PT Eticon Rekayasa Teknik Laksanakan Riksa Uji SLO di PT Commonwealth Steel Indonesia

Riksa uji SLO di PT Commonwealth Steel Indonesia, Sumber: doc pribadi

Pada tanggal 25 Januari 2025, PT Eticon Rekayasa Teknik melaksanakan kegiatan Riksa Uji SLO (Sertifikat Laik Operasi) di PT PT Commonwealth Steel Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Pancatama, Desa Sukatani, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Seperti yang kita ketahui, PT Commonwealth Steel Indonesia sendiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi grinding media, reagen flotasi, dan berbagai produk engineering lainnya yang sampai saat ini masih didominasi produk impor.

Kerjasama Eticon dan PT Commonwealth Steel Indonesia telah beberapa kali terjalin, yang mana ini menjadi bukti bahwa dalam menjalankan pekerjaan, tim Eticon selalu maksimal. Sehingga, kami selalu diberikan kepercayaan untuk menangani proyek yang berkaitan dengan perizinan di perusahaan ini.

Tentang Sertifikat Laik Operasi (SLO)

Riksa uji SLO di PT Commonwealth Steel Indonesia, Sumber: doc pribadi
Riksa uji SLO di PT Commonwealth Steel Indonesia, Sumber: doc pribadi

Sertifikat Laik Operasi (SLO) adalah sebuah dokumen resmi yang menunjukkan bahwa sistem kelistrikan suatu bangunan atau fasilitas telah memenuhi standar kelayakan dan keselamatan yang telah ditetapkan. 

Tanpa kepemilikan SLO, instalasi listrik memiliki resiko tinggi mengalami berbagai gangguan, bahkan dapat berakibat bahaya bagi para pekerja. Tentu, pada perusahaan seperti PT Commonwealth Steel Indonesia, keandalan sistem kelistrikan sangatlah krusial. 

Pasokan listrik yang stabil tidak hanya dapat membantu dalam kelancaran operasional. Melainkan, juga dapat mencegah potensi kerusakan dan bahaya yang disebabkan dari kegagalan instalasi listrik. Itulah mengapa, kegiatan Riksa Uji Sertifikat Laik Operasi untuk PT Commonwealth Steel Indonesia ini dilakukan.

Riksa Uji SLO PT Commonwealth Steel Indonesia

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses permohonan sertifikat laik operasional dengan melakukan pemeriksaan kelayakan operasional sistem listrik tegangan menengah (TM) sebagai berikut:

  • Pengambilan Data Visual: Pemeriksaan visual pada sistem instalasi listrik untuk memastikan kesesuaian dengan standar keselamatan dan operasional.
  • Pengambilan Data Beban: Pengukuran beban listrik untuk mengevaluasi kapasitas dan kestabilan sistem.
  • Pengukuran Tahanan Isolasi: Pengecekan tahanan isolasi pada setiap material transformator (trafo) sesuai dengan prosedur teknis yang berlaku.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem listrik yang digunakan oleh PT Commonwealth Steel Indonesia memenuhi standar kelayakan operasional dan keamanan sesuai peraturan yang berlaku. 

Melalui survey ini proses ini, PT Eticon Rekayasa Teknik mendukung terciptanya sistem kelistrikan yang aman, efisien, dan andal untuk menunjang operasional perusahaan.

Mengenal Apa Itu Backup Listrik Rumah dan Tipsnya Ketika Terjadi Pemadaman dari PLN

Memasang panel surya di rumah, Sumber: solify.ca

Sistem backup listrik adalah elemen penting yang wajib dimiliki setiap bangunan, baik rumah maupun industri akan sangat membutuhkan ketika terjadi pemadaman listrik oleh pihak PLN. Namun, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan sistem backup? Mengapa keberadaannya begitu penting dan dibutuhkan?

Sebelum itu, pastinya kita sangat menyadari bahwa listrik menjadi salah satu kebutuhan wajib masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Tanpa adanya pasokan listrik, manusia seperti kembali hidup di zaman dahulu yang apa-apa hanya mengandalkan penerangan seadanya.

Sementara di zaman yang serba modern ini, listrik menjadi salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari manusia. Menyalakan lampu membutuhkan listrik, mengisi daya HP membutuhkan listrik, apalagi di lingkup industri yang lebih besar, listrik sangat dibutuhkan untuk membantu proses produksi.

Backup listrik menggunakan genset, Sumber: generatorgrid.com
Backup listrik menggunakan genset, Sumber: generatorgrid.com

Apa Itu Backup Listrik Rumah?

Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa segala aktivitas manusia di kehidupan sehari-hari membutuhkan listrik. Lantas, bagaimana jika tiba-tiba terjadi pemadaman listrik? Tentu segala aktivitas manusia yang setiap harinya membutuhkan pasokan listrik akan terganggu dan kalang kabut. 

Gelap karena lampu mati, bosan karena tidak ada hiburan dari TV dan smartphone, serta produksi di bangunan industri pun terhambat. Padahal, seperti yang sering kali terjadi, pemadaman listrik oleh PLN bisa terjadi kapan saja. Tidak hanya beberapa menit, tetapi bisa berjam-jam bahkan berhari-hari lamanya.

Namun, zaman sudah semakin berkembang dan teknologi pun semakin canggih, di mana hal-hal semacam ini bisa diatasi dengan lebih mudah. Untuk mengantisipasi pemadaman yang bisa terjadi kapan saja, memiliki sistem backup listrik adalah solusi paling tepat. Nah, apa sih itu sistem backup listrik rumah?

Sistem backup listrik atau power backup adalah sebuah perangkat atau peralatan yang dirancang untuk menyediakan daya cadangan ketika terjadi pemadaman listrik di jaringan utama, seperti PLN. Fungsi utama dari power backup ini untuk menghindari terganggunya operasional karena pemadaman listrik secara tiba-tiba.

Tips Backup Listrik Rumah Ketika Terjadi Pemadaman

Menggunakan UPS untuk backup listrik, Sumber: cdn.thewirecutter.com
Menggunakan UPS untuk backup listrik, Sumber: cdn.thewirecutter.com

Pemadaman listrik bisa terjadi kapan saja dan akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari di rumah. Namun jangan khawatir, karena terdapat sistem backup yang bisa menjadi solusi tepat. Di bawah ini adalah beberapa tips yang bisa diterapkan untuk memastikan pasokan listrik tetap berjalan saat terjadi pemadaman: 

1. Mengandalkan Generator Set (Genset)

Generator set atau genset adalah salah satu solusi backup listrik yang paling umum digunakan di untuk kebutuhan pasokan listrik di rumah ketika listrik padam. Terdapat dua jenis genset yang umum digunakan untuk kebutuhan rumahan, genset berbahan bakar bensin dan genset dengan bahan bakar solar.

Jika dibandingkan dengan genset untuk industri, genset rumahan memiliki desain yang cukup sederhana dengan ukurannya tidak terlalu besar. Sehingga, genset dapat dengan mudah dipindah tempatkan dan diletakkan dimanapun. Genset sendiri memang bisa mencukupi kebutuhan listrik ketika terjadi pemadaman. 

Namun di samping itu, ada pula kekurangan yang dimiliki genset sebagai power backup. Genset rumahan umumnya memiliki getaran yang cukup tinggi dan suaranya cenderung sangat bising. Di samping itu, backup listrik rumah satu ini juga mengeluarkan polusi udara maupun suara yang mungkin dapat mengganggu.

2. Menggunakan Uninterruptible Power Supply (UPS)

Selain generator set, UPS juga bisa diandalkan ketika terjadi pemadaman listrik secara tiba-tiba. Uninterruptible Power Supply atau UPS adalah perangkat hardware yang memiliki baterai di dalamnya. Baterai tersebut yang digunakan untuk menyimpan sumber listrik yang akan disuplai ketika pemadaman. 

Ketika listrik mengalir ke perangkat UPS, maka baterai di dalam UPS secara otomatis akan terisi penuh. Namun sayangnya, sebagai power backup rumahan, UPS dapat digunakan dalam waktu yang dibilang cepat dan hanya bisa bertahan dalam beberapa menit saja. 

Karena penyimpanan daya listriknya hanya mengandalkan baterai. Namun meskipun hanya bisa digunakan dalam waktu singkat, UPS dapat membantu untuk mencegah kerusakan peralatan elektronik yang mungkin terjadi ketika ada pemadaman listrik secara tiba-tiba.

3. Memasang Panel Surya

Opsi terakhir untuk backup listrik rumahan ketika terjadi pemadaman adalah dengan memasang panel surya di atas rumah. Panel surya bisa mengkonversi energi dari sinar matahari menjadi energi listrik yang dibutuhkan manusia. Namun, pemasangan panel surya relatif mahal dan bersifat intermiten (tidak stabil). 

Hal ini karena kondisi cuaca yang tidak menentu, sehingga tidak menjamin bahwa panel surya mendapat sinar matahari secara terus menerus untuk mengkonversinya ke energi listrik. 

Apalagi ketika hujan dan matahari tertutup awan, produksi listrik dari panel surya akan menurun. Dan, pada malam hari panel surya tidak memproduksi energi listrik karena tidak ada matahari. 

Jadi, untuk menyiasatinya, panel surya perlu menyiapkan teknologi baterai sebagai penyimpan energi listrik. Namun di balik berbagai kekurangannya, pemasangan panel surya pada rumah ini dapat mengurangi tagihan listrik dan sangat ramah lingkungan.

Alternatif Lain Ketika Pemadaman Listrik

Memasang panel surya di rumah, Sumber: solify.ca
Memasang panel surya di rumah, Sumber: solify.ca

Di samping menggunakan beberapa peralatan backup di atas, Anda juga bisa melakukan beberapa tips di bawah ini ketika pemadaman listrik dari pihak PLN terjadi. Sehingga, ketika aliran listrik mulai menyala, tidak menyebabkan kerusakan elektronik dan potensi bahaya mengancam, di antaranya meliputi: 

  • Mencabut perangkat elektronik dari stopkontak guna memberikan perlindungan terhadap perangkat elektronik dari lonjakan arus listrik ketika listrik sudah menyala (apalagi untuk perangkat elektronik yang memiliki kapasitas atau daya listrik besar)
  • Menggunakan stabilizer listrik untuk menstabilkan tegangan yang masuk ke perangkat elektronik
  • Memasang surge protector untuk melindungi perangkat elektronik dari lonjakan listrik mendadak, agar kenaikan tegangan listrik dapat dihindari dan tidak menyebabkan terjadinya arus pendek yang menyebabkan sengatan listrik maupun kebakaran
  • Tips sederhana ketika terjadi pemadaman listrik mendadak dari PLN yaitu dengan mempersiapkan penerangan alternatif seperti lampu senter, lampu teplok, lilin, dan penerangan sejenisnya.

Kesimpulan

Demikianlah ulasan seputar pentingnya memiliki sistem backup listrik di rumah atau bangunan lainnya sebagai solusi alternatif ketika terjadi pemadaman listrik yang tak terduga oleh pihak PLN. Karena dengan adanya backup listrik yang andal, aktivitas Anda tetap dapat berjalan dengan lancar tanpa gangguan.

Tidak kalah penting, yaitu IO dan SLO yang merupakan perizinan kelaikan atas instalasi listrik yang dipasang pada bangunan (terutama bangunan industri). Apabila perusahaan Anda menggunakan tenaga listrik berskala besar dan membangun sistem pembangkit cadangan (genset), maka semua harus berjalan dengan baik.

Nah, hal ini dibuktikan dengan kepemilikan IO dan SLO. Sebagai bentuk legalitas operasi ketenagalistrikan pada bisnis Anda yang telah melalui proses inspeksi. Adanya SLO atau Sertifikat Laik Operasi menjadi bukti bahwa instalasi listrik sudah laik operasi atau dengan kata lain sudah laik diberikan tegangan listrik.

Untuk mendapatkan SLO, Anda bisa mengandalkan jasa SLO profesional sebagai partner pengurusan. Bersama jasa SLO, pemeriksaan dan pengujian dilakukan sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga standar operasi dalam pekerjaan jelas dan tepat. Jadi, carilah jasa SLO terbaik!

Mengenal Standar Instalasi Listrik Rumah yang Penting untuk Diketahui

Instalasi listrik rumah tangga harus dilakukan sesuai standar, Sumber: icanelectricians.ca

Instalasi listrik rumah sesuai standar adalah hal yang sangat penting dilakukan guna memastikan keamanan sebuah hunian. Instalasi listrik yang dilakukan sesuai standar, tidak hanya akan menjamin aliran listrik yang stabil. Melainkan juga dapat mengurangi berbagai risiko bahaya korsleting listrik maupun kebakaran.

Dalam praktiknya, setiap komponen listrik harus dipasang dengan tepat dan harus memenuhi ketentuan dari badan berwenang. Baik dari segi pemasangan saklar, jenis kabel yang dipasang, sampai panel distribusi, semua harus dipastikan terinstal dengan baik dan tepat. 

Hal ini menjadi penting karena bagaimanapun, kebutuhan listrik di rumah semakin meningkat. Ditambah juga dengan kepemilikan berbagai perangkat elektronik serta perabotan rumah tangga yang membutuhkan pasokan energi listrik secara konsisten dan besar. Oleh sebab itu, Anda perlu memahami standar instalasi listrik rumah. 

Karena hal ini menjadi langkah awal yang cukup krusial dalam upaya menjaga keamanan peralatan elektronik, menjaga properti, dan menjaga keamanan keluarga Anda. Bukan tidak mungkin, instalasi tidak sesuai standar akan memberikan potensi bahaya yang mengancam keselamatan.

Sesuaikan listrik dengan kebutuhan rumah, Sumber: necaibewelectricians.com
Sesuaikan listrik dengan kebutuhan rumah, Sumber: necaibewelectricians.com

Persiapan Sebelum Instalasi Listrik di Rumah

Sebelum masuk pada proses instalasi listrik di rumah yang harus dilakukan sesuai dengan standar, penting bagi Anda untuk memahami juga apa-apa saja yang perlu dipersiapkan dalam proses instalasi. Di bawah ini adalah beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai instalasi listrik, yang meliputi: 

1. Mengetahui Luas Rumah dan Jumlah Ruangan

Untuk bisa mengalirkan listrik ke seluruh penjuru rumah dan ruangan, tentu dibutuhkan kabel-kabel yang cukup panjang. Jadi, pastikan bahwa Anda telah mengukur luas rumah dan berapa jumlah ruangan yang akan dialiri dengan listrik untuk memastikan seberapa panjang kabel yang dibutuhkan. 

Pastikan juga mengetahui berapa banyak jumlah lampu, stop kontak, dan saklar yang ada di setiap sudut rumah.

2. Mengetahui Besaran Daya Listrik

Salah satu komponen terpenting dalam instalasi listrik adalah MCB atau Miniature Circuit Breaker yang berfungsi sebagai sistem proteksi arus listrik dalam mengantisipasi beban berlebih. 

Untuk tahu seberapa banyak MCB yang dibutuhkan di rumah, Anda juga perlu tahu berapa besar daya listrik rumah. Semakin besar daya listrik di rumah, maka MCB yang dibutuhkan juga harus lebih dari satu. Hal ini bertujuan agar apabila terjadi kerusakan minor, tidak akan berpengaruh atau menjalar ke instalasi listrik lainnya.

3. Mengetahui Kualitas Kabel

Anda tentunya tahu bahwa kabel listrik memiliki bentuk, ukuran, dan fungsinya yang berbeda-beda. Maka dari itu, pilihlah jenis kabel listrik yang memang tepat digunakan untuk instalasi di rumah agar tidak menimbulkan korsleting listrik dan hubungan arus pendek. 

Pastikan juga, memilih kabel yang berkualitas dan sudah berstandar SNI. Jangan asal memilih jenis kabel, karena kabel yang sudah SNI artinya kelayakan dan keamanannya sudah terjamin.

Memilih kabel yang sesuai kebutuhan, Sumber: prairielectric.com
Memilih kabel yang sesuai kebutuhan, Sumber: prairielectric.com

Standar Instalasi Listrik Rumah dari PLN

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa dalam proses instalasi listrik rumah harus dilakukan sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku. Agar terhindar dari berbagai potensi bahaya yang mengancam. 

Kali ini, kami akan memaparkan instalasi listrik rumah standar PLN. Karena Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menetapkan standar terkait instalasi listrik agar lebih aman, khususnya terkait pemilihan kabel, yang meliputi: 

1. Memperhatikan Kapasitas Listrik kWh

Berikut ini adalah kapasitas listrik sesuai standar PLN untuk rumah dengan tegangan 220 V dan 380 V: 

  • 450 VA = 2A 
  • 900 VA = 4A
  • 1300 VA = 6A
  • 2200 VA = 10A

Umumnya, kapasitas ini banyak digunakan oleh konsumen Indonesia. Di mana semakin besar kapasitas listrik, maka semakin besar pula ampernya. Namun perlu diingat, ketentuan ini hanya berlaku untuk tegangan dengan 220 V dan 380 V

2. Menentukan Kabel Instalasi Berdasarkan Kapasitas VA

Untuk dapat menentukan ukuran kabel listrik yang akan digunakan dalam instalasi listrik rumah sesuai standar PLN, bisa ditentukan dengan menggunakan kapasitas VA nya, hal ini meliputi: 

  • Kapasitas 450 VA. Apabila rumah memiliki kapasitas kWh meter sebesar 450 VA atau yang setara dengan 2A, maka Anda bisa menggunakan kabel dengan ukuran 1.5 mm2. Penggunaan kabel ini sudah sangat cukup karena kapasitasnya adalah 17 Ampere.
  • Kapasitas 900 VA. Untuk kapasitas 900 VA ini, Anda bisa menggunakan jenis kabel dengan ukuran 1.5 mm2 seperti pada kapasitas 450 VA. Karena ya, kapasitas kabel mencapai 17 Ampere.
  • Kapasitas 1.300 VA. Kapasitas 1.300 VA setara dengan 6A. Untuk kapasitas ini cukup menggunakan kabel berukuran 1.5 mm2. Atau jika menginginkan yang lebih awet dan tahan lama, bisa menggunakan kabel berukuran 2.5 mm2.
  • Kapasitas 2200 VA. Untuk kapasitas 2200 VA yang setara dengan 10A sangat disarankan menggunakan kabel dengan ukuran 2.5 mm2 agar tidak terlalu panas.

3. Memilih Kabel Instalasi Listrik Rumah Standar PLN

Jenis-jenis kabel listrik untuk instalasi rumah tangga yang disarankan dan sesuai standar PLN, sebagai berikut: 

  • Kabel NYA. Kabel dengan inti tunggal yang berlapis dengan PVC. Memiliki ukuran kurang lebih 1.5 mm2 dan sangat cocok untuk instalasi lampu serta stop kontak di hunian Anda.
  • Kabel NYM. Kabel ini memiliki 1-4 inti dengan lapisan PVC. Kabel NYM tergolong lebih tahan lama dibandingkan dengan kabel NYA.
  • Kabel NYY. Apabila Anda ingin instalasi listrik rumah di bawah tanah, kabel NYY bisa dijadikan sebagai pilihan yang tepat karena lapisannya tebal untuk ketahanan terhadap gigitan tikus. 
  • Kabel NYAF. Jenis kabel ini memiliki fleksibilitas yang tinggi dan penghantar tembaga dengan lapisan PVC.
  • Kabel NYFGbY. Jenis kabel ini bisa menjadi pilihan alternatif apabila ingin instalasi listrik bawah tanah. Karena memiliki lapisan pelindung paling tebal dan kapasitas listriknya lebih besar.
Instalasi listrik rumah tangga harus dilakukan sesuai standar, Sumber: icanelectricians.ca
Instalasi listrik rumah tangga harus dilakukan sesuai standar, Sumber: icanelectricians.ca

Kesimpulan

Demikianlah informasi seputar standar instalasi listrik pada skala rumah tangga yang harus diperhatikan. Agar instalasi listrik rumah dapat dilakukan secara efisien dan aman. Sehingga, penggunaan listrik dalam jangka panjang tidak memberikan potensi bahaya bagi penghuni bangunan. 

Nah, setelah instalasi listrik dipasang, pemilik rumah wajib mengajukan Surat Laik Operasi (SLO). Surat Layak Operasi atau SLO sendiri adalah surat yang menyatakan bahwa instalasi rumah tersebut aman dan telah memenuhi standar instalasi.

Dan untuk mengajukannya, Anda bisa mengandalkan jasa SLO profesional sebagai mitra terpercaya. Bersama jasa SLO terpercaya, pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik dapat dilakukan sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku. Sehingga, dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tepat.