Persyaratan Permohonan SLF Kabupaten/Kota Bekasi

jasa konsultan SLF Bekasi

Bagi Anda yang tinggal dan bekerja di Kabupaten Bekasi, memiliki sebuah bangunan gedung yang telah lengkap dokumen dan perizinannya tentu sangat melegakan hati. Sesuai amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, tolak ukur keandalan bangunan dilihat dari adanya Sertifikat Laik Fungsi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat.

SLF atau Sertifikat Laik Fungsi merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah daerah terhadap bangunan gedung yang telah selesai dibangun sesuai IMB dan telah memenuhi persyaratan kelaikan teknis sesuai fungsi bangunan berdasar hasil pemeriksaan dari instansi maupun jasa konsultan SLF terkait.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 10 Tahun 2014 tentang Bangunan Gedung dan Peraturan Walikota Bekasi Nomor 61 Tahun 2015 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung, adapun bangunan yang wajib mengajukan SLF di antaranya adalah sebagai berikut.  

  1. Bangunan gedung hunian rumah susun
  2. Bangunan gedung kepentingan umum dengan luas bangunan minimal 2.000 m2

Gunakanlah jasa konsultan SLF Bekasi yang berpengalaman

Jika Anda mencari penyedia jasa/konsultan SLF Bekasi yang berkompeten dan berpengalaman, memilih PT Eticon Rekayasa Teknik adalah pilihan yang tepat. Perusahaan ini memiliki pengalaman panjang dalam membantu pengurusan SLF bagi perusahaan-perusahaan di kawasan industri Kabupaten Bekasi maupun kota-kota besar, seperti Karawang, Serang, Banten, Bogor, DKI Jakarta, Majalengka, Yogyakarta, Klaten, Brebes, Semarang, Sidoarjo, Surabaya, dan lainnya.

Sebagai perusahaan konsultan SLF, PT Eticon Rekayasa Teknik telah disertifikasi dengan ISO 9001: 2015 (Sistem Manajemen Mutu), OHSAS 18001: 2007 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja), dan ISO 14001: 2015 (Sistem Manajemen Lingkungan). PT Eticon Rekayasa Teknik juga memiliki tenaga profesional dengan berbagai latar belakang keilmuan yang dibutuhkan dalam uji teknis kelaikan bangunan gedung, di antaranya arsitektur, teknik sipil, utilitas bangunan, desain lanskap, desain interior, manajemen HSE (health, safety, environment), maupun keilmuan lainnya.

Jika Anda menggunakan jasa konsultan SLF Bekasi, proses yang Anda lalui akan lebih mudah dan cepat. Hal ini dikarenakan pengerjaan dan pengurusan SLF ditangani langsung oleh ahlinya.   

Persyaratan pengajuan SLF di Kabupaten/Kota Bekasi

Untuk mendapatkan SLF pertama, pemilik atau pengguna bangunan gedung harus mengajukan permohonan secara tertulis dengan melampirkan beberapa persyaratan administrasi. Adapun persyaratan SLF di Kabupaten/Kota Bekasi sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Walikota Bekasi Nomor 61 Tahun 2015 dan Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 10 Tahun 2014 tentang Bangunan Gedung adalah sebagai berikut:

  1. Surat permohonan
  2. Fotokopi akta pendirian perusahaan
  3. Fotokopi sertifikat tanah atau bukti kepemilikan tanah
  4. Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  5. Fotokopi IMB (Izin Mendirikan Bangunan) maupun perizinan lain yang telah diterbitkan
  6. Fotokopi gambar bangunan sesuai IMB atau perizinan yang terakhir diterbitkan
  7. Fotokopi IPPL (Izin Peruntukan Penggunaan Lahan) dan Rencana Tapak
  8. Fotokopi pertimbangan teknis (peil banjir, andalalin, lingkungan dan proteksi pemadam kebakaran)
  9. As-Built Drawing bangunan gedung yang telah disahkan
  10. Bentuk digital As-Built Drawing bangunan termasuk gambar situasi yang dimohon dalam format CAD (Computer-Aided Design) bagi yang dipersyaratkan

Mungkin sebagian dari Anda cukup asing dengan istilah-istilah di atas. Untuk itu melalui artikel ini, kami akan menjelaskan pengertian beberapa persyaratan dokumen penting yang perlu Anda siapkan.

IMB (Izin Mendirikan Bangunan)

Izin Mendirikan Bangunan, yang selanjutnya disingkat IMB merupakan perizinan yang diberikan oleh pemerintah daerah kepada pemilik bangunan gedung untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat bangunan gedung sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang berlaku.

Untuk mengurus IMB, tentunya Anda dapat mendatangi langsung Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) yang ada di daerah domisili. Aturan pengajuan IMB di setiap daerah akan berbeda-beda tergantung kebijakannya. Ini yang kemudian membuat persyaratan pengajuannya pun cukup beragam. Meskipun demikian, kami telah merangkum dokumen umum yang wajib Anda persiapkan.

IPPL dan Rencana Tapak

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bekasi No.17 Nomor 2011 tentang Penyelenggaraan Izin Pemanfaatan Ruang, yang dimaksud dengan IPPL atau Izin Peruntukan Penggunaan Lahan adalah izin perencanaan bagi penggunaan lahan yang didasarkan pada Rencana Tata Ruang.

Adanya IPPL ini bertujuan untuk mengatur peruntukan lahan, mengatur fungsi bangunan yang dapat dibangun pada lokasi yang bersangkutan, maupun mengatur ketinggian maksimum bangunan gedung yang diizinkan.  

Untuk mendapatkan IPPL, Anda dapat melakukan permohonan dengan beberapa persyaratan berikut ini:

  1. Memiliki bukti penguasaan lahan yang berupa sertifikat hak, akta jual beli, pelepasan hak, perjanjian sewa menyewa, dan bukti penguasaan lain
  2. Rencana pemanfaatan yang dimohonkan sesuai rencana peruntukan
  3. Lahan tidak dalam keadaan sengketa/bermasalah

Sementara pemenuhan persyaratan Rencana Tapak ditujukan untuk menjamin bahwa rencana tapak yang diajukan pemohon telah sesuai dengan IPPL, serta menjamin penyediaan prasarana, sarana, dan utilitas (perlengkapan mekanikal dan elektrikal dalam bangunan gedung) sesuai kebutuhan dan hasil kajian pertimbangan peil banjir, andalalin (analisis dampak lalu lintas), izin lingkungan, dan proteksi pemadam kebakaran.

Adapun isi dari Rencana Tapak terdiri dari:

  1. Rencana induk (masterplan), yaitu rencana umum yang mengatur peletakan blok fungsi kegiatan pada satu kawasan
  2. Rencana perpetakan (siteplan), yaitu rencana peletakan massa bangunan pada satu kavling atau persil yang dirancang dalam satu kesatuan dengan prasarana, sarana, dan utilitas

As-Built Drawing

Seperti yang kita ketahui, bahwa proses pengerjaan konstruksi kadang mengalami perubahan di luar rencana yang dilakukan secara mendadak oleh pengembang atau penyedia jasa konstruksi. Sehingga dalam hal ini, As-Built Drawing atau gambar rekaman akhir merupakan gambar yang dibuat sesuai dengan kondisi terbangun di lapangan yang telah mengadopsi semua perubahan yang terjadi selama proses konstruksi.

Gambar As-Built Drawing juga menunjukkan komponen-komponen proyek konstruksi seperti lokasi, dimensi, dan pengukuran lainnya. As-Built Drawing biasanya juga dilengkapi dengan rincian lain seperti spesifikasi dinding yang terbangun, jendela, pipa ledeng, maupun komponen lainnya seperti kabel listrik.

Konsultan SLF Bekasi
Gambar As-Built Drawing yang dibuat oleh kontraktor/arsitek harus menunjukkan komponen-komponen proyek konstruksi seperti lokasi, dimensi, dan pengukuran lainnya.

As-Built Drawing sebagaimana yang dimaksud dalam persyaratan pengajuan SLF untuk bangunan gedung di Kabupaten/Kota Bekasi setidaknya harus terdiri dari tiga bagian, yaitu As-Built Drawing arsitektur, As-Built Drawing struktur, maupun As-Built Drawing mekanikal dan elektrikal.

  1. As-Built Drawing arsitektur, minimal berupa gambar siteplan, denah, tampak, dan potongan
  2. As-Built Drawing struktur, minimal berupa gambar pondasi, struktur bawah, dan gambar peletakan mekanikal dan elektrikal
  3. As-Built Drawing mekanikal dan elektrikal, minimal berupa diagram satu garis dan denah mekanikal dan elektrikal tiap lantai

Jika persyaratan di atas telah terpenuhi, selanjutnya dapat dilakukan pemeriksaan atau pengujian terhadap persyaratan teknis bangunan gedung. Pemeriksaan dan pengajuan sebagaimana yang dimaksud dalam persyaratan teknis bangunan gedung meliputi beberapa poin berikut ini:

  1. Kesesuaian data aktual dengan data dalam dokumen pelaksanaan konstruksi bangunan gedung, termasuk As-Built Drawing, pedoman pengoperasian dan pemeliharaan/perawatan bangunan gedung, peralatan serta perlengkapan mekanikal dan elektrikal bangunan gedung (manual), dan dokumen ikatan kerja
  2. Pengujian/tes di lapangan (on site) untuk beberapa aspek. Di antaranya adalah aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan bangunan gedung

Baca juga : Persyaratan Kelaikan Fungsi Bangunan Gedung

Hasil pemeriksaan dan pengujian di atas selanjutnya akan dicatat oleh penyedia jasa/konsultan SLF dalam daftar simak (check list) yang kemudian disimpulkan ke dalam berita acara pemeriksaan kelaikan fungsi pada bangunan gedung. Berikut adalah contoh daftar simak kelaikan fungsi bangunan gedung.

Dengan menggunakan jasa konsultan SLF untuk menilai kelaikan fungsi bangunan gedung, tentunya dapat mempermudah Anda dalam proses penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Perusahaan konsultan SLF tidak hanya membantu Anda dalam menilai kelaikan fungsi bangunan gedung, melainkan juga memberi masukan dan saran terkait pemenuhan aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, maupun kemudahan bangunan gedung.

Bagaimana? Apakah Anda sudah memahami proses mendapatkan SLF? Syarat SLF di Kabupaten/Kota Bekasi mungkin akan berbeda dengan daerah lainnya. Untuk itu, gunakanlah jasa konsultan SLF PT Eticon Rekayasa Teknik untuk mendapatkan kemudahan dalam penerbitan Sertifikat Laik Fungsi pada bangunan gedung yang Anda miliki.

Baca juga : Siapa yang Berhak Melakukan Kajian Teknis Untuk SLF?

Referensi :

  • Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 17 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Izin Pemanfaatan Ruang
  • Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 10 Tahun 2014 tentang Bangunan Gedung
  • Peraturan Walikota Bekasi Nomor 61 Tahun 2015 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung
  • Peraturan Menteri PUPR No. 27/PRT/M/2018 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung
  • Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *