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan. Selain meminimalisir dan menghilangkan kontaminan, pengolahan air limbah juga bertujuan untuk membuat lingkungan menjadi lebih sehat. Jika air limbah yang dibuang tidak mengandung kontaminan, maka pencemaran air dan tanah pun tidak akan terjadi. 

Dengan begitu, lingkungan menjadi lebih terjaga dan masyarakat pun akan mendapatkan berbagai keuntungan dari lingkungan tersebut. Misalnya seperti pasokan air bersih tetap terjaga, tanah subur yang dapat digunakan untuk bercocok tanam, dan masih banyak lagi.

Jika kebutuhan manusia dapat terpenuhi oleh lingkungan yang sehat, maka secara tidak langsung hal tersebut juga dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Karena dengan lingkungan yang sehat, dapat mencegah berbagai penyakit dan menjaga kesehatan manusia.

Tujuan pengelolaan limbah cair, Sumber: watertreatmentservices.co.uk
Tujuan pengelolaan limbah cair, Sumber: watertreatmentservices.co.uk

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk pengolahan air limbah dari sisa industri. Cara-cara tersebut dapat dilakukan untuk mengurangi polutan yang terdapat dalam limbah agar lingkungan tetap terjaga dan lestari.

Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat dan menumbuhkan kesadaran bagi kita untuk tidak serta merta membuang limbah cair secara ilegal tanpa pengolahan yang tepat.