Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189
Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189
Apakah Anda tau jika di Makassar terdapat beberapa jenis rumah adat yang bisa Anda jumpai? Yaps, jika Anda bepergian ke kota yang ada di Sulawesi Selatan ini, nantinya Anda bisa melihat langsung rumah adatnya. Keindahan yang dipancarkan dari rumah adat ini bukan hanya menghipnotis masyarakat Indonesia saja, namun wisatawan mancanegara juga dibuat terpesona.
Pasalnya rumah adat ini memiliki keunikan tersendiri yang menentukan identitas dari si pemilik rumah. Keunikan tersebut berasal dari ornamen-ornamen yang terdapat di rumah adat. Bahkan bahan dasar dari pembuatan rumah adat ini juga menentukan status sosial dari masyarakat yang tinggal di rumah tersebut.
Makassar merupakan salah satu kota yang masuk ke jajaran kota metropolitan terbesar di Indonesia. Saat ini Makassar menduduki peringkat keempat sebagai kota metropolitan terbesar di Indonesia. Jadi tidak heran jika mulai banyak orang yang pindah domisili ke Makassar. Apalagi terdapat banyak gedung-gedung yang berdiri di kota tersebut.

Mengenal Bagian-Bagian dari Rumah Adat Makassar
Rumah adat di Makassar terdiri dari beberapa bagian khas yang membuatnya tampil unik. Apakah Anda penasaran dengan istilah dari bagian-bagian rumah khas Makassar? Baiklah kalau begitu, tidak perlu lama-lama lagi berikut penjelasannya.
1. Inti Rumah
Untuk istilah inti rumah ini, pasti Anda sudah paham bukan? Yaps, seperti pada bangunan rumah yang lainnya. Jadi inti rumah ini terdapat pada bagian atau ruangan yang ada di dalam rumah adat tersebut.
2. Timba Silla atau Tambulang
Pada bagian rumah adat ini terdapat jumlah Timba Silla atau Tambulang yang berbeda-beda. Ketika terdapat susunan Timba Silla yang semakin banyak, itu menandakan bahwa penghuni rumah memiliki derajat yang semakin tinggi. Sehingga status sosial dari masyarakat bisa dilihat dari jumlah Timba Silla yang ada di rumah adat tersebut.
3. Dego-dego
Perlu Anda ketahui bahwa letak Dego-dego ini berada di luar rumah. Biasanya kita menyebutnya dengan istilah teras rumah. Jadi bagian rumah adat Makassar ini berfungsi layaknya teras rumah pada umumnya. Dego-dego sendiri bisa dikatakan sebagai bagian kecil dari rumah adat.
4. Paddaserang Dallekang
Paddaserang Dallekang merupakan ruangan yang digunakan untuk menerima tamu. Lokasi dari Paddaserang Dallekang ini berada di depan pintu utama rumah. Jika diibaratkan dengan rumah modern Paddaserang Dallekang ini merupakan ruang tamu yang dikhususkan untuk menerima tamu yang datang berkunjung.
5. Paddaserang Tangga
Paddaserang Tangga ini hanya bisa digunakan oleh pemilik rumah dan keluarganya saja. Ruangan ini terletak di tengah dan difungsikan sebagai tempat kumpulnya keluarga. Jadi bisa dikatakan bagian rumah adat ini merupakan ruang keluarga yang digunakan untuk berkumpul ataupun sekedar ngobrol dengan keluarga.
6. Paddaserang Riboko
Paddaserang Riboko merupakan ruangan yang letaknya berada di bagian belakang rumah. Ruangan ini digunakan khusus untuk pemilik rumah yang memiliki anak gadis. Jadi bisa dikatakan Paddaserang Riboko adalah kamar khusus yang digunakan oleh anak perempuan yang masih gadis.
7. Siring
Siring ini terletak di bagian paling bawah dari rumah adat. Ruangan ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan atau gudang bagi pemilik rumah. Jadi jika ada beberapa barang yang tidak digunakan bisa disimpan di bagian Siring ini.
8. Pammakang
Pammakang merupakan sebuah ruangan yang letaknya berada di bagian paling atas rumah. Jika pada rumah modern biasa disebut dengan loteng. Bagi masyarakat perkotaan, loteng yang ada di rumah tersebut bisa disulap lagi menjadi tambahan ruangan lain sesuai dengan kebutuhan.
9. Balla Pallu
Balla Pallu terletak di bagian paling belakang rumah adat. Di sini posisi Balla Pallu merupakan posisi paling rendah dari ruangan yang lain. Balla Pallu ini digunakan sebagai dapur rumah untuk tempat memasak dan menyimpan berbagai kebutuhan memasak lainnya.
Rumah Adat yang Bisa Dijumpai di Makassar
Keunikan rumah adat di daerah Makassar inilah yang membuat banyak wisatawan yang mengunjungi Makassar. Bahkan bukan hanya masyarakat Indonesia saja, namun Warga Negara Asing (WNA) yang berlibur ke Indonesia juga berkunjung ke Makassar. Adanya rumah adat ini juga ternyata dapat menarik perhatian wisatawan hingga mancanegara.
Jadi sebagai warga negara yang baik, sudah seharusnya kita menjaga kelestarian dari berbagai rumah adat di Indonesia tersebut. Misalnya saja seperti rumah adat Bali, rumah adat Jawa Tengah, dan berbagai rumah adat lainnya yang ada di Indonesia. Berikut jenis rumah adat yang bisa Anda jumpai ketika berada di Makassar.
1. Rumah Adat Suku Mandar
Jenis rumah adat yang pertama ialah rumah adat suku Mandar. Rumah adat ini terbagi menjadi dua tipe yakni rumah adat boyang adaq dan rumah adat boyang beasa. Untuk rumah adat boyang adaq digunakan oleh para bangsawan dari Suku Mandar. Pembedanya terletak di bagian penutup bumbung, jika bumbung lebih dari tiga maka status sosial dari pemilik rumah semakin tinggi.
Kemudian untuk rumah adat boyang beasa digunakan oleh rakyat biasa. Jadi penutup bumbung untuk rumah adat ini memiliki jumlah yang lebih sedikit yakni kurang dari tiga. Untuk keseluruhan, rumah adat suku Mandar ini biasanya memiliki warna yang gelap. Selain itu bentuk atapnya akan membentuk segitiga.

2. Rumah Adat Suku Luwuk
Rumah adat suku Luwuk ini dulunya merupakan rumah bagi Raja Luwuk. Jadi tidak heran jika tampilan dari rumah adat ini begitu megah. Di dalam rumah adat ini terdapat 88 buah penyangga yang digunakan untuk membangun rumah ini.
Terdapat hiasan bunga Prengreng yang mendekorasi rumah adat ini. Di setiap rumah adat suku Luwuk terdapat bagian pembedanya dengan pemilik rumah lainnya. Pembeda tersebut terletak pada banyaknya bumbungan yang terletak di bagian atap. Banyaknya bumbungan tersebut menandakan status kasta bagi si pemilik rumah tersebut.

3. Rumah Adat Suku Toraja
Di Makassar ada satu rumah adat yang paling terkenal, yakni rumah adat suku Toraja. Nama lain dari rumah adat ini ialah Tongkongan. Di dalam pembuatannya, rumah adat ini diharuskan untuk menghadap ke utara. Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena arah utara diyakini oleh masyarakat sekitar sebagai tempat berkumpulnya para leluhur.
Hingga saat ini rumah adat suku Toraja banyak digunakan untuk berbagai acara spiritual. Hal tersebut dikarenakan bangunan rumah adat ini merupakan warisan peninggalan para leluhur yang mengandung sejarah.
Pada rumah adat ini terdapat ukiran dan memadukan warna kuning, merah, dan juga hitam. Bukan hanya itu saja, bahkan pada bagian atas dari rumah ini terdapat patung yang menyerupai kepala kerbau.

4. Rumah Adat Suku Makassar
Untuk rumah adat suku Makassar dibuat dengan ukuran yang luas dan juga besar. Pada bagian atap dari rumah adat ini berbentuk segitiga. Bagian tersebut merupakan penanda kekayaan bagi masyarakat Makassar. Pada bagian pegangan tangga rumah atau disebut dengan coccorong ini juga menjadi penanda kekayaan si pemilik rumah.
Hal ini dikarenakan pada rumah yang digunakan oleh masyarakat biasa biasanya tidak menggunakan coccorong pada tangga rumahnya. Bukan hanya itu saja, untuk masyarakat biasa biasanya tangga rumah akan berjumlah ganjil.

5. Rumah Adat Suku Bugis
Berbeda dengan rumah adat suku Toraja yang menghadap ke utara, rumah adat suku Bugis ini dibangun menghadap ke arah kiblat. Rumah adat yang satu ini juga sangat menjunjung adat Sulawesi Selatan yang dipadukan dengan agama Islam. Itulah yang membuat tampilan dari rumah adat suku Bugis ini semakin unik.
Pada bagian atap dari rumah adat suku Bugis ini terdapat timpalaja yang menjadi penanda status sosial dari pemilik rumah. Timpalaja ini merupakan bidang segitiga antara dinding dan pertemuan atap.

Itulah tadi informasi mengenai rumah adat di Makassar yang bisa Anda jumpai ketika berlibur di kota metropolitan tersebut. Rumah adat merupakan salah satu warisan budaya yang wajib dijaga kelestariannya. Siapa yang perlu menjaganya? Tentu saja semua warga Indonesia.
Jadi bukan hanya masyarakat tertentu dari daerah tersebut saja ya, namun seluruh masyarakat Indonesia memiliki kewajiban yang sama. Mari kita satukan tangan untuk melestarikan warisan budaya Indonesia agar tidak rusak. Karena dengan menjaga kelestarian budaya dapat berpengaruh terhadap pengembangan pariwisata di Indonesia menuju arah yang lebih baik di masa kini maupun yang akan datang.
Sedikit tambahan informasi bagi Anda yang berdomisili di Makassar dan membutuhkan jasa konsultan slf makassar. Kami dari PT Eticon Rekayasa Teknik siap membantu Anda dalam kepengurusan SLF di Makassar. Jadi jangan ragu untuk menghubungi tim Eticon ya untuk meminta bantuan dalam penerbitan SLF khususnya di Makassar.