Manfaat Membersihkan Sungai (Cintai Lingkungan)

Manfaat membersihkan sungai, Sumber: habib-geo.blogspot.com

Manfaat Membersihkan Sungai – Salah satu bentuk cinta terhadap lingkungan ialah dengan membersihkan sungai yang tercemar. Masih banyak sungai-sungai di Indonesia yang tercemar akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Sebenarnya jika kita lebih peka terhadap lingkungan, pencemaran tidak akan terjadi. Perlu dilakukan sesuatu sebagai solusi untuk hal tersebut, salah satunya dengan bersatu membersihkan kekacauan ini.

Karena sudah terlanjur terjadi pencemaran, maka salah satu hal yang bisa kita lakukan ialah dengan membersihkannya. Ada berbagai faktor yang menyebabkan pencemaran sungai, misalnya saja pembuangan limbah rumah tangga yang sembarangan. Sampah rumah tangga ini tidak hanya berasal dari rumah warga saja, namun juga dari aktivitas lainnya.

Misalnya saja aktivitas perkantoran, rumah makan, tempat rekreasi, hingga pasar. Limbah tersebut dapat berupa makanan sisa, plastik, air bekas cucian, dan lain sebagainya yang dibuang sembarangan di sungai. Alhasil jika sampah-sampah menumpuk lalu terjadi pencemaran, berbagai bencana seperti banjirpun dapat dengan mudah terjadi.

Manfaat membersihkan sungai, Sumber: habib-geo.blogspot.com
Manfaat membersihkan sungai, Sumber: habib-geo.blogspot.com

Manfaat Membersihkan Sungai

Sungai memiliki banyak sekali manfaat bagi kehidupan manusia, salah satunya sebagai sarana sanitasi. Jadi sudah sewajarnya kita peduli terhadap kebersihan dari sungai dan menjaganya agar tidak tercemar. Saat ini sudah banyak komunitas yang peduli terhadap lingkungan dan bergerak untuk membersihkan sampah-sampah di sungai. Berikut beberapa manfaat membersihkan sampah di sungai yang telah kami rangkum untuk Anda.

Meminimalisir Terjadinya Banjir

Banjir dapat terjadi akibat luapan sungai yang tersumbat oleh tumpukan sampah yang dibuang sembarangan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Dengan membersihkan sungai dengan bergotong royong dapat membantu mengurangi risiko terjadinya banjir. Kesadaran terhadap buang sampah pada tempatnya masih perlu diupayakan lagi, supaya masyarakat lebih peduli dengan lingkungan sekitar.

Untuk mengurangi penggunaan sampah plastik, Anda juga bisa menggunakan tas belanja pengganti plastik. Karena sampah plastik merupakan sampah yang sulit terurai, jadi Anda bisa mengurangi penggunaan sampah plastik tersebut.

Menjaga Ekosistem Sungai

Membersihkan sungai juga membawa manfaat untuk ekosistem sungai. Banyak hewan-hewan yang tinggal di sekitar sungai yang perlu dijaga dan dilindungi. Jika sampah-sampah yang ada di sungai termakan oleh hewan tersebut, maka dapat menyebabkan keracunan. Dampak membersihkan sungai juga dapat dirasakan oleh warga sekitar yang perekonomiannya tergantung dengan sungai, misalnya saja mencari ikan untuk dijual atau dimakan sendiri.

Sebagai Tempat Wisata

Jika sungai sudah bersih dari sampah-sampah yang mencemari, maka sungai bisa dijadikan sebagai tempat wisata. Pengunjung dapat menikmati liburan dengan menghabiskan waktu disungai. Misalnya saja dengan memancing, menaiki perahu, melihat pemandangan di pinggir sungai, bahkan yang lainnya.

Hal tersebut bisa menjadi penambah pendapatan bagi warga sekitar. Namun tetap dengan menjaga kebersihan di sekitar sungai. Warga bisa menyediakan berbagai fasilitas yang menunjang seperti tempat sampah untuk membuang sampah. Jadi warga bisa menjaga sungai dengan membuang sampah pada tempatnya.

Upaya warga untuk membersihkan sungai, Sumber: goodnewsfromindonesia.id
Upaya warga untuk membersihkan sungai, Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Meminimalisir Gangguan Kesehatan Warga Sekitar

Sungai yang kotor dan kumuh, dapat mengundang berbagai penyakit bagi warganya. Hal itu bisa dikarenakan hewan-hewan seperti lalat yang hinggap di sampah lalu hinggap ke makanan yang dikonsumsi warga. Lalat yang hinggap di makanan akan membawa penyakit seperti diare. Dengan membersihkan sungai, maka kita bisa membantu menjaga kesehatan masyarakat.

Tercukupi Air Bersih

Manfaat dari membersihkan sungai selanjutnya ialah membantu warga sekitar untuk mencukupi ketersediaan air bersih. Sungai yang bersih tentu saja akan menciptakan aliran air yang lebih bersih. Selain warga sekitar yang terbantu, tumbuhan yang ada di sekitar sungai juga ikut terbantu. Karena kualitas air yang baik dapat mempengaruhi kualitas tanah, sehingga membuat tanaman menjadi subur.

Baca juga: Mengintip Permasalahan Sampah di Tempat Wisata

Dampak Tidak Membersihkan Sungai

Setelah Anda mengetahui apa saja manfaat dari membersihkan sungai, sekarang waktunya Anda mengetahui apa saja dampak tidak membersihkan sungai. Apabila dibiarkan terus menerus, sungai akan semakin tercemar dan membawa dampak negatif bagi penduduk sekitar. Berikut beberapa dampak negatif dari pencemaran sungai:

  • Sampah plastik yang tidak teruarai akan menyebabkan racun bagi hewan-hewan kecil yang hidup di sungai. Partikel plastik ini bisa dikonsumsi oleh zooplankton hingga hewan yang ada disekitar sungai, alhasil hewan-hewan tersebut dapat keracunan. Kondisi tersebut dapat membahayakan hewan-hewan yang ada di sungai.
  • Sampah-sampah yang menumpuk akan menarik hewan-hewan seperti lalat yang biasanya membawa penyakit. Penyakit yang ditimbulkan akibat tumpukan sampah tersebut diantaranya ialah kolera, demam berdarah, diare, jamur, hingga tifus.
  • Jika limbah pabrik masuk ke sungai, maka air sungai tidak bisa dimanfaatkan lagi oleh warga sekitar. Selain itu, ikan-ikan yang ada di sungai juga akan mati karena limbah pabrik tersebut.
  • Apabila limbah pabrik yang masuk ke sungai terminum manusia, maka dapat menyebabkan berbagai penyakit dan mengganggu organ manusia. Misalnya saja gangguan pada organ seperti ginjal, hati, dan yang lainnya.
  • Ketersediaan air bersih juga akan berkurang, alhasil warga sekitar sungai akan merasakan krisis air bersih.
  • Keindahan sungai juga menjadi terganggu akibat tumpukan sampah yang membuat kumuh.
  • Dampak yang terasa saat musim penghujan tiba ialah terjadinya banjir. Hampir setiap tahun warga sekitar yang tinggal di sekitaran sungai akan mengalami banjir akibat dari sungai yang terlalu banyak menampung sampah.
Tumpukan sampah yang mencemari sungai, Sumber: nasional.republika.co.id
Tumpukan sampah yang mencemari sungai, Sumber: nasional.republika.co.id

Mari cintai lingkungan dengan membuang sampah ke tempatnya, jangan membuangnya ke sembarang tempat apalagi membuangnya ke sungai. Hal tersebut akan memberikan dampak negatif bagi lingkungan yang pada akhirnya akan terjadi pencemaran yang merugikan semua pihak termasuk kita sendiri. Kita bisa membangun masa depan yang lebih cerah dengan bumi yang sehat dan lingkungan yang bebas dari pencemaran.

Mengelola Sampah Rumah Tangga, Bagaimana Caranya?

Ilustrasi sampah organik, Sumber: idntimes.com

Mengelola sampah rumah tangga yang baik dapat membantu menanggulangi masalah sampah. Di Indonesia sendiri, permasalahan sampah hingga saat ini masih menjadi fokus penting untuk segera diatasi. Untuk mengatasi sampah ini diperlukan kerja sama yang baik dari berbagai sektor. Sadar akan dampak negatif dari sampah perlu ditanamkan pada diri individu masing-masing.

Menurut data sampah rumah tangga di Indonesia 2020, persentasenya mencapai 37,3%. Data tersebut diperoleh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dilansir dari Databoks. Pada tahun 2020 data penyumbang sumber sampah terbanyak berasal dari aktivitas rumah tangga. Kemudian barulah disusul oleh pasar tradisional yang persentasenya menunjukan angka 16,4%.

Data tersebut menunjukkan bahwa tidak hanya permasalahan sampah di tempat wisata saja yang perlu ditangani, namun sampah rumah tangga penghasil sumber sampah terbesar juga butuh penanganan yang tepat. Sampah-sampah rumah tangga tersebut terdiri dari 2 tipe, yakni sampah organik dan sampah anorganik. Untuk membantu mengatasi sampah rumah tangga, Anda bisa mengelola sendiri di rumah.

Komposisi Sampah Nasional Berdasarkan Sumber Sampah (2020), Sumber: databoks.katadata.co.id
Komposisi Sampah Nasional Berdasarkan Sumber Sampah (2020), Sumber: databoks.katadata.co.id

Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari makhluk hidup dan sifatnya mudah terurai tanpa bantuan manusia. Terdapat 2 jenis sampah organik, yakni sampah organik basah dan sampah organik kering. Untuk mengelola sampah rumah tangga jenis ini, Anda bisa mendaur ulangnya jika dikelola dengan tepat. Berikut beberapa contoh sampah rumah tangga organik yang biasa ditemukan pada aktivitas sehari-hari meliputi:

  • Sisa-sisa makanan
  • Kulit buah yang masih mengandung kadar air
  • Kulit sayuran
  • Biji-bijian
  • Dedaunan dari pohon
  • Sisik ikan
  • Kayu
  • Kulit Telur
  • Kotoran hewan

Sampah anorganik atau non-organik merupakan sampah yang asalnya bukan dari makhluk hidup, sehingga sampah jenis ini sangat sulit untuk terurai dan perlu waktu yang lama untuk bisa terurai. Bahkan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk dapat terurai secara keseluruhan. Berikut beberapa contoh dari sampah anorganik yang biasa dijumpai pada aktivitas rumah tangga:

  • Plastik wadah makanan
  • Kaca
  • Kaleng
  • Botol plastik
  • Kertas karton
  • Mainan dari bahan plastik

Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga

Anda bisa membantu menanggulangi permasalahan sampah secara mandiri di rumah. Tidak memerlukan hal-hal yang rumit untuk pengelolaan sampah rumah tangga ini. Penasaran bagaimana cara mengelola limbah rumah tangga yang tepat dengan mudah? Simak penjelasan kami di bawah ini.

Pisahkan Sampah Organik dan Sampah Anorganik

Pengelolaan sampah rumah tangga yang benar adalah dengan memisahkan 2 tipe sampah yakni sampah organik dan anorganik. Anda bisa menyediakan 2 tempat sampah yang berbeda, edukasi keluarga Anda untuk membuang sampah menurut jenisnya. Berikan tulisan di tempat sampah tersebut agar lebih memudahkan untuk membedakan kedua jenis sampah.

Sampah anorganik biasanya banyak dihasilkan dari plastik yang digunakan untuk wadah makanan maupun belanjaan. Untuk mengurangi penggunaan plastik tersebut, Anda bisa menggunakan tas belanja pengganti plastik. Ada berbagai jenis tas belanja yang bukan berasal dari bahan plastik. Dengan demikian, Anda telah membantu untuk mengurangi penggunaan sampah plastik rumah tangga.

Ilustrasi sampah organik, Sumber: idntimes.com
Ilustrasi sampah organik, Sumber: idntimes.com

Mendaur Ulang Sampah

Cara pengelolaan sampah rumah tangga berikutnya dengan mendaur ulang sampah. Botol-botol plastik bekas dapat dimanfaatkan sebagai pot untuk tanaman. Kaleng dari bekas makanan dan minuman dapat dijadikan sebagai tempat pensil maupun perkakas lainnya. Anda juga bisa menyendirikan botol plastik yang kemudian nantinya diserahkan kepada bank sampah untuk di daur ulang.

Mengolah Sampah Organik Jadi Pupuk

Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman. Jika Anda tidak bisa membuat pupuk tersebut sendiri, Anda bisa menyalurkannya ke tempat pengolahan sampah organik. Pupuk dari sampah organik ini dapat memberikan manfaat bagi tanaman agar tumbuh subur. Meskipun sampah organik ini memiliki aroma yang kurang sedap, namun dapat memberikan manfaat yang luar biasa bagi lingkungan.

Baca juga: Upaya Pembangunan Pariwisata yang Berkelanjutan

Pisahkan Sampah yang Berpotensi Bahaya

Tips mengelola sampah rumah tangga berikutnya dengan memisahkan sampah yang berbahaya. Misalnya saja barang-barang elektronik yang sudah rusak, Anda bisa memisahkannya dengan sampah lainnya. Barang elektronik tersebut dapat Anda bawa ke tempat daur ulang, bahkan bisa Anda bawa ke pabriknya langsung untuk di daur ulang menjadi barang elektronik baru.

Mengurangi Penggunaan Sampah

Sebisa mungkin Anda dan keluarga mengurangi penggunaan sampah. Misalnya saja dari hal yang mudah yakni stop membeli air mineral dalam botol plastik dan lebih memilih untuk menggunakan botol minum yang bisa digunakan berkali-kali. Selain itu Anda juga bisa membeli lauk atau makanan dengan membawa wadah sendiri, sehingga tidak menghasilkan sampah plastik.

Menerapkan prinsip 3R juga diperlukan, yakni Reuse (penggunaan kembali), Reduce (mengurangi), dan Recycle (mendaur ulang). Meskipun terlihat sederhana, tapi pada kenyataannya penerapan ketiga prinsip tersebut masih sulit dilakukan oleh masyarakat hingga saat ini. Namun bukan berarti tidak mungkin jika kita mulai menerapkannya dari sekarang.

Sampah anorganik, Sumber: mesinpencacahplastik.id
Sampah anorganik, Sumber: mesinpencacahplastik.id

Perlu Anda ketahui bahwa Indonesia termasuk ke dalam penyumbang sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia. Data tersebut dilansir dari Tribun News yang diperoleh dari Jenna R. Jambeck di dalam artikel Plastic Waste Inputs From Land Into The Ocean tahun 2015. Mari bersama-sama membantu untuk menanggulangi sampah dengan mengurangi penggunaan plastik serta mengelola sampah rumah tangga secara mandiri.

Cintai lingkungan dengan membuang sampah ke tempatnya, jangan membuangnya ke sembarang tempat. Apalagi membuangnya ke sungai, hal tersebut akan memberikan dampak negatif bagi lingkungan. Pada akhirnya akan terjadi pencemaran yang merugikan semua pihak termasuk kita sendiri. Mari bangun masa depan yang cerah dengan bumi yang sehat dengan lingkungan yang bebas dari pencemaran.