
Memiliki rumah atau bangunan di tepi pantai memang terdapat banyak kelebihan. Salah satunya adalah dapat dijadikan sebagai aset investasi properti yang menjanjikan. Bagaimana tidak, saat ini banyak sekali wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menyewa villa ataupun rumah yang ada di pinggir pantai. Hal tersebut dikarenakan pemandangan yang langsung menghadap ke laut lepas.
Namun untuk membangun sebuah bangunan di pinggir pantai seperti itu tetap memiliki aturan tersendiri. Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2016 tentang Batas Sempadan Pantai, bahwasannya pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota yang memiliki sempadan pantai wajib menetapkan batas sempadan pantainya.
Hal tersebut tertuang dalam peraturan daerah masing-masing wilayah, mengenai rencana tata ruang wilayah provinsi maupun kabupaten/kota. Salah satu tujuan dibuatnya peraturan mengenai batas sempadan pantai ini untuk menjaga dan melindungi kelestarian ekosistem serta sumber daya yang ada di wilayah pesisir serta pulau-pulau kecil disekitarnya.

Sehingga membangun sebuah bangunan yang difungsikan untuk rumah pribadi, investasi, ataupun bisnis di tepi pantai boleh-boleh saja. Namun harus mengikuti peraturan mengenai batas sempadan pantai yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah masing-masing wilayah. Sebagai warga negara yang baik Anda selaku pemilik bangunan, wajib mematuhi segala aturan yang telah ditetapkan pemerintah.
Untuk bangunan yang melanggar aturan Garis Sempadan Bangunan (GSB), biasanya bangunan tersebut tidak sesuai dengan gambar yang ada di dalam Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Jika pemilik bangunan tersebut terbukti melanggar peraturan yang telah ditetapkan dari Garis Sempadan Bangunan, maka terdapat sanksi hukum yang harus dijalani.
Tips Membangun Rumah di Pinggir Pantai
Terdapat beberapa langkah yang dapat Anda ikuti untuk membangun bangunan yang berada di tepi pantai. Untuk membangun bangunan di area ini juga tidak boleh sembarangan, karena bangunan di lokasi ini harus dibuat kuat dari segi arsitekturnya. Berikut tips atau langkah-langkah yang bisa Anda jadikan referensi pada saat akan membangun rumah di pinggir pantai.
1. Mengikuti Aturan dari Batas Sempadan Pantai
Hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah mengecek mengenai ketetapan daerah mengenai batas sempadan pantai untuk bangunan yang akan Anda dirikan. Dengan mengikuti aturan ini, Anda juga bisa meminimalisir rumah dari risiko ancaman bencana alam. Misalnya saja seperti badai, banjir, erosi atau abrasi, tsunami, hingga bencana lainnya yang sering terjadi di pantai.

2. Menggunakan Konsep Arsitektur Tropis
Untuk membangun rumah atau bangunan di tepi pantai, perlu menggunakan konsep bergaya arsitektur tropis. Desain rumah ini sangat cocok digunakan di kawasan pantai yang ada di Indonesia. Apalagi Indonesia merupakan wilayah yang dilalui oleh garis khatulistiwa, sehingga Indonesia memiliki iklim tropis.
Ketika merealisasikan konsep rumah arsitektur tropis ini dibutuhkan jasa desain rumah ahli yang profesional serta memiliki pengalaman yang berkaitan dengan desain rumah. Karena pada saat mendesain rumah ini tidak boleh sembarangan, harus mencakup beberapa aspek agar rumah nyaman, aman, serta berkualitas.

3. Bangunan Dibuat seperti Rumah Panggung
Untuk bangunan yang ada di pinggir pantai, biasanya akan dibuat seperti rumah panggung. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi apabila air laut sedang pasang. Sehingga air laut tidak akan masuk ke dalam rumah, dan berbagai barang yang ada di dalam rumah tetap aman dan terlindungi dari air. Arsitek Anda tentu saja sudah memikirkan kemungkinan-kemungkinan apa yang bisa terjadi pada rumah Anda.

4. Bangunan Utama Menghadap ke Pantai
Tujuan utama memiliki rumah atau bangunan di tepi pantai adalah untuk menikmati keindahan pemandangan laut. Oleh sebab itu, bangunan utamanya haruslah menghadap ke arah laut lepas. Anda bisa membuat ruang tamu, kamar tidur, hingga kamar mandi menghadap ke arah laut. Sehingga Anda dapat menikmati keindahan pemandangan pantai setiap saat.
Bangunan dengan posisi tersebut juga akan menguntungkan apabila kedepannya akan dijadikan sebuah bisnis. Bisa dengan bisnis restoran ataupun bisnis penginapan. Bangunan yang menghadap ke pantai tersebut akan menjadikannya sebagai daya tarik, sehingga banyak wisatawan yang tertarik mengunjungi bisnis Anda tersebut.

5. Memilih Bahan Bangunan yang Tepat
Untuk membuat bangunan di tepi pantai juga diperlukan ketepatan dari material yang digunakan. Misalnya saja menentukan pondasi yang tepat untuk bangunan agar struktur bangunan tidak mudah roboh. Hal tersebut perlu disesuaikan pula dengan kondisi tanah sekitar, Anda bisa mendiskusikannya dengan arsitek yang bekerja sama dengan Anda.
Mengingat bangunan atau rumah berada di tepi pantai, maka diperlukan material seperti kayu dan beton yang kuat dan tahan akan air. Selain itu Anda juga wajib memastikan semua aspek di dalam struktur bangunan rumah memiliki daya tahan yang kuat akan angin, hingga berbagai cuaca seperti panas dan hujan.

6. Menggunakan Konsep Terbuka
Melihat area dari rumah yang berada di pinggir pantai, maka menggunakan konsep terbuka sangat cocok digunakan. Sebenarnya hal ini sudah sepaket dengan menggunakan arsitektur tropis. Anda bisa menggunakan konsep terbuka untuk desain dapur Anda, sehingga Anda bisa memasak di luar ruangan dengan pemandangan yang mengarah ke pantai.
Anda juga bisa menambahkan berbagai tanaman, agar nuansa rumah lebih asri dan sejuk. Karena hawa di pantai terkadang sangat panas, sehingga memiliki banyak tanaman di dalam maupun di luar rumah sangat disarankan. Berikan jendela besar di tengah-tengah bangunan utama, agar pemandangan laut bisa langsung terlihat dari dalam rumah.

Itulah tadi tips mengenai membangun rumah di pinggiran pantai. Ciptakan suasana rumah yang nyaman, aman dan menyenangkan dimanapun itu. Mempercayakannya kepada jasa desain dan perancanaan merupakan salah satu hal yang bisa Anda lakukan untuk mewujudkan bangunan impian Anda.
No comment yet, add your voice below!