Skip to content

Jelang Piala Dunia U-20 2023, Beginilah Syarat Stadion Standar FIFA

Perhelatan Piala Dunia U-20 2023 yang rencananya akan digelar di Indonesia memang menjadi perbincangan yang tidak ada habisnya. Pasalnya, tersebar pemberitaan bahwa Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Namun dibalik pemberitaan Indonesia yang batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023, hal tersebut tidak merubah standar syarat stadion yang telah ditetapkan oleh FIFA sebelumnya.

Membangun stadion sepak bola yang sesuai dengan standar FIFA (Federation Internationale de Football Association) tentunya tidak mudah dilakukan. Pasalnya, terdapat beberapa syarat dan spesifikasi yang harus dipenuhi. Tidak hanya dari segi kualitas bangunan saja yang perlu diperhatikan tetapi dari infrastrukturnya pun juga termasuk dalam penilain standar FIFA. 

Tinggi dan detailnya spesifikasi standar FIFA untuk sebuah stadion, pastinya dipertimbangkan demi mendapatkan kenyamanan saat menyaksikan pertandingan dan demi keamanan semua yang ada di dalam stadion.

6 Stadion Indonesia yang Disetujui FIFA untuk Gelaran Piala Dunia U-20 2023

Rencana awalnya, terdapat enam stadion di Indonesia yang siap digunakan untuk pertandingan Piala Dunia U-20 2023. Dimana keenam stadion tersebut sudah sesuai dengan syarat standar dan sudah disetujui oleh FIFA. Lantas, mana sajakah stadion yang rencananya akan digunakan untuk gelaran sepakbola internasional tersebut? Berikut penjelasannya.

1. Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta)

Stadion Utama Gelora Bung Karno atau kita sering menyebutnya sebagai Stadion GBK merupakan salah satu stadion kebanggan masyarakat Indonesia. Stadion yang berada di Senayan, Jakarta ini dibangun mulai 8 Februari 1960 dan dibuka pada 21 Juli 1962. Stadion GBK merupakan kandang dari Timnas Indonesia yang telah beberapa kali dilakukan renovasi untuk menyempurnakan kondisi stadion.

Terakhir, renovasi dilakukan pada tahun 2016 dan selesai tahun 2018 sebagai persiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Stadion GBK sendiri memiliki kapasitas 77 ribu penonton. Awalnya, ketika Piala Dunia U-20 berlangsung di Indonesia stadion ini akan digunakan sebagai venue upacara pembukaan.

2. Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya)

Stadion yang saat ini menjadi home base Persebaya Surabaya ini tadinya juga disetujui FIFA untuk pagelaran Piala Dunia U-20 2023. Stadion Gelora Bung Tomo dibangun mulai 1 Januari 2008 dan dibuka pada 6 Agustus 2010 dengan anggaran senilai 100 miliar. Salah satu stadion kebangggaan masyarakat Surabaya ini memiliki kapasitas hingga 45 ribu penonton.

3. Stadion Si Jalak Harupat (Bandung)

Stadion standar fifa di Indonesia selanjutnya adalah Stadion Si Jalak Harupat yang terletak di Soreang, Kabupaten Bandung dan memiliki daya tampung/kapasitas sebanyak 30 ribu penonton. Stadion yang satu ini dibangun pada Januari 2002 dan mulai resmi digunakan pada tahun 2005. Meskipun begitu, Stadion Si Jalak Harupat telah mengalami beberapa kali renovasi pada tahun 2009 dan 2022.

Tidak hanya itu, Stadion Si Jalak Harupat juga sudah beberapa kali digunakan untuk event internasional seperti Piala AFF 2008, Piala Menpora 2013, hingga Asian Games 2018.

Stadion Si Jalak Harupat Bandung sebagai salah satu stadion berstandar FIFA, Sumber: bola.kompas.com
Stadion Si Jalak Harupat Bandung sebagai salah satu stadion berstandar FIFA, Sumber: bola.kompas.com

4. Stadion Manahan (Solo)

Stadion Manahan yang terletak di Solo, Jawa Tengah juga tidak luput dari persetujuan sebagai salah satu stadion yang telah memenuhi syarat dan standar FIFA. Stadion yang dibangun pada tahun 1989 dan diresmikan pada 21 Februari 1998 ini memiliki kapasitas sebanyak 20 ribu penonton.

Sama halnya dengan stadion lainnya, Stadion Kebanggan masyarakat Solo ini juga telah mengalami beberapa renovasi dan terakhir dilakukan pada tahun 2018.

5. Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali)

Stadion Kapten I Wayan Dipta yang berada di Gianyar ini memiliki kapasitas sebanyak 18 ribu penonton. Salah satu stadion yang telah memenuhi syarat dan standar FIFA ini juga pernah menjadi venue untuk pertandingan Timnas Indonesia vs Vietnam di kualifikasi Piala Dunia 2022. 

6. Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (Palembang)

Stadion Indonesia yang sesuai dengan standar dan syarat FIFA terakhir adalah Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring yang berada di Palembang. Stadion ini dibangun pada tahun 2001 dan mulai diresmikan pada tahun 2004. Bukti bahwa stadion kebanggaan masyarakat Palembang ini sudah sesuai dengan standar FIFA yaitu sejumlah kejuaraan internasional pernah digelar di Stadion GSJ.

Diantaranya seperti Piala AFF U-20 2005, Piala Asia 2007, Piala AFF 2010, SEA Games 2011, Islamic Solidarity Games 2013, ASEAN University Games 2014, Piala AFF Putri U-16 2018, Piala AFF Putri 2018, Asian Games 2018, dan Piala AFF Putri U-18 2022. Meskipun begitu, Stadion GSJ juga telah mengalami beberapa renovasi pada tahun 2017 dan 2021.

Persyaratan Teknis Stadion Sepak Bola Standar FIFA

Pertandingan sepak bola FIFA hanya dapat dimainkan di stadion yang telah memenuhi standar dan syarat struktural maupun teknis. Secara garis besar, terdapat empat poin yang harus dipenuhi jika stadion ingin digunakan untuk pagelaran internasional. Diantaranya sebagai berikut:

  • Pertama, area di luar stadion harus diamankan. Artinya akses penonton ke stadion harus mudah dan setidaknya harus ada jaringan transportasi khusus yang disediakan untuk menuju stadion.
  • Kedua, stadion perlu dibangun dengan kapasitas penonton untuk pertandingan profesional. Dimana minimal kapasitas stadion standar FIFA adalah 40.000.
  • Ketiga, larangan keras untuk membawa spanduk yang rasis dan agresif ke dalam stadion. Juga tidak diperkenankan membawa segala sesuatu yang berbahaya seperti senjata api, laser, hingga minuman keras ke dalam stadion. Untuk menunjang keamanan tersebut, pemeriksaan ketika akan masuk ke dalam stadion harus diperketat.
  • Keempat, pihak pengelola harus menyediakan rambu-rambu yang jelas sebagai petunjuk arah untuk memastikan bahwa penonton dapat dengan mudah menemukan area yang dicari. Contoh sederhananya seperti petunjuk titik masuk dan keluar stadion.
Persyaratan teknis stadion sepak bola berstandar FIFA, Sumber: uefa.com
Persyaratan teknis stadion sepak bola berstandar FIFA, Sumber: uefa.com

Rekomendasi dan Persyaratan Teknis Stadion Sepak Bola FIFA

Namun selain keempat persyaratan utama di atas, interior stadion yang sesuai standar dan syarat FIFA juga harus memenuhi beberapa rekomendasi dan persyaratan teknis berikut ini.

  • Area di sekitar stadion harus diberi pembatas, misalnya tembok atau pagar harus dipasang di sekitar stadion. Ketinggian pembatas minimal 2,5 m. Sehingga dapat mencegah penonton dapat masuk, melompat, atau memanjat pembatas tersebut.
  • Pintu untuk akses masuk dan keluar stadion harus dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan penonton bergerak dengan leluasa.
  • Akses masuk dan keluar stadion harus mudah dibuka dan ditutup.
  • Pintu stadion juga harus mampu tahan terhadap tekanan kelompok yang ramai agar tidak mudah roboh. 
  • Pintu stadion harus dilengkapi dengan kunci yang tahan terhadap api.
  • Semua orang yang akan masuk ke dalam stadion wajib digeledah di semua titik untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti penonton yang membawa senjata tajam.
  • Pintu putar dan titik kontrol harus tahan juga terhadap tekanan kelompok yang ramai.
  • Harus tersedia beberapa gerbang khusus di dalam stadion yang dapat digunakan dalam keadaan darurat. 
  • Pintu keluar darurat alternatif untuk penonton juga harus tersedia.
  • Desain pintu darurat harus cukup besar dan harus memiliki warna yang berbeda dari pintu lainnya. Sehingga semua orang yang berada di dalam stadion dapat dengan mudah membedakannya ketika sedang dalam keadaan darurat. Tidak hanya itu, di setiap muka pintu darurat harus ada staf permanen yang menjaga.
Syarat stadion standar FIFA untuk perhelatan internasional, Sumber: goodnewsfromindonesia.id
Syarat stadion standar FIFA untuk perhelatan internasional, Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Selain Standar dari FIFA, Stadion Perlu Dilengkapi dengan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)

Di samping standar stadion yang sudah ditetapkan, salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi adalah stadion harus mengantongi perizinan terkait kelaikan fungsi bangunan yang dapat dibuktikan dengan terbitnya Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Kita pastinya tahu bahwa semua bangunan wajib memiliki Sertifikat Laik Fungsi, termasuk bangunan stadion yang digunakan untuk perhelatan internasional.

Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dapat dikatakan sebagai salah satu dokumen penting yang harus dimiliki sebelum stadion dapat dioperasikan. Apabila stadion tidak mengantongi Sertifikat Laik Fungsi, maka dapat berpotensi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tribun stadion ambruk dan lain sebagainya.

Karena sejatinya, Sertifikat Laik Fungsi stadion ditujukan untuk menjamin keamanan, keselamatan, kesehatan, kemudahan, dan kenyamanan siapapun yang berada di dalam stadion. Jika kita ingat tragedi Stadion Kanjuruhan tahun lalu, salah satu penyebab terjadinya tragedi tersebut akibat stadion tidak layak dan tidak memiliki SLF terbaru.

Oleh karena itu, agar tragedi serupa tidak terjadi kembali di Indonesia pihak pengurus stadion harus melengkapi perizinan tersebut. Karena dengan kepemilikan SLF artinya stadion sudah melewati dan sudah lolos uji kelayakan bangunan sehingga aman digunakan.

Untuk mengurus SLF, pihak pengurus stadion dapat menggunakan jasa konsultan SLF yang tepat dan terpercaya. Karena dengan menggunakan konsultan yang tepat, maka uji kelayakan bangunan yang dilakukan pun akan tepat pula.