Kelayakan Dipertanyakan, Kenapa Stadion Jakarta International Stadium Tidak Menjadi Venue Piala Dunia U-20 2023?

Tampilan Stadion JIS yang megah dan berkelas, Sumber: sportstars.id

Di balik batalnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023, terdapat beberapa poin yang menarik untuk diulas. Salah satunya yaitu mengenai Stadion Jakarta International Stadium (JIS) yang tidak masuk dalam daftar stadion untuk pertandingan Piala Dunia U-20. Mungkin sebagian besar pecinta sepak bola bertanya-tanya mengapa stadion megah sekelas JIS tidak digunakan sebagai salah satu stadion untuk pertandingan internasional tersebut.

Stadion Jakarta International Stadium atau kita mengenalnya sebagai JIS merupakan salah satu stadion kebanggan masyarakat Indonesia yang berlokasi di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebelumnya, stadion ini memiliki nama Bersih Manusiawi Wibawa (BMW) dan kemudian berganti nama menjadi JIS.

Pembangunan Stadion International Jakarta dilakukan pada saat Jakarta berada di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan dan mulai diresmikan pada 19 April 2022. Stadion sepak bola bertaraf internasional ini semakin menjadi sorotan masyarakat semenjak sukses menyelenggarakan kompetisi sepak bola internasional Youth Cup.

Stadion ini memiliki luas sebesar 22,1 hektar dan kapasitas stadion Jakarta International Stadium sendiri mencapai 82 ribu penonton. Tetapi dibalik kemegahan dan berbagai fasilitas yang dimilikinya, mengapa Stadion JIS tidak masuk dalam daftar stadion untuk penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2023 yang tadinya akan diselenggarakan di Indonesia?

Jakarta International Stadium yang tidak masuk daftar untuk piala dunia U-20, Sumber: smartcity.jakarta.go.id
Jakarta International Stadium yang tidak masuk daftar untuk piala dunia U-20, Sumber: smartcity.jakarta.go.id

Mengapa JIS Tidak Masuk dalam Daftar Stadion untuk Gelaran Piala Dunia U-20 2023?

Rencana awal, terdapat enam stadion yang akan digunakan untuk perhelatan Piala Dunia U-20 2023 diantaranya Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Stadion Gelora Sriwijaya, Stadion Si Jalak Harupat, Stadion Manahan, Stadion Gelora Bung Tomo, dan Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Dari keenam daftar stadion tersebut memang tidak terdapat nama Jakarta International Stadium (JIS) didalamnya. Tidak masuknya Stadion International Jakarta Stadium dalam daftar stadion untuk gelaran Piala Dunia U-20 tentunya menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah stadion ini tidak layak atau terdapat alasan lain?

Dilansir dari suara.com, Menurut Sekjen PSSI Yunus Nusi berdasarkan hasil inspeksi tim Infrastructure Safety and Security PSSI, Jakarta International (JIS) belum layak digunakan untuk pertandingan internasional dan tidak masuk dalam daftar stadion untuk perhelatan Piala Dunia U-20 karena JIS belum memenuhi 100% persyaratan pada infrastrukturnya.

Beliau juga mengatakan bahwa setidaknya terdapat beberapa poin dari infrastruktur JIS yang membuatnya belum layak digunakan untuk event internasional dengan standar FIFA, diantaranya sebagai berikut:

1. Area Drop Off Tim

Area drop off tim pada Stadion JIS tidak luput dari kritik PSSI. Pasalnya, plafon parkir kendaraan pada Stadion JIS dinilai tidak memenuhi standar karena dianggap terlalu rendah. Sehingga bus besar yang digunakan oleh tim tamu dan tim tuan rumah tidak dapat masuk menuju parkir lantai dua untuk lebih dekat dengan ruang ganti.

Dengan begitu, otomatis para pemain akan diberhentikan di area umum yang bercampur dengan penonton. Tentunya hal tersebut sangat tidak efektif, karena apabila dipaksakan justru akan menjadi catatan dari FIFA.

2. Hanya Memiliki Satu Pintu Akses

Jakarta International Stadium juga hanya memiliki satu pintu sebagai akses keluar masuk stadion. Sehingga dikhawatirkan akan memakan waktu lama apabila penonton keluar secara bersamaan dan dikhawatirkan akan terjadi penumpukan penonton.

Selain akses pintu yang terbatas, concourse (area kerumunan) timur Stadion JIS juga belum bisa digunakan secara efektif. Sehingga hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan jika akan melaksanakan perhelatan event internasional.

Tampilan Stadion JIS yang megah dan berkelas, Sumber: sportstars.id
Tampilan Stadion JIS yang megah dan berkelas, Sumber: sportstars.id

3. Kantong Parkir

Area parkir Stadion Internasional Jakarta Stadium ini juga dinilai tidak sesuai standar. Sesuai dengan hasil inspeksi tim Infrastructure Safety and Security PSSI, diketahui bahwa daya tampung parkir JIS hanya dapat menampung sebanyak 800 unit kendaraan roda empat saja. Hal tersebut tentu saja tidak sebanding dengan kapasitas stadion yang mencapai 82 ribu penonton.

Jika dipaksakan, ditakutkan akan terdapat banyak parkir liar di sekitaran JIS yang parkir di bahu jalan sehingga dapat menyebabkan kemacetan. Mengingat jika Timnas Indonesia bermain, dapat dipastikan animo masyarakat begitu besar untuk berduyun-duyun datang ke stadion.

4. Perimeter Tribune

Perimeter tribune sebagai penyaring penonton yang hendak masuk tribune juga masih perlu dikaji ulang. Selain itu, sirkulasi aktivitas terkait pertandingan di outer perimeter juga menumpuk di bagian barat dan utara. Serta pagar perimeter di bawah concourse barat yang dinilai masih kurang kokoh.

5. Jalan Akses Menuju Stadion

Akses jalan menuju Stadion JIS juga dianggap kurang memenuhi standar karena aksesnya yang sulit, dan sulitnya transportasi untuk menjangkau area tersebut. Sehingga, ketika penonton keluar dari stadion akan langsung tumpah ruah bersama dengan kendaraan yang melintas. Hal tersebut tentu saja sangat berbahaya.

6. Safety and Security

Di Stadion JIS ini juga belum pernah ada simulasi penonton untuk FIFA matchday yang beranimo tinggi. Sehingga perlu adanya simulasi terlebih dahulu mulai dari 25%-50%-75%-100% dari perhitungan maksimum safety capacity.

Tetapi disamping pernyataan Sekjen PSSI Yunus Nusi tersebut, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengelola Stadion JIS menegaskan bahwa stadion bertaraf internasional tersebut sudah sesuai dengan standar FIFA. Bahkan pembangunan stadion dengan kapasitas 82 ribu penonton ini juga mendapat pengawasan dan pendampingan langsung oleh FIFA. 

Selain itu, pihak pengelola juga mengklaim bahwa terbatasnya lahan parkir yang disediakan bertujuan agar penonton atau suporter yang berkunjung ke stadion lebih mengoptimalkan untuk menggunakan transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi. Karena pembangunan stadion modern dengan standar FIFA kini dirancang untuk masa depan yang perlu memperhatikan keberlanjutan dan ramah lingkungan.

Tidak sampai disitu saja, JIS juga didesain dengan menyediakan fasilitas lengkap bagi para suporter penyandang disabilitas seperti jalur akses, area penonton khusus, hingga akses elektronik di setiap gerbang untuk menunjang digitalisasi sistem ticketing. Sehingga PT Jakpro menilai bahwa Stadion Jakarta International Stadium aman digunakan, bahkan untuk perhelatan event internasional.

Bagian dalam Stadion JIS yang disebut belum memenuhi standar FIFA, Sumber: indosport.com
Bagian dalam Stadion JIS yang disebut belum memenuhi standar FIFA, Sumber: indosport.com

Menunjang Kelayakan Stadion dengan Kepemilikan SLF

Dari kedua pernyataan yang telah disampaikan oleh pihak PSSI dan pihak pengelola Stadion JIS, tentunya terdapat pro dan kontra yang terjadi apakah stadion tersebut layak digunakan untuk perhelatan event internasional atau tidak. Namun, satu hal yang pasti adalah layak atau tidaknya sebuah stadion ketika akan digunakan dapat dibuktikan dengan kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

SLF merupakan perizinan yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat untuk bangunan (dalam hal ini stadion) yang sudah lolos uji kelayakan. Tanpa mengantongi SLF, artinya stadion belum memenuhi kelaikan fungsi sehingga berpotensi terjadi permasalahan di kemudian hari, salah satunya seperti tribun stadion ambruk.

Karena stadion dapat dikatakan layak dioperasikan jika sudah mengantongi izin SLF, apalagi untuk stadion bertaraf internasional seperti JIS yang tentunya sangat wajib memiliki SLF. Sertifikat Laik Fungsi (SLF) ditujukan sebagai salah satu bukti penunjang bahwa berdirinya stadion dapat menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan semua yang ada didalamnya.

Untuk pengurusan SLF sendiri, pengelola stadion dapat menggunakan bantuan konsultan SLF yang sudah memiliki segudang pengalaman di bidangnya. Dengan menggunakan konsultan yang berpengalaman, proses mengurus SLF akan lebih mudah dan tepat.

Oleh karena itu, mari buat stadion menjadi layak digunakan dengan kepemilikan SLF. Karena layaknya sebuah stadion bukan hanya tentang lengkapnya infrastruktur yang dimiliki, tetapi juga tentang keamanan semua pengguna stadion. Semoga informasi di atas bermanfaat!