Apa Itu Arsitektur Vernakular? Kenali Ciri hingga Contoh Bangunannya!

Mengenal lebih dekat dengan desain bangunan vernakular, Sumber: rmjm.com

Seiring dengan perkembangan zaman, tentunya desain dan gaya arsitektur mengalami berbagai perkembangan. Baik secara desain maupun penggunaan materialnya. Namun berbeda halnya dengan gaya arsitektur vernakular. Karena sejauh apapun perkembangan desain yang ada, gaya arsitektur yang satu ini tetap menerapkan dan mengedepankan nilai budaya pada pembangunannya. Namun, apakah yang dimaksud dengan bangunan vernakular?

Perkembangan desain arsitektur yang saat ini memang sangat mengikuti perkembangan zaman. Gaya desain modern memang seolah mendominasi dan memaksa para perancang arsitektur untuk terus mengikuti hal tersebut. Namun, dari sekian banyaknya gaya arsitektur yang akhir-akhir diterapkan pada pembangunan bangunan, terdapat salah satu gaya arsitektur berbeda yang bahkan tidak mengusung konsep modern di dalamnya.

Ya, desain tersebut adalah desain arsitektur vernakular. Jika dibandingkan dengan gaya arsitektur lain yang ada di dunia, mungkin gaya arsitektur yang satu ini menjadi salah satu desain yang masih asing di telinga. Namun sebenarnya gaya arsitektur ini sudah ada sejak zaman dahulu dan juga sudah banyak diaplikasikan. Bahkan di Indonesia pun banyak bangunan yang mengaplikasikan jenis arsitektur ini.

Desain vernakular yang sudah ada sejak zaman dahulu, Sumber: pelitabatak.com
Desain vernakular yang sudah ada sejak zaman dahulu, Sumber: pelitabatak.com

Apa Itu Arsitektur Vernakular?

Tapi sebenarnya apa itu gaya arsitektur vernakular? Vernakular berasal dari bahasa Latin, “Vernaculluc” yang artinya lokal, domestik, asli, dan pribumi. Dari pengertian tersebut, vernakular didefinisikan sebagai gaya arsitektur yang tumbuh dan berkembang dari masyarakat setempat.

Dimana gaya arsitektur jenis ini masih memanfaatkan bahan atau material tradisional dari daerah setempat dan tidak mendatangkan material dari daerah lain. Bahan yang digunakan untuk gaya arsitektur ini juga menggunakan bahan-bahan alami seperti jerami, bambu, batu-bata, dan lain sebagainya.

Pada proses pembangunannya, gaya arsitektur vernakular tidak menggunakan campur tangan arsitek profesional seperti pada pembangunan saat ini. Proses pembangunan gaya arsitektur jenis ini hanya mengandalkan kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman (trial and error) masyarakat lokal daerah setempat.

Secara sederhananya, gaya arsitektur vernakular adalah gaya atau desain arsitektur yang disesuaikan dengan kondisi setempat dan dipengaruhi oleh budaya masyarakat lokal. Jadi, sebuah daerah yang masih menerapkan desain vernakular biasanya akan memiliki bangunan yang hampir sama.

Karena bangunan tersebut dibuat menggunakan material serupa yang terdapat di daerah tersebut. Jenis arsitektur ini juga dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk warisan dari sebuah budaya yang ada karena diberikan secara turun-temurun.

Mengenal lebih dekat dengan desain bangunan vernakular, Sumber: rmjm.com
Mengenal lebih dekat dengan desain bangunan vernakular, Sumber: rmjm.com

Mengenal Ciri-Ciri Arsitektur Vernakular

Setiap jenis arsitektur pastinya memiliki ciri dan karakteristiknya masing-masing. Ciri khas inilah yang nantinya dapat memberikan identitas tersendiri yang membedakan satu gaya arsitektur dengan gaya arsitektur lainnya.

Hal ini juga berlaku untuk gaya arsitektur vernakular. Gaya arsitektur ini memiliki cirinya sendiri yang membuatnya berbeda dari jenis arsitektur lainnya. Nah, apa saja ciri-ciri dari bangunan vernakular? Simak penjelasan lengkapnya!

  • Bangunan vernakular dibuat menggunakan material tradisional/lokal daerah setempat dan sama sekali tidak mengandalkan bahan bangunan dari daerah di luar daerahnya. Serta memanfaatkan bahan bangunan alami seperti jerami, kayu, batu-bata, batu, dan bahan bangunan alami lainnya.
  • Bangunan yang dibangun menggunakan gaya vernakular pada umumnya masih mengusung dan memiliki nilai-nilai tradisional yang masih kuat. Serta masih kental dengan budaya lokal daerah tersebut.
  • Dalam proses pembangunannya, bangunan vernakular dibuat tanpa bantuan alat atau mesin-mesin berat. Karena masih memanfaatkan teknologi tradisional yang ada. Tidak hanya itu, tenaga yang dimanfaatkan untuk membangun bangunan vernakular mayoritas adalah tenaga penduduk lokal tanpa campur tangan arsitek maupun kontraktor.
  • Bangunan vernakular juga dibuat berdasarkan iklim lokal. Sederhananya, jika suatu daerah memiliki iklim dingin, maka bangunan akan dibuat dengan mengandalkan insulin alami seperti jerami dan kayu. Sehingga bangunan tersebut akan menjadi lebih hangat dan nyaman untuk ditinggali. 
  • Proses pembangunan yang mengusung gaya vernakular cenderung lebih terjangkau. Karena mengingat bahan yang digunakan adalah bahan lokal. Sehingga dapat meminimalisir pengeluaran. Selain itu, proses pembangunannya yang tidak membutuhkan alat berat juga dapat menekan biaya pembangunan.
Karakteristik dari bangunan vernakular, Sumber: re-thinkingthefuture.com
Karakteristik dari bangunan vernakular, Sumber: re-thinkingthefuture.com

Apakah Desain Vernakular dan Tradisional Sama?

Jika Anda bertanya-tanya apakah desain vernakular dan desain tradisional sama, maka jawabannya berbeda. Memang tidak bisa dipungkiri jika desain vernakular dan desain tradisional memiliki keterkaitan satu sama lain.

Namun jika diulas lebih dalam, keduanya memiliki berbagai perbedaan. Secara garis besar dan paling signifikan, perbedaan keduanya terletak pada nilai yang dimiliki. Diantara berbagai perbedaan tersebut, antara lain:

  • Bangunan dengan desain tradisional dalam pembangunannya mulai memanfaatkan teknologi modern dan menggunakan bantuan tenaga ahli. Sehingga bangunannya pun memiliki hasil yang lebih maksimal. Sedangkan bangunan vernakular menggunakan material dan tenaga lokal.
  • Bahan baku yang digunakan untuk bangunan vernakular menggunakan bahan alami tanpa mengganggu ekosistem yang ada. Sementara bangunan tradisional juga menggunakan bahan alami, namun tidak sepenuhnya menggunakan bahan alami. Karena dikombinasikan juga dengan bahan-bahan modern lainnya.
  • Perbedaan lain dari kedua gaya arsitektur ini adalah gaya desain yang diterapkan. Vernakular menggunakan konsep desain alami yang konseptual. Sementara arsitektur tradisional menggunakan desain yang telah diberikan secara turun-temurun dari generasi terdahulu dan lebih dikembangkan secara modern.

Contoh Arsitektur Vernakular Indonesia

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa di Indonesia sendiri sudah mengadopsi desain arsitektur vernakular sejak zaman dahulu. Keanekaragaman suku dan budaya membuat Indonesia mempunyai banyak desain bangunan yang unik dan berbeda dari satu daerah dengan daerah lainnya.

Dilansir student-activity.binus.ac.id, arsitektur rumah Bali merupakan salah satu yang menerapkan arsitektur vernakular di Indonesia. Arsitektur tradisional Bali menjadi wadah kehidupan bagi masyarakat Bali yang diwariskan secara turun-temurun dan menerapkan berbagai aturan yang berkembang sejak zaman dulu.

Arsitektur rumah Bali sebagai jenis arsitektur vernakular dikenal menerapkan dan memiliki ciri khas dalam penggunaan bahan alami lokal dalam mewujudkan setiap bangunannya. Tidak hanya itu saja, dalam perancangan arsitektur rumah Bali juga dipengaruhi oleh kebudayaan serta kepercayaan masyarakatnya terhadap tradisi Hindu.

Arsitektur rumah Bali juga begitu kental dengan nilai filosofi sehingga mampu merepresentasikan nilai dan makna kultural dari masyarakat Bali terhadap tempat hunian mereka.

Rumah adat Bali sebagai salah satu contoh dari desain vernakular, Sumber: factsofindonesia.com
Rumah adat Bali sebagai salah satu contoh dari desain vernakular, Sumber: factsofindonesia.com

Nah, itulah penjelasan mengenai gaya arsitektur vernakular yang sudah ada sejak zaman dahulu. Dimana proses pembangunannya tidak melibatkan tenaga profesional dibidangnya karena pada zaman dahulu belum terdapat arsitek yang dapat membantu untuk merancang sebuah bangunan.

Hal tersebut tentu saja berbeda dengan zaman sekarang dimana untuk membantu mewujudkan desain hunian impian membutuhkan peran serta dari jasa desain dan perencanaan profesional. Karena seiring dengan perkembangan zaman, kehadiran jasa desain dan perencanaan profesional sangat dibutuhkan untuk mewujudkan hunian yang indah, aman, dan nyaman digunakan.

Namun meskipun dibangun dengan atau tanpa bantuan jasa profesional, yang terpenting adalah setiap bangunan yang dibuat pasti memiliki nilai dan makna tersendiri bagi para pemiliknya. Semoga ulasan tadi dapat memberikan informasi tambahan bagi Anda!