Manfaat Membersihkan Sungai (Cintai Lingkungan)

Manfaat membersihkan sungai, Sumber: habib-geo.blogspot.com

Manfaat Membersihkan Sungai – Salah satu bentuk cinta terhadap lingkungan ialah dengan membersihkan sungai yang tercemar. Masih banyak sungai-sungai di Indonesia yang tercemar akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Sebenarnya jika kita lebih peka terhadap lingkungan, pencemaran tidak akan terjadi. Perlu dilakukan sesuatu sebagai solusi untuk hal tersebut, salah satunya dengan bersatu membersihkan kekacauan ini.

Karena sudah terlanjur terjadi pencemaran, maka salah satu hal yang bisa kita lakukan ialah dengan membersihkannya. Ada berbagai faktor yang menyebabkan pencemaran sungai, misalnya saja pembuangan limbah rumah tangga yang sembarangan. Sampah rumah tangga ini tidak hanya berasal dari rumah warga saja, namun juga dari aktivitas lainnya.

Misalnya saja aktivitas perkantoran, rumah makan, tempat rekreasi, hingga pasar. Limbah tersebut dapat berupa makanan sisa, plastik, air bekas cucian, dan lain sebagainya yang dibuang sembarangan di sungai. Alhasil jika sampah-sampah menumpuk lalu terjadi pencemaran, berbagai bencana seperti banjirpun dapat dengan mudah terjadi.

Manfaat membersihkan sungai, Sumber: habib-geo.blogspot.com
Manfaat membersihkan sungai, Sumber: habib-geo.blogspot.com

Manfaat Membersihkan Sungai

Sungai memiliki banyak sekali manfaat bagi kehidupan manusia, salah satunya sebagai sarana sanitasi. Jadi sudah sewajarnya kita peduli terhadap kebersihan dari sungai dan menjaganya agar tidak tercemar. Saat ini sudah banyak komunitas yang peduli terhadap lingkungan dan bergerak untuk membersihkan sampah-sampah di sungai. Berikut beberapa manfaat membersihkan sampah di sungai yang telah kami rangkum untuk Anda.

Meminimalisir Terjadinya Banjir

Banjir dapat terjadi akibat luapan sungai yang tersumbat oleh tumpukan sampah yang dibuang sembarangan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Dengan membersihkan sungai dengan bergotong royong dapat membantu mengurangi risiko terjadinya banjir. Kesadaran terhadap buang sampah pada tempatnya masih perlu diupayakan lagi, supaya masyarakat lebih peduli dengan lingkungan sekitar.

Untuk mengurangi penggunaan sampah plastik, Anda juga bisa menggunakan tas belanja pengganti plastik. Karena sampah plastik merupakan sampah yang sulit terurai, jadi Anda bisa mengurangi penggunaan sampah plastik tersebut.

Menjaga Ekosistem Sungai

Membersihkan sungai juga membawa manfaat untuk ekosistem sungai. Banyak hewan-hewan yang tinggal di sekitar sungai yang perlu dijaga dan dilindungi. Jika sampah-sampah yang ada di sungai termakan oleh hewan tersebut, maka dapat menyebabkan keracunan. Dampak membersihkan sungai juga dapat dirasakan oleh warga sekitar yang perekonomiannya tergantung dengan sungai, misalnya saja mencari ikan untuk dijual atau dimakan sendiri.

Sebagai Tempat Wisata

Jika sungai sudah bersih dari sampah-sampah yang mencemari, maka sungai bisa dijadikan sebagai tempat wisata. Pengunjung dapat menikmati liburan dengan menghabiskan waktu disungai. Misalnya saja dengan memancing, menaiki perahu, melihat pemandangan di pinggir sungai, bahkan yang lainnya.

Hal tersebut bisa menjadi penambah pendapatan bagi warga sekitar. Namun tetap dengan menjaga kebersihan di sekitar sungai. Warga bisa menyediakan berbagai fasilitas yang menunjang seperti tempat sampah untuk membuang sampah. Jadi warga bisa menjaga sungai dengan membuang sampah pada tempatnya.

Upaya warga untuk membersihkan sungai, Sumber: goodnewsfromindonesia.id
Upaya warga untuk membersihkan sungai, Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Meminimalisir Gangguan Kesehatan Warga Sekitar

Sungai yang kotor dan kumuh, dapat mengundang berbagai penyakit bagi warganya. Hal itu bisa dikarenakan hewan-hewan seperti lalat yang hinggap di sampah lalu hinggap ke makanan yang dikonsumsi warga. Lalat yang hinggap di makanan akan membawa penyakit seperti diare. Dengan membersihkan sungai, maka kita bisa membantu menjaga kesehatan masyarakat.

Tercukupi Air Bersih

Manfaat dari membersihkan sungai selanjutnya ialah membantu warga sekitar untuk mencukupi ketersediaan air bersih. Sungai yang bersih tentu saja akan menciptakan aliran air yang lebih bersih. Selain warga sekitar yang terbantu, tumbuhan yang ada di sekitar sungai juga ikut terbantu. Karena kualitas air yang baik dapat mempengaruhi kualitas tanah, sehingga membuat tanaman menjadi subur.

Baca juga: Mengintip Permasalahan Sampah di Tempat Wisata

Dampak Tidak Membersihkan Sungai

Setelah Anda mengetahui apa saja manfaat dari membersihkan sungai, sekarang waktunya Anda mengetahui apa saja dampak tidak membersihkan sungai. Apabila dibiarkan terus menerus, sungai akan semakin tercemar dan membawa dampak negatif bagi penduduk sekitar. Berikut beberapa dampak negatif dari pencemaran sungai:

  • Sampah plastik yang tidak teruarai akan menyebabkan racun bagi hewan-hewan kecil yang hidup di sungai. Partikel plastik ini bisa dikonsumsi oleh zooplankton hingga hewan yang ada disekitar sungai, alhasil hewan-hewan tersebut dapat keracunan. Kondisi tersebut dapat membahayakan hewan-hewan yang ada di sungai.
  • Sampah-sampah yang menumpuk akan menarik hewan-hewan seperti lalat yang biasanya membawa penyakit. Penyakit yang ditimbulkan akibat tumpukan sampah tersebut diantaranya ialah kolera, demam berdarah, diare, jamur, hingga tifus.
  • Jika limbah pabrik masuk ke sungai, maka air sungai tidak bisa dimanfaatkan lagi oleh warga sekitar. Selain itu, ikan-ikan yang ada di sungai juga akan mati karena limbah pabrik tersebut.
  • Apabila limbah pabrik yang masuk ke sungai terminum manusia, maka dapat menyebabkan berbagai penyakit dan mengganggu organ manusia. Misalnya saja gangguan pada organ seperti ginjal, hati, dan yang lainnya.
  • Ketersediaan air bersih juga akan berkurang, alhasil warga sekitar sungai akan merasakan krisis air bersih.
  • Keindahan sungai juga menjadi terganggu akibat tumpukan sampah yang membuat kumuh.
  • Dampak yang terasa saat musim penghujan tiba ialah terjadinya banjir. Hampir setiap tahun warga sekitar yang tinggal di sekitaran sungai akan mengalami banjir akibat dari sungai yang terlalu banyak menampung sampah.
Tumpukan sampah yang mencemari sungai, Sumber: nasional.republika.co.id
Tumpukan sampah yang mencemari sungai, Sumber: nasional.republika.co.id

Mari cintai lingkungan dengan membuang sampah ke tempatnya, jangan membuangnya ke sembarang tempat apalagi membuangnya ke sungai. Hal tersebut akan memberikan dampak negatif bagi lingkungan yang pada akhirnya akan terjadi pencemaran yang merugikan semua pihak termasuk kita sendiri. Kita bisa membangun masa depan yang lebih cerah dengan bumi yang sehat dan lingkungan yang bebas dari pencemaran.

Mengelola Sampah Rumah Tangga, Bagaimana Caranya?

Ilustrasi sampah organik, Sumber: idntimes.com

Mengelola sampah rumah tangga yang baik dapat membantu menanggulangi masalah sampah. Di Indonesia sendiri, permasalahan sampah hingga saat ini masih menjadi fokus penting untuk segera diatasi. Untuk mengatasi sampah ini diperlukan kerja sama yang baik dari berbagai sektor. Sadar akan dampak negatif dari sampah perlu ditanamkan pada diri individu masing-masing.

Menurut data sampah rumah tangga di Indonesia 2020, persentasenya mencapai 37,3%. Data tersebut diperoleh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dilansir dari Databoks. Pada tahun 2020 data penyumbang sumber sampah terbanyak berasal dari aktivitas rumah tangga. Kemudian barulah disusul oleh pasar tradisional yang persentasenya menunjukan angka 16,4%.

Data tersebut menunjukkan bahwa tidak hanya permasalahan sampah di tempat wisata saja yang perlu ditangani, namun sampah rumah tangga penghasil sumber sampah terbesar juga butuh penanganan yang tepat. Sampah-sampah rumah tangga tersebut terdiri dari 2 tipe, yakni sampah organik dan sampah anorganik. Untuk membantu mengatasi sampah rumah tangga, Anda bisa mengelola sendiri di rumah.

Komposisi Sampah Nasional Berdasarkan Sumber Sampah (2020), Sumber: databoks.katadata.co.id
Komposisi Sampah Nasional Berdasarkan Sumber Sampah (2020), Sumber: databoks.katadata.co.id

Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari makhluk hidup dan sifatnya mudah terurai tanpa bantuan manusia. Terdapat 2 jenis sampah organik, yakni sampah organik basah dan sampah organik kering. Untuk mengelola sampah rumah tangga jenis ini, Anda bisa mendaur ulangnya jika dikelola dengan tepat. Berikut beberapa contoh sampah rumah tangga organik yang biasa ditemukan pada aktivitas sehari-hari meliputi:

  • Sisa-sisa makanan
  • Kulit buah yang masih mengandung kadar air
  • Kulit sayuran
  • Biji-bijian
  • Dedaunan dari pohon
  • Sisik ikan
  • Kayu
  • Kulit Telur
  • Kotoran hewan

Sampah anorganik atau non-organik merupakan sampah yang asalnya bukan dari makhluk hidup, sehingga sampah jenis ini sangat sulit untuk terurai dan perlu waktu yang lama untuk bisa terurai. Bahkan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk dapat terurai secara keseluruhan. Berikut beberapa contoh dari sampah anorganik yang biasa dijumpai pada aktivitas rumah tangga:

  • Plastik wadah makanan
  • Kaca
  • Kaleng
  • Botol plastik
  • Kertas karton
  • Mainan dari bahan plastik

Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga

Anda bisa membantu menanggulangi permasalahan sampah secara mandiri di rumah. Tidak memerlukan hal-hal yang rumit untuk pengelolaan sampah rumah tangga ini. Penasaran bagaimana cara mengelola limbah rumah tangga yang tepat dengan mudah? Simak penjelasan kami di bawah ini.

Pisahkan Sampah Organik dan Sampah Anorganik

Pengelolaan sampah rumah tangga yang benar adalah dengan memisahkan 2 tipe sampah yakni sampah organik dan anorganik. Anda bisa menyediakan 2 tempat sampah yang berbeda, edukasi keluarga Anda untuk membuang sampah menurut jenisnya. Berikan tulisan di tempat sampah tersebut agar lebih memudahkan untuk membedakan kedua jenis sampah.

Sampah anorganik biasanya banyak dihasilkan dari plastik yang digunakan untuk wadah makanan maupun belanjaan. Untuk mengurangi penggunaan plastik tersebut, Anda bisa menggunakan tas belanja pengganti plastik. Ada berbagai jenis tas belanja yang bukan berasal dari bahan plastik. Dengan demikian, Anda telah membantu untuk mengurangi penggunaan sampah plastik rumah tangga.

Ilustrasi sampah organik, Sumber: idntimes.com
Ilustrasi sampah organik, Sumber: idntimes.com

Mendaur Ulang Sampah

Cara pengelolaan sampah rumah tangga berikutnya dengan mendaur ulang sampah. Botol-botol plastik bekas dapat dimanfaatkan sebagai pot untuk tanaman. Kaleng dari bekas makanan dan minuman dapat dijadikan sebagai tempat pensil maupun perkakas lainnya. Anda juga bisa menyendirikan botol plastik yang kemudian nantinya diserahkan kepada bank sampah untuk di daur ulang.

Mengolah Sampah Organik Jadi Pupuk

Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman. Jika Anda tidak bisa membuat pupuk tersebut sendiri, Anda bisa menyalurkannya ke tempat pengolahan sampah organik. Pupuk dari sampah organik ini dapat memberikan manfaat bagi tanaman agar tumbuh subur. Meskipun sampah organik ini memiliki aroma yang kurang sedap, namun dapat memberikan manfaat yang luar biasa bagi lingkungan.

Baca juga: Upaya Pembangunan Pariwisata yang Berkelanjutan

Pisahkan Sampah yang Berpotensi Bahaya

Tips mengelola sampah rumah tangga berikutnya dengan memisahkan sampah yang berbahaya. Misalnya saja barang-barang elektronik yang sudah rusak, Anda bisa memisahkannya dengan sampah lainnya. Barang elektronik tersebut dapat Anda bawa ke tempat daur ulang, bahkan bisa Anda bawa ke pabriknya langsung untuk di daur ulang menjadi barang elektronik baru.

Mengurangi Penggunaan Sampah

Sebisa mungkin Anda dan keluarga mengurangi penggunaan sampah. Misalnya saja dari hal yang mudah yakni stop membeli air mineral dalam botol plastik dan lebih memilih untuk menggunakan botol minum yang bisa digunakan berkali-kali. Selain itu Anda juga bisa membeli lauk atau makanan dengan membawa wadah sendiri, sehingga tidak menghasilkan sampah plastik.

Menerapkan prinsip 3R juga diperlukan, yakni Reuse (penggunaan kembali), Reduce (mengurangi), dan Recycle (mendaur ulang). Meskipun terlihat sederhana, tapi pada kenyataannya penerapan ketiga prinsip tersebut masih sulit dilakukan oleh masyarakat hingga saat ini. Namun bukan berarti tidak mungkin jika kita mulai menerapkannya dari sekarang.

Sampah anorganik, Sumber: mesinpencacahplastik.id
Sampah anorganik, Sumber: mesinpencacahplastik.id

Perlu Anda ketahui bahwa Indonesia termasuk ke dalam penyumbang sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia. Data tersebut dilansir dari Tribun News yang diperoleh dari Jenna R. Jambeck di dalam artikel Plastic Waste Inputs From Land Into The Ocean tahun 2015. Mari bersama-sama membantu untuk menanggulangi sampah dengan mengurangi penggunaan plastik serta mengelola sampah rumah tangga secara mandiri.

Cintai lingkungan dengan membuang sampah ke tempatnya, jangan membuangnya ke sembarang tempat. Apalagi membuangnya ke sungai, hal tersebut akan memberikan dampak negatif bagi lingkungan. Pada akhirnya akan terjadi pencemaran yang merugikan semua pihak termasuk kita sendiri. Mari bangun masa depan yang cerah dengan bumi yang sehat dengan lingkungan yang bebas dari pencemaran.

Stop Plastik! Gunakan Tas Belanja Ini Sebagai Pengganti

Pengganti kantong plastik dari singkong, Sumber: wiken.grid.id

Jika dilihat dari banyaknya sampah plastik, dapat disimpulkan bahwa penggunaan tas belanja sebagai pengganti kantong plastik masih kurang. Bila dibiarkan saja tanpa ada upaya untuk pencegahannya, penumpukan sampah plastik ini akan menjadi masalah yang serius. Masalah yang akan terjadi bukan hanya menyangkut manusia saja, namun juga seluruh ekosistem yang ada di bumi.

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dilansir dari Databoks, sumber sampah terbanyak yang disumbangkan Indonesia tahun 2020 berasal dari aktivitas rumah tangga. Persentasenya mencapai 37,3% yang kemudian disusul oleh pasar tradisional yang persentasenya mencapai 16,4%.

Pemerintah terus berupaya untuk mengendalikan permasalahan sampah ini, agar tidak terjadi masalah yang lebih serius di masa yang akan datang. Terlebih sampah plastik yang sulit diurai. Namun upaya pemerintah ini juga harus didukung oleh berbagai pihak. Mulai dari masyarakat, pelaku bisnis, dan yang lainnya. Salah satu upayanya dengan menggunakan tas belanja ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik.

Komposisi Sampah Nasional Berdasarkan Sumber Sampah (2020), Sumber: databoks.katadata.co.id
Komposisi Sampah Nasional Berdasarkan Sumber Sampah (2020), Sumber: databoks.katadata.co.id

Begitu juga untuk lingkup pariwisata, karena hingga saat ini masalah sampah di tempat wisata masih belum teratasi secara maksimal. Padahal sektor wisata merupakan salah satu sektor yang penting untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga masalah sampah ini harus segera diatasi agar tidak mengganggu kegiatan pariwisata.

Untuk membantu menjamin kelestarian lingkungan pada dunia pariwisata, perlu menggunakan konsep pariwisata berkelanjutan. Konsep ini memperhitungkan dengan baik seluruh dampak mulai dari lingkungan, sosial, dan ekonomi. Perhitungan dampak tersebut untuk masa ini hingga di masa depan. Maka dari itu diperlukan penerapan konsep ini untuk menekan dampak negatif dari pengembangan pariwisata.

Tas Belanja Pengganti Kantong Plastik

Untuk membantu mengurangi penggunaan kantong plastik (kresek), maka diperlukan alternatifnya. Anda bisa menggunakan berbagai tas ramah lingkungan untuk meletakkan belanjaan, sehingga tidak perlu menggunakan kantong plastik lagi. Berikut rekomendasi beberapa jenis tas belanja pengganti plastik yang telah kami rangkumkan untuk Anda.

1. Tote Bag sebagai Pengganti Plastik

Tote bag pengganti plastik sudah mulai digunakan banyak orang. Tas ini juga sering dikenal dengan sebutan tas kanvas. Ada berbagai motif lucu yang bisa Anda pilih. Selain menjadi tas belanja, banyak yang menggunakan tote bag untuk berbagai kegiatan. Misalnya saja untuk pergi ke kampus bagi kalangan mahasiswa.

Tote bag, Sumber: williamgee.co.uk
Tote bag, Sumber: williamgee.co.uk

2. Tas Model Jaring

Tas pengganti kantong plastik berikutnya ialah tas dengan model jaring-jaring. Biasanya tas model ini lebih sering digunakan untuk belanja buah-buahan ataupun sayuran yang berukuran besar. Karena modelnya jaring-jaring yang memiliki lubang, jadi tas ini tidak dapat digunakan untuk belanja kebutuhan yang memiliki ukuran kecil.

Tas belanja jaring-jaring, Sumber: shopee.co.id
Tas belanja jaring-jaring, Sumber: shopee.co.id

3. Paper Bag

Paper bag ini biasa dijumpai pada toko-toko baju. Jika Anda memiliki bisnis di bidang fashion, maka bisa menggunakan paper bag sebagai pengganti kantong plastik. Tas ini juga memiliki tampilan yang lebih eksklusif daripada kantong plastik. Anda juga bisa mencetak dengan menampilkan logo perusahaan pada permukaan paper bag sebagai branding.

Paper bag pengganti kantong plastik, Sumber: blibli.com
Paper bag pengganti kantong plastik, Sumber: blibli.com

4. Tas Belanja Lipat

Tas belanja pengganti plastik berikutnya terbuat dari bahan parasut, sehingga dapat dilipat dan dibawa kemana saja dengan mudah. Model dan motif yang ditawarkan oleh tas lipat ini snagat beragam, jadi Anda dapat memilihnya seusai dengan motif kesukaan. Tas belanja ini juga bisa Anda bawa dengan mudah karena tidak akan memakan banyak tempat.

Tas belanja lipat, Sumber: bukalapak.com
Tas belanja lipat, Sumber: bukalapak.com

5. Tas Anyaman

Tas anyaman sudah ada sejak zaman dahulu dan digunakan untuk berbelanja. Namun banyak yang menganggap tas ini memiliki model yang sudah jadul, sehingga sudah jarang yang menggunakannya. Tetapi jangan salah, seiring perkembangannya tas anyaman ini telah berubah. Saat ini banyak tas anyaman yang memiliki model yang cantik dan lebih fashionable.

Baca juga: Melestarikan Alam Sekitar (Upaya Pengembangan Pariwisata)

Tas pengganti kresek ini dapat digunakan berkali-kali, sehingga tidak mencemari lingkungan. Terbuat dari bahan yang kuat untuk mengangkut banyak barang belanjaan Anda. Daripada menggunakan kantong plastik yang dapat merusak lingkungan, lebih baik beralih ke tas anyaman yang cantik ini bukan?

Tas belanja dari anyaman, Sumber: tokopedia.com
Tas belanja dari anyaman, Sumber: tokopedia.com

6. Tas dari Kaos Daur Ulang

Punya kaos bekas yang sudah tidak dipakai? Daripada dibuang, lebih baik dimanfaatkan sebagai tas belanja. Banyak tutorial yang bisa Anda ikuti untuk pembuatannya di internet. Bahkan tas dari kaos ini juga bisa dijadikan sebagai ide bisnis yang bisa menghasilkan tambahan pendapatan.

Tas dari kaos daur ulang, Sumber: hipwee.com
Tas dari kaos daur ulang, Sumber: hipwee.com

7. Tas Belanja Pengganti Plastik dari Karung Goni

Karung goni biasanya digunakan sebagai wadah untuk berbagai produk pertanian (kentang, ketela, dan yang lainnya). Namun ternyata inovasi terbaru dari karung goni, dapat dijadikan sebagai tas belanja yang cantik. Anda bisa menggunakan tas ini sebagai pengganti kantong plastik yang ramah lingkungan.

Tas karung goni, Sumber: ngopibareng.id
Tas karung goni, Sumber: ngopibareng.id

8. Tas Spunbond

Tas spunbond ini terbuat dari bahan kain sintetis. Jenis tas ini juga sudah mulai banyak ditemukan di pasaran sebagai tas belanja pengganti plastik. Walaupun memiliki tekstur yang kaku, tas ini tetap nyaman digunakan sebagai wadah untuk berbagai belanjaan Anda.

Tas spunbond, Sumber: m.tjetak.com
Tas spunbond, Sumber: m.tjetak.com

9. Plastik dari Singkong

Akibat penggunaan kantong plastik yang masih sulit diatasi, banyak yang melakukan berbagai inovasi. Salah satunya adalah terciptanya pengganti plastik yang terbuat dari singkong. Jika dilihat secara kasat mata, kantong ini seperti plastik yang terbuat dari bahan kimia. Namun sebenarnya ini adalah plastik yang terbuat dari singkong, yang diklaim lebih ramah lingkungan.

Plastik singkong ini mudah larut di dalam air, tapi tidak perlu khawatir jika terkena air hujan. Karena plastik ramah lingkungan ini akan larut di dalam air pada suhu tertentu. Kantong ini dapat dijadikan sebagai alternatif dari penggunaan kantong plastik berbahan kimia, jadi akan lebih ramah lingkungan.

Pengganti kantong plastik dari singkong, Sumber: wiken.grid.id
Pengganti kantong plastik dari singkong, Sumber: wiken.grid.id

Mari ciptakan lingkungan yang lebih sehat dengan menekan penggunaan kantong plastik di kehidupan sehari-hari. Melalui langkah ini kita telah berupaya bersama-sama untuk menyelamatkan bumi di masa yang akan datang. Mulai dari diri sendiri sadar akan bahaya sampah plastik yang mengintai keselamatan. Jika tidak mulai dari sekarang, kapan lagi?

Mengintip Permasalahan Sampah di Tempat Wisata

Ilustrasi sampah yang ada di laut, Sumber : kieraha.com

Permasalahan sampah di tempat wisata dari dulu hingga saat ini masih menjadi topik hangat di dunia pariwisata. Dampak dari penumpukan sampah di area wisata dirasakan oleh lingkungan sekitar. Mulai dari pencemaran ekosistem laut, pencemaran udara, hingga berdampak langsung pada kesehatan manusia. Jika sampah-sampah tersebut hanya didiamkan saja, maka akan berdampak buruk di masa yang akan datang.

Jika dilihat dalam Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan telah disebutkan, bahwa setiap orang berkewajiban untuk menjaga dan melestarikan daya tarik wisata. Selain itu, setiap orang juga berkewajiban untuk ikut serta membantu terciptanya suasana aman, tertib, bersih, berperilaku santun, dan menjaga kelestarian lingkungan destinasi pariwisata.

Jadi sudah jelas bahwa setiap orang termasuk wisatawan, warga sekitar, maupun pengelola wisata tersebut wajib untuk menjaga kelestarian lingkungan. Jika sampah di tempat wisata dibiarkan menumpuk, maka akan mencemari lingkungan. Bahkan sudah ada beberapa destinasi wisata di Indonesia yang rusak akibat hal tersebut.

Pantai Kuta Bali yang dipenuhi sampah, Sumber : bali.antaranews.com
Pantai Kuta Bali yang dipenuhi sampah, Sumber : bali.antaranews.com

Seperti yang telah diketahui bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang paling penting bagi Indonesia. Untuk menciptakan pariwisata yang dapat menjamin kelestarian alam dan budaya, maka diperlukan konsep pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism). Apa itu pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism)?

Pariwisita berkelanjutan merupakan konsep pariwisata yang memperhitungkan seluruh dampak dari segi ekonomi, lingkungan, serta sosial. Baik untuk masa kini ataupun dimasa yang akan datang. Sehingga tidak hanya berdampak pada ekonomi saja, namun juga dapat menjamin kelestarian lingkungan dari tempat wisata.

Dampak Sampah Plastik

Di tempat wisata banyak ditemukan tumpukan sampah plastik yang digunakan oleh para wisatawan. Plastik merupakan barang yang sulit sekali untuk di daur ulang, butuh ratusan tahun lamanya agar dapat terurai. Walaupun pada akhirnya terurai, plastik tersebut tidak dapat terurai secara sempurna melainkan akan menjadi potongan mikroskopis. Berikut dampak dari sampah plastik.

1. Pencemaran Udara

Di dalam kandungannya, plastik terdapat zat beracun yang apabila dilepaskan ke tanah saat kantong plastik rusak akibat terpapar sinar matahari ataupun sampah plastik tersebut dibakar, maka akan melepaskan zat beracun berbahaya ke udara. Sehingga dapat menyebabkan polusi udara yang mengganggu kualitas udara di lingkungan tersebut.

Udara yang dihasilkan oleh pembakaran sampah plastik dapat dengan mudah terhirup oleh manusia. Jika dibiarkan terus-menerus, akan berdampak serius pada kesehatan. Sehingga dapat menyebabkan berbagai penyakit karena kandungan dari zat beracun plastik tersebut.

Ilustrasi pembakaran sampah, Sumber : sains.kompas.com
Ilustrasi pembakaran sampah, Sumber : sains.kompas.com

2. Pencemaran Laut

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya merupakan lautan. Bahkan keindahan laut di Indonesia menarik banyak wisatawan asing untuk mengunjungi Indonesia. Misalnya saja pulau Bali yang merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang menarik banyak wisatawan asing untuk datang berkunjung.

Banyaknya wisatawan asing maupun lokal tidak hanya meningkatkan perekonomian suatu negara, namun juga terdapat salah satu dampak yang dikhawatirkan yakni penumpukan sampah. Semakin banyak wisatawan yang tidak mempedulikan lingkungan, maka akan semakin banyak pula tempat wisata yang tercemar akibat sampah tersebut.

Bahkan menurut Data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa terdapat sekitar 64 juta ton sampah plastik yang dihasilkan oleh Indonesia per tahunnya. Bahkan mencapai angka 3,2 juta ton sampah plastik yang telah dibuang ke laut. Hal tersebutlah yang dapat membuat ekosistem laut terganggu dan tercemar akibat sampah.

Makhluk hidup yang ada di laut banyak yang mengonsumsi sampah karena berpikir bahwa sampah-sampah tersebut merupakan makanan mereka. Mulai dari ikan-ikan kecil hingga ikan besar juga memakan sampah-sampah yang dibuang ke laut tersebut. Sehingga banyak makhluk hidup di laut yang mati akibat teracuni zat beracun dari kandungan sampah plastik.

Ilustrasi sampah yang ada di laut, Sumber : kieraha.com
Ilustrasi sampah yang ada di laut, Sumber : kieraha.com

3. Terganggunya Kesehatan Manusia

Setelah mencemari udara dan laut, sampah plastik juga akan mengganggu kesehatan manusia. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa sampah plastik terdapat kandungan zat beracun di dalamnya. Jika zat beracun tersebut masuk ke dalam tubuh manusia, maka tentu saja akan mempengaruhi kesehatan.

Misalnya saja saat Anda mengonsumsi ikan laut yang tanpa disadari telah mengonsumsi sampah plastik, maka secara tidak sengaja Anda juga ikut mengonsumsi zat beracun dari plastik tersebut. Selain itu pembakaran sampah plastik yang terjadi disekitar Anda, kemudian secara tidak sengaja terhirup maka juga akan menggangu kesehatan Anda.

Ilustrasi mengganggu kesehatan, Sumber : klikdokter.com
Ilustrasi mengganggu kesehatan, Sumber : klikdokter.com

Upaya Mengurangi Sampah di Destinasi Wisata

Untuk mengurangi penumpukan plastik di tempat wisata, perlu dilakukan kerja sama yang baik antara wisatawan, pihak pengelola tempat wisata, maupun pemerintah. Sehingga dapat meminimalisir dampak pencemaran lingkungan akibat tumpukan sampah yang diakibatkan para wisatawan di lokasi wisata. Apalagi saat ini wisata di Indonesia sudah mulai berangsur pulih kembali pasca pandemi covid-19 yang sempat melumpuhkan sektor pariwisata.

1. Tersedianya Tempat Sampah

Untuk meminimalisir wisatawan membuang sampah secara sembarangan, pihak pengelola tempat wisata harus menyediakan tempat sampah yang cukup dan mudah di temukan oleh wisatawan. Setidaknya terdapat 2 macam tempat sampah yang disediakan, yakni tempat sampah organik dan tempat sampah anorganik. Tujuannya agar lebih memudahkan pada saat memilah sampah-sampah tersebut.

2. Mengurangi Penggunaan Plastik

Perlu diadakan penyuluhan kembali terkait dampak dari penggunaan plastik terhadap lingkungan. Untuk wisatawan yang pergi berlibur diharapkan membawa wadah makan serta wadah minum yang bisa digunakan kembali. Selain itu perlu juga untuk membawa tas kain yang bisa dijadikan sebagai pengganti kantong plastik, sehingga dapat mengurangi penggunaan plastik.

Data kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, Sumber : databoks.katadata.co.id
Data kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, Sumber : databoks.katadata.co.id

3. Mengurangi Penggunaan Sedotan Plastik

Berdasarkan data dari The World Bank tahun 2018 di Indonesia sendiri memberikan kontribusi sampah yang dibuang ke laut sekitar 3,2 juta ton dengan jenis sampah yakni sedotan plastik. Oleh sebab itu, untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan di laut maka diperlukan edukasi untuk para wisatawan agar mengurangi penggunaaan sedotan plastik.

Itulah beberapa informasi mengenai permasalahan sampah di tempat wisata, siapapun itu berkewajiban untuk menjaga kelestarian lingkungan. Ikutilah anjuran pemerintah untuk membuang sampah pada tempatnya serta mengurangi penggunaan plastik. Mari bersama-sama ciptakan lingkungan yang nyaman, aman, dan sehat.