Mengenal Pondasi Bore Pile Beserta Jenis dan Kelebihannya


Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189

Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189
Ilustrasi proses pengeboran bore pile, Sumber : Google

Pondasi bore pile merupakan sebuah pondasi dalam yang berbentuk layaknya tabung panjang dan ditancapkan ke dalam tanah. Tujuan dari penggunaan pondasi ini agar bangunan dapat berdiri dengan kokoh setelah proses pembangunan selesai. Pondasi bore pile ini memiliki jenis dan manfaat untuk konstruksi bangunan. Penggunaan bore pile ini difungsikan untuk mengalirkan beban berat kontruksi ke dalam lapisan tanah yang lebih keras.

Metode bore pile ini digunakan jika struktur permukaan tanah tidak kuat untuk menahan keseluruhan beban bangunan yang akan didirikan. Metode pengeboran yang dipakai untuk menancapkan pondasi ini menggunakan metode pengeboran berulang dengan tingkat getaran yang rendah. Biasanya pondasi ini digunakan untuk mengamankan bangunan bertingkat ataupun menjaga kestabilan bangunan di daerah lereng.

Apabila sudah merencanakan untuk membuat sebuah konstruksi bangunan, maka perlu mengikuti persyaratan struktur bangunan gedung yang sudah ditentukan. Persyaratan tersebut meliputi bangunan gedung yang dibuat harus kokoh, stabil, dan kuat supaya dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Persyaratan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung.

Ilustrasi proses pengeboran bore pile, Sumber : Google
Ilustrasi proses pengeboran bore pile, Sumber : Google

Jenis Pondasi Bore Pile

Untuk metode bore pile ini dapat dibagi menjadi 3 jenis dari segi alat serta teknik yang digunakan dalam pengerjaannya. Ketiga jenis dari bore pile tersebut yang perlu Anda ketahui adalah sebagai berikut.

1. Bore Pile Mini Crane

Jenis pondasi bore pile yang pertama adalah menggunakan alat mini crane, metode yang satu ini dinilai efektif apabila digunakan pada daerah perumahan. Alasannya karena penggunaan bore pile mini crane ini tidak menghasilkan getaran yang dapat mengganggu bangunan sekitarnya. Untuk pengeboran menggunakan alat mini crane ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode bor basah.

Untuk pengeboran dengan metode bor basah maka memerlukan sirkulasi air yang cukup pada saat proses pengeborannya. Untuk proses pengeboran menggunakan alat mini crane, tanah yang akan digunakan akan dilubangi terlebih dahulu. Setelah itu barulah memasukan besi tulangan yang telah siap untuk dipasang. Pastikan pula sumber air di area pembangunan tersebut mencukupi.

2. Bore Pile Gawangan

Jenis bore pile selanjutnya adalah menggunakan alat gawangan, mesin ini mampu membuat lubang galian dengan diameter yang lebih besar ketimbang menggunakan mesin bore pile mini crane. Dalam proses pengerjaannya hampir dengan menggunakan mesin bore pile mini crane. Pembedanya adalah pada bagian sasis serta tiang gearboxnya. Ketika menggunakan alat gawangan ini diperlukan tambang pada bagian kiri dan kanan alat.

Tambang tersebut akan dikaitkan pada bagian lainnya, yang memiliki daya tahan lebih kokoh. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan dari alat ini selama proses pengeboran sedang berlangsung. Jenis bor pile yang satu ini dapat menjangkau hingga ke daerah yang ada di pedalaman serta area yang memiliki lahan sempit, sehingga cocok digunakan untuk area padat penduduk.

Baca juga : Faktor Penentu Gedung Aman Digunakan

3. Strauss Pile

Jenis bore pile yang satu ini menggunakan tenaga manusia untuk pengerjaannya, sehingga biasa dikenal juga dengan sebutan bor manual. Metode yang digunakan untuk pengeboran menggunakan alat ini adalah menggunakan metode bor kering. Oleh sebab itu tidak membutuhkan banyak air dalam proses pengerjaannya.

Walaupun terlihat melelahkan apabila menggunakan alat ini, namun penggunaannya diyakini lebih praktis serta sederhana. Selain itu, dalam penggunaan alat strauss pile ini juga tidak akan menimbulkan suara bising yang dapat mengganggu lingkungan sekitar.

Pondasi bore pile untuk konstruksi, Sumber : depositphotos.com
Pondasi bore pile untuk konstruksi, Sumber : depositphotos.com

Kelebihan dan Kelemahan Pondasi Bore Pile

Terdapat beberapa kelebihan serta kelemahan saat menggunakan pondasi bore pile ini. Untuk itu mari bahas mengenai kelebihan serta kelemahan penggunaan pondasi bore pile dalam dunia konstruksi.

Kelebihan Pondasi Bore Pile

Pada penggunaan pondasi bore pile ini tidak berpengaruh akan kondisi tanah lempung serta tidak akan mengalami pergerakan ke samping, walaupun tanah memiliki struktur yang bergelombang. Pondasi bore pile ini juga dapat mengurangi getaran pada tanah dan tidak mengeluarkan suara bising pada saat proses pemasangannya.

Selain itu pondasi ini juga cocok digunakan untuk area yang memiliki lahan sempit, alasannya karena bore pile tunggal dapat digunakan pada tiang kelompok. Dari segi diameter dan kedalaman tiang juga dapat divariasikan sesuai dengan yang telah ditentukan sebelumnya. Dasar dari pondasi bored pile ini juga dapat diperbesar, sehingga dapat memberikan ketahanan yang cukup besar untuk gaya keatas.

Kelemahan Pondasi Bore Pile

Pondasi bore pile memang memiliki berbagai kelebihan, namun juga memiliki beberapa kelemahan. Pada saat kondisi cuaca di area konstruksi kurang mendukung, maka dapat mempersulit proses pengeboran serta pengecoran bore pile. Dari segi kepadatan tanah juga akan mengalami penurunan pada saat proses pengeboran sedang berlangsung.

Oleh sebab itu, jika lokasi pengeboran berada di area tanah berpasir maupun tanah berkerikil maka sebaiknya menggunakan bentonite yang berfungsi sebagai penahan longsor. Penggunaan pondasi bore pile ini juga dapat menimbulkan tanah runtuh atau ground loss. Sehingga diperlukanlah pemasangan casing yang digunakan untuk mencegah terjadinya kelongsoran.

Ilustrasi pondasi bore pile, Sumber : rosjosh.com
Ilustrasi pondasi bore pile, Sumber : rosjosh.com

Ketika mendirikan sebuah bangunan gedung, maka sudah diperhitungkan mengenai tingkat keandalan struktur bangunan. Maka dari itu diperlukan pengawasan serta pemeriksaan mengenai keandalan sebuah gedung secara berkala. Pemeriksaan keandalan sebuah gedung tersebut dilakukan oleh tim pengkaji teknis ataupun konsultan yang berkaitan dengan bangunan gedung.

Tujuan dari pemeriksaan dari tim pengkaji teknis tersebut, supaya bangunan gedung tersebut dapat memenuhi persyaratan dalam aspek keselamatan. Sehingga pada saat bangunan sudah beroperasi dapat difungsikan dengan semestinya. Selain itu juga dapat memastikan bahwa seluruh penghuni bangunan terjamin keamanan serta keselamatannya.

Pastikan bangunan bisnis Anda bersertifikasi SLF?

Klik tombol dibawah ini untuk menanyakan layanan SLF dari PT Eticon Rekayasa Teknik!

Mengenal Konsep Rumah Gaya Arsitektur Tropis


Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189

Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189
Penggunaan jendela besar, Sumber : realtor.com

Arsitektur tropis merupakan sebuah konsep rumah yang diciptakan sebagai upaya untuk mengatasi iklim tropis. Di Indonesia sendiri termasuk negara yang memiliki iklim tropis. Pada wilayah yang dilalui oleh garis khatulistiwa biasanya akan memiliki iklim tropis. Ciri dari negara yang memiliki iklim ini diantaranya memiliki rata-rata suhu udara yang tinggi, terletak di wilayah antara 23,5 derajat LU hingga 23,5 derajat LS, dan curah hujan yang tinggi.

Penggunaan konsep rumah ini akan cocok diterapkan untuk pembangunan rumah di wilayah Indonesia. Namun perlu Anda ingat, untuk membuat sebuah rumah haruslah terjamin dalam segi kualitas bangunan. Pastikan rumah yang akan Anda tempati aman, nyaman, dan berkualitas. Tujuannya untuk mengurangi risiko kecelakaan yang dapat terjadi saat rumah sudah dihuni.

Sebelum merealisasikan konsep arsitektur tropis ini, ada baiknya Anda sudah memastikan bahwa tanah yang akan dibangun tempat tinggal tersebut telah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Jika Anda belum memilikinya maka segeralah mengurus IMB tersebut. Supaya kedepannya, bangunan yang Anda dirikan tersebut tidak menjadi masalah maupun terjadi kendala yang tidak diinginkan.

Hunian berkonsep arsitektur tropis, Sumber : lawebloca.com
Hunian berkonsep arsitektur tropis, Sumber : lawebloca.com

Ciri Rumah dengan Gaya Arsitektur Tropis

Terdapat beberapa ciri yang ada pada arsitektur tropis ini, mulai dari bentuk bangunan yang didirikan hingga tata ruangnya. Apa saja ciri dari penerapan gaya arsitektur tropis ini? Simak penjelasannya sebagai berikut.

1. Terdapat Tritisan

Tritisan merupakan sebuah atap tambahan yang dibuat secara terpisah dengan atap utama yang sudah ada. Bisa dikatakan pula tritisan ini merupakan perpanjangan dari atap utama yang sudah ada dan terletak pada bagian atas sebuah bangunan. Tritisan tersebut memiliki fungsi bermacam-macam sesuai denga kebutuhan, salah satunya digunakan sebagai peneduh dari berbagai cuaca baik curah hujan maupun sinar panas matahari.

2. Menggunakan Atap Berbentuk Miring

Untuk tempat tinggal atau hunian yang memggunakan konsep arsitektur tropis ini, biasanya menggunakan bentuk atap yang miring. Kemiringan dari atap rumah ini mencapai 30 derajat bahkan lebih. Fungsi penggunaan atap yang miring ini untuk mengantisipasi kerusakan yang terjadi pada bangunan akibat perubahan cuaca yang signifikan dan berlangsung dalam jangka waktu panjang.

Jenis material yang digunakan dalam pembuatan atap juga bermacam-macam, diantaranya atap baja ringan, atap kayu, dan yang lainnya. Dikarenakan fungsi atap yang penting dalam sebuah bangunan, maka anda perlu memilih atap yang memiliki kualitas terbaik. Tujuannya agar Anda dan anggota keluarga yang lain merasa aman dan nyaman berada di dalam rumah tersebut.

Penggunaan jendela besar, Sumber : realtor.com
Penggunaan jendela besar, Sumber : realtor.com

3. Memiliki Banyak Ventilasi Udara

Adanya ventilasi di rumah dapat mempengaruhi langsung kualitas udara di dalam ruangan. Rumah yang memiliki ventilasi yang cukup akan menghasilkan sirkulasi udara yang baik, sehingga terjadi proses pertukaran udara antara dalam ruangan dan luar ruangan. Saat udara yang ada di dalam rumah baik, tentu saja kesehatan penghuni rumah juga akan terjaga.

Bahkan World Health Organization (WHO) juga menyatakan kualitas udara yang buruk di dalam rumah, diduga dapat menjadi salah satu penyebab menyebarnya penyakit menular antar penghuni rumah pada negara berkembang. Orang yang paling berisiko terkena dampak tersebut adalah ibu rumah tangga dan anak-anak, karena sebagian besar aktivitas mereka sering dihabiskan di dalam rumah.

Oleh sebab itu, konsep arsitektur tropis ini menggunakan banyak ventilasi di rumah agar menghasilkan sirkulasi udara yang baik bagi penghuni rumah. Selain agar terjadi pertukaran udara, ventilasi yang banyak juga dapat menghasilkan pencahayaan yang baik dari sinar matahari. Sehingga kondisi ruangan tidak lembab dan tetap terjaga kelembabannya.

Baca juga : Green Architecture: Konsep Desain Bangunan yang Ramah Lingkungan

4. Terdapat Banyak Tumbuhan

Pada konsep tropis ini juga terdapat banyak tumbuhan yang berada di sekitar rumah. Ada berbagai tanaman hijau yang sengaja dibuat untuk menciptakan suasana rumah tropis yang sejuk. Sehingga dibuatlah taman dengan berbagai tumbuhan tropis di dalamnya, taman-taman tersebut ada yang dibuat di pekarangan rumah dan juga di dalam rumah.

Selain itu, konsep ini juga menggunakan jendela besar dengan tujuan agar cahaya alami dari sinar matahari dapat masuk dengan sempurna. Tidak hanya menggunakan jendela besar saja, namun arsitektur tropis juga menerapkan konsep hunian terbuka. Supaya rumah menjadi sejuk walaupun cuaca sedang panas.

5. Menggunakan Material Alami

Gaya arsitektur tropis juga menggunakan berbagai material alami yang biasa didapatkan dari lingkungan sekitar. Unsur-unsur tradisional akan melekat pada konsep rumah ini, misalnya penggunaan material seperti kayu, bambu, hingga batu alam. Konsep tropis ini akan semakin terlihat apabila memadu padankan material alami dengan berbagai tumbuhan tropis lainnya.

Terdapat banyak tumbuhan di sekitar rumah, Sumber : thespaces.com
Terdapat banyak tumbuhan di sekitar rumah, Sumber : thespaces.com

Manfaat Penggunaan Arsitektur Tropis

Manfaat yang akan anda dapatkan apabila menggunakan konsep ini bukan hanya dari keindahannya saja. Fokus utama terciptanya konsep rumah ini ialah untuk beradaptasi dengan iklim tropis. Supaya penghuni akan lebih merasa aman dan nyaman menghadapi berbagai pergantian cuaca yang terjadi, dari curah hujan yang tinggi hingga cuaca panas saat kemarau tiba.

Untuk mewujudkan bangunan yang sesuai dengan apa yang Anda harapkan, Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut kepada jasa desain struktur bangunan yang profesional dan memiliki banyak pengalaman. Sehingga dapat merealisasikan bentuk desain sesuai dengan yang Anda inginkan dan dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi saat pembangunan.

Itu tadi artikel mengenai konsep rumah bergaya arsitektur tropis, ciptakan suasana rumah yang nyaman untuk Anda dan keluarga. Pastikan anda menggunakan jasa desain rumah yang profesional dan berpengalaman, agar rumah terasa aman untuk ditinggali.

Tipe Portal Frame dalam Desain Bangunan (Bagian 1)


Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189

Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189
Desain Struktur Baja Bangunan Industri (Pabrik - Warehose)

Portal Frame

Jika mengamati sebuah struktur bangunan gedung peruntukan industri, rangka portal (portal frame) yang umumnya digunakan adalah bangunan bertingkat rendah yang terdiri dari kolom dan elemen horizontal atau pitched rafter yang dihubungkan oleh sambungan penahan momen. Struktur rangka portal (portal frame) juga bergantung pada tahanan lentur dari sambungan yang diperkuat oleh haunch yang sesuai atau telah dilakukan pendalaman bagian rafter.

Continue reading

Penerapan Sistem “Strong Column and Weak Beam” pada Struktur Bangunan


Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189

Deprecated: ltrim(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u5517643/public_html/wp-content/themes/jupiterx/lib/api/utilities/functions.php on line 189
Penerapan Sistem “Strong Column And Weak Beam

Secara geologis, Indonesia berada di Kawasan Cincin Api Pasifik (Pacifik Ring of Fire), yaitu rangkaian dari gunung api paling aktif di dunia yang membentang di sepanjang lempeng pasifik. Posisi Indonesia juga berada di pertemuan antara tiga lempeng utama dunia, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik. Hal inilah yang menyebabkan Indonesia kerap dilanda bencana geologis, baik dari letusan gunung api maupun gempa bumi.

Jika melihat gambar zonasi wilayah gempa Indonesia di bawah ini, maka terlihat bahwa terdapat 6 (enam) wilayah gempa di mana wilayah gempa 1 (warna putih) adalah wilayah dengan kegempaan paling rendah dan wilayah gempa 6 (warna merah) dengan kegempaan paling tinggi.

Continue reading