Hati-Hati, Beginilah Bahaya Korsleting Listrik Apabila Tidak Diinstalasi Sesuai SOP

Bahaya korsleting listrik, Sumber: okezone.com

Listrik adalah elemen yang sudah menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan sehari-hari. Dengan listrik, manusia bisa hidup lebih nyaman dan penuh kemudahan. Tapi dibalik itu semua, nyatanya terdapat bahaya korsleting listrik yang mengancam manusia apabila proses instalasinya tidak memenuhi standar.

Pengertian dan Bahaya Korsleting Listrik

Bahaya dari korsleting listrik, Sumber: sukabumiupdate.com
Bahaya dari korsleting listrik, Sumber: sukabumiupdate.com

Kita tahu, korsleting listrik adalah hal “lumrah” yang sering terjadi di masyarakat kita. Korsleting listrik sendiri adalah hubungan arus pendek yang terjadi ketika arus listrik mengalir secara tidak terkendali melalui jalur yang tidak seharusnya dilalui antara kabel listrik yang terputus.

Akibat korsleting listrik berbagai resiko dan potensi bahaya mengancam di depan mata. Seperti yang kita tahu, sudah banyak kasus yang terjadi di Indonesia akibat dari korsleting listrik tersebut. Terjadinya hubungan arus pendek dapat memberikan bahaya yang serius bagi manusia, termasuk: 

1. Kerusakan Peralatan Elektronik

Bahaya paling minim dari korsleting listrik adalah merusak peralatan elektronik atau peralatan rumah tangga yang terhubung dengan jaringan listrik. Jika peralatan elektronik terkena dampak dan berakhir rusak, sudah pasti kita harus memperbaiki atau bahkan harus menggantinya dengan yang baru.

Sehingga hal ini harus membuat kita terpaksa untuk mengeluarkan uang yang seharusnya tidak masuk dalam prioritas kebutuhan. Tapi, karena hubungan arus pendek yang terjadi, mau tidak mau tetap harus keluar uang. Tentu ini sangat merugikan secara material.

2. Kebakaran

Kebakaran juga menjadi salah satu bahaya yang harus dihadapi apabila terjadi korsleting listrik. Untuk yang satu ini rasanya sudah sangat sering terjadi di masyarakat Indonesia. Banyak kasus-kasus korsleting listrik yang akhirnya mengakibatkan terjadinya kebakaran kecil bahkan kebakaran besar.

Ketika aliran arus listrik mengalir tidak terkendali dan melewati jalur yang tidak seharusnya, inilah yang akhirnya menjadi penyebab panas terlampau tinggi dan menyebabkan material-material mudah terbakar merambat menjadi sebuah kebakaran hebat.

3. Cedera dan Kematian

Korsleting listrik tidak hanya dapat menyebabkan kerugian secara materiil tetapi juga non materiil. Ya, korsleting listrik dapat memberikan bahaya yang sangat besar yaitu cedera serius bahkan kematian. Untuk bahaya satu ini juga tidak kalah sering terjadi pada masyarakat Indonesia.

Aliran listrik yang sangat kuat jika terkena manusia, dapat menyebabkan luka bakar, kejang, bahkan lebih parahnya henti jantung pada sang korban atau sederhananya korban meninggal dunia. Jika sudah seperti ini, tidak hanya kerugiaan materiil yang didapatkan tetapi juga merenggut korban jiwa.

Apa Penyebab Korsleting Listrik?

Kesalahan instalasi menyebabkan korsleting, Sumber: linktown.co.id
Kesalahan instalasi menyebabkan korsleting, Sumber: linktown.co.id

Korsleting listrik dengan semua bahaya dan resikonya tidak mungkin terjadi jika tidak ada faktor penyebab yang memicunya. Untuk menghindari berbagai potensi bahaya yang merugikan, penting juga bagi kita mengetahui apa-apa saja yang menjadi penyebab dari hubungan arus pendek ini.

1. Kesalahan Instalasi Listrik

Penyebab utama terjadinya korsleting listrik di rumah atau bangunan lainnya adalah karena kesalahan pada instalasi listrik yang kurang sempurna. Seperti instalasi aliran listrik yang dekat dengan sumber air, ukuran kabel tidak sesuai kebutuhan, bisa juga karena penempatan listrik pada tempat yang mudah terpapar suhu tinggi. 

Oleh sebab itu, mempertimbangkan secara tepat dan teliti dimana instalasi listrik dilakukan adalah sesuatu hal yang vital. Apalagi pada proses instalasi listrik industrial, sangat perlu dilakukan secara hati-hati dan teliti. Agar tidak membahayakan semua orang yang ada di dalamnya.

2. Kabel-Kabel Rusak

Kabel-kabel rusak nyatanya juga bisa memicu terjadinya korsleting listrik yang berpotensi memberikan bahaya serius. Kabel yang digunakan pada instalasi listrik bisa mengalami kerusakan karena kondisi bawaan kabel yang memang kualitasnya kurang baik atau bisa juga karena faktor lingkungan.

3. Colokan Listrik Menumpuk

Jika Anda memiliki colokan listrik menumpuk di rumah, ketahuilah itu bisa menjadi pemicu terjadinya hubungan arus pendek. Karena jika pada satu tempat terpasang colokan listrik terlampau banyak, akan menimbulkan suhu panas dari aliran tersebut. Suhu panas ini akan terperangkap dalam colokan dan menyebabkan korsleting. 

4. Alat Listrik Terkena Air

Hal umum yang kerap terjadi dan menjadi penyebab korsleting listrik di masyarakat adalah karena alat listrik yang terkena air. Ya, meletakkan alat listrik atau penempatan instalasi listrik berdekatan dengan sumber air berpotensi lebih besar menyebabkan hubungan arus pendek.

Tidak hanya itu saja, tangan atau anggota tubuh yang basah pun bisa menghantarkan arus listrik. Sehingga memungkinkan seringnya terjadi sebuah kondisi yang sering disebut sebagai tersetrum. Karena seperti yang kita tahu, aliran listrik dan air adalah dua hal saling “bermusuhan”.

5. Kapasitas Kabel Tidak Sesuai

Penggunaan kabel listrik yang tidak sesuai kapasitas juga lebih mudah menyebabkan korsleting listrik. Karena jika kelebihan kapasitas dapat membuat kabel menjadi terbakar dan itulah yang memicu hubungan arus pendek. Jika kapasitas listrik besar, maka kabel pun harus besar dan jangan sampai jomplang.

6. Stop Kontak Kendur

Stop kontak yang sudah tidak kokoh dan tidak stabil praktis membuat kualitasnya juga menurun. Sehingga cara kerjanya pun juga tidak sebagus sebelumnya. Kendurnya stop kontak inilah yang akhirnya dapat menghasilkan percikan api dan mengakibatkan korsleting listrik.

Bagaimana Cara Mencegah Korsleting Listrik?

Pencegahan terjadinya listrik korslet, Sumber: hseprime.com
Pencegahan terjadinya listrik korslet, Sumber: hseprime.com

Setelah mengetahui berbagai penyebab dan bahaya dari terjadinya korsleting listrik, kini saatnya kita juga tahu cara mencegahnya. Dengan begitu, kita dapat terhindar dari kemungkinan-kemungkinan buruk yang merugikan.

1. Melakukan Pemeriksaan Berkala

Peralatan kelistrikan juga perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala. Karena sekuat apapun komponennya, jika telah digunakan dalam jangka waktu lama pasti akan mengalami kerusakan juga. Berbagai peralatan kelistrikan bisa saja mengalami usang, berdebu, rapuh, meleleh, dan rusak.

Hal inilah yang akhirnya juga menjadikan alat listrik menurun kualitasnya dan mengakibatkan tegangan listrik naik turun. Hingga akhirnya terjadi korsleting listrik yang tidak terelakan. Jadi, ketika dirasa sudah terdapat tanda-tanda seperti yang dijelaskan sebelumnya, maka sebaiknya langsung melakukan pergantian.

2. Menjauhkan Listrik dari Sumber Air

Air adalah salah satu penghantar listrik yang sangat baik. Itulah mengapa, jika aliran listrik terkena air barang sedikit pun dapat berakibat buruk dengan terjadinya hubungan arus pendek. Ketika lingkungan lembab atau terendam air, dapat dipastikan akan muncul percikan api yang dapat membakar seluruh bangunan.

Itu sebabnya, jika suatu wilayah terendam banjir, biasanya PLN akan memutus aliran listrik agar tidak terjadi korsleting. Dengan fakta tersebut, kita dapat mencegah terjadinya korsleting dengan memastikan semua peralatan kelistrikan selalu berada dalam keadaan kering dan jauh dari jangkauan sumber air.

3. Merapikan Kabel Listrik

Merapikan kabel listrik yang berantakan juga dapat menjadi langkah tepat untuk mencegah terjadinya korsleting listrik yang memberikan potensi bahaya. Agar kabel listrik awet digunakan dalam jangka waktu lama, sebaiknya jangan terlalu sering mengulurnya.

Atau ketika membutuhkan kabel listrik, segera ulur kembali jika sudah tidak digunakan. Selain mencegah korsleting listrik, langkah ini juga membuat kabel listrik menjadi lebih rapi dan tertata.

4. Memperhatikan Kapasitas Kabel dan Stop Kontak

Selanjutnya, pastikan spesifikasi kabel sesuai dengan kapasitas hantar arus kabel. Karena jika aliran listrik tidak sesuai kapasitas kabel, dapat menimbulkan arus listrik berlebihan. Hal inilah yang berpotensi menyebabkan korsleting listrik. Selain itu, penting juga untuk membatasi kapasitas stop kontak. 

Jangan menancapkan banyak kabel di satu stop kontak, karena bisa meningkatkan suhu panas pada stop kontak tersebut. Suhu yang terlampau panas pada stop kontak memicu terjadinya hubungan arus pendek. Jadi, hindari mencolok terlalu banyak kabel pada stop kontak.

Kesimpulan

Jasa SILO Profesional, Sumber: cdn-website.com
Jasa SILO Profesional, Sumber: cdn-website.com

Demikianlah informasi tentang bahaya korsleting listrik. Karena terdapat bahaya yang mengancam, itulah mengapa instalasi listrik harus dilakukan oleh mereka yang ahli. Di samping itu, ketika memulai instalasi listrik apapun jenisnya, keselamatan adalah sesuatu yang patut dipertimbangkan dengan kepemilikan SILO.

SILO atau Surat Izin Layak Operasi ini bisa didapatkan dengan mengandalkan jasa SILO profesional agar pemeriksaan yang dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat dan kita selalu terhindar dari apapun yang membahayakan, termasuk korsleting listrik ini.

Pentingkah Genset Untuk Kuatkan Listrik Industri?

Listrik industri yang tercukupi maksimalkan hasil produksi, sumber : pixabay.com

Listrik industri memiliki aturan tersendiri dari alokasi penggunaan pelanggan lain. Sebagai fasilitas pendukung proses produksi, kebutuhan pada listrik tentu semakin besar sesuai dengan kapasitas sebuah produksi. Bahkan saat menggunakan genset sebagai tenaga sekunder pun tidak boleh sembarangan.

Penggunaan tenaga listrik tercatat mengalami peningkatan pada tahun 2021 sebesar 4,5 persen. Kenaikan konsumsi yang terjadi pada dunia industri tersebut menjadi tanda kebangkitan ekonomi setelah pandemi tahun 2020 lalu. Dan kemungkinan hal tersebut akan terus naik pada tahun setelahnya.

Walaupun kemajuan teknologi telah mendorong perkembangan untuk melakukan pembaharuan. Baik dari pemaksimalan sumber daya air, angin bahkan tenaga surya untuk pembangkitnya. Hal tersebut masih harus ditingkatkan untuk mendukung kualitas dan kuantitas produk agar mampu berdaya saing. 

Listrik industri dapat tercukupi dengan tenaga pembangkit yang dimaksimalkan, sumber : pixabay.com
Ketersediaan listrik dapat tercukupi dengan pemaksimalan sumber daya, sumber : pixabay.com

Apa Itu Listrik Industri?

Listrik industri adalah penggunaan tenaga listrik untuk proses produksi. Semakin besar proses produksi yang dilakukan semakin membutuhkan listrik dengan tegangan tinggi. Dengan demikian penggunaan tenaga listrik untuk proses industri bisa menggunakan listrik 1 phase hingga 3 phase.

Listrik 1 phase biasa digunakan untuk rumah tangga. Selain rumah tangga tidak membutuhkan daya listrik dengan tegangan tinggi, mereka juga tidak harus memiliki perizinan ketenagalistrikan. Berbeda dengan industri yang membutuhkan daya besar, sehingga perizinan tersebut mutlak harus dimiliki. Perindustrian, Villa ataupun Perhotelan akan lebih efektif gunakan listrik 3 phase.

Tetapi tidak menutup kemungkinan pada rumah pribadi lebih baik menggunakan listrik 3 phase. Hal tersebut saat rumah tersebut menggunakan pemanas air, 3 unit AC, mesin cuci, kulkas dua pintu dan pompa submersible besar yang hidup bersamaan.

Penggunaan Listrik Industri Di Indonesia

Pelanggan yang menggunakan daya dibawah 3500VA akan menerima aliran listrik dengan sistem 1 phase dengan 2 penghantar. Biasanya ini digunakan untuk perumahan penduduk. Sedangkan perumahan besar atau perindustrian yang gunakan daya diatas 3500VA menerima aliran listrik 3 phase dengan 4 penghantar.

Sedangkan di Indonesia saat ini memiliki jumlah UMKM lebih banyak dibanding industri dengan skala besar. Penggunaan tenaga listrik yang dimiliki pun beragam sesuai dengan kebutuhan. Walaupun ada yang menggunakan sistem listrik 3 phase.

Listrik industri yang tercukupi maksimalkan hasil produksi, sumber : pixabay.com
Kebutuhan industri pada listrik untuk tingkatkan hasil produksi, sumber : pixabay.com

Penggunaan listrik di perindustrian rata-rata masuk dalam kelompok I1. Daya yang digunakan adalah pada kisaran 450VA hingga 14kVA. Mereka adalah yang masuk dalam kategori industri rumahan yang mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Ada juga yang masuk dalam kelompok I2 yang menggunakan daya diatas 14kVA hingga 200kVA. Mereka adalah yang berada pada industri yang memproduksi furniture, garam ataupun plastik. Semakin tinggi penggunaan daya listrik pada sebuah produksi tentu membutuhkan tegangan yang semakin tinggi pula.

Saat ini ada beberapa golongan yang mendapatkan subsidi dari pemerintah terkait golongan tarif listrik. Subsidi tersebut selain berlaku untuk bidang industri juga untuk bidang bisnis. Golongan yang mendapatkan subsidi diantaranya adalah B1 (450-5.500VA), I1 (450VA-14kVA) dan I2 (14kVA-200kVA).

Selain itu juga ada golongan tarif listrik nonsubsidi B2 (200kVA), B3 (diatas 200kVA), I3 TM (hingga 30.000kVA) dan I4 TT (30 MVA ke atas). Dengan demikian tarif listrik untuk industri dan bisnis tetap pada tahun 2022 ini.

Apa Saja Golongan Tarif Listrik Listrik Di Indonesia?

Selain golongan tarif listrik industri dan bisnis seperti yang telah dijelaskan diatas, masih ada golongan pelanggan lain di Indonesia. Dan berikut adalah penggolongannya :

1. Golongan Tarif Pelayanan Sosial

Golongan tarif listrik untuk pelayanan sosial masuk dalam kategori S-3. Baik untuk pelayanan sosial murni ataupun yang memiliki nilai komersial. Pelayanan sosial murni adalah yang berorientasi kepada masyarakat kelas menengah ke bawah. Sedangkan yang memiliki nilai komersial adalah yang berorientasi bersama hingga kelas menengah ke atas (untuk pengembangan skill dan yang lainnya).

2. Golongan Tarif Rumah Tangga

Sedangkan tarif untuk golongan ini diperuntukkan bagi pelanggan perseorangan ataupun badan sosial yang alokasi penggunaan tenaga listrik untuk keperluan rumah tangga. Bisa untuk rumah tinggal, perumahan ataupun rumah susun.

Listrik industri salah satu konsumen listrik di Indonesia, sumber : pixabay.com
Ada banyak pelanggan listrik di Indonesia, sumber : pixabay.com

3. Golongan Tarif PJU Atau Kantor Pemerintah

Tarif pada jenis golongan ini diperuntukkan bagi pelanggan kantor pemerintahan dan PJU. Dimana penggunaan tenaga listrik pada golongan ini bisa mencapai daya seperti yang digunakan dalam perindustrian.

4. Golongan Tarif Traksi

Yang dimaksud dengan golongan tarif traksi diperuntukkan bagi sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi dibawah naungan PT Kereta Api Indonesia. Tentu dengan syarat dan ketentuan khusus dari PT. PLN Persero.

5. Golongan Tarif Curah

Jenis golongan tarif ini diperuntukkan bagi badan usaha koperasi unit desa (KUD) yang masuk dalam golongan C. Tentu yang masuk dalam golongan ini dengan ketentuan khusus dari pihak penyelenggara.

Itulah golongan tarif listrik yang diberlakukan di Indonesia. Perbedaan tersebut telah diperhitungkan sedemikian rupa tergantung orientasi penggunaan pelanggan. Sedangkan penggunaan tenaga listrik berlebih dari golongan yang disediakan bisa menggunakan sumber tenaga sekunder. 

Beberapa pelanggan yang seringkali membutuhkan tenaga lebih adalah perindustrian dengan skala besar. Tenaga sekunder tersebut biasanya disiasati dengan menggunakan genset. Tentu jika diperuntukkan untuk industri, penggunaan genset harus mengikuti aturan dari pemerintah.

Penggunaan Genset Dalam Perindustrian  

Generator Set atau yang disebut dengan genset sering dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik sekunder. Meskipun memerlukan tenaga seperti BBM untuk pembangkitnya yang dinilai lebih mahal, perindustrian bahkan ada yang menggunakannya masuk dalam tenaga primer. Hal tersebut adalah untuk mengejar angka produksi.

Penggunaan genset yang harus berizin adalah yang mencapai daya 200 kVA. Adapun aturan tersebut terdapat dalam Undang-Undang No 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan berikut ini :

Kapasitas sampai dengan 25 kVA memberikan laporan usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan sendiri.

Kapasitas 25-200 kVA harus mendapatkan surat keterangan terdaftar dari Dinas ESDM dengan masa berlaku hingga genset tersebut rusak.

Kapasitas diatas 200 kVA harus memiliki izin operasi dari Dinas ESDM dengan masa berlaku 5 tahun.

Hal tersebut merupakan keputusan terdahulu dimana izin harus terpusat. Sedangkan setelah adanya UU No 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah, izin operasional genset menjadi kewenangan Dinas ESDM Provinsi agar lebih cepat dalam penanganan. Sehingga bisa mendorong naiknya produk yang dihasilkan sebuah industri.

Penggunaan genset untuk perindustrian tentu memiliki kapasitas yang besar. Dengan demikian untuk memastikan keamanan baik dalam proses produksi ataupun lingkungan, izin harus dimiliki. Dimana untuk mendapatkan izin tersebut harus menempuh jalan panjang yang salah satunya melalui pengecekan dari pihak berwenang.

Namun walaupun genset penting keberadaannya untuk membantu suplai listrik pada industri, hal tersebut merupakan tenaga tambahan. Saat jumlah produksi semakin naik namun kebutuhan akan listrik tidak tersuplai keseluruhan dari yang disediakan pemerintah.

PT. Eticon Rekayasa Teknik hadir dan siap membantu bagi anda yang membutuhkan listrik untuk keperluan industri. Baik untuk konsultasi ataupun pengurusan izin ketenagalistrikan akan kami layani sepenuh hati. Memiliki tenaga yang ahli dalam bidangnya membuat urusan kelistrikan anda menjadi semakin mudah.