Mengenal Sistem Konstruksi Beton Pracetak yang Memiliki Kelebihan Dibandingkan Konvensional

Konstruksi Pracetak

Memahami kelebihan penggunaan beton untuk keperluan struktural dan non-struktural pada sistem pracetak merupakan hal yang sangat penting dan menguntungkan saat ini, terlebih mengenai efisiensi waktunya. Konstruksi beton pracetak adalah tipe konstruksi beton yang elemen-elemennya dicetak bukan pada area sekitar pelaksanaan konstruksi dilakukan.

Beton pracetak dapat bekerja secara komposit dengan tulangan dan/atau tendon pratekan. Sistem konstruksi pracetak dapat diterapkan hampir di seluruh metode konvensional pelaksanaan konstruksi bangunan seperti perumahan, bangunan untuk parkir, apartemen, perkantoran, bangunan industri, jembatan, maupun bangunan gedung lainnya.

Continue reading

Penjelasan Mudah Seputar Retak Struktur dan Non-struktural pada Bangunan

retak pada bangunan

Aktivitas Foreksik

Pengamatan Visual

Pelaksanaan dalam pengamatan visual kondisi struktur bangunan adalah langkah awal yang sangat penting dalam memutuskan (justifikasi) kondisi dari sebuah bangunan. Aktivitas ini merupakan sebuah metode forensik yang ditujukan untuk mengenali kondisi terakhir bangunan.

Adapun teknis pengamatan biasanya dilakukan dengan cara memperhatikan kondisi pada elemen-elemen struktur yang dapat terdiri dari balok, kolom, sekitar pondasi dan sambungan. Meski begitu, terdapat bagian non-struktural yang harus diperhatikan karena bisa saja mempengaruhi kondisi elemen struktural.

Continue reading

Total Station dalam Pengukuran dan Survei

Total Station dirancang untuk mengukur jarak horizontal dan kemiringan, sudut dan ketinggian horizontal dan vertikal dalam survei topografi dan pekerjaan geodetik, sebagaimana menjadi solusi survei. Hasil pengukuran dapat direkam ke dalam memori internal Total Station dan dapat ditransfer ke komputer pribadi. Kemampuan dasarnya adalah dapat melakukan pengkuran dengan rentang jarak yang jauh, cepat, dan akurat.

Continue reading

Uji Kuat Tekan Beton Inti (Core Drill Test)

Uji Kuat Tekan Beton Inti (Core Drill Test)

Indikasi kekuatan tekan beton dalam struktur dapat ditentukan dengan menguji inti yang diambil dari strukturnya. Tujuan metode pengujian ini adalah untuk mendapatkan nilai estimasi kuat tekan beton pada struktur yang sudah dilaksanakan. Dalam periode ini, pengembangan telah terjadi sedemikian rupa sehingga sekarang dianggap sebagai metode yang kuat untuk mengevaluasi struktur beton yang memiliki hubungan dengan kekuatan dan daya tahan mereka selain dari penilaian bentuk dan kontrol kualitas beton bertulang.

Continue reading

Non-Destructive Test Menggunakan Alat Hammer Test

Penggunaan hammer test

Seringkali kita menginginkan pekerjaan asessment pada bangunan gedung eksisting dilakukan dengan cepat dan tidak “merusak” komponen struktur primer sebuah bangunan. Pengujian terhadap kualitas bahan dikembangkan sehingga penilaian material tidak mengganggu keutuhan struktur utama. Belum lagi ditambah dengan pentingnya melakukan penilaian secara periodik menjadi alasan utama bahwa penilaian kualitas material eksisting harus dilakukan secara non-destructive. Salah satu alat yang sering digunakan untuk mengetahui kualitas material struktur beton bangunan gedung adalah hammer test.

Continue reading

Beberapa Pertimbangan Dalam Desain Struktur Baja (Bagian 2)

Desain Struktur Baja Bangunan Industri

Pada artikel sebelumnya (bagian 1), kami telah mengulas beberapa pertimbangan dalam desain struktur baja. Di antaranya adalah material baja, dimensi batang, rafter dan haunch, eaves haunch, apex haunch, base plate dan pondasi, maupun posisi kekangan kolom dan rafter.

Untuk itu, artikel ini akan melanjutkan pembahasan mengenai beberapa pertimbangan dalam desain struktur baja. Adapun pertimbangan yang dimaksud adalah sebagai berikut.

8. Dinding pasangan bata

Dinding pasangan bata hingga ketinggian 2,5 m sering disediakan di sepanjang struktur bangunan. Dinding ini dapat memiliki efek signifikan pada desain struktur karena beberapa hal. Di antaranya adalah sebagai berikut.

Continue reading

Tipe Portal Frame dalam Desain Bangunan (Bagian 2)

Desain Struktur Baja Bangunan Industri

Pada artikel sebelumnya, kami telah membahas mengenai tipe portal frame di mana menurut Salter et al (2004), terdapat beberapa tipe portal. Di antara yang telah kami bahas adalah pitched roof portal, portal Frame dengan lantai mezzanine, portal frame derek dengan kolom braket, dan mono-pitch portal frame.

Melalui artikel bagian kedua ini, kami akan melanjutkan pembahasan mengenai jenis/ tipe portal frame. Berikut penjelasannya!

Continue reading