
Pemasangan grounding listrik mungkin masih belum terlalu familiar bagi sebagian besar orang. Padahal perlu diketahui, pemasangan grounding listrik memiliki fungsi dan peranan yang sangat krusial, tidak hanya untuk sebuah bangunan melainkan juga bagi penghuni di dalamnya.
Sampai saat ini, listrik masih menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Itulah mengapa, instalasi listrik sangat dibutuhkan untuk mengalirkan listrik dari rumah ke rumah, bangunan ke bangunan. Agar perangkat instalasi listrik dapat beroperasi dengan lancar dan aman, sistem proteksi sangat dibutuhkan di sini.
Sistem proteksi yang dimaksud untuk melindungi perangkat instalasi listrik adalah berupa sistem pertanahan. Atau yang populer dengan istilah grounding. Nah, yang menjadi pertanyaan adalah apa yang dimaksud dengan grounding itu sendiri? Dan seberapa pentingkah fungsi grounding listrik tersebut?
Apa Itu Grounding Listrik?

Dalam instalasi listrik, grounding juga populer dengan istilah arde atau sistem pertanahan. Grounding adalah jalur kabel yang menghubungkan aliran listrik pada bangunan yang ditanam dalam tanah. Dimana jalur kabel dengan sistem grounding ini tidak terhubung secara langsung dengan jalur listrik lainnya pada rumah.
Kita tentunya paham bahwa pada kondisi tertentu kegagalan isolasi yang menyebabkan tegangan listrik yang sudah terinstal di suatu bangunan dapat terekspose sewaktu-waktu. Pun, terdapat pula resiko terjadinya beda potensial yang dapat menyebabkan terjadinya kebocoran listrik.
Jika hal tersebut sampai terjadi, dampaknya listrik akan berpotensi membahayakan pengguna di sekelilingnya. Itulah mengapa, pengaliran arus listrik perlu dibuat melalui jalur langsung menuju ke tanah guna meredam beda potensial tersebut. Karena volume bumi mampu menetralkan muatan listrik.
Tujuan utama dilakukannya koneksi langsung dari instalasi listrik menuju ke tanah demi mencegah adanya kontak langsung tegangan listrik yang gagal (terekspose) dan makhluk hidup. Dengan begitu, makhluk hidup khususnya manusia dapat terhindar dari bahaya yang dapat mengancam sewaktu-waktu.
Di Indonesia sendiri, peraturan terkait penggunaan grounding rod / stik grounding / arde diatur dalam Persyaratan Umum Instalasi Listrik atau PUIL 2000 dan PLN. Dimana dalam persyaratan tersebut dijelaskan bahwa sistem grounding dilakukan dengan menghubungkan titik sirkuit atau penghantar yang bukan sirkuit ke tanah.
Fungsi Grounding Listrik untuk Bangunan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sistem grounding sebagai jalur kabel listrik dipilih karena volume dan massa tanah mampu menetralkan muatan listrik, sekalipun muatan tersebut sangat besar. Namun selain itu, grounding listrik hadir lengkap dengan beragam fungsi yang menguntungkan. Diantaranya sebagai berikut:
1. Menangkal Sambaran Petir
Ketika terjadi hujan deras dan petir menyambar, akan ada peluang arus listrik tegangan tinggi mengalir ke bangunan rumah. Sistem grounding listrik inilah yang memiliki fungsi sebagai alat untuk menangkal petir. Cara kerjanya serupa dengan aliran arus pada instalasi listrik.
Dimana sistem grounding akan berperan untuk mengalirkan atau menghantarkan arus listrik bertegangan tinggi dari petir langsung menuju ke dalam tanah. Namun yang perlu diperhatikan, pemasangan sistem grounding sebagai alat penangkal petir harus dilakukan secara terpisah.
Karena, jalur kabel sistem grounding untuk instalasi listrik rumah akan berbeda dengan jalur kabel yang memiliki fungsi sebagai alat penangkal petir. Namun jangan khawatir, karena hal tersebut tidak akan mempengaruhi fungsi dari grounding listrik tersebut.
2. Mencegah Kebocoran Listrik
Beda potensial maupun kelebihan muatan listrik dapat mengakibatkan terjadinya kebocoran listrik pada bangunan. Kebocoran listrik adalah sebuah kondisi dimana terjadinya aliran arus listrik dalam suatu jaringan kelistrikan yang tidak semestinya. Atau kebocoran listrik adalah kondisi yang tidak normal pada instalasi listrik.
Kebocoran listrik ini dapat mengakibatkan terjadinya korsleting listrik yang membahayakan bahkan bisa sampai terjadi kebakaran. Nah, untuk menghindari hal-hal semacam itu yang pastinya tidak diinginkan, sistem grounding listrik akan memainkan fungsi dan perannya dalam hal ini.
Sistem grounding akan mengalirkan kelebihan muatan listrik tersebut langsung ke dalam tanah. Sehingga kebocoran listrik akibat beda potensial maupun kelebihan muatan listrik dapat dihindari dengan baik. Dengan begitu, potensi bahaya pun dapat dicegah.
3. Perlindungan Peralatan Listrik
Sistem grounding listrik juga memiliki fungsi dalam memberikan perlindungan terhadap peralatan listrik agar tidak rusak dan aman akibat terjadinya kebocoran. Dimana perlindungan pada peralatan listrik juga memainkan peran dalam melindungi manusia agar tetap aman ketika kontak langsung dengan peralatan yang konslet.
Jika sudah menggunakan sistem grounding ini, maka pengguna minim mengalami kesetrum ketika menyentuh peralatan listrik yang ada di rumah. Namun, jika pengguna terkena sengatan listrik ketika memegang peralatan listrik, besar kemungkinan grounding tidak terinstal dengan benar.
4. Sebagai Sistem Proteksi
Fungsi sistem grounding listrik yang terakhir adalah sebagai sistem proteksi untuk seluruh jaringan listrik yang ada di rumah. Dengan fakta ini, secara tidak langsung grounding listrik juga memainkan peran penting dalam melindungi makhluk hidup dari bahaya tereksposnya tegangan listrik karena kegagalan isolasi.
Apabila tegangan listrik terekspos karena kegagalan isolasi, hal ini dapat menimbulkan percikan api. Dari sinilah, sistem grounding akan langsung menghantarkan atau mengalirkan arus listrik langsung ke dalam tanah. Sehingga tidak akan menimbulkan bahaya untuk penghuninya.
Cara Pemasangan Grounding Listrik

Setelah mengetahui fungsi sistem grounding listrik, mari kita move ke bagaimana cara memasangnya agar grounding terpasang dengan benar dan manfaatnya dapat dirasakan dengan maksimal. Karena bagaimanapun, pemasangan grounding tidak bisa dilakukan secara sembarangan oleh orang sembarang pula.
1. Menentukan Grounding Rod
Semakin banyak grounding rod yang ditanam, akan semakin baik pula instalasi listrik di rumah. Namun dalam penanamannya, Anda perlu menghindari tanah yang berpasir atau berbatu. Karena tanah semacam itu kurang baik dalam menetralkan listrik.
2. Memasang Secara Paralel
Grounding listrik harus dipasang secara paralel. Apabila ingin menanam lebih dari satu grounding rod, pastikan membuat jarak penanaman harus 5 meter antara grounding satu dengan lainnya. Hal ini bertujuan agar aliran listrik dapat menyebar secara merata ke seluruh penjuru bangunan.
3. Memilih Material Grounding Rod
Material terbaik untuk membuat grounding rod terbuat dari tembaga padat yang tidak mudah berkarat. Karena tembaga padat adalah material dengan penghantar tegangan listrik paling baik.
4. Menanam Batang Grounding Rod
Sebelum menanam batang grounding rod, pastikan kedalaman galian sudah lebih dari 50 cm. Setelah itu, tanamkan batang grounding rod ke dalam tanah galian dan tuangkan air dalam lubang tersebut untuk membuat tanah menjadi lebih lembek. Tekan batang grounding rod dengan palu, agar tertanam lebih kokoh.
5. Menyambungkan Kabel ke Grounding Rod
Jika sudah tidak ada komponen yang basah, pasang kabel ke grounding rod listrik dengan cara di las. Tutup area sekitar yang akan dilas menggunakan kayu atau lainnya agar tidak memantik kebakaran. Setelah pengelasan, cross check semua komponen. Pastikan sudah kokoh dan jika ada yang terlepas, segera las kembali.
6. Menanam Kabel Grounding Rod
Terakhir, gali tanah sebagai jalur kabel dengan kedalaman sekitar 40-50 cm yang membentang sepanjang lintasan kabel serta pastikan mengarah ke terminal grounding. Kemudian, tanam kabel yang sudah terpasang di grounding rod.
Tutup jaringan kabel menggunakan pipa PVC 4 inch dan timbun area galian dengan tanah. Anda bisa memberikan tanda di area penggalian agar memudahkan proses pembongkaran jika suatu hari diinginkan.
Nah, itulah beberapa fungsi dari sistem grounding listrik untuk rumah. Memasang grounding menjadi hal yang sangat penting demi keamanan dan keselamatan penghuni bangunan. Jadi, pastikan hunian Anda menggunakan grounding agar terhindar dari berbagai resiko berbahaya.
Berbicara tentang instalasi listrik, dalam proses instalasinya selain harus dilakukan oleh mereka yang berpengalaman, juga wajib mengantongi Surat Izin Layak Operasi. Apalagi jika instalasi listrik dilakukan untuk bangunan gedung. Untuk mendapatkan SILO, mengandalkan jasa SILO berpengalaman adalah jawabannya!
Bersama ahlinya, pemeriksaan dan pengujian akan dilakukan dengan ketentuan yang sesuai aturan dan perundang-undangan berlaku. Sehingga akan jauh lebih aman, efektif, mudah, dan lancar. Semoga informasi yang kami sampaikan dapat memberikan pengetahuan baru dan bermanfaat.
No comment yet, add your voice below!