Terjebak di Lift Seperti Adegan Drama, Ini yang Harus Dilakukan!

Terjebak di lift seringkali menjadi trauma, sumber : unsplash.com

Terjebak di lift menjadi salah satu peristiwa yang ditakutkan oleh para pengguna. Terlebih dengan adanya drama dalam sinetron maupun film yang menayangkan hal ini beserta semua kengeriannya. Tentu semakin menambah trauma terhadapnya. Apa anda termasuk salah satunya?

Film atau drama memang akan memberikan pengaruh terhadap penonton. Terlebih jika yang bersangkutan tidak memiliki pegangan kuat akan keyakinan terhadap sesuatu. Biasanya memori yang menyerap informasi tanpa filter akan lebih besar dampaknya bahkan hingga berpengaruh pada psikologi.

Contoh yang masih sangat kuat hingga kini adalah adanya cerita horor atau mistis. Karena telah berulang-ulang disampaikan akhirnya menimbulkan phobia, trauma dan gangguan ketakutan lain. Maka tidak heran jika banyak yang takut berjalan sendiri di malam hari, terlebih jika yang dilewati dikabarkan sebagai tempat angker.

Kejadian selain itu yang membuat was-was adalah tribun stadion ambruk. Fenomena seperti itu akan semakin menakutkan jika sudah masuk dalam drama visual. Padahal perkembangan dari kecanggihan dunia modern telah mampu menghadirkan didesain sedemikian rupa hingga aman untuk digunakan. 

Terjebak di lift fenomena yang bisa terjadi, sumber : tribunnews.com
Fenomena seperti ini kemungkinan bisa terjadi, sumber : tribunnews.com

Diluar Drama Apakah Terjebak di Lift Bisa Terjadi Secara Nyata?

Era sekarang pembuatan apapun untuk membantu kelangsungan hidup manusia hampir akurat. Perencanaan dalam desain, efektifitas hingga tingkat keamanan telah diperhitungkan sedemikian detail. Hal tersebut guna menghindarkan resiko yang mungkin terjadi termasuk kecelakaan.

Kecanggihan buatan manusia zaman sekarang hingga mampu menciptakan robot. Replika benda hidup yang memiliki tingkat kemiripan dengan aslinya, meski tidak akan pernah sama. Hal tersebut menguatkan bahwa kecermatan dalam membuat sesuatu, manusia telah mencapai kemajuan besar. Tentunya pada hal lain juga tidak demikian, termasuk pembuatan elevator.

Namun seberapapun hebatnya hasil buatan manusia dengan segala kemampuan penalarannya, ada faktor lain yang tidak bisa manusia pastikan. Yaitu takdir dari sang Pencipta. Sehingga sehebat apapun yang berhasil manusia buat, tidak akan mampu menghindarkan dari takdir tersebut.

Di dalam drama atau film, kejadian terjebak di dalam elevator telah dibuat dalam berbagai genre. Salah satu yang cukup populer adalah film Devil tahun 2010 yang mengangkat genre horor. Dimana saat terjebak, salah satu dari penumpang ternyata sosok iblis. Sehingga bisa dibayangkan bukan bagaimana sensasi ngeri jika anda termasuk salah satu yang berada disana?

Meski seringkali ditampilkan dalam film maupun drama, ternyata kejadian seperti ini bisa terjadi di dunia nyata. Selain karena takdir dari sang Pencipta, faktor keterbatasan hasil buatan manusia lah penyebabnya. Sehingga bisa saja elevator mengalami eror seperti kerusakan pada switch door interlock dan yang lainnya.

Terjebak di lift seringkali menjadi trauma, sumber : unsplash.com
Sebagai alat tentu lift memiliki potensi untuk rusak, sumber : unsplash.com

Namun selain kerusakan pada elevator ada faktor lain yang dapat menimbulkan kejadian tersebut. Yang paling sering adalah jika terjadi mati listrik. Elevator yang dioperasikan menggunakan listrik tentu akan terganggu. Dengan demikian sebaiknya setiap perusahaan maupun industri memiliki pembangkit listrik seperti genset.

Di Indonesia sendiri pernah terjadi kejadian terjebak di lift semacam ini. Pada tahun 2017 sebuah lift penumpang dan barang terjatuh di Blok M Square Jakarta Selatan. Dan pada tahun 2020 lalu juga terjadi hal serupa di Pasar Metro Tanah Abang Blok A. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hal ini bisa terjadi di dunia nyata.

Lakukan Ini Saat Terjebak di Lift

Untuk mengantisipasi hal ini terjadi baik karena mati listrik ataupun error, sebaiknya anda telah memiliki informasi terkait tips jika suatu ketika mengalaminya. Dan berikut tips yang bisa anda lakukan :

1. Tetap Tenang Dan Berpikir Positif

Yang muncul seketika saat merasa diri dalam bahaya adalah kepanikan. Hal tersebut adalah lumrah, namun ada baiknya tetap berusaha untuk tenang dan berpikir positif. Karena memutuskan segala sesuatu saat pikiran kacau seringkali berakibat tidak baik.

Kesadaran yang segera anda kembalikan adalah bahwa masih bisa bernafas, itu berarti anda masih hidup. Meski bisa keluar belum ada jaminan, setidaknya ketika masih ada kesempatan untuk hidup ada juga kesempatan untuk keluar. Setelah diri tenang mulailah berpikir untuk mencari solusi terbaik.

Terjebak di lift sebaiknya dijalani dengan tenang, sumber : unsplash.com
Sebaiknya anda tetap positif thinking, sumber : unsplash.com

2. Hilangkan Keinginan Keluar Dari Langit-langit

Salah satu adegan yang seringkali terlihat dalam drama atau film adalah sang actor berusaha keluar dari langit-langit elevator. Tapi jika dalam dunia nyata jangan pernah anda melakukannya. Karena anda belum tahu pasti berhentinya elevator karena mati listrik atau karena eror. Bisa dibayangkan bukan jika berhentinya karena mati listrik? Jika anda berada di atasnya tentu hal buruk akan terjadi.

Tetapi rata-rata saat ini pada bagian langit-langit tersebut sudah dibuat sedemikian rupa sehingga tidak mudah dibuka. Para pembuatnya memiliki pertimbangan tertentu utamanya untuk alasan keamanan. Sehingga anda tidak akan bisa melakukan hal ini saat terjebak di lift.

3. Tekan Alarm

Akan lebih baik jika anda segera mencoba mencari bantuan dengan menekan tombol alarm yang ada di dalam elevator. Jika berfungsi maka berhentinya karena terjadi error. Sedangkan jika tidak berfungsi maka karena mati listrik. Jika karena mati listrik maka bersabarlah sejenak karena saat ada daya listrik kembali maka lift akan beroperasi normal kembali.

Terjebak di lift dapat diatas dengan menekan alarm, sumber : unsplash.com
Menekan alarm adalah salah satu cara yang bisa dilakukan, sumber : unsplash.com

4. Manfaatkan Ponsel

Jika alarm tidak berfungsi karena mati listrik, anda dapat menggunakan ponsel untuk menghubungi pihak terkait. Atau jika tidak memiliki kontaknya anda bisa mencari lewat jejaring sosial atau minta pada rekan. Masa modern saat ini ponsel seperti sahabat manusia, kemanapun akan selalu dibawa.

5. Melihat Garis Batas Dinding dan Pintu Lift

Jika belum menemukan rekan atau petugas yang bisa membantu, anda bisa terus mencoba jika tidak mati listrik. Anda bisa memperhatikan batas antara dinding dengan pintu elevator. Jika terlihat terang diantara keduanya, berarti posisinya berada di dekat lantai. Anda bisa berhenti disana dan meminta bantuan dengan berteriak.

Namun jangan pernah anda memaksa membukanya dari dalam. Sebaiknya anda menunggu petugas membukanya dari luar. Karena membuka dengan menggunakan kunci akan menghindarkan dari error yang lain.

Terjebak di lift dapat ditangani dengan banyak cara, sumber : unsplash.com
Anda dapat mencoba berbagai tips yang ada disini, sumber : unsplash.com

6. Mencoba Pintu Tiap Lantai

Anda bisa juga mencoba pintu yang berada pada setiap lantai. Jika bukan karena listrik mati, anda bisa tekan tombol buka pada setiap pintu tersebut. Karena bisa jadi kerusakan pada satu pintu namun tidak dengan pintu yang lainnya.

Itulah beberapa tips yang bisa anda lakukan jika seandainya mengalami kejadian ini. Segenting apapun yang terjadi usahakan agar tetap tenang. Sebagai bagian hasil buatan manusia lift atau elevator bisa saja error. Maka untuk pengoperasiannya tidak boleh sembarangan dan memerlukan izin.

Jasa SILO Untuk Keamanan Instalasi Lift

Sebagai salah satu sarana operasional sebaiknya lift telah memiliki izin untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Karena alat penunjang proses bekerja atau mobilitas pengunjung, resiko terhadap kecelakaan tidak boleh diabaikan.

Perlindungan terhadap keselamatan serta kesehatan pekerja merupakan hak yang diakui oleh negara. Menggunakan alat termasuk lift yang tidak memiliki izin operasional selain membahayakan, tentu akan mendapatkan teguran dari pemerintah.

Kami PT. Eticon Rekayasa Teknik membantu anda untuk mendapatkan perizinan SILO alat K3. Memiliki tenaga yang berpengalaman, kami akan membantu semaksimal mungkin agar alat yang anda miliki semakin aman untuk digunakan. Sehingga dapat membuat pekerja atau pengunjung aman, dan perusahaan anda terus berkembang.

Pentingkah Genset Untuk Kuatkan Listrik Industri?

Listrik industri yang tercukupi maksimalkan hasil produksi, sumber : pixabay.com

Listrik industri memiliki aturan tersendiri dari alokasi penggunaan pelanggan lain. Sebagai fasilitas pendukung proses produksi, kebutuhan pada listrik tentu semakin besar sesuai dengan kapasitas sebuah produksi. Bahkan saat menggunakan genset sebagai tenaga sekunder pun tidak boleh sembarangan.

Penggunaan tenaga listrik tercatat mengalami peningkatan pada tahun 2021 sebesar 4,5 persen. Kenaikan konsumsi yang terjadi pada dunia industri tersebut menjadi tanda kebangkitan ekonomi setelah pandemi tahun 2020 lalu. Dan kemungkinan hal tersebut akan terus naik pada tahun setelahnya.

Walaupun kemajuan teknologi telah mendorong perkembangan untuk melakukan pembaharuan. Baik dari pemaksimalan sumber daya air, angin bahkan tenaga surya untuk pembangkitnya. Hal tersebut masih harus ditingkatkan untuk mendukung kualitas dan kuantitas produk agar mampu berdaya saing. 

Listrik industri dapat tercukupi dengan tenaga pembangkit yang dimaksimalkan, sumber : pixabay.com
Ketersediaan listrik dapat tercukupi dengan pemaksimalan sumber daya, sumber : pixabay.com

Apa Itu Listrik Industri?

Listrik industri adalah penggunaan tenaga listrik untuk proses produksi. Semakin besar proses produksi yang dilakukan semakin membutuhkan listrik dengan tegangan tinggi. Dengan demikian penggunaan tenaga listrik untuk proses industri bisa menggunakan listrik 1 phase hingga 3 phase.

Listrik 1 phase biasa digunakan untuk rumah tangga. Selain rumah tangga tidak membutuhkan daya listrik dengan tegangan tinggi, mereka juga tidak harus memiliki perizinan ketenagalistrikan. Berbeda dengan industri yang membutuhkan daya besar, sehingga perizinan tersebut mutlak harus dimiliki. Perindustrian, Villa ataupun Perhotelan akan lebih efektif gunakan listrik 3 phase.

Tetapi tidak menutup kemungkinan pada rumah pribadi lebih baik menggunakan listrik 3 phase. Hal tersebut saat rumah tersebut menggunakan pemanas air, 3 unit AC, mesin cuci, kulkas dua pintu dan pompa submersible besar yang hidup bersamaan.

Penggunaan Listrik Industri Di Indonesia

Pelanggan yang menggunakan daya dibawah 3500VA akan menerima aliran listrik dengan sistem 1 phase dengan 2 penghantar. Biasanya ini digunakan untuk perumahan penduduk. Sedangkan perumahan besar atau perindustrian yang gunakan daya diatas 3500VA menerima aliran listrik 3 phase dengan 4 penghantar.

Sedangkan di Indonesia saat ini memiliki jumlah UMKM lebih banyak dibanding industri dengan skala besar. Penggunaan tenaga listrik yang dimiliki pun beragam sesuai dengan kebutuhan. Walaupun ada yang menggunakan sistem listrik 3 phase.

Listrik industri yang tercukupi maksimalkan hasil produksi, sumber : pixabay.com
Kebutuhan industri pada listrik untuk tingkatkan hasil produksi, sumber : pixabay.com

Penggunaan listrik di perindustrian rata-rata masuk dalam kelompok I1. Daya yang digunakan adalah pada kisaran 450VA hingga 14kVA. Mereka adalah yang masuk dalam kategori industri rumahan yang mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Ada juga yang masuk dalam kelompok I2 yang menggunakan daya diatas 14kVA hingga 200kVA. Mereka adalah yang berada pada industri yang memproduksi furniture, garam ataupun plastik. Semakin tinggi penggunaan daya listrik pada sebuah produksi tentu membutuhkan tegangan yang semakin tinggi pula.

Saat ini ada beberapa golongan yang mendapatkan subsidi dari pemerintah terkait golongan tarif listrik. Subsidi tersebut selain berlaku untuk bidang industri juga untuk bidang bisnis. Golongan yang mendapatkan subsidi diantaranya adalah B1 (450-5.500VA), I1 (450VA-14kVA) dan I2 (14kVA-200kVA).

Selain itu juga ada golongan tarif listrik nonsubsidi B2 (200kVA), B3 (diatas 200kVA), I3 TM (hingga 30.000kVA) dan I4 TT (30 MVA ke atas). Dengan demikian tarif listrik untuk industri dan bisnis tetap pada tahun 2022 ini.

Apa Saja Golongan Tarif Listrik Listrik Di Indonesia?

Selain golongan tarif listrik industri dan bisnis seperti yang telah dijelaskan diatas, masih ada golongan pelanggan lain di Indonesia. Dan berikut adalah penggolongannya :

1. Golongan Tarif Pelayanan Sosial

Golongan tarif listrik untuk pelayanan sosial masuk dalam kategori S-3. Baik untuk pelayanan sosial murni ataupun yang memiliki nilai komersial. Pelayanan sosial murni adalah yang berorientasi kepada masyarakat kelas menengah ke bawah. Sedangkan yang memiliki nilai komersial adalah yang berorientasi bersama hingga kelas menengah ke atas (untuk pengembangan skill dan yang lainnya).

2. Golongan Tarif Rumah Tangga

Sedangkan tarif untuk golongan ini diperuntukkan bagi pelanggan perseorangan ataupun badan sosial yang alokasi penggunaan tenaga listrik untuk keperluan rumah tangga. Bisa untuk rumah tinggal, perumahan ataupun rumah susun.

Listrik industri salah satu konsumen listrik di Indonesia, sumber : pixabay.com
Ada banyak pelanggan listrik di Indonesia, sumber : pixabay.com

3. Golongan Tarif PJU Atau Kantor Pemerintah

Tarif pada jenis golongan ini diperuntukkan bagi pelanggan kantor pemerintahan dan PJU. Dimana penggunaan tenaga listrik pada golongan ini bisa mencapai daya seperti yang digunakan dalam perindustrian.

4. Golongan Tarif Traksi

Yang dimaksud dengan golongan tarif traksi diperuntukkan bagi sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi dibawah naungan PT Kereta Api Indonesia. Tentu dengan syarat dan ketentuan khusus dari PT. PLN Persero.

5. Golongan Tarif Curah

Jenis golongan tarif ini diperuntukkan bagi badan usaha koperasi unit desa (KUD) yang masuk dalam golongan C. Tentu yang masuk dalam golongan ini dengan ketentuan khusus dari pihak penyelenggara.

Itulah golongan tarif listrik yang diberlakukan di Indonesia. Perbedaan tersebut telah diperhitungkan sedemikian rupa tergantung orientasi penggunaan pelanggan. Sedangkan penggunaan tenaga listrik berlebih dari golongan yang disediakan bisa menggunakan sumber tenaga sekunder. 

Beberapa pelanggan yang seringkali membutuhkan tenaga lebih adalah perindustrian dengan skala besar. Tenaga sekunder tersebut biasanya disiasati dengan menggunakan genset. Tentu jika diperuntukkan untuk industri, penggunaan genset harus mengikuti aturan dari pemerintah.

Penggunaan Genset Dalam Perindustrian  

Generator Set atau yang disebut dengan genset sering dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik sekunder. Meskipun memerlukan tenaga seperti BBM untuk pembangkitnya yang dinilai lebih mahal, perindustrian bahkan ada yang menggunakannya masuk dalam tenaga primer. Hal tersebut adalah untuk mengejar angka produksi.

Penggunaan genset yang harus berizin adalah yang mencapai daya 200 kVA. Adapun aturan tersebut terdapat dalam Undang-Undang No 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan berikut ini :

Kapasitas sampai dengan 25 kVA memberikan laporan usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan sendiri.

Kapasitas 25-200 kVA harus mendapatkan surat keterangan terdaftar dari Dinas ESDM dengan masa berlaku hingga genset tersebut rusak.

Kapasitas diatas 200 kVA harus memiliki izin operasi dari Dinas ESDM dengan masa berlaku 5 tahun.

Hal tersebut merupakan keputusan terdahulu dimana izin harus terpusat. Sedangkan setelah adanya UU No 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah, izin operasional genset menjadi kewenangan Dinas ESDM Provinsi agar lebih cepat dalam penanganan. Sehingga bisa mendorong naiknya produk yang dihasilkan sebuah industri.

Penggunaan genset untuk perindustrian tentu memiliki kapasitas yang besar. Dengan demikian untuk memastikan keamanan baik dalam proses produksi ataupun lingkungan, izin harus dimiliki. Dimana untuk mendapatkan izin tersebut harus menempuh jalan panjang yang salah satunya melalui pengecekan dari pihak berwenang.

Namun walaupun genset penting keberadaannya untuk membantu suplai listrik pada industri, hal tersebut merupakan tenaga tambahan. Saat jumlah produksi semakin naik namun kebutuhan akan listrik tidak tersuplai keseluruhan dari yang disediakan pemerintah.

PT. Eticon Rekayasa Teknik hadir dan siap membantu bagi anda yang membutuhkan listrik untuk keperluan industri. Baik untuk konsultasi ataupun pengurusan izin ketenagalistrikan akan kami layani sepenuh hati. Memiliki tenaga yang ahli dalam bidangnya membuat urusan kelistrikan anda menjadi semakin mudah.