Bagaimana Cara Memperpanjang Masa Berlaku Sertifikat Laik Fungsi (SLF)?

Young electrical engineer wearing a mask Inspect the electrical

Sertifikat Laik Fungsi diterbitkan dengan masa berlaku 5 tahun untuk bangunan umum dan 20 tahun untuk bangunan tempat tinggal. Dengan begitu, sebelum masa berlaku SLF habis, pemilik/pengguna bangunan gedung harus mengajukan perpanjangan SLF dengan melengkapi beberapa dokumen lampiran yang telah dipersyaratkan.

Pemilik atau pengguna bangunan gedung wajib mengajukan permohonan perpanjangan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) kepada pemerintah daerah sebelum 60 (enam puluh) hari kalender sebelum masa berlaku SLF berakhir. Merujuk pada PP Nomor 36 Tahun 2005, jika pemilik/pengguna bangunan gedung terlabat melakukan perpanjangan SLF sampai batas waktu berlakunya SLF habis, maka akan dikenakan sanksi denda administratif yang besarnya 1% dari nilai total bangunan gedung yang bersangkutan.

Persyaratan perpanjangan SLF

Adapun kelengkapan persyaratan yang harus disiapkan untuk proses pengajuan Sertifikat Laik Fungsi pun berbeda-beda tiap daerah. Namun, terdapat dokumen inti yang secara umum harus dipersiapkan, yang di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Salinan KTP pemilik bangunan gedung dan pemohon
  2. Salinan bukti kepemilikan tanah/sertifikat tanah
  3. Salinan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) atau PBG (Persetujuan Bangunan Gedung)
  4. Gambar arsitektur atau As Built Drawing. Adapun yang dimaksud As Built Drawing adalah gambar rekaman akhir yang dibuat sesuai dengan kondisi terbangun di lapangan yang telah mengadopsi semua perubahan selama proses pekerjaan konstruksi
  5. Laporan dari pengkaji teknis bangunan terhadap bangunan gedung yang akan diperpanjang SLF-nya
  6. Dokumen lainnya, seperti SLO (Sertifikat Laik Operasi), Izin Pengelolaan Lingkungan (rekomendasi UKL/UPL/AMDAL/dokumen lingkungan lainnya), dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas, Sertifikat Keselamatan Kebakaran, dan lainnya

Baca juga: Perbedaan Shop Drawing dan As Built Drawing

Sesuai dengan amanat Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, dijelaskan bahwa tolok ukur kelaikan atau keandalan sebuah bangunan gedung dapat dilihat dari beberapa aspek. Adapun aspek yang dimaksud di antaranya adalah keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan.

Jika keempat aspek bangunan gedung ini telah menunjukkan kelaikan secara fungsi dan dapat dimanfaatkan dengan baik, pemerintah daerah dapat menerbitkan perpanjangan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk bangunan gedung yang dimohonkan sertifikatnya.

Apa tujuan dan manfaat perpanjangan SLF?

adapun tujuan umum dari proses penerbitan SLF bangunan gedung ini adalah sebagai berikut:

  1. Mewujudkan bangunan gedung yang laik secara fungsi serta memiliki tata bangunan gedung yang serasi dan selaras dengan lingkungannya
  2. Mewujudkan ketertiban dalam penyelenggaraan bangunan gedung agar terjamin keandalan teknisnya, baik dari segi keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan
  3. Mewujudkan kepastian hukum dalam penyelenggaran bangunan gedung

Memiliki bangunan yang aman, sehat, dan nyaman digunakan tentunya menjadi harapan kita semua. Untuk membuktikannya, maka diperlukan penilaian teknis dari konsultan yang ahli di bidangnya.

Siapa yang berhak melakukan penilaian terhadpa kelaikan bangunan gedung?

Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) telah menetapkan Permen Nomor 11/PRT/M/2018 tentang Tim Ahli Bangunan Gedung, Pengkaji Teknis, dan Penilik Bangunan. Dalam ketetapan ini, telah disebutkan adanya kemudahan pemilik/pengguna bangunan gedung untuk menggunakan jasa konsultan SLF atau pengkaji teknis dalam rangka menilai kelaikan bangunan gedung.

Pengkaji teknis yang dimaksud adalah perseorangan atau badan usaha, baik yang berbadan hukum maupun yang mempunyai sertifikat kompetensi kerja kualifikasi ahli atau sertifikat badan usaha untuk melaksanakan pengkajian teknis atas kelaikan fungsi bangunan gedung.

Architect in hardhat and safety vest pointing building with roll

Namun, perlu diketahui juga bahwa penyedia jasa perseorangan hanya dapat menyelenggarakan jasa pengkajian teknis pada bangunan gedung yang berisiko kecil, berteknologi sederhana, dan berbiaya kecil. Penyedia jasa pengkajian teknis juga harus memiliki hubungan kerja dengan pemilik/pengguna bangunan gedung berdasarkan kontrak kerja.

Dalam peraturan yang telah disebutkan sebelumnya, pengkaji teknis dapat berperan dan berfungsi dalam melakukan beberapa tugas di bawah ini.

  1. Pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung eksisting untuk penerbitan SLF pertama kali
  2. Pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung untuk perpanjangan SLF
  3. Pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung pada masa pemanfaatan bangunan gedung
  4. Pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung pascabencana, dan
  5. Pemeriksaan berkala bangunan gedung

Jika Anda mencari pengkaji teknis terpercaya dan berpengalaman dalam menilai kelaikan fungsi bangunan maupun membantu penerbitan dokumen SLF,menggunakan jasa PT Eticon Rekasaya Teknik adalah pilihan yang tepat.

Baca juga: Bangunan Sudah Memiliki SLF, Apa Keuntungannya?

Perusahaan kami merupakan penyedia jasa konsultan SLF yang beranggotakan tim ahli bersertifikasi resmi di LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) pada asosiasi bergengsi seperti IAI (Ikatan Arsitek Indonesia), PPI (Persatuan Insinyur Indonesia), dan INKINDO (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia) yang memiliki keseriusan dalam bidang kajian teknis bangunan.

Dalam dua tahun terakhir (2019–2020), PT Eticon Rekayasa Teknik telah menyelesaikan banyak pekerjaan penilaian uji teknis bangunan gedung guna penerbitan dan melakukan perpanjangan SLF (Sertifikat Laik Fungsi) di beberapa kawasan industri maupun kota-kota besar seperti Bekasi, Serang, Bogor, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Majalengka, Boyolali, Kendal, Temanggung, Mojokerto, Yogyakarta, dan lainnya.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *