Penting untuk Diperhatikan, Begini Alur Pengelolaan Limbah B3 yang Tepat!

Pengelolaan limbah B3 pada landfill, Sumber: money.kompas.com

Dari beragam jenis limbah yang ada, salah satu limbah yang cukup berbahaya adalah limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Karena alasan itulah, pembuangan limbah B3 pun juga tidak bisa sembarang. Setidaknya limbah B3 perlu melewati pengelolaan yang tepat terlebih dahulu sebelum dilakukan pembuangan.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai bagaimana alur pengelolaan limbah industri B3, akan lebih baik jika kita juga mengenal apa itu limbah B3. Karena limbah B3 atau bahan berbahaya dan beracun menjadi bagian dari limbah anorganik yang turut berkontribusi menyebabkan pencemaran lingkungan.

Limbah B3 sendiri berasal dari aktivitas rumah tangga, aktivitas pelayanan kesehatan, sektor pariwisata, hingga aktivitas industri.

Alur pengolahan limbah B3, Sumber: tender-indonesia.com
Alur pengolahan limbah B3, Sumber: tender-indonesia.com

Apa Itu Limbah B3?

Sesuai dengan namanya, limbah B3 merupakan salah satu jenis limbah yang memiliki kandungan beracun dan berbahaya. Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dapat dikatakan sebagai limbah yang paling tidak ramah lingkungan jika dibandingkan dengan jenis limbah lainnya.

Maka dari itu, perlu dilakukan pengelolaan limbah B3 secara khusus dan tepat karena limbah ini mengandung zat beracun yang cukup tinggi. Apabila limbah B3 dibuang secara ilegal tanpa pengolahan yang tepat terlebih dahulu, maka bukan tidak mungkin akan memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan manusia.

Adanya limbah B3 dapat menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan serta mempengaruhi kesehatan dan keberlangsungan hidup semua makhluk hidup. Untuk mencegah bahaya dan dampak dari limbah B3, Pemerintah Indonesia membuat peraturan pengelolaan limbah B3 melalui Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014 tentang pengelolaan limbah bahan bahaya dan beracun.

Dalam peraturan tersebut dimuat berbagai aturan mulai dari penetapan limbah B3, pengurangan, pemanfaatan, penyimpanan, hingga pengelolaannya yang baik dan benar. Berbicara mengenai pengelolaan limbah B3, tidak lepas juga pembahasan tentang AMDAL. Karena setiap kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki AMDAL.

Limbah bahan beracun dan berbahaya, Sumber: kbeonline.id
Limbah bahan beracun dan berbahaya, Sumber: kbeonline.id

Karakteristik Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Limbah B3 tentunya memiliki sifat dan karakteristik tertentu yang membedakannya dari jenis limbah lainnya. Berikut ini adalah beberapa karakteristik limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), yakni antara lain:

  • Mudah Meledak. Limbah B3 memiliki sifat explosive atau mudah meledak sekalipun pada suhu dan tekanan normal. Hal ini dapat terjadi karena limbah B3 menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi melalui reaksi fisika atau kimia sederhana. Apabila tidak ditangani dengan hati-hati, maka dapat menyebabkan ledakan yang tak terduga dan membahayakan.
  • Mudah Terbakar. Limbah B3 adalah limbah berbahaya yang dapat dengan mudah terbakar (flammable) apabila terkena kontak langsung dengan udara, nyala api, dan bahan kimia lainnya. Sehingga bukan tidak mungkin dapat menyebabkan kebakaran di lingkungan sekitar.
  • Beracun (toxic). Limbah B3 merupakan jenis limbah yang mengandung zat beracun. Limbah B3 dapat menyebabkan keracunan, sakit, bahkan kematian jika terjadi kontak dengan pernapasan, kulit, atau mulut. Tidak hanya mengandung racun untuk manusia dan hewan, namun limbah B3 juga memiliki kandungan beracun yang membahayakan bagi lingkungan.
  • Korosif. Karakteristik limbah B3 selanjutnya yaitu bersifat korosif. Karena sifat yang dimiliki itulah, limbah B3 dapat menyebabkan iritasi kulit dan juga dapat menyebabkan karat pada baja.
  • Karsinogenik. Limbah B3 memiliki karakteristik dan sifat karsinogenik. Limbah ini mengandung bahan yang dapat menyebabkan sel kanker pada makhluk hidup, manusia khususnya.
Karakteristik limbah B3, Sumber: be-stylish.info
Karakteristik limbah B3, Sumber: be-stylish.info

Bagaimana Alur Pengelolaan Limbah B3?

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, limbah B3 merupakan salah satu limbah yang memiliki tingkat bahaya paling tinggi yang membuatnya perlu dilakukan pengelolaan secara khusus. Nah, lalu bagaimana alur pengelolaan untuk limbah B3?

Sebelum dibuang, limbah B3 perlu diolah atau dikelola menggunakan metode yang sesuai dengan kandungan dari limbah B3 tersebut. Metode yang digunakan untuk pengelolaan limbah B3 bisa berupa metode kimiawi, fisika, maupun biologi.

1. Metode Pengelolaan Secara Kimiawi

Pengelolaan limbah dengan cara kimiawi dilakukan dengan bantuan bahan kimia tertentu sesuai dengan jenis dan kadar limbahnya. Pengelolaan ini dilakukan untuk menghilangkan partikel yang sulit mengendap, logam berat, senyawa fosfor, dan zat organik beracun lainnya.

Umumnya, pengelolaan limbah B3 dengan bahan kimia dilakukan menggunakan metode stabilisasi/solidifikasi. Yaitu proses mengubah senyawa kimia dengan menambah bahan pengikat atau zat pereaksi tertentu. Zat tersebut berfungsi untuk memperkecil kelarutan, pergerakan, dan penyebaran racun limbah sebelum dibuang.

2. Metode Pengelolaan Secara Fisika

Pengelolaan secara fisika dilakukan dengan cara menyisihkan bahan tersuspensi berukuran besar dan bahan yang mudah mengendap maupun mengapung. Selain itu, cara ini juga digunakan untuk menyisihkan bahan tersuspensi atau pemekatan lumpur endapan dengan memberikan aliran udara ke atas.  

3. Metode Pengelolaan Secara Biologi

Selain kimiawi dan fisika, limbah B3 juga bisa dikelola dengan cara biologi. Metode pengelolaan ini dikenal juga dengan istilah bioremediasi dan fitoremediasi. Bioremediasi merupakan pengelolaan limbah menggunakan mikroorganisme untuk mengurai limbah B3. Sementara fitoremediasi adalah pengelolaan menggunakan tumbuhan untuk mengaborsi dan mengakumulasi bahan beracun dari tanah.

Kemudian setelah dilakukan pengelolaan, barulah limbah B3 bisa dibuang. Namun dalam membuangnya pun juga tidak bisa dibuang secara sembarangan di sungai, laut, maupun tempat terbuka lainnya. Cara pembuangan limbah B3 bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut.

Pengelolaan limbah B3 pada landfill, Sumber: money.kompas.com
Pengelolaan limbah B3 pada landfill, Sumber: money.kompas.com

4. Pembuangan Limbah B3 ke Sumur Injeksi

Cara pertama yang bisa dilakukan ialah pembuangan limbah B3 ke sumur dalam atau sumur injeksi. Pembuangan limbah ke sumur dalam dilakukan dengan cara memompa limbah melalui pipa ke lapisan batuan yang dalam.

Nantinya, limbah B3 yang dipompa ke batuan dalam akan terperangkap di lapisan tersebut. Sehingga limbah-limbah tersebut tidak akan mencemari tanah maupun air.

5. Pembuangan Limbah B3 ke Kolam Penyimpanan

Selain sumur injeksi, limbah B3 juga bisa dibuang ke kolam penyimpanan. Kolom penyimpanan ini sengaja dibuat dengan lapisan pelindung untuk menghindari kerembesan yang bisa saja terjadi. Ketika air limbah menguap, maka senyawa yang berbahaya akan terkonsentrasi dan mengendap di bagian dasar kolam penyimpanan tersebut.

6. Landfill untuk Limbah B3

Landfill atau tempat pembuangan akhir juga bisa dijadikan sebagai solusi untuk pengelolaan dan pembuangan limbah B3. Namun landfill untuk limbah B3 adalah landfill khusus dengan tingkat keamanan yang sangat tinggi dan terjaga.

Umumnya, metode pembuangan ini dilakukan dengan cara memasukkan limbah B3 ke dalam drum atau tempat khusus, kemudian dikubur dalam landfill tersebut. Jika dilakukan dengan benar, maka metode pengelolaan limbah B3 dengan landfill bisa menjadi sangat efektif. 

Maka dari itu, untuk menunjang keamanannya, landfill harus dilengkapi dengan peralatan monitoring yang lengkap untuk mengawasi kondisi limbah yang ditimbun.

Itulah cara pengelolaan limbah B3 yang perlu dilakukan agar tidak mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan manusia. Semoga ulasan tersebut memberikan tambahan informasi dan juga manfaat bagi kita semua.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment