Sosial Media Untuk Promosi Wisata, Bagaimana? (Penjelasan)

Wisata Candi Prambanan, Sumber : yukngetrip.com

Di dalam perkembangan dunia digital yang cukup pesat ini, tentu saja Anda tidak akan asing dengan sosial media. Saat ini sosial media digunakan untuk berbagai hal termasuk untuk promosi wisata. Dilansir dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), pengguna internet di Indonesia saat ini sekitar 63 juta jiwa. Kemudian untuk 95% dari data tersebut mengakses internet untuk bermain di jejaring sosial.

Dari data tersebut sudah terlihat bagaimana potensi yang bisa didapatkan dari promosi di sosial media. Semakin banyak orang yang mengakses media sosial, maka semakin besar pula peluang untuk mempromosikan produk atau jasa agar dilirik penggunanya. Sebenarnya penggunaan media sosial untuk promosi sudah lama digunakan oleh pelaku bisnis.

Namun masih banyak pelaku usaha yang belum memaksimalkan medsos untuk promosi produk maupun jasa yang ditawarkannya. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk memanfaatkan sosial media dengan tepat. Apalagi dimasa pandemi seperti saat ini, yang melemahkan perekonomian dari berbagai aspek termasuk pariwisata.

Wisata Candi Prambanan, Sumber : yukngetrip.com
Wisata Candi Prambanan, Sumber : yukngetrip.com

Bahkan sejak masuknya covid-19 ke Indonesia, sudah banyak destinasi wisata yang ditutup untuk menurunkan penyebaran virus corona. Hal ini tentu saja menyebabkan banyak orang harus kehilangan pekerjaannya. Selain itu pendapatan negara dari sektor pariwisata juga ikut menurun, karena menurunnya jumlah wisatawan yang datang berkunjung.

Tetapi bukan berarti pelaku usaha yang ada di dunia pariwisata menyerah akan masalah ini. Banyak pelaku usaha yang terus berusaha agar tempat usahanya tetap hidup. Salah satunya dengan memanfaatkan sosial media untuk tetap berinteraksi dengan wisatawan. Walaupun tempat wisata ditutup sementara jangan sampai promosi terhenti.

Pemilik usaha tetap bisa mempromosikan tempat wisata saat pandemi melalui jalur online. Salah satunya dengan menggunakan sosial media, bisa melalui facebook, instagram, twitter, tiktok, dan jejaring sosial lainnya. Sehingga pada saat wisatawan sudah diperbolehkan melakukan perjalanan wisata, destinasi wisata tersebut bisa menjadi tujuan bagi para pengunjung.

Tips Memaksimalkan Sosial Media Untuk Promosi Pariwisata

Ada beberapa cara untuk memaksimalkan penggunaan sosmed sebagai wadah promosi pariwisata. Sehingga walaupun dunia pariwisata sedang mengalami penurunan di masa pandemi, pelaku usaha tetap berusaha agar usahanya bisa bertahan. Berikut beberapa tips yang bisa diikuti oleh pemilik usaha untuk pengembangan pariwisata.

1. Rutin Membuat Konten

Gunakan tren terkini untuk memperkaya konten pada sosial media sebuah tempat wisata. Dengan rutinnya konten yang dihasilkan, dapat membuat konsumen semakin penasaran. Buatlah konten yang berhubungan dengan tempat wisata, misalnya saja membahas satu per satu mengenai spot yang ada di destinasi wisata tersebut.

Selain itu juga bisa memperlihatkan keindahan pemandangan di lingkungan sekitar. Berikan berbagai informasi yang bermanfaat untuk konsumen, dengan begitu akan menumbuhkan kepercayaan di dalam diri konsumen terhadap tempat wisata tersebut. Cara ini dapat membantu untuk meningkatkan jumlah pengikut atau followers pada sosial media yang digunakan sebagai tempat promosi.

Dalam membuat konten juga tidak boleh asal-asalan, untuk menarik perhatian pengunjung dibutuhkan visual konten yang menarik. Bisa juga disisipi dengan promo atau diskon yang diadakan secara berkala. Informasi tersebut dapat menarik perhatian pengunjung untuk datang mengunjungi destinasi wisata tersebut. Dampak positif sosial media tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan pengunjung.

Rutin membuat konten menarik, Sumber : uprint.id
Rutin membuat konten menarik, Sumber : uprint.id

2. Menggunakan Influencer

Bukan hal baru di dalam dunia sosial media menggunakan influencer untuk mempromosikan sebuah jasa atau produk. Banyaknya pengikut atau followers dari si influencer ini bisa berdampak pada kenaikan pengunjung di tempat wisata yang direkomendasikan oleh influencer. Ada banyak influencer dari berbagai bidang dan usia, sehingga pelaku usaha dapat menyesuaikan sendiri mana yang cocok untuk mempromosikan usahanya.

Untuk menentukan menggunakan jasa influencer juga tidak boleh sembarangan, diperlukan riset terlebih dahulu. Riset tersebut bisa dilakukan dengan cara melihat rentang usia pengikut si influencer, kemudian jumlah followersnya, serta cara komunikasi si influencer itu sendiri. Sehingga barulah dipilih mana yang sesuai dengan brand image tempat wisata tersebut.

Menggunakan jasa influencer, Sumber : aqi.co.id
Menggunakan jasa influencer, Sumber : aqi.co.id

3. Sering Melakukan Interaksi dengan Pengikut

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk melakukan interaksi kepada pengikut di sosial media. Salah satunya bisa dengan membuat konten yang berisi permainan semacam kuis atau pertanyaan yang seru dan menarik. Dengan adanya interaksi tersebut dapat menumbuhkan rasa kedekatan diantara pelaku usaha dengan konsumennya.

Baca juga : Pariwisata Berkelanjutan: Apa yang Bisa Dilakukan?

Seringnya melakukan interaksi dengan pengikut di sosial media juga akan berdampak pada kemudahan saat akan riset market. Pemilik usaha bisa dengan mudah mengumpulkan data-data dari konsumen, misalnya saja tren apa yang sedang disukai oleh banyak orang saat ini. Sehingga dapat digunakan untuk memperbaiki pelayanan serta fasilitas yang disediakan di tempat wisata tersebut.

Ilustrasi melakukan interaksi dengan followers, Sumber : ultimatoom.com
Ilustrasi melakukan interaksi dengan followers, Sumber : ultimatoom.com

4. Mengumpulkan Testimoni Pelanggan

Testimoni pelanggan merupakan sesuatu hal yang penting dalam memasarkan produk atau jasa, termasuk promosi wisata. Anda bisa mengumpulkan berbagai cerita mengenai kunjungan wisata oleh pengunjung tersebut, kemudian di upload ulang dengan menambahkan beberapa kata agar konten lebih menarik perhatian.

Testimoni pelanggan tersebut dapat menumbuhkan rasa kepercayaan terhadap calon pengunjung lainnya. Sehingga calon pengunjung akan semakin tertarik dan penasaran ingin segera mengunjungi destinasi wisata Anda. Selain itu, testimoni yang diupload kembali di sosial media juga dapat dijadikan sebagai bentuk apresiasi kepada pengunjung yang telah datang berwisata di destinasi tersebut.

Mengumpulkan testimoni, Sumber : sippfm.com
Mengumpulkan testimoni, Sumber : sippfm.com

5. Memanfaatkan Fitur Iklan di Sosial Media

Jika Anda menggunakan instagram sebagai wadah untuk promosi tempat wisata di sosial media, maka bisa memanfaatkan fitur instagram ads. Fitur ini bisa membantu Anda untuk menjangkau lebih luas lagi target pasar yang ingin Anda tuju. Semakin luas jangkauannya, maka peluang untuk naiknya pengunjung juga menjadi lebih besar.

Fitur instagram ads, Sumber : eraspace.com
Fitur instagram ads, Sumber : eraspace.com

Itulah tadi penjelasan mengenai sosial media untuk promosi wisata. Kondisi seperti sekarang ini membuat para pelaku usaha untuk terus mengupayakan bagaimana cara agar tempat wisatanya tetap bertahan. Salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan sosial media untuk terus melakukan branding pariwisata, agar terus berkembang dan tidak terlupakan masyarakat.

Fasilitas di Tempat Wisata: Apa Saja Itu?

Wisata hutan mangrove, Sumber : unsplash.com

Kurangnya atau tidak memadainya fasilitas penunjang yang ada di tempat wisata, dapat berdampak pada sepinya pengunjung. Salah satu cara untuk memperbaiki kualitas dari destinasi wisata ialah memberikan fasilitas lengkap untuk seluruh wisatawan. Fasilitas pariwisata inilah yang nantinya dapat mendukung terciptanya kemudahan, kenyamanan, dan keselamatan bagi para wisatawan saat mengunjungi destinasi wisata.

Pariwisata di Indonesia merupakan salah satu aspek penting yang menunjang perekonomian, oleh sebab itu perlu dilakukan pengembangan pariwisata ke arah yang lebih baik. Salah satu solusi untuk membangun pariwisata ke arah yang lebih baik adalah dengan menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism).

Konsep pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism) ini merupakan konsep pengembangan pariwisata dengan memperhitungkan serta memperhatikan keseluruhan dampak ekonomi, sosial, serta lingkungan untuk saat ini maupun di masa yang akan datang. Maka dari itu, memperbaiki fasilitas yang tidak terawat dan membangun fasilitas lain di tempat wisata menjadi salah satu usaha untuk mengembangkan wisata.

Wisata hutan mangrove, Sumber : unsplash.com
Wisata hutan mangrove, Sumber : unsplash.com

Faktanya masih banyak ditemukan beberapa destinasi wisata yang tidak memiliki fasilitas umum yang lengkap, sehingga menyulitkan wisatawan. Bahkan ada juga yang sudah memiliki fasilitas penunjang, namun tidak dirawat dengan baik dan dibiarkan kotor begitu saja. Padahal apabila disediakan fasilitas yang lengkap dapat memudahkan serta membuat wisatawan nyaman saat liburan.

Hal tersebut juga relevan dengan pasal 7 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, mengenai salah satu pilar yang ada dalam pembangunan kepariwisataan yakni pembangunan destinasi pariwisata. Di dalam pembangunan destinasi pariwisata mencakup pembangunan daya tarik wisata, fasilitas pariwisata, prasarana dan infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat.

Fasilitas di Tempat Wisata

Lalu apa sajakah fasilitas pariwisata yang dapat mendukung terciptanya kemudahan, kenyamanan, dan keselamatan wisatawan? Berikut beberapa fasilitas penunjang yang dibutuhkan di destinasi wisata, sebagai upaya untuk pengembangan pariwisata ke arah yang lebih baik.

1. Tersedianya Fasilitas Toilet yang Memadai

Untuk setiap tempat wisata sudah seharusnya memiliki toilet yang memadai. Bukan hanya dari segi jumlahnya yang banyak, namun juga harus terawat kebersihannya agar wisatawan nyaman menggunakannya. Karena pada kenyataannya banyak sekali destinasi wisata yang menyediakan toilet dengan kondisi yang memprihatinkan, atau dalam kata lain tidak bersih dan tidak terawat.

Memiliki tim yang mengatur kebersihan toilet, sudah seharusnya dimiliki oleh tempat wisata. Pihak pengelolalah yang wajib mengatur mengenai kebersihan dari fasilitas paling penting di destinasi wisata ini. Ketika toilet bersih dan wangi, pengunjungpun merasa nyaman untuk berlama-lama di tempat tersebut.

Toilet yang bersih dan terawat, Sumber : unsplash.com
Toilet yang bersih dan terawat, Sumber : unsplash.com

2. Tersedianya Tempat Sampah

Ketersediaan fasilitas tempat sampah di lokasi wisata, sampai saat ini masih menjadi catatan penting bagi pengelola tempat wisata. Seperti yang kita ketahui, permasalahan sampah di tempat wisata masih menjadi hal penting yang perlu diatasi. Banyak sekali ditemukan sampah-sampah plastik yang dibuang ke sembarang tempat.

Bahkan untuk tempat wisata alam seperti laut, banyak sekali ditemukan sampah plastik yang dibuang ke laut. Jika dibiarkan terus-menerus hal tersebut dapat mencemari laut. Apabila laut tercemar, maka akan berdampak besar pada rusaknya ekosistem laut. Oleh sebab itu, kesadaran membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan sampah plastik harus terus digalakkan.

Tersedianya tempat sampah yang memadai, Sumber : intisari.grid.id
Tersedianya tempat sampah yang memadai, Sumber : intisari.grid.id

3. Tersedianya Fasilitas Ramah Difabel

Seluruh destinasi wisata merupakan tempat umum yang bisa dikunjungi oleh siapa saja, termasuk bagi teman difabel. Namun ketersediaan fasilitas penunjang bagi difabel di destinasi wisata masih kurang. Sehingga diperlukan upaya untuk menciptakan tambahan fasilitas di setiap destinasi wisata yang ramah difabel.

Mulai dari adanya petugas yang mengusai bahasa isyarat hingga toilet khusus difabel. Bahkan peraturan mengenai fasilitas difabel terkait toilet juga telah diatur oleh pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Nomor 60 Tahun 2006. Dengan adanya fasilitas ramah difabel ini, diharapkan dapat memberikan kemudahan, kenyaman, serta keselamatan bagi teman difabel.

Ilustrasi toilet khusus difabel, Sumber : genpi.co
Ilustrasi toilet khusus difabel, Sumber : genpi.co

4. Ketersediaan Ruang Hijau

Adanya ruang hijau di tempat wisata juga akan membantu meyediakan udara yang sejuk dan asri di sekitar tempat wisata. Hal itu juga merupakan upaya untuk menjaga kelestarian alam sekitar. Banyaknya tumbuhan dan tanaman hijau dapat memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitar. Ruang hijau ini akan diletakkan pada titik-titik tertentu di sekitar tempat wisata agar memberikan sirkulasi udara yang baik.

Saat ini sudah banyak daerah yang membangun ruang hijau di pusat kota. Ruang hijau tersebut bisa berupa taman kota hingga hutan kota yang amat bermanfaat untuk pengunjung wisata di kota tersebut. Bisa juga dimanfaatkan untuk aktivitas warga lokal.

Ilustrasi ruang hijau, Sumber : kampusundip.com
Ilustrasi ruang hijau, Sumber : kampusundip.com

5. Tersedianya Tempat Ibadah

Fasilitas yang tidak kalah penting yang harus ada di lokasi wisata adalah tempat ibadah, misalnya saja seperti masjid atau mushola. Dengan adanya mushola ini dapat membantu pengunjung muslim yang akan menunaikan ibadah. Mushola yang tersedia di tempat wisata inipun juga harus dijaga kebersihannya, mulai dari tempat mengambil air wudhu hingga karpet yang digunakan di dalam mushola atau masjid.

Mushola di tempat wisata, Sumber : news.detik.com
Mushola di tempat wisata, Sumber : news.detik.com

6. Terdapat Akses yang Mudah

Fasilitas selanjutnya adalah ketersediaan akses yang mudah bagi para wisatawan. Misalnya saja kondisi jalan yang baik sehingga nyaman dan memudahkan pengunjung untuk sampai ke tempat wisata tersebut. Kemudian lahan parkir resmi yang luas untuk kendaraan roda empat dan roda dua. Bisa juga dengan disediakannya angkutan umum yang membawa wisatawan dari tempat parkir menuju spot tertentu yang diinginkan.

Akses jalan menuju lokasi wisata mudah, Sumber : properti.kompas.com
Akses jalan menuju lokasi wisata mudah, Sumber : properti.kompas.com

7. Tersedianya Area Food Court

Area wisata yang di dalamnya tersedia area makanan atau food court, maka akan semakin lengkap. Biasanya wisatawan yang datang berkunjung, setelah selesai berkeliling tempat wisata akan merasakan haus atau lapar. Untuk itu, tersedianya fasilitas food court ini dapat membantu bagi para wisatawan yang ingin makanan maupun bersantai di area kuliner tersebut.

Area makanan di tempat wisata, Sumber : ardhakesuma.wordpress.com
Area makanan di tempat wisata, Sumber : ardhakesuma.wordpress.com

Terima kasih telah berkenan membaca artikel di atas, mari bersama-sama membantu untuk menyukseskan pengembangan pariwisata di Indonesia. Ikut membangun pariwisata bersama masyarakat juga termasuk dalam upaya untuk pengembangan pariwisata menuju ke arah yang lebih baik.

Rumah di Tepi Pantai? Berikut Tips Membangunnya!

Bangunan di pinggir pantai, Sumber : unsplash.com

Memiliki rumah atau bangunan di tepi pantai memang terdapat banyak kelebihan. Salah satunya adalah dapat dijadikan sebagai aset investasi properti yang menjanjikan. Bagaimana tidak, saat ini banyak sekali wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menyewa villa ataupun rumah yang ada di pinggir pantai. Hal tersebut dikarenakan pemandangan yang langsung menghadap ke laut lepas.

Namun untuk membangun sebuah bangunan di pinggir pantai seperti itu tetap memiliki aturan tersendiri. Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2016 tentang Batas Sempadan Pantai, bahwasannya pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota yang memiliki sempadan pantai wajib menetapkan batas sempadan pantainya.

Hal tersebut tertuang dalam peraturan daerah masing-masing wilayah, mengenai rencana tata ruang wilayah provinsi maupun kabupaten/kota. Salah satu tujuan dibuatnya peraturan mengenai batas sempadan pantai ini untuk menjaga dan melindungi kelestarian ekosistem serta sumber daya yang ada di wilayah pesisir serta pulau-pulau kecil disekitarnya.

Bangunan di pinggir pantai, Sumber : unsplash.com
Bangunan di pinggir pantai, Sumber : unsplash.com

Sehingga membangun sebuah bangunan yang difungsikan untuk rumah pribadi, investasi, ataupun bisnis di tepi pantai boleh-boleh saja. Namun harus mengikuti peraturan mengenai batas sempadan pantai yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah masing-masing wilayah. Sebagai warga negara yang baik Anda selaku pemilik bangunan, wajib mematuhi segala aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

Untuk bangunan yang melanggar aturan Garis Sempadan Bangunan (GSB), biasanya bangunan tersebut tidak sesuai dengan gambar yang ada di dalam Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Jika pemilik bangunan tersebut terbukti melanggar peraturan yang telah ditetapkan dari Garis Sempadan Bangunan, maka terdapat sanksi hukum yang harus dijalani.

Tips Membangun Rumah di Pinggir Pantai

Terdapat beberapa langkah yang dapat Anda ikuti untuk membangun bangunan yang berada di tepi pantai. Untuk membangun bangunan di area ini juga tidak boleh sembarangan, karena bangunan di lokasi ini harus dibuat kuat dari segi arsitekturnya. Berikut tips atau langkah-langkah yang bisa Anda jadikan referensi pada saat akan membangun rumah di pinggir pantai.

1. Mengikuti Aturan dari Batas Sempadan Pantai

Hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah mengecek mengenai ketetapan daerah mengenai batas sempadan pantai untuk bangunan yang akan Anda dirikan. Dengan mengikuti aturan ini, Anda juga bisa meminimalisir rumah dari risiko ancaman bencana alam. Misalnya saja seperti badai, banjir, erosi atau abrasi, tsunami, hingga bencana lainnya yang sering terjadi di pantai.

Mengikuti aturan batas sempadan pantai, Sumber : unsplash.com
Mengikuti aturan batas sempadan pantai, Sumber : unsplash.com

2. Menggunakan Konsep Arsitektur Tropis

Untuk membangun rumah atau bangunan di tepi pantai, perlu menggunakan konsep bergaya arsitektur tropis. Desain rumah ini sangat cocok digunakan di kawasan pantai yang ada di Indonesia. Apalagi Indonesia merupakan wilayah yang dilalui oleh garis khatulistiwa, sehingga Indonesia memiliki iklim tropis.

Ketika merealisasikan konsep rumah arsitektur tropis ini dibutuhkan jasa desain rumah ahli yang profesional serta memiliki pengalaman yang berkaitan dengan desain rumah. Karena pada saat mendesain rumah ini tidak boleh sembarangan, harus mencakup beberapa aspek agar rumah nyaman, aman, serta berkualitas.

Menggunakan konsep arsitektur tropis, Sumber : unsplash.com
Menggunakan konsep arsitektur tropis, Sumber : unsplash.com

3. Bangunan Dibuat seperti Rumah Panggung

Untuk bangunan yang ada di pinggir pantai, biasanya akan dibuat seperti rumah panggung. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi apabila air laut sedang pasang. Sehingga air laut tidak akan masuk ke dalam rumah, dan berbagai barang yang ada di dalam rumah tetap aman dan terlindungi dari air. Arsitek Anda tentu saja sudah memikirkan kemungkinan-kemungkinan apa yang bisa terjadi pada rumah Anda.

Dibangun seperti rumah panggung, Sumber : unsplash.com
Dibangun seperti rumah panggung, Sumber : unsplash.com

4. Bangunan Utama Menghadap ke Pantai

Tujuan utama memiliki rumah atau bangunan di tepi pantai adalah untuk menikmati keindahan pemandangan laut. Oleh sebab itu, bangunan utamanya haruslah menghadap ke arah laut lepas. Anda bisa membuat ruang tamu, kamar tidur, hingga kamar mandi menghadap ke arah laut. Sehingga Anda dapat menikmati keindahan pemandangan pantai setiap saat.

Bangunan dengan posisi tersebut juga akan menguntungkan apabila kedepannya akan dijadikan sebuah bisnis. Bisa dengan bisnis restoran ataupun bisnis penginapan. Bangunan yang menghadap ke pantai tersebut akan menjadikannya sebagai daya tarik, sehingga banyak wisatawan yang tertarik mengunjungi bisnis Anda tersebut.

Bangunan menghadap ke pantai, Sumber : unsplash.com
Bangunan menghadap ke pantai, Sumber : unsplash.com

5. Memilih Bahan Bangunan yang Tepat

Untuk membuat bangunan di tepi pantai juga diperlukan ketepatan dari material yang digunakan. Misalnya saja menentukan pondasi yang tepat untuk bangunan agar struktur bangunan tidak mudah roboh. Hal tersebut perlu disesuaikan pula dengan kondisi tanah sekitar, Anda bisa mendiskusikannya dengan arsitek yang bekerja sama dengan Anda.

Mengingat bangunan atau rumah berada di tepi pantai, maka diperlukan material seperti kayu dan beton yang kuat dan tahan akan air. Selain itu Anda juga wajib memastikan semua aspek di dalam struktur bangunan rumah memiliki daya tahan yang kuat akan angin, hingga berbagai cuaca seperti panas dan hujan.

Menggunakan material yang tepat, Sumber : unsplash.com
Menggunakan material yang tepat, Sumber : unsplash.com

6. Menggunakan Konsep Terbuka

Melihat area dari rumah yang berada di pinggir pantai, maka menggunakan konsep terbuka sangat cocok digunakan. Sebenarnya hal ini sudah sepaket dengan menggunakan arsitektur tropis. Anda bisa menggunakan konsep terbuka untuk desain dapur Anda, sehingga Anda bisa memasak di luar ruangan dengan pemandangan yang mengarah ke pantai.

Anda juga bisa menambahkan berbagai tanaman, agar nuansa rumah lebih asri dan sejuk. Karena hawa di pantai terkadang sangat panas, sehingga memiliki banyak tanaman di dalam maupun di luar rumah sangat disarankan. Berikan jendela besar di tengah-tengah bangunan utama, agar pemandangan laut bisa langsung terlihat dari dalam rumah.

Menggunakan konsep terbuka, Sumber : unsplash.com
Menggunakan konsep terbuka, Sumber : unsplash.com

Itulah tadi tips mengenai membangun rumah di pinggiran pantai. Ciptakan suasana rumah yang nyaman, aman dan menyenangkan dimanapun itu. Mempercayakannya kepada jasa desain dan perancanaan merupakan salah satu hal yang bisa Anda lakukan untuk mewujudkan bangunan impian Anda.

Penjelasan Efek Rumah Kaca: Apa Itu?

Ilustrasi pemanasan global, Sumber : environment-indonesia.com

Untuk mengetahui penjelasan dari efek rumah kaca, maka bisa dimulai dari pengertiannya terlebih dahulu. Efek rumah kaca merupakan merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan bumi seperti layaknya rumah kaca. Bisa dikatakan bahwa panas matahari yang masuk ke bumi terjebak di dalam atmosfer, sehingga menyebabkan suhu dibumi menjadi lebih hangat.

Hal itu dikarenakan gas-gas yang ada di atmosfer menahan panas matahari, gas itu dikenal dengan sebutan gas rumah kaca. Namun sebenarnya gas-gas ini muncul dilingkungan secara alami, akan tetapi ada juga yang diakibatkan oleh kegiatan atau aktivitas manusia. Gas rumah kaca yang terdapat di dalam atmosfer meliputi CO2 (karbon dioksida), N2O (nitrogen dioksida), CH4 (metana), serta freon (SF6, HFC dan PFC).

Penjelasan mengenai pengertian efek rumah kaca di atas sudah sedikit memberikan gambaran, bahwa di zaman saat ini terdapat beberapa aktivitas manusia yang membuat meningkatnya gas rumah kaca. Apabila hal ini dibiarkan terus-menerus terjadi, maka bumi akan semakin rusak. Bisa jadi bumi tidak mampu lagi untuk menjaga kehidupan makhluk hidup yang menghuninya.

Gambaran mengenai efek rumah kaca, Sumber : infobintaro.com
Gambaran mengenai efek rumah kaca, Sumber : infobintaro.com

Sebenarnya efek rumah kaca ini juga memiliki dampak positif untuk bumi kita ini. Ketika prosesnya, panas bumi akan kembali masuk dan mengakibatkan suhu di bumi naik yang kemudian menghangat. Proses tersebut menjadikan bumi layak untuk di tinggali berbagai makhluk hidup. Namun jika efek rumah kaca terus-menerus terjadi, maka tidak hanya menjadi hangat namun bumi bisa memanas.

Istilah memanasnya bumi inilah yang sering disebut dengan global warming atau pemanasan global. Untuk mencegah terjadinya global warming, kita sebagai manusia yang meninggali bumi tentu saja harus lebih peduli dengan kondisi bumi yang seperti ini. Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah membangun bangunan yang ramah lingkungan atau biasa disebut dengan green architecture.

Penyebab dari Efek Rumah Kaca

Seperti yang telah disampaikan di atas, bahwa hal yang menyebabkan efek rumah kaca ialah gas-gas yang ada di dalam atmosfer. Gas rumah kaca inilah yang mengakibatkan panas dari matahari terjebak di atmosfer. Gas-gas tersebut terbentuk secara alami karena lingkungan, namun ada beberapa faktor lainnya yang mengakibatkan gas-gas ini meningkat secara drastis. Apa saja itu?

1. Penggunaan Sumber Daya Alam Berlebihan

Penggunaan sumber daya alam yang dilakukan secara besar-besaran dan berlebihan dapat menjadi salah satu faktor penyebab efek rumah kaca. Misalnya saja penggunaan bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik. Padahal seiring berjalannya waktu populasi manusia terus bertambah, sehingga kebutuhan listrik juga ikut bertambah.

2. Sampah Rumah Tangga

Sampah atau limbah yang berasal dari rumah tangga ini juga bisa menjadi penyebab dari efek rumah kaca. Ketika sampah rumah tangga tersebut hanya dibiarkan saja tanpa ada upaya untuk mengatasinya, maka dapat menghasilkan gas karbon dioksida dan methana. Padahal sampah-sampah yang ditimbun tersebut banyak dijumpai di kota-kota besar.

3. Penebangan Hutan secara Liar

Penebangan hutan yang dilakukan secara liar dapat menjadi faktor yang menyebabkan efek rumah kaca semakin meningkat. Tanpa adanya tumbuhan hijau disekitar, maka sarana yang digunakan untuk meminimalisir efek rumah kaca juga akan berkurang. Jika penebangan liar terus terjadi dapat mengakibatkan pembakaran hutan yang dilakukan secara berlebihan yang akan menghasilkan gas rumah kaca berupa karbon dioksida.

Ilustrasi penembangan hutan liar, Sumber : lampungmediaonline.com
Ilustrasi penembangan hutan liar, Sumber : lampungmediaonline.com

4. Terjadinya Pencemaran Laut

Terjadinya pencemaran laut ini tidak jauh dari permasalahan sampah yang sampai saat ini belum dapat teratasi. Misalnya saja seperti permasalahan sampah di tempat wisata, sebagian besar wisatawan yang berlibur akan menyumbangkan sampah plastik yang bisa mengancam kelestarian lingkungan. Jika sampah-sampah tersebut dibuang ke laut tentu saja akan mencemari laut.

Hasil dari pencemaran laut berdampak pula pada meningkatnya efek rumah kaca. sampah-sampah tersebut akan mempengaruhi ekosistem yang ada di laut, sehingga banyak populasi di laut yang mati. Padahal laut memiliki peran penting dalam penyerapan salah satu gas rumah kaca yakni karbon dioksida.

5. Industri Peternakan

Limbah atau sampah pada industri peternakan ternyata dapat menghasilkan gas rumah kaca, misalnya saja kotoran sapi. Limbah sapi tersebut dapat menghasilkan gas rumah kaca seperti CO2 (karbon dioksida) dan CH4 (metana). Jika tidak ditanggulangi maka akan semakin besar dampak yang diakibatkan oleh gas rumah kaca tersebut.

6. Industri Pertanian

Penyebab dari efek rumah kaca juga dipengaruhi oleh penggunaan pupuk nonorganik. Walaupun pupuk tersebut dipercaya dapat meningkatkan hasil dari pertanian, namun penggunaannya dapat merusak lingkungan. Pupuk nonorganik dapat menghasilkan gas rumah kaca misalnya saja N2O (nitrous oksida), yang dapat meningkatkan efek rumah kaca.

Dampak dari Efek Rumah Kaca

Penjelasan mengenai efek rumah kaca berikutnya adalah dari segi dampaknya. Tentu saja feke rumah kaca memiliki dampak yang negatif bagi kesehatan bumi yang kita tinggali ini. Berikut dampak yang terjadi akibat efek rumah kaca.

1. Terjadinya Global Warming

Telah disampaikan sebelumnya, apabila suhu bumi terus meningkat maka lama kelamaan bumi akan memanas. Istilah tersebut lebih akrab dikenal sebagai pemanasan global (global warming). Pemanasan global merupakan salah satu dampak terburuk dari efek rumah kaca ini.

Ilustrasi pemanasan global, Sumber : environment-indonesia.com
Ilustrasi pemanasan global, Sumber : environment-indonesia.com

2. Mencairnya Es di Kutub Utara dan Selatan

Dampak berikutnya dari efek rumah kaca berkaitan dengan pemanasan global, akibat dari naiknya suhu bumi berpengaruh pula pada wilayah kutub utara dan selatan. Es-es yang ada di kutub ini akan mulai mencair, sehingga dapat menaikkan air laut. Hal yang ditakutkan adalah daratan semakin lama bisa tenggelam karena air air laut terus mengalami kenaikan volume.

Ilustrasi mencairnya es di kutub utara, Sumber : mediaindonesia.com
Ilustrasi mencairnya es di kutub utara, Sumber : mediaindonesia.com

3. Lapisan Ozon Menipis

Lapisan ozon berfungsi menyerap radiasi yang terpancar dari ultraviolet (UV) serta mencegah sinar UV tersebut mengenai permukaan bumi, karena dianggap berbahaya dan merugikan makhluk hidup. Namun jika lapisan ozon mulai menipis, bukan tidak mungkin radiasi ultraviolet dapat dengan mudah masuk ke bumi dan mengancam keselamatan makhluk hidup di bumi.

Ilustrasi lapisan ozon, Sumber : kompas.com
Ilustrasi lapisan ozon, Sumber : kompas.com

Cara Menganggulangi Efek Rumah Kaca

Sebagai makhluk hidup yang meninggali bumi, tentu saja menjaga kelestarian bumi merupakan hal wajib yang harus dilakukan. Untuk itu agar kelangsungan hidup bumi terus berlangsung maka kita harus mengupayakan untuk menanggulangi efek rumah kaca. Berikut penjelasan mengenai cara menanggulangi efek rumah kaca.

1. Melakukan Reboisasi

Cara pertama yang dapat digunakan untuk menanggulangi efek rumah kaca adalah melakukan reboisasi atau penghijauan kembali. Reboisasi ini dilakukan pada hutan-hutan gundul yang terjadi penebangan liar di dalamnya.

2. Penghematan Listrik

Cara berikutnya adalah dengan menghemat penggunaan listrik. Seperti yang telah Anda ketahui bahwa pembangkit listrik dari bahan bakar fosil yang dapat berdampak pada efek rumah kaca. Sehingga Anda bisa menghemat penggunaan listrik dengan menggantinya menggunakan panel surya. Panel surya ini diyakini dapat dijadikan solusi untuk penghematan listrik.

3. Menekan Penggunaan Plastik

Sampah plastik merupakan salah satu barang yang sangat sulit diurai, dengan menekan penggunaannya maka dapat membantu untuk mengurangi efek rumah kaca. Menggunakan konsep pariwisata berkelanjutan juga dapat mengurangi masalah yang terjadi di tempat wisata, yakni penggunaan sampah plastik di destinasi wisata.

Menekan penggunaan plastik, Sumber : rencanamu.id
Menekan penggunaan plastik, Sumber : rencanamu.id

4. Pengolahan Limbah Industri Peternakan

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa limbah dari industri peternakan dapat meningkatkan efek rumah kaca. Oleh sebab itu, limbah tersebut dapat diolah menjadi biogas. Biogas dapat difungsikan untuk energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar fosil.

5. Menggunakan Pupur Organik

Penggunaan pupuk nonorganik dapat meningkat efek rumah kaca semakin besar, karena gas-gas yang dihasilkannya. Maka dari itu beralis ke pupuk organik merupakan salah satu cara untuk menanggulangi efek rumah kaca.

Terima kasih telah berkenan membaca artikel dari PT Eticon Rekaya Teknik mengenai penjelasan dari efek rumah kaca di atas. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda, sehingga dapat saling membantu untuk mengurangi efek rumah kaca yang terjadi.

Mengenal Panel Surya: Penghemat Listrik

Gambaran dari panel surya, Sumber : mozo.com.au

Mengenal Panel Surya – Kebutuhan listrik harian semakin lama semakin naik, hal ini terjadi seiring dengan meningkatnya pertumbuhan populasi manusia. Masalah listrik menjadi ancaman baru bagi Indonesia, karena keterbatasan sumber daya alam untuk memproduksi listrik. Namun untuk menekan angka kebutuhan listrik dari tenaga listrik konvensional, diperlukan alternatif lain yang lebih ramah lingkungan.

Di Indonesia sendiri dapat memanfaatkan letak geografisnya yang berada di garis khatulistiwa untuk memanfaatkan bantuan suplai daya listrik dari sinar matahari. Untuk itu penggunaan panel surya dapat dijadikan solusi sebagai cara untuk menghemat penggunaan listrik dari PLN. Bagi Anda yang belum mengetahui apa itu panel surya, mari mengenal lebih dalam lagi.

Singkatnya, panel surya merupakan alat yang digunakan untuk merubah cahaya matahari menjadi tenaga listrik. Panel surya bergantung dengan efek photovoltaic, yang berguna untuk menyerap energi dari matahari. Kemudian yang selanjutnya akan menyebabkan arus mengalir di antara dua lapisan bermuatan yang berlawanan. Setelah itu barulah dimanfaatkan untuk mengoperasikan berbagai kebutuhan listrik.

Gambaran dari panel surya, Sumber : mozo.com.au
Gambaran dari panel surya, Sumber : mozo.com.au

Penggunaan panel surya ini juga termasuk bagian dari konsep arsitektur hijau. Salah satu tujuan dari konsep arsitektur hijau atau green architecture ialah untuk meminimalkan penggunaan dari energi serta sumberdaya yang ada, khususnya bagi sumberdaya yang tidak bisa diperbarui, contohnya seperti batu bara yang menghasilkan bahan bakar.

Untuk cara kerja dari panel surya ini berkaitan dengan efek photovoltaic. Panel surya akan menyerap sinar matahari yang kemudian akan menampung energi tersebut. Energi yang dihasilkan akan ditampung ke dalam sebuah baterai. Oleh sebab itu, sistem dapat tetap berjalan walaupun tidak di siang hari, bahkan tetap berjalan saat hujan maupun malam hari.

Mengenal Jenis-jenis Panel Surya

Terdapat beberapa jenis panel surya yang dapat Anda ketahui apa saja macamnya. Berikut di bawah ini merupakan jenis-jenis dari panel surya yang dapat Anda simak apa saja diantaranya.

1. Polycrystalline Silicon

Jenis panel surya yang pertama adalah polycrystalline silicon, solar panel ini cukup umum digunakan. Teknologi dari panel surya ini terbuat dari batang silikon yang telah dicairkan. Jenis ini memiliki kelebihan dari segi susunannya, memiliki susunan yang lebih rapat dan rapi. Karakteristik dari solar panel ini ialah memiliki tampilan yang cukup unik. Apabila dilihat akan terdapat seperti retakan-retakan pada bagian dalam dari sel surya yang dimilikinya.

Baca juga : Persyaratan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Industri

Selain memiliki kelebihan, solar panel jenis ini juga memiliki kekurangan. Polycrystalline silicon memiliki kekurangan pada saat digunakan di area atau wilayah yang memiliki curah hujan tinggi serta sering mendung. Pada saat digunakan untuk daerah dengan kondisi yang seperti itu, dapat menyebabkan efisiensi dari solar panel jenis ini mengalami penurunan.

2. Monocrystalline Silicon

Untuk jenis panel surya berikutnya adalah monocrystalline silicon. Selain polycrystalline silicon, jenis solar panel ini juga yang paling banyak digunakan untuk umum. Alasan banyak yang menggunakan monocrystalline silicon ini berkaitan dengan keunggulan yang dimilikinya. Monocrystalline silicon ini dibuat dari silikon yang diiris tipis-tipis dengan menggunakan bantuan mesin.

Dengan menggunakan bantuan dari mesin potong tersebut, hasil irisan dapat menjadi lebih tipis dan menjadikan karakterisitiknya lebih menonjol. Kelebihan dari monocrystalline silicon ini terletak pada penampangnya. Jenis panel surya ini diyakini sebagai sel surya efisien untuk digunakan. Penampang pada monocrystalline silicon bisa menyerap cahaya matahari dengan optimal ketimbang jenis sel surya lainnya.

Meskipun memiliki keunggulan tersebut, bukan berarti panel surya ini tidak memiliki kekurangan. Kekurangan dari monocrystalline silicon terletak pada kebutuhan cahaya yang memiliki kadar terang tinggi pada saat beroperasi. Jika kondisi lingkungan sedang berawan dan mendung, maka monocrystalline silicon ini akan mengalami penurunan efisiensinya. Untuk kekurangannya hampir mirip dengan jenis panel surya polycrystalline silicon.

Penggunaan panel surya untuk rumah, Sumber : dtenergy.org
Penggunaan panel surya untuk rumah, Sumber : dtenergy.org

3. Thin Film Solar Cell

Jenis solar panel berikutnya ialah thin film solar cell. Panel surya yang satu ini memiliki kelebihan yang dapat terlihat dari bentuk fisiknya. Jenis panel surya ini memiliki ukuran yang begitu tipis, sehingga dapat dapat dibilang bahwa penamaannya sesuai dengan kondisinya. Ukuran tipis tersebut membuat bobot dari solar panel lebih ringan serta lebih fleksibel.

Apabila ada kelebihan, maka disitu juga terdapat kekurangannya. Dari segi efisiensi panel surya jenis ini tergolong cukup rendah. Untuk penampang yang digunakan dari jenis panel surya ini sama luasnya dengan monocrystalline silicon, namun Anda hanya akan memperoleh 8,5% saja penangkapannya. Oleh sebab itu biasanya penggunaan dari thin film solar cell ini, lebih sesuai dipakai untuk kebutuhan yang komersial.

Manfaat Penggunaan Panel Surya

Secara umum, penggunaan panel surya sebagai alternatif dari daya listrik ini meliputi beberapa hal. Dengan melihat berbagai manfaat yang dihasilkan dari penggunaan panel surya ini bisa saja akan menarik Anda untuk memasang solar panel di rumah atau bangunan Anda lainnya.

1. Penggunaan Panel Surya Lebih Ramah Lingkungan

Seperti yang telah kita ketahui sumber daya alam yang digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik di Indonesia sudah semakin terancam. Oleh sebab itu, dengan memanfaatkan cahaya matahari atau penggunaan panel surya ini dapat membantu menekan penggunaan sumber daya alam yang berlebihan.

Di karenakan populasi terus meningkat dan semakin hari kebutuhan listrik di Indonesia semakin tinggi, maka dibutuhkan solusi untuk melakukan penghematan penggunaan tenaga listrik dari bahan bakar yang menggunakan sumber daya alam tersebut.

Penggunaan panel surya lebih ramah lingkungan, Sumber : nbcnews.com
Penggunaan panel surya lebih ramah lingkungan, Sumber : nbcnews.com

2. Dapat Menekan Tagihan Listrik

Semakin tinggi kebutuhan listrik, maka akan berdampak pula dengan naiknya tarif listrik. Jika tidak segera diatasi bisa saja Anda akan semakin tidak berdaya karena pengeluaran listrik yang membengkak. Sehingga diperlukan solusi untuk menekan tagihan listrik, salah satunya dengan menggunakan panel surya ini.

Meteran listrik, Sumber : jawapos.com
Meteran listrik, Sumber : jawapos.com

3. Cocok Diaplikasikan di Indonesia

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, bahwa Indonesia di lewati oleh garis khatulistiwa yang membuat wilayah Indonesia dapat di sinari cahaya matahari sepanjang tahun. Oleh sebab itu, penggunaan panel surya ini diyakini cocok bila diaplikasikan di Indonesia.

Ilustrasi pemasangan panel surya, Sumber : balkangreenenergynews.com
Ilustrasi pemasangan panel surya, Sumber : balkangreenenergynews.com

Itu tadi artikel yang telah PT Eticon Rekayasa Teknik sampaikan mengenai penjelasan tentang panel surya mulai dari pengertian, jenis, hingga manfaatnya. Dengan penggunaan panel surya, berarti kita sudah mendukung mengenai konsep pembangunan berkelanjutan.

Konsultan SLF Profesional di Madiun

Tenaga profesional dari PT Eticon Rekayasa Teknik, Sumber : PT Eticon Rekaya Teknik

Konsultan SLF Madiun – Sebuah bangunan gedung yang telah selesai dibangun perlu dipastikan apakah gedung tersebut sudah layak untuk difungsikan atau belum. Untuk memastikan bahwa bangunan gedung sudah layak digunakan dapat dibuktikan dengan adanya kepemilikan Surat Laik Fungsi atau yang biasa dikenal dengan SLF. SLF ini merupakan bukti bahwa gedung yang telah selesai dibangun tersebut sudah siap untuk dioperasikan.

Pengertian dari Sertifikat Laik Fungsi (SLF) adalah sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah daerah tempat gedung tersebut didirikan. SLF akan diterbitkan sebelum gedung difungsikan sebagaimana mestinya. Ketika bangunan gedung dibangun sesuai dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta telah memenuhi syarat sesuai dengan fungsi bangunan, maka selanjutnya SLF bisa diproses.

Jika dilihat dari waktu ke waktu, Kabupaten Madiun mulai mengalami pertumbuhan ekonomi yang baik. Dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, bukan tidak mungkin Kabupaten Madiun akan memulai membangun infrastruktur. Apalagi Madiun ini merupakan kabupaten yang dilintasi jalur utama Surabaya-Yogyakarta, sehingga berkemungkinan menambah bangunan yang difungsikan untuk kepentingan publik dan yang lainnya.

Pengawasan terhadap konstruksi bangunan, Sumber : tribratanewsjogja.com
Pengawasan terhadap konstruksi bangunan, Sumber : tribratanewsjogja.com

Di Kabupaten Madiun juga sudah memiliki beberapa bangunan gedung yang difungsikan untuk perusahaan industri. Misalnya saja seperti industri gula (PT Perkebunan Nusantara XI Persero), industri karoseri bus (PT Karoseri Gunung Mas), industri sepatu, industri rokok Gudang Garam Madiun, industri rokok HM Sampoerna Madiun, dan industri lainnya yang ada di Kabupaten Madiun.

Apabila Kabupaten Madiun akan terus membangun bangunan gedung untuk kepentingan bisnis, publik, dan yang lainnya maka perlu dipastikan bahwa gedung yang sudah ada maupun baru selesai dibangun memiliki SLF. Karena seperti yang telah disampaikan sebelumnya, SLF ini merupakan bukti bahwa gedung tersebut sudah layak untuk dimanfaarkan sesuai dengan fungsinya.

Pentingnya SLF (Sertifikat Laik Fungsi)

Kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) penting dimiliki oleh pemilik maupun pengelola gedung, mengapa demikian? Karena SLF menandakan bahwa bangunan gedung tersebut sudah terjamin keandalannya serta bangunan gedung tersebut telah memenuhi 4 aspek yaknik keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan.

Empat aspek tersebut sesuai dengan yang tertuang di dalam Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, mengenai tolok ukur keandalan sebuah bangunan gedung. Namun apabila bangunan gedung tersebut tidak memiliki Sertifikat Laik Fungsi, maka dapat diragukan mengenai keandalan bangunannya hingga tidak menjamin keamanannya.

Jika keandalan bangunan gedung masih diragukan, maka bisa saja terjadi masalah pada bangunan tersebut kedepannya. Misalnya saja bangunan mudah roboh, bangunan rentan kecelakaan, hingga dapat terjadi kebakaran di dalam bangunan gedung. Hal tersebut dapat membahayakan siapa saja yang menggunakan bangunan setelah difungsikan, apalagi bangunan yang difungsikan untuk kepentingan publik.

Ilustrasi proses uji kelaikan fungsi, Sumber : PT Eticon Rekaya Teknik
Ilustrasi proses uji kelaikan fungsi, Sumber : PT Eticon Rekaya Teknik

Dapat diambil contoh sebuah bangunan hotel yang memiliki SLF kemudian bukti kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi tersebut dipajang di lobby. Hal tersebut bisa meningkatkan kepercayaan tamu yang akan menginap di hotel tersebut akan keamanan bangunannya. Sehingga akan meningkatkan kunjungan ke hotel karena rasa percaya terhadap keandalan bangunan tersebut.

Selain hotel, bangunan publik yang tidak kalah penting untuk menjamin keandalan bangunannya adalah rumah sakit. JIka rumah sakit terjamin keandalan bangunannya, maka pasien yang sedang di rawat inap maupun yang datang untuk berobat akan merasa tenang. Namun apa jadinya jika bangunan tersebut tidak memiliki SLF? Orang yang datang berkunjung merasa tidak nyaman, karena takut jika sewaktu-waktu bangunan akan roboh dan sebagainya.

Masa Berlaku SLF

Seiring berjalannya waktu, berbagai hal juga ikut mengalami perkembangan tidak terkecuali dalam kepengurusan penerbitan SLF. Untuk mempermudah Anda dalam mengurus penerbitan SLF, maka Anda sebagai pemilik maupun pengelola gedung dapat melakukan kerja sama dengan penyedia jasa SLF atau perusahaan pengkaji teknis. Dalam hal ini tentu saja Anda bisa meminta bantuan dari konsultan SLF yang ada di Madiun.

Masa berlaku dari Sertifikat Laik Fungsi (SLF) terdapat 2 macam sesuai dengan jenis bangunan gedungnya. Untuk masa berlaku dari Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang ditujukan bagi rumah tinggal tunggal maupun rumah tinggal deret, berlaku dalam kurun waktu 20 tahun. Kemudian untuk masa berlaku Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang ditujukan bagi bangunan gedung lainnya, berlaku dalam kurun waktu 5 tahun.

Setelah masa berlaku SLF habis, pemilik ataupun pengelola gedung terkait wajib melakukan perpanjangan. Perpanjangan SLF dilakukan dalam kurun waktu 60 hari kalender sebelum masa berlaku Sertifikat Laik Fungsi berakhir. Perpanjangan SLF tersebut juga mengikuti syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Untuk proses dari perpanjangan SLF juga seperti saat pertama kali bangunan gedung mengajukan permohonan penerbitan SLF. Yakni diperlukan uji teknis mengenai kelaikan fungsi terhadap persyaratan administrasi serta persyaratan teknis sesuai dengan aturan yang berlaku.

Tenaga profesional dari PT Eticon Rekayasa Teknik, Sumber : PT Eticon Rekaya Teknik
Tenaga profesional dari PT Eticon Rekayasa Teknik, Sumber : PT Eticon Rekaya Teknik

Persyaratan Penerbitan SLF di Madiun

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Madiun Nomor 7 Tahun 2017 tentang Bangunan Gedung, maka terdapat beberapa persyaratan administratif dan persyaratan teknis berkenaan penerbitan SLF yang perlu dipersiapkan. Persyaratan-persyaratan tersebut meliputi sebagai berikut.

1. Persyaratan Administrasi

  • Kepemilikan surat bukti hak atas tanah
  • Memiliki surat bukti kepemilikan pada bangunan gedung
  • Kepemilikan dokumen IMB

2. Persyaratan Teknis

  • Persyaratan teknis dari bangunan gedung meliputi persyaratan tata bangunan serta lingkungan dan persyaratan keandalan bangunan. Persyaratan tata bangunan meliputi persyaratan peruntukan, intensitas, arsitektur dan pengendalian dampak lingkungan bangunan gedung.
  • Kemudian untuk persyaratan keandalan bangunan meliputi persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan bagi bangunan gedung tersebut.

Konsultan SLF Profesional di Madiun

PT Eticon Rekayasa Teknik merupakan perusahaan pengkaji teknis serta konsultan perencanaan yang melayani jasa pengurusan penerbitan SLF. Perusahaan kami memiliki tim ahli yang profesional dan berpengalaman dan dilengkapi dengan berbagai latar belakang keilmuan yang digunakan untuk uji teknis kelaikan sebuah bangunan gedung.

Selain itu PT Eticon Rekayasa Teknik secara resmi telah disertifikasi untuk bekerja dalam proyek desain, studi, dan perencanaan. Perusahaan kami juga merupakan bagian dari anggota Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Anda bisa langsung menghubungi kami apabila ingin melakukan kerja sama perihal kepengurusan SLF di Kabupaten Madiun.

Arsitektur Rumah Adat Bali: Penarik Perhatian Wisatawan

Gaya arsitektur Bali, Sumber : cekindo.com

Bali merupakan salah satu destinasi wisata paling populer bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dari berbagai daya tarik yang dipancarkan Bali, ada satu hal yang termasuk dari kebudayaan Indonesia yang menarik bagi wisatawan. Hal tersebut ialah gaya arsitektur rumah adat Bali yang mempesona, gaya arsitektur yang unik dan tradisional tersebut mampu menarik perhatian wisatawan.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, jumlah total wisatawan domestik yang mengunjungi Bali pada tahun 2019 adalah 10.545.039 jiwa. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali pada tahun yang sama berjumlah 6.275.210 jiwa. Jika dilihat dari data kunjungan tersebut, Bali menarik banyak wisatawan untuk datang berkunjung.

Apabila merujuk pada konsep pariwisata berkelanjutan, yang di dalamnya terdapat 4 pilar yang mencakup pengembangan wisata. Salah satunya adalah pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung (Culture). Rumah adat Bali termasuk ke dalam kebudayaan Indonesia, maka dari itu sudah seharusnya masyarakat serta wisatawan menjaga kelestariannya.

Keindahan Danau Beratan Bedugul, Sumber : travelspromo.com
Keindahan Danau Beratan Bedugul, Sumber : travelspromo.com

Empat pilar utama untuk pengembangan pariwisata tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pariwisata No. 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Kemudian pilar tersebut telah dirumuskan oleh Badan Pariwisata Berkelanjutan Dunia yang mencakup beberapa kriteria berikut:

  1. Pengelolaan destinasi parwisata berkelanjutan (Sustainability Management)
  2. Pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal (Social-Economy)
  3. Pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung (Culture)
  4. Pelestarian lingkungan (Environment)

Oleh sebab itu melestarikan warisan budaya merupakan tujuan yang perlu diperhatikan dalam menyusun perancanaan pariwisata berkelanjutan, yang dalam hal ini mencakup rumah adat Bali. Untuk menciptakan pengembangan pariwisata tersebut dibutuhkan dukungan dari semua aspek, mulai dari masyarakat, wisatawan, hingga pemerintah.

Keunikan Arsitektur Rumah Adat Bali

Rumah adat Bali telah diwariskan dari zaman dulu hingga saat ini dan sudah berkembang secara turun temurun. Gaya arsitektur bali didesain dengan mencerminkan tradisi masyarakat setempat untuk membangun sebuah bangunan, struktur, maupun rumah-rumah. Gaya arsitektur Bali sangat kental dengan tradisi Hindu Bali yang dikombinasikan dengan Jawa Kuno.

Arsitektur rumah adat Bali memiliki karekteristik budaya yang kental, dapat dilihat dengan ukiran yang terdapat pada setiap desainnya. Selain itu material atau bahan yang biasa digunakan untuk membangun rumah seperti bambu, batu bata, kayu jati, atap jerami, atau bahan lokal yang lainnya. Berikut keunikan dari gaya arsitektur rumah adat Bali.

1. Terdapat Beberapa Bangunan dalam Satu Hunian

Apabila mengunjungi Bali, maka kita akan disuguhkan dengan pemandangan rumah adat Bali yang memiliki beberapa bangunan yang berdiri di dalam satu lahan. Bangunan tersebut terpisah-pisah dan tidak dalam satu atap, namun masih menjadi kesatuan dari rumah tersebut. Berbagai bangunan tersebut memiliki fungsinya masing-masing, seperti kamar tidur, dapur, tempat ibadah, dan yang lainnya.

Baca juga : Pariwisata Indonesia Pascapandemi COVID-19

Rumah adat Bali dibangun dengan aturan Asta Kosala Kosali. Asta Kosala Kosali ini mirip dengan Feng Shui jika dilihat dari budaya China. Untuk membangun rumah adat Bali, terdiri dari beberapa bagian yang dikenal dengan sebutan Tri Hita Karana. Bagian-bagian yang terdapat pada Tri Hita Karana meliputi Palemahan, Pawongan, dan Parahyangan.

Terdapat beberapa bangunan dalam satu hunian, Sumber : pegipegi.com
Terdapat beberapa bangunan dalam satu hunian, Sumber : pegipegi.com

2. Pintu Masuk Rumah Adat Bali Terdapat Gapura Candi Bentar

Pada umumnya rumah adat Bali memiliki pintu masuk yang berupa gapura Candi Bentar. Peletakkan gapura Candi Bentar tersebut bertujuan untuk menambah keindahan dari pintu masuk rumah. Detail yang terdapat di gapura Candi Bentar ini lebih ornamental. Sehingga dapat memancarkan kesan hunian yang indah dan etnik.

Gapura Candi Bentar di pintu masuk rumah adat Bali, Sumber : indonesiatraveler.id
Gapura Candi Bentar di pintu masuk rumah adat Bali, Sumber : indonesiatraveler.id

3. Terdapat Pengaruh Kepercayaan Polytheisme

Sebelum datangnya ajaran Hindu ke Pulau Bali, masyarakat sekitar menganut kepercayaan Polytheisme. Polytheisme merupakan bentuk kepercayaan dengan mengakui adanya banyak dewa atau bisa dikatakan memuji kepada banyak dewa. Oleh sebab itu, terkadang masih banyak ditemui unsur kebudayaan tersebut pada gaya arsitektur Bali.

Bahkan hingga saat ini masih banyak dijumpai di Bali, masih ada yang menganut unsur kebudayaan tersebut. Dengan adanya satu kompleks hunian yang di dalamnya terdapat beberapa pura, pura-pura tersebut digunakan untuk memuja dewa yang berbeda-beda.

Terdapat pura keluarga di kompleks rumah, Sumber : turuslumbung.blogspot.com
Terdapat pura keluarga di kompleks rumah, Sumber : turuslumbung.blogspot.com

4. Letak Bangunan Menurut Arah Mata Angin

Di Bali arah utara merupakan arah yang dianggap suci, sedangkan untuk arah sebaliknya yakni selatan dianggap buruk. Konsep tersebut diambil dari Tri Angga, yakni panduan tata letak. Biasanya peletakkan tempat ibadah diletakkan pada sudut bagiat utara sebuah rumah, karena merupakan tempat suci. Sehingga peletakkan pura keluarga ada di paling utara sebuah rumah adat di Bali.

Baca juga : Pentingnya Penilaian Daya Dukung di Destinasi Wisata

Menurut konsep dari Tri Angga, bagian yang paling depan disebut dengan istilah utama mandala, yakni sebagai tempat suci untuk ibadah. Kemudian untuk bagian tengah disebut dengan madya mandala sebagai tempat tinggal untuk penghuni rumah. Lalu untuk bagian yang paling belakang disebut dengan istilah Nista manala sebagai tempat yang digunakan untuk dapur.

Letak ruangan menurut arah mata angin, Sumber : toriqa.com
Letak ruangan menurut arah mata angin, Sumber : toriqa.com

5. Bangunan Dirancang Dekat dengan Nuansa Alam

Keunikan selanjutnya dari rumah adat Bali adalah bangunan dirancang dekat dengan nuansa Alam. Umumnya rumah adat Bali memiliki halaman yang luas, dengan tujuan agar manusia dapat akrab dan dapat berkomunikasi dengan alam sekitar.

Ventilasi di rumah Bali ini juga dibuat dengan adanya tambahan ruang di antara atap dan dinding. Tujuannya agar sirkulasi udara di dalam ruangan dapat berjalan dengan baik. Sehingga manusia dapat berkomunikasi dengan alam secara lancar.

Gaya arsitektur Bali, Sumber : cekindo.com
Gaya arsitektur Bali, Sumber : cekindo.com

Mari bersama-sama lestarikan warisan budaya Indonesia agar tidak rusak. Karena dengan menjaga kelestarian kebudayaan dapat berpengaruh terhadap perkembangan pariwisata Indonesia di masa ini maupun di masa yang akan datang.

Konsultan SLF Berpengalaman di Gresik

Ilustrasi proses pembangunan gedung, Sumber : properti.kompas.com

Konsultan SLF Gresik – Sertifikat Laik Fungsi atau biasa dikenal dengan istilah SLF merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat bagi bangunan gedung sebelum bangunan tersebut beroperasi atau difungsikan. SLF tersebut akan dibuatkan ketika bangunan gedung sudah dibangun sesuai dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta telah memenuhi berbagai persyaratan dari fungsi bangunan tersebut.

Sertifikat Laik Fungsi akan terbit berdasarkan hasil penilaian dari jasa SLF maupun instansi yang terkait. Hal tersebut sesuai dengan amanat dari Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, berkenaan mengenai tolok ukur keandalan sebuah bangunan gedung yang wajib meliputi empat aspek yaitu keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan.

Apalagi Kabupaten Gresik berbatasan langsung dengan salah satu kota besar di Indonesia yakni Kota Surabaya. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Karena berbatasan langsung dengan salah satu kota terbesar di tanah air, Kabupaten Gresik mulai mengalami pertumbuhan yang pesat. Gresik juga dikenal sebagai salah satu kawasan industri utama yang ada di Provinsi Jawa Timur.

Ilustrasi proses pembangunan gedung, Sumber : properti.kompas.com
Ilustrasi proses pembangunan gedung, Sumber : properti.kompas.com

Saat ini sudah banyak perusahaan yang berdiri di Kabupaten Gresik, misalnya saja seperti Semen Gresik, Nippon Paint, Petrokimia Gresik, Industri Plywood, BHS-Tex, dan Maspion. Jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi serta industrinya, diperkirakan Kabupaten Gresik akan terus berkembang dan membangun berbagai bangunan gedung untuk berbagai kebutuhan.

Oleh sebab itu perlu dilakukan pengawasan serta pemeriksaan secara berkala mengenai kelaikan sebuah gedung. Tujuannya untuk menjaga kualitas dari bangunan gedung tersebut, agar saat bangunan difungsikan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk mengetahui bangunan gedung tersebut sudah aman dan laik fungsi, dapat dilihat dari kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi yang dikantongi pemilik ataupun pengelola gedung.

Ketentuan dari Sertifikat Laik Fungsi

Ada beberapa ketentuan mengenai Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sesuai yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Ketentuan-ketentuan tersebut yakni meliputi beberapa point sebagai berikut.

1. Penerbitan SLF

Sertifikat Laik Fungsi untuk bangunan gedung akan diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat, yang untuk saat ini berarti Pemerintah Kabupaten Gresik. SLF akan akan diberikan kepada pemilik gedung ketika bangunan gedung tersebut telah selesai dibangun. Selain itu bangunan tersebut sudah memenuhi persyaratan kelaikan fungsi bangunan gedung sebagai syarat untuk dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Untuk memudahkan dalam menerbitkan SLF, maka pemilik maupun pengelola gedung bisa bekerja sama dengan konsultan penyedia jasa SLF atau perusahaan pengkaji teknis di Gresik. Pengkaji teknis tersebut merupakan badan usaha maupun perorangan yang sudah mengantongi status badan hukum atau kepemilikan sertifikat badan usaha, yang berguna untuk melakukakan pengkajian teknis atas fungsi kelaikan sebuah bangunan gedung.

2. Masa Berlaku SLF

Sertifikat Laik Fungsi atau SLF juga memiliki masa berlaku yang telah ditentukan. Masa berlaku tersebut dibagi menjadi 2 macam sesuai dengan bangunan gedungnya. Masa berlaku dari Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk rumah tinggal tunggal ataupun rumah tinggal deret berlaku selama kurun waktu 20 tahun. Sedangkan masa berlaku Sertifikat Laik Fungsi untuk bangunan gedung lainnya berlaku selama kurun waktu 5 tahun.

3. Perpanjangan SLF

Apabila masa berlaku SLF bangunan gedung sudah hampir habis atau 60 hari kalender sebelum tenggat waktu berakhirnya masa berlaku SLF, maka pihak pemilik atau pengelola bangunan gedung wajib memperpanjangnya. Untuk memperpanjang Sertifikat Laik Fungsi tersebut juga harus sesuai dengan ketentuan yang sudah berlaku.

Tujuan dilakukannya perpanjangan Sertifikat Laik Fungsi untuk menjamin kelaikan fungsi dari sebuah bangunan gedung. Supaya fungsi bagunan gedung tetap terjaga, tidak membahayakan, serta menjamin keamanan seluruh penghuni selama gedung dioperasikan. Proses perpanjangan SLF ini juga memerlukan uji teknis kelaikan fungsi terhadap persyaratan administrasi serta persyaratan teknis seperti saat pertama kali mengajukannya.

Ilustrasi uji kelaikan fungsi bangunan gedung, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik
Ilustrasi uji kelaikan fungsi bangunan gedung, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik

Persyaratan Penerbitan SLF Bangunan Gedung di Gresik

Merujuk pada Peraturan Bupati Gresik Nomor 5 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penyelenggaraan Sertifikat Laik Fungsi dan Pendataan Bangunan Gedung, maka ada beberapa persyaratan administratif serta persyaratan teknis mengenai penerbitan SLF yang perlu anda persiapkan. Persyaratan tersebut yakni sebagai berikut.

1. Pesyaratan Administrasi

Persyaratan administrasi untuk menerbitkan SLF menurut Pemerintah Kabupaten Gresik yakni meliputi:

  • Kesesuaian data aktual dengan data yang ada di dalam dokumen status hak atas tanah.
  • Kesesuaian data aktual dengan data yang ada di dalam dokumen Izin Mendirikan Bangunan atau IMB, serta dokumen status kepemilikan bangunan gedung yang sudah dimiliki.
  • Kepemilikan dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

2. Persyaratan Teknis

Persyaratan teknis untuk menerbitkan SLF menurut Pemerintah Kabupaten Gresik yakni meliputi:

  • Kesesuaian data aktual dengan data yang ada di dalam dokumen pelaksanaan kontruksi bangunan gedung. Meliputi as built drawings, pedoman pengoperasian serta pemeliharaan bangunan gedung, peralatan serta perlengkapan mekanikal dan elektrikal bangunan gedung, dan dokumen ikatan kerja.
  • Dilakukan pengujian atau tes di lapangan serta di laboratorium untuk memeriksa aspek kekuatan, keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan. Selain itu juga pada struktur, peralatan bangunan gedung, perlengkapan bangunan gedung, serta prasarana bangunan gedung pada komponen konstruksi maupun peralatan yang memerlukan data teknis yang akurat.
Tim dari PT Eticon Rekayasa Teknik, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik
Tim dari PT Eticon Rekayasa Teknik, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik

PT Eticon Rekayasa Teknik

Melihat pentingnya dokumen SLF untuk setiap bangunan gedung, maka dari itu kami dari PT Eticon Rekayasa Teknik menyediakan jasa konsultan SLF yang profesional di Kabupaten Gresik. Kami telah memiliki berbagai pengalaman dalam uji kelaikan fungsi untuk sebuah bangunan gedung. Perusahaan kami juga memiliki tenaga yang ahli serta profesional dari berbagai latar belakang keilmuan.

Meliputi bidang utilitas bangunan, teknik sipil, desain interior, arsitektur, manajemen HSE (health, safety, environment), dan bidang yang lainnya. Untuk Anda yang ingin melakukan kerja sama dengan kami mengenai pengurusan dokumen SLF maupun pengkaji teknis bangunan gedung di wilayah Gresik, maka bisa menghubungi kami melalui kontak yang tertera di laman website PT Eticon Rekayasa Teknik.

Tipe-tipe Apartemen di Kota Besar: Apa Saja?

Bangunan apartemen di Jakarta, Sumber : verde.co.id

Apartemen merupakan sebuah unit hunian mandiri yang menempati sebagian dari sebuah bangunan gedung. Secara umum hunian ini menempati satu lantai pada bangunan bertingkat yang megah dan mewah. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti kolam renang dan yang lainnya. Pada setiap unit, memiliki beberapa tipe-tipe apartemen yang berbeda. Pemilihan tipe tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pemilik unit di apartemen tersebut.

Ada banyak bangunan apartemen yang dikategorikan ke dalam high rise building, karena karakteristik bangunannya sesuai dengan bangunan tinggi atau high rise building. Karakteristik high rise building ini salah satunya ialah memiliki tinggi bangunan minimal 23 meter atau setara dengan bangunan yang memiliki 6 lantai ke atas. Selain itu juga memiliki luas lantai minimal 750 meter persegi hingga maksimal 1500 meter persegi.

Namun ada juga beberapa jenis bangunan tinggi yang tidak masuk ke dalam high rise building karena tidak memenuhi karakteristiknya. Kebanyakan apartemen memiliki bangunan yang sangat tinggi dan mewah, sehingga dalam proses pembangunannya diperlukan perhitungan yang matang agar bangunan kokoh dan kuat menahan beban.

Bangunan apartemen di Jakarta, Sumber : verde.co.id
Bangunan apartemen di Jakarta, Sumber : verde.co.id

Setiap bangunan gedung diperlukan pengawasan serta pemeriksaan secara rutin, supaya sebuah bangunan gedung tetap aman bagi penghuninya. Pengawasan dan pemeriksaan tersebut dilakukan oleh tim pengkaji teknis untuk mengetahui apakah bangunan tersebut laik fungsi atau tidak. Jika sebuah bangunan gedung dinyatakan laik fungsi, maka dapat dibuktikan dengan memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Sesuai yang tertuang dalam Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, mengenai tolok ukur keandalan bangunan meliputi empat aspek yakni keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan. Apalagi apartemen memiliki bangunan yang tinggi, sehingga memungkin hal-hal yang tidak diinginkan terjadi jika tidak dilengkapi dengan standar dan ketentuan dalam pembangunannya.

Apa Saja Jenis-jenis Tipe Apartemen?

Untuk daerah kota-kota besar, maka tidak asing dengan bangunan tinggi yang difungsikan sebagai apartemen. Namun ternyata setiap unit apartemen memiliki beberapa jenis tipe yang berbeda. Apa saja tipe-tipe apartemen tersebut?

1. Apartemen Classic Six

Apartemen classic six merupakan unit apartemen yang dilengkapi dengan 6 ruangan. Ruangan-ruangan tersebut mencakup 3 kamar tidur, ruang makan, dapur, dan ruang tamu. Untuk bangunan dari apartemen ini biasanya memakai gedung yang usianya sudah tua, yang kemudian dialih fungsikan sebagai apartemen dengan beberapa renovasi. Setelah merombaknya, bangunan apartemen ini akan terlihat lebih elegan dan menawan.

Jenis apartemen ini masih jarang sekali ditemukan di Indonesia, namun untuk wilayah Amerika dan Eropa apartemen ini dapat dengan mudah dijumpai. Bahkan di sana apartemen ini merupakan unit yang populer dikalangan masyarakat sekitar.

Apartemen classic six, Sumber : brownstoner.com
Apartemen classic six, Sumber : brownstoner.com

2. Apartemen Studio

Apartemen studio ini merupakan unit apartemen yang paling banyak digemari oleh masyarakat. Di Indonesia sendiri mudah untuk menemukan tipe ini, karena banyak ditawarkan di pasaran. Hampir mirip seperti kamar kost, apartemen ini hanya memiliki 1 ruangan yang difungsikan untuk berbagai keperluan. Mulai dari kamar tidur, dapur, ruang tv, ruang tamu, ruang maka, hingga tambahan ruang untuk kamar mandi.

Baca juga : Panduan Mengurus SLF (Sertifikat Laik Fungsi) hingga Terbit

Jenis apartemen studio ini cocok digunakan oleh anak muda yang belum menikah, karena desain interior ruangan yang digunakan terlihat simple tapi tetap elegan. Biasanya dihuni oleh mahasiswa maupun karyawan sebagai tempat tinggal yang nyaman.

Apartemen studio, Sumber : agoda.com
Apartemen studio, Sumber : agoda.com

3. Apartemen Convertible

Jenis apartemen convertible ini hampir sama dengan apartemen studio, letak perbedaannya pada luas ruangannya. Untuk apartemen convertible ini memiliki ruangan yang lebih luas dari apartemen studio. Sehingga memungkinkan untuk menambahkan beberapa partisi sebagai sekat antar ruang. Dari segi harga tipe ini lebih ekonomis dibandingkan dengan apartemen 1 kamar.

Apartemen convertible, Sumber : aptamigo.com
Apartemen convertible, Sumber : aptamigo.com

4. Apartemen Alcove

Jenis apartemen selanjutnya adalah alcove, untuk jenis apartemen ini juga tidak berbeda jauh dengan apartemen studio. Ukuran dari apartemen alcove ini sedikit lebih besar ketimbang apartemen studio. Selain itu apartemen jenis ini juga memiliki bentuk letter L, sehingga kamar tidur dapat diletakkan pada belokan tersebut. Jadi ruangan kamar tidur akan terpisah dengan ruangan yang lainnya.

Apartemen alcove, Sumber : apartmenttherapy.com
Apartemen alcove, Sumber : apartmenttherapy.com

5. Apartemen Loft

Apartemen berikutnya ialah apartemen loft, jenis apartemen ini memang jarang ditemukan. Namun ada beberapa kota-kota besar yang memiliki unit apartemen loft ini. Ciri dari apartemen ini dapat dilihat dari tinggi plafon atau langit-langit ruangan yang tingggi, sehingga biasanya akan terdapat tambahan ruangan diantara lantai dengan plafon yang disebut mezzanine.

Mezzanine ini umumnya digunakan sebagai tempat tidur, bahkan untuk wardrobe maupun walk in closet. Kemudian pada bagian bawahnya difungsikan sebagai ruangan lain. Misalnya saja untuk ruang tamu, ruang belajar, dapur, ruang makan, dan yang lainnya.

Apartemen loft, Sumber : zumper.com
Apartemen loft, Sumber : zumper.com

6. Apartemen Garden

Apartemen garden merupakan sebuah apartemen yang memiliki taman atau ruang hijau terbuka. Biasanya taman tersebut bersifat privat dan hanya bisa diakses oleh pemilik unit apartemen tersebut. Pemakaian istilah apartemen garden ini juga bisa diterapkan pada gedung apartemen yang memiliki taman dengan halaman yang luas.

Apartemen garden, Sumber : traveloka.com
Apartemen garden, Sumber : traveloka.com

7. Apartemen 1,2,3 Kamar

Jenis apartemen ini biasanya digunakan oleh orang yang sudah berkeluarga. Karena di dalam unit ini terdapat beberapa kamar serta dilengkapi dengan berbagai ruangan lainnya. Jika dilihat secara kasat mata, apartemen jenis ini hampir sama dengan rumah-rumah pada umumnya. Memiliki berbagai ruangan yang dapat difungsikan dengan berbagai kebutuhan.

Apartemen 1,2,3 kamar, Sumber : liveonhillsborough.com
Apartemen 1,2,3 kamar, Sumber : liveonhillsborough.com

8. Apartemen Penthouse

Apartemen yang satu ini merupakan jenis apartemen yang memiliki ruangan yang paling luas dari jenis apartemen lainnya. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas canggih, salah satunya adalah terdapat lift pribadi di dalamnya. Hunian yang letaknya paling atas dari sebuah bangunan apartemen ini cukup populer di luar negeri. Keindahan pemandangan yang terlihat dari unit ini membuatnya nampak semakin eksklusif dan mewah.

Apartemen penthouse, Sumber : secretagent.com.au
Apartemen penthouse, Sumber : secretagent.com.au

Untuk memdirikan sebuah bangunan gedung diperlukan berbagai perhitungan yang matang, agar saat sudah dioperasikan bangunan tersebut dapat menjamin keamanan dan keselamatan penghuninya. Ada berbagai persyaratan struktur bangunan gedung yang perlu dipenuhi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

High Rise Building: Mengenal Pengertian serta Karakteristiknya

Bangunan tinggi di New York, Sumber : thetowerinfo.com

Pengertian dari high rise building yaitu bangunan gedung yang memiliki struktur tinggi. Biasanya bangunan ini digunakan untuk hunian apartemen, selain itu juga digunakan sebagai gedung yang difungsikan untuk perkantoran. Namun baru bisa dikatakan sebagai bangunan tinggi apabila memenuhi beberapa karakteristik, sehingga bukan karena tinggi saja lalu bisa dikatakan sebagai high rise building.

Meskipun pengertian dari high rise building adalah bangunan tinggi, namun hanya bangunan yang memiliki ketinggian minimal 23 meter sajalah yang masuk dalam karakteristik bangunan tinggi. Bangunan pencakar langit ini menjadi ideal karena terdapat lift di dalamnya, selain itu juga dilengkapi dengan struktur bangunan yang kuat dan kokoh.

Seperti yang kita ketahui, bahwa Indonsia merupakan salah satu negara yang memiliki rangkaian gunung api teraktif di dunia. Selain itu wilayah Indonesia juga bertepatan dengan pertemuan tiga lempeng bumi. Oleh sebab itu, Indonesia merupakan wilayah yang rawan terjadi bencana alam seperti gempa bumi ataupun letusan gunung api. Sehingga memiliki struktur bangunan yang kokoh dan kuat adalah sebuah keharusan dari bangunan gedung.

Bangunan tinggi di Jakarta, Sumber : thejakartapost.com
Bangunan tinggi di Jakarta, Sumber : thejakartapost.com

Sesuai dengan Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, mengenai tolok ukur keandalan sebuah bangunan gedung haruslah meliputi empat aspek yaitu keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan. Semakin tinggi sebuah bangunan tentu saja akan semakin memiliki risiko yang bisa mengancam keselamatan penghuni gedung, jika tidak dilakukan pemeriksaan serta pengawasan secara berkala.

Pengawasan dan pemeriksaan tersebut dilakukan oleh tim pengkaji teknis untuk melakukan penilaian apakah bangunan tersebut sudah laik fungsi. Jika bangunan gedung sudah laik fungsi maka bisa dibuktikan dengan adanya kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi atau biasa dikenal dengan SLF. SLF akan diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat yang terkait.

Karakteristik dari Bangunan Tinggi (High Rise Building)

High rise building memiliki pengertian sebagai bangunan tinggi, namun ada beberapa karakteristik gedung ini bisa disebut sebagai bangunan tinggi. Biasanya bangunan pencakar langit ini banyak dijumpai di kota-kota besar, seperti di Jakarta contohnya. Di bawah ini merupakan karakteristik dari high rise building yang dapat Anda simak.

1. Ketinggian Bangunan

Sebuah gedung dapat dikatakan sebagai bangunan tinggi atau high rise building apabila memiliki tinggi minimal 23 meter. Setara dengan bangunan gedung yang memiliki 6 lantai menjulang ke atas. Bangunan-bangunan dengan tinggi minimal 23 meter ini, sudah banyak didirikan di kota-kota besar termasuk di beberapa wilayah Indonesia.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bangunan tinggi ini biasanya digunakan untuk berbagai kepentingan. Salah satunya sebagai kepentingan bisnis yang bangunan tersebut difungsikan untuk hunian apartemen, hotel, hingga gedung perkantoran.

2. Struktur Bangunan

Penggunaan struktur bangunan yang kokoh dan sesuai dengan aturan yang berlaku dapat meminimalisir kecelakaan saat gedung dioperasikan. Sehingga bangunan dapat dengan kuat menahan beban dan tidak mudah roboh. Terdapat 3 macam struktur bangunan yang biasa digunakan pada high rise building yakni flat slab, bearing wall system, dan open frame.

Flat slab merupakan struktur bangunan dari pelat beton yang dijadikan sebagai tempat menancapkan kerangka pada sebuah bangunan gedung. Bearing wall system merupakan sistem struktur yang memakai dinding sebagai tempat untuk menumpu beban sebuah bangunan. Open frame adalah sebuah struktur yang menggabungkan balok dengan kolom, yang kemudian akan membentuk sambungan yang dapat menahan beban bangunan.

3. Luas Lantai

Karakteristik dari bangunan tinggi atau high rise building selanjutnya ialah dilihat dari luas lantainya. Sebuah bangunan dapat dikatakan sebagai high rise building bila memiliki minimal luas lantai 750 meter persegi hingga 1500 meter persegi. Lahan yang luas diperlukan dalam pembangunan high rise building ini, agar mengimbangi tinggi dari gedung tersebut.

Bangunan tinggi di Dubai, Sumber : dubai-marina.com
Bangunan tinggi di Dubai, Sumber : dubai-marina.com

4. Memiliki Sistem Aerodinamika

Untuk bangunan tinggi diperlukan sistem aerodinamika yang baik, bertujuan agar high rise building tersebut tahan akan terpaan angin dan tahan akan gempa bumi. Pengertian dari sistem aerodinamika sendiri adalah salah satu cabang dinamika yang berkaitan dengan pergerakan udara, khususnya pada saat udara tersebut berinteraksi dengan benda padat.

Jadi apabila sebuah bangunan tinggi dilengkapi dengan sistem aerodinamika yang baik, maka bangunan akan tahan terhadap getaran akibat gempa bumi. Selain itu juga akan tahan akan terpaan angin, walaupun memiliki bangunan yang tinggi.

5. Solusi dari Keterbatasan Lahan

Dibangunnya high rise building termasuk mengatasi keterbatasan lahan pada wilayah perkotaan. Seiring berjalannya waktu, setiap tahunnya daerah perkotaan mengalami peningkatan penduduk. Sehingga banyak lahan yang digunakan untuk membangun perumahan untuk hunian masyarakat. Oleh sebab itu, semakin lama lahan yang tersisa semakin terbatas.

Dengan adanya high rise building ini dapat mengatasi keterbatasan lahan tersebut. Karena bangunan ini dibangun tinggi keatas, sehingga akan menghemat lahan yang digunakan. Misalnya saja dengan adanya bangunan apartemen, maka masyarakat akan memanfaatkan bangunan tersebut sebagai hunian untuk menghemat penggunaan lahan.

6. Memiliki Bentuk Bangunan Lurus ke Atas

Berkaitan dengan solusi untuk mengatasi permasalahan lahan yang terbatas, disebabkan high rise building ini memiliki bentuk bangunan yang lurus ke atas. Sehingga tidak akan memakan banyak lahan untuk mendirikan bangunan ini. Ada juga beberapa bangunan tinggi yang didesain secara unik, namun telah diperhitungkan secara matang sehingga tidak membahayakan penghuninya.

Bangunan tinggi di Singapura, Sumber : caingram.info
Bangunan tinggi di Singapura, Sumber : caingram.info

7. Memiliki Kebutuhan Energi yang Besar

Bangunan yang menjulang tinggi tentu saja akan membutuhkan energi yang besar. Oleh sebab itu, high rise building ini memiliki kebutuhan energi yang besar. Apalagi banyak bangunan tinggi ini digunakan sebagai apartemen maupun perkantoran, sehingga sudah dipastikan bahwa memerluka pasokan energi listrik yang besar.

8. Nilai Arsitektur Tinggi

High rise buiding tidak hanya berfokus pada fungsinya saja, namun juga dibangun dengan menerapkan nilai estetik di dalamnya. Banyak contoh bangunan tinggi memiliki arsitektur yang indah dan memukau. Desain megah dan mewah yang dimiliki gedung pencakar langit ini, tentu saja memiliki nilai yang tinggi dalam dunia arsitektur.

9. Memiliki Risiko Tinggi

Dibangunnya bangunan tinggi ini tentu saja juga memiliki risiko yang tinggi. Apabila tidak dibangun sesuai dengan perhitungan yang tepat serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka risiko robohnya bangunan tersebut akan semakin tinggi. Diperlukan pondasi yang kuat untuk mendirikan bangunan yang menjulang tinggi tersebut.

Bangunan tinggi di New York, Sumber : thetowerinfo.com
Bangunan tinggi di New York, Sumber : thetowerinfo.com

Itu tadi informasi mengenai high rise building, mulai dari pengertian hingga karakteristiknya. Untuk membangun sebuah bangunan gedung tidak boleh melewatkan aspek penting mengenai keselamatan, kesehatan, kenyamanan, serta kemudahan. Supaya setelah gedung dioperasikan dapat menjamin keamanan dan keselamatan penghuni gedung tersebut.