Konsultan SLF Profesional di Madiun

Tenaga profesional dari PT Eticon Rekayasa Teknik, Sumber : PT Eticon Rekaya Teknik

Konsultan SLF Madiun – Sebuah bangunan gedung yang telah selesai dibangun perlu dipastikan apakah gedung tersebut sudah layak untuk difungsikan atau belum. Untuk memastikan bahwa bangunan gedung sudah layak digunakan dapat dibuktikan dengan adanya kepemilikan Surat Laik Fungsi atau yang biasa dikenal dengan SLF. SLF ini merupakan bukti bahwa gedung yang telah selesai dibangun tersebut sudah siap untuk dioperasikan.

Pengertian dari Sertifikat Laik Fungsi (SLF) adalah sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah daerah tempat gedung tersebut didirikan. SLF akan diterbitkan sebelum gedung difungsikan sebagaimana mestinya. Ketika bangunan gedung dibangun sesuai dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta telah memenuhi syarat sesuai dengan fungsi bangunan, maka selanjutnya SLF bisa diproses.

Jika dilihat dari waktu ke waktu, Kabupaten Madiun mulai mengalami pertumbuhan ekonomi yang baik. Dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, bukan tidak mungkin Kabupaten Madiun akan memulai membangun infrastruktur. Apalagi Madiun ini merupakan kabupaten yang dilintasi jalur utama Surabaya-Yogyakarta, sehingga berkemungkinan menambah bangunan yang difungsikan untuk kepentingan publik dan yang lainnya.

Pengawasan terhadap konstruksi bangunan, Sumber : tribratanewsjogja.com
Pengawasan terhadap konstruksi bangunan, Sumber : tribratanewsjogja.com

Di Kabupaten Madiun juga sudah memiliki beberapa bangunan gedung yang difungsikan untuk perusahaan industri. Misalnya saja seperti industri gula (PT Perkebunan Nusantara XI Persero), industri karoseri bus (PT Karoseri Gunung Mas), industri sepatu, industri rokok Gudang Garam Madiun, industri rokok HM Sampoerna Madiun, dan industri lainnya yang ada di Kabupaten Madiun.

Apabila Kabupaten Madiun akan terus membangun bangunan gedung untuk kepentingan bisnis, publik, dan yang lainnya maka perlu dipastikan bahwa gedung yang sudah ada maupun baru selesai dibangun memiliki SLF. Karena seperti yang telah disampaikan sebelumnya, SLF ini merupakan bukti bahwa gedung tersebut sudah layak untuk dimanfaarkan sesuai dengan fungsinya.

Pentingnya SLF (Sertifikat Laik Fungsi)

Kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) penting dimiliki oleh pemilik maupun pengelola gedung, mengapa demikian? Karena SLF menandakan bahwa bangunan gedung tersebut sudah terjamin keandalannya serta bangunan gedung tersebut telah memenuhi 4 aspek yaknik keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan.

Empat aspek tersebut sesuai dengan yang tertuang di dalam Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, mengenai tolok ukur keandalan sebuah bangunan gedung. Namun apabila bangunan gedung tersebut tidak memiliki Sertifikat Laik Fungsi, maka dapat diragukan mengenai keandalan bangunannya hingga tidak menjamin keamanannya.

Jika keandalan bangunan gedung masih diragukan, maka bisa saja terjadi masalah pada bangunan tersebut kedepannya. Misalnya saja bangunan mudah roboh, bangunan rentan kecelakaan, hingga dapat terjadi kebakaran di dalam bangunan gedung. Hal tersebut dapat membahayakan siapa saja yang menggunakan bangunan setelah difungsikan, apalagi bangunan yang difungsikan untuk kepentingan publik.

Ilustrasi proses uji kelaikan fungsi, Sumber : PT Eticon Rekaya Teknik
Ilustrasi proses uji kelaikan fungsi, Sumber : PT Eticon Rekaya Teknik

Dapat diambil contoh sebuah bangunan hotel yang memiliki SLF kemudian bukti kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi tersebut dipajang di lobby. Hal tersebut bisa meningkatkan kepercayaan tamu yang akan menginap di hotel tersebut akan keamanan bangunannya. Sehingga akan meningkatkan kunjungan ke hotel karena rasa percaya terhadap keandalan bangunan tersebut.

Selain hotel, bangunan publik yang tidak kalah penting untuk menjamin keandalan bangunannya adalah rumah sakit. JIka rumah sakit terjamin keandalan bangunannya, maka pasien yang sedang di rawat inap maupun yang datang untuk berobat akan merasa tenang. Namun apa jadinya jika bangunan tersebut tidak memiliki SLF? Orang yang datang berkunjung merasa tidak nyaman, karena takut jika sewaktu-waktu bangunan akan roboh dan sebagainya.

Masa Berlaku SLF

Seiring berjalannya waktu, berbagai hal juga ikut mengalami perkembangan tidak terkecuali dalam kepengurusan penerbitan SLF. Untuk mempermudah Anda dalam mengurus penerbitan SLF, maka Anda sebagai pemilik maupun pengelola gedung dapat melakukan kerja sama dengan penyedia jasa SLF atau perusahaan pengkaji teknis. Dalam hal ini tentu saja Anda bisa meminta bantuan dari konsultan SLF yang ada di Madiun.

Masa berlaku dari Sertifikat Laik Fungsi (SLF) terdapat 2 macam sesuai dengan jenis bangunan gedungnya. Untuk masa berlaku dari Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang ditujukan bagi rumah tinggal tunggal maupun rumah tinggal deret, berlaku dalam kurun waktu 20 tahun. Kemudian untuk masa berlaku Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang ditujukan bagi bangunan gedung lainnya, berlaku dalam kurun waktu 5 tahun.

Setelah masa berlaku SLF habis, pemilik ataupun pengelola gedung terkait wajib melakukan perpanjangan. Perpanjangan SLF dilakukan dalam kurun waktu 60 hari kalender sebelum masa berlaku Sertifikat Laik Fungsi berakhir. Perpanjangan SLF tersebut juga mengikuti syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Untuk proses dari perpanjangan SLF juga seperti saat pertama kali bangunan gedung mengajukan permohonan penerbitan SLF. Yakni diperlukan uji teknis mengenai kelaikan fungsi terhadap persyaratan administrasi serta persyaratan teknis sesuai dengan aturan yang berlaku.

Tenaga profesional dari PT Eticon Rekayasa Teknik, Sumber : PT Eticon Rekaya Teknik
Tenaga profesional dari PT Eticon Rekayasa Teknik, Sumber : PT Eticon Rekaya Teknik

Persyaratan Penerbitan SLF di Madiun

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Madiun Nomor 7 Tahun 2017 tentang Bangunan Gedung, maka terdapat beberapa persyaratan administratif dan persyaratan teknis berkenaan penerbitan SLF yang perlu dipersiapkan. Persyaratan-persyaratan tersebut meliputi sebagai berikut.

1. Persyaratan Administrasi

  • Kepemilikan surat bukti hak atas tanah
  • Memiliki surat bukti kepemilikan pada bangunan gedung
  • Kepemilikan dokumen IMB

2. Persyaratan Teknis

  • Persyaratan teknis dari bangunan gedung meliputi persyaratan tata bangunan serta lingkungan dan persyaratan keandalan bangunan. Persyaratan tata bangunan meliputi persyaratan peruntukan, intensitas, arsitektur dan pengendalian dampak lingkungan bangunan gedung.
  • Kemudian untuk persyaratan keandalan bangunan meliputi persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan bagi bangunan gedung tersebut.

Konsultan SLF Profesional di Madiun

PT Eticon Rekayasa Teknik merupakan perusahaan pengkaji teknis serta konsultan perencanaan yang melayani jasa pengurusan penerbitan SLF. Perusahaan kami memiliki tim ahli yang profesional dan berpengalaman dan dilengkapi dengan berbagai latar belakang keilmuan yang digunakan untuk uji teknis kelaikan sebuah bangunan gedung.

Selain itu PT Eticon Rekayasa Teknik secara resmi telah disertifikasi untuk bekerja dalam proyek desain, studi, dan perencanaan. Perusahaan kami juga merupakan bagian dari anggota Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Anda bisa langsung menghubungi kami apabila ingin melakukan kerja sama perihal kepengurusan SLF di Kabupaten Madiun.

Konsultan SLF Berpengalaman di Gresik

Ilustrasi proses pembangunan gedung, Sumber : properti.kompas.com

Konsultan SLF Gresik – Sertifikat Laik Fungsi atau biasa dikenal dengan istilah SLF merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat bagi bangunan gedung sebelum bangunan tersebut beroperasi atau difungsikan. SLF tersebut akan dibuatkan ketika bangunan gedung sudah dibangun sesuai dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta telah memenuhi berbagai persyaratan dari fungsi bangunan tersebut.

Sertifikat Laik Fungsi akan terbit berdasarkan hasil penilaian dari jasa SLF maupun instansi yang terkait. Hal tersebut sesuai dengan amanat dari Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, berkenaan mengenai tolok ukur keandalan sebuah bangunan gedung yang wajib meliputi empat aspek yaitu keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan.

Apalagi Kabupaten Gresik berbatasan langsung dengan salah satu kota besar di Indonesia yakni Kota Surabaya. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Karena berbatasan langsung dengan salah satu kota terbesar di tanah air, Kabupaten Gresik mulai mengalami pertumbuhan yang pesat. Gresik juga dikenal sebagai salah satu kawasan industri utama yang ada di Provinsi Jawa Timur.

Ilustrasi proses pembangunan gedung, Sumber : properti.kompas.com
Ilustrasi proses pembangunan gedung, Sumber : properti.kompas.com

Saat ini sudah banyak perusahaan yang berdiri di Kabupaten Gresik, misalnya saja seperti Semen Gresik, Nippon Paint, Petrokimia Gresik, Industri Plywood, BHS-Tex, dan Maspion. Jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi serta industrinya, diperkirakan Kabupaten Gresik akan terus berkembang dan membangun berbagai bangunan gedung untuk berbagai kebutuhan.

Oleh sebab itu perlu dilakukan pengawasan serta pemeriksaan secara berkala mengenai kelaikan sebuah gedung. Tujuannya untuk menjaga kualitas dari bangunan gedung tersebut, agar saat bangunan difungsikan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk mengetahui bangunan gedung tersebut sudah aman dan laik fungsi, dapat dilihat dari kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi yang dikantongi pemilik ataupun pengelola gedung.

Ketentuan dari Sertifikat Laik Fungsi

Ada beberapa ketentuan mengenai Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sesuai yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Ketentuan-ketentuan tersebut yakni meliputi beberapa point sebagai berikut.

1. Penerbitan SLF

Sertifikat Laik Fungsi untuk bangunan gedung akan diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat, yang untuk saat ini berarti Pemerintah Kabupaten Gresik. SLF akan akan diberikan kepada pemilik gedung ketika bangunan gedung tersebut telah selesai dibangun. Selain itu bangunan tersebut sudah memenuhi persyaratan kelaikan fungsi bangunan gedung sebagai syarat untuk dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Untuk memudahkan dalam menerbitkan SLF, maka pemilik maupun pengelola gedung bisa bekerja sama dengan konsultan penyedia jasa SLF atau perusahaan pengkaji teknis di Gresik. Pengkaji teknis tersebut merupakan badan usaha maupun perorangan yang sudah mengantongi status badan hukum atau kepemilikan sertifikat badan usaha, yang berguna untuk melakukakan pengkajian teknis atas fungsi kelaikan sebuah bangunan gedung.

2. Masa Berlaku SLF

Sertifikat Laik Fungsi atau SLF juga memiliki masa berlaku yang telah ditentukan. Masa berlaku tersebut dibagi menjadi 2 macam sesuai dengan bangunan gedungnya. Masa berlaku dari Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk rumah tinggal tunggal ataupun rumah tinggal deret berlaku selama kurun waktu 20 tahun. Sedangkan masa berlaku Sertifikat Laik Fungsi untuk bangunan gedung lainnya berlaku selama kurun waktu 5 tahun.

3. Perpanjangan SLF

Apabila masa berlaku SLF bangunan gedung sudah hampir habis atau 60 hari kalender sebelum tenggat waktu berakhirnya masa berlaku SLF, maka pihak pemilik atau pengelola bangunan gedung wajib memperpanjangnya. Untuk memperpanjang Sertifikat Laik Fungsi tersebut juga harus sesuai dengan ketentuan yang sudah berlaku.

Tujuan dilakukannya perpanjangan Sertifikat Laik Fungsi untuk menjamin kelaikan fungsi dari sebuah bangunan gedung. Supaya fungsi bagunan gedung tetap terjaga, tidak membahayakan, serta menjamin keamanan seluruh penghuni selama gedung dioperasikan. Proses perpanjangan SLF ini juga memerlukan uji teknis kelaikan fungsi terhadap persyaratan administrasi serta persyaratan teknis seperti saat pertama kali mengajukannya.

Ilustrasi uji kelaikan fungsi bangunan gedung, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik
Ilustrasi uji kelaikan fungsi bangunan gedung, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik

Persyaratan Penerbitan SLF Bangunan Gedung di Gresik

Merujuk pada Peraturan Bupati Gresik Nomor 5 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penyelenggaraan Sertifikat Laik Fungsi dan Pendataan Bangunan Gedung, maka ada beberapa persyaratan administratif serta persyaratan teknis mengenai penerbitan SLF yang perlu anda persiapkan. Persyaratan tersebut yakni sebagai berikut.

1. Pesyaratan Administrasi

Persyaratan administrasi untuk menerbitkan SLF menurut Pemerintah Kabupaten Gresik yakni meliputi:

  • Kesesuaian data aktual dengan data yang ada di dalam dokumen status hak atas tanah.
  • Kesesuaian data aktual dengan data yang ada di dalam dokumen Izin Mendirikan Bangunan atau IMB, serta dokumen status kepemilikan bangunan gedung yang sudah dimiliki.
  • Kepemilikan dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

2. Persyaratan Teknis

Persyaratan teknis untuk menerbitkan SLF menurut Pemerintah Kabupaten Gresik yakni meliputi:

  • Kesesuaian data aktual dengan data yang ada di dalam dokumen pelaksanaan kontruksi bangunan gedung. Meliputi as built drawings, pedoman pengoperasian serta pemeliharaan bangunan gedung, peralatan serta perlengkapan mekanikal dan elektrikal bangunan gedung, dan dokumen ikatan kerja.
  • Dilakukan pengujian atau tes di lapangan serta di laboratorium untuk memeriksa aspek kekuatan, keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan. Selain itu juga pada struktur, peralatan bangunan gedung, perlengkapan bangunan gedung, serta prasarana bangunan gedung pada komponen konstruksi maupun peralatan yang memerlukan data teknis yang akurat.
Tim dari PT Eticon Rekayasa Teknik, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik
Tim dari PT Eticon Rekayasa Teknik, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik

PT Eticon Rekayasa Teknik

Melihat pentingnya dokumen SLF untuk setiap bangunan gedung, maka dari itu kami dari PT Eticon Rekayasa Teknik menyediakan jasa konsultan SLF yang profesional di Kabupaten Gresik. Kami telah memiliki berbagai pengalaman dalam uji kelaikan fungsi untuk sebuah bangunan gedung. Perusahaan kami juga memiliki tenaga yang ahli serta profesional dari berbagai latar belakang keilmuan.

Meliputi bidang utilitas bangunan, teknik sipil, desain interior, arsitektur, manajemen HSE (health, safety, environment), dan bidang yang lainnya. Untuk Anda yang ingin melakukan kerja sama dengan kami mengenai pengurusan dokumen SLF maupun pengkaji teknis bangunan gedung di wilayah Gresik, maka bisa menghubungi kami melalui kontak yang tertera di laman website PT Eticon Rekayasa Teknik.

Tipe-tipe Apartemen di Kota Besar: Apa Saja?

Bangunan apartemen di Jakarta, Sumber : verde.co.id

Apartemen merupakan sebuah unit hunian mandiri yang menempati sebagian dari sebuah bangunan gedung. Secara umum hunian ini menempati satu lantai pada bangunan bertingkat yang megah dan mewah. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti kolam renang dan yang lainnya. Pada setiap unit, memiliki beberapa tipe-tipe apartemen yang berbeda. Pemilihan tipe tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pemilik unit di apartemen tersebut.

Ada banyak bangunan apartemen yang dikategorikan ke dalam high rise building, karena karakteristik bangunannya sesuai dengan bangunan tinggi atau high rise building. Karakteristik high rise building ini salah satunya ialah memiliki tinggi bangunan minimal 23 meter atau setara dengan bangunan yang memiliki 6 lantai ke atas. Selain itu juga memiliki luas lantai minimal 750 meter persegi hingga maksimal 1500 meter persegi.

Namun ada juga beberapa jenis bangunan tinggi yang tidak masuk ke dalam high rise building karena tidak memenuhi karakteristiknya. Kebanyakan apartemen memiliki bangunan yang sangat tinggi dan mewah, sehingga dalam proses pembangunannya diperlukan perhitungan yang matang agar bangunan kokoh dan kuat menahan beban.

Bangunan apartemen di Jakarta, Sumber : verde.co.id
Bangunan apartemen di Jakarta, Sumber : verde.co.id

Setiap bangunan gedung diperlukan pengawasan serta pemeriksaan secara rutin, supaya sebuah bangunan gedung tetap aman bagi penghuninya. Pengawasan dan pemeriksaan tersebut dilakukan oleh tim pengkaji teknis untuk mengetahui apakah bangunan tersebut laik fungsi atau tidak. Jika sebuah bangunan gedung dinyatakan laik fungsi, maka dapat dibuktikan dengan memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Sesuai yang tertuang dalam Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, mengenai tolok ukur keandalan bangunan meliputi empat aspek yakni keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan. Apalagi apartemen memiliki bangunan yang tinggi, sehingga memungkin hal-hal yang tidak diinginkan terjadi jika tidak dilengkapi dengan standar dan ketentuan dalam pembangunannya.

Apa Saja Jenis-jenis Tipe Apartemen?

Untuk daerah kota-kota besar, maka tidak asing dengan bangunan tinggi yang difungsikan sebagai apartemen. Namun ternyata setiap unit apartemen memiliki beberapa jenis tipe yang berbeda. Apa saja tipe-tipe apartemen tersebut?

1. Apartemen Classic Six

Apartemen classic six merupakan unit apartemen yang dilengkapi dengan 6 ruangan. Ruangan-ruangan tersebut mencakup 3 kamar tidur, ruang makan, dapur, dan ruang tamu. Untuk bangunan dari apartemen ini biasanya memakai gedung yang usianya sudah tua, yang kemudian dialih fungsikan sebagai apartemen dengan beberapa renovasi. Setelah merombaknya, bangunan apartemen ini akan terlihat lebih elegan dan menawan.

Jenis apartemen ini masih jarang sekali ditemukan di Indonesia, namun untuk wilayah Amerika dan Eropa apartemen ini dapat dengan mudah dijumpai. Bahkan di sana apartemen ini merupakan unit yang populer dikalangan masyarakat sekitar.

Apartemen classic six, Sumber : brownstoner.com
Apartemen classic six, Sumber : brownstoner.com

2. Apartemen Studio

Apartemen studio ini merupakan unit apartemen yang paling banyak digemari oleh masyarakat. Di Indonesia sendiri mudah untuk menemukan tipe ini, karena banyak ditawarkan di pasaran. Hampir mirip seperti kamar kost, apartemen ini hanya memiliki 1 ruangan yang difungsikan untuk berbagai keperluan. Mulai dari kamar tidur, dapur, ruang tv, ruang tamu, ruang maka, hingga tambahan ruang untuk kamar mandi.

Baca juga : Panduan Mengurus SLF (Sertifikat Laik Fungsi) hingga Terbit

Jenis apartemen studio ini cocok digunakan oleh anak muda yang belum menikah, karena desain interior ruangan yang digunakan terlihat simple tapi tetap elegan. Biasanya dihuni oleh mahasiswa maupun karyawan sebagai tempat tinggal yang nyaman.

Apartemen studio, Sumber : agoda.com
Apartemen studio, Sumber : agoda.com

3. Apartemen Convertible

Jenis apartemen convertible ini hampir sama dengan apartemen studio, letak perbedaannya pada luas ruangannya. Untuk apartemen convertible ini memiliki ruangan yang lebih luas dari apartemen studio. Sehingga memungkinkan untuk menambahkan beberapa partisi sebagai sekat antar ruang. Dari segi harga tipe ini lebih ekonomis dibandingkan dengan apartemen 1 kamar.

Apartemen convertible, Sumber : aptamigo.com
Apartemen convertible, Sumber : aptamigo.com

4. Apartemen Alcove

Jenis apartemen selanjutnya adalah alcove, untuk jenis apartemen ini juga tidak berbeda jauh dengan apartemen studio. Ukuran dari apartemen alcove ini sedikit lebih besar ketimbang apartemen studio. Selain itu apartemen jenis ini juga memiliki bentuk letter L, sehingga kamar tidur dapat diletakkan pada belokan tersebut. Jadi ruangan kamar tidur akan terpisah dengan ruangan yang lainnya.

Apartemen alcove, Sumber : apartmenttherapy.com
Apartemen alcove, Sumber : apartmenttherapy.com

5. Apartemen Loft

Apartemen berikutnya ialah apartemen loft, jenis apartemen ini memang jarang ditemukan. Namun ada beberapa kota-kota besar yang memiliki unit apartemen loft ini. Ciri dari apartemen ini dapat dilihat dari tinggi plafon atau langit-langit ruangan yang tingggi, sehingga biasanya akan terdapat tambahan ruangan diantara lantai dengan plafon yang disebut mezzanine.

Mezzanine ini umumnya digunakan sebagai tempat tidur, bahkan untuk wardrobe maupun walk in closet. Kemudian pada bagian bawahnya difungsikan sebagai ruangan lain. Misalnya saja untuk ruang tamu, ruang belajar, dapur, ruang makan, dan yang lainnya.

Apartemen loft, Sumber : zumper.com
Apartemen loft, Sumber : zumper.com

6. Apartemen Garden

Apartemen garden merupakan sebuah apartemen yang memiliki taman atau ruang hijau terbuka. Biasanya taman tersebut bersifat privat dan hanya bisa diakses oleh pemilik unit apartemen tersebut. Pemakaian istilah apartemen garden ini juga bisa diterapkan pada gedung apartemen yang memiliki taman dengan halaman yang luas.

Apartemen garden, Sumber : traveloka.com
Apartemen garden, Sumber : traveloka.com

7. Apartemen 1,2,3 Kamar

Jenis apartemen ini biasanya digunakan oleh orang yang sudah berkeluarga. Karena di dalam unit ini terdapat beberapa kamar serta dilengkapi dengan berbagai ruangan lainnya. Jika dilihat secara kasat mata, apartemen jenis ini hampir sama dengan rumah-rumah pada umumnya. Memiliki berbagai ruangan yang dapat difungsikan dengan berbagai kebutuhan.

Apartemen 1,2,3 kamar, Sumber : liveonhillsborough.com
Apartemen 1,2,3 kamar, Sumber : liveonhillsborough.com

8. Apartemen Penthouse

Apartemen yang satu ini merupakan jenis apartemen yang memiliki ruangan yang paling luas dari jenis apartemen lainnya. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas canggih, salah satunya adalah terdapat lift pribadi di dalamnya. Hunian yang letaknya paling atas dari sebuah bangunan apartemen ini cukup populer di luar negeri. Keindahan pemandangan yang terlihat dari unit ini membuatnya nampak semakin eksklusif dan mewah.

Apartemen penthouse, Sumber : secretagent.com.au
Apartemen penthouse, Sumber : secretagent.com.au

Untuk memdirikan sebuah bangunan gedung diperlukan berbagai perhitungan yang matang, agar saat sudah dioperasikan bangunan tersebut dapat menjamin keamanan dan keselamatan penghuninya. Ada berbagai persyaratan struktur bangunan gedung yang perlu dipenuhi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

High Rise Building: Mengenal Pengertian serta Karakteristiknya

Bangunan tinggi di New York, Sumber : thetowerinfo.com

Pengertian dari high rise building yaitu bangunan gedung yang memiliki struktur tinggi. Biasanya bangunan ini digunakan untuk hunian apartemen, selain itu juga digunakan sebagai gedung yang difungsikan untuk perkantoran. Namun baru bisa dikatakan sebagai bangunan tinggi apabila memenuhi beberapa karakteristik, sehingga bukan karena tinggi saja lalu bisa dikatakan sebagai high rise building.

Meskipun pengertian dari high rise building adalah bangunan tinggi, namun hanya bangunan yang memiliki ketinggian minimal 23 meter sajalah yang masuk dalam karakteristik bangunan tinggi. Bangunan pencakar langit ini menjadi ideal karena terdapat lift di dalamnya, selain itu juga dilengkapi dengan struktur bangunan yang kuat dan kokoh.

Seperti yang kita ketahui, bahwa Indonsia merupakan salah satu negara yang memiliki rangkaian gunung api teraktif di dunia. Selain itu wilayah Indonesia juga bertepatan dengan pertemuan tiga lempeng bumi. Oleh sebab itu, Indonesia merupakan wilayah yang rawan terjadi bencana alam seperti gempa bumi ataupun letusan gunung api. Sehingga memiliki struktur bangunan yang kokoh dan kuat adalah sebuah keharusan dari bangunan gedung.

Bangunan tinggi di Jakarta, Sumber : thejakartapost.com
Bangunan tinggi di Jakarta, Sumber : thejakartapost.com

Sesuai dengan Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, mengenai tolok ukur keandalan sebuah bangunan gedung haruslah meliputi empat aspek yaitu keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan. Semakin tinggi sebuah bangunan tentu saja akan semakin memiliki risiko yang bisa mengancam keselamatan penghuni gedung, jika tidak dilakukan pemeriksaan serta pengawasan secara berkala.

Pengawasan dan pemeriksaan tersebut dilakukan oleh tim pengkaji teknis untuk melakukan penilaian apakah bangunan tersebut sudah laik fungsi. Jika bangunan gedung sudah laik fungsi maka bisa dibuktikan dengan adanya kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi atau biasa dikenal dengan SLF. SLF akan diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat yang terkait.

Karakteristik dari Bangunan Tinggi (High Rise Building)

High rise building memiliki pengertian sebagai bangunan tinggi, namun ada beberapa karakteristik gedung ini bisa disebut sebagai bangunan tinggi. Biasanya bangunan pencakar langit ini banyak dijumpai di kota-kota besar, seperti di Jakarta contohnya. Di bawah ini merupakan karakteristik dari high rise building yang dapat Anda simak.

1. Ketinggian Bangunan

Sebuah gedung dapat dikatakan sebagai bangunan tinggi atau high rise building apabila memiliki tinggi minimal 23 meter. Setara dengan bangunan gedung yang memiliki 6 lantai menjulang ke atas. Bangunan-bangunan dengan tinggi minimal 23 meter ini, sudah banyak didirikan di kota-kota besar termasuk di beberapa wilayah Indonesia.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bangunan tinggi ini biasanya digunakan untuk berbagai kepentingan. Salah satunya sebagai kepentingan bisnis yang bangunan tersebut difungsikan untuk hunian apartemen, hotel, hingga gedung perkantoran.

2. Struktur Bangunan

Penggunaan struktur bangunan yang kokoh dan sesuai dengan aturan yang berlaku dapat meminimalisir kecelakaan saat gedung dioperasikan. Sehingga bangunan dapat dengan kuat menahan beban dan tidak mudah roboh. Terdapat 3 macam struktur bangunan yang biasa digunakan pada high rise building yakni flat slab, bearing wall system, dan open frame.

Flat slab merupakan struktur bangunan dari pelat beton yang dijadikan sebagai tempat menancapkan kerangka pada sebuah bangunan gedung. Bearing wall system merupakan sistem struktur yang memakai dinding sebagai tempat untuk menumpu beban sebuah bangunan. Open frame adalah sebuah struktur yang menggabungkan balok dengan kolom, yang kemudian akan membentuk sambungan yang dapat menahan beban bangunan.

3. Luas Lantai

Karakteristik dari bangunan tinggi atau high rise building selanjutnya ialah dilihat dari luas lantainya. Sebuah bangunan dapat dikatakan sebagai high rise building bila memiliki minimal luas lantai 750 meter persegi hingga 1500 meter persegi. Lahan yang luas diperlukan dalam pembangunan high rise building ini, agar mengimbangi tinggi dari gedung tersebut.

Bangunan tinggi di Dubai, Sumber : dubai-marina.com
Bangunan tinggi di Dubai, Sumber : dubai-marina.com

4. Memiliki Sistem Aerodinamika

Untuk bangunan tinggi diperlukan sistem aerodinamika yang baik, bertujuan agar high rise building tersebut tahan akan terpaan angin dan tahan akan gempa bumi. Pengertian dari sistem aerodinamika sendiri adalah salah satu cabang dinamika yang berkaitan dengan pergerakan udara, khususnya pada saat udara tersebut berinteraksi dengan benda padat.

Jadi apabila sebuah bangunan tinggi dilengkapi dengan sistem aerodinamika yang baik, maka bangunan akan tahan terhadap getaran akibat gempa bumi. Selain itu juga akan tahan akan terpaan angin, walaupun memiliki bangunan yang tinggi.

5. Solusi dari Keterbatasan Lahan

Dibangunnya high rise building termasuk mengatasi keterbatasan lahan pada wilayah perkotaan. Seiring berjalannya waktu, setiap tahunnya daerah perkotaan mengalami peningkatan penduduk. Sehingga banyak lahan yang digunakan untuk membangun perumahan untuk hunian masyarakat. Oleh sebab itu, semakin lama lahan yang tersisa semakin terbatas.

Dengan adanya high rise building ini dapat mengatasi keterbatasan lahan tersebut. Karena bangunan ini dibangun tinggi keatas, sehingga akan menghemat lahan yang digunakan. Misalnya saja dengan adanya bangunan apartemen, maka masyarakat akan memanfaatkan bangunan tersebut sebagai hunian untuk menghemat penggunaan lahan.

6. Memiliki Bentuk Bangunan Lurus ke Atas

Berkaitan dengan solusi untuk mengatasi permasalahan lahan yang terbatas, disebabkan high rise building ini memiliki bentuk bangunan yang lurus ke atas. Sehingga tidak akan memakan banyak lahan untuk mendirikan bangunan ini. Ada juga beberapa bangunan tinggi yang didesain secara unik, namun telah diperhitungkan secara matang sehingga tidak membahayakan penghuninya.

Bangunan tinggi di Singapura, Sumber : caingram.info
Bangunan tinggi di Singapura, Sumber : caingram.info

7. Memiliki Kebutuhan Energi yang Besar

Bangunan yang menjulang tinggi tentu saja akan membutuhkan energi yang besar. Oleh sebab itu, high rise building ini memiliki kebutuhan energi yang besar. Apalagi banyak bangunan tinggi ini digunakan sebagai apartemen maupun perkantoran, sehingga sudah dipastikan bahwa memerluka pasokan energi listrik yang besar.

8. Nilai Arsitektur Tinggi

High rise buiding tidak hanya berfokus pada fungsinya saja, namun juga dibangun dengan menerapkan nilai estetik di dalamnya. Banyak contoh bangunan tinggi memiliki arsitektur yang indah dan memukau. Desain megah dan mewah yang dimiliki gedung pencakar langit ini, tentu saja memiliki nilai yang tinggi dalam dunia arsitektur.

9. Memiliki Risiko Tinggi

Dibangunnya bangunan tinggi ini tentu saja juga memiliki risiko yang tinggi. Apabila tidak dibangun sesuai dengan perhitungan yang tepat serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka risiko robohnya bangunan tersebut akan semakin tinggi. Diperlukan pondasi yang kuat untuk mendirikan bangunan yang menjulang tinggi tersebut.

Bangunan tinggi di New York, Sumber : thetowerinfo.com
Bangunan tinggi di New York, Sumber : thetowerinfo.com

Itu tadi informasi mengenai high rise building, mulai dari pengertian hingga karakteristiknya. Untuk membangun sebuah bangunan gedung tidak boleh melewatkan aspek penting mengenai keselamatan, kesehatan, kenyamanan, serta kemudahan. Supaya setelah gedung dioperasikan dapat menjamin keamanan dan keselamatan penghuni gedung tersebut.

Konsultan SLF Profesional di Semarang

Ilustrasi tim penguji kelaikan fungsi gedung, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik

Konsultan SLF Semarang – Ibu kota Provinsi Jawa Tengah terletak di Kota Semarang yang termasuk ke dalam kategori kota metropolitan. Semarang menyandang peringkat kelima kota terbesar di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung. Sebagai ibu kota provinsi, Semarang padat akan penduduk dengan jumlah penduduk mencapai 1,7 juta. Baik itu penduduk lokal maupun penduduk pendatang yang bekerja di Kota Semarang.

Sebagai kota terbesar keempat yang terletak di Pulau Jawa, Semarang mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Ditandai dengan beberapa tahun ini, mulai terbangun beberapa bangunan gedung pencakar langit yang tersebar di sudut-sudut kota. Pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang seiring berjalannya waktu semakin meningkat, hal tersebut salah satunya ditandai dengan menurunnya angka pengangguran.

Selain menurunnya angka penggangguran, pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang juga dapat dilihat dari meningkatnya jumlah migrasi yang masuk serta meningkatnya pembangunan infrastruktur di Semarang. Berbagai bangunan gedung yang ada di Kota Semarang ini banyak difungsikan untuk kepentingan bisnis, misalnya saja seperti apartemen, hotel, dan juga perkantoran.

Gedung-gedung di Semarang, Sumber : semerbakpetrikor.blogspot.com
Gedung-gedung di Semarang, Sumber : semerbakpetrikor.blogspot.com

Dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang meningkat di Kota Semarang, sehingga dapat diperkirakan bahwa Semarang akan terus membangun infrastruktur untuk berbagai kepentingan. Kepentingan tersebut digunakan untuk pelayanan publik, swasta, hingga bisnis. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengawasan serta pemantauan pada bangunan gedung untuk mengetahui kelayakannya.

Sesuai dengan apa yang telah ditetapkan Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, terdapat tolok ukur mengenai keandalan sebuah bangunan gedung. Bagunan gedung dapat dinyatakan laik fungsi apabila pemilik gedung memiliki kepemilikan Serifikat Laik Fungsi (SLF). Sertifikat Laik Fungsi ini diterbitkan oleh pemerintah daerah, yang berarti untuk ini Pemerintah Kota Semarang.

Pengertian Sertifikat Laik Fungsi (SLF)

Sertifikat Laik Fungsi atau yang biasa disingkat SLF ini merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk bangun gedung yang telah selesai dibangun sesuai IMB atau Izin Mendirikan Bangunan. SLF bangunan gedung akan diterbitkan setelah bangunan telah memenuhi persyaratan kelaikan fungsi bangunan gedung, sesuai hasil pemeriksaan uji teknis dari instansi maupun jasa penyedia SLF terkait.

Sesuai pada Peraturan Walikota Semarang Nomor 47 Tahun 2017 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung, diterbitkannya Sertifikat Laik Fungsi bangunan gedung ini dimaksudkan untuk mengatur serta mengendalikan penyelenggaraan bangunan gedung. Untuk menjamin empat aspek yaitu keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan. Sehingga dapat mewujudkan kelaikan fungsi pada sebuah bangunan gedung.

Adapun tujuan diterbitkannya Sertifikat Laik Fungsi ini untuk mewujudkan bangunan yang handal serta fungsional. Selain itu juga agar terwujudnya penyelenggaraan bangunan gedung yang tertib. Bangunan gedung baru bisa difungsikan setelah pemilik bangunan mempunyai Sertifikat Laik Fungsi atau SLF dari bangunan tersebut.

Ilustrasi konsultan SLF, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik
Ilustrasi konsultan SLF, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik

Masa berlaku Sertifikat Laik Fungsi ini juga sudah ditetapkan, yakni berlaku selama 20 tahun untuk bangunan sebagi tempat tinggal. Sedangkan berlaku selama 5 tahun untuk bangunan gedung tertentu lainnya. Apabila masa berlaku SLF bangunan gedung hampir habis atau 60 hari kalender sebelum tenggat waktu SLF berakhir, maka pihak pemilik gedung wajib memperpanjangnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dilakukannya perpanjangan SLF ini agar bangunan gedung tetap terjamin kelayakannya, sehingga tidak membahayakan dan aman digunakan oleh seluruh penghuni gedung. Untuk proses perpanjangan SLF juga memerlukan uji teknis terlebih dahulu terhadap persyaratan administrasi dan persyaratan teknis. Serta merujuk pada hasil pemeriksaan berkala mengenai pemeliharaan atau perawatan pada tahun-tahun sebelumnya.

Proses Pengajuan Permohonan SLF

Untuk memudahkan menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi, maka pemilik gedung yang berwenang dapat bekerja sama dengan perusahaan pengkaji teknis atau konsultan SLF yang ada di Semarang. Pengkaji teknis tersebut merupakan sebuah badan usaha maupun perorangan yang mempunyai sertifikat keahlian dalam hal melaksanakan pengkajian teknis atas kelaikan fungsi bangunan gedung sesuai dengan yang telah ditentukan perundang-undangan.

Untuk bisa menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi atau SLF bagi bangunan gedung, maka diperlukan konsultan dari penyedia jasa SLF Semarang yang profesional dan berpengalaman serta memiliki status badan hukum yang jelas. Bukan hanya itu saja, namun juga harus mempunyai rekomendasi dari instansi terkait dari pengkajian teknis.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum mengajukan permohonan Sertifikat Laik Fungsi. Anda perlu mengetahuinya terlebih dahulu, diantaranya ialah sebagai berikut.

Persiapan Kelengkapan Dokumen

Untuk tahapan persiapan kelengkapan dokumen ini dilakukan setelah proses konstruksi bangunan gedung selesai dilakukan. Kelengkapan dokumen tersebut meliputi :

  • Gambar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang dilaksanakan (as built drawings).
  • Pedoman pengoperasian serta pemeliharaan atau perawatan pada bangunan gedung, peralatan dan perlengkapan mekanikal serta elektrikal bangunan gedung (manual).
  • Apabila pemilik bangunan gedung menggunakan penyedia jasa konstruksi, maka harus dan wajib untuk melengkapi dokumen perjanjian.
  • Memiliki dokumen IMB (Izin Mendirikan Bangunan).
  • Memiliki dokumen atau bukti pemanfaatan bangunan gedung.
  • Memiliki dokumen atau bukti hak atas tanah

Pemeriksaan Dokumen

Selanjutnya akan ada tahapan pemeriksaan dokumen permohonan SLF. Apabila dokumen yang diajukan oleh pemilik gedung belum lengkap atau belum sesuai dengan persyaratan yang ditentukan, maka pemilik gedung tersebut wajib memperbaikinya terlebih dahulu. Batas waktu perbaikan akan diberikan oleh penguji kelaikan fungsi bangunan gedung.

Tahap Verifikasi

Apabila dokumen permohonan SLF diterima maka tahapan selanjutnya proses verifikasi. Pada tahapan ini akan dinilai secara keseluruhan mengenai kelaikan gedung. Tidak hanya pada dokumentasi saja, namun nantinya akan ada tim penguji yang datang ke bangunan gedung tersebut untuk melakukan pengecekan secara langsung.

Ilustrasi tim penguji kelaikan fungsi gedung, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik
Ilustrasi tim penguji kelaikan fungsi gedung, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik

PT Eticon Rekaya Teknik

PT Eticon Rekayasa Teknik adalah perusahaan konsultan penyedia jasa SLF Semarang yang profesional dan memiliki banyak pengalaman. Perusahaan kami memiliki tenaga profesional yang memiliki latar belakang keilmuan yang dibutuhkan untuk uji teknis kelaikan bangunan gedung, mulai dari utilitas bangunan hingga mekanikal dan elektrikal (MEP).

Selain itu juga dari arsitektur, desain lanskap, teknik sipil, desain interior, manajemen HSE (health, safety, environment), dan berbagai keilmuan lainnya. Perusahaan kami telah menyelesaikan banyak pekerjaan penilaian uji teknis bangunan gedung beberapa tahun terakhir ini.

Penilaian uji teknis bangunan gedung tersebut digunakan untuk penerbitan maupun melakukan perpanjangan SLF di kota-kota besar yang ada di Indonesia, misalnya di Temanggung, Boyolali, Yogyakarta, Karawang, Bekasi, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Bogor, dan kota-kota lainnya.

Apabila Anda ingin menggunakan layanan dari perusahaan kami untuk menerbitkan maupun memperpanjang Sertifikat Laik Fungsi (SLF), maka Anda bisa menghubungi melalui kontak yang tertera di laman website PT Etikon Rekayasa Teknik.

Apa yang Menjadi Faktor Penentu Gedung Aman Digunakan?

Ilustrasi bangunan gedung, Sumber : id.wikipedia.com

Untuk melihat bangunan atau gedung aman digunakan, perlu melihat faktor penentu apa yang mendasarinya. Apabila ditinjau menurut Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, terdapat tolok ukur mengenai keandalan sebuah bangunan dapat dilihat dari empat aspek yakni keselamatan, kesehatan, kenyaman, dan kemudahan.

Selain itu juga perlu dilihat lagi pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung, bahwa setiap bangunan gedung haruslah memiliki struktur yang kuat, kokoh, dan stabil dalam memikul beban. Oleh sebab itu perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala mengenai keandalan sebuah bangunan gedung dan dinyatakan laik fungsi.

Untuk mengetahui sebuah bangunan gedung tersebut terjaga kualitasnya serta aman digunakan, maka perlu dilakukan pengawasan dan pemantauan mengenai kualitas sebuah gedung. Karena pada dasarnya sebuah gedung difungsikan untuk berbagai kepentingan, baik itu untuk pelayanan publik, kepentingan bisnis, maupun perseorang tetap membutuhkan jaminan jika gedung laik fungsi.

Faktor penentu sebuah gedung aman dan laik fungsi atau tidaknya diperlukan uji teknis keandalan bangunan gedung. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, pada saat gedung mulai dioperasikan. Nantinya apabila uji teknis keandalan sebuah bangunan gedung selesai dilakukan, pemiliki gedung akan mengajukan permohonan untuk menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi atau SLF.

Proses pembangunan gedung, Sumber : ilmusipil.com
Proses pembangunan gedung, Sumber : ilmusipil.com

Apa Itu SLF?

Sertifikat Laik Fungsi atau biasa disingkat dengan SLF adalah sebuah sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah daerah dimana gedung tersebut berasal. Terbitnya SLF tersebut setelah diadakannya uji teknis keandalan bangunan gedung yang telah selesai dibangun dan sesuai dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

SLF akan diberikan ketika gedung telah memenuhi berbagai persyaratan dari fungsi bangunan, berdasarkan dari hasil pemeriksaan jasa penyedia SLF ataupun instansi yang terkait. Sebagai contoh, jika anda berada di Kota Mojokerto maka dapat mengajukan SLF sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Walikota Mojokerto. Aturan tersebut diatur dalam Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 5 Tahun 2017 tentang Bangunan Gedung.

Untuk masa berlaku dari Sertifikat Laik Fungsi (SLF) 20 tahun, ditujukan bagi bangunan tempat tinggal seperti rumah tinggal tunggal, rumah tinggal deret, maupun rumah susun. Lalu untuk Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang berlaku 5 tahun, ditujukan bagi bangunan umum lainnya. Dengan adanya Sertifikat Laik Fungsi ini, bangunan anda menjadi terjamin keamanannya sehingga memungkinkan nilai bangunan meningkat.

Kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi ini juga menjadi faktor penentu bahwa gedung yang anda miliki aman digunakan dan sudah laik fungsi. Sehingga jika digunakan untuk kepentingan umum atau bisnis dapat memberikan berbagai keuntungan untuk anda. Selain itu anda juga akan terbantu meminimalisir kecelakaan yang terjadi saat gedung sudah mulai digunakan.

Ilustrasi uji kelaikan fungsi, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik
Ilustrasi uji kelaikan fungsi, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik

Aspek Keandalan Bangunan Gedung

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, dalam Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, terdapat tolok ukur mengenai keandalan sebuah bangunan yakni aspek keselamatan, aspek kesehatan, aspek kenyaman, dan aspek kemudahan.

1. Aspek Keselamatan

Dari segi aspek keselematan, terdapat persyaratan yang mencakup mengenai kemampuan sebuah bangunan gedung untuk mendukung beban muatan, serta kemampuan bangunan gedung dalam upaya untuk mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran atau bahaya petir yang mungkin dapat terjadi. Dalam hal mendukung beban muatan diperlukan kemampuan struktur sebuah bangunan gedung yang stabil dan kukuh.

Dalam hal mencegah serta menanggulangi bahaya kebakaran, sebuah bangunan gedung haruslah memiliki kemampuan untuk melakukan pengamanan terhadap bahaya kebakaran melalui sistem proteksi pasif maupun proteksi aktif. Untuk mencegah serta menanggulangi bahaya petir, maka bangunan gedung harus memiliki sistem penangkal petir.

2. Aspek Kesehatan

Dari segi aspek kesehatan, terdapat persyaratan yang mencakup mengenai sistem penghawaan gedung, pencahayaan gedung, sanitasi gedung, dan penggunaan bahan bangunan gedung. Sistem penghawaan pada gedung yang dimaksud adalah kebutuhan sirkulasi udara atau pertukaran udara yang harus disediakan di bangunan gedung melalui ventilasi alami maupun ventilasi buatan.

Kemudian untuk sistem pencahayaan yang disediakan gedung meliputi pencahayaan alami maupun pencahayaan buatan, termasuk juga dengan pencahayaan darurat. Untuk sistem sanitasi haruslah disediakan baik di dalam maupun di luar bangunan gedung untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pembuangan air kotor dan air limbah, kotoran serta sampah, serta saluran air hujan.

Untuk penggunaan bahan bangunan gedung, haruslah aman bagi kesehatan orang yang akan menggunakan gedung tersebut. Serta tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.

3. Aspek Kenyamanan

Dari segi aspek kenyamanan, terdapat persyaratan yang mencakup mengenai kenyamanan ruang gerak serta hubungan antar ruang, kondisi udara di dalam ruangan, pandangan, serta tingkat getaran dan kebisingan dalam ruangan. Untuk tingkat kenyamanan ruang gerak maka diperlukan dimensi serta tata letak ruang yang memberikan kenyamanan bergerak dalam ruangan.

Untuk kenyaman kondisi udara di dalam ruangan, dapat diperoleh dengan mengatur temperatur serta kelembaban di dalam ruangan. Kemudian untuk kenyamanan pandangan dalam melaksanakan kegiatan di dalam gedung tidak mengganggu gedung lain yang ada di sekitarnya.

Lalu untuk kenyamanan tingkat getaran dan kebisingan dalam ruangan ditentukan dengan suatu keadaan yang tidak mengakibatkan pengguna gedung terganggu oleh getaran maupun kebisingan yang timbul dari dalam bangunan gedung maupun lingkungan sekitarnya.

4. Aspek Kemudahan

Dari segi aspek kemudahan, terdapat persyaratan yang mencakup mengenai kemudahan hubungan ke, dari, dan di dalam bangunan gedung. Serta kemudahan dalam hal kelengkapan sarana dan prasarana dalam pemanfaatan bangunan gedung.

Untuk kemudahan ke, dari, dan di dalam bangunan gedung meliputi tersedianya fasilitas serta aksesibilitas yang mudah, aman, nyaman untuk semua orang termasuk penyandang cacat serta lanjut usia. Dalam kelengkapan sarana dan prasarana meliputi penyediaan fasilitas untuk ruang ibadah, ruang ganti, ruangan bayi, toilet, tempat parkir, tempat sampah, hingga fasilitas komunikasi dan informasi.

Ilustrasi bangunan gedung, Sumber : id.wikipedia.com
Ilustrasi bangunan gedung, Sumber : id.wikipedia.com

Pengurusan Surat Laik Fungsi (SLF)

Untuk mengurus Surat Laik Fungsi atau SLF, PT Eticon Rekayasa Teknik melayani jasa penyedia SLF yang dibekali dengan pengalaman bertahun-tahun dalam uji kelaikan fungsi bangunan gedung. Perusahaan kami memiliki tim yang terdiri dari berbagai latar belakang ilmu kependidikan, diantaranya adalah teknik sipil, arsitektur, pengembangan wisata, utilitas bangunan, dan bidang keilmuan lainnya.

Bukan hanya itu saja, kami juga telah mendapatkan beberapa sertifikat dari asosiasi profesional seperti Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (INTAKINDO), Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), serta Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Selain itu PT Eticon Rekayasa Teknik juga merupakan bagian dari anggota Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Jika anda ingin mendapatkan layanan untuk membantu anda dalam hal pengurusan SLF, desain dan perencanaan, maupun pengembangan pariwisata, maka dapat menghubungi kami segera. Anda dapat menghubungi PT Eticon Rekayasa Teknik di kontak yang telah tersedia pada laman website kami.

Konsultan Jasa SLF Berpengalaman di Samarinda

Konsultan jasa SLF, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik

Konsultan SLF Samarinda – Kota Samarinda merupakan ibu kota dari Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki jumlah penduduk terbesar di pulau Kalimantan. Luas wilayah Samarinda hanya 0,56% dari luas Provinsi Kalimantan Timur, sehingga menjadikannya menduduki peringkat ketiga daerah terkecil setelah Bontang dan Balikpapan. Walaupun termasuk wilayah terkecil, Samarinda termasuk ke dalam wilayah yang padat penduduk.

Fasilitas kesehatan yang dimiliki Samarinda juga cukup lengkap di Provinsi Kaliman Timur. Hal itu dikarenakan banyaknya masyarakat yang tinggal di kota tersebut, sehingga Pemerintah Kota Samarinda menyediakan saranan dan prasana yang memadai bagi masyarakat. Selain fasilitas kesehatan, di Samarinda juga terdapat perguruan tinggi yang mendukung kesehatan, seperti Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman.

Selain fasilitas kesehatan dari Pemkot Samarinda yakni Rumah Sakit Umum Daerah I.A Moeis, ada pula fasilitas kesehatan yang dibangun oleh swasta. Misalnya saja seperti Rumah Sakit Dirgahayu, Rumah Sakit Islam, Rumah Sakit Samarinda Medica Citra, Rumah Sakit H.Darjad, dan masih banyak bangunan fasilitas kesehatan lainnya.

Proses pembangunan sebuah gedung, Sumber : stellamariscollege.org
Proses pembangunan sebuah gedung, Sumber : stellamariscollege.org

Jika dilihat dari perkembangannya, Kota Samarinda terus mengalami peningkatan penduduk. Oleh sebab itu, diperkirakan akan ada pertambahan bangunan yang difungsikan untuk kepentingan umum, bisnis, maupun perseorangan. Untuk menjaga kualitas bangunan gedung, maka diperlukan pemantauan serta pengawasan mengenai kelayakan sebuah gedung.

Menurut amanat dari Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, mengenai tolok ukur keandalan bangunan melalui empat aspek yakni keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan. Hal tersebut dapat dilihat dari kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi atau biasa dikenal dengan SLF. SLF diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat, yang dalam kasus ini berarti Pemerintah Kota Samarinda.

Mengenal Sertifikat Laik Fungsi atau SLF

Sertifikat Laik Fungsi atau SLF merupakan seritifikat yang diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat untuk bangunan gedung yang sudah selesai dibangun sesuai dengan Izin Mendirikan Bangunan atau IMB. SLF akan diberikan ketika bangunan gedung dibangun sesuai dengan IMB dan sudah memenuhi persyaratan dari fungsi bangunan, yang berdasarkan hasil pemeriksaan dari instansi atau jasa SLF yang terkait.

Apabila anda berada di Kota Samarinda dan memerlukan SLF sebagai kewajiban dalam pembangunan gedung, maka ketentuan terkait SLF sudah diatur dan ditetapkan oleh Walikota Samarinda. Ketentuan tersebut sudah tertuang dalam Peraturan Walikota Samarinda Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Bangunan Gedung.

Hal tersebut dimaksudkan agar bangunan gedung yang telah selesai dibangun ataupun yang sudah difungsikan untuk berbagai kepentingan tetap aman digunakan. Sehingga bangunan gedung tidak akan membahayakan penghuni yang menggunakan gedung tersebut untuk kepentingan umum, bisnis, maupun perseorangan.

Sertifikat Laik Fungsi tentu saja memiliki masa berlaku yang telah ditentukan. Masa berlaku Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk rumah tinggal tunggal ataupun rumah tinggal deret berlaku selama 20 tahun. Sedangkan masa berlaku SLF untuk bangunan gedung yang lainnya berlaku selama 5 tahun.

Ilustrasi uji kelaikan bangunan gedung, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik
Ilustrasi uji kelaikan bangunan gedung, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik

Mengapa Perlu SLF?

Kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) pada sebuah bangunan gedung dibuat bukan dengan tanpa tujuan. Ada beberapa fungsi serta tujuan dibuatnya Sertifikat Laik Fungsi pada sebuah bangunan gedung.

1. Kepastiaan Hukum

Selain memastikan bahwa sebuah bangunan gedung sudah laik untuk difungsikan, SLF juga bertujuan untuk memberikan kepastiaan hukum. Sehingga apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan selama penggunaan gedung, misalnya terjadi kecelakaan kerja dapat di urus secara legal. Walaupun melalui proses hukum yang berlaku, karena sudah memiliki SLF.

2. Memberikan Rasa Percaya Terhadap Penghuni Gedung

Jika bangunan gedung difungsikan untuk kepentingan publik seperti pelayanan kesehatan, penginapan atau hotel maka dapat memberikan rasa percaya terhadap penghuninya. Secara tidak langsung, penghuni di gedung tersebut merasa nyaman dan aman karena bangunan sudah laik fungsi. Sehingga pihak pengelola juga tidak akan merasa cemas mengenai bangunan tersebut.

3. Kualitas Bangunan Terjamin

Dengan adanya pemantauan serta pengawasan mengenai kelayakan bangunan, maka kualitas dari bangunan tersebut sudah terjamin. Sertifikat Laik Fungsi memperhitungkan seluruh aspek yang ada dalam pembangunan sebuah gedung. Mulai dari instalasi listrik, pembuangan limbah, dan lain sebagainya. Sehingga bangunan gedung benar-benar terjamin kualitasnya.

Persyaratan Pembuatan SLF di Samarinda

Jika melihat pada Peraturan Walikota Samarinda Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Bangunan Gedung, maka terdapat beberapa persyaratan administratif dan persyaratan teknis mengenai penerbitan SLF yang perlu anda persiapkan.

1. Persyaratan Administrasi

  • Memiliki surat bukti hak atas tanah
  • Memiliki surat bukti kepemilikan pada bangunan gedung
  • Memiliki dokumen IMB

2. Persyaratan Teknis

  • Persyaratan tata bangunan yang meliputi peruntukan bangunan gedung, intensitas bangunan gedung, arsitektur bangunan gedung, dan pengendalian dampak lingkungan.
  • Persyaratan keandalan bangunan gedung yang meliputi aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan pada bangunan gedung yang dimaksud.

Supaya memudahkan dalam hal menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi, maka pemilik gedung dapat bekerja sama dengan perusahaan pengkaji teknis atau konsultan penyedia jasa SLF Samarinda. Maksud dari pengkaji teknis tersebut adalah badan usaha atau perorangan yang memiliki status badan hukum atau memiliki sertifikat badan usaha untuk melakukakan pengkajian teknis atas kelaikan fungsi sebuah bangunan gedung.

Perlu diketahui bahwa penyedia jasa SLF yang bersifat perorangan hanya bisa melakukan pengkajian teknis pada bangunan yang memiliki risiko kecil dan berbiaya kecil. Sedangkan untuk menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi bagi bangunan gedung, maka diperlukan konsultan penyedia jasa SLF Samarinda yang memiliki status badan hukum. Selain itu juga harus memiliki rekomendasi dari instansi yang terkait pengkajian teknis.

Konsultan jasa SLF, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik
Konsultan jasa SLF, Sumber : PT Eticon Rekayasa Teknik

PT Eticon Rekayasa Teknik

Perusahaan kami, PT Eticon Rekayasa Teknik merupakan konsultan atau penyedia jasa SLF profesional yang ada di Kota Samarinda. Kami dibekali pengalaman dalam uji kelaikan fungsi sebuah bangunan gedung. Selain itu kami juga memiliki tenaga yang ahli dan profesional dengan berbagai latar belakang keilmuan, seperti teknik sipil dan arsitektur.

Tidak hanya itu saja, tenaga ahli kami juga meliputi bidang utilitas bangunan, desain lanskap, MEP (Mechanical, Electrical, and Plumbing), desain interior, manajemen HSE (health, safety, environment), serta bidang keilmuan lain. Selain itu perusahaan kami juga merupakan bagian dari keanggotaan Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Untuk mendapatkan layanan dari jasa SLF di Samarinda atau uji kelaikan bangunan gedung, maka anda dapat menghubungi perusahaan kami melalui kontak yang tertera pada laman website PT Eticon Rekayasa Teknik.

Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung

Akses evakuasi dalam keadaan darurat kebakaran

Persyaratan kemudahan bangunan gedung sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 31 Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 2002, meliputi kemudahan bangunan ke, dari, dan di dalam bangunan gedung. Persyaratan ini juga mengatur tentang kelengkapan sarana dan prasarana dalam pemanfaatan bangunan gedung.

Bangunan gedung yang dimaksud pada artikel ini adalah semua bangunan baik yang dimiliki oleh pemerintah, swasta, maupun perorangan yang berfungsi selain sebagai rumah tinggal pribadi yang didirikan, dikunjungi, dan mungkin digunakan oleh banyak orang.

Continue reading

Persyaratan Kenyamanan Bangunan Gedung

Kenyamanan ruang gerak dan hubungan antar ruang

Dalam Undang-Undang RI No 28 Tahun 2002, telah diatur bahwa persyaratan kenyamanan menjadi salah satu persyaratan teknis dalam penilaian kelaikan fungsi bangunan gedung. Lebih detail lagi di dalam pasal 26 disebutkan bahwa persyaratan kenyamanan bangunan gedung haruslah meliputi kenyamanan ruang gerak dan hubungan antar ruang, kondisi dalam ruang, pandangan, serta tingkat getaran dan tingkat kebisingan.

Continue reading