5 Contoh Alat Pesawat Tenaga Produksi yang Membutuhkan SILO

Peralatan tenaga produksi berfungsi untuk memudahkan pekerjaan manusia, Sumber: trupower.co.id

Dalam sebuah tempat kerja, apalagi industri biasanya akan dilengkapi dengan berbagai alat atau pesawat pendukung, termasuk pesawat tenaga produksi. Karena keberadaannya mampu meringankan dan mempermudah pekerjaan pada sebuah industri. Nah, apa saja sih contoh pesawat tenaga produksi itu sendiri?

Apa Itu Pesawat Tenaga dan Produksi?

Sebelum kita mencari tahu berbagai contoh pesawat tenaga produksi, akan lebih baik jika juga memahami tentang pesawat tenaga dan produksi itu sendiri. Sehingga akan mendapatkan gambaran tentang alat-alat tersebut.

Dasar hukum pesawat tenaga produksi sendiri ada di Permenaker No 38 tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Tenaga dan Produksi. Dimana dalam peraturan yang sama juga dijelaskan tentang pengertian pesawat tenaga produksi ini.

Dalam peraturan tersebut pesawat tenaga produksi diartikan sebagai beragam alat tetap atau bisa berpindah-pindah yang dipakai atau dipasang untuk membangkitkan maupun memindahkan daya, tenaga, mengolah, membuat bahan, barang, produk teknis, dan komponen alat produksi yang dapat menimbulkan kecelakaan.

Jadi, secara garis besar pesawat tenaga produksi adalah berbagai alat yang fungsi utamanya untuk memudahkan manusia dalam mengolah atau membuat sesuatu dari bahan mentah menjadi sebuah barang atau alat yang memiliki nilai. Alat ini dapat membangkitkan atau memindahkan daya maupun energi untuk berbagai keperluan.

Contoh pesawat tenaga produksi, Sumber: badjatehnik.com
Contoh pesawat tenaga produksi, Sumber: badjatehnik.com

Contoh Pesawat Tenaga Produksi

Selain pesawat angkat angkut yang dibutuhkan dalam dunia industri, pesawat tenaga produksi pun tidak kalah pentingnya. Karena sama-sama dapat memberikan berbagai manfaat besar. Berbicara tentang pesawat tenaga produksi, di bawah ini adalah beberapa contoh yang ada: 

1. Penggerak Mula

Penggerak mula adalah komponen yang menghasilkan tenaga awal untuk memulai kerja dari sebuah mesin atau sistem. Penggerak mula ini yang bertanggung jawab untuk memberikan torsi awal yang dibutuhkan untuk memulai sebuah putaran atau operasi pada mesin yang akan digunakan.

Dalam kehidupan sehari-hari, contoh pesawat tenaga produksi ini cukup beragam dan tentunya dengan porsi atau fungsinya masing-masing. Untuk contohnya sendiri antara lain: 

  • Motor listrik
  • Turbin. Dalam dunia industri pembangkit listrik, turbin ini digunakan sebagai penggerak mula untuk dapat menggerakkan generator listrik
  • Kincir angin
  • Dalam kendaraan, motor starter berfungsi sebagai penggerak mula untuk bisa menghidupkan mesin kendaraan agar bisa berjalan.

2. Mesin Perkakas dan Produksi

Contoh pesawat tenaga produksi selanjutnya ada mesin perkakas dan produksi. Mesin perkakas sendiri merupakan sebuah alat yang biasanya digunakan untuk membentuk atau mengolah material seperti logam, kayu, atau plastik. Berbagai jenis mesin ini dapat dikatakan sebagai tulang punggung dalam industri manufaktur. 

Karena memungkinkan proses produksi komponen yang lebih presisi dengan kecepatan dan akurasi tinggi. Sementara mesin produksi dalam hal ini adalah sebuah mesin atau alat yang dirancang khusus untuk menghasilkan produk dalam jumlah besar tetapi dapat dibuat dalam waktu yang singkat.

Mesin produksi bisa berupa mesin yang dapat bekerja secara otomatis dengan sedikit campur tangan tenaga manusia. Atau katakanlah sebagai mesin semi-otomatis yang tetap membutuhkan tenaga manusia sebagai operator, bukan penggerak utama. Contoh mesin perkakas dan produksi sendiri sebagai berikut: 

  • Mesin asah
  • Mesin milling
  • Mesin tempa. Digunakan untuk membentuk suatu benda.
  • Mesin bubut. Dimanfaatkan untuk memotong benda atau menghilangkan material yang tidak dibutuhkan.
  • Mesin sekrap (shaping). Mesin perkakas yang biasanya dimanfaatkan untuk mengubah bentuk dan ukuran benda sesuai yang diinginkan.
  • Mesin crusher. Sebuah mesin yang dirancang untuk memecah benda besar menjadi beberapa bagian kecil atau menjadi serpihan yang mudah diolah.

3. Transmisi Tenaga Mekanik

Transmisi tenaga mekanik juga menjadi salah satu contoh pesawat tenaga produksi yang merupakan proses pengiriman tenaga dari satu tempat ke tempat yang lainnya dengan menggunakan komponen mekanis. Misalnya seperti transmisi roda gigi, transmisi sabuk, transmisi rantai, dan transmisi poros.

Transmisi ini sangat penting dalam berbagai mesin untuk mentransfer tenaga yang dihasilkan oleh mesin atau motor penggerak ke perangkat lain yang membutuhkan daya tersebut. Contoh penerapannya misalnya pada kendaraan, dimana transmisi mekanik dapat memindahkan tenaga dari mesin ke roda.

Sehingga memungkinkan kendaraan tersebut dapat bergerak dengan bebas. Keandalan transmisi tenaga mekanik sangatlah penting guna memastikan mesin dapat bekerja secara optimal.

Pesawat tenaga produksi untuk membantu produktivitas, Sumber: georgemudgeshearing.co.uk
Pesawat tenaga produksi untuk membantu produktivitas, Sumber: georgemudgeshearing.co.uk

4. Tanur (Furnace)

Contoh pesawat tenaga dan produksi selanjutnya adalah tanur atau furnace. Tanur atau furnace adalah sebuah perangkat/ pesawat/ alat yang biasanya digunakan untuk pemanasan pada suhu tinggi. Tanur sendiri banyak dimanfaatkan dalam berbagai industri seperti keramik, produksi kaca, sampai metalurgi (logam). 

Kegunaan berbagai pesawat ini untuk melelehkan atau mengolah material menjadi bentuk yang diinginkan melalui suhu tinggi tersebut. Dalam industri logam, tanur atau furnace ini biasanya berfungsi untuk proses peleburan logam maupun pengolahan bijih.

Sementara dalam industri keramik, tanur biasanya dimanfaatkan untuk proses pembakaran dan pengerasan keramik pada suhu tinggi. Karena pemanasan yang dihasilkan oleh tanur ini bisa sampai ribuan derajat Celcius. 

Sehingga memungkinkan proses “transfer” atau mengubah material dalam berbagai bentuk dan komposisi yang dibutuhkan serta diinginkan. Beberapa jenis perangkat yang termasuk di dalamnya, sebagai berikut: 

  • Blast furnace atau tanur tiup yang biasanya digunakan untuk peleburan metal-metal industri
  • Basic oxygen furnace, mengubah baja menggunakan oksigen
  • Electric arc furnace atau tanur busur listrik. 
  • Reheating furnace, memanaskan baja sampai ke temperatur tertentu
  • Oven, dan Klin.

5. Motor diesel / genset

Motor diesel yang juga sering digunakan sebagai genset atau generator set adalah jenis mesin yang menggunakan bahan bakar diesel sebagai penghasil energi mekanik. Motor diesel ini sering digunakan karena berbagai keunggulan yang dimiliki.

Sebut saja seperti efisiensi dalam penggunaan bahan bakarnya, kemampuan operasional yang baik, sampai daya tahannya yang tinggi. Genset diesel biasanya dimanfaatkan sebagai sumber energi atau daya cadangan maupun utama dalam berbagai skala. Dari skala kecil seperti rumah tangga sampai industri besar.

Di samping itu, genset juga memiliki kemampuan untuk beroperasi dalam jangka waktu lama tanpa henti dan dapat menghasilkan daya yang stabil. Jadi, tidak heran apabila salah satu contoh pesawat tenaga produksi ini banyak dimanfaatkan sebagai sumber daya apalagi jika sedang mengalami mati listrik.

Peralatan tenaga produksi berfungsi untuk memudahkan pekerjaan manusia, Sumber: trupower.co.id
Peralatan tenaga produksi berfungsi untuk memudahkan pekerjaan manusia, Sumber: trupower.co.id

Kesimpulan

Demikianlah beberapa contoh alat atau pesawat tenaga dan produksi, yang beberapa diantaranya mungkin cukup familiar dengan kehidupan sehari-hari kita karena pernah menggunakannya. Jika dalam dunia industri, alat semacam itu memang sangat dibutuhkan guna mempermudah dan mempercepat pekerjaan. 

Namun, sebelum menggunakannya, beragam peralatan tersebut harus dilakukan uji kelayakan atau pemeriksaan terlebih dahulu. Tujuannya agar peralatan yang disediakan tidak memberikan dampak negatif dan benar-benar aman digunakan oleh para pekerjanya. Karena itu, alat-alat tersebut harus mengantongi izin SILO. 

Untuk mendapatkan perizinan tersebut bisa mengandalkan jasa SILO profesional yang ada di Indonesia. Dengan jasa SILO disnaker, pemeriksaan dan pengujian pesawat tenaga produksi akan dilakukan sesuai standar dan regulasi yang berlaku, sehingga lebih aman. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat!

Mengenal Apa Itu Pesawat Uap Bejana Tekan yang Wajib Mempunyai SILO

Alat-alat uap bejana tekan harus dilengkapi perizinan, Sumber: titiscahayasejahtera.co.id

Seiring pesatnya perkembangan teknologi, penggunaan pesawat uap bejana tekan kini telah meluas dan menemukan peranannya di berbagai sektor industri. Dimana kehadirannya menjadi bagian dan elemen penting dalam berbagai proses produksi modern. Karena turut berkontribusi besar dalam hal efisiensi dan produktivitas.

Sebut saja pada dunia pabrik, seperti pabrik gula, pabrik kertas, pengolahan kelapa sawit, sampai manufaktur barang-barang berbasis makanan, minuman, dan karet. Namun selain itu, pesawat uap dan bejana tekan juga memainkan peran dalam industri pertambangan minyak bumi.

Pun, turut berkontribusi dalam mendukung proses operasional fasilitas seperti rumah sakit, hotel, dan sejenisnya. Tidak berhenti sampai di situ, teknologi satu ini juga memegang peranan penting dalam transportasi yang digunakan dalam komponen bahan bakar gas.

Pemanfaatan pesawat uap dan bejana tekan yang begitu beragam, menunjukkan bagaimana inovasi terus berkembang mengikuti kebutuhan industri yang kian hari kian beragam dan kompleks.

Ilustrasi pemeriksaan dan pengujian pesawat uap bejana tekan, Sumber: linkedin.com
Ilustrasi pemeriksaan dan pengujian pesawat uap bejana tekan, Sumber: linkedin.com

Mengenal Istilah Pesawat Uap dan Bejana Tekan

Nah, lantas apa sih yang dimaksud dengan pesawat uap dan bejana tekan itu sendiri? Pesawat uap memiliki pengertian sebagai ketel uap dan berbagai peralatan lain yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan atau tersambung dengan ketel uap.

Biasanya peralatan ini diperuntukkan untuk bekerja dalam tekanan yang lebih tinggi (besar) daripada tekanan udara. Ketel uap atau yang kita juga kenal dengan nama boiler adalah pesawat atau peralatan yang dalam prosesnya menghasilkan uap atau steam untuk digunakan di luar peralatannya. 

Sementara bejana tekan menurut Permenaker No. 37 Tahun 2016 merupakan bejana selain pesawat uap yang di dalamnya terdapat tekanan dan biasanya digunakan untuk menampung gas, campuran gas, udara, dan campuran udara baik dikempa menjadi cair dalam keadaan larut maupun beku. 

Contoh Pesawat Uap dan Bejana Tekan

Alat-alat pesawat uap yang umumnya dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi industri, mencakup berbagai komponen penting yang berfungsi untuk mendukung proses pemanasan secara maksimal, pengeringan, dan penguapan. Di bawah ini adalah beberapa contoh pesawat uap yang meliputi: 

1. Pemanas Air (Ekonomiser)

Pemanas air yang juga dikenal dengan nama ekonomiser adalah sebuah alat yang fungsinya memanaskan air sebelum masuk ke boiler yang menggunakan panas sisa dari gas buang.

Dengan memanfaatkan panas ini, ekonomiser dapat membantu meningkatkan efisiensi boiler dan mengurangi konsumsi bahan bakar. Biasanya, ekonomiser banyak digunakan dalam industri pembangkit listrik dan pabrik yang tentunya sangat membutuhkan uap dalam jumlah besar.

Alat-alat uap bejana tekan harus dilengkapi perizinan, Sumber: titiscahayasejahtera.co.id
Alat-alat uap bejana tekan harus dilengkapi perizinan, Sumber: titiscahayasejahtera.co.id

2. Pengering Uap (Superheater)

Pengering uap atau superheater adalah suatu komponen yang fungsinya untuk mengeringkan uap dari hasil produksi oleh boiler. Pastinya kita semua paham, uap yang keluar dari boiler kerap kali masih mengandung atau terdapat sedikit air. 

Sehingga perlu dipanaskan lebih lanjut agar menjadi uap super panas (superheated steam). Sesuai dengan namanya, uap super panas ini memiliki energi yang jauh lebih tinggi dan efisiensi yang lebih baik untuk dimanfaatkan dalam turbin maupun mesin lainnya.

3. Bejana Uap (Steam Header)

Steam header merupakan bejana yang berfungsi untuk mengumpulkan uap dari beberapa boiler maupun sumber uap lainnya. Bejana uap ini juga berfungsi sebagai titik distraksi di mana uap akan dialirkan ke berbagai peralatan maupun proses di seluruh pabrik.

Umumnya, bejana uap akan ditempatkan di titik atau area yang strategis dalam sistem uap. Tujuannya, guna memastikan bahwa pasokan uap dapat stabil dan lebih terkontrol.

4. Penguap (Evaporator)

Penguap atau evaporator merupakan sebuah pesawat yang sering kali dimanfaatkan untuk membantu menguapkan cairan dengan memanfaatkan panas. Biasanya dibutuhkan dalam proses penyulingan atau pemurnian.

Penguap sendiri keberadaannya sangat penting dalam industri kimia, farmasi, makanan, dan sejenisnya. Karena cairan-cairan di dalamnya harus diubah menjadi uap untuk bisa memisahkan berbagai komponen yang berbeda atau untuk merekatkan produk tertentu.

Uap bejana tekan untuk meringankan pekerjaan, Sumber: bexcellentjogja.com
Uap bejana tekan untuk meringankan pekerjaan, Sumber: bexcellentjogja.com

Kesimpulan

Demikianlah informasi seputar pesawat uap dan bejana tekan yang dalam praktiknya diperlukan perhatian khusus dalam bidang K3. Hal ini karena berbagai pesawat tersebut memiliki potensi bahaya yang cukup kompleks bagi penggunanya. 

Sebut saja membuat bising lingkungan sampai yang paling bahaya adalah terjadinya ledakan. Karena itu, untuk meminimalisir potensi yang bisa kapan saja terjadi dari pesawat uap bejana tekan tersebut, harus dilakukan pemeriksaan dan uji kelayakan berkala dari mereka yang ahli, seperti halnya dengan pesawat angkat angkut.

Dalam hal ini, Anda bisa mengandalkan jasa SILO disnaker profesional. Dengan pemeriksaan dan pengujian oleh ahlinya, dapat memastikan bahwa pesawat uap yang digunakan dalam keadaan yang benar-benar aman dan layak digunakan dalam jangka panjang.

Sehingga, tidak akan memberikan potensi berbahaya yang dapat merugikan perusahaan dan mereka (dalam hal ini karyawan) yang menggunakannya. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat!

Inilah 4 Jenis APAR yang Biasa dan Digunakan pada Bangunan Gedung

Penggunaan APAR harus disesuaikan dengan kategori kebakaran, Sumber: aca.co.id

Seperti yang kita tahu, kebakaran adalah salah satu musibah yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Oleh sebab itu, perlu adanya tindakan preventif yang tepat untuk menghindari kebakaran agar tidak semakin besar. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk itu adalah dengan menyediakan berbagai jenis APAR.

APAR atau Alat Pemadam Api Ringan adalah sebuah alat pemadam yang harus ada di setiap tempat, baik itu perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah sakit, bahkan rumah sekalipun. Karena alat satu ini sangat bermanfaat untuk memadamkan api ketika terjadi kebakaran gedung dalam skala yang masih kecil.

Atau dengan kata lain APAR ini berguna untuk memadamkan api sebelum api semakin membesar, menyebar luas, dan sulit dikendalikan. Jadi, APAR menjadi salah satu alat pemadam yang cukup efektif memadamkan api. APAR sendiri memiliki beragam jenis dengan fungsinya masing-masing.

Sekilas Tentang APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Alat Pemadam Api Ringan atau APAR adalah sebuah alat pemadam kebakaran portable yang di dalamnya berisi gas maupun bahan kimia yang bermanfaat untuk memadamkan api dalam skala kecil. Alat pemadam api ini juga berisikan tekanan tinggi yang fungsinya untuk membantu mengeluarkan media menuju titik api.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, fungsi APAR utamanya adalah untuk membantu memadamkan api dalam skala kecil sebelum api tersebut membesar, menyebar luas, dan menjadi sebuah kebakaran yang sulit dikendalikan serta menyebabkan banyak kerugian di dalamnya.

Setiap bangunan harus memiliki APAR yang berguna untuk memadamkan api, Sumber: avensure.com
Setiap bangunan harus memiliki APAR yang berguna untuk memadamkan api, Sumber: avensure.com

Di samping itu, alat pemadam api ringan sebagai alat pemadam api portable ini juga dirancang khusus untuk membantu memadamkan api pada jenis kebakaran tertentu yang berlaku di Indonesia dengan mudah karena sifatnya yang dapat dibawa kemana-mana.

Dengan begitu, ketika terdapat api kecil yang berpotensi menyebabkan kebakaran dapat dengan mudah dan efektif dipadamkan oleh APAR ini. Menyinggung perihal jenis kebakaran yang berlaku di Indonesia, kelas kebakaran tersebut diklasifikasikan menjadi sebagai berikut: 

  • Kebakaran kelas A. Kebakaran kelas ini seringkali terjadi pada bahan atau material yang bersifat padat seperti kayu, kertas, ataupun kain.
  • Kebakaran kelas B. Kebakaran dengan klasifikasi ini umumnya terjadi pada bahan material cair seperti minyak, bensin, atau pelarut.
  • Kebakaran kelas C. Kebakaran kelas C sering terjadi pada sesuatu dengan bahan gas seperti LPG (liquefied petroleum gas) maupun bahan-bahan kimia yang sangat mudah terbakar.
  • Kebakaran kelas D. Kebakaran dengan klasifikasi ini sering terjadi pada benda-benda berbahan logam yang mudah sekali terbakar seperti halnya titanium, aluminium, dan magnesium.

Nah, apabila sudah tahu tentang klasifikasi kebakaran yang berlaku di Indonesia, hal tersebut akan memudahkan untuk menggunakan jenis APAR yang tepat sesuai jenis kebakaran. Karena setiap klasifikasi membutuhkan penanganan yang berbeda terutama dari segi media pemadam api yang digunakan.

Jenis-Jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

Banyak dari kita mungkin menganggap semua jenis APAR itu sama dan bisa digunakan untuk memadamkan berbagai api. Namun, pada kenyataannya penggunaan alat pemadam api ringan ini harus disesuaikan dengan kategori api yang akan dipadamkan. Lantas apa saja jenis-jenis APAR yang memiliki fungsi itu?

1. APAR Serbuk Powder

APAR serbuk powder adalah jenis alat pemadam api ringan yang media pemadam apinya memanfaatkan serbuk kimia. Serbuk kimia yang dijadikan media pemadam api diantaranya adalah ABC (ammonium phosphate) atau bubuk BC (sodium bicarbonate).

Cara kerja APAR jenis serbuk powder ini adalah serbuk powder akan mendinginkan suhu panas pada benda yang terbakar serta menghilangkan oksigen yang berasal dari udara. Dengan cara seperti itu, tidak akan ada lagi yang menjadi perantara untuk dapat menyalakan api sehingga api tersebut bisa langsung padam.

Alat pemadam api ringan dengan media serbuk powder sendiri dapat memadamkan api dengan klasifikasi atau kebakaran kelas A (benda padat), kelas B (benda cair), dan kelas C (elektrikal).

Namun, sekalipun jenis APAR satu ini dapat memadamkan api dengan beberapa klasifikasi/ kelas kebakaran, APAR serbuk powder tetaplah mempunyai kelemahan. Kelemahan dari alat pemadam api ringan satu ini adalah meninggalkan residu, mengingat media yang digunakan untuk memadamkan api adalah serbuk powder.

Berbagai jenis APAR yang biasa ada pada bangunan, Sumber: firesystems.net
Berbagai jenis APAR yang biasa ada pada bangunan, Sumber: firesystems.net

2. APAR Foam/ Busa

Sesuai dengan namanya, aqueous film-forming foam atau yang juga dikenal sebagai APAR foam/ busa adalah jenis alat pemadam api ringan yang menggunakan foam atau busa cair sebagai media pemadamnya. Alat pemadam kebakaran ini dihasilkan dari campuran senyawa kimia dan air yang kemudian menghasilkan busa.

Dimana busa-busa tersebut dapat menutupi api yang membakar benda serta mencegah api agar tidak terus menyebar luas dan berujung membuat kebakaran besar. Foam/ busa yang digunakan sebagai media APAR ini bersifat mudah menempel dan mudah menyebar pada permukaan benda yang terbakar api. 

Sehingga akan membuatnya dengan cepat dan efektif untuk membantu memadamkan api pada benda-benda padat, cair, maupun benda gas. Di samping itu, APAR foam/ busa juga dapat memadamkan api pada bahan kimia dan bahan bakar minyak yang sulit atau bahkan tidak bisa dipadamkan dengan air biasa.

Jadi, secara garis besar, alat pemadam api ringan jenis foam/ busa dapat dimanfaatkan secara efektif untuk membantu memadamkan api dengan klasifikasi kebakaran A dan B.

3. APAR CO2/ Carbon Dioxide

Selanjutnya ada jenis APAR CO2 atau APAR Carbon Dioxide. Ya, sesuai dengan namanya, alat pemadam api ringan ini menggunakan gas karbon dioksida sebagai media pemadamnya. Cara kerja APAR CO2 sendiri adalah tabung akan mengeluarkan gas CO2 yang dapat mengurangi kadar oksigen di area tersebut. 

Dengan cara kerja tersebut, api dapat efektif padam karena kadar CO2 pada tabung yang dikeluarkan relatif lebih berat daripada oksigen yang ada di sekitar area api. Sehingga gas CO2 dapat menutupi permukaan dari bahan terbakar dan mampu memadamkan api sebelum berpotensi untuk membuat api semakin menyebar luas.

Dengan media yang digunakan, APAR Carbon Dioxe sangat efektif untuk membantu memadamkan api dengan klasifikasi kebakaran B dan C. Di samping itu, APAR CO2 juga memiliki sejumlah keunggulan seperti tidak meninggalkan residu, dan dapat dimanfaatkan pada bahan material yang cukup sensitif terhadap air.

4. APAR Liquid Gas

Terakhir ada APAR liquid gas yang merupakan jenis alat pemadam kebakaran ringan dengan campuran bahan kimia berupa cairan dan gas sebagai media pemadamanya. APAR liquid gas sangat efektif untuk memadamkan api dengan klasifikasi kebakaran kelas A, B, dan C.

Juga termasuk dalam kategori APAR yang clean agent karena tidak meninggalkan residu setelahnya. Selain efektif untuk memadamkan api dengan klasifikasi seperti yang sudah disebutkan di atas, APAR liquid gas juga bisa dimanfaatkan untuk melindungi ruangan yang cukup sensitif seperti ruang komputer atau ruang server.

Penggunaan APAR harus disesuaikan dengan kategori kebakaran, Sumber: aca.co.id
Penggunaan APAR harus disesuaikan dengan kategori kebakaran, Sumber: aca.co.id

Pengurusan SILO (APAR) Bersama Eticon

Demikianlah beberapa jenis APAR atau Alat Pemadam Api Ringan yang wajib ada di setiap tempat, khususnya di setiap bangunan. Karena keberadaannya sangat bermanfaat sebagai upaya preventif agar tidak terjadi kebakaran yang lebih besar dan merugikan. 

Namun, sebelum digunakan APAR harus lebih dulu mengantongi Surat Izin Layak Operasi atau SILO. SILO ini menjadi bukti bahwa APAR yang disediakan atau tersedia di suatu bangunan bekerja dengan baik dan sudah melewati tahapan pemeriksaan dan pengujian.

Bagaimana cara mendapatkan Surat Izin Layak Operasi? Untuk mendapatkan perizinan SILO, Anda bisa menggunakan jasa SILO profesional. Karena bersama ahlinya, pemeriksaan dan pengujian APAR akan dilakukan secara tepat dan sesuai dengan ketentuan serta aturan yang berlaku.

Apa Itu Alat Pemadam Api Thermatic? Temukan Jawabannya Disini!

Alat pemadam api Thermatic yang dipasang di bagian atas bangunan, Sumber: linkedin.com

Seringkali kita menemui bangunan yang dibangun tanpa perencanaan yang baik. Termasuk dengan tidak adanya alat pemadam api Thermatic atau jenis proteksi kebakaran lainnya sebagai aspek untuk keselamatan bangunan dan penghuninya terhadap bahaya kebakaran yang mungkin saja terjadi sewaktu-waktu. 

Padahal setiap bangunan diharuskan untuk menyediakan alat pemadam api yang tepat. Karena pada dasarnya kita tahu bahwa kebakaran bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Dari sekian banyaknya alat pemadam yang tersedia di pasaran, alat pemadam Thermatic adalah salah satu jenis alat pemadam yang bisa digunakan.

Pada beberapa case kebakaran gedung tertentu, akan sangat efektif jika menggunakan alat pemadam Thermatic. Sebab, alat ini akan aktif secara otomatis apabila dipicu dengan suhu tertentu. Tentu saja kehadirannya dapat menjadi alternatif terbaik ketika sistem fire sprinkler sedang tidak bisa digunakan.

Mengenal Tentang Alat Pemadam Api Thermatic

Alat pemadam api Thermatic menjadi salah satu sistem proteksi bangunan dari bahaya kebakaran yang cukup diunggulkan. Karena sistem proteksi pemadam kebakaran satu ini dapat bekerja secara otomatis tanpa bantuan operator maupun tenaga manusia.

Nah, yang menjadi pertanyaan adalah apa sih sebenarnya alat atau sistem pemadam api Thermatic itu? Sistem pemadam api Thermatic sendiri merupakan sebuah alat pemadam api yang mempunyai bentuk menyerupai bentuk bola atau tabung gas hijau yang sering kita lihat. 

Dimana alat pemadam ini umumnya berada atau diletakkan pada bagian atas sebuah bangunan dan melekat pada bagian plafon. Sama halnya dengan jenis alat pemadam api atau kebakaran lainnya, Thermatic ini pun berfungsi untuk memadamkan api yang bekerja secara otomatis pada kondisi-kondisi tertentu.

Alat pemadam Thermatic yang otomatis dapat mendeteksi titik kebakaran, Sumber: shopee.co.id
Alat pemadam Thermatic yang otomatis dapat mendeteksi titik kebakaran, Sumber: shopee.co.id

Karena Thermatic bekerja secara otomatis, maka sistem hebat satu ini biasanya diaplikasikan atau diletakkan pada area-area yang minim pengawasan. Sehingga pemilik bangunan dapat tetap melindungi lokasi tertentu menggunakan proteksi kebakaran Thermatic sekalipun lokasi tersebut tidak sedang dalam pengawasan.

Di samping itu, alat pemadam api Thermatic juga bermanfaat untuk memadamkan api pada tempat-tempat tertentu yang dimana jenis pemadam api lainnya tidak bisa bekerja. Karena alasan itulah, mengapa sistem proteksi kebakaran satu ini dapat begitu diandalkan pada situasi-situasi kebakaran tertentu.

Termasuk untuk ruangan yang tidak boleh terkena air sekalipun. Seperti ruangan komputer atau ruangan server. Karena keberadaannya yang dapat mengatasi resiko bahaya kebakaran agar tidak mencapai skala besar dan menimbulkan kerugian material maupun nonmaterial.

Bagaimana Cara Kerja Alat Pemadam Api Thermatic?

Alat pemadam Thermatic ini bekerja secara independen atau mandiri dengan cara mendeteksi keadaan suhu yang ada pada ruangan tersebut. Dimana yang kemudian komponen detektor pada Thermatic akan memicu alat pemadam untuk aktif setelahnya.

Thermatic akan bekerja dan mendeteksi jika detektor bola kaca pada nozzle atau bulb pada alat pecah akibat suhu yang dihasilkan pada ruangan tersebut. Untuk dapat membuat bulb pecah, setidaknya harus mencapai titik suhu tertentu yang biasanya mencapai 57 derajat Celcius, 68 derajat Celcius, atau 93 derajat Celcius. 

Ketika sudah mencapai titik suhu tersebut, bola kaca/ bulb akan pecah dan memberikan sinyal pada sistem otomatis untuk bekerja memadamkan api. Kesensitifan panas alat pemadam ini disesuaikan dengan kebutuhan jenis lokasi maupun bangunan yang akan dipasang alat pemadam Thermatic.

Sistem Thermatic sendiri menggunakan liquid gas dan dry chemical powder sebagai media pemadamnya. Dry chemical powder yang digunakan berupa Sodium Bicarbonate maupun Monoammonium Phosphate yang keduannya mampu mengatasi api kebakaran dengan kelas A hingga kelas C.

Sementara liquid gas adalah gas yang tersimpan dalam bentuk cair namun ketika diaktifkan, cairan akan menyemprotkannya dalam bentuk gas. Sehingga ketika gas disemprotkan ke seluruh ruangan untuk memadamkan api, tidak akan meninggalkan residu setelahnya. Dengan kata lain, sistem Thermatic ini termasuk clean agent.

Pemadam Thermatic dengan segala keunggulannya, Sumber: id.pinterest.com
Pemadam Thermatic dengan segala keunggulannya, Sumber: id.pinterest.com

Keunggulan Alat Pemadam Api Thermatic

Alat pemadam api otomatis satu ini tidak hanya sebatas alat untuk memberikan perlindungan dan keselamatan terhadap kebakaran. Namun, juga merupakan sebuah investasi yang cukup efektif untuk menjaga keamanan properti dan memberikan perlindungan kepada penghuni properti.

Karena alat pemadam Thermatic memiliki berbagai keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh alat pemadam konvensional lainnya. Diantara beberapa keunggulannya, meliputi: 

  • Perlindungan 24/7. Alat pemadam api Thermatic dapat dengan otomatis memberikan perlindungan secara terus menerus dalam sepanjang hari dan sepanjang jam. Ini artinya, Anda mendapatkan kepastian bahwa properti terlindungi dengan baik bahkan ketika sedang tidak berada di lokasi tersebut.
  • Tahan lama. Sistem Thermatic memiliki umur kerja yang cukup panjang dan tahan terhadap korosi. Setidaknya alat ini dapat bertahan hingga 10 tahun lamanya.
  • Proses pemadaman cepat. Alat pemadam api otomatis ini dengan cepat merespon ketika terdeteksi adanya kebakaran. Sehingga dapat mengurangi resiko kerusakan yang disebabkan oleh api. Dimana ketika terdeteksi api, alat ini akan dengan cepat memadamkannya sebelum api menyebar.
  • Harga relatif terjangkau. Meskipun memiliki fitur yang dapat dikatakan canggih, tetapi alat pemadam Thermatic ini tersedia dengan harga yang relatif terjangkau. Sehingga dapat diakses untuk banyak tempat seperti rumah tangga, bisnis kecil, maupun perusahaan besar.

Selain memiliki berbagai keunggulan, Thermatic umumnya juga sangat mudah dirawat. Seperti halnya alat pemadam api ringan lainnya, Thermatic juga perlu dipastikan tidak kadaluarsa, tabung tidak retak dan rusak, serta pastikan juga tidak terpapar sinar matahari langsung.

Memeriksa alat pemadam api secara rutin dan berkala khususnya pada indikator tekanan juga sangat perlu dilakukan. Guna memastikan tekanan yang ada pada tabung sesuai dengan standar yang berlaku. Pada Thermatic sendiri pastikan bahwa bulb masih utuh dan bisa berfungsi maksimal serta tidak mengalami kebocoran.

Alat pemadam api Thermatic yang dipasang di bagian atas bangunan, Sumber: linkedin.com
Alat pemadam api Thermatic yang dipasang di bagian atas bangunan, Sumber: linkedin.com

Mengurus Perizinan SILO untuk Alat Thermatic

Itulah ulasan mengenai alat pemadam api otomatis, yaitu alat Thermatic yang sangat cerdas dan begitu fungsional. Mengingat ada banyaknya alat pemadam api yang tersedia, sudah seharusnya para pemilik atau pengelola bangunan meletakkan alat satu ini pada bangunannya, khususnya bangunan untuk fasilitas umum.

Tapi lagi dan lagi, setiap apapun yang akan dimanfaatkan atau diletakkan pada sebuah bangunan perlu mendapatkan perizinan terlebih dahulu. Termasuk juga dengan alat pemadam Thermatic ini yang harus mengantongi Surat Izin Layak Operasi atau yang juga dikenal dengan SILO.

Karena dengan kepemilikan SILO artinya alat pemadam api yang digunakan untuk bangunan sudah melewati pemeriksaan dan pengujian. Itu artinya alat pemadam yang ada pada bangunan tersebut terbukti aman dan layak digunakan tidak hanya untuk menjaga keamanan bangunan tetapi juga penghuninya.

Untuk dapat memperoleh SILO, Anda bisa menggunakan jasa SILO terpercaya yang ada di Indonesia. Karena dengan jasa SILO, pemeriksaan dan pengujian alat Thermatic akan dilakukan oleh mereka yang ahli sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Semoga bermanfaat!

Mengenal Fire Alarm System yang Wajib Ada di Bangunan Gedung

Jenis sistem pendeteksi kebakaran yang beragam dengan manfaatnya masing-masing, Sumber: fortisfire.com

Kebakaran adalah salah satu bencana yang kerap kali terjadi pada bangunan dan tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Dimana dari kejadian tersebut dapat menyebabkan kerugian secara material maupun non material, bahkan tidak jarang merenggut korban jiwa. Itulah sebabnya, mengapa dalam setiap bangunan dibutuhkan fire alarm system untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Kehadiran sistem keamanan berupa fire alarm system memang tidak kalah penting bagi setiap bangunan. Apalagi untuk bangunan gedung bertingkat atau bangunan-bangunan yang diperuntukkan bagi publik. Karena sistem keamanan satu ini dapat memberikan peringatan dini akan adanya potensi terjadinya kebakaran di dalam bangunan.

Apa yang Dimaksud Fire Alarm System?

Jika Anda berkunjung ke pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, bahkan rumah sakit pastinya sering menemukan sistem peringatan satu ini. Tapi sebenarnya apa yang dimaksud dengan sistem alarm kebakaran itu dan mengapa harus ada di setiap bangunan?

Sistem alarm kebakaran atau biasa disebut juga sebagai fire alarm system adalah sebuah sistem yang dirancang khusus dengan tujuan utama untuk mendeteksi dan memberikan peringatan dini akan adanya potensi kebakaran di dalam sebuah bangunan gedung.

Dimana sistem ini sangat sensitif terhadap indikator kebakaran seperti suhu serta asap. Pun, sistem ini akan memberikan tanda adanya kebakaran berupa dering maupun suara sirine. Fire alarm system menjadi begitu penting sebab memungkinkan tim pemadam kebakaran dapat melakukan proses evakuasi menjadi lebih efektif dan terarah.

Fire alarm system yang wajib ada di dalam bangunan gedung, Sumber: fire-risk-assessment-network.com
Fire alarm system yang wajib ada di dalam bangunan gedung, Sumber: fire-risk-assessment-network.com

Di samping itu, adanya peringatan diri yang diberikan oleh sistem alarm kebakaran juga dapat meminimalisir kerugian yang ditimbulkan bahkan dapat mencegah adanya korban jiwa akibat kebakaran gedung yang terjadi. Dengan fakta tersebut, fire alarm system bukan hanya sebagai alat pendeteksi kebakaran dini tetapi juga sistem vital untuk menjaga keamanan bangunan dan mereka yang ada di dalamnya. 

Jadi, jangan hanya mempertimbangkan bagian konstruksi bangunan untuk bangunan gedungnya saja tapi juga penting memperhatikan adanya sistem alarm kebakaran pada bangunan tersebut. Agar bangunan menjadi lebih aman dan penghuninya pun nyaman.

Apa Saja Jenis Fire Alarm System untuk Bangunan?

Setidaknya saat ini sistem alarm kebakaran memiliki beberapa jenis dan semuanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

1. Conventional/Non Addressable System

Non addressable system atau sistem alarm kebakaran konvensional ini cocok ditempatkan pada bangunan berskala kecil dan membutuhkan pemantauan yang lebih sederhana seperti rumah atau toko. Sistem alarm kebakaran ini dirancang dengan sejumlah area yang terhubung dengan panel kontrol dimana setiap area memiliki detektor.

Panel kontrol yang terhubung pada sistem ini akan memberikan sinyal area mana yang terdeteksi mengalami kebakaran. Namun tidak akan memberikan informasi langsung dimana lokasi atau titik detektor yang mengirim sinyal. 

Atau sederhananya, sistem konvensional ini akan mengirimkan sinyal bahwa terjadi kebakaran. Tetapi tidak memberikan detail lokasi atau titik pasti dimana kebakaran itu terjadi. Itulah mengapa sistem alarm konvensional hanya cocok diaplikasikan pada bangunan yang relatif kecil.

2. Semi Addressable System

Sistem alarm kebakaran semi-addressable adalah sistem pendeteksi kebakaran yang berada diantara sistem konvensional dan sistem full addressable. Dalam semi addressable system beberapa komponen yang ada di dalamnya dapat diidentifikasi secara individu. Pun, ada juga komponen lain yang dapat dikelompokkan atau dikumpulkan dalam satu titik.

Karena berada diantara sistem konvensional dan full addressable, semi addressable system menawarkan tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi daripada sistem konvensional. Namun kompleksitas yang ditawarkan tidak jauh lebih tinggi atau lebih rendah daripada sistem full addressable yang akan kita bahas setelah ini.

Adanya sistem pendeteksi kebakaran untuk menunjang keamanan bangunan, Sumber: britanniaalarms.co.uk
Adanya sistem pendeteksi kebakaran untuk menunjang keamanan bangunan, Sumber: britanniaalarms.co.uk

3. Full Addressable System

Jika sistem alarm kebakaran konvensional tidak bisa memberikan informasi detail tentang titik kebakaran, maka lain halnya dengan full addressable system ini. Karena jenis fire alarm system satu ini dirancang khusus agar setiap komponen detektor yang ada memiliki alamat unik.

Sehingga panel kontrolnya dapat memberikan informasi detail tentang titik atau area yang terdeteksi kebakaran. Kemampuan memberikan informasi akurat tentang titik kebakaran inilah yang menjadi kelebihan dari full addressable system dibandingkan dua sistem yang sebelumnya dibahas.

Dengan kemampuan ini pula, memungkinkan adanya respon yang lebih tanggap dan efektif untuk melakukan proses evakuasi dari pemadam kebakaran sebab langsung tahu dimana titik terjadinya kebakaran. Dengan kelebihannya, full addressable system menjadi salah satu fire alarm system yang paling direkomendasikan untuk bangunan gedung dengan skala besar dan lebih kompleks.

4. Aspirating Smoke Detection System

Sesuai dengan namanya, fire alarm system satu ini dirancang menggunakan teknologi deteksi asap yang sangat tinggi. Aspirating smoke detection system berproses dengan menghisap udara di sekitar bangunan melalui pipa yang terhubung dengan blower yang ada di dalamnya.

Dimana blower ini bertanggung jawab untuk mengalirkan udara yang kemudian akan dilakukan analisis di dalam unit pengendali menggunakan sensor yang sangat sensitif terhadap partikel asap yang sangat kecil.

Karena aspirating smoke detection system begitu sensitif terhadap asap, maka sistem alarm kebakaran ini cocok digunakan dalam mendeteksi kebakaran dalam tahap awal yang mampu mengidentifikasi kebakaran dengan sangat tepat.

5. Linear Heat Detection System

Selanjutnya ada linear heat detection system yang memanfaatkan kabel deteksi panas yang dipasang di sepanjang area yang ingin diawasi sebagai metode utamanya. Cara kerja jenis fire alarm system satu ini yaitu kabel panas akan mendeteksi perubahan suhu yang meningkat secara signifikan. 

Kemudian kabel akan mengirimkan sinyal ke panel kontrol untuk memicu alarm agar berbunyi ketika terdeteksi terjadinya kebakaran. Jenis sistem alarm kebakaran satu ini cocok digunakan pada area-area yang rawan atau memiliki tingkat kebakaran tinggi atau bisa juga diaplikasikan pada lingkungan yang keras dan korosif.

6. Gas Detection System

Satu lagi jenis sistem alarm kebakaran yang perlu ada di dalam bangunan adalah gas detection system. Sistem alarm kebakaran satu ini dirancang khusus untuk mendeteksi keberadaan gas atau berbagai bahan kimia yang dapat memicu terjadinya kebakaran di dalam sebuah bangunan gedung.

Seperti halnya linear heat detection system, detektor gas yang sensitif dipasang di area yang ingin dipantau. Ketika detektor mendeteksi adanya keberadaan gas di atas ambang batas rata-rata, alarm akan berbunyi dan tindakan preventif dapat diambil lebih cepat untuk mencegah adanya kerugian yang mungkin dapat ditimbulkan.

Jenis sistem pendeteksi kebakaran yang beragam dengan manfaatnya masing-masing, Sumber: fortisfire.com
Jenis sistem pendeteksi kebakaran yang beragam dengan manfaatnya masing-masing, Sumber: fortisfire.com

Kesimpulan

Nah, itu dia enam jenis fire alarm system yang keberadaannya penting dalam sebuah bangunan, baik bangunan dengan skala besar maupun bangunan dengan skala kecil. Mengingat begitu pentingnya sistem alarm kebakaran ini, sudah seharusnya para pemilik atau pengelola bangunan lebih aware terhadap alat-alat atau sistem semacam ini guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Tapi satu hal yang perlu diketahui bahwa fire alarm system pada sebuah bangunan juga perlu mendapatkan perizinan operasional terlebih dahulu. Dimana untuk mendapatkan perizinan ini perlu melewati tahapan pemeriksaan dan pengujian terlebih dahulu.

Dan untuk sampai pada tahap pemeriksaan dan pengujian serta untuk mendapatkan surat izin operasional tersebut peran dari jasa SILO profesional begitu dibutuhkan dalam hal ini. Jasa SILO profesional dapat melakukan pengujian dan pemeriksaan yang dibutuhkan guna mendapatkan perizinan sesuai kebutuhan.

Mengenal 4 Jenis Lift dalam Bangunan yang Wajib Memiliki SILO

Lift servis yang memudahkan pergerakan karyawan atau mengangkut pasien, Sumber: hfmmagazine.com

Keberadaan lift rasanya memang sering kita jumpai di bangunan gedung bertingkat. Gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, hingga rumah sakit banyak menggunakan lift untuk mempermudah mobilitas penggunanya. Nah, lift sendiri memiliki beberapa jenis dengan fungsinya masing-masing.

Lift atau elevator sendiri merupakan hasil dari evolusi teknologi. Sebelumnya pada abad pertengahan, hoist atau kerekan menjadi alat bantu utama untuk mengangkat benda berbobot berat. Dimana hoist tersebut dioperasikan dengan bantuan tenaga manusia, hewan, atau bahkan sistem yang digerakkan oleh air. 

Kemudian, evolusi teknologi membawa kita kepada penggunaan elevator hidrolik uap. Nah, lift berdaya uap inilah yang akhirnya menjadi langkah awal menuju pengembangan lift modern yang kita kenal dan kita gunakan hingga saat ini. Kita juga sepakat bahwa manfaat lift sangatlah banyak.

Dengan adanya lift, pengguna dapat dengan mudah mencapai satu lantai ke lantai lainnya. Di samping itu, lift juga mampu memberikan kenyamanan serta efisiensi dalam penggunaan waktu. Tidak sampai disitu saja, adanya lift juga meminimalkan kelelahan fisik yang mungkin terjadi apabila kita menggunakan tangga manual. 

Namun perlu diingat, lift pun tidak selalu dalam keadaan terbaiknya. Kadang kala terdapat berbagai faktor yang akhirnya membuat lift mati ketika sedang digunakan. Dimana itu berakhir dengan membuat penggunanya terjebak di lift. Tapi itu bukan poin utama pada pembahasan ini, karena kali ini kami akan mengajak Anda untuk mengetahui beberapa jenis lift yang digunakan pada bangunan gedung.

Berbagai jenis lift yang ada salah satunya lift penumpang, Sumber:zamanelevator.net
Berbagai jenis lift yang ada salah satunya lift penumpang, Sumber:zamanelevator.net

Bagaimana Cara Kerja Lift? 

Pada dasarnya lift merupakan sebuah struktur berbentuk kotak logam yang terhubung dengan tali logam dengan kekuatan sangat tinggi. Cara kerja lift sendiri cukup sederhana, dimana tali logam tersebut melintasi roda katrol di ruang mesin yang letaknya berada di atas lift.

Seluruh sistem ini kemudian dikendalikan oleh motor. Ketika tombol ditekan (menuju ke lantai tertentu), motor akan diaktifkan dan lift mulai bergerak naik, turun, atau berhenti sesuai dengan instruksi yang telah diberikan. Lift yang memiliki beberapa jenis ini terdiri dari beberapa bagian penting yang meliputi: 

  • Kotak logam. Ditempatkan secara stabil oleh rel pemandu dan didukung oleh kabel logam sangat kuat. Pintu lift terdiri dari dua set dan menggunakan sistem pengunci otomatis yang aman.
  • Penyeimbang. Ujung dari kabel logam dilengkapi dengan pemberat logam sebagai penyeimbang. Tentu saja untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas lift. Penyeimbang ini berfungsi untuk menjaga pergerakan lift agar tetap terkendali.
  • Kabel. Tidak seperti kabel pada umumnya, setiap gerbong lift didukung oleh sejumlah kabel dari tali logam yang sangat kuat. Keberadaan kabel ini menjadi sangat penting karena memberikan dukungan vital untuk memastikan keamanan juga kestabilan selama lift berjalan.
  • Motor listrik dan sistem pengereman. Ketika tombol ditekan, motor akan diaktifkan. Ketika motor berputar satu arah, katrol tersebut akan menaikkan lift. Sementara ketika motor berbelok ke arah lain, katrol akan menurunkan lift.
  • Sistem keamanan. Selain sistem pengaman ratchet dan penguncian pintu otomatis, lift juga dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan tambahan. Ada pengatur kecepatan (mengatur laju elevator). Ada juga penyangga pegas hidrolik, untuk meminimalkan kerusakan apabila terjadi benturan maupun kegagalan fungsi sistem.
Lift servis yang memudahkan pergerakan karyawan atau mengangkut pasien, Sumber: hfmmagazine.com
Lift servis yang memudahkan pergerakan karyawan atau mengangkut pasien, Sumber: hfmmagazine.com

4 Jenis Lift Berdasarkan Fungsinya

Lift sendiri dapat dikategorikan ke beberapa jenis berdasarkan berbagai kegunaan yang berbeda. Secara umum, klasifikasi lift meliputi lift penumpang, lift barang, lift service, dan lift layanan makanan yang biasanya dimanfaatkan di restoran. Untuk penjelasannya sebagai berikut: 

1. Passenger Elevator/ Lift Penumpang

Jenis lift pertama tentu saja ada passanger elevator atau lift penumpang. Sesuai dengan namanya, jenis lift satu ini didesain khusus untuk mengangkut beberapa orang dari satu lantai ke lantai lainnya. Dimana keamanan dan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam desain lift satu ini.

Lift penumpang sendiri memiliki batasan jumlah penumpang dan berat tertentu yang diizinkan. Mengapa demikian? Hal ini guna memastikan keseimbangan dan keamanan lift juga penggunanya. Fitur tambahan yang tersedia dalam lift ini meliputi pengeras suara untuk memutar musik maupun pengumuman. 

Juga iklan audio atau visual, serta tampilan televisi. Sehingga mampu memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi penumpang.

2. Lift Barang

Lift barang adalah jenis lift yang difungsikan untuk memindahkan beban sangat berat, seperti mobil atau kargo di gedung perusahaan. Didesain untuk menahan beban berat, interior lift barang menampilkan desain kokoh dengan dinding juga lantai baja. Keandalan interior inilah yang melindungi lift barang dari keausan saat memuat atau membongkar muatan.

gambar

3. Elevator Service  / Lift Servis

Jenis lift lain yang tidak kalah penting adalah elevator service atau lift servis. Lift servis ini digunakan untuk mengangkut barang seperti gerobak pembersih oleh karyawan. Atau bahkan mengangkut pasien yang menggunakan tempat tidur untuk pemanfaatan lift di rumah sakit.

Lift service dirancang dengan kekokohan ekstra dan kedalaman yang lebih besar dibandingkan dengan lift penumpang pada umumnya. Lift servis pada rumah sakit bahkan juga dilengkapi dengan pegangan tangan (handrail). Tujuannya untuk memudahkan pengguna kursi roda atau mereka yang membutuhkan bantuan khusus (difabel).

4. Dumbwaiter atau Lift Layanan Makanan

Dumbwaiter atau lift layanan makanan dimanfaatkan untuk mengangkut barang-barang berukuran kecil. Biasanya jenis lift satu ini sering kali digunakan di restoran untuk memindahkan benda-benda ringan dari satu lantai ke lantai lainnya. Dengan Dumbwaiter ini, hanya barang dengan ukuran kecil saja yang bisa diangkut. 

Dumbwaiter dapat diakses melalui panel kecil di dinding, mirip dengan lift penumpang namun dalam versi mini. Kapasitas jenis lift satu ini berkisar antara 100 kg dengan ukuran 600 x 800 mm, memastikan kehandalan dalam mengangkut barang-barang kecil dengan efisien.

Lift barang yang dimanfaatkan untuk mengangkut barang dengan bobot berat, Sumber: jardineschindler.com
Lift barang yang dimanfaatkan untuk mengangkut barang dengan bobot berat, Sumber: jardineschindler.com

Perizinan SILO untuk Keamanan Lift

Demikianlah beberapa jenis lift yang biasa ditemui dalam bangunan gedung bertingkat. Sebagai salah satu sarana mobilitas yang cukup penting keberadaannya, sebaiknya lift telah memiliki izin. Mengapa perlu? Perizinan untuk lift bertujuan untuk menjaga keselamatan, keamanan, juga kenyamanan penggunanya.

Karena bagaimanapun, penunjang proses kerja atau mobilitas pengguna lift ini juga memiliki potensi terhadap resiko kecelakaan yang mungkin saja terjadi sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, dibutuhkan perizinan SILO Alat K3 untuk keamanan lift. Apa itu SILO Alat K3?

SILO Alat K3 atau Surat Izin Layak Operasi Alat Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan surat izin yang dibutuhkan dalam penggunaan Alat K3 pada sebuah perusahaan, termasuk dengan lift ini. Nah, untuk mendapatkan perizinan satu ini dibutuhkan peran dari jasa SILO profesional dalam hal ini.

Karena bersama ahlinya, proses penerbitan perizinan dapat dilakukan secara efektif dan tepat. Jasa SILO pula lah yang dapat membantu lift di bangunan gedung Anda menjadi lebih aman digunakan. Sehingga dapat menunjang keamanan dan keselamatan pengguna lift. Semoga informasinya bermanfaat.