Persyaratan Permohonan SLF Kota Surabaya

persyaratan administrasi dan teknis

Memiliki dan menempati bangunan gedung yang andal serta laik secara fungsi tentunya sangat melegakan hati. Bukan hanya menjamin keselamatan penggunanya saja, melainkan juga pengunjung dan lingkungan di sekitar bangunan gedung. Sesuai dengan amanat Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, tolak ukur keandalan bangunan gedung dapat dilihat dari adanya kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat.

SLF atau Sertifikat Laik Fungsi merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah terhadap bangunan gedung yang telah selesai dibangun sesuai IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan telah memenuhi persyaratan kelaikan teknis sesuai fungsi bangunan berdasar hasil pemeriksaan dari instansi maupun jasa SLF terkait.

Konsultan SLF Surabaya
Pemeriksaan keandalan bangunan gedung juga termasuk pengujian mekanikal, elektrikal, perpipaan bagi bangunan gedung sesuai yang dipersyaratkan

Bagi Anda yang tinggal di Kota Surabaya, kewajiban SLF juga telah diatur dan ditetapkan oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini pada 2018. Kebijakan ini tentunya ditujukan untuk menertibkan penggunaan bangunan baru (eksisting) maupun bangunan yang sudah difungsikan agar aman dan tidak membahayakan saat digunakan.

Sementara itu, berdasarkan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 14 Tahun 2018 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung, adapun bangunan gedung yang wajib memiliki SLF di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Bangunan gedung non rumah tinggal dengan luas bangunan paling sedikit 2.500 m2, atau
  2. Bangunan gedung non rumah tinggal dengan jumlah lantai bangunan di atas 2 (dua) lantai dengan luas bangunan lebih dari 500 m2, dan
  3. Rumah susun atau apartemen.

Lantas, mengapa SLF dijadikan sebagai salah satu dokumen yang harus dimiliki oleh bangunan gedung di Kota Surabaya? Dan bagaimana menemukan jasa konsultan SLF Surabaya yang tepat?

Persyaratan administrasi SLF Kota Surabaya

Adapun persyaratan administrasi pengajuan SLF (Sertifikat Laik Fungsi) di Kota Surabaya adalah sebagai berikut:

  1. Fotokopi IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan/atau perubahannya beserta lampiran gambar IMB
  2. Fotokopi KTP pemohon dan/atau pemilik tanah atau fotokopi akta pendirian badan hukum dan/atau perubahannya yang telah mendapat pengesahan dari pejabat berwenang atau didaftarkan ke instansi yang berwenang apabila SLF diatasnamakan badan hukum;
  3. Surat kuasa dengan dilampiri fotokopi KTP penerima kuasa apabila permohonan SLF dikuasakan;
  4. Fotokopi tanda bukti status kepemilikan hak atas tanah dan/atau tanda bukti perjanjian pemanfaatan tanah; dan
  5. Laporan yang menyatakan telah selesainya pekerjaan mendirikan dan/atau mengubah bangunan gedung yang dilengkapi dengan berita acara pemeriksaan.

Selain lima persyaratan di atas, terdapat persyaratan administrasi lain yang harus Anda siapkan. Adapun syarat administrasi tersebut dibedakan ke dalam dua kelompok jenis bangunan gedung, yang di antaranya adalah sebagai berikut:

Untuk bangunan gedung non rumah tinggal dengan jumlah bangunan lantai di atas 2 (dua) lantai dan luas bangunan di atas 500 m2, pemohon harus melampirkan beberapa persyaratan sebagai berikut:

  1. As-Built Drawing arsitektur (minimal berupa gambar situasi/siteplan, denah tiap lantai, tampak, dan potongan) dan As-Built Drawing struktur (minimal berupa gambar pondasi, struktur bawah, dan struktur atas).
  2. Laporan hasil pemeliharaan bangunan oleh tenaga ahli dari unit/divisi pemeliharaan bangunan gedung, yang sekurang-kurangnya memuat:
    • Data administrasi dan teknis bangunan;
    • Catatan pemeliharaan atau jadwal pemeliharaan yang telah dilaksanakan terhadap fisik bangunan, instalasi, dan perlengkapan bangunan; dan
    • Laporan hasil pemeliharaan termasuk hasil perbaikan dan/atau penggantian yang pernah dilakukan terhadap fisik bangunan, instalasi, dan perlengkapan bangunan.
  3. Apabila persyaratan pada poin di atas tidak dapat terpenuhi, maka pemohon dapat menggantinya dengan laporan pengkajian teknis bangunan yang hanya dapat dilakukan oleh tenaga ahli atau konsultan ahli bangunan tersertifikasi.
  4. Surat pernyataan pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung dan rekomendasi hasil pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung.

Sementara untuk bangunan gedung non rumah tinggal dengan luas bangunan paling sedikit 2.500 m2, rumah susun, dan apartemen, maka pemohon harus melampirkan beberapa persyaratan teknis sebagai berikut:

  1. As-Built Drawing, yang sekurang-kurangnya terdiri dari:
    • As-Built Drawing arsitektur, minimal berupa gambar situasi/siteplan, denah tiap lantai, tampak dan potongan;
    • As-Built Drawing struktur, minimal berupa gambar pondasi, struktur bawah, dan struktur atas; dan
    • As-Built Drawing mekanikal, elektrikal, perpipaan, yang minimal berupa diagram satu garis, denah, dan gambar perletakan mekanikal, elektrikal, dan perpipaan tiap lantai.
  2. Laporan hasil pemeliharaan bangunan oleh tenaga ahli dari unit/divisi pemeliharaan bangunan gedung yang bersangkutan, yang sekurang-kurangnya memuat beberapa hal, di antaranya adalah sebagai berikut:
    • Data administrasi dan teknis bangunan;
    • Catatan pemeliharaan atau jadwal pemeliharaan yang telah dilaksanakan terhadap fisik bangunan, instalasi, dan perlengkapan bangunan; dan
    • Laporan hasil pemeliharaan termasuk hasil perbaikan dan/atau penggantian yang pernah dilakukan terhadap fisik bangunan, instalasi, dan perlengkapan bangunan.
  3. Apabila persyaratan di atas (poin nomor 1 dan 2) tidak dapat terpenuhi, maka pemohon dapat menggantinya dengan laporan pengkajian teknis bangunan yang hanya dapat dilakukan oleh tenaga ahli atau konsultan ahli bangunan tersertifikasi. Adapun laporan pengkajian teknis bangunan gedung harus memuat beberapa hal, di antaranya adalah sebagai berikut:
    • Data administrasi dan data teknis bangunan gedung;
    • Kelaikan bangunan gedung di bidang arsitektur, struktur, mekanikal, elektrikal, perpipaan, dan perlengkapannya;
    • Laporan hasil pengujian mekanikal, elektrikal, perpipaan bagi bangunan gedung sesuai yang dipersyaratkan;
    • Kesimpulan tentang tingkat kelaikan bangunan gedung; dan
    • Rekomendasi perbaikan dan penyempurnaan yang diperlukan.
  4. Surat pernyataan pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung atau rekomendasi hasil pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung.

Baca juga : Tujuan Penilaian Keandalan Bangunan Gedung

Lama penerbitan SLF di Kota Surabaya

Setelah berkas permohonan diterima, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Surabaya akan melakukan peninjauan lokasi yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan lapangan untuk selanjutnya dilakukan penerbitan SLF yang dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari kerja sejak dokumen permohonan SLF diterima lengkap.

Untuk memudahkan penerbitan SLF, gunakan jasa konsultan SLF Surabaya!

Bagi Anda yang ingin melakukan penilaian terhadap keandalan bangunan gedung maupun penerbitan SLF, menggunakan jasa PT Eticon Rekayasa Teknik sebagai konsultan SLF Surabaya adalah pilihan yang tepat. Hal ini dikarenakan jasa konsultan SLF tidak hanya menilai kelaikan fungsi bangunan gedung, melainkan juga memberi masukan dan saran terkait pemenuhan aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, maupun kemudahan bangunan gedung.

Baca juga : 4 Aspek Bangunan Gedung yang Akan Diperiksa Saat Pengajuan SLF

Selain itu, dengan menggunakan jasa konsultan SLF Surabaya, penerbitan SLF akan lebih mudah. Hal ini dikarenakan pengurusan SLF ditangani langsung oleh konsultan yang ahli dan telah berpengalaman dalam bidang penilaian keandalan bangunan gedung.

Sebagai perusahaan yang bergerak pada bidang jasa konsultan SLF maupun perencanaan, PT Eticon Rekayasa Teknik memiliki tenaga profesional dari berbagai latar belakang keilmuan yang dibutuhkan dalam uji teknis keandalan bangunan gedung, di antaranya arsitektur, teknis sipil, teknik elektro, utilitas bangunan, desain lanskap, desain interior, manajemen HSE (health, safety, environment), maupun keilmuan lainnya.

PT Eticon Rekayasa Teknik juga memiliki pengalaman panjang dalam mendesain, menilai kelaikan bangunan gedung, dan mengurus penerbitan SLF bagi perusahaan-perusahaan besar di Kota Surabaya, Sidoarjo, Karawang, Bekasi, Serang, DKI Jakarta, Batam, Yogyakarta, maupun kota industri lainnya.

Persyaratan Pengajuan SLF Kota Surabaya
Pengkaji teknis sedang menilai kelaikan bangunan gedung. Hasil dari penilaian ini kemudian akan dirangkum di dalam daftar simak uji kelaikan fungsi bangunan gedung

Fungsi dan peran penyedia jasa/konsultan SLF

Dalam hal ini, penilai/jasa konsultan SLF Surabaya juga dapat berperan dan berfungsi dalam melakukan beberapa tugas. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung eksisting (yang sudah ada) untuk penerbitan SLF (Sertifikat Laik Fungsi) pertama kali;
  2. Pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung untuk perpanjangan SLF (Sertifikat Laik Fungsi);
  3. Pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung pada masa pemanfaatan bangunan gedung;
  4. Pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung pascabencana; dan
  5. Pemeriksaan berkala bangunan gedung.

Demikianlah ulasan persyaratan penerbitan SLF di Kota Surabaya. Untuk mendapatkan layanan konsultasi SLF, Anda dapat langsung menghubungi PT Eticon Rekayasa Teknik sebagai penyedia jasa konsultan SLF Surabaya yang berpengalaman.

Baca juga : Siapa yang Berhak Melakukan Kajian Teknis Untuk SLF?

Referensi :

  • Peraturan Walikota Surabaya Nomor 14 Tahun 2018 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung
  • Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M/2018 Tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung
  • Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M/2018 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung
  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *