Mengenal Lebih Dekat dengan Struktur Bangunan Bentang Lebar, Apa Itu?

Jenis bangunan bentang lebar kompleks, Sumber: housedigest.com

Dalam dunia arsitektur, memang banyak istilah-istilah yang mungkin masih terdengar asing di telinga. Apalagi bagi masyarakat umum yang memang sama sekali tidak familiar dengan dunia arsitektur. Seperti halnya dengan salah satu istilah mengenai struktur bangunan bentang lebar. 

Konsep Struktur Bangunan Bentang Lebar

Dari namanya saja, pasti banyak dari kita yang mengartikan bahwa bangunan bentang lebar adalah jenis bangunan dimana arsitekturnya memiliki ukuran lebar dan panjang membentang. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru, karena memang jenis bangunan bentang lebar adalah bangunan yang luas dan tentu saja lebar.

Namun, secara ilmu arsitektur memang definisi tersebut masih kurang tepat. Lantas, apa yang dimaksud dengan struktur bangunan bentang lebar itu sendiri? Secara umum, bangunan bentang lebar adalah bangunan yang memiliki konsep membentang sangat lebar dan luas. Sehingga menghasilkan ruangan yang lebih lenggang dan dapat memudahkan ruang gerak penggunaannya.

Jenis bangunan dengan konsep seperti ini memiliki ciri khusus yaitu pada area yang digunakan tidak memiliki sekat pembatas, tidak terdapat tiang, maupun kolom-kolom yang membatasi ruang gerak. Sehingga tidak membuat areanya menjadi terlihat sempit.

Umumnya, bangunan yang menerapkan konsep bentang lebar dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang memerlukan ruangan bebas dan luas. Sebut saja seperti gedung kegiatan olahraga, gedung pertunjukan, gedung kesenian, hingga gedung auditorium.

Karena dibuat membentang luas dan tanpa sekat, maka dapat dipastikan bahwa bangunan gedung bentang lebar sengaja dirancang agar bisa menampung banyak orang di dalamnya. Namun dalam penerapannya, arsitektur ini juga sering dimanfaatkan sebagai ikon mewah suatu negara, mungkin salah satunya di Indonesia.

Konsep bangunan bentang lebar, Sumber: arch2o.com
Konsep bangunan bentang lebar, Sumber: arch2o.com

Jenis Sistem Bangunan Bentang Lebar

Dilihat dari bentuk dan kerumitan dalam proses pembuatannya, umumnya struktur bangunan gedung bentang lebar dikelompokkan menjadi dua yang berbeda. Yaitu bangunan bentang lebar sederhana dan bangunan bentang lebar kompleks. Nah, apa perbedaan diantara kedua jenis bangunan tersebut? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Bentang Lebar Sederhana

Sesuai dengan namanya, tentu saja bangunan bentang lebar sederhana memiliki bentuk yang sederhana. Jenis bangunan bentang lebar yang satu ini adalah jenis bangunan yang luas dan lebih berorientasi pada fungsi bangunannya. Sehingga umumnya jenis bangunan ini memiliki bentuk yang terlihat sederhana dan monoton.

Namun dari segi proses pembangunan, bangunan bentang lebar sederhana jauh lebih mudah dan cepat. Umumnya, struktur bangunan bentang lebar sederhana dapat ditemui di sarana olahraga yang memang fokus utamanya berada pada fungsi dari bangunan itu sendiri.

2. Bentang Lebar Kompleks

Berbeda dengan bangunan bentang sederhana yang dibuat dengan mengedepankan fungsinya. Bangunan bentang lebar kompleks umumnya dibuat dengan berorientasi pada fungsi bangunannya sekaligus penampilan atau estetika bangunan. Karena itu, tidak heran jika bangunan bentang lebar kompleks memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.

Namun sebanding dengan keindahan yang dimiliki, untuk proses pembangunan jenis bangunan ini juga tergolong lebih rumit dan memerlukan waktu yang relatif lebih lama daripada bangunan bentang lebar sederhana. Karena mengingat bentuk yang dibuat lebih beragam.

Bangunan bentang lebar kompleks biasanya diaplikasikan pada gedung pertunjukan, pameran, atau opera. Karena mampu merepresentasikan tempat seni dengan tampilan gedung yang dimiliki. Namun seiring dengan perkembangan zaman, saat ini bandara, perkantoran, hingga pusat perbelanjaan pun juga banyak yang menerapkan konsep bangunan bentang lebar kompleks.

Jenis bangunan bentang lebar kompleks, Sumber: housedigest.com
Jenis bangunan bentang lebar kompleks, Sumber: housedigest.com

Sistem Struktur Bangunan Bentang Lebar

Dalam membuat struktur bangunan jenis ini, terdapat setidaknya empat kategori sistem yang umumnya digunakan. Yakni antara lain: 

  • Form Active Structure System. Sistem dimana keseluruhan beban bangunan ditanggung oleh bentuk struktur itu sendiri.
  • Bulk Active Structure System. Sistem pembangunan bentang lebar yang beban bangunannya akan ditransmisikan langsung kepada materialnya melalui kolom atau balok. Umumnya, sistem penyusunnya bersifat kaku dan padat.
  • Vector Active Structure System. Bentangan dengan sistem batang lurus pendek, padat, lurus, yang mampu mengalihkan atau menyalurkan gaya eksternal terutama dari susunan unsur tekan dan unsur tarik.
  • Surface Active Structure System. Struktur bentangan yang fleksibel namun mampu menahan tekanan dan perubahan gaya. karena itu, struktur yang satu ini memiliki karakteristik menggunakan lengkungan maupun lipatan bangun ruang.

Struktur Bangunan Bentang Lebar di Dunia

Setelah mengetahui konsep dari struktur bangunan bentang lebar, kali ini kami akan mengajak Anda untuk melihat contoh dari konsep bangunan tersebut. Di dunia bahkan di Indonesia sendiri pun juga terdapat beberapa bangunan yang menerapkan konsep bangunan bentang lebar.

Berikut ini adalah beberapa contoh bangunan di dunia yang menerapkan struktur bangunan bentang lebar, yakni antara lain: 

1. Sydney Opera House

Siapa yang tidak tahu Sydney Opera House? Mungkin sebagian besar dari kita pernah tahu atau bahkan pernah datang langsung kesana. Dari segi visual, Sydney Opera House menerapkan sistem bentang lebar kompleks. Dimana konsep yang diterapkan dalam pembangunan gedung terkenal ini adalah bentuk geometri dan rancangan bangunan dengan struktur keong.

Luas wilayah yang digunakan untuk membangun Sydney Opera House secara keseluruhan adalah kurang lebih 1,8 Ha. Sedangkan tinggi atap dari bangunan tersebut mencapai 67 meter diatas permukaan laut. Jadi, sudah sangat bisa dibayangkan seberapa luas dan lebarnya bangunan tanpa kolom ini. 

2. Abu Dhabi International Airport

Bandara Internasional Abu Dhabi juga merupakan salah satu bangunan yang mengusung bentang lebar. Bandara Internasional ini sengaja dirancang sedemikian rupa agar dapat menampung hingga kurang lebih 8.500 orang setiap jamnya.

Sistem atap yang digunakan pada bandara ini adalah bentang panjang bersandar lengkungan. Dengan desainnya yang seperti itu mampu membuat kesan yang ditampilkan jauh lebih ringan, luas, dan nyaman.

Salah satu contoh bangunan bentang lebar di dunia, Sumber: commons.wikimedia.org
Salah satu contoh bangunan bentang lebar di dunia, Sumber: commons.wikimedia.org

3. Gedung DPR RI

Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia juga menerapkan struktur bangunan bentang lebar. Sama halnya dengan Sydney Opera House di luar negeri, salah satu bangunan ikonik di Indonesia ini juga menerapkan bangunan bentang lebar kompleks. 

Bangunan ini menggunakan sistem atap menyerupai kubah dengan desain dan struktur yang begitu unik. Di samping itu, terdapat salah satu sisi menarik dari gedung ini yaitu terletak pada area Nusantara I atau Lokawirasabha yang memiliki 24 lantai dengan ketinggian mencapai 100 meter. Sementara kemiringannya terukur hingga 7 derajat. 

4. Teater IMAX Keong Emas TMII

Jika di Australia memiliki Sydney Opera House, maka di Indonesia memiliki Teater IMAX Keong Emas yang berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Bangunan ini juga menerapkan struktur bangunan bentang lebar kompleks yang menggunakan sistem atap cangkang keong.

Jadi sesuai dengan namanya, desain pada Teater IMAX Keong Emas TMII meniru keong emas yang dimana membuat bentuknya mirip bahkan hampir menyerupai cangkang keong namun dengan ukuran raksasa.

Karena mengusung struktur cangkang, maka atapnya pun memiliki sifat yang lebih kaku, melengkung, tipis, dan tiga dimensi. Gedung tersebut biasanya dimanfaatkan sebagai tempat pertunjukan teater maupun pertunjukan film.

Itulah ulasan mengenai struktur bangunan bentang luas yang ternyata juga banyak diterapkan oleh beberapa gedung di Indonesia. Hadirnya bangunan bentang lebar yang menarik tersebut tentu tidak lepas dari peran serta jasa desain dan perencanaan yang digunakan.

Karena pada dasarnya, sebelum bangunan dapat dieksekusi dengan baik diperlukan perencanaan yang matang terlebih dahulu. Semoga ulasan tadi dapat memberikan informasi baru bagi Anda!

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment