7 Tips Mencegah Kebakaran Gedung, Antisipasi Paling Ampuh

Mencegah kebakaran gedung, Sumber: kfmap.asia

Kebakaran adalah peristiwa yang bisa terjadi kapan dan dimana saja, termasuk di bangunan gedung. Kebakaran sendiri dapat mengakibatkan kerugian material bahkan menelan korban jiwa. Itulah mengapa, setiap orang perlu tahu cara mencegah kebakaran gedung untuk meminimalisir kerugian yang ditimbulkan.

Rasanya, kebakaran yang kerap terjadi pada gedung-gedung seperti pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, dan sejenisnya sudah banyak terjadi. Dimana tidak jarang kasus kebakaran gedung ini menimbulkan dampak negatif tidak hanya bagi penghuni bangunan bahkan bagi orang-orang di sekitarnya. 

Di Jakarta misalnya, menurut data dari pemadam.jakarta.go.id tercatat sepanjang tahun 2023 telah terjadi kurang lebih 2.286 kasus kebakaran yang didominasi kebakaran gedung dan pemukiman warga. Dari data tersebut, sudah bisa dibayangkan berapa banyak kerugian yang dialami. 

Sejatinya banyak faktor yang menjadi penyebab kebakaran gedung, dimana listrik masih menjadi penyebab utama dalam hal ini. Kemudian disusul dengan faktor-faktor teknis lainnya bahkan faktor human error juga menyumbang peran sebagai salah satu penyebab kebakaran.

Jika sudah begini pencegahan sangat perlu dilakukan agar tidak ada lagi kerugian yang ditimbulkan dan tidak ada lagi korban jiwa berjatuhan. Karena seperti yang kita tahu, mencegah lebih baik daripada mengobati. Itulah mengapa, setiap orang perlu tahu cara mencegah kebakaran gedung, meskipun basic pencegahannya saja.

Tips Mencegah Kebakaran di Dalam Bangunan Gedung

Kebakaran gedung, Sumber: aljazeera.com
Kebakaran gedung, Sumber: aljazeera.com

Dengan melakukan pencegahan dan langkah antisipasi, potensi kebakaran yang besar bisa diatasi sesegera dan sedini mungkin. Sehingga meskipun terdapat kerugian, kerugian yang ditimbulkan tidak begitu besar. Di bawah ini adalah beberapa tips mencegah kebakaran gedung yang bisa dilakukan, meliputi: 

1. Menyediakan Sistem Deteksi dan Sistem Proteksi Kebakaran

Tips satu ini adalah yang paling utama, yaitu dengan menyediakan sistem deteksi dan sistem proteksi kebakaran di dalam bangunan gedung. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kebakaran ini adalah peristiwa yang bisa terjadi kapan saja dan tidak bisa diprediksi.

Itulah mengapa setiap bangunan gedung wajib memiliki alat deteksi kebakaran. Karena alat atau sistem deteksi ini akan menjadi sinyal tanda bahaya dan peringatan dini ketika terdeteksi adanya sumber api maupun asap dalam gedung yang berpotensi kebakaran.

Di samping itu, bangunan gedung juga wajib memiliki setidaknya Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Bahkan bisa juga melengkapinya dengan sistem proteksi kebakaran lainnya seperti fire hydrant dan fire sprinkler.

Alat-alat inilah yang nantinya bisa digunakan untuk memadamkan api sebelum api membesar dan melebar ke seluruh penjuru bangunan. Satu yang perlu diingat, letakkan peralatan proteksi kebakaran ini di tempat yang mudah dijangkau dan bebas dari sesuatu yang bisa menghalangi pergerakan untuk mengambilnya.

2. Melakukan Perawatan Sistem Pemadam Kebakaran Secara Berkala

Perawatan Sistem Pemadam Kebakaran, Sumber: firecek.com
Perawatan Sistem Pemadam Kebakaran, Sumber: firecek.com

Rutin melakukan inspeksi dan perawatan secara berkala pada sistem proteksi kebakaran juga menjadi langkah preventif yang harus dilakukan untuk menghindari terjadinya kebakaran. gedung.

Ya, bagaimanapun alat yang dibuat oleh manusia bisa saja mengalami kerusakan atau turun fungsi. Jika sudah demikian, tidak menutup kemungkinan alat tidak bisa memberikan manfaat secara optimal ketika benar-benar dibutuhkan, dan berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih besar.

Oleh sebab itu, jadwalkan perawatan sistem proteksi kebakaran secara rutin guna memastikan semua peralatan yang ada di dalam gedung bisa beroperasi secara maksimal. Bisa menjadwalkan harian, mingguan, dan bulanan, sesuaikan saja dengan kebutuhan alatnya.

3. Pemeliharaan Peralatan dalam Bangunan

Selain melakukan perawatan pada sistem proteksi kebakaran, Anda juga perlu melakukan pemeliharaan rutin terhadap peralatan yang ada dalam bangunan. Hal ini mencakup pemeriksaan terhadap aliran listrik, peralatan listrik, peralatan dapur, sampai semua peralatan elektronik yang digunakan.

Pemeriksaan rutin untuk semua peralatan yang ada dalam bangunan ini perlu dilakukan demi mencegah kebakaran gedung yang mungkin saja bisa terjadi akibat kerusakan yang ditimbulkan dari peralatan-peralatan tersebut. Jadi, jika dirasa terdapat kerusakan yang berpotensi menyebabkan kebakaran, perbaiki sesegera mungkin.

4. Menyediakan Smoking Area

Smoking room, Sumber: Perawatan Sistem Pemadam Kebakaran, Sumber: wikipedia.com
Smoking room, Sumber: Perawatan Sistem Pemadam Kebakaran, Sumber: wikipedia.com

Tips selanjutnya yang tidak kalah penting adalah dengan menyediakan smoking area di area gedung. Mungkin bagi sebagian orang area ini terkesan sepele, karena merokok bisa dilakukan dimana saja. Padahal justru keberadaannya memainkan peranan penting dalam mencegah kebakaran bangunan.

Jika terdapat smoking area, mereka akan merokok di tempat yang semestinya dan tidak sembarangan merokok di dalam gedung yang mungkin di dalamnya terdapat berbagai elemen mudah terbakar. Hal ini akan menjaga bangunan dari potensi kebakaran yang disebabkan oleh rokok atau puntung rokok.

5. Sistem Pembuangan yang Benar

Menyediakan sistem pembuangan yang memadai di area bangunan gedung juga menjadi tips penting dalam upaya mencegah kebakaran. Sediakan beberapa tempat pembuangan untuk membuang sampah atau limbah sesuai klasifikasinya. Karena jika dibuang dalam satu tempat, berpotensi dapat memicu terjadinya kebakaran. 

Misalnya, jika hanya terdapat satu tempat pembuangan kemudian digunakan untuk membuang puntung rokok, kertas, plastik, atau zat kimia mudah terbakar lain. Hal ini dapat membuat sampah-sampah tersebut akan tersambar api dari puntung rokok dan menyebabkan kebakaran.

6. Memastikan Tempat Penyimpanan Aman

Apabila di dalam bangunan terdapat bahan kimia, bahan mudah terbakar, atau zat berbahaya lainnya, pastikan semua bahan tersebut disimpan dalam tempat atau penyimpanan yang benar-benar aman.

Pastikan bahwa semuanya tersimpan dalam area penyimpanan yang kering, aman, memiliki ventilasi memadai, dan pastinya ruangan yang tidak mudah terbakar. Karena jika disimpan secara sembarangan, ketika terdapat percikan api di dekatnya semua bahan tersebut akan turut tersambar dan terbakar.

7. Mengadakan Pelatihan Keselamatan Kerja

Pelatihan keselamatan kerja, Sumber: mahirajayabana.com
Pelatihan keselamatan kerja, Sumber: mahirajayabana.com

Tips terakhir dan tidak kalah penting untuk mencegah terjadinya kebakaran pada bangunan gedung adalah dengan mengadakan pelatihan keselamatan kerja bagi semua karyawan. Pelatihan ini terkait pengetahuan tentang resiko kebakaran, tindakan pencegahan, dan respon darurat yang bisa dilakukan.

Dalam pelatihan, karyawan juga bisa dilatih untuk menggunakan APAR sebagai langkah pencegahan kebakaran awal agar tidak semakin meluas. Dengan pengetahuan ini, jika sewaktu-waktu terjadi percikan api atau kebakaran skala kecil, penghuni bangunan bisa mengatasinya dengan baik.

Demikianlah beberapa tips yang bisa dilakukan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran pada bangunan gedung-gedung bertingkat. Namun bisa juga diaplikasikan untuk mencegah kebakaran di rumah yang juga bisa saja terjadinya. Dimana salah satunya dengan menyediakan sistem proteksi kebakaran. 

Ya, sistem proteksi kebakaran harus disediakan secara lengkap dalam bangunan gedung. Namun, perlu diingat sistem proteksi kebakaran seperti APAR dan lainnya perlu dilengkapi dengan perizinan SILO. SILO ini harus dikantongi sebelumnya berbagai peralatan tersebut digunakan.

Karena dengan kepemilikan SILO, artinya sistem proteksi kebakaran dalam gedung benar-benar aman dan bisa bekerja dengan baik. Untuk mengurus SILO, bisa mengandalkan jasa SILO profesional. Bersama ahlinya, proses pemeriksaan dan pengujian akan dilakukan sesuai standar dan ketentuan.

Terdapat 4 Jenis Pemeliharaan Bangunan Gedung yang Wajib Diperhatikan Berikut Ini

Pemeliharaan bangunan guna membuatnya menjadi terawat, Sumber: smallbusinessbonfire.com

Bangunan gedung merupakan aset berharga bagi siapapun yang memilikinya. Karena itu, setelah bangunan selesai dibangun jangan serta merta dibiarkan begitu saja. Karena bangunan gedung juga perlu dilakukan pemeliharaan secara berkala. Guna memastikan bangunan tetap dalam keadaan terbaiknya dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Pemeliharaan bisa juga dikatakan sebagai kegiatan pemeriksaan keandalan bangunan gedung beserta dengan sarana prasarana yang ada di dalamnya. Mengapa kegiatan ini perlu dilakukan? Karena untuk menjaga bangunan gedung agar selalu laik fungsi.

Artinya, agar bangunan tidak hanya kokoh secara fisik tetapi juga mampu memberikan kenyamanan serta keamanan bagi penggunanya. Sementara dari segi estetikanya, bangunan gedung perlu dilakukan pemeliharaan agar selalu terlihat menarik.

Karena bagaimanapun, setiap pemilik bangunan tentu menginginkan bangunan yang tidak hanya awet digunakan dalam jangka waktu panjang tetapi juga mampu menampilkan keindahannya. Itulah mengapa pemeliharaan bangunan gedung sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Lagi, pedoman dan peraturan pemeliharaan bangunan juga ditegaskan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 24/PRT/M/2008 Tahun 2008 tentang Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak melakukan perawatan dan pemeliharaan aset berharga satu ini.

Setiap bangunan gedung perlu mendapatkan pemeliharaan yang tepat, Sumber: wplaws.com
Setiap bangunan gedung perlu mendapatkan pemeliharaan yang tepat, Sumber: wplaws.com

Jenis-Jenis Pemeliharaan Bangunan Gedung

Dalam praktiknya, pemeliharaan bangunan dikategorikan menjadi beberapa jenis. Berikut jenis-jenis pemeliharaan bangunan gedung yang bisa dilakukan, diantaranya: 

1. Preventive Maintenance

Sesuai dengan namanya, preventive maintenance atau pemeliharaan pencegahan adalah sebuah pemeliharaan terencana yang dilakukan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya masalah atau kerusakan tidak terduga pada bangunan tersebut.

Dimana dengan adanya preventive maintenance ini dapat membantu proses pekerjaan menjadi lebih berjalan dengan lancar. Juga semua peralatan yang digunakan untuk itu terjaga dengan maksimal.

Di samping itu, dengan melakukan pemeliharaan ini juga bisa membantu Anda menemukan kondisi atau keadaan tidak terduga. Keadaan tidak terduga yang mungkin memiliki potensi sebagai faktor penyebab kerusakan pada sarana prasarana atau fasilitas dalam bangunan gedung.

2. Predictive Maintenance

Pemeliharaan satu ini adalah tindakan yang didasari atas informasi yang didapatkan dari hasil inspeksi secara berkala. Atau dengan kata lain, pemeliharaan bangunan terencana satu ini dilakukan dengan menganalisis kondisi gedungnya.

Tujuan dari predictive maintenance sendiri adalah untuk mengantisipasi kegagalan yang sudah terjadi sebelumnya. Sebelum kegagalan tersebut merusak keseluruhan dari bangunan dan juga berbagai fasilitas yang ada di dalamnya. Jika sama-sama mencegah atau mengantisipasi, lantas apa bedanya predictive maintenance dengan preventive maintenance?

Jadi, jika preventive maintenance dilakukan untuk memastikan keandalan aset, maka predictive maintenance ini dilakukan untuk memprediksi sampai kapan bangunan gedung dapat beroperasi sesuai tujuan awalnya.

3. Corrective Maintenance

Corrective maintenance ini juga termasuk dalam jenis pemeliharaan bangunan gedung yang terencana seperti dua sebelumnya. Dimana kegiatan maintenance ini dilakukan apabila timbul kerusakan dan masalah pada bangunan. Baik kerusakan secara umum maupun kerusakan secara keseluruhan.

Maintenance satu ini juga bisa disebut sebagai reparasi atau perbaikan. Karena sifatnya perbaikan, praktis maintenance ini akan dilakukan setelah bangunan dan fasilitas didalamnya mengalami gangguan, kerusakan, atau tidak bisa digunakan seperti sebelumnya.

4. Breakdown Maintenance

Breakdown maintenance sendiri termasuk dalam jenis pemeliharaan bangunan gedung yang tidak terencana. Karena kegiatan maintenance ini dilakukan secara mendadak di luar dari jadwal dan prediksi yang mungkin sudah direncanakan sebelumnya.

Karena dilakukan secara mendadak dan tanpa persiapan apapun, breakdown maintenance dinilai sebagai pemeliharaan bangunan gedung yang kurang baik. Sebab, pemeliharaan kasar semacam ini akan menimbulkan banyak hal yang diluar perkiraan. 

Seperti biaya membengkak, tidak adanya perencanaan tenaga kerja, tidak ada pula perencanaan waktu, juga kondisi mesin atau komponen untuk pemeliharaan yang juga tidak diketahui. Karenanya, untuk menghindari pemeliharaan yang sifatnya mendadak seperti ini dibutuhkan pemeliharaan terencana yang rutin dilakukan.

Pemeliharaan bangunan guna membuatnya menjadi terawat, Sumber: smallbusinessbonfire.com
Pemeliharaan bangunan guna membuatnya menjadi terawat, Sumber: smallbusinessbonfire.com

Apa Saja Layanan Pemeliharaan Bangunan Gedung?

Layanan maintenance bangunan gedung dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, diantaranya sebagai berikut: 

1. Pemeliharaan Rutin Harian

Sesuai namanya, maintenance satu ini dilakukan secara rutin sehari-hari. Tujuan dari dilakukannya maintenance ini guna menjamin bahwa fungsi dari bangunan dapat memberikan kepuasan bagi beberapa layanan di dalam gedung. Misalnya seperti, memperbaiki saklar, saluran air, memotong rumput, dan lain sebagainya.

2. Pemeliharaan Rutin Berkala

Sementara maintenance ini dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Pemeliharaan berkala perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya perbaikan darurat yang lebih luas. Seperti melakukan pengecatan ulang gedung beberapa bulan atau beberapa tahun sekali.

3. Pemeliharaan Khusus

Selanjutnya ada pemeliharaan khusus yang dilakukan pada bagian bangunan atau fasilitas yang mengalami kerusakan akibat telah lama digunakan. Maintenance khusus sangat diperlukan guna mencegah kerusakan struktur bangunan atau fasilitas di dalamnya agar tidak kehilangan manfaatnya.

4. Penambahan dan Perubahan

Terakhir adalah penambahan dan perubahan. Penambahan dan perubahan ini disesuaikan dengan kebutuhan pengguna bangunan demi efisiensi fungsional.

Pemeliharaan rutin dan berkala untuk bangunan yang digunakan dalam jangka panjang, Sumber: smallbusinessbonfire.com
Pemeliharaan rutin dan berkala untuk bangunan yang digunakan dalam jangka panjang, Sumber: smallbusinessbonfire.com

Prinsip Dasar Pemeliharaan Bangunan Gedung

Dalam prosesnya, maintenance bangunan gedung didasari dengan beberapa prinsip utama. Diantara berbagai prinsip tersebut yakni: 

1. Dilakukan Secara Terencana

Prinsip pemeliharaan bangunan yang baik adalah yang dilakukan secara terencana dan terstruktur. Hal ini bisa dilakukan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berpotensi mempengaruhi masa pakai bangunan. Atau bisa juga disesuaikan dengan spesifikasi bahan baku yang digunakan untuk proses pembangunannya. 

2. Memperhatikan Rencana Pemeliharaan

Perlu diketahui bahwa rencana pemeliharaan bangunan yang diabaikan dapat memperbesar resiko kerusakan struktur atau material. Oleh sebab itu, selama melakukan pemeliharaan pastikan bahwa untuk tidak mengabaikan rencana perawatannya.

Dengan begitu, kerusakan secara tiba-tiba dapat dihindari dan Anda bisa terhindar dari breakdown maintenance yang biaya perawatan bangunannya bisa jauh lebih besar.

3. Pemilihan Kualitas Material dan Pekerjaan

Dalam merencanakan pemeliharaan, ada baiknya apabila tidak terlewat untuk memperhatikan kualitas material yang digunakan serta kualitas dari pekerjaan tersebut. Sebab, kedua aspek tersebut dapat memberikan pengaruh terhadap jadwal dan jenis pemeliharaan bangunan gedung yang dilakukan.

Karena perlu diketahui juga bahwa material yang digunakan dan hasil kerja yang maksimal, dapat menambah umur properti bahkan bisa membuat intensitas jadwal pemeliharaan pun berkurang.

4. Melibatkan Profesional

Tahukah Anda bahwa perawatan dan pemeliharaan bangunan juga perlu melibatkan ahlinya secara langsung? Khususnya untuk pemeliharaan khusus yang tidak bisa dilakukan secara mandiri dan mungkin membutuhkan alat tertentu.

Umumnya, pemeliharaan yang melibatkan profesional ini dilakukan oleh perancang yang dulunya merancang bangunan itu sendiri. Sebab, mereka yang jauh lebih mengerti tentang informasi lengkap mengenai bangunan tersebut.

Tidak ada salahnya juga untuk bertanya sejak awal tentang seberapa mudah atau sulitnya pemeliharaan bangunan itu nantinya, bagaimana cara membersihkannya, dan lain sebagainya.

5. Memperhitungkan Penurunan Kualitas Bahan

Kita tahu bahwa semakin tua usia bangunan, terdapat kemungkinan bahan yang digunakan juga akan mengalami penurunan kualitas. Karenanya dalam hal ini penurunan kualitas bahan perlu sangat diperhatikan agar pemeliharaan bisa dilakukan secara mudah dan tepat.

Prinsip dasar pemeliharaan bangunan yang perlu diterapkan, Sumber: bixko.ae
Prinsip dasar pemeliharaan bangunan yang perlu diterapkan, Sumber: bixko.ae

Demikianlah informasi tentang beberapa jenis pemeliharaan bangunan gedung yang bisa dilakukan. Meskipun biaya pemeliharaan bangunan yang dikeluarkan mungkin tidak sedikit, tapi hal tersebut sebanding dengan apa yang akan didapatkan dari pemeliharaan yang dilakukan.

Sebagai informasi tambahan, bagi Anda yang tengah merencanakan untuk membuat sebuah hunian atau bangunan lain, kehadiran jasa desain dan perencanaan begitu dibutuhkan. Sebab, bersama ahlinya apa yang hanya ada di kepala Anda dapat direalisasikan secara nyata.

Dengan begitupun, bangunan impian dapat diwujudkan dengan mudah. Namun, pastikan untuk memilih jasa desain dan perencanaan yang berpengalaman, memiliki reputasi dan track record baik. Semoga informasi yang disampaikan bermanfaat.