Mengenal Apa Itu Pondasi Tapak Beserta Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Jenis pondasi bangunan, Sumber: 99.co

Seperti yang kita tahu, pondasi bangunan memiliki berbagai jenis yang semuanya hadir lengkap dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada pondasi bore pile, pondasi sarang laba-laba, dan masih banyak lagi lainnya. Namun, dari berbagai jenis pondasi yang ada, pernahkah Anda mengenal istilah pondasi tapak?

Apa Itu Pondasi Tapak?

Apa itu pondasi tapak, Sumber: sobute.co.id
Apa itu pondasi tapak, Sumber: sobute.co.id

Pondasi tapak atau yang juga dikenal sebagai pondasi telapak adalah salah satu jenis pondasi bangunan yang terbuat dari beton bertulang. Bentuknya dibuat menyerupai papan atau telapak yang ditempatkan pada bagian bawah tiang. Pondasi telapak ini memiliki dimensi yang lebih lebar di bagian bawahnya.

Pada umumnya, penggunaan pondasi tapak atau pondasi telapak ini banyak diaplikasikan pada bangunan-bangunan bertingkat lebih dari 1. Karena pondasi telapak memiliki sifat yang mampu menopang beban bangunan. Sehingga keberadaannya dapat membantu bangunan tetap berdiri dengan kokoh dan stabil. 

Menariknya, jenis pondasi satu ini dianggap yang terbaik dan kerap kali digunakan pada bangunan-bangunan yang akan dibangun pada tanah lembek sebagai tumpuan struktur kolom. Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya sebagai pondasi gedung bertingkat saja melainkan juga bangunan lain.

Bahan yang digunakan untuk membuat pondasi telapak ialah susunan besi yang kerangkanya sedikit dipendam dalam tanah kemudian kerangka dicor dengan adonan semen. Pondasi yang lebar di bagian bawahnya ini sengaja dibuat untuk meneruskan beban bangunan ke lapisan tanah di bawahnya dengan baik.

Jenis-Jenis Pondasi Tapak/ Telapak

Jenis-jenis pondasi tapak, Sumber: 99.co
Jenis-jenis pondasi tapak, Sumber: 99.co

Agar bangunan berdiri kokoh, Anda harus memilih jenis pondasi telapak yang paling tepat dan sesuai kebutuhan. Karena, semua jenis pondasi telapak memiliki karakteristik masing-masing. Terdapat beberapa hal yang perlu dipetimbangkan untuk memilihnya. 

Seperti kedalaman pondasi dasar, jenis bangunan, komposisi tanah, hingga daya dukung tanah. Agar tidak salah pilih, berikut adalah pondasi tapak yang terbagi menjadi beberapa jenis.

1. Telapak Pelat

Telapak pelat memiliki ukuran telapak yang lebih besar dari jenis pondasi telapak lainnya. Dibangun dengan komposisi demikian untuk mendukung kekuatan struktur bangunan agar lebih luas. Telapak pelat umumnya dimanfaatkan untuk bangunan dengan struktur tanah yang kurang stabil.

2. Telapak Tiang Pancang

Telapak tiang pancang adalah jenis pondasi yang fungsinya sebagai penerus beban konstruksi. Beban konstruksi dari mana? Yang berasal dari bagian atas bangunan dan diterima oleh tiang untuk kemudian diteruskan ke bagian tanah. Dimana bagian tanah ini berperan sebagai pendukung melalui tumpuan ujung tiang.

3. Telapak Setempat

Telapak setempat memiliki bentuk menyerupai persegi. Ukurannya sangat efektif karena tidak membutuhkan banyak ruang sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan, kekuatan, dan stabilitas bangunan. Namun, bentuknya bisa dibuat fleksibel menjadi persegi panjang jika pondasi akan digunakan pada tanah terbatas.

4. Telapak Dinding

Telapak dinding adalah jenis pondasi tapak yang paling cocok diaplikasikan untuk bangunan yang akan dibangun di sekitar lereng. Fungsi utama dari telapak dinding untuk memastikan beban dinding bisa tersebar merata dan mampu menahan beban bangunan secara lebih maksimal serta optimal.

5. Telapak Gabungan

Sesuai dengan namanya, telapak gabungan ini dapat menggabungkan serta mengikat dua kolom atau lebih dengan menggunakan balok pengikat kuat. Umumnya, jenis telapak gabungan berbentuk trapesium atau persegi panjang.

Kelebihan Jenis Pondasi Tapak/Telapak

Kelebihan pondasi tapak, Sumber: kpssteel.com
Kelebihan pondasi tapak, Sumber: kpssteel.com

Seperti halnya jenis pondasi konstruksi bangunan lainnya, pondasi tapak atau telapak ini juga menawarkan berbagai keunggulan yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Dari berbagai keunggulan yang ditawarkan oleh pondasi bangunan telapak ini diantaranya meliputi: 

1. Pengaplikasian Sederhana

Keunggulan utama yang ditawarkan oleh pondasi telapak adalah pengaplikasiannya yang relatif lebih sederhana daripada jenis pondasi bangunan lainnya. Proses pengecoran jenis pondasi bangunan satu ini bisa langsung dilakukan di lokasi konstruksi tepat pada lubang galian pondasi.

Pondasi ini hanya perlu ditancapkan pada tanah keras sehingga tidak membutuhkan penggalian tanah yang lebih dalam lagi. Dengan fakta ini, tentunya proses pengaplikasian pondasi telapak akan jauh lebih efisien.

2. Daya Dukung yang Kuat dan Besar

Dengan desain yang tepat, pondasi tapak dapat digunakan untuk berbagai jenis bangunan. Mulai dari bangunan komersial ringan seperti rumah tinggal hingga bangunan komersial besar seperti bangunan bertingkat tinggi. Karena kekuatan dan daya dukung pondasi telapak dapat ditingkatkan. 

Ditingkatkan menyesuaikan dimensi serta material yang digunakan. Sehingga mampu mendukung berbagai macam struktur bangunan dengan aman dan efisien. Dengan demikian, penggunaan pondasi bangunan jenis ini memberikan solusi yang efisien, ekonomis, dan dapat diandalkan dalam proses konstruksi bangunan.

3. Biaya Pembuatan Relatif Murah

Dari segi biaya, pembuatan pondasi tapak relatif lebih murah dan terjangkau. Hal ini karena bahan material yang diperlukan untuk membuat pondasi jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pembuatan jenis pondasi lainnya, seperti pondasi tiang, pelat, dan lain sebagainya.

Pun, karena tidak membutuhkan galian yang lebih dalam, biaya sewa alat seperti mesin bor atau alat penggali lainnya juga bisa diminimalisir. Sehingga dapat mengurangi biaya keseluruhan dalam proses pembuatannya.

4. Fleksibel

Jenis pondasi bangunan telapak memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam hal desain dan menyesuaikan kondisi lapangan. Bentuk serta ukuran pondasi bisa disesuaikan dengan beban bangunan yang akan dibuat dan jenis tanah yang ada. 

Dengan fakta tersebut, sudah pasti pondasi bangunan telapak dapat disesuaikan dengan beragam bentuk dan ukuran bangunan yang akan dibuat.

Kekurangan Jenis Pondasi Tapak/ Telapak

Kekurangan dari pondasi tapak, Sumber: bukalapak.com
Kekurangan dari pondasi tapak, Sumber: bukalapak.com

Tidak hanya menawarkan keunggulan, pondasi tapak juga hadir dengan beberapa kekurangan sebagai pertimbangan sebelum memutuskan untuk mengaplikasikannya dalam sebuah bangunan. Diantara beberapa kekurangan dari pondasi telapak ini sebagai berikut.

1. Proses Pengerjaan Lama

Meskipun kelebihannya terletak pada proses pengaplikasian yang sederhana, tetapi jika pembuatan struktur pondasi berada di luar lubang galian pondasi, bisa memakan waktu cukup lama. Karena dalam pengerjaannya harus dilakukan dengan presisi dan membutuhkan kehati-hatian yang sangat tinggi.

Hal ini bertujuan agar kualitas dan kekuatan pondasi untuk menahan beban bangunan dapat bekerja secara optimal dan maksimal. Di samping itu, proses untuk mengeringkan sampai dipindahkan ke lubang pondasi juga memakan waktu berhari-hari yang tentunya tidak singkat.

Belum lagi, sisa beton di luar pondasi yang sudah tercetak harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum dilepas dari cetakan, dipindah ke lubang galian, dan digunakan untuk menjadi pondasi. Setidaknya, untuk proses pengeringan pondasi membutuhkan waktu hampir sebulan, atau 28 hari.

2. Pengerjaan Harus Dilakukan Ahlinya

Dalam pengerjaannya, pondasi telapak membutuhkan pengetahuan teknis dan keahlian khusus untuk memastikan pondasi terpasang dengan benar dan tepat. Sehingga mampu mendukung beban bangunan dengan aman. Karena alasan itulah, pengerjaan pondasi telapak harus dilakukan oleh tenaga ahli yang berpengalaman.

Demikianlah informasi seputar pondasi tapak atau pondasi telapak dengan jenis, keunggulan, serta kekurangannya. Dari informasi yang telah diberikan tentunya bisa menjadi pertimbangan sebelum benar-benar memutuskan untuk menggunakan jenis pondasi apa sebagai penopang beban bangunan yang akan dibangun.

Karena jika pondasi yang digunakan tepat, maka bangunan juga akan lebih kuat dan stabil. Namun dibalik itu semua, proses perencanaan untuk membangun sebuah bangunan tidak kalah penting dilakukan. Karena dengan perencanaan yang matang, proses eksekusi juga dapat berjalan lebih mudah dan efisien.

Untuk proses perencanaan yang terstruktur, detail, dan terarah, menyerahkannya kepada jasa desain dan perencanaan berpengalaman adalah kunci utamanya. Karena hanya bersama dengan ahlinya, apa yang Anda inginkan dapat direpresentasikan dengan baik dan diwujudkan secara nyata!

10 Jenis Pondasi Bangunan Yang Kuat Dan Kokoh

Jenis pondasi bangunan, Sumber : archify.com

Secara umum, pondasi merupakan struktur bangunan yang letaknya berada di bagian paling bawah dan berguna untuk menopang beban seluruh struktur bangunan. Sebelum merencanakan pembangunan sebuah rumah atau tipe bangunan lainnya. Sangat penting untuk mengenal terlebih dahulu berbagai jenis pondasi bangunan yang kuat, kokoh, dan sering digunakan untuk mendukung konstruksi.

Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa Indonesia merupakan wilayah yang rawan akan terjadinya bencana alam salah satunya seperti gempa bumi. Oleh sebab itu, menggunakan pondasi yang kuat dan kokoh sangat diperlukan dalam membuat sebuah kontruksi bangunan. Sebagaimana yang telah disebutkan di dalam peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung, di dalamnya memuat mengenai persyaratan struktur bangunan gedung sesuai dengan tipe yang akan dibangun.

Persyaratan tersebut mencakup bahwa bangunan gedung haruslah dibuat dengan struktur yang kuat, kokoh, dan stabil untuk menahan seluruh beban bangunan. Dalam menentukan apakah konstruksi bangunan tersebut sudah memenuhi keandalan sebuah bangunan atau belum. Diperlukan pemeriksaan secara berkala yang dilakukan oleh tim pengkaji teknis bangunan, agar dapat diketahui bahwa konstruksi bangunan tersebut sudah laik fungsi untuk dikerjakan.

Setiap jenis pondasi bangunan akan disesuaikan dengan tipe yang akan dibangun. Dengan mengetahui fungsi dan kegunaan dari pondasi bangunan akan mudahkan Anda sebagai pekerja konstruksi. Karena bisa dengan mudah menentukan jenis pondasi yang sesuai untuk menahan beban kontruksi bangunanan yang akan dibangun.

Jenis Pondasi Bangunan

Dalam dunia konstruksi jenis pondasi bangunan dibagi menjadi 2 yaitu, pondasi dalam dan pondasi dangkal. Setiap jenis pondasi tersebut juga memiliki jenis-jenis turunannya dan digunakan sesuai dengan kebutuhan dari tipe bangunan. 

Sebelum benar-benar memutuskan untuk membuat pondasi bangunan. Hal pertama yang dilakukan adalah melakukan survei untuk mengukur struktur tanah dari tempat proyek konstruksi yang akan dikerjakan. Sehingga pondasi yang dipilih sesuai dan tepat dalam penggunaannya.

Jenis Pondasi Dalam

Pondasi dalam biasanya digunakan untuk bangunan yang berdiri di lokasi permukaan tanah tertentu. Selain itu pondasi dalam ini juga dipasang dengan kedalaman lebih dari 3 meter ke dalam lapisan tanah. Penggunaan jenis pondasi bangunan ini juga diterapkan untuk bangunan yang memiliki ukuran yang lebar. Jenis dari pondasi dalam ini meliputi:

1. Pondasi Tiang Pancang

Pondasi tiang pancang merupakan salah satu jenis pondasi bangunan yang masuk dalam kategori pondasi dalam. Saat ini pondasi ini digunakan sebagai pondasi untuk pembangunan bangunan dalam skala kecil maupun besar. Pondasi tiang pancang dikenal sebagai pondasi yang memiliki daya tahan yang lama. Karena kerangka dari pondasi ini dapat menghindari karat hingga pelapukan yang terjadi di dalam tanah.

Dari segi harga, pondasi tiang pancang memang terbilang cukup mahal. Namun jika dilihat dari kekuatan bahannya yang kokoh, maka akan setimpal dengan biaya yang dikeluarkan. Ada beberapa macam dari pondasi tiang pancang ini, yakni tiang pancang kayu, tiang pancang beton, hingga tiang pancang baja.

Ilustrasi pondasi tiang pancang, Sumber : pengadaan.web.id
Ilustrasi pondasi tiang pancang, sumber: pengadaan.web.id

2. Pondasi Bore Pile

Jenis pondasi dalam selanjutnya adalah pondasi bore pile. Pondasi bore pile merupakan sebuah pondasi yang memiliki bentuk layaknya sebuah tabung panjang yang kemudian ditancapkan ke dalam tanah. Biasanya jenis pondasi bangunan ini difungsikan untuk menjaga kestabilan bangunan bertingkat maupun bangunan yang berlokasi di area sekitar lereng.

Kelebihan dari penggunaan pondasi ini adalah pada saat pemasangan sedang berlangsung, pondasi ini tidak mengeluarkan suara yang bising. Selain itu penggunaannya juga tidak akan mengalami pergeseran, meskipun struktur tanah bergelombang.

3. Pondasi Piers

Pondasi piers ini digunakan untuk meneruskan beban berat dari stuktur bangunan. Biasanya pondasi ini dipasang dengan cara menggali tanah dengan kedalaman yang sudah ditentukan, barulah kemudian pondasi ini ditancapkan ke dalam tanah yang sudah digali sebelumnya. Biasanya pondasi ini dibuat dari bahan beton precast, yang nantinya balok beton diafragma akan mengikuti ukuran dari tinggi pondasi yang sudah diperhitungkan.

4. Pondasi Sumuran

Pengecoran pondasi sumuran, sumber rumah123.com
Pengecoran pondasi sumuran, sumber: rumah123.com

Menggunakan dua kombinasi prinsip pembuatan antara pondasi dangkal dan pondasi tiang pancang. Dinamakan pondasi sumuran karena pembangunan dilakukan dengan cara membuat beberapa sumur sesuai dengan tipe kontruksi bangunan. Untuk membuat pondasi sumuran semakin kokoh diisi dengan tiang beton sebagai penahan utamanya.

Pondasi sumuran merupakan salah satu pondasi dalam yang banyak diaplikasikan pada bangunan di Indonesia. Karena sangat cocok dan pas digunakan pada tempat-temapat yang mengandung struktur tanah keras dan terletak di kedalaman lebih dari 3 meter.

5. Pondasi Basement

Basement adalah sebuah tingkat atau beberapa tingkat dari bangunan yang keseluruhan atau sebagian terletak di bawah tanah. Pembuatan basement  dibuat sebagai usaha untuk mengoptimalkan penggunaan lahan yang semakin terbatas dan mahal. Inilah yang menjadi fungsi dari penggunaan pondasi basement untuk menahan beban bangunan  secara baik. 

Pondasi basement terdiri dari tiga bagian penting yaitu,  metode konstruksi, retaining wall, dan dewatering. Setiap bangian memiliki fungsinya masing-masing untuk membuat pondasi basement dapat menahan dan mendistribusikan beban dengan baik. Sehingga tetap kokoh dan kuat dalam menahan beban bangunan secara meyeluruh. Karena pada bagian dasarnya terdapat ruang kosong (basement) dan hanya di tahan oleh tiang pondasi dan retaining wall.

Jenis Pondasi Dangkal

Untuk pondasi dangkal ini biasanya digunakan pada bangunan yang memiliki struktur bangunan yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu berat. Umumnya pondasi dangkal ini difungsikan untuk pembuatan hunian tempat tinggal yang tidak memiliki beban yang berat. Penggunaan pondasi ini diterapkan di jenis tanah yang permukaannya bersifat stabil. Untuk kedalaman pemasangannya juga tidak lebih dari 3 meter. Jenis dari pondasi dangkal meliputi:

6. Pondasi Memanjang

Pembuatan pondasi memanjang, sumber ikons.id
Pembuatan pondasi memanjang, sumber: ikons.id

Pondasi memanjang atau juga dikenal dengan pondasi jalur merupakan jenis pondasi dangkal yang berfungsi untuk mendukung beban bangunan yang berbentuk memanjang. Jenis pondasi ini secara umum dibuat dalam bentuk memanjang baik itu berbentuk persegi panjang, persegi, maupun trapesium. Bahan yang biasa digunakan untuk membuat pondasi ini adalah cor beton tanpa tulang, pecahan batu, serta batu kali.

7. Pondasi Raft

Pondasi memanjang atau juga dikenal dengan pondasi jalur merupakan jenis pondasi dangkal yang berfungsi untuk mendukung beban bangunan yang berbentuk memanjang. Jenis pondasi ini secara umum dibuat dalam bentuk memanjang baik itu berbentuk persegi panjang, persegi, maupun trapesium. Bahan yang biasa digunakan untuk membuat pondasi ini adalah cor beton tanpa tulang, pecahan batu, serta batu kali.

Baca juga : Apa yang Menjadi Faktor Penentu Gedung Aman Digunakan?

8. Pondasi Setempat

Pondasi setempat biasanya digunakan untuk menahan kolom yang ada di bangunan bertingkat. Jenis pondasi ini hanya digunakan untuk menahan bagian kolom saja, sedangkan untuk bagian dinding-dindingnya menggunakan balok, ataupun sloof pengikat. Pondasi setempat ini digunakan sebagai struktur utama pada bangunan yang bertingkat.

9. Pondasi Sarang Laba-Laba

Pondasi sarang laba-laba merupakan jenis pondasi yang masuk ke dalam pondasi dangkal. Jenis pondasi ini memiliki bentuk yang mirip dengan sarang dari laba-laba, yakni memiliki bentuk jaring-jaring yang melingkar. Pondasi ini memanfaatkan tanah sebagai kekuatan untuk struktur pondasinya.

Ilustrasi pondasi sarang laba-laba, Sumber : docplayer.info
Ilustrasi pondasi sarang laba-laba, sumber: docplayer.info

10. Pondasi Tapak

Bangunan yang dibuat dengan bentuk melingkar atau bulat, biasanya akan menggunakan pondasi tapak ini. Namun ada juga bangunan yang memiliki bentuk persegi menggunakan jenis pondasi ini. Pondasi ini difungsikan untuk menopang titik beban tunggal yang ada pada bangunan. Jenis pondasi ini juga cocok digunakan untuk lokasi yang memiliki permukaan tanah yang lunak.

Penggunaan jenis pondasi yang kokoh memiliki tujuan untuk menjaga keselamatan bagunanan dan penguhuninya. Sesuai dengan peraturan yang terdapat di dalam Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, mengenai tolok ukur keandalan sebuah bangunan gedung. Bangunan gedung haruslah meliputi empat aspek yakni aspek keselamatan, aspek kesehatan, aspek kenyamanan, dan aspek kemudahan.

Perusahaan Kosntruksi Eticon Rekayasa Teknik

PT. Eticon Rekayasa Teknik merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konsultan SLF, pariwisata, desain dan rekayasa yang berkantor pusat di Yogyakarta. Bukan hanya itu perusahaan kami juga sudah mendapatkan sertifikasi ISO serta anggota yang telah tersertifikasi resmi di LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi).

Kami siap melayani Anda dalam membangun tipe bangunan sesuai dengan kebutuhan dan fungsi penggunaannya. Jadi, jangan ragu memilih kami sebagai patner Anda untuk memenuhi berbagai keperluan dalam bidang konstruksi. Untuk mewujudkannya Anda bisa konsultasikan terlebih dahulu kepada kami mengenai konsep bangunan yang diinginkan. 

Segera verifikasi kelayakan bangunan Anda dengan SLF!

Klik tombol dibawah ini untuk menanyakan lebih lanjut mengenai layanan PT Eticon Rekayasa Teknik!