Pariwisata Berkelanjutan: Apa yang Bisa Dilakukan?

pembangunan pariwisata berkelanjutan

Pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) merupakan pariwisata yang memperhitungkan sepenuhnya dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan saat ini maupun di masa depan, memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan, dan juga komunitas tuan rumah. Kebutuhan akan perencanaan dan pengelolaan yang berkelanjutan atau bertanggung jawab sangat penting agar industri dapat bertahan hidup secara keseluruhan.

Sebagaimana yang disebutkan juga dalam Peraturan Menteri Pariwisata No. 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan, terdapat 4 (empat) pilar utama dalam pengembangan pariwisata. Pilar ini juga menjadi kriteria yang telah dirumuskan oleh Badan Pariwisata Berkelanjutan Dunia (Global Sustainable Tourism Council), yang mencakup:

  1. Pengelolaan destinasi parwisata berkelanjutan (Sustainability Management)
  2. Pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal (Social-Economy)
  3. Pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung (Culture)
  4. Pelestarian lingkungan (Environment)

Dalam menyusun perencanaan pariwisata berkelanjutan, terdapat beberapa tujuan yang harus diperhatikan. Adapun tujuan yang harus dicapai dalam perencanaan destinasi wisata di antaranya adalah sebagai berikut: 

  1. Melestarikan lingkungan
    Tujuan dari perencanaan pariwisata berkelanjutan ialah untuk memanfaatkan secara optimal sumber daya lingkungan (termasuk flora dan fauna) yang merupakan elemen kunci dalam pengembangan pariwisata.
  2. Melestarikan budaya dan warisan
    Pembangunan pariwisata harus menghormati keaslian sosio-budaya komunitas tuan rumah, melestarikan warisan budaya dan nilai-nilai tradisional mereka, juga berkontribusi pada pemahaman dan toleransi antarbudaya.
  3. Adanya perencanaan, mitigasi, dan adaptasi terhadap perubahan iklim
    Perencanaan pembangunan pariwisata juga harus meliputi kegiatan antisipasi maupun mitigasi terhadap kemungkinan-kemungkinan terburuk/risiko terhadap krisis yang dapat terjadi kapan pun. Misalnya seperti bencana alam, bencana kesehatan, terorisme, maupun perubahan iklim.
  4. Memastikan keselamatan dan keamanan (baik komunitas maupun pengunjung)
    Perencanaan pariwisata berkelanjutan harus menjamin keselamatan, kesehatan, serta keamanan bagi wisatawan maupun komunitas/masyarakat lokal di kawasan destinasi wisata.
  5. Pengelolaan pengunjung
    Perencanaan pariwisata harus menjaga tingkat kepuasan wisatawan yang tinggi, memastikan pengalaman yang berarti bagi wisatawan, meningkatkan kesadaran mengenai masalah keberlanjutan, dan mempromosikan pariwisata berkelanjutan di antara wisatawan.
  6. Penyediaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas tenaga kerja
    Selain memberikan dampak terhadap pelestarian lingkungan dan sosial budaya, pembangunan pariwisata harus menjamin peningkatan perekonomian, khususnya dalam bentuk keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pemanfaatan destinasi wisata.
  7. Mendorong bisnis untuk mengadopsi praktik manajemen pariwisata berkelanjutan
    Perencanaan pariwisata berkelanjutan harus memastikan operasi ekonomi yang layak dan berjangka panjang, memberikan manfaat sosio-ekonomi kepada semua pemangku kepentingan yang didistribusikan secara adil, termasuk lapangan kerja maupun kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak sehingga masyarakat lokal mendapatkan layanan sosial dan pendapatan yang lebih baik.

Pembangunan pariwisata berkelanjutan tentunya membutuhkan partisipasi dari semua pemangku kepentingan. Misalnya saja untuk mengatasi masalah yang sering kali muncul di destinasi wisata, yaitu menumpuknya sampah plastik.

Dalam pandangan kami, masalah polusi plastik dalam pariwisata ini terlalu besar untuk diselesaikan oleh satu organisasi. Untuk itu, perlu adanya kebijakan di seluruh rantai nilai pariwisata agar masalah sampah plastik di destinasi wisata dapat segera terselesaikan.

Baca juga: Manajemen Pengelolaan yang Berkelanjutan Bagi Destinasi Wisata

Adapun inisiatif dan rekomendasi yang perlu diambil untuk mengurangi risiko sampah plastik di destinasi wisata adalah sebagai berikut:

  1. Berbagi informasi tentang tantangan polusi plastik dan solusi yang dapat diterapkan di seluruh sektor
  2. Mempromosikan inovasi dan memfasilitasi kerja sama antara pemerintah, organisasi lokal, dan pelaku bisnis
  3. Menyingkirkan kemasan dan barang plastik yang tidak perlu
  4. Mengambil tindakan untuk beralih dari model sekali pakai ke model pakai ulang atau alternatif yang dapat digunakan kembali
  5. Berkolaborasi dan berinvestasi untuk meningkatkan daur ulang dan pengomposan untuk sampah plastik

Meski perubahan akibat dampak buruk pariwisata yang tidak berkelanjutan bersifat kumulatif dan bertahap, perencanaan pembangunan pariwisata haruslah dipikirkan dan dipraktikkan sejak sekarang. Aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan juga harus mencakup kepentingan seluruh pemangku kepentingan, termasuk juga masyarakat adat, masyarakat lokal, wisatawan/pengunjung, industri, dan pemerintah.

pembangunan pariwisata berkelanjutan

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *