Bagaimana Cara Kerja Alat Penangkal Petir? Begini Penjelasan Detailnya

Mengenal cara kerja alat penangkal petir, Sumber: news.indotrading.com

Petir merupakan salah satu gejala alam yang bisa berbahaya baik itu untuk manusia maupun bangunan. Jadi tidak heran jika banyak orang yang waspada akan datangnya petir. Namun untuk sebuah bangunan terdapat sebuah alat penangkal petir yang bisa melindungi bangunan dari sambarannya.

Pada umumnya, bangunan yang rawan tersambar petir adalah yang memiliki ukuran tinggi. Misalnya saja hunian bertingkat seperti apartemen, gedung perkantoran, hotel, dan lain sebagainya. Namun bukan berarti rumah biasa yang tidak tinggi lolos dari ancaman petir. 

Jadi meskipun bangunan tidak tinggi, Anda juga perlu membutuhkan alat penangkal petir rumah sebagai langkah pencegahan. Untuk gedung-gedung tinggi yang mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF), biasanya sudah dilengkapi dengan sistem penangkal petir. Penangkal petir tersebut akan diletakkan di bagian puncak bangunan gedung.

Fungsi Penangkal Petir

Perlu Anda ketahui, bahwa material penangkal petir ini terbuat dari bahan yang memenuhi syarat dan dilapisi bahan anti korosi. Material tersebut adalah tembaga dan aluminium, yang tentunya sudah memenuhi standar.

Fungsi utama dari sistem penangkal petir adalah untuk menyelamatkan bangunan dari sambaran petir. Perlu Anda pahami, petir dapat menimbulkan musibah yang besar seperti kebakaran misalnya. Jadi untuk mengantisipasinya, diperlukan sebuah alat untuk menangkalnya.

Biasanya petir akan sering muncul ketika musim hujan. Petir tersebut akan membawa aliran listrik yang besar, bahkan hingga ribuan volt. Tidak bisa dibayangkan bagaimana dampaknya jika petir tersebut menyambar sebuah bangunan. Tentu saja akan sangat merugikan dan bisa menimbulkan korban jiwa.

Petir sangat rawan mengenai hal-hal tinggi yang posisinya dekat dengan awan. Misalnya saja seperti pohon maupun bangunan bertingkat tinggi. Jadi biasanya untuk bangunan bertingkat tinggi sudah memasang penangkal petir untuk melindungi bangunan beserta isinya dari sambaran petir.

Jadi alat penangkal petir yang telah dipasang bisa digunakan untuk menghalau petir. Dengan begitu, petir tidak bisa menyambar berbagai macam benda maupun bangunan yang letaknya ada di bawah awan. Alat tersebut akan menyerap muatan listrik yang kemudian dialirkan ke tanah. Sehingga petir yang menyambar tidak langsung ke bangunan.

Alat penangkal petir, Sumber: brainacademy.id
Alat penangkal petir, Sumber: brainacademy.id

Komponen Penangkal Petir

Lightning rods atau yang biasa dikenal dengan sebutan alat penangkal petir ini memiliki 3 komponen utama. Komponen tersebut terdiri dari batang penangkal petir, kawat konduktor, dan tempat pembumian. Berikut penjelasan dari 3 komponen utama penangkal petir tersebut.

1. Batang Penangkal Petir

Pada bagian batang alat penangkal petir ini memiliki bentuk berupa batang tembaga yang di bagian ujungnya runcing. Di bagian tersebut memang dibuat runcing karena muatan listriknya memiliki sifat yang mudah berkumpul dan lepas di ujung logam yang runcing.

Dengan begitu, bagian tersebut bisa memperlancar proses tarik menarik muatan listrik yang ada di awan. Batang runcing tersebut akan dipasang di bagian puncak suatu bangunan.

2. Kawat Konduktor

Komponen selanjutnya adalah kawat konduktor, kawat konduktor ini terbuat dari jalinan kawat tembaga. Jalinan kabel konduktor tersebut memiliki diameter kira-kira 1 hingga 2 cm. Kabel konduktor ini memiliki fungsi untuk meneruskan aliran muatan listrik.

Aliran muatan listrik yang ada di bagian batang akan diteruskan menuju tanah. Untuk tempat pemasangannya, kawat konduktor ini akan dipasang di bagian dinding luar bangunan.

3. Tempat Pembumian

Fungsi dari tempat pembumian (grounding) adalah untuk mengalirkan muatan listrik dari kabel konduktor menuju batang pembumian. Batang pembumian tersebut tertanam di dalam tanah. Batang pembumian memiliki diameter sekitar 1,5 cm dengan panjang sekitar 1,8-3 m. Bagian tersebut terbuat dari bahan tembaga yang berlapis baja.

Penggunaan penangkal petir sangat penting untuk bangunan, Sumber: nusabali.com
Penggunaan penangkal petir sangat penting untuk bangunan, Sumber: nusabali.com

Tipe Penangkal Petir

Perlu Anda ketahui bahwa penangkal petir memiliki 3 tipe yang berbeda. Tipe penangkal petir tersebut terdiri dari penangkal petir elektrostatis, radioaktif, dan konvensional. Simak penjelasan ketiga tipe penangkal petir tersebut di bawah ini.

1. Penangkal Petir Elektrostatis

Tipe penangkal petir yang satu ini menggunakan sistem E.S.E. (Early Streamer Emission) yang lebih aktif untuk menangkap petir. Jadi ada 1 elemen tambahan yang ada pada tipe ini, yakni head terminal. Head tersebut bisa menyimpan ion-ion positif yang berasal dari dalam bumi dengan jumlah besar.

2. Penangkal Petir Radioaktif

Untuk alat penangkal petir tipe yang satu ini sudah dilarang penggunaannya berdasarkan kesepakatan internasional. Hal ini dikarenakan pemakaian zat radioaktif yang digunakan tersebut bisa mengganggu kehidupan makhluk hidup sekitar dan menimbulkan bencana dari zat yang digunakan.

Untuk cara kerjanya dilakukan dengan reaksi netralisasi ion yang menggunakan bahan-bahan radio station aktif. Tipe penangkal petir ini akan menghambat sistem ionisasi yang dimainkan dengan cara memakai zat radioaktif selayaknya Radium 226 dan Ameresium 241. Namun untuk saat ini penggunaannya sudah dilarang.

3. Penangkal Petir Konvensional

Tipe konvensional merupakan penangkal petir sederhana yang umumnya menunggu datangnya petir untuk menyambar bagian ujung penangkal. Prinsip kerja dari tipe ini adalah menangkap petir secara pasif. Penangkal petir konvensional memiliki bentuk seperti tiang dan membutuhkan kabel konduktor. 

Karena bersifat pasif, bangunan yang memiliki area luas sering menggunakan beberapa penangkal sekaligus pada bagian puncak atapnya. Penangkal petir yang satu ini bisa diaplikasikan di mana saja. Namun akan lebih optimalnya digunakan untuk bangunan yang memiliki area sempit, misalnya saja seperti rumah tinggal.

Bangunan akan tetap aman dari petir ketika musim hujan jika menggunakan penangkal, Sumber: pinhome.id
Bangunan akan tetap aman dari petir ketika musim hujan jika menggunakan penangkal, Sumber: pinhome.id

Cara Kerja Alat Penangkal Petir

Terdapat penjelasan mengenai cara kerja alat penangkal petir yang dikutip dari laman wikipedia. Jadi ketika muatan listrik negatif yang ada di bawah awan sudah terpenuhi, maka muatan listrik positif yang ada di tanah akan segera tertarik. 

Muatan listrik tersebut akan mulai merambat naik melalui kabel konduktor. Kemudian akan langsung menuju ke bagian ujung batang penangkal petir. Pada saat muatan listrik negatif sudah dekat dengan atas atap, maka daya tarik antara kedua muatan akan semakin kuat.

Muatan positif yang berada di ujung alat penangkal petir akan tertarik menuju ke arah muatan negatif. Pertemuan antara kedua muatan tersebut akan menghasilkan sebuah aliran listrik. Aliran listrik yang terbentuk tersebut akan mengalir ke tanah melalui kabel konduktor. Jadi sambaran petir tidak akan mengenai bangunan.

Namun apabila kabel konduktor tadi terhubung dengan kawat listrik, maka sambaran petir yang terjadi akan merambat ke dalam bangunan melalui kawat listrik. Jika begitu, maka akan memunculkan bahaya. Misalnya saja seperti merusak berbagai alat elektronik di bangunan yang terhubung ke jaringan listrik.

Selain itu juga bisa mengakibatkan kebakaran maupun sebuah ledakan. Namun untuk mencegah kerusakan yang terjadi akibat jaringan listrik yang tersambar petir, di dalam bangunan akan dipasangi sebuah alat. Alat tersebut disebut dengan istilah penstabil arus listrik (surge arrester).

Mengenal cara kerja alat penangkal petir, Sumber: news.indotrading.com
Mengenal cara kerja alat penangkal petir, Sumber: news.indotrading.com

Itulah tadi informasi mengenai cara kerja alat penangkal petir. Ketika sebuah bangunan memiliki penangkal petir, maka bangunan tersebut terminimalisir dari risiko tersambar petir. Dengan memiliki SLF, bangunan gedung akan semakin terjamin keamanannya.

Untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penghuni bangunan gedung, hendaknya pihak pengelola mengurus SLF terlebih dahulu. Jika Anda pihak pengelola gedung, Anda bisa meminta bantuan dari jasa konsultan SLF yang profesional dan terpercaya.

Salah satu jasa penyedia SLF yang siap membantu Anda adalah PT Eticon Rekayasa Teknik. Kami memiliki tim profesional yang berpengalaman dalam pengurusan SLF. Sudah banyak pihak yang mempercayakan pengurusan SLF kepada kami. Untuk informasi lebih lanjutnya, silahkan hubungi kami.

Berbagai Kejadian Tribun Stadion Ambruk, Salah Satunya JIS

Informasi mengenai berbagai kejadian tribun stadion yang ambruk, Sumber: aldrinrachmanpradana.com

Pernah mendengar fenomena tribun stadion ambruk? Ternyata sudah ada beberapa kejadian yang benar-benar terjadi. Lantas apa yang menjadi penyebab stadion yang dibuat bisa ambruk atau ambrol? Bangunan yang tidak layak fungsikah? Atau memang bangunannya yang sudah tua?

Meskipun bangunan sudah tua, namun seharusnya pihak pengelola tetap melakukan pemeliharaan. Hal tersebut bertujuan agar bangunan tetap bisa digunakan sebagaimana mestinya. Misalnya saja dengan melakukan perpanjangan SLF (Sertifikat Laik Fungsi).

Dengan begitu, bangunan stadion bisa dilakukan pengecekan seperti saat pertama dibuatkan SLF. Sertifikat Laik Fungsi ini sangat penting dimiliki berbagai bangunan. Adanya SLF bisa membuktikan bahwa bangunan tersebut sudah laik fungsi dan memenuhi aspek keselamatan, aspek kesehatan, aspek kenyamanan, dan aspek kemudahan.

Fenomena Tribun Stadion

Salah satu hal yang menjadi penyebab stadion ambruk adalah bangunan tersebut tidak laik fungsi. Bahkan ada pula stadion yang baru saja diresmikan mengalami kejadian tersebut. Selain itu apakah ada lagi fenomena tribun yang runtuh lainnya? Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Stadion Internasional Jakarta

Stadion Internasional Jakarta atau lebih dikenal dengan Jakarta International Stadium (JIS) merupakan stadion sepakbola yang bertaraf internasional. Stadion yang satu ini disebut-sebut sebagai mahakarya. Hal ini dikarenakan biaya pembangunannya yang mencapai sekitar 4,5 triliun rupiah. Biaya yang cukup fantastis untuk sebuah stadion bukan?

Namun sayangnya terdapat kejadian yang tidak terduga belakangan ini. Pasalnya terdapat insiden robohnya pagar pembatas tribun stadion JIS. Kejadian ambruknya pagar pembatas tersebut terjadi saat baru saja diresmikan. Insiden tersebut tentu saja mengundang tanda tanya besar terhadap kualitas bangunan stadion.

Bagaimana bisa stadion bertaraf internasional dan baru saja diresmikan, pagar pembatasnya bisa ambruk? Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, namun insiden tersebut tentu saja cukup menyita banyak perhatian. Kualitas dari sebuah bangunan tentu saja harus memberikan kenyamanan, keselamatan, kesehatan, hingga kemudahan bagi penggunanya.

Ada berbagai pihak yang meminta kualitas dari sarana dan prasarana yang ada di Jakarta International Stadium (JIS) untuk diperiksa kembali secara menyeluruh. Bukan tanpa sebab, hal ini bertujuan untuk meminimalisir kejadian serupa terulang kembali.

Pengecekan ulang mengenai kualitas bangunan yang ada di Jakarta International Stadium sangat dibutuhkan. Hal ini tentu saja mengingat mengenai biaya yang dibutuhkan untuk membangun sebuah stadion tidak sedikit. Sehingga diharapkan kualitas bangunan dari JIS ini tidak sembarangan.

Peristiwa ambruknya pagar pembatas tribun JIS, Sumber: kompas.com
Peristiwa ambruknya pagar pembatas tribun JIS, Sumber: kompas.com

2. Stadion Arcamanik

Pada tanggal 9 November 2019, Stadion Arcamanik yang berlokasi di Bandung ini mengalami sebuah insiden. Bagian atap dari tribun Stadion Arcamanik tersebut runtuh dan menimpa halaman depan dan sebagian area voli pantai. Kejadian tersebut cukup menggegerkan warga dan membuat kaget masyarakat sekitar.

Peristiwa ambruknya atap stadion tersebut dikarenakan tiupan angin kencang yang melanda area sekitar. Kejadian tersebut berlangsung cukup cepat, hanya dalam waktu 1 menit atap-atap stadion sudah rubuh. Pada saat kejadian berlangsung, terdapat kelompok marching band Gita Pakuan yang sedang berlatih di sekitar stadion.

Namun untungnya tidak ada korban jiwa maupun luka-luka karena tragedi tersebut. Pelatih dari kelompok marching band Gita Pakuan, langsung membubarkan timnya untuk menyelamatkan diri. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun peristiwa tersebut tentu saja perlu diwaspadai dan tidak boleh terulang kembali.

Kejadian tersebut memang disebabkan karena tiupan angin kencang. Tapi bukan berarti faktor lainnya bisa dikesampingkan. Pihak terkait bisa mengkaji ulang mengenai kelaikan fungsi bangunan stadion. Hal ini bertujuan supaya kejadian serupa bisa diminimalisir. Dengan begitu stadion tetap aman digunakan meskipun ada banyak orang. 

Kejadian saat Stadion Arcamanik ambruk, Sumber: indozone.id
Kejadian saat Stadion Arcamanik ambruk, Sumber: indozone.id

3. Stadion Barombong

Fenomena tribun stadion ambruk selanjutnya datang dari Makassar, yakni Stadion Barombong. Kejadian ambruknya stadion tersebut terjadi pada tanggal 4 Desember 2017. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun para pekerja harus menghentikan pekerjaannya untuk sementara waktu.

Stadion bertaraf internasional ini disinyalir terdapat tindak pidana korupsi saat pembangunannya. Sehingga biaya yang dikeluarkan tidak sesuai dengan bahan yang digunakan. Kejadian robohnya tribun lantai tiga bagian selatan ini terjadi pada saat proses pengecoran pembuatan tempat duduk.

Karena disinyalir terdapat tindak pidana korupsi, maka bisa jadi kualitas bangunan yang ada tidak sesuai standar. Itulah yang memungkinkan peristiwa ambruknya Stadion Barombong ini ambruk. Ketika kualitas bangunan tidak sesuai standar, maka kejadian serupa bisa saja terjadi kapanpun dan dimanapun. 

Untuk meminimalisir kejadian serupa, tentunya setiap bangunan gedung membutuhkan uji kelaikan fungsi. Uji kelaikan fungsi tersebut akan dilakukan sebelum bangunan gedung digunakan. Dengan begitu, pihak pengelola bisa mengetahui apakah bangunan laik fungsi atau tidak. Jika tidak laik fungsi, maka bangunan tidak boleh digunakan.

Peristiwa ambruknya Stadion Barombong, Sumber: makassar.tribunnews.com
Peristiwa ambruknya Stadion Barombong, Sumber: makassar.tribunnews.com

4. Stadion Goffert

Jika tadi kita membahas mengenai stadion di Indonesia yang ambruk, kali ini kita akan membahas stadion ambruk yang ada di Belanda. Pada tanggal 17 Oktober 2021, terdapat sebuah insiden buruk yakni ambruknya tribun Stadion Goffert.

Peristiwa tersebut terjadi pada saat Liga Belanda sedang berlangsung. Dimana para suporter sedang merayakan kemenangannya bersama tim pemain yang menang. Saat sedang selebrasi, tiba-tiba tribun stadion bagian depan roboh. Tribun bagian depan tersebut diisi paling tidak 35 orang penonton.

Beruntungnya, di bawah tribun terdapat kontainer yang mampu mencegah tribun jatuh lebih dalam. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, namun walikota Nijmegen meminta untuk di investigasi lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.

Kualitas bangunan yang ada di Stadion Goffert tentu saja dipertanyakan. Sebelum peristiwa tersebut terulang kembali, pihak dari stadion perlu melakukan investigasi lebih dalam. Sehingga mampu mengetahui penyebab utamanya.

Detik-detik saat tribun Stadion Goffert ambruk, Sumber: sportstars.id
Detik-detik saat tribun Stadion Goffert ambruk, Sumber: sportstars.id

Kesimpulan

Kejadian mengenai tribun stadion yang ambruk di atas hanyalah sebagian contoh tentang bangunan yang tidak laik fungsi. Kelalaian pihak pengelola terhadap kelaikan fungsi ini perlu dipertanyakan. Apalagi untuk bangunan yang bertaraf internasional. 

Jadi sebelum membukanya secara umum, pihak pengelola perlu memastikan bahwa bangunan tersebut sudah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi. SLF ini bisa dijadikan sebagai bukti bahwa bangunan sudah melewati tahap verifikasi keamanan untuk digunakan sebagaimana fungsinya.

Setiap bangunan gedung perlu memperhatikan mengenai tolok ukur keandalanya. Hal ini juga sudah ada di dalam Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, tolok ukur mengenai keandalan sebuah bangunan meliputi aspek keselamatan, aspek kesehatan, aspek kenyamanan, dan aspek kemudahan.

Pastikan bahwa Anda menggunakan jasa penyedia SLF profesional untuk membantu Anda mengurusi Surat Laik Fungsi tersebut. Kami dari PT Eticon Rekayasa Teknik siap untuk membantu Anda dalam hal pengurusan SLF. 

Jangan sampai bangunan gedung yang sudah Anda persiapkan mencelakai orang lain hanya karena tidak dilakukan pengecekan terlebih dahulu. 

Pastikan juga bila masa berlaku SLF habis, Anda segera mengurus perpanjangannya. Karena ketika mengurus perpanjangannya, akan ada uji kelaikan fungsi lagi seperti pada saat pertama kali membuat SLF. Dengan begitu bisa menghindari risiko bangunan ambruk seperti tribun stadion di atas.