Istilah-Istilah dalam Pariwisata (A-H)

Istilah-Istilah dalam Pariwisata

Accessible Tourism

Accessible Tourism adalah tentang bagaimana membuat industri pariwisata dapat diakses oleh semua orang. The United Nations World Tourism Organization (UNWTO) menyatakan semua akses terhadap fasilitas wisata, produk, dan pelayanan harus menjadi tanggung jawab utama dan diatur dalam kebijakan terkait Sustainable Tourism (pariwisata berkelanjutan). Hal ini juga menyangkut tentang bagaimana membuat pariwisata menjadi inklusif dan terbuka bagi semua orang terlepas dari keterbatasan fisik, disabilitas, maupun usia.

Adventure Tourism

Adventure Tourism merupakan bentuk pariwisata yang memiliki tingkat risiko tertentu. Bentuk pariwisata ini biasanya membutuhkan keterampilan maupun kekuatan fisik. Berdasarkan Adventure Travel Trade Association, Adventure Travel meliputi aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan fisik, pertukaran budaya, dan keterkaitan dengan alam. Beberapa contoh Adventure Tourism adalah rock climbing, skydiving, rafting, mountain climbing, dan paragliding

Agritourism

Agritourism atau yang dikenal juga dengan istilah Agricultural Tourism, Agrotourism, atau Farm Tourism merupakan bagian dari Rural Tourism. Bentuk pariwisata ini berfokus pada aktivitas pertanian dan melibatkan wisatawan pada kegiatan-kegiatan yang ada di sekitar lahan pertanian, peternakan, maupun perkebunan. Kegiatan tersebut dapat berupa horseback riding, animal petting, maupun pameran pertanian.

Aid/Charity Tourism

Aid Tourism, atau yang dikenal juga dengan Charity Tourism adalah suatu bentuk kegiatan wisata yang berkaitan dengan aktivitas sosial. Aktivitas sosial tersebut dapat berupa membantu pihak-pihak yang membutuhkan dengan bergabung dalam program volunteer. Selain itu, aktivitas sosial yang dimaksud juga dapat berupa donasi finansial melalu organisasi dan penyedia layanan perjalanan yang mempromosikan charitable tourism seperti tourism concern, barefoot, atau travel foundation

Alternative Tourism

Alternative Tourism merupakan suatu istilah yang digunakan untuk mengelompokkan beberapa bentuk niche tourism. Istilah ini juga dapat dilihat sebagai paradoks dari mass tourism. Biasanya, alternative tourism berhubungan dengan perjalanan wisata yang bersifat personal, autentik, dan mendorong adanya interaksi dengan lingkungan serta masyarakat sekitar. Beberapa bentuk pariwisata yang dapat digolongkan dalam bentuk alternative tourism di antaranya adalah voluntourism, sustainable tourism, community tourism, dan medical tourism.

Ancestry/Genealogy/Root Tourism

Ancestry Tourism juga dikenal sebagai Genealogy Tourism atau Root Tourism. Bentuk  pariwisata ini dapat berupa perjalanan ke suatu destinasi yang berhubungan erat dengan leluhur. Pariwisata ini telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir sejalan dengan bermunculannya sejumlah organisasi yang bertujuan untuk mencari garis keturunan seseorang. Skotlandia, USA, dan Canada merupakan contoh destinasi Ancestry Tourism yang cukup populer mengingat banyaknya imigrasi di negara-negara tersebut pada masa lampau.

Animal/Wildlife Tourism

Animal Tourism atau Wildlife Tourism merupakan suatu bentuk pariwisata yang berpusat pada observasi dan interaksi dengan satwa liar di alam terbuka. Hal ini termasuk mengamati hewan atau satwa di habitat alami mereka, seperti bird watching atau melakukan safari. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa animal tourism ini melibatkan hewan atau satwa yang tinggal di kandang seperti kebun binatang maupun peternakan hewan. Terlepas dari hal tersebut, akhir-akhir ini terdapat beberapa bentuk dari Animal Tourism seperti berenang bersama lumba-lumba maupun menaiki gajah yang kemudian mendapat kritik seiring meningkatnya kesadaran dan kepedulian terhadap isu-isu terkait Animal Tourism ini.  

Astro Tourism

Merupakan cabang dari Space Tourism, di mana kegiatan wisata ini berfokus pada ruang lingkup astronomi. Astro tourism dapat berupa kunjungan ke fasilitas yang berhubungan dengan astronomi seperti observatories, museum astronomi, maupun tour atau mengikuti acara yang berkaitan dengan astronomi.

Atomic/Nuclear Tourism

Atomic Tourism merupakan bentuk baru dari pariwisata berupa kunjungan ke lokasi yang pernah mengalami atomic activity seperti museum, bunker, maupun power station. Contoh destinasi dari pariwisata yang juga dikenal sebagai nuclear tourism ini adalah Chernobyl, Nevada Test Site dan Hiroshima.

Babymoon Tourism

Babymoon merupakan liburan yang dilakukan sebelum kelahiran dari seorang bayi, biasanya pada tri-semester kedua. Babymoon dianggap sebagai kesempatan terakhir bagi keluarga untuk dapat istirahat dan menikmati waktu berdua sebelum kedatangan sang bayi. Dalam kurung waktu 10 tahun terakhir, babymoon telah populer di beberapa negara seperti Inggris, Australia, maupun Amerika Serikat. Destinasi babymoon yang populer biasanya meliputi wilayah yang tidak terlalu panas dan tidak hidup nyamuk yang membawa virus seperti Zika dan Malaria.

Backpacking

Backpacking pada dasarnya merupakan suatu perjalanan yang dilakukan dengan menggunakan backpack. Backpacking biasanya bersifat low-budget, long-term, individual, dan biasanya dilakukan oleh anak muda di usia 20-an. Namun, beberapa tahun terakhir anggapan tersebut mulai berubah seiring dengan munculnya para backpacker golongan tua, backpacking families dan wealthy backpackers.

Beach Tourism

Beach tourism merupakan suatu pariwisata yang menggunakan pantai sebagai elemen utama dalam wisatanya. Wisata ini memanfaatkan tepian pantai dan paket-paket liburan yang populer. Beach tourism dapat berbentuk berbagai macam aktivitas dan hospitality services seperti water sports, boating, dan fishing

Begpacking

Begpacking merupakan perpaduan antara kata ‘begging’ dan ‘backpacking’. Isitilah ini dikenal sebagai bentuk perjalanan ke suatu wilayah yang dianggap kurang berkembang dengan kondisi finansial yang tidak dapat mendukung perjalanan mereka. Wisatwan yang melakukan begpacking tersebut kemudian memohon kepada warga lokal maupun wisatawan lain untuk dapat membantu biaya perjalanan mereka.

Benefit Tourism

Benefit Tourism merupakan istilah yang diberikan kepada orang-orang yang melakukan perjalanan ke suatu destinasi dengan tujuan mengklaim manfaat sosial. Benefit Tourism terlihat menonjol di Inggris yang memiliki jumlah migrasi yang cukup besar dari European Union. Bentuk kegiatan wisata ini kemudian menjadi topik hangat di kalangan media dan menjadi bagian utama dari Brexit Campaign.

Birth Tourism

Birtht Tourism merupakan suatu perjalanan yang dilakukan ke negara lain untuk melahirkan. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar bayi yang lahir dapat menerima status kependudukan di negara di mana ia lahir. Birth tourism biasanya banyak terjadi di negara-negara berkembang seperti Inggris atau Amerika Serikat. Hal ini dikarenakan banyak orang-orang yang berasal dari negara kurang berkembang datang membawa harapan bayinya bisa mendapatkan kualitan hidup yang lebih baik dibandingkan di negara asalnya. 

Black/Dark/Grief/Thanatourism

Black Tourism juga dikenal dengan Dark Tourism atau Grief Tourism merupakan kegiatan wisata yang berhubungan dengan tragedi dan kematian. Namun demikian, dark tourism masih bersifat kontroversial. Beberapa destinasi dark tourism yang cukup populer di antaranya adalah Auschwitz, Chernobyl, dan Ground Zero. Adapun destinasi dark tourism yang kurang populer contohnya pemakaman maupun museum-museum sejarah.

Baca juga: Dark Tourism: Mendatangi dan Merenungi yang Kelam

Booze Tourism

Booze Tourism berfokus seputar kegiatan meminum alkohol. Meski wisata ini mencakup kegiatan seperti wine tasting dan brewery tour, seringkali booze tourism dikaitkan dengan meminum alkohol di Booze Cruise. Booze Cruise sendiri merupakan sebuah kapal pesiar yang menjadi tempat untuk mengoonsumsi alkohol dengan level yang cukup kuat. Booze Cruise populer di 18-30 destinasi seperti Magaluf (Spanyol) dan Ibiza (Spanyol).

Business Tourism

Business Tourism atau Business Travel pada dasarnya merupakan bentuk perjalanan yang berkaitan dengan kegiatan bisnis ke luar kota atau wilayah. The United Nations World Tourism Organization (UNWTO) mendefinisikan turis atau wisatawan sebagai orang yang melakukan perjalanan menuju atau tinggal di luar tempat tinggal mereka untuk bersantai, bisnis, maupun tujuan lain. Hal ini membuktikan bahwa bisnis merupakan faktor yang penting pendukung ekonomi pariwisata. Kegiatan pada business tourism dapat berupa menghadiri pertemuan, kongres, pameran, dan perjalanan insentif.

Celebrity Tourism

Celebrity Tourism memanfaatkan artis sebagai atraksi utama. Para turis dan wisatawan dapat mengunjungi destinasi wisata di mana artis tersebut berada atau pernah datang. Banyak Destination Management Organizations (DMOs) menggunakan artis sebagai sarana promosi destinasi atau atraksi wisata. Bahkan wisatawan kadang mengunjungi destinasi wisata yang kabarnya pernah didatangi oleh artis. Beberapa destinasi celebrity tourism di antaranya adalah Hollywood, The Cannes Film Festival, Harry Potter Studio, dan Madam Tussauds.

Cemetery/Grave/Tombstone Tourism

Cemetry Tourism dikenal juga dengan Grave Tourism atau Tombstone Tourism, yang merupakan suatu aktivitas mendatangi pemakaman dengan tujuan sebagai hiburan. Sebagai bagian dari dark tourism, banyak turis atau wisatawan yang memilih mengunjungi makam dari orang-orang terkenal, pemakaman dengan penampilan yang tidak biasa, ataupun kemegahan dari batu nisan orang-orang yang dimakamkan di sana. Bentuk pariwisata ini juga memberi kesempatan bagi wisatawan yang ingin berziarah atau mengamati batu nisan tersebut. Contoh pemakaman yang menjadi destinasi cemetry tourism dan cukup populer di kalangan wisatawan adalah Mount of Olives di Jerusalem, Recoleta Cemetery di Buenos Aires, dan Arlington National Cemetery di Washington.

Christian Tourism

Christian Tourism merupakan subsektor terbesar dari religious tourism. Bentuk ini berfokus pada kegiatan-kegiatan keagamaan yang berkaitan dengan penganut Kristiani, seperti kunjungan ke destinasi yang kental dengan nuansa kristiani layaknya Bethelem ataupun Jerusalem. Kegiatan tersebut juga dapat berupa kunjungan ke biara, tinggal dan melakukan perjalanan sesama penganut Kristiani, kegiatan missionary, perjuangan, kampanye, dan retret.

Cold War Tourism

Cold War Tourism menyangkut tentang edukasi dan perjalanan ke situs-situs yang memiliki hubungan yang signifikan dengan peristiwa cold war. Atraksi yang ditawarkan pada bentuk pariwisata ini adalah bunker, perbatasan, penjara, maupun museum.

Community Based Tourism (CBT)

Community Based Tourism merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah liburan atau perjalanan yang dapat memberikan manfaat kepada wisatawan maupun destinasi yang dikunjungi. Community Based Tourism berbasis pada premis bahwa adanya tanggung jawab bersama dan keterlibatan komunitas lokal dalam pengembangan dan manajemen pariwisata di area tersebut. Bentuk pariwisata ini biasanya berada di wilayah rural (pedesaan) dan masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. Harapannya, masyarakat setempat dapat memiliki peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan melalui pekerjaan-pekerjaan seperti land managers, pramuwisata, penyedia homestay, penyedia makanan dan minuman,  penyedia layanan, maupun karyawan.

Conference Tourism

Conference Tourism merupakan kondisi di mana seseorang melakukan perjalanan dengan tujuan untuk mengikuti sebuah pertemuan. Conference Tourism biasanya berkaitan dengan perjalanan bisnis dan merupakan bagian dari sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).

Couchsurfing

Couchsurfing berbasis pada konsep hospitality di mana turis atau wisatawan tinggal di rumah seseorang secara gratis. Namun demikian, couchsurfing bukan hanya tentang menemukan tempat tinggal, tetapi merupakan sebuah wujud dari hospitality dan social networking service yang memfasilitasi terjadinya pertukuran budaya antarnegara. Untuk dapat melakukan couchsurfing, perlu untuk mendaftarkan diri terlebih dahulu melalui platform khusus couchsurfing.

Cruise Tourism

Cruise Tourism mengacu pada liburan yang sepenuhnya dilakukan di sebuah kapal pesiar. Pariwisata ini memungkinkan turis untuk merasakan multi-centre holiday, di mana mereka menghabiskan waktunya di berbagai destinasi selama perjalanan. Kapal pesiar yang digunakan memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari pesiar kecil hingga besar dan dapat berlangsung di laut maupun sungai. Contoh destinasi cruise tourism yang cukup populer di antaranya adalah Caribbean, Mediterranean, dan Arctic.

Culinary/Food Tourism

Culinary Tourism atau Food Tourism merupakan kegiatan wisata yang berorientasi untuk mencari pengalaman kuliner yang berkesan. Sebagai bagian dari cultural tourism, bentuk wisata ini memungkinkan turis untuk mencoba kuliner lokal dan merasakan makanan serta minuman tradisional di wilayah tersebut.

Cultural Tourism

Cultural Tourism merupakan bentuk perjalanan yang mengunjungi destinasi wisata untuk merasakan dan mempelajari suatu budaya tertentu. Hal tersebut meliputi kegiatan-kegiatan seperti menghadiri even atau festival, kunjungan ke museum, dan mencicipi makanan serta minumal khas lokal. Cultural tourism juga dapat dianggap sebagai pengalaman tambahan ketika melakukan perjalanan wisata, yang memberi arti bahwa cultural immersion (dengan masyarakat lokal, bahasa, adat, kuliner, dan lain-lain) merupakan bagian yang tak dihindari ketika melakukan perjalanan wisata.

Danger/Extreme/Shock Tourism

Danger Tourism dikenal juga dengan Extreme Tourism atau Shock Tourism merupakan sebuah perjalanan ke suatu destinasi untuk mengikuti kegiatan yang tergolong ekstrim. Danger Tourism merupakan bagian dari adventure tourism yang memiliki risiko. Contoh kegiatan-kegiatan dalam wisata ini di antaranya adalah cliff base jumping di Norwegia atau volcano bungee jumping di Chili.

Disaster Tourism

Disaster Tourism merupakan wisata berupa kunjungan ke lokasi di mana pernah terjadi natural disaster (bencana alam) ataupun man-made disaster. Bentuk kegiatan wisata ini dapat dikatakan sebagai bagian dari Dark Tourism. Destinasi disaster tourism dapat menjadi populer secara permanen seperti Aceh yang pernah dilanda tsunami, tetapi juga terdapat destinasi yang populer hanya dalam waktu tertentu setelah bencana itu terjadi seperti Kathmandu setelah gempa di tahun 2015 ataupun New Orleans setelah Angin Topan di tahun 2005.

Domestic Tourism

Domestic Tourism merupakan wisata yang dilakukan di negara tempat wisatawan atau turis itu tinggal. Menurut UNWTO, seseorang perlu berada jauh dari lokasi dia tinggal selama minimal satu malam untuk dapat dikategorikan sebagai turis domestik.

