Penjelasan Lengkap Tentang Konsultan Konstruksi Ada Disini!

Ilustrasi kontraktor konstruksi. Sumber: unsplash.com

Tahukah Anda bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi dan sosial dari suatu wilayah? Dengan adanya pembangunan infrastruktur yang baik tentunya akan membuka lebih banyak ruang bagi masyarakat untuk melaksanakan kegiatan ekonomi. Namun, membangun sebuah infrastruktur tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Untuk itulah seorang konsultan konstruksi dibutuhkan agar infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi dengan optimal.

Seorang konsultan konstruksi memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembangunan infrastruktur sangatlah penting. Sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Dr. Ir. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc, ia mengatakan bahwa tidak ada infrastruktur yang hebat tanpa seorang konsultan yang juga memiliki skill yang hebat.

Peran dan tugas seorang konsultan konstruksi dikatakan penting sebab dalam sebuah proyek pembangunan, dibutuhkan penyedia software dan brainware yang bertujuan untuk melancarkan semua pelaksanaan pembangunan mulai dari tahap awal perencanaan hingga masa pelaksanaan pembangunan berakhir. Proses awal perencanaan sebuah proyek oleh seorang konsultan konstruksi harus dirancang secara matang agar bisa menghasilkan sebuah infrastruktur atau bangunan yang berkualitas. Dengan begitu, kesuksesan sebuah proyek bisa terjamin kedepannya.

Apa itu Konsultan Konstruksi dan Tugasnya

Secara garis besar, konsultan konstruksi adalah seorang profesional yang menerjemahkan semua kebutuhan dan keinginan client dengan cara membuat desain perencanaan pembangunan proyek mulai dari konsep perhitungan, gambar, dan konsep penting lainnya. Selanjutnya, konsultan konstruksi akan melakukan pendampingan serta pengawasan kontraktor pada fase pelaksanaan pembangunan proyek.

Perlu diketahui bahwa proses konsultasi konstruksi tidak hanya dilakukan sekali. Umumnya proses ini dilakukan secara berulang-ulang sebab setiap client tentunya memiliki banyak kebutuhan dan keinginan yang ingin dicapai pada pembangunan tersebut. Oleh sebab itu, diperlukan seorang konsultan konstruksi yang handal dan cerdik untuk membuat tahap awal ini menjadi lebih efisien.

Memahami tugas utama konsultan konstruksi. Sumber: pexels.com
Memahami tugas utama konsultan konstruksi. Sumber: pexels.com

Proses konsultasi konstruksi yang dilakukan dengan tepat tentunya akan membuat proses konstruksi tersebut bisa berjalan dengan lancar dan aman. Tidak hanya memikirkan kualitas hasil bangunan, sebuah proyek konstruksi tentu juga harus mengedepankan keselamatan dan kesehatan kerja atau yang dikenal dengan K3 Konstruksi.

Terkait cara pelaksanaannya, secara singkat kegiatan konstruksi ini dimulai dari tahap perencanaan awal yang dilakukan oleh pihak konsultan konstruksi dan apabila telah disetujui oleh pihak client, maka tahap selanjutnya bisa diambil alih oleh pihak kontraktor konstruksi sebagai kepala proyek pembangunan yang tetap dalam pengawasan dari pihak pengawas konstruksi.

Kategori Jasa Konsultasi Konstruksi

Dalam proses pelaksanaannya, jasa konsultansi konstruksi terbagi menjadi tiga kategori, yaitu konsultan perencana, kontraktor konstruksi dan konsultan pengawas. Ketiganya pun memiliki tugas yang berbeda. Berikut penjelasannya.

1. Konsultan Perencana

Seorang konsultan perencana bertugas merancang detail perencanaan bangunan mulai dari gambar rencana hingga detail spesifikasi bangunan. Konsultan perencana juga dituntut untuk merencanakan struktur, arsitektur, mekanikal elektrikal, landscape, rencana anggaran biaya (RAB) hingga mengurus perizinan mendirikan bangunan (IMB).

2. Kontraktor Konstruksi

Ilustrasi kontraktor konstruksi. Sumber: unsplash.com
Ilustrasi kontraktor konstruksi. Sumber: unsplash.com

Kontraktor konstruksi berperan sebagai pelaksana proyek. Dengan kata lain tugas dari seorang kontraktor konstruksi adalah melaksanakan proyek sesuai perencanaan yang telah disusun oleh konsultan perencana. Kontraktor konstruksi harus mampu memahami konsep, gambar desain dan juga spesifikasinya. Tidak hanya itu, sang kontraktor nanti akan memimpin pelaksanaan pekerjaan proyek sesuai dengan persyaratan waktu, kualitas dan biaya yang sudah disetujui oleh pihak client dan jasa konstruksi. Terakhir, kontraktor konstruksi juga harus membuat laporan hasil pelaksanaan selama di lapangan.

3. Konsultan Pengawas

Lain halnya dengan konsultan pengawas yang memiliki tugas berbeda, yaitu antara lain mengurus administrasi umum terkait pelaksanaan kontrak kerja hingga mengawasi secara rutin setiap perjalanan pelaksanaan proyek. Seorang konsultan pengawas juga bertugas memberikan saran kepada pemilik proyek maupun kontraktor dalam proses pelaksanaan pekerjaan. Wewenang yang dimiliki konsultan pengawas antara lain ia berhak menegur pihak pelaksana pekerjaan jika terjadi kekeliruan pada proses pengerjaan.

Klasifikasi Konsultan Konstruksi

Terdapat beberapa klasifikasi dari jasa konsultan konstruksi yang perlu Anda ketahui. Diantaranya seperti perencanaan arsitektur, perencanaan rekayasa, perencanaan penataan ruang, dan pengawasan rekayasa.

1. Perencanaan Arsitektur

Sub-klasifikasi pada perencanaan arsitektur dibagi menjadi beberapa hal yaitu:

  • Nasihat dan pra desain arsitektural
  • Desain arsitektural
  • Penilai perawatan dan kelayakan bangunan Gedung
  • Desain interior
  • Jasa arsitektur

2. Perencanaan Rekayasa

Untuk subklasifikasi terkait perencanaan rekayasa dibagi menjadi beberapa poin, yaitu:

  • Jasa nasehat dan konsultansi rekayasa Teknik
  • Jasa desain rekayasa untuk konstruksi pondasi dan struktur bangunan
  • Jasa desain rekayasa untuk pekerjaan Teknik sipil transportasi dan air
  • Rekayasa untuk pekerjaan mekanikal-elektrikal bangunan
  • Rekayasa untuk proses industrial dan produksi

3. Perencanaan Penataan Ruang

Ada beberapa sub-klasifikasi pada perencanaan penataan ruang, antara lain yaitu:

  • Perencanaan dan perancangan sebuah perkotaan
  • Jasa untuk perencanaan sebuah wilayah
  • Perancangan lingkungan dan bangunan landscape
  • Pengembangan sebuah pemanfaatan ruang

4. Pengawasan Rekayasa

Klasifikasi pengawasan rekayasa terbagi menjadi beberapa sub-klasifikasi, antara lain:

  • Jasa pengawas untuk pekerjaan konstruksi bangunan
  • Jasa pengawasan pada pekerjaan teknik sipil air dan transportasi
  • Jasa pengawasan pekerjaan konstruksi dan instalasi

SBU Konsultan Konstruksi

Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) Jasa Konstruksi adalah salah satu syarat wajib bagi setiap badan usaha yang bekerja di bidang jasa konstruksi. SBU merupakan bukti legal bahwa badan usaha konstruksi tersebut telah memenuhi standar klasifikasi dan kualifikasi. Diantara manfaat-manfaat yang diperoleh dari kepemilikan SBU konsultasi konstruksi antara lain adalah bisa digunakan sebagai syarat keikutsertaan dalam acara tender atau lelang yang diadakan oleh pemerintah.

KBLI Jasa Konsultan Konstruksi

Secara singkat KLBI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) adalah pengklasifikasian aktivitas ekonomi Indonesia yang menghasilkan produk yang berbentuk barang maupun jasa. Kategori yang mencakup kegiatan ekonomi dibidang konstruksi adalah kegiatan konstruksi umum dan konstruksi khusus seperti pekerjaan bangunan gedung dan bangunan sipil.

Yang termasuk dalam kategori konstruksi umum antara lain berupa konstruksi bangunan hunian pribadi, bangunan pertokoan, bangunan perkantoran, dan bangunan lainnya. Sedangkan untuk kategori konstruksi bangunan sipil contohnya adalah jalan raya, jembatan, lapangan udara, dan jalan rel kereta api.

Pembangunan infrastruktur memang memerlukan tenaga profesional yang mampu untuk mewujudkan bangunan yang bisa bermanfaat bagi kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat sekitar. Agar proses pembangunan infrastruktur tersebut bisa berjalan dengan lancar, diperlukan perusahaan jasa konsultansi konstruksi yang profesional dan memiliki kredibilitas yang tinggi.

Pengawasan terhadap proses pembangunan. Sumber: unsplash.com
Pengawasan terhadap proses pembangunan. Sumber: unsplash.com

Untuk mewujudkan keberhasilan sebuah proyek konstruksi, semua pihak mulai dari konsultan perencana, kontraktor konstruksi maupun konsultan pengawas perlu untuk menjalankan setiap tugasnya dengan baik, sehingga perencanaan yang sudah dirancang di awal bisa terwujud dengan baik.

Demikianlah tadi penjelasan lengkap terkait konsultan konstruksi beserta tugas dan klasifikasinya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi Anda. Sampai jumpa pada ulasan lainnya. Sekian dan terima kasih.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *