Rumah Tidak Sehat, Harus Kenali Cirinya!

Ciri dari rumah yang tidak sehat, Sumber: yogalifelive.com

Rumah adalah kebutuhan pokok dan penting bagi manusia untuk tempat berlindung. Oleh sebab itu menjaga kondisi rumah agar tetap bersih dan sehat merupakan tanggung jawab wajib bagi penghuni rumah. Apa jadinya jika rumah yang Anda tempati tidak sehat dan kotor? Tentu saja akan membawa dampak buruk bagi kesehatan Anda dan penghuni rumah lainnya.

Secara umum pengertian rumah sehat adalah sebuah rumah yang layak untuk dijadikan tempat berlindung dan memenuhi berbagai kebutuhan jasmani maupun rohani. Sebaliknya, jika rumah tidak sehat maka rumah kurang layak untuk dihuni karena dapat mengakibatkan dampak yang tidak baik bagi kesehatan penghuninya.

Ada kriteria rumah sehat dari kemenkes yang perlu Anda perhatikan sebelum menghuni sebuah rumah. Perlu Anda ketahui bahwa selain bisa dihuni, rumah juga harus memberikan kenyamanan serta rasa aman untuk ditinggali. Hal ini juga sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, mengenai tolok ukur keandalan sebuah bangunan.

Bahwa di dalam sebuah bangunan harus mencakup empat aspek yakni keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan bagi penghuninya. Jadi jangan mengabaikan pentingnya memiliki rumah yang sehat. Untuk memiliki rumah sehat yang sesuai dengan kriteria dari kemenkes, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan penyedia jasa desain rumah yang profesional untuk menyesuaikan desainnya.

Ciri dari rumah yang tidak sehat, Sumber: yogalifelive.com
Ciri dari rumah yang tidak sehat, Sumber: yogalifelive.com

Ciri-Ciri Rumah Tidak Sehat

Lingkungan rumah bersih dan sehat dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan Anda dan penghuni rumah lainnya. Namun jika rumah yang Anda huni buruk maka akan berdampak tidak baik bagi kesehatan. Untuk menghindarinya, Anda perlu mengetahui apa saja ciri dari rumah yang tidak sehat supaya Anda tidak salah langkah.

1. Struktur Bangunan Tidak Sesuai Persyaratan

Struktur bangunan yang tidak sesuai persyaratan dapat mengancam keselamatan Anda dan penghuni rumah yang lainnya. Oleh sebab itu, Anda perlu memastikan bahwa persyaratan struktur bangunan sudah sesuai, yakni mencakup kuat, kokoh dan stabil jadi dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Struktur bangunan yang tidak kokoh dapat membahayakan keselamatan Anda apabila bangunan tersebut roboh secara tiba-tiba. Selain itu Anda juga harus memastikan bahwa bahan bangunan yang digunakan tidak beracun dan tidak mengganggu kesehatan penghuninya.

Ilustrasi struktur bangunan rumah, Sumber: dekoruma.com
Ilustrasi struktur bangunan rumah, Sumber: dekoruma.com

2. Rumah Berada di Kawasan Pabrik

Lokasi rumah yang berada di sekitar kawasan pabrik atau pembuangan limbah dapat mempengaruhi kesehatan rumah Anda. Jadi lebih baik pilihlah lokasi yang jauh dari kawasan pabrik ataupun pembuangan limbah supaya lebih aman. Anda tidak mau kan terkena dampak dari pencemaran udara yang terjadi di sekitar pabrik?

Rumah berada di kawasan pabrik, Sumber: lampung.tribunnews.com
Rumah berada di kawasan pabrik, Sumber: lampung.tribunnews.com

3. Kurangnya Ventilasi Udara

Persyaratan ventilasi udara di dalam rumah menurut kemenkes ialah luas penghawaan atau ventilasi alamiah yang permanen minimal 10% dari luas lantai. Jika tidak, maka rumah Anda bisa lembab dan kurang pencahayaan. Alhasil udara di dalam rumah akan semakin lembab dan mudah ditumbuhi jamur yang bisa menimbulkan berbagai penyakit.

Rumah yang lembab akibat kurangnya ventilasi, Sumber: 99.co
Rumah yang lembab akibat kurangnya ventilasi, Sumber: 99.co

4. Debu dan Kotoran Tidak Dibersihkan dengan Benar

Debu-debu dan kotoran yang masih tersisa di rumah juga menjadi ciri rumah tidak sehat. Biasanya debu dan kotoran yang tersisa ini akibat dari barang-barang yang Anda miliki terlalu banyak sehingga menyulitkan untuk membersihkannya. Anda bisa menggunakan furniture yang multifungsi sehingga barang yang ada di rumah tidak menumpuk.

Sedikit informasi untuk Anda yang memiliki anak usia dini, maka sebaiknya memperhatikan berbagai barang-barang di rumah. Buatlah perabotan rumah yang aman dan ramah anak. Selain itu Anda bisa menyingkirkan kunci rumah supaya tidak dimainkan anak yang dikhawatirkan dapat tertelan. Gunakanlah tali lanyard sebagai penanda kunci, lalu gantungkan kunci di rak khusus untuk menyimpan kunci supaya lebih aman.

Debu dan kotoran yang masih tersisa, Sumber: m.medcom.id
Debu dan kotoran yang masih tersisa, Sumber: m.medcom.id

5. Kurangnya Air Bersih

Ketersediaan air bersih di rumah yang cukup menjadi salah satu persyaratan rumah sehat. Pastikan bahwa kualitas air yang dimiliki memenuhi persayaratan kesehatan air bersih dan air minum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurut kriteria rumah sehat, ketersediaan air bersih di rumah haruslah mencakup kapasitas minimal 60 liter/hari/orang.

Kurangnya air bersih di rumah, Sumber: virmansyah.info
Kurangnya air bersih di rumah, Sumber: virmansyah.info

6. Sampah Rumah Tangga Tidak Dikelola dengan Baik

Rumah yang dipenuhi dengan sampah dapat menurunkan tingkat kesehatannya. Sehingga perlu dilakukan pengelolaan yang baik terhadap sampah rumah tangga. Mengelola sampah rumah tangga yang baik dapat menghindari Anda dan penghuni rumah lainnya terkena penyakit yang berasal dari hewan (tikus, nyamuk, kecoa, dan lainnya).

Ilustrasi sampah rumah tangga, Sumber: greeners.co
Ilustrasi sampah rumah tangga, Sumber: greeners.co

Dampak Rumah Tidak Sehat

Ketika rumah dikategorikan sebagai rumah yang tidak sehat, tentu saja dapat membawa dampak yang buruk bagi kesehatan penghuninya. Berikut dampak dari kesehatan rumah yang buruk:

  • Rumah yang kotor dan tidak diperhatikan kesehatannya bisa menyebabkan alergi pada saluran pernapasan. Hal ini bisa disebabkan oleh polusi di dalam rumah dan debu-debu atau kotoran yang tidak dibersihkan dengan baik. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus maka dampaknya akan semakin memburuk.
  • Risiko keracunan makanan juga bisa menghantui Anda. Jadi pastikan bahwa Anda selalu membersihkan bahan makanan serta tempat penyimpanannya supaya tidak menimbulkan risiko keracunan.
  • Tertimpa reruntuhan bangunan tidak bisa dihindari apabila struktur bangunan rumah tidak memenuhi persyaratan. Apalagi jika lokasi Anda sedang terjadi bencana alam seperti gempa, maka risiko tersebut akan semakin tinggi.
  • Air yang tidak bersih dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya bagi penghuni rumah. Jika Anda mengonsumsi air yang tidak bersih maka dapat memicu timbulnya penyakit seperti diare, hepatitis A, polio, dan yang lainnya.

Itulah tadi ciri dari rumah tidak sehat beserta beberapa dampaknya bagi kesehatan. Jadi lebih baik pastikan terlebih dahulu bahwa rumah yang Anda tinggali sudah memuat karakteristik rumah sehat. Hal ini bertujuan untuk membuat Anda dan penghuni rumah lainnya merasa aman, nyaman, dan sehat ketika berada di rumah.

Ingin menjadikan rumah Anda sebagai tempat tinggal yang sehat dan layak dihuni? Segera hubungi PT Eticon Rekayasa Teknik untuk merealisasikannya. Kami akan dengan senang hati membantu Anda untuk mendapatkan desain rumah sesuai yang Anda impikan selama ini.

Tips Menata Ruang Keluarga (Simple dan Nyaman)

Memadukan warna senada, Sumber: homestratosphere.com

Kehangatan dan keutuhan sebuah keluarga merupakan hal yang diidamkan oleh semua orang. Jadi tidak heran bahwa disetiap rumah menyediakan ruangan khusus yang digunakan untuk berkumpul dengan keluarga. Maka dari itu diperlukan tips menata ruang keluarga agar suasana menjadi lebih hangat dan nyaman.

Supaya bisa berkumpul dengan keluarga secara nyaman, tentu saja kondisi badan juga harus sehat. Apalagi disaat salah satu keluarga terkena flu, anggota yang lainnya bisa ketularan. Hal tersebut tentu saja mengganggu kenyaman saat berkumpul. Jadi ketika membangun sebuah rumah, Anda juga harus memikirkan kondisi rumah. Karena rumah yang sehat dapat memperngaruhi kondisi kesehatan penghuninya.

Salah satu ciri rumah yang sehat ialah dengan adanya sirkulasi udara yang baik. Sirkulasi udara yang baik ini bisa didapatkan melalui ventilasi rumah yang mencukupi. Menurut pernyataan WHO yang dikutip dari laman Alodokter, kualitas udara yang buruk dalam rumah diduga menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya penyebaran penyakit menular dan kematian di negara-negara berkembang.

Tips menata ruang keluarga, Sumber: thespruce.com
Tips menata ruang keluarga, Sumber: thespruce.com

Selain itu, sesuai dengan amanat dari Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, mengenai tolok ukur keandalan sebuah bangunan gedung wajib meliputi empat aspek yaitu keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan. Jadi aspek kesehatan juga termasuk poin penting untuk sebuah hunian tempat tinggal.

Untuk membuat sebuah hunian yang nyaman, aman, dan sehat, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan penyedia jasa desain rumah yang profesional. Nantinya Anda juga bisa meminta masukan mengenai bagaimana tips menata ruang keluarga yang nyaman untuk Anda tinggali bersama keluarga. Jadi Anda tidak perlu ragu untuk menggunakan jasa tersebut demi memiliki hunian impian.

Tips Menata Ruang Keluarga

Ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk menata ruang keluarga yang simple namun tetap memberikan kenyamanan bagi Anda dan anggota keluarga yang lain. Berikut beberapa cara menata ruang keluarga yang bisa Anda terapkan.

1. Menentukan Furnitur yang Sesuai

Supaya terlihat nyaman, ruang keluarga membutuhkan beberapa furnitur yang sesuai. Furnitur tersebut dapat disesuaikan dengan desain interior yang Anda gunakan. Posisi furnitur juga berpengaruh terhadap kenyamanan yang dibangun untuk ruang keluarga ini. Anda bisa memilih sofa dengan bentuk letter U ataupun memanjang.

Penyesuaian warna dari furnitur juga tidak boleh Anda lewatkan ya. Anda bisa memilih warna sofa yang senada dengan dinding. Selain itu Anda juga bisa memilih sofa yang warnanya senada dengan gorden. Untuk banyaknya furnitur yang akan Anda gunakan juga perlu mempertimbangkan luas dari ruangan tersebut. Jika tidak terlalu luas maka hindari memakai terlalu banyak furnitur, karena sesuatu yang berlebihan itu juga tidak baik.

Pemilihan furnitur, Sumber: beautifulhomes.com
Pemilihan furnitur, Sumber: beautifulhomes.com

2. Ciptakan Kesan Luas pada Ruangan

Untuk Anda yang memiliki ruang keluarga yang sempit, terkadang bertanya bagaimana cara menata ruang keluarga yang sempit? Meskipun ruangan sempit, namun Anda tidak perlu khawatir karena ada trik untuk mengakalinya. Anda bisa menambahkan cermin di ruang keluarga untuk menampilkan kesan ruangan yang tampak luas.

Namun juga perlu memperhatikan dalam peletakkan furnitur. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, jika Anda memiliki luas ruangan yang sempit maka hindari menggunakan furnitur yang berlebihan. Semakin banyak furnitur yang ada, ruang keluarga akan terlihat semakin sempit dan pengap. Pastikan bahwa ada rongga yang cukup untuk bergerak.

Menciptakan ruangan yang lebih luas, Sumber: mydomaine.com
Menciptakan ruangan yang lebih luas, Sumber: mydomaine.com

3. Dekorasi Dinding

Tips menata ruang keluarga berikutnya ialah dengan menambahkan dekorasi dinding. Dekorasi dinding ini juga memiliki peran yang cukup penting untuk membangun suasana yang hangat dan nyaman di ruang keluarga. Meskipun pada konsep minimalis hiasan dinding ini tidak terlalu banyak digunakan, namun memasang lukisan atau bingkai foto juga diperbolehkan. Anda bisa memasang foto keluarga dengan bingkai yang polos.

Baca juga: Mengenal Konsep Rumah Gaya Arsitektur Tropis

Jika desain ruangan yang Anda usung adalah minimalis, maka tidak memerlukan hiasan dinding yang banyak cukup beberapa saja. Konsep minimalis akan lebih bagus dengan hiasan dinding yang simple dan tidak mengandung banyak motif rumit.

Memasang dekorasi dinding, Sumber: jakarta.el-hotels.com
Memasang dekorasi dinding, Sumber: jakarta.el-hotels.com

4. Perpaduan Warna

Gunakanlah warna-warna yang netral untuk membuat kesan hangat pada ruang keluarga ini. Anda bisa menerapkan warna pastel untuk dinding sofa, karpet, gorden, dan komponen lainnya. Seperti yang ada di dalam prinsip desain dalam arsitektur, Anda harus memperhatikan aspek kesatuan dan harmonisasi, keseimbangan, irama, komposisi, proporsi, maupun kesatuan (unity).

Memadukan warna senada, Sumber: homestratosphere.com
Memadukan warna senada, Sumber: homestratosphere.com

5. Menambahkan Tanaman Hias

Tips menata ruang keluarga selanjutnya ialah menambahkan tanaman hias. Jika Anda menginginkan suasana ruangan menjadi lebih asri dan sejuk, bisa dengan menambahkan beberapa tanaman hias di bagian pojok ruangan. Jika tidak cukup, Anda bisa menggunakan pot kecil untuk menaruh tanaman tersebut di atas meja.

Selain menambah kesan yang lebih asri, tanaman tersebut juga membantu menjaga sirkulasi udara di dalam rumah supaya tetap bersih. Sehingga kondisi rumah Anda sehat begitu pula penghuninya.

Menambahkan tanaman di sudut ruangan, Sumber: houzz.com
Menambahkan tanaman di sudut ruangan, Sumber: houzz.com

6. Pencahayaan

Pencahayaan termasuk salah satu tips menata ruang keluarga yang tidak boleh terlewatkan. Aturlah pencahayaan sebaik mungkin pada ruangan ini. Anda bisa menambahkan jendela supaya cahaya matahri dapat masuk menerangi ruang keluarga. Di saat siang hari, memang lebih baik menggunakan pencahayaan yang alami. Jika saat malam tiba, barulah menggunakan beberapa lampu hias untuk menerangi ruangan tersebut.

Mengatur pencahayaan yang baik, Sumber: hgtv.com
Mengatur pencahayaan yang baik, Sumber: hgtv.com

Salah satu makna keluarga ialah sebagai tempat pulang yang baik, jadi Anda tidak perlu banyak berpikir untuk memberikan sesuatu hal yang istimewa dan terbaik bagi kenyamanan keluarga. Karena keluarga merupakan tempat terbaik untuk menghilangkan lelah, penat, hingga tempat curhat paling nyaman. Sudah sewajarnya Anda memberikan yang terbaik untuk keluarga yang mampu menerima kondisi Anda apa adanya.

Ciptakan suasana hangat dan nyaman saat bersama keluarga di rumah. Jangan ragu berkonsultasi dengan PT. Eticon Rekayasa Teknik untuk mendekorasi rumah dan ruang keluarga yang nyaman. Kami siap membantu Anda untuk mendapatkan kenyamanan saat berkumpul bersama keluarga dengan desain yang Anda impikan.

Manfaat Ventilasi Udara, Penting atau Tidak?

Manfaat ventilasi udara, Sumber: casaindonesia.com

Penggunaan ventilasi udara di dalam rumah dapat memberikan manfaat yang penting atau tidak? Dari segi kesehatan, penggunaan ventilasi ini ternyata memberikan manfaat yang baik bagi penghuni rumah. Komponen yang tidak boleh ketinggalan saat membangun sebuah rumah adalah perencanaan mengenai ventilasi udara ini. Tujuannya agar sirkulasi udara dapat berjalan dengan lancar.

Mengenai penggunaan ventilasi udara di rumah ini juga telah diatur oleh kemenkes sebagai kriteria rumah sehat. Aturan ini didasarkan pada Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 829/Menkes/SK/VII/1999. Poin yang mengetaur ventilasi tersebut dijelaskan bahwa, untuk luas penghawaan atau ventilasi alamiah yang permanen minimal 10% dari luas lantai.

Sehingga sudah jelas bahwa ventilasi udara memberikan manfaat yang penting untuk kesehatan penghuni rumah, bahkan masuk dalam kriteria rumah sehat menurut Kementrian Kesehatan. Pergantian udara yang baik di dalam rumah dapat meminimalisir penyebaran penyakit pada penghuni rumah. Ada 2 jenis ventilasi udara yang bisa Anda gunakan, yakni ventilasi udara alami dan ventilasi udara mekanik.

Manfaat ventilasi udara, Sumber: casaindonesia.com
Manfaat ventilasi udara, Sumber: casaindonesia.com

Ventilasi udara alami, biasanya memanfaatkan angin yang keluar masuk melalui celah-celah jendela maupun pintu. Berikut beberapa contoh dari ventilasi alami:

  • Ventilasi Naco
  • Ventilasi Jendela
  • Loster
  • Boven
  • Jalusi

Sedangkan ventilasi udara buatan (mekanik) akan menggunakan alat seperti kipas angin yang membantu untuk pertukaran udara di dalam ruangan. Contoh dari ventilasi buatan ini ialah sebagai berikut:

  • Ventilasi Dinding
  • Ventilasi Industri
  • Ventilasi Pembuangan

Untuk Anda yang berencana membuat rumah, maka bisa mendiskusikan langsung mengenai ventilasi udara serta orientasi bangunan dengan jasa desain rumah profesional yang Anda pilih. Sehingga ke depannya setelah rumah Anda selesai dibangun dapat sesuai dengan kriteria rumah sehat dan membawa manfaat baik bagi kesehatan Anda serta keluarga.

Manfaat Penggunaan Ventilasi Udara

Supaya rumah dapat memberikan udara segar setiap harinya, maka diperlukan pertukaran udara di dalam ruangan dengan di luar ruangan. Maka dari itu penggunaan ventilasi udara dapat membantu sirkulasi udara terjadi dengan baik. Berikut beberapa manfaat dari ventilasi udara yang perlu Anda ketahui.

1. Tempat Keluarnya Polusi di Rumah

Apa manfaat ventilasi rumah bagi kesehatan organ pernapasan penghuni rumah? Salah satunya adalah untuk mengeluarkan polusi yang ada di dala m rumah. Jangan salah, polusi juga dapat terjadi di dalam rumah. Untuk menjaga organ pernapasan supaya tidak menghirup polusi udara kotor tersebut, diperlukan ventilasi udara sehingga udara kotor dapat berganti dengan udara bersih.

Baca juga: Rumah di Tepi Pantai? Berikut Tips Membangunnya!

Layaknya berolahraga dengan teratur bisa menjaga organ pernapasan kita menjadi baik. Adanya ventilasi udara yang cukup juga dapat membantu menjaga organ pernapasan menjadi baik. Polusi udara yang terjadi di dalam rumah bisa disebabkan dari asap rokok hingga gas nitrogen dioksida yang dikeluarkan oleh kompor. Jika Anda menghirup udara kotor tersebut setiap hari, maka bisa menyebabkan masalah pernapasan yang serius.

Ilustrasi polutan dalam rumah, Sumber: pikiran-rakyat.com
Ilustrasi polutan dalam rumah, Sumber: pikiran-rakyat.com

2. Menekan Penyebaran Penyakit

Fungsi ventilasi rumah yang paling utama adalah untuk mengganti udara kotor yang ada di dalam ruangan dengan udara bersih dari luar ruangan. Seperti yang dilansir dari Alodokter, bahwa WHO menyatakan kualitas udara di dalam rumah yang buruk diduga menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan meningkatnya penyebaran penyakit menular. Selain itu juga menjadi penyebab kematian pada negara-negara berkembang.

Kita ambil contoh jika salah satu anggota keluarga mengalami flu, maka cepat atau lambat ada anggota lainnya yang tertular. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh kualitas udara yang berada di dalam yang telah tercampur oleh virus dan bakteri tidak dapat keluar. Sehingga dapat dengan mudah terhirup oleh anggota keluarga yang lainnya dan meningkatkan risiko tertularnya flu.

Namun dengan adanya ventilais udara yang baik, maka bisa diantisipasi. Udara yang sudah tercampur virus dan bakteri tersebut dapat diganti dengan udara yang segar. Jadi akan meminimalisir penghuni rumah lainnya tertular penyakit akibat menghirup udara yang kotor.

Meminimalisir tertularnya penyakit, Sumber: suara.com
Meminimalisir tertularnya penyakit, Sumber: suara.com

3. Menjaga Kelembaban Rumah

Perlu Anda ketahui bahwa ruangan yang lembab dapat memudahkan perkembangan jamur dan bekteri yang berbahaya. Kegunaan ventilasi rumah ialah untuk menjaga kelembaban rumah agar tidak menjadi sarang jamur. Rumah yang lembab selain berdampak pada kesehatan penghuninya, juga dapat berdampak pada rumah Anda.

Berbagai furniture di dalam rumah akan cepat lapuk jika kondisi rumah lembab. Selain itu juga dapat mengundang serangga-serangga untuk datang ke dalam rumah, misalnya saja rayap. Rayap suka dengan kondisi rumah yang lembab. Ventilasi rumah yang baik juga akan menghilangkan bau pengap yang timbul akibat rumah terlalu lembab.

Menjaga kelembaban rumah, Sumber: jawaracorpo.com
Menjaga kelembaban rumah, Sumber: jawaracorpo.com

4. Cahaya Matahari dapat Masuk ke Rumah

Manfaat ventilasi udara berikutnya ialah membantu masuknya cahaya matahari ke dalam rumah. Selain baik untuk kesehatan tubuh, cahaya matahari juga baik untuk mengontrol suhu di dalam udara agar tidak dingin karena lembab. Anda bisa membuka jendela-jendela dan pintu mulai dari pagi hingga sore, supaya cahaya dapat masuk ke dalam rumah.

Baca juga: Mengenal Konsep Rumah Gaya Arsitektur Tropis

Adanya cahaya matahari ini juga dapat membantu menghemat energi. Anda bisa mematikan lampu pada siang hari, karena sudah terbantu oleh penerangan yang alami.

Cahaya matahari masuk ke rumah, Sumber: womantalk.com
Cahaya matahari masuk ke rumah, Sumber: womantalk.com

5. Meminimalisir Dampak Negatif VOC

Ventilasi udara juga memberikan manfaat untuk meminimalisir dampak negatif dari VOC. VOC (Volatile Organic Compound) bisa dijumpai pada berbagai peralatan rumah tangga. Konsetrasi tinggi yang ada di dalam VOC dapat berbahaya bagi kesehatan, apabila terhirup terus-menerus. Oleh karena itu dengan adanya ventilasi udara dapat membantu mengganti udara yang penuh dengan VOC ini menjadi udara yang lebih bersih.

Mengurangi dampak negatif VOC, Sumber: cnnindonesia.com
Mengurangi dampak negatif VOC, Sumber: cnnindonesia.com

Dari beberapa manfaat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan ventilasi udara yang cukup dapat memberikan manfaat yang penting bagi kesehatan penghuni rumah. Maka pastikan rumah Anda memiliki asupan ventilasi yang cukup, baik itu menggunakan ventilasi alami maupun ventilasi buatan (mekanik).

Kriteria Rumah Sehat Kemenkes, Apa Aja?

Kriteria rumah yang sehat, Sumber : rucika.co.id

Kondisi yang sehat tidak hanya diperlukan untuk tubuh saja, melainkan sebuah hunianpun juga perlu dalam kondisi sehat. Ada berbagai syarat yang masuk ke dalam kriteria rumah sehat menurut kemenkes yang perlu diperhatikan pada saat membangun rumah tinggal. Rumah yang sehat juga bisa memperngaruhi kondisi kesehatan penghuninya.

Terlebih seperti kondisi saat ini yang mengharuskan kita berdiam diri di rumah agar tidak tertular virus covid-19. Untuk menjaga tubuh tetap sehat, perlu dipastikan kembali bahwa rumah yang ditinggali sudah memiliki kriteria rumah sehat layak huni. Hal yang paling sederhana adalah dari kondisi sirkulasi udara yang ada di rumah. Sirkulasi udara yang baik, akan menentukan pula kondisi kesehatan penghuni rumah.

Anda bisa berkonsultasi langsung dengan penyedia jasa desain rumah yang profesional untuk menyesuaikan desain dengan kriteria rumah sehat menurut kemenkes. Selain sehat, rumah juga harus mencakup aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan bagi penghuninya. Seperti yang telah tercantum dalam Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, mengenai tolok ukur keandalan sebuah bangunan.

Rumah merupakan kebutuhan pokok manusia sebagai tempat berlindung, oleh sebab itu menjaga kondisi rumah agar tetap sehat merupakan tanggung jawab seluruh penghuni rumah. Jika rumah tidak dijaga dengan baik bahkan dibiarkan kotor, maka akan mendatangkan berbagai penyakit. Maka dari itu mengikuti persyaratan mengenai kriteria rumah sehat memang diperlukan.

Kriteria rumah yang sehat, Sumber : rucika.co.id
Kriteria rumah yang sehat, Sumber : rucika.co.id

Kriteria Rumah Sehat

Kriteria rumah yang sehat telah ditentukan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 829/Menkes/SK/VII/1999. Keputusan tersebut terkait dengan persyaratan kesehatan rumah tinggal. Meskipun telah ditetapkan persyaratan mengenai kesehatan tempat tinggal agar menjaga kesehatan penghuni rumah, masih banyak yang belum menerapkannya. Di bawah ini merupakan kriteria rumah sehat menurut kemenkes.

Bahan Bangunan

Kriteria pertama adalah dari segi bahan bangunan yang digunakan. Bahan bangunan yang digunakan tidak terbuat dari bahan-bahan yang mengandung zat yang berbahaya untuk kesehatan tubuh. Aturan dari bahan bangunannya meliputi debu total tidak lebih dari 150 µg m3, asbes bebas yang terkandung tidak melebihi dari 0,5 fiber/m3/4 jam, serta kandungan timah hitam tidak lebih dari 300 mg/kg.

Selain itu, ada lagi aturan mengenai bahan bangunan ini. Yakni bahan bangunan yang digunakan tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya mikro organisme patogen.

Komponen dan Penataan Ruang Rumah

Syarat rumah sehat berikutnya adalah dari segi komponen rumah haruslah memenuhi persyaratan fisik serta biologis. Untuk lantai menggunakan yang sifatnya kedap air dan mudah dibersihkan. Kemudian untuk bagian dinding yang ada di ruang tidur, ruang keluarga harus dilengkapi dengan ventilasi untuk mengatur sirkulasi udara.

Pada bagian dinding kamar mandi serta tempat mencuci diperlukan yang bersifat kedap air dan mudah untuk dibersihkan. Bagian langit-langit menggunakan yang mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan. Jika rumah atau hunian memiliki bumbungan yang tingginya 10 meter, maka diperlu dilengkapi dengan penangkal petir.

Untuk berbagai ruangan yang ada di dalam rumah perlu penataan yang baik sehingga dapat digunakan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Pada bagian dapur diperlukan sarana untuk pembuangan asap.

Baca juga : Green Architecture: Konsep Desain Bangunan yang Ramah Lingkungan

Pencahayaan

Diperlukan pencahayaan untuk hunian tempat tinggal, meliputi pencahayaan alami maupun buatan. Pencahayaan alami bisa di dapatkan dari sinar matahari, untuk pencahayaan buatan didapatkan dari penggunaan lampu. Untuk seluruh ruangan minimal intensitas cahayanya adalah 60 lux serta tidak menyilaukan.

Sumber air bersih di rumah, Sumber : suara.com
Sumber air bersih di rumah, Sumber : suara.com

Kualitas Udara

Untuk kualitas udara yang baik di dalam rumah tidak melebihi beberapa ketentuan yang sudah diatur. Ketentuan tersebut meliputi suhu udara yang nyaman berkisar antara 18 derajat hingga 30 derajat celcius. Kemudian untuk kelembaban udara berada dikisaran 40% hingga 70%. Untuk konsentrasi gas SO2 tidak lebih dari 0,10 ppm/24 jam.

Selain itu dari segi pertukaran udaranya 5 kaki kubik per menut untuk per penghuninya. Untuk konsentrasi gas CO tidak lebih dari 100 ppm/8 jamnya. Setelah itu untuk konsentrasi gas formaldehid tidak lebih dari 120 mg/m3.

Ventilasi

Penggunaan ventilasi yang cukup dapat menghasilkan sirkulasi yang baik. Ventilasi juga menjadi kriteria rumah sehat dari kemenkes, yang diatur sebagai berikut. Untuk luas penghawaan atau ventilasi alamiah yang permanen minimal 10% dari luas lantai.

Binatang Penular Penyakit

Seperti yang telah kita ketahui bahwa tikus merupakan salah sat binatang yang dapat menularkan penyakit kepada manusia. Bahkan banyak kasus fatal yang terjadi akibat banyak tikus yang bersarang di dalam rumah. Sehingga perlu dipastikan bahwa tidak ada tikus yang bersarang di dalam rumah.

Air

Untuk kesediaan air bersih di dalam rumah harus mencakup kapasitas minimal 60 liter/hari/orang. Serta dipastikan bahwa kualitas air yang dimiliki memenuhi persayaratan kesehatan air bersih dan air minum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga : Rumah di Tepi Pantai? Berikut Tips Membangunnya!

Sarana Penyimpanan Makanan

Tersedianya saranan penyimpanan makanan yang aman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tempat penyimpanan tersebut juga harus dipastikan higienis agar tidak mengganggu kesehatan penghuni rumah.

Limbah

Untuk limbah cair yang berasal dari rumah haruslah tidak mencemari sumber air yang ada. Selain itu juga tidak menimbulkan bau serta tidak mencemari permukaan tanah. Kemudian untuk limbah padat haruslah dikelola dengan baik supaya tidak menimbulkan bau. Selain itu juga tidak mencemari permukaan tanah serta air tanah.

Ventilasi rumah, Sumber : bangka.tribunnews.com
Ventilasi rumah, Sumber : bangka.tribunnews.com

Kepadatan Hunian Rumah Tidur

Di dalam kriteria rumah sehat menurut kemenkes ini juga dijelaskan mengenai ruang tidur. Yakni luas ruang tidur minimal 8 meter serta tidak disarankan untuk menggunakannya lebih dari 2 orang. Bisa digunakan untuk 2 orang jika yang menggunakannya anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Supaya dapat merealisasikan konsep rumah dengan mengikuti aturan rumah sehat, maka Anda perlu berkonsultasi dengan penyedia jasa desain rumah dan bangunan yang profesional. Anda bisa menghubungi PT Eticon Rekayasa Teknik untuk mewujudkan bangunan rumah sesuai dengan yang Anda impikan.