Pentingnya SLF (Sertifikat Laik Fungsi) untuk Hotel

Pentingnya SLF (Sertifikat Laik Fungsi) Untuk Hotel

Banyaknya orang yang melakukan perjalanan membuat bisnis hotel tumbuh pesat. DKI Jakarta, Surabaya, Bekasi, maupun daerah tujuan bisnis wisata seperti Bali, Batam, Makassar, dan Yogyakarta adalah beberapa contohnya. Tentu kita semua tahu bahwa terdapat standar pelayanan hotel yang harus diperhatikan oleh setiap pemilik beserta karyawan hotel. Namun yang terpenting lagi, setiap bangunan hotel harus dapat memastikan keselamatan para pengunjungnya.

Adanya jaminan keselamatan bagi setiap pengunjung hotel dapat ditunjukkan dengan adanya Sertifikat Laik Fungsi bangunan hotel. Sertifikat Laik Fungsi yang selanjutnya disingkat SLF merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat terhadap bangunan gedung yang telah selesai dibangun dan telah memenuhi persyaratan berdasarkan hasil pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung sebelum pemanfatannya.

Jasa SLF Hotel
Setiap bangunan hotel harus dapat memastikan keselamatan para pengunjungnya

Adapun dasar hukum diterbitkannya SLF hotel ini juga tak lepas dari amanat Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Undang-Undang ini diterbitkan pada akhir tahun 2002 dan menjadi dasar hukum yang harus dipatuhi dalam penyelenggaraan bangunan gedung, termasuk hotel, apartemen, maupun akomodasi penginapan besar lainnya.

Sebelum difungsikan, sebuah hotel harus memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) bangunan gedung. Dengan dimilikinya Sertifikat Laik Fungsi, maka dapat dipastikan bahwa struktur bangunan hotel dapat diakui keandalannya. Selain itu, adanya Sertifikat Laik Fungsi yang terpasang di area lobi hotel akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap aspek keamanan suatu bangunan gedung.

Misalnya, hotel Anda digunakan untuk pelaksanaan kegiatan yang mendatangkan pejabat publik, figur terkenal, maupun tokoh masyarakat yang memiliki protokol keamanan ketat. Sehingga dalam hal ini, pihak penyelenggara kegiatan akan mencari hotel yang dapat memberikan kepastian keamanan dan keselamatan penggunanya. Dengan dimilikinya Sertifikat Laik Fungsi, maka dapat dikatakan bahwa bangunan hotel yang Anda miliki telah memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan, serta kemudahan bangunan.  

Selain itu, setiap bangunan gedung, termasuk juga hotel diselenggarakan berlandaskan asas kemanfaatan, keseimbangan, dan harmonisasi dengan lingkungannya. Selain untuk memastikan keandalan struktur bangunannya, adapun tujuan umum dari proses pengurusan Sertifikat Laik Fungsi bangunan hotel adalah sebagai berikut:

  1. Mewujudkan bangunan hotel yang laik secara fungsi serta memiliki tata bangunan gedung yang serasi dan selaras dengan lingkungannya
  2. Mewujudkan ketertiban dalam penyelenggaraan bangunan hotel agar terjamin keandalan teknisnya, baik dari segi keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan
  3. Mewujudkan kepastian hukum dalam penyelenggaraan bangunan gedung

Baca juga : Tujuan Penilaian Keandalan Bangunan Gedung

Dasar hukum kewajiban SLF

Adapun dasar hukum pelaksanaan Sertifikat Laik Fungsi adalah sebagai berikut:

  1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
  2. Peraturan Pemerintah (PP) tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung
  3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M/2018 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung
  4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M/2018 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung

Apa saja syarat pengajuan SLF untuk hotel?

Secara umum, adapun persyaratan administrasi untuk pengajuan SLF (Sertifikat Laik Fungsi) hotel adalah sebagai berikut:

  1. Salinan/fotokopi KTP pemilik bangunan hotel
  2. Status hak atas tanah
  3. Status kepemilikan bangunan hotel
  4. IMB (Izin Mendirikan Bangunan) atau PBG (Persetujuan Bangunan Gedung)
  5. As-Built Drawing bangunan hotel yang telah disahkan
  6. Surat permohonan pemeriksaan kelaikan fungsi

Siapa yang dapat melakukan pemeriksaan kelaikan fungsi?

Pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan hotel dapat dilakukan oleh pengkaji teknis atau penyedia jasa SLF hotel. Pengkaji teknis yang dimaksud adalah orang perseorangan atau badan usaha, baik yang berbadan hukum maupun yang memiliki sertifikat kompetensi kerja kualifikasi ahli atau sertifikat badan usaha untuk melaksanakan pengkajian teknis atas kelaikan fungsi bangunan gedung.

Namun, perlu diketahui juga bahwa penyedia jasa perseorangan tidak dapat menyelenggarakan penilaian terhadap bangunan gedung yang memiliki risiko tinggi dan berteknologi modern.

Pentingnya SLF (Sertifikat Laik Fungsi) Untuk Hotel
Dengan dimilikinya Sertifikat Laik Fungsi, maka dapat dikatakan bahwa bangunan hotel yang Anda miliki telah memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan bangunan hotel

Dalam proses pemeriksaan kelaikan fungsi ini, pengkaji teknis atau penyedia jasa SLF hotel juga akan melakukan analisis dan evaluasi terkait kesesuaian pelaksanaan konstruksi bangunan gedung yang terdiri dari empat aspek persyaratan, di antaranya adalah keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan.

Jika proses pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan hotel dinyatakan LAIK, selanjutnya pengkaji teknis atau penyedia jasa SLF hotel akan mengeluarkan Surat Pernyataan Kelaikan Fungsi Bangunan Gedung. Namun, jika hasil pemeriksaan bangunan hotel dinyatakan TIDAK LAIK, pengkaji teknis akan memberikan rekomendasi terkait perbaikan bangunan hotel yang harus diselesaikan.

Baca juga : Panduan Mengurus SLF (Sertifikat Laik Fungsi) Hingga Terbit

Masa berlaku SLF hotel

Adapun masa berlaku Sertifikat Laik Fungsi sejak diterbitkannya adalah 5 (lima) tahun. Jika masa berlaku telah habis, Anda diwajibkan untuk mengajukan perpanjangan SLF hotel dengan melengkapi beberapa dokumen lampiran yang telah dipersyaratkan.

PT Eticon Rekayasa Teknik sebagai penyedia jasa SLF hotel

Sebagai perusahaan penyedia jasa SLF yang profesional, PT Eticon Rekayasa Teknik memiliki tenaga profesional dengan berbagai latar belakang keilmuan yang dibutuhkan dalam uji teknis kelaikan bangunan gedung berbagai fungsi. Anggota PT Eticon Rekayasa Teknik juga merupakan arsitek dan insinyur bersertifikat dari berbagai asosiasi profesional seperti Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (INTAKINDO), dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) sehingga proses penilaian bangunan gedung yang Anda dapatkan akan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.

PT Eticon Rekayasa Teknik sebagai penyedia jasa SLF hotel
Dalam proses pemeriksaan kelaikan fungsi ini, pengkaji teknis atau penyedia jasa SLF hotel juga akan melakukan analisis dan evaluasi terkait kesesuaian pelaksanaan konstruksi bangunan gedung

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *