Asesmen Struktur PT. Seelindo Sejahteratama di Tangerang

Bangunan PT. Seelindo Sejahteratama Tangerang, Sumber: wikimapia.org

Pada kesempatan kali ini, tim Eticon akan membagikan pengalaman keberhasilan project pada salah satu bangunan industri di Tangerang. Namun kali ini bukan tentang keberhasilan project penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) melainkan project asesment struktur bangunan. Namun sebelum itu, kami akan mengulas sedikit tentang apa itu assessment struktur bangunan.

Apa Itu Asesment Struktur Bangunan?

Assasment struktur bangunan adalah sesuatu hal yang umum dilakukan oleh pengelola bangunan. Apa tujuannya? Tujuan dilakukannya asesment struktur adalah untuk menjaga keutuhan bangunan, merubah fungsi bangunan, ataupun perawatan terhadap bangunan yang mengalami kerusakan, gangguan, maupun sudah tidak lama dimanfaatkan.

Assessment struktur dilakukan untuk mengetahui letak dan jenis kerusakan, serta pemilihan metode yang tepat untuk perbaikan dan perkuatan struktur. Setelah itu dilakukan pengumpulan data bangunan, mapping kerusakan, dan analisa struktur.

Sebelum dilakukan perbaikan, atau peralihan fungsi struktur, dilakukanlah assesment ini agar tujuan di awal berjalan dengan maksimal. Struktur yang membutuhkan assessment umumnya mengalami kerusakan, seperti terjadinya penurunan pondasi, adanya retakan, bangunan rapuh karena usia, atau penambahan dan pengalihan fungsi bangunan.

Dalam perbaikannya tidak bisa dilakukan secara sembarangan, melainkan perlu melewati sebuah pengujian. Pengujian tersebut dilakukan guna menganalisis struktur agar dapat dilakukan peninjauan lebih lanjut. Sehingga menghasilkan data untuk evaluasi yang lebih lengkap dan sesuai kebutuhan.

Asesment struktur bangunan untuk peralihan fungsi, Sumber: canam.com
Asesment struktur bangunan untuk peralihan fungsi, Sumber: canam.com

Sekilas Tentang PT. Seelindo Sejahteratama di Tangerang

Perihal asesment struktur juga dilakukan oleh salah satu klien kami yang berada di Tangerang. Kita tahu bahwa Tangerang menjadi salah satu kawasan industri yang cukup besar. Disana, berdiri perusahaan-perusahaan dari berbagai skala, mulai dari perusahaan kecil hingga besar.

Bahkan ada pula perusahaan multinasional yang juga mempercayakan pendirian bangunan perusahaannya di Kota Tangerang. Tak terkecuali adalah PT. Seelindo Sejahteratama. PT. Seelindo Sejahteratama adalah anak perusahaan dari PT. Zeelandia Indonesia yang mana merupakan perusahaan di bawah naungan perusahaan Zeelandia International Holding B.V., Belanda. 

Perusahaan yang satu ini bergerak di bidang industri bahan baku roti. Sejak tahun 1984, PT. Seelindo Sejahteratama mulai memproduksi bahan-bahan baku untuk pembuatan roti di Indonesia. Perusahaan ini berdiri untuk membantu pada konsumen, pembuat roti, maupun produsen roti lainnya untuk terus menjelajahi ide-ide baru. 

Yakni ide-ide baru untuk kebutuhan bisnis yang sedang dijalankan. Berbagai jenis produk bahan baku roti premium disediakan oleh PT. Seelindo Sejahteratama. PT. Seelindo Sejahteratama sendiri berlokasi di Jl. Moh Toha Km.3 Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten. 

Bangunan PT. Seelindo Sejahteratama Tangerang, Sumber: wikimapia.org
Bangunan PT. Seelindo Sejahteratama Tangerang, Sumber: wikimapia.org

Project Asesment Struktur PT. Seelindo Sejahteratama

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang produksi bahan baku roti yang kian hari kian meningkat untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Tentu saja PT. Seelindo Sejahteratama membutuhkan banyak ruang untuk menyimpan bahan mentah dan bahan lain yang nantinya akan diproduksi untuk menghasilkan bahan baku roti. 

Oleh sebab itu, pihak owner atau pemilik PT. Seelindo Sejahteratama ingin merubah fungsi bangunannya. Dimana yang awalnya bangunan digunakan sebagai office, kemudian akan dialihfungsikan menjadi gudang. Dalam hal ini, beruntungnya tim Eticon yang dipilih oleh pihak perusahaan untuk membantu melakukan asesment struktur bangunan tersebut. 

Asesment struktur yang dilakukan untuk PT. Seelindo Sejahteratama bertujuan untuk mengetahui kapasitas struktur eksisting bangunan tersebut. Asesment struktur juga dilakukan dengan beberapa tahapan. Untuk proses asesment struktur bangunan PT. Seelindo Sejahteratama diantaranya: 

1. Survey dan Redrawing ABD

2. Survey visual kondisi elemen struktur

3. Pengujian struktur

4. Pengujian tanah/soil test

5. Proses analisis struktur

Project asesment struktur PT. Seelindo Sejahteratama Tangerang, Sumber: doc pribadi
Project asesment struktur PT. Seelindo Sejahteratama Tangerang, Sumber: doc pribadi

Asesment Struktur Bangunan Bersama PT. Eticon Rekayasa Teknik

Itulah cerita project tim Eticon kali ini perihal asesment struktur yang dilakukan untuk PT. Seelindo Sejahteratama di Tangerang. Project asesment struktur bangunan kali menjadi bukti nyata bahwa tim Eticon tidak hanya menjadi konsultan SLF berpengalaman dan profesional saja.

Tetapi juga bisa membantu setiap klien yang membutuhkan bantuan perihal asesment struktur bangunan. Jadi, bagi Anda yang memiliki kebutuhan perihal asesment struktur bangunan maupun kebutuhan akan penerbitan SLF, bisa menghubungi PT. Eticon Rekayasa Teknik. 

Karena kami memiliki tim yang berpengalaman dengan latar belakang keilmuan yang dibutuhkan untuk berbagai pekerjaan tersebut. Jangan ragu lagi akan kinerja kami dan jangan ragu menggunakan jasa kami. Bersama Eticon berbagai kebutuhan tentang bangunan akan dikerjakan dengan sepenuh hati. Hubungi kami sekarang juga!

8 Bagian Konstruksi Bangunan yang Wajib Diketahui Sebelum Membangun Rumah

Membangun rumah, Sumber: realrocknroll.com

Konstruksi bangunan merupakan objek keseluruhan bangunan yang terdiri dari berbagai bagian penting. Atau dengan kata lain, konstruksi bangunan adalah tubuh dari sebuah bangunan itu sendiri. Berbagai bagian dari konstruksi memiliki sifat, material, fungsi, serta tujuannya masing-masing.

Secara garis besar, konstruksi bangunan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bagian atas dan bagian bawah. Bagian atas berfungsi untuk mendukung konstruksi bangunan misalnya seperti dinding, ventilasi, dan atap. Sementara bagian bawah berfungsi untuk menopang konstruksi bangunan, misalnya pondasi bangunan.

Bagian Bagian Konstruksi Bangunan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, setiap bangunan terdiri atas bagian-bagian dengan fungsinya masing-masing. Jadi sebelum membuat sebuah bangunan, Anda juga perlu tahu apa saja bagian yang ada pada konstruksi bangunan. Di bawah ini adalah beberapa bagian-bagian bangunan, yakni sebagai berikut:

1. Bagian Pondasi

Pondasi bangunan rumah, Sumber: transrumah.com
Pondasi bangunan rumah, Sumber: transrumah.com

Bagian konstruksi bangunan yang pertama dan paling utama adalah pondasi. Pondasi merupakan struktur bangunan rumah yang berada di bagian paling bawah atau dasar yang berfungsi untuk menyalurkan dan meneruskan beban dari bagian atas struktur bangunan ke lapisan tanah yang berada pada bagian bawah.

Pondasi bisa dikatakan sebagai salah satu bagian yang sangat penting karena pondasi digunakan sebagai penopang beban bangunan. Jadi, untuk mendapatkan bangunan yang kuat dan kokoh, bagian utama struktur bangunan yang mana adalah pondasi juga perlu dibuat dengan sekuat mungkin.

Untuk membuat pondasi pun juga tidak bisa dilakukan secara sembarangan, setidaknya pondasi harus memenuhi berbagai syarat. Seperti ditempatkan pada lahan yang tepat, dapat menyesuaikan terjadinya gerakan tanah (mengembang, menyusut, tanah tidak stabil, tanah yang bergeser), tahan terhadap unsur-unsur kimiawi, serta dapat menahan tekanan air yang dinamis.

Jika pondasi memenuhi berbagai syarat tersebut, maka kerusakan atau runtuhnya bangunan dapat diminimalisir bahkan dapat dihindari.

2. Balok Beton

Bagian konstruksi bangunan yang tidak boleh ketinggalan adalah balok beton, Sumber: mitech-ndt.co.id
Bagian konstruksi bangunan yang tidak boleh ketinggalan adalah balok beton, Sumber: mitech-ndt.co.id

Jika pondasi berfungsi untuk meneruskan beban bangunan ke tanah, maka balok beton memiliki tugas untuk mendistribusikan beban bangunan secara merata ke pondasi yang ada dibawahnya. Selain pondasi dan kolom, balok beton juga merupakan bagian dari struktur inti sebuah bangunan yang tugasnya juga tidak kalah penting.

Maka dari itu pengecoran balok beton harus dilakukan dengan sangat baik. Karena jika pengecoran yang dilakukan kurang baik, maka dapat berakibat terjadinya pengeroposan pada balok. Konstruksi bangunan berupa campuran baja dan beton ini sangat diperlukan untuk menahan bangunan agar tetap sejajar.

Hal ini tentu saja karena kemampuan tanah yang berbeda-beda dalam menopang bangunan yang bisa saja membuat sebagian bangunan mengalami penurunan. Selain itu, balok beton juga berfungsi untuk memudahkan dalam proses pembangunan dinding.

3. Konstruksi Bangunan Dinding

Dinding merupakan salah satu bagian konstruksi bangunan bagian atas dan dibangun di atas balok beton. Sama halnya dengan bagian konstruksi bangunan lainnya, dinding juga memiliki fungsi krusial dalam sebuah bangunan. 

Karena dinding berfungsi untuk memisahkan bagian dalam dan luar sebuah bangunan, memberikan perlindungan terhadap berbagai cuaca, serta dapat juga dijadikan sebagai partisi atau pembatas bangunan agar menjadi ruangan-ruangan yang terbentuk. 

Namun, jika dinding berada di tengah sebuah bangunan, maka dinding tersebut juga berfungsi untuk menahan dan menyokong beban konstruksi bangunan di atasnya yaitu atap dan langit-langit. Material untuk membangun dinding pun sangat beragam, mulai dari bata merah, bata ringan, batako, kayu, hingga kaca.

4. Ventilasi Bangunan

Menyiapkan ventilasi udara untuk bangunan rumah, Sumber: lifetimedesign.co
Menyiapkan ventilasi udara untuk bangunan rumah, Sumber: lifetimedesign.co

Bagian konstruksi bangunan yang tidak kalah penting lainnya yaitu ventilasi. Ventilasi merupakan bagian dari sebuah bangunan yang berperan dalam proses pertukaran udara dari dalam bangunan ke luar bangunan dan begitupun sebaliknya. Keberadaan ventilasi udara memungkinkan terjadinya pertukaran udara di dalam dan di luar bangunan secara terus-menerus.

Ventilasi memiliki peran yang cukup vital pada sebuah bangunan, karena bagian bangunan yang satu ini berpengaruh pada kenyamanan hingga kesehatan sebuah bangunan. Karena jika tanpa ventilasi, maka sirkulasi udara tidak akan berjalan dengan lancar yang dapat mengakibatkan ruangan menjadi pengap dan lembab. 

Ventilasi sendiri tidak melulu soal jendela, pintu dan lubang dinding pun juga termasuk ventilasi udara. Agar ventilasi berfungsi secara maksimal, Anda bisa konsultasikan kepada konsultan konstruksi perihal penempatan ventilasi yang tepat.

5. Balok Latei

Bagian dari konstruksi bangunan selanjutnya yaitu balok latei. Balok lintel atau kita biasa mengenalnya dengan balok latei adalah elemen bangunan yang sering ditemui di atas jendela, pintu, atau bukaan dinding yang cukup besar.

Keberadaan balok latei tentu bukan hanya sebagai formalitas saja, bagian bangunan yang satu ini berfungsi sebagai penyangga yang dapat menahan beban dari bagian atas kusen. Sehingga beban tersebut tidak membebani kusen secara langsung, atau dengan kata lain balok latei ini berfungsi mengurangi beban kusen.

Jadi dengan pemasangan balok latei, kusen pun akan terhindar dari resiko melengkung atau patah sekalipun terguncang gempa bumi. Di samping itu, balok latei juga berfungsi untuk mencegah retak pada sudut bukaan. Dilansir dari berita.99.co, standar panjang balok latei yaitu selebar kusen pintu atau jendela ditambah 30 cm di bagian sisi kanan dan juga kirinya.

6. Balok Ring

Balok ring atau ring balk merupakan bagian dari struktur bangunan yang bentuknya seperti balok dan terletak pada bangunan teratas dinding. Fungsi utama dari balok ring adalah sebagai pengikat susunan tembok sekaligus meratakan beban dari struktur yang berada diatasnya.

Selain itu, balok ring juga disebut sebagai kerangka utama yang berfungsi sebagai pengikat atau pengokoh sekaligus menopang struktur diatasnya. Jika penyusunan dilakukan dengan pas, struktur bangunan yang satu ini juga dapat mempengaruhi suhu ruangan dan sirkulasi udara menjadi lebih lancar, sehingga ruangan menjadi lebih sejuk.

Sebaliknya, jika balok ring disusun terlalu rendah, maka dapat membuat udara di dalam rumah menjadi panas.

7. Kuda-Kuda

Kuda-kuda sebagai salah satu bagian konstruksi bangunan, Sumber: bangunrumah-jogja.com
Kuda-kuda sebagai salah satu bagian konstruksi bangunan, Sumber: bangunrumah-jogja.com

Kuda-kuda merupakan penopang rangka atap pada sebuah bangunan yang biasanya terbuat dari balok kayu atau baja ringan dan berbentuk segitiga. Kuda-kuda diletakkan pada bagian bawah rangka yang berfungsi untuk menyangga rangka atap yang berupa tulangan, reng, dan juga genteng.

Di samping itu, kuda-kuda juga mampu memberikan bentuk pada atap rumah. Kuda-kuda perlu dibuat dengan kokoh dan penempatannya juga harus tepat. Karena sebagai penopang penutup, pemasangan kuda-kuda yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko atap roboh yang berbahaya bagi penghuninya.

8. Bagian Atap Rumah

Bagian konstruksi bangunan yang terakhir dan tidak kalah penting adalah bagian atap. Atap merupakan bagian bangunan yang terletak pada bagian paling atas dan memiliki fungsi utama sebagai pelindung sebuah bangunan dari berbagai cuaca dan juga gangguan dari luar.

Dengan begitu, keleluasaan penghuni rumah dalam melakukan berbagai aktivitas dan juga keamanannya pun dapat terjamin. Selain berfungsi sebagai penutup bangunan, pemilihan material atap yang indah dan sesuai dengan desain rumah juga turut serta memberikan nilai estetika pada bangunan tersebut.

Itulah berbagai bagian konstruksi yang perlu ada pada sebuah bangunan. Nah, bagi Anda yang memiliki rencana untuk membuat sebuah konstruksi bangunan yang nyaman dan berkualitas, maka sudah seharusnya Anda menggunakan layanan dari penyedia jasa desain dan perencanaan.

Karena dengan menggunakan jasa yang profesional, rencana pembangunan Anda akan jauh lebih mudah dan terencana dengan baik. Semoga informasinya bermanfaat.

Penjelasan Mudah Seputar Retak Struktur dan Non-struktural pada Bangunan

retak pada bangunan

Aktivitas Foreksik

Pengamatan Visual

Pelaksanaan dalam pengamatan visual kondisi struktur bangunan adalah langkah awal yang sangat penting dalam memutuskan (justifikasi) kondisi dari sebuah bangunan. Aktivitas ini merupakan sebuah metode forensik yang ditujukan untuk mengenali kondisi terakhir bangunan.

Adapun teknis pengamatan biasanya dilakukan dengan cara memperhatikan kondisi pada elemen-elemen struktur yang dapat terdiri dari balok, kolom, sekitar pondasi dan sambungan. Meski begitu, terdapat bagian non-struktural yang harus diperhatikan karena bisa saja mempengaruhi kondisi elemen struktural.

Continue reading