Listrik adalah elemen yang sudah menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan sehari-hari. Dengan listrik, manusia bisa hidup lebih nyaman dan penuh kemudahan. Tapi dibalik itu semua, nyatanya terdapat bahaya korsleting listrik yang mengancam manusia apabila proses instalasinya tidak memenuhi standar.
Pengertian dan Bahaya Korsleting Listrik

Kita tahu, korsleting listrik adalah hal “lumrah” yang sering terjadi di masyarakat kita. Korsleting listrik sendiri adalah hubungan arus pendek yang terjadi ketika arus listrik mengalir secara tidak terkendali melalui jalur yang tidak seharusnya dilalui antara kabel listrik yang terputus.
Akibat korsleting listrik berbagai resiko dan potensi bahaya mengancam di depan mata. Seperti yang kita tahu, sudah banyak kasus yang terjadi di Indonesia akibat dari korsleting listrik tersebut. Terjadinya hubungan arus pendek dapat memberikan bahaya yang serius bagi manusia, termasuk:
1. Kerusakan Peralatan Elektronik
Bahaya paling minim dari korsleting listrik adalah merusak peralatan elektronik atau peralatan rumah tangga yang terhubung dengan jaringan listrik. Jika peralatan elektronik terkena dampak dan berakhir rusak, sudah pasti kita harus memperbaiki atau bahkan harus menggantinya dengan yang baru.
Sehingga hal ini harus membuat kita terpaksa untuk mengeluarkan uang yang seharusnya tidak masuk dalam prioritas kebutuhan. Tapi, karena hubungan arus pendek yang terjadi, mau tidak mau tetap harus keluar uang. Tentu ini sangat merugikan secara material.
2. Kebakaran
Kebakaran juga menjadi salah satu bahaya yang harus dihadapi apabila terjadi korsleting listrik. Untuk yang satu ini rasanya sudah sangat sering terjadi di masyarakat Indonesia. Banyak kasus-kasus korsleting listrik yang akhirnya mengakibatkan terjadinya kebakaran kecil bahkan kebakaran besar.
Ketika aliran arus listrik mengalir tidak terkendali dan melewati jalur yang tidak seharusnya, inilah yang akhirnya menjadi penyebab panas terlampau tinggi dan menyebabkan material-material mudah terbakar merambat menjadi sebuah kebakaran hebat.
3. Cedera dan Kematian
Korsleting listrik tidak hanya dapat menyebabkan kerugian secara materiil tetapi juga non materiil. Ya, korsleting listrik dapat memberikan bahaya yang sangat besar yaitu cedera serius bahkan kematian. Untuk bahaya satu ini juga tidak kalah sering terjadi pada masyarakat Indonesia.
Aliran listrik yang sangat kuat jika terkena manusia, dapat menyebabkan luka bakar, kejang, bahkan lebih parahnya henti jantung pada sang korban atau sederhananya korban meninggal dunia. Jika sudah seperti ini, tidak hanya kerugiaan materiil yang didapatkan tetapi juga merenggut korban jiwa.
Apa Penyebab Korsleting Listrik?

Korsleting listrik dengan semua bahaya dan resikonya tidak mungkin terjadi jika tidak ada faktor penyebab yang memicunya. Untuk menghindari berbagai potensi bahaya yang merugikan, penting juga bagi kita mengetahui apa-apa saja yang menjadi penyebab dari hubungan arus pendek ini.
1. Kesalahan Instalasi Listrik
Penyebab utama terjadinya korsleting listrik di rumah atau bangunan lainnya adalah karena kesalahan pada instalasi listrik yang kurang sempurna. Seperti instalasi aliran listrik yang dekat dengan sumber air, ukuran kabel tidak sesuai kebutuhan, bisa juga karena penempatan listrik pada tempat yang mudah terpapar suhu tinggi.
Oleh sebab itu, mempertimbangkan secara tepat dan teliti dimana instalasi listrik dilakukan adalah sesuatu hal yang vital. Apalagi pada proses instalasi listrik industrial, sangat perlu dilakukan secara hati-hati dan teliti. Agar tidak membahayakan semua orang yang ada di dalamnya.
2. Kabel-Kabel Rusak
Kabel-kabel rusak nyatanya juga bisa memicu terjadinya korsleting listrik yang berpotensi memberikan bahaya serius. Kabel yang digunakan pada instalasi listrik bisa mengalami kerusakan karena kondisi bawaan kabel yang memang kualitasnya kurang baik atau bisa juga karena faktor lingkungan.
3. Colokan Listrik Menumpuk
Jika Anda memiliki colokan listrik menumpuk di rumah, ketahuilah itu bisa menjadi pemicu terjadinya hubungan arus pendek. Karena jika pada satu tempat terpasang colokan listrik terlampau banyak, akan menimbulkan suhu panas dari aliran tersebut. Suhu panas ini akan terperangkap dalam colokan dan menyebabkan korsleting.
4. Alat Listrik Terkena Air
Hal umum yang kerap terjadi dan menjadi penyebab korsleting listrik di masyarakat adalah karena alat listrik yang terkena air. Ya, meletakkan alat listrik atau penempatan instalasi listrik berdekatan dengan sumber air berpotensi lebih besar menyebabkan hubungan arus pendek.
Tidak hanya itu saja, tangan atau anggota tubuh yang basah pun bisa menghantarkan arus listrik. Sehingga memungkinkan seringnya terjadi sebuah kondisi yang sering disebut sebagai tersetrum. Karena seperti yang kita tahu, aliran listrik dan air adalah dua hal saling “bermusuhan”.
5. Kapasitas Kabel Tidak Sesuai
Penggunaan kabel listrik yang tidak sesuai kapasitas juga lebih mudah menyebabkan korsleting listrik. Karena jika kelebihan kapasitas dapat membuat kabel menjadi terbakar dan itulah yang memicu hubungan arus pendek. Jika kapasitas listrik besar, maka kabel pun harus besar dan jangan sampai jomplang.
6. Stop Kontak Kendur
Stop kontak yang sudah tidak kokoh dan tidak stabil praktis membuat kualitasnya juga menurun. Sehingga cara kerjanya pun juga tidak sebagus sebelumnya. Kendurnya stop kontak inilah yang akhirnya dapat menghasilkan percikan api dan mengakibatkan korsleting listrik.
Bagaimana Cara Mencegah Korsleting Listrik?

Setelah mengetahui berbagai penyebab dan bahaya dari terjadinya korsleting listrik, kini saatnya kita juga tahu cara mencegahnya. Dengan begitu, kita dapat terhindar dari kemungkinan-kemungkinan buruk yang merugikan.
1. Melakukan Pemeriksaan Berkala
Peralatan kelistrikan juga perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala. Karena sekuat apapun komponennya, jika telah digunakan dalam jangka waktu lama pasti akan mengalami kerusakan juga. Berbagai peralatan kelistrikan bisa saja mengalami usang, berdebu, rapuh, meleleh, dan rusak.
Hal inilah yang akhirnya juga menjadikan alat listrik menurun kualitasnya dan mengakibatkan tegangan listrik naik turun. Hingga akhirnya terjadi korsleting listrik yang tidak terelakan. Jadi, ketika dirasa sudah terdapat tanda-tanda seperti yang dijelaskan sebelumnya, maka sebaiknya langsung melakukan pergantian.
2. Menjauhkan Listrik dari Sumber Air
Air adalah salah satu penghantar listrik yang sangat baik. Itulah mengapa, jika aliran listrik terkena air barang sedikit pun dapat berakibat buruk dengan terjadinya hubungan arus pendek. Ketika lingkungan lembab atau terendam air, dapat dipastikan akan muncul percikan api yang dapat membakar seluruh bangunan.
Itu sebabnya, jika suatu wilayah terendam banjir, biasanya PLN akan memutus aliran listrik agar tidak terjadi korsleting. Dengan fakta tersebut, kita dapat mencegah terjadinya korsleting dengan memastikan semua peralatan kelistrikan selalu berada dalam keadaan kering dan jauh dari jangkauan sumber air.
3. Merapikan Kabel Listrik
Merapikan kabel listrik yang berantakan juga dapat menjadi langkah tepat untuk mencegah terjadinya korsleting listrik yang memberikan potensi bahaya. Agar kabel listrik awet digunakan dalam jangka waktu lama, sebaiknya jangan terlalu sering mengulurnya.
Atau ketika membutuhkan kabel listrik, segera ulur kembali jika sudah tidak digunakan. Selain mencegah korsleting listrik, langkah ini juga membuat kabel listrik menjadi lebih rapi dan tertata.
4. Memperhatikan Kapasitas Kabel dan Stop Kontak
Selanjutnya, pastikan spesifikasi kabel sesuai dengan kapasitas hantar arus kabel. Karena jika aliran listrik tidak sesuai kapasitas kabel, dapat menimbulkan arus listrik berlebihan. Hal inilah yang berpotensi menyebabkan korsleting listrik. Selain itu, penting juga untuk membatasi kapasitas stop kontak.
Jangan menancapkan banyak kabel di satu stop kontak, karena bisa meningkatkan suhu panas pada stop kontak tersebut. Suhu yang terlampau panas pada stop kontak memicu terjadinya hubungan arus pendek. Jadi, hindari mencolok terlalu banyak kabel pada stop kontak.
Kesimpulan

Demikianlah informasi tentang bahaya korsleting listrik. Karena terdapat bahaya yang mengancam, itulah mengapa instalasi listrik harus dilakukan oleh mereka yang ahli. Di samping itu, ketika memulai instalasi listrik apapun jenisnya, keselamatan adalah sesuatu yang patut dipertimbangkan dengan kepemilikan SILO.
SILO atau Surat Izin Layak Operasi ini bisa didapatkan dengan mengandalkan jasa SILO profesional agar pemeriksaan yang dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat dan kita selalu terhindar dari apapun yang membahayakan, termasuk korsleting listrik ini.