Doom/Last-Chance Tourism

Doom Tourism atau yang dikenal sebagai Last Chance Tourism meliputi wisata ke destinasi yang dianggap hampir hilang atau punah akibat ulah manusia maupun bencana alam. Destinasi Doom Tourism di antaranya meliputi Maldives yang terancam akibat dari tinggi permukaan laut yang semakin meningkat, The Dead Sea yang semakin bekurang ukurannya, dan Gunung Kilimanjoro di mana gletser semakin berkurang sebanyak 80% selama satu abad terakhir.

Ekowisata
Ekowisata merupakan perjalanan bertanggung jawab ke area/kawasan alami yang melestarikan lingkungan, mempertahankan kesejahteraan masyarakat setempat dan melibatkan interpretasi dan pendidikan, baik untuk masyarakat lokal maupun tamu (wisatawan).

Ecotourism

Ecotourism atau ekowisata merupakan bentuk wisata yang ditujukan untuk melestarikan lingkungan atau ekosistem yang dianggap rapuh. Ekowisata biasanya dilaksanakan di lingkungan yang terancam, di mana tujuannya adalah untuk melakukan konservasi. Bentuk wisata ini menawarkan fasilitas bangunan wisata yang memiliki dampak kecil terhadap lingkungan dan menggunakan produk-produk yang ramah linkungan seperti toilet kompos dan ramah energi seperti listrik tenaga surya. Dalam beberapa tahun terakhir, ekowisata dapat dikatakan sebagai istilah yang cukup populer dan seringkali dikaitkan dengan konsep Sustainable Tourism.

Baca juga: Ekowisata: Jalan Tengah Pariwisata yang Berlebihan

Educational Tourism

Educational Tourism adalah wisata yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran. Richie et al, seorang akademisi yang mencetuskan istilah tersebut, mendefinisikan educational tourist sebagai orang yang berada jauh dari tempat tinggalnya lebih dari satu malam dengan edukasi dan pembelajaran sebagai alasan utama atau alasan sampingan, tetapi dianggap sebagai cara yang penting untuk menghabiskan waktu bersantai. Educational Tourism dapat berbentuk pembelajaran yang terstruktur seperti TEFL Course atau pelatihan diving certification. Selain itu, Educational Tourism juga dapat berbentuk kegiatan pembalajaran yang tidak terstruktur, di mana turis atau wisatawan mendapat pengetahuan melalui pengalaman mereka selama perjalanan dan aktivitias yang mereka laksanakan.

Enotourism, Oenotorusm, Vinitourism, atau Wine Tourism

Enotourism, oenotorusm, wine tourism, atau vinitourism adalah pariwisata yang berhubungan erat dengan wine atau anggur. Kegiatan yang dilakukan dalam pariwisata ini meliptui wine appreciation, wine tasting, atau tur ke kebun anggur. Negara yang dikenal memiliki destinasi Enotourism yang cukup populer adalah Perancis, California, Afrika Selatan, dan Italia yang terkenal akan produksi wine dengan standar yang bagus.

Ethical Tourism

Ethical Tourism mengacu pada pariwisata yang memberikan manfaat kepada masyarakat dan lingkungan. Bentuk pariwisata ini memiliki hubungan yang erat dengan konsep Sustainable Tourism dan Responsible Tourism serta menjadi perhatian khusus bagi beberapa organisasi termasuk NGO yang memiliki konservasi terhadap budaya, lingkungan, dan kepariwisataan.

Ethnic Tourism

Ethnic Tourism merupakan pariwisata yang berfokus untuk mempelajari atau merasakan suatu etnik tertentu. Ethnic Tourism merupakan bagian dari cultural tourism. Bentuk kegiatan wisata ini meliputi pengalaman budaya yang cukup mendalam, seperti melalui kegiatan relawan maupun tinggal di homestay.

Experiential Tourism

Experiential Tourism merupakan turunan dari konsep experiental learning, di mana seseorang belajar dari pengalaman yang ditawarkan melalui kegiatan wisata. Bentuk pariwisata ini berfokus pada destinasi wisata tertentu, budaya, masyarakat, norma, maupun sejarah yang ada di destinasi wisata tersebut. Experiental learning seringkali dikaitkan dengan cultural tourism dan educational tourism serta cukup populer di kalangan backpacker maupun wisatawan yang mencari pengalaman wisata yang autentik dan mendalam.

Fashion Tourism

Fashion Tourism merupakan pariwisata yang berfokus di seputar fashion. Tipe-tipe Fashion Tourism yang cukup populer biasanya berhubungan dengan fashion even seperti Berlin Fashion Week, Jogja Fashion Week, atau Jember Fashion Carnival. Fashion Tourism juga dapat dikatakan sebagai cabang dari Shopping Tourism. Dalam makna yang lebih luas, Insta-Tourism juga dapat mencakup Fashion Toursim, khususnya ketika influencer mempromosikan pakaian atau aksesoris tertentu.

Fertility/Reproductive Tourism

Fertility Tourism merupakan bagian dari Medical Tourism, di mana seseorang melakukan perjalanan ke suatu destinasi dengan tujuan mendapat pengobatan atau perawatan kandungan. Fertility Tourism mayoritas terjadi ketika terdapat pengobatan atau perawatan dengan biaya yang lebih murah atau kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan yang ada di lokasi asal orang tersebut.

Film/Screen Tourism

Film Tourism atau yang dikenal dengan Screen Tourism adalah subsektor dari industri Cultural Tourism. Pariwisata ini berfokus pada konsep pembuatan dan produksi film, di mana wisatawan cenderung mengunjungi lokasi yang berhubungan dengan film atau lokasi di mana film tersebut di buat. Contoh destinasi yang digunakan dalam pengambilan film adalah The Beach di Thailand, Bali, dan Northern Island yang muncul di film Game of Thrones. Sedangkan contoh destinasi dengan film set yang cukup populer di antara adalah Harry Potter Studio di Hertfordshire, Universal Studios di California, Studio Alam Gamplong di Yogyakarta.

Flashpacking

Flashpacking merupakan istilah lain yang ada di seputar backpacking. Flashpacking mengacu pada suatu perjalanan dengan backpack dalam jangka waktu tertentu dan biasanya berkaitan dengan backpacking. Namun demikian, flashpacker tidak terbatas pada biaya seperti yang terjadi pada kalangan backpacker. Biasanya, flashpacker justru berasal dari kalangan ekonomi menengah ke atas atau orang-orang yang memiliki keuangan lebih dan siap untuk digunakan selama perjalanan.

Garden Tourism

Garden Tourism adalah suatu aktivitas mengunjungi tempat dengan kondisi pertamanan yang cukup maju. Taman yang dimaksud dapat berupa taman yang terkenal, kebun raya, maupun taman-taman yang kurang populer. Kegiatan yang ditawarkan dalam pariwisata ini dapat berupa kunjungan museum pertamanan atau gardening event seperti Chelsea Kew Orchid Festival.

Genocide Tourism

Genocide Tourism merupakan subsektor dari Dark Tourism, di mana pariwisata ini berfokus pada kejadian kematian dan pembunuhan. Destinasi Genocide Tourism yang cukup populer di antaranya meliputi Kamboja yang dikenal akan kejadian Khmer Rouge Regime, Vietnam tentang Vietnam War dan Auschwitz, serta Jerman dengan Concentration Camp yang cukup terkenal.

Ghetto Tourism

Ghetto Tourism atau yang juga dikenal dengan Slum Tourism merupakan perjalanan wisata dengan tujuan meningkatkan kualitas wilayah di destinasi yang dituju. Dalam perjalanannya, wisatawan akan mendonasikan waktu mereka untuk membantu orang-orang yang kurang beruntung. Namun demikian, keberadaan Ghetto Tourism ini mendapat kritik dari berbagai pihak karena dianggap sebuah kegiatan yang tidak etis.

Glamping

Glamping merupakan istilah yang berasal dari singkatan “Glamourous Camping”. Istilah ini mengacu pada aktivitas camping dengan tambahan-tambahan fasilitas, pelayanan, dan produk yang tidak ditemukan pada camping umumnya. Glamping menjadi cukup populer dalam beberapa tahun terakhir dan seringkali menggunakan peralatan spesialis seperti yurt dan pod. Destinasi glamping yang populer di Indonesia contohnya adalah di De Loano Glamping, Purworejo, Jawa Tengah.

Halal Tourism

Halal Tourism merupakan pariwisata yang didesain dan disesuaikan dengan kebutuhan penganut agama islam. Resort, hotel, dan atraksi wisata yang berkaitan dengan Halal Tourism hanya akan menyajikan makanan dan minuman halal yang disiapkan dengan cara-cara tertentu. Bahkan, tempat yang mengklaim sebagai destinasi halal tidak akan menyediakan alkohol dan memisahkan fasilitas spa atau kolam renang antara pria dan wanita. Halal Tourism tergolong populer di Indonesia, khususnya di Lombok.

Health/Medical Tourism

Health Tourism atau yang juga dikenal dengan Medical Tourism merupakan sebuah perjalanan wisata ke suatu destinasi dengan tujuan mendapatkan pengobatan atau perawatan medis. Motivasi turis untuk melakukan perjalanan ini biasanya berkaitan dengan biaya medis yang lebih murah ataupun kualitas penyediaan pengobatan yang lebih baik. Selain itu, para turis juga memilih untuk melakukan Medical Tourism untuk mendapatkan penanganan medis darurat yang mungkin tidak tersedia di tempat mereka tinggal, Cosmetic Surgery, maupun penanganan dental. Destinasi yang cukup populer untuk jenis wisata ini di antara adalah Singapura, Turki, dan Panama.

Historical Tourism

Historical Tourism meliputi kunjungan ke tempat-tempat dengan makna sejarah yang melekat di dalamnya. Turis atau wisatawan biasanya mengunjungi tempat-tempat tersebut dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan ataupun sekedar mencari hiburan. Pada satu sisi, mengunjungi lokasi atau atraksi bersejarah juga dapat dianggap sebagai bagian kecil dari pengalaman wisata yang lebih luas.  

Holocaust Tourism

Holocaust Tourism merupakan subsektor dari industri Dark Tourism. Wisata ini berfokus pada seputar perjalanan ke destinasi di mana kejadian mengerikan selama World War 2. Contoh dari destinasi Holocaust Tourism adalah Concentration Camp milik bangsa Yahudi seperti yang ada di Auschwitz, Anne Frank’s House di Amsterdam, dan museum yang ada di Eropa Tengah dan Eropa Barat.

Homestay Tourism

Homestay Tourism adalah cabang dari Community Based Tourism. Homestay merupakan bentuk penginapan dan hospitality, di mana turis akan tinggal di kediaman warga lokal yang ada di sekitar destinasi wisata. Selain sebagai pilihan akomodasi, homestay menjadi sarana untuk turis untuk dapat merasakan pengalaman yang autentik dan kaya akan budaya dengan memberikan kesempatan bagi turis untuk melihat secara langsung kehidupan yang dijalani oleh host atau tuan rumah. Homestay Tourism cenderung populer bagi budget tourist, volunteer tourist, siswa yang sedang menjalani pertukaran budaya, dan orang-orang yang mencari cultural experience.

Honeymoon Tourism

Honeymoon merupakan suatu bentuk liburan yang dilaksanakan segera setelah pernikahan diadakan. Pasangan suami istri baru cenderung akan menghabiskan dana yang lebih banyak ketika honeymoon dibandingkan ketika sedang menjalani liburan biasa dan seringkali memiliki destinasi yang terkenal akan suasana romantis. Beberapa destinasi yang cukup populer untuk honeymoon di antaranya adalah Maldives, Hawai, dan Bali.

Baca juga: Istilah-Istilah dalam Pariwisata (I-W)

Referensi:

Diterjemahkan dari artikel Types of tourism: A Glossary yang ditulis oleh Dr. Hayley Stainton lewat laman website Tourism Teacher yang telah diperbarui pada 22 Mei 2020.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *